MEDIA P4WB KEPRI

MEDIA P4WB KEPRI

Selasa | 17 Oktober 2017 | 13:17

BACA!!! Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

MEDIAKEPRI.CO.ID – Jika kita mau sedikit terbuka dan berkata jujur, bahwa masih banyak di antara kita yang bingung membedakan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, benerkan?. Melalui tulisan ini mari kita paparkan secara sederhana, yang diambil dari beberapa sumber, termasuk dari kedua situs BPJS ini.

Pemerintah telah membentuk suatu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang asuransi jaminan kesehatan sosial bagi seluruh masyarakat, program tersebut adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial disingkat menjadi BPJS. Badan ini memiliki tugas seseuai dengan Undang–undang nomor 40 tahun 2010 dan nomor 24 tahun 2011 dimana tugasnya yaitu menyelenggarakan jaminan sosial Indonesia, dan BPJS Merupakan Badan Hukum Nirlaba.

Sayangnya, meski sudah diluncurkan dan disosialisasikan, namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti perihal program pemerintah yang satu ini. Termasuk juga masih banyak yang kebingungan dan sulit membedakan, perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pada dasarnya, BPJS bukanlah hal yang benar-benar baru di Indonesia. Pasalnya, BPJS Kesehatan adalah transformasi dari PT Askes (Persero) yang tujuannya memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Sementara BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero). BPJS Kesehatan ini memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia, baik yang bekerja secara formal maupun informal. Dan saat ini juga sudah diwajibkan untuk semua masyarakat baik karyawan maupun non karyawan.

BPJS dibagi menjadi 2 yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya memiliki beberapa berbedaan. Berdasarkan Undang–undang BPJS Nomor 24 Tahun 20011 pasal 6 yang berbunyi “BPJS Kesehatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 5 ayat (20 huruf a menyelengarakan Program Jaminan Kesehatan). Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana yang dimaksud dalam pasa 5 ayat (2) huruf b menyelenggarakan program : Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian”.

Sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2011, Kehadiran BPJS menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang telah ada sebelumnya yaitu Askes diganti menjadi BPJS Kesehatan dan Jamsostek (kecuali JPK) diganti menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun transformasi lembaga jaminan sosial sebelumnya menjadi BPJS.
Pada 1 Januari 2014 : PT Askes bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.
Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dari Jamsostek bertransformasi menjadi program JKN dari BPJS Kesehatan
Program JKN di wajibkan untuk Seluruh Warga Negara Indonesia

Pada 1 Juli 2015 : PT Jamsostek (selain program JPK) bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan.
Program yang dselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan adalah : Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian.
Program dari BPJS Ketenagakerjaan diwajibkan untuk seluruh pekerja penerima Upah.

Keduanya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda

BPJS Kesehatan memberikan perlindungan yang sesuai dengan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Jaminan kesehatan dari BPJS jenis ini meliputi: Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama, Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan dan
Rawat inap

BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk memberikan beberapa jenis jaminan, yaitu:
JHT (Jaminan Hari Tua),
JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja),
JK (Jaminan Kematian),
JP (Jaminan Pensiun)

 

Keanggotaan peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Kesehatan juga berbeda

Jika dilihat dari pesertanya, kedua BPJS ini juga memiliki perbedaan. BPJS Kesehatan wajib diikuti semua penduduk Indonesia, termasuk warga negara asing yang tinggal lebih dari 6 bulan dan sudah membayar iuran. Bahkan, bayi yang baru lahir pun dapat didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan meski tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan melainkan menggunakan Nomor Kartu Keluarga orang tuanya.

Namun untuk BPJS Ketenagakerjaan hanya diperuntukan bagi para pekerja, antara lain: PNS, TNI/Polri, Pensiunan PNS/TNI/Polri, BUMN, BUMD, Pegawai Swasta, dan Yayasan. Tapi saat inisudah ada program BPJS Ketenagakerjaan non karyawan, dimana pedagang, sopir taxi, ojek, petani, pekerja mandiri, pengusaha bisa mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan mandiri (non penerima upah)

Dari ulasan singkat di atas, tentu kita sudah mulai memahami perbedaan mendasar antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Secara sederhana;
1. BPJS Kesehatan ada 2 : karyawan dan mandiri
– karyawan dibayar / kantor
– mandiri dibayar pribadi

Yang di cover BPJS Kesehatan adalah sakit atau penyakit dan persalinan, bukan sakit karena kecelakaan. Jadi kalau kecelakaan di jalan raya tak bisa menggunakan Kartu ini di Rumah Sakit. Ada 3 kelas yang ditawarkan BPJS Kesehatan, kelas 1, 2 dan 3 dengan iuran dan pelayanan yang berbeda juga. Premi (iuran) ini adalah uang hilang. Jika tidak dibayar maka kartu akan di non aktifkan dan tidak bisa dibawa berobat sampai tunggakan dibayarkan.

2. BPJS Ketenagakerjaan ada 2: Karyawan dan non karyawan/ mandiri(non penerima upah).
– karyawan dibayar / kantor
– mandiri dibayar pribadi

BPJS Ketenagakerjaan ini mempunyai program:
JHT (Jaminan Hari Tua),
JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja),
JK (Jaminan Kematian),
JP (Jaminan Pensiun)

Untuk Karyawan JKK melindungi kecelakaan selama Jam Kerja, sementara bagi pemegang kartu non penerima upah/ non karyawan di lindungi 24 jam.

Besaran premi/ iurannya adalah:
untuk jaminan kematian Rp 6.800 saja.
Untuk jaminan hari tua, besarnya adalah 2% dari penghasilan.
Sementara untuk jaminan kecelakaan kerja, besarnya iuran adalah hanya 1% dari kemampuan penghasilan.

Penulis
Ade Irawan Koto
Sekjen P4WB
Salam Wajah Bangsa
Bakti Bumi Madani

MEDIA P4WB KEPRI

Selasa | 17 Oktober 2017 | 9:52

Reynaldi Bersedia Pimpin PWK Batam Kota Majukan P4WB

MEDIAKEPRI .CO.ID, Batam center – Pimpinan Wilayah Kecamatan (PWK) Batam Kota, Pelopor Pergerakan Pewarta Publik Wajah Bangsa (P4WB) resmi terbentuk di Botania, Minggu, 15 Oktober 2017.

Dibawah komando Reynaldi,PWK Batam Kota mampu menjalankan visi, misi dan program kerja yang sudah tertuang dalam P4WB. Dengan terpilihnya Riynaldi ini maka dalam waktu dekat akan segera dilakukan pengukuhan terhadap pengurus PWK Batam Kota.

“Kita ingin PWK Batam Kota dapat bekerja dengan baik,” ujar Ketua Umum P4WB, Akhiruddinsyah P disela konsolidasi pembentukan pengurus.

Dia mengatakan sudah lebih dari setahun P4WB berkiprah dalam merangkul dan membangun karakter para pemuda menuju peningkatan perekonomian. Untuk itu, katanya, P4WB terus berusaha mengadakan kegiata kegiatan Positif.

“Melalui Bakti sosial dan Pelatihan yang merupakan wujud nyata dari kegiatan P4WB, seperti Pengobatan geratis, bak sampah, pelatihan tanaman hidroponik dan kegiatan Positif lainnya,” sebutnya. (bayu wasono)

MEDIA P4WB KEPRI

Minggu | 15 Oktober 2017 | 19:25

Geliat Hidroponik P4WB Bangkitkan Semangat ‘Bertani’ Santri Al Kausar

MEDIAKEPRI .CO.ID, Punggur – Tidak kenal lelah. Itulah yang terus dilakukan Pelopor Pergerakan Pewarta Publik (P4WB). Khususnya, untuk menularkan pengetahuan pertanian hidroponik.

Untuk kesekian kalinya, Bakti Sosial Pertanian P4WB memaparkan cara bertani dengan keterbatasan lahan melalui kecanggihan teknologi. Pondok Pesantren Al Kausar, yang berada di Punggur Centre menjadi ‘anak didik’ P4WB dalam menjalankan teknologi pertanian hidroponik, Minggu, 15 Oktober 2017.

Anwar, Pengurus Pondok Pesantren Al Kausar begitu antusias dalam mengikuti pelatihan mengenai pertanian hidroponik itu sendiri. Dan ia sangat sadar, pengetahuan ini sangat bermanfaat dan sangat gampang untuk menerapkannya.

“Kita akan menerapkan dan mempraktekkannya. Bahkan, kita akan jjadikan pertanian (hidroponik) ini sebagai salah satu kegiatan di pesantren,” ujarnya.

Noor Aziz, penggiat pertanian hidroponik dari P4WB memaparkan kepada santri mengenai solusi cara berkebun tanpa menggunakan tanah. Dan ia mempraktekkan tanaman hidroponik dapat hidup hanya dengan air saja. Dan ada metode yang dijelaskannya, yakni  penyemaian bibit atau benih dengan menggunakan Rock Woll atau busa dan sabut kelapa. Penanaman dengan botol air mineral, ataupun dengan sistem rakit apung, perawatan dengan menggunakan cairan pupuk kimia yang ramah lingkungan.

“Masa panen dengan waktu yang lebih singkat. Adapun hasil yang didapat dari tanaman hidroponik, daunnya terlihat lebih hijau,” ujar Aziz. (bayu wasono)

MEDIA P4WB KEPRI

Minggu | 17 September 2017 | 7:38

Tidak Hanya Pelajar, P4WB Perluas Pengetahuan Hidropolik ke Masyarakat

Terus Ciptakan Peluang Pertanian dengan Keterbatasan Lahan

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pelopor Pergerakan dan Pewarta Publik Wajah Bangsa (P4WB) terus merasa haus untuk menularkan pengetahuan mengenai pertanian dengan memanfaatkan teknologi. Tidak cukup hanya dengan menyentuh pelajar di Madrasah Aliyah Nageri (MAN) I Batam, pertanian hidropolik disebarluaskan ke masyarakat.

Kali ini, tim bakti sosial (Baksos) Pertanian P4WB, mengadakan penyuluhan dan bantuan pertanian dengan memanfaatkan lahan sempit. Setelah sukses memberikan pelatihan ke pelajar di MAN 1, P4WB kini menjalankan kegiatan dengan menggandeng Sarwendah Centre.

Dengan bersemangat, tim Baksos Pertanian P4WB bekersjasama dengan Sarwendah Centre mengadakan penyuluhan dan bantuan pertanian lahan sempit ke beberapa perumahan di Batam, Jumat 15 sept 2017. Kegiatan dimulai di Perum Blok 6, Lubukbaja.

Pengetahuan dan pemahaman mengenai pertanian hidropolik didistribusikan kepada ibu-ibu. Kemudian, dilanjutkan di Halaman Mushola Ar Rohman, Baloi Persero, bersama ibu dan bapak masyarakat, dengan materi pertanian organik.

Lalu, selesai shalat Jumat, bertempat di halaman terbuka wilayah Tiban Kampung, tim bergerak berbagi ilmu pertanian hidropolik. Dalam pertemuan ini, terlihat antusias warga dalam mengikuti penyuluhan dan praktek pola pertanian organik.

“Penyuluhan tersebut untuk memberi edukasi tentang tatacara pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit, dan dapat memproduksi hasil pertanian/pangan yang sehat tanpa bahan kimia,” ujar Noor Azis, Wakil Ketua P4WB usai kegiatan penyuluhan dan bantuan pertanian hidropolik.

Lebih jauh dikatakannya, kegiatan yang secara terus menerus dan berkesinambungan ini dilakukan merupakan wujud kepedulian terhadap perkembangan pertanian dan keterpurukan ekonomi saat ini. Dan jika konsisten mengaplikasikan mengenai teknologi hidropolik ini dapat membantu untuk meringankan kebutuhan belanja rumah tangga.

Pengangkutan Perdana Program Bank Sampah

MEDIAKEPRI.CO.ID – Puluhan kader Pelopor Pergerakan dan Pewarta Publik Wajah Bangsa (P4WB) melakukan pengangkutan perdana sampah di Kavling Mandiri, Kelurahan Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Rabu, 13 Setpember 2017 pagi.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program kerja P4WB yakni Bank Sampah. Dalam pelaksanaan kegiatan perdana ini, P4WB didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemko Batam, diwakili oleh Yetno Haikal.

Pengurus P4WB dan DLH Pemko Batam disela-sela pengangkutan Bank Sampah P4WB

Ketua Umum P4WB, Akhiruddinsyah Purba mengatakan pengangkutan perdana program kerja Bank Sampah P4WB Bakti Bumi Madanj mampu membantu dan mensejalankan program kerja pemerintah dalam hal peningkatan kebersihan di Kota Batam.

Melalui program ini, Putra, sapaan akrab Ketum P4WB, mengajak masyarakat akan pentingnya manfaat sampah non organik menjadikan nilai ekonomis. Dimana melalui p4WB, katanya, ia akan menjalankan program pelatihan recycle, reduce, reuse (3R) kepada masyarakat luas.

Dijelaskannya, saat ini sudah waktunya msyarakat Batam untuk lebih kreatif dalam meningkatkan kebersihan lingkungan, sekaligus mendapatkan menambah penghasilan keluarga dengan memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis.

“Intinya masyarakat tidak boleh membakar sampah plastik atau sampah non organik lagi. Karena jika dibakar maka sampah tadi tidak bisa didaur ulang sama tanah. Bahkan, sangat berbahaya bagi kehidupan kesehatan masyarakat,” ujar Putra.

MEDIAKEPRI.CO.ID – Peredaran gelap narkotika sudah menjadi teror terhadap generasi penerus bangsa. Tidak tanggung-tanggung, narkoba ini sudah menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa mengenal suku, agama dan golongan.

Begitu meresahkan keberadaan narkoba yang telah merusak mental generasi muda ini, menjadi perhatian dari  Pelopor Pergerakan dan Pewarta Publik Wajah Bangsa (P4WB). Tidak ingin jadi penonton untuk pemberantasan peredaran gelap narkoba ini, P4WB ikut andil untuk jadi bagian untuk menyikat kegiatan ini.

Ketum P4WB, Akhiruddinsyah Purba

Ketua Umum P4WB, Akhiruddinsyah Purba mengatakan telah mempersiapkan kadernya untuk mengabdikan diri untuk bergabung di Satuan Tugas (Satgas) dan relawan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. Bahkan, katanya, ia juga menyerahkan diri untuk bergabung sebagai relawan.

Menurutnya, penyiapan kader ini bagian dari komitmen untuk memberikan kontribusi pemberantasan narkoba di Kepri, Batam khususnya. Sejauh ini, katanya ada 21 kader yang sudah menyerahkan pendaftaran dengan mengirim formulir ke P4WB.

“Program kedepannya, satgas dan relawan berperan aktif dalam pemantauan, pengawasan dan sosialisasi tentang bahaya narkorba bagi generasi bangsa,” ujar Putra sapaan akrab Akhiruddinsyah Purba ini. (***)

Adapun daftarkader yang siap bergabung di BNNP untuk jadi relawan dan satgas, yakni:

Calon Relawan BNNP Kepri :

1. Akhiruddinsyah Purba.
2. Noor Aziis
3. Said Abdullah Dahlawi
4. Adhe Irawan.
5. Ali Ahmad Ikbal
6. Herman Tanjung
7. Indiawati

Calon Satgas BNNP Kepri
1. Sutrisno
2. Abdul Muhaimin.
3. Riko Handerman.
4. Iswandi.
5. Simon P Ginting.
6. M. Sopiyan.
7. Agus Listiono.
8. M.Basuki.
9. Eko Pebriandika.
10. Eka Sastra.
11. Emuatun
12. Hafizaria SE
13. Desri Noviartati
14. Riko Adriya Putra
15. Wahyudi.

Bakti Bumi Madani Sentuh Siswa MAN 1 Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pelopor Pergerakan dan Pewarta Publik Wajah Bangsa (P4WB) terus berkarya dan berbakti tiada henti. Sebagai organisasi berbasis massa (ormas), P4WB tidak mengenal kata lelah, hingga mereka terus berjalan bekerja menularkan aura positif yang dimiliki.

Melalui tim bakti sosial pertanian yang berada di bawah naungan P4WB, memberikan keilmuan di bidang pertanian mengenai pertanian ala hidroponik. Keilmuan pertanian moderen dengan memanfaafkan lahan yang terbatas ini, tim yang dimotori Noor Azis, anggota P4WB, menyalurkan ke siswa siswi.

Pelajar MAN 1 Batam mendengarkan penjelasan Noor Azis

Bekerjasama dengan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam, puluhan siswa mendapatkan pengetahuan tentang pertanian dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, Sabtu, 8 September 2017. Dengan sistim terbuka dalam menyalurkan keilmuan mengenai hidroponik tersebut, siswa siswi yang mengikuti pelatihan ini mampu menyerap secara teori mengenai ilmu pertanian tersebut.

Setelah penyampaian teori, Noor Azis langsung menggiring pelajar untuk mempraktekkannya. Dalam prakteknya, pelajar MAN 1 Batam mengetahui dengan rinci kelebihan dari hidroponik dengan menghasilkan produk yang sehat bebas dari pestisida.

Baksos Pertanian P4WB berharap seluruh pelajar yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat mengimplementasikan dalam kehidupannya. Mereka bisa mengembangkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah atau dengan memanfaatkan lahan teras atau perkarangan sempit di rumahnya masing-masing. ***