KESEHATAN

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Public Health menunjukkan diet rendah karbohidrat bisa memperpendek usia.

Penelitian ini melibatkan 15.400 responden yang diminta mengisi kuesioner perihal makanan dan minuman yang dikonsumsi beserta porsinya.

Selanjutnya, peneliti mengikuti responden selama 25 tahun. Hasilnya ditemukan, mereka yang konsumi 50-55% karbohidrat sehari-hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi karbohidrat terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Sementara, mereka yang mengonsumi kurang dari 40% atau lebih dari 70% karbohidrat dari konsumsi sehari-hari memiliki risiko kematian lebih tinggi.

Dari hasil temuan ini peneliti menyimpulkan bahwa idealnya karbohidrat dikonsumsi sebanyak 50%. Dengan konsumsi karbohidrat 50%, mereka yang berusia 50 tahun diprediksi hidup 33 tahun lebih lama. Jumlah ini, empat tahun lebih lama dibandingkan mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat serta satu tahun lebih lama dibandingkan mereka yang menjalani diet tinggi karbohidrat.

“Diet rendah karbohidrat yang menggantikan karbohidrat dengan protein atau lemak sering dipilih masyarakat sebagai strategi penurunan berat badan dan kesehatan. Namun, data kami menunjukkan sebaliknya. Diet rendah karbohidrat mungkin terkait dengan rentang hidup yang lebih pendek secara keseluruhan,” kata peneliti Dr Sara Seidelmann.

Namun, jika tetap ingin menjalani diet rendah karbohidrat, Dr Sara menyarankan untuk mengganti karbohidrat dengan lebih banyak lemak dan protein nabati. “Mungkin dapat membuat tubuhnya sehat dalam jangka panjang termasuk di masa tuanya,” sarannya seperti dilansir Evening Standard. (***)

sumber: lifestyle.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Beberapa waktu lalu, sempat gencar diberitakan miskonsepsi pemahaman masyarakat tentang susu kental manis. Baru-baru ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemerintah Kabupaten Sinjai melampirkan hasil pemeriksaan sampel susu UHT merek tertentu di sebuah toko.

Susu diujikan apakah mengandung bakteri patogen yakni Streptococcus sp Staphylococcus sp dan Campylobacter di Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros. Hasilnya positif menyatakan bahwa susu UHT tersebut positif mengandung bakteri Streptococcus sp. Dari hasil pemeriksaan disimpulkan bahwa susu tersebut berarti mengandung bakteri patogen atau bakteri yang menyebabkan penyakit.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai mengimbau pada masyarakat agar memerhatikan dengan seksama produk olahan susu sebelum dipasarkan baik dari segi kemasan maupun tanggal kadaluwarsanya.

Nah, terkait susu UHT nih, susu UHT adalah produk susu olahan dengan pemanasan. Menurut Staf Pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr Ir Dede R Adawiyah, susu tersebut diolah dengan pemanasan tinggi (ultra high temperature) selama dua sampai empat detik dengan suhu 135 sampai 140 derajat celcius.

“Bakteri targetnya yakni semua bakteri karena pemanasan tinggi. Untuk penyimpanannya sama seperti susu steril. Susu UHT disimpan dalam suhu ruangan sebelum kemasan dibuka,” tulis Dede.

Jadi memang, ketika membeli susu itu yang jelas kita perhatikan adalah tanggal kedaluwarsanya, kata Dede jika perlu dilihat nilai gizinya, apakah cocok untuk anak-anak atau nggak. Lalu, jangan lupa perhatikan juga petunjuk di kemasannya. Kalau harus dikonsumsi segera setelah dibuka berarti harus segera dikonsumsi. Biasanya kan ada tuh di bagian bawah kemasan.

Dalam keterangan tertulis, Dede juga bilang suhu penyimpanan sangat berpengaruh pada pertumbuhan bakteri di dalam susu. Susu segar yang didiamkan selama 24 jam, pada suhu 5 derajat bakterinya ada 2.600 sedangkan pada suhu ruangan 20 derajat suhunya mencapai 450 ribu bakteri. Padahal menurut Dede, standar maksimalnya 100 ribu bakteri. Perbedaan jumlahnya banyak banget ya, karena aktivitas metabolik bakteri akan melambat jika berada di suhu dingin.

Mengutip dari penelitian H. J. Sears dan R. L. Benson di NCBI, bakteri Streptococcus yang patogenik dan ditemukan di dalam susu umumnya menyebabkan sakit tenggorokan dan tonsilitis. Dalam penelitian juga menyebutkan bakteri ini sempat resisten di suhu 60 derajat. Untuk itu pemanasan dan penyimpanan juga sangat memengaruhi aktivitas bakteri di dalam susu. (***)

sumber: haibunda.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak orang mengonsumsi beberapa pil sekaligus setiap hari untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. Namun, mereka tidak tahu berbagai obat ini mungkin bereaksi satu sama lain dan menyebabkan efek buruk yang lebih mengkhawatirkan.

Secara medis hal ini disebut sebagai polifarmasi. Itu artinya seseorang meminum lima obat atau lebih dalam sehari.

“Menyatukan obat dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan,” kata Sushila Kataria, dokter penyakit dalam di Medanta, dikutip dari Indian Express, Kamis, 16 Agustus 2018.

Kataria menambahkan, pasien tunggal sering menemui dokter dan spesialis. Semua dokter itu meresepkan obat yang berbeda. Hal ini terutama menonjol pada populasi lansia.

Beberapa lansia mengonsumsi obat-obatan untuk kondisi jangka panjang seperti diabetes, arthritis, dan tekanan darah bersama dengan obat untuk menyembuhkan sakit demam. Menurut konsultan senior di RS Idraprastha Apollo, Tarun Sahni, fakta pasien harus mengambil beberapa obat tidak dapat diabaikan.

Kadang-kadang pasien menggunakan obat tanpa henti untuk masalah ringan seperti pilek. “Mereka tidak tahu obat tersebut dapat mengganggu obat yang sedang berlangsung. Ini mengarah ke reaksi yang merugikan,” ujar Sahni.

Selain itu, ada beberapa cara meminimalkan risiko polifarmasi. Pertama, penting bahwa setiap orang sadar akan kondisi kesehatan mereka. Kedua, konsultasikan pada dokter.

Dokter dapat mengawasi semua obat, menawarkan saran yang komperhensif dan jika perlu berkoordinasi dengan dokter dan spesialis tertentu. Ketiga, simpan catatan semua obat. Pasien tidak perlu melacak obat mereka pada setiap kunjungan ke dokter.

Mereka harus memeriksa apakah penggunaan obat perlu dilanjutkan. Setiap kali kondisi baru berkembang, dokter harus diberitahu tentang semua obat yang diminum, termasuk suplemen. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kentang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Selain sebagai asupan karbohidrat, kentang juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

Misalnya mencerahkan wajah, melindungi jantung, mengatasi jerawat, hingga menurunkan kolesterol.

Selain itu, kentang ternyata memiliki manfaat tersembunyi lain.

Jika Si Kecil terkena demam, Moms layak mencoba cara alami dengan menggunakan kentang ini.

Demam adalah reaksi tubuh saat memerangi infeksi selama flu atau dingin.

Cara ini tidak hanya dapat menurunkan demam, namun juga meredakan flu.

Jika orang mengalami radang, suhu tinggi bisa berbahaya karena berisiko merusak sel-sel otak.

Oleh sebab itu, Moms cukup menggunakan kentang untuk menurunkan suhu tubuh.

Kentang mengandung sifat anti inflamasi alami (anti peradangan) dan enzim yang dapat membantu mengurangi demam.

Caranya sangat mudah.

Parut beberapa buah kentang, tak perlu kupas kulitnya lebih dulu.

Namun sebelumnya pastikan kentang bersih dengan mencucinya.

Taruh parutan kentang tadi di telapak kaki, kemudian pakailah kaus kaki untuk menahannya.

Tunggulah beberapa saat hingga suhu tubuh menurun.

Imbangi dengan minum banyak air agar tubuh tidak dehidrasi.

Jus lemon maupun jeruk juga baik untuk dikonsumsi karena banyak mengandung vitamin C. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak semua orang mengetahui secara rinci apa itu penyakit herpes.

Mungkin hanya sekadar mendengar dari teman atau sekilas membaca di internet.

Sayangnya, penyakit yang satu ini kerap dianggap sebagai penyakit ‘kotor’.

Sebagian orang hanya mengetahui herpes berkaitan dengan aktivitas seksual yang tidak sehat.

Padahal, penyakit herpes tidak melulu ditimbulkan oleh hal tersebut.

Herpes terdiri dari beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda-beda.

Melansir dari hellosehat, penyakit ini ditimbulkan oleh virus dan hanya dua jenis saja yang paling banyak diteliti, yaitu herpes zoster dan herpes simplex atau genitalis.

Herpes zoster disebabkan oleh Jenis ini sering juga disebut dengan cacar ular, lanjutan dari penyakit cacar air.

Pada herpes zoster, gelembung cairan cenderung lebih besar dan berkumpul di bagian tertentu.

“Bisa muncul di pantat, di pipi, di tangan, bahkan di dahi. Biasanya munculnya di tempat itu-itu saja, tidak akan berpindah atau menyebar ke tempat lain,” kata dr Midi Haryani, Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin RS Hermina Jatinegara.

Kembali melansir dari hellosehat, gejala awal herpes zoster bisa dikenali saat si penderita mengalami perasaan tak enak badan. Rasanya seperti migrain selama 1 hingga 5 hari.

Selanjutnya ada rasa nyeri yang semakin lama semakin terasa.

Penyakit ini bisa dicegah dengan beberapa tindakan, yaitu pemakaian asiklovir jangka panjang dan vaksin dari dokter.

Sementara itu, dr. Theresia Yoshiana dari alodokter memberikan tips bagi pengidap penyakit ini.

Anda bisa menggunakan pakaian longgar dan menutup ruam agar tidak terkena infeksi.

Anda sebaiknya tidak menggunakan plester karena akan menambah iritasi.

Aturlah pola hidup anda, contohnya pola tidur yang baik, asupan makanan bernutrisi, hingga rajin berolahraga.

Jenis herpes yang selanjutnya adalah herpes genitalis atau simplex disebabkan oleh Jenis ini pula yang dianggap orang-orang sebagai penyakit ‘kotor’.

“Herpes inilah yang lekat dengan anggapan masyarakat, yaitu ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak sehat,” kata Midi, mengutip dari Kompas.com.

Penyakit ini ditandai dengan bentol berair di bagian alat kelamin, anus dan mulut.

Herpes genitalis bisa menular lewat sentuhan, namun lebih sering menyebar lewat hubungan seksual yang tidak sehat.

Menurut penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit di Amerika Serikat, satu dari enam orang berusia 14 hingga 49 tahun mengidap herpes genital.

Kabar buruknya, herpes genital lebih mudah menyerang wanita daripada lak-laki.

Melansi dari hellosehat, obat herpes yang sering digunakan biasanya adalah acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kerja seharian di depan komputer pastinya membuat jari jemari kamu lelah. Untuk memberi rasa rileks, terkadang kita tidak sadar membunyikan jari kita hingga mengeluarkan bunyi ‘kretek’.

Kegiatan peregangan tangan tersebut bahasa kedokterannya adalah Knuckel Cracking. Bunyi ‘kretek’ yang dihasilkan berasal dari gas yang berada pada rongga jari kamu.

Namun, sebenarnya berbahaya enggak sih? Menurut dokter ortopedi dr Oryza Satria, Sp. OT, kebiasaan ini aman-aman saja dilakukan asal tidak berlebihan.

“Menurut penelitian, itu tidak berpengaruh pada nyeri sendi, jadi ya aman-aman aja,” saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dalam jari jemari kita terdapat ligamen yang berfungsi untuk menyambung tulang yang satu dengan yang lainnya. Faktor psikologis pula yang menimbulkan anggapan, bahwa meregangkan jari dapat mengurangi rasa pegal-pegal saat beraktivitas.

“Tapi jangan terlalu bersemangat juga, karena dapat mengakibatkan ligamen nya luka.

Bisa luka kecil ataupun besar,” tambah dr Oryza.

Jika terasa nyeri hebat disertai perubahan bentuk pada tangan, segeralah periksakan diri. Bisa jadi, ligamenmu luka lho. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidur di dekat kipas angin mungkin menjadi jalan keluar paling disukai banyak orang ketika cuaca sedang terasa panas. Bagi sebagian besar orang, tidur di dekat kipas angin sepanjang malam biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan berarti.

Akan tetapi, tidur di dekat kipas angin dapat memberi dampak negatif bagi orang-orang yang menderita alergi maupun asma. Sebab kipas berfungsi untuk memutar dan menggerakkan angin.

Angin-angin ini dapat bergerak di dekat partikel debu maupun alergen berpotensi lain yang dapat menyebabkan iritasi.

Baling-baling kipas yang tidak dibersihkan juga dapat memperburuk masalah ini. Alasannya, baling-baling kipas tersebut dapat menjadi tempat berkumpulnya debu.

“Kipas di langit-langit rumah dapat menciptakan gelombang udara yang membantu sirkulasi partikel udara di dalam ruangan, termasuk polutan dan beberapa alergen,” jelas ahli alergi Dr Clifford Bassett seperti dilansir Independent.

Pada orang-orang yang sedang mengalami bersin-bersin, memiliki masalah lain pada hidung maupun menderita alergi dalam ruangan, sirkulasi debu dan alergen ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam situasi yang lebih buruk, kondisi ini bahkan dapat memicu terjadinya alergi pada hidung.

Selain berpotensi memicu reaksi alergi atau asma, pengguna kipas angin biasa juga perlu memperhatikan beberapa efek samping dari paparan kipas angin dalam jangka waktu lama saat tidur. Beberapa di antaranya adalah kram otot dan kulit kering. Kram atau kekakuan otot dapat terjadi karena hembusan angin yang dingin dapat membuat otot lebih tegang atau terasa nyeri di pagi hari.

Kulit kering akibat paparan kipas angin dapat diantisipasi dengan penggunaan pelembap atau lotion. Akan tetapi, risiko kekakuan otot sulit untuk diantisipasi.

Terlepas dari itu, penggunaan kipas angin pada dasarnya tidak memiliki risiko yang signifikan. Selama pengguna kipas angin merasa nyaman dan tidak mengalami masalah kesehatan, penggunaan kipas angin saat tidur malam boleh dilakukan.

Sebagai alternatif dari penggunaan kipas angin, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk membuat suhu terasa lebih sejuk di malam hari. Beberapa d antaranya adalah menutup tirai rumah di siang hari atau menggunakan kaus yang dingin dan lembap. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seringkali kita tak sadar sedang menggerakkan kaki saat duduk seperti sedang gelisah. Namun apakah gerakan refleks ini berarti dan bermanfaat bagi tubuh kita?

Para pakar olahraga setuju bahwa gerakan apapun, sekecil apapun, terhitung sebagai aktivitas fisik dan memiliki konsekuensi, terutama pada mereka yang memiliki gaya hidup sedenter alias kurang aktivitas fisik.

“Untuk satu hal, bergerak dan menggerak-gerakkan kaki di kursi kita, yang disebut oleh beberapa peneliti secara oksimoron ‘duduk yang dinamis’, membakar kalori,” tutur penulis kesehatan dan olahraga dari New York Times, Gretchen Reynolds.

Duduk yang dinamis (dynamic sitting) juga dapat mengurangi risiko penyakit dari gaya hidup sedenter.

Karena saat kita duduk berjam-jam, darah mengalir lambat dari arteri besar di kaki kita, mempengaruhi kesehatan dan fungsi dari pembuluh darah tersebut dan berpotensi menimbulkan pengerasan arteri dan meningkatkan tekanan darah.

Tahun 2016 ada sebuah eksperimen yang menunjukkan bahwa menggerak-gerakkan kaki, walau sedikit, dapat membantu mengurangi hal tersebut. Para peserta dalam eksperimen tersebut adalah sekelompok orang muda dan sehat, yang diminta untuk duduk selama tiga jam, dan menggerakkan salah satu kaki mereka tiap beberapa menit sekali.

Di akhir waktunya, aliran darah yang diukur dengan ultrasound, terbukti rendah di kaki yang tidak bergerak dan sebaliknya di kaki yang bergerak walau para peserta hanya menggerakkan kaki saja.

Jadi, jika kamu berada dalam situasi harus duduk dalam waktu yang lama, usahakan buat dudukmu lebih dinamis dengan menggerakkan ujung jari kaki, menggoyang-goyangkan kaki, atau gerakkan beberapa anggota tubuh lainnya. (***)

sumber: detik.com

TIPS SEHAT

Rabu | 25 Juli 2018 | 14:10

Hindari Minuman Ini Jika Ingin Program Diet Anda Lancar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Memiliki tubuh langsing merupakan impian bagi sebagian besar orang di dunia, khususnya wanita. Akan tetapi, seringkali tanpa disadari, mereka justru melakukan berbagai hal yang bisa memicu terjadinya penambahan berat badan.

Ya, pola makan dan kebiasaan makan seseorang sangat mempengaruhi bagaimana bentuk tubuh dan berat badannya. Maka itu, dibutuhkan perjuangan besar dalam menurunkan berat badan, salah satunya dengan menghindari minuman bersoda.

Benar, minuman bersoda yang rasanya begitu menyegarkan, apalagi sambil makan junkfood atau marathon menonton serial favorit, patut dihindari. Sebab, mengonsumsi minuman ini, niscaya Anda akan menelan banyak kalori disertai timbunan gula yang tinggi.

Jadi ingat-ingat, ketika Anda pergi menonton film, dan tidak bisa menahan diri untuk membeli popcorn dan minuman bersoda tersebut, itu merupakan satu-satunya hal terburuk yang Anda peroleh untuk diri Anda sendiri.

Seperti dikutip dari Times of India, menurut data, sekaleng soda biasanya mengandung 200 kalori hingga 400 kalori. Tidak hanya itu, Anda juga akan mengumpulkan puluhan gula yang hampir setara dengan 10 sendok gula di dalam tubuh Anda. Pasalnya, menurut pedoman diet, asupan gula dikategorikan normal jika tidak lebih dari 6 sendok teh per hari.

Buruknya lagi, soda membuat perut merasa cepat lapar, sehingga mau tak mau menggandakan asupan kalori lagi, alias mengunyah makanan lagi. Selain itu, minuman manis semacam ini juga terkait dengan risiko diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pernahkah anak Anda mendengkur hingga berhenti nafas sejenak ketika sedang tidur?

Kejadian tersebut adalah apnea obstruktif (henti nafas) yang diakibatkan oleh pembengkakan amandel.

Episode ini terjadi karena tersumbatnya saluran napas atas selama tidur dan menyebabkan berkurangnya asupan oksigen secara periodik.

Episode henti nafas ini termasuk kondisi medik yang serius jika tidak ditangani.

Oleh karena itu sebagai orang tua, Anda harus lebih mengerti dan paham akan keadaan ini ketika anak menderita pembengkakan amandel.

Dokter THT di Rumah Sakit Santosa, Dr Imam Megantara SPTHT-KL. Mkes mengatakan keadaan amandel ini terjadi karena amandel yang sudah kronis.

“Jika pada keadaan kronis terjadi serangan akut biasanya penderita akan merasakan sakit tenggorok, disertai rasa mengganjal, seperti ada sesuatu di tenggorok dan bau mulut,” ujar dokter Imam saat ditemui di Jalan Kebon Jati No 38, Rabu, 18 Juli 2018

Keadaan seperti ini tentu akan menyiksa aktivitas bermain anak. Anak akan sulit makan dan keceriaan jadi hilang.

Dokter Imam mengatakan jika amandel kronis merupakan radang kronik (menetap) dari amandel yang biasanya merupakan kelanjutan dari infeksi akut berulang atau infeksi subklinis (tidak bergejala) dari amandel.

Bahaya dari pembengkakan amandel yang terus menerus di abaikan adalah hidung tersumbat, sulit menelan, dan suara sengau.

“Di samping pertumbuhan fisik yang kurang baik, tidak jarang timbul keluhan telinga seperti rasa penuh, nyeri, atau keluar cairan dari telinga,” ucapnya.

Jika anak Anda mengalami episode ini, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tampaknya para pecinta keju dan produk susu di seluruh dunia akan bersorak. Sebab, penelitian baru menyatakan lemak jenuh yang ditemukan dalam keju dan susu tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penelitian ini dilakukan selama 22 tahun dan diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Para peneliti meneliti 2.907 orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih tua yang tidak memiliki penyakit kardiovaskular apapun.

Konsentrasi asam lemak yang ditemukan dalam plasma darah peserta dievaluasi pada awal penelitian, setelah enam tahun, dan setelah 13 tahun. Tim mencatat 2.428 kematian pada akhir peneltian, 833 kematian di antaranya terjadi akibat penyakit kardiovaskular.

Temuan peneliti menunjukkan, orang dengan tingkat asam lemak yang lebih tinggi dalam darah mereka memiliki 42 persen lebih rendah mengalami risiko kematian akibat stroke. Selanjutnya, asam heptadekanoat (bentuk asam lemak jenuh) dalam darah dikaitkan dengan penurunan risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

“Temuan kami tidak hanya mendukung, tetapi juga secara signifikan memperkuat banyak bukti yang menunjukkan lemak susu tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian pada orang dewasa yang lebih tua,” kata penulis utama studi dan asisten profesor di UT Helath School Public Health, Marcia Otto, dikutip dari The Independet, Selasa, 24 Juli 2018.

Otto melanjutkan masyarakat perlu diberi informasi yang cukup tentang kebutuhan gizi mereka. Konsumen, menurut Otto, telah terpapar informasi yang sangat berbeda dan bertentangan dengan diet sehat, terutama dalam kaitannya dengan lemak.

“Sangat penting untuk memiliki studi yang kuat, sehingga orang dapat membuat pilihan yang lebih seimbang dan terinformasi berdasarkan fakta ilmiah,” ujarnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mencuci bahan makanan sebelum dimasak biasanya untuk menghilangkan kotoran. Tapi ternyata ada bahan makanan yang tidak boleh dicuci. Apa saja?

Hampir semua orang berpikir semua bahan makanan bisa dicuci sebelum dimasak. Tetapi ternyata ada beberapa bahan makanan seperti jamur, daging, unggas hingga telur yang justru tidak boleh dicuci.

Berikut 6 makanan yang sebaiknya langsung dimasak.

1. Produk unggas dan ikan

Hentikan kebiasaan mencuci produk unggas dan ikan sebelum memasaknya. Mencuci sumber protein ini dalam bak wastafel hanya akan
menyebarkan kontaminasi bakteri.

“Dengan mencuci ayam mentah di wastafel, Anda mungkin menyebarkan bakteri ke seluruh dapur, termasuk permukaan yang tadinya bersih. Percikkan air cucian ayam bisa menjadi sumber bakteri,” kata Eric Sieden, direktur nutrisi dan layanan makanan untuk Glen Cove, Plainview, dan Rumah Sakit Syosset di New York.

Satu-satunya cara yang efektif untuk menyingkirkan bakteri pada ayam adalah dengan memasaknya. Ini berlaku juga untuk produk ikan mentah.

2. Daging merah

Selain bisa menjadi sumber bakteri saat percikan air cucian daging mengenai perabot dapur, mencuci daging juga membuat daging menjadi lebih lembab.

“Kelembaban yang ditambahkan selama mencuci akan menciptakan uap yang juga akan mempengaruhi rasa,” kata Sieden. Jadi jika Anda mencari tekstur yang sempurna pada daging, hindari mencucinya sebelum dimasak.

Namun jika Anda biasa mencuci daging iga sebelum dimasak, usahakan menempuk daging dengan tisu dapur hingga kering. Pastikan juga daging dicuci dengan benar agar percikannya tidak muncrat dan menjadi sumber bakteri.

3. Salad kemasan

Jika Anda membeli salad dalam kemasan dengan logo prewashed, maka Anda tak perlu lagi mencucinya. Salad kemasan ini bisa langsung disiapkan untuk dikonsumsi.

Produsen sudah membersihkannya sebelum salad dikemas dan dijual di supermarket. Jadi Anda bisa menghemat air.

4. Jamur

Seperti daging, jamur sebenarnya bisa memiliki rasa dan tekstur yang berubah ketika dicuci. Jamur yang dicuci memang tidak menyebabkan bahaya maupun kontaminasi namun kembali lagi untuk menjaga kualitas tekstur dan rasanya.

Lantas bagaimana cara ideal membersihkan jamur? “Sebagian besar koki akan memberitahu Anda bahwa mereka tidak pernah merendam atau mencuci jamur untuk membersihkannya, tetapi bersihkan dengan tisu basah yang berfungsi menyerap air seperti spons,” kata Sieden.

5. Telur

Meskipun tidak terlalu umum, beberapa orang mempertimbangkan untuk mencuci telur sebelum menggunakannya. Banyak orang khawatir akan kebersihan telur, mengingat telur dihasilkan dari bokong ayam lalu jatuh dan ditempatkan di wadah yang tidak jelas kebersihannya.

Tapi di Amerika, standar untuk membersihkan telur terbilang cukup ketat. Semua telur yang dijual secara komersial dibersihkan dengan sabun dan air panas, sehingga sebagian besar cangkang telur sangat bersih. USDA mengatakan bahwa lapisan pelindung alami yang dikeluarkan dari telur dalam proses ini diganti dengan lapisan ringan minyak mineral, yang melindungi telur.

Tapi sayangnya standar ini belum berlaku di semua negara. Jadi agar yakin telur Anda bersih, boleh mencucinya dengan air mengalir.

6. Pasta

Pasta yang habis direbus tidak harus dibilas dengan air. Pasta bisa langsung dimasak dengan saus pelengkapnya. Karena membilas pasta usai direbus hanya akan membuat teksturnya berubah.

Jadi usai direbus, pasta bisa langsung ditiriskan dan dicampur dengan bumbunya. Pasta yang dibilas juga akan merusak permukaannya sehigga lebih sulit menempel dengan bumbu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Panas terik matahari dapat menyebabkan kulit terbakar, ruam, dan alergi kulit. Terlalu banyak terpapar sinar matahari juga dapat menyebabkan kulit terkelupas, kemerahan, lecet, bintik-bintik hitam, kehilangan cairan, gatal, atau nyeri.

Ada cara menghilangkan panas matahari, yakni mandi air dingin dan minum minuman menyegarkan. Tetapi dengan tingkat pemanasan global yang terus meningkat, tampaknya dua cara itu tidak cukup.

Obat seperti minyak esensial, herbal, suplemen vitamin dan mineral, buah-buahan serta sayuran adalah solusi yang tepat untuk membuat kulit tetap sejuk dan segar. Akan tetapi, ada beberapa bahan yang bisa merawat kulit agar tetap nyaman meski terkena matahari.

1.Cuka Sari Apel

Minum satu sendok makan cuka sari apel dicampur dengan segelas air atau campurkan satu cangkir ke bak mandi anda. Hal itu membantu menjaga pH tubuh anda dan menyembuhkan kulit terbakar.

2.Lidah buaya

Ambil potongan kecil lidah buaya dan gosokkan pada kulit atau melembabkan dengan losion yang mengandung lidah buaya untuk efek menenangkan kulit.

3.Kantong teh

Rendam beberapa kantong teh dengan air dingin dan aplikasikan ke bulu mata dan di bawah mata untuk menyembuhkan luka bakar, ruam, dan rasa sakit.

4.Yogurt

Yogurt adalah sahabat terbaik untuk menyingkirkan sengatan matahari. Yogurt juga merupakan pembersih yang bagus. Oleskan susu atau yogurt dingin ke kulit untuk mendinginkan dan membantu mengurangi peradangan.

5.Minyak kelapa

Minyak kelapa tidak hanya menyembuhkan luka bakar, tetapi juga mengencangkan kulit serta mencegah kerutan dan kerusakan lainnya. Minyak kelapa juga kaya lemak khusus yang meningkatkan metabolisme. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak, terutama akibat terpajan ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF).

Di dalam satu studi baru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH), para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpajan pada RF-EMF).

Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nirkabel yang berbeda.

“Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja,” kata Xinhua, yang dipantau di Jakarta, Sabtu siang, 21 Juli 2018

Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau “berselancar” di internet tak memiliki dampak mencolok, kata studi tersebut.

Studi itu juga menambahkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nirkabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultra-violet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan Vermont, Amerika Serikat, menderita luka bakar kimia tingkat dua dan mengunggah peristiwa ini ke Facebook minggu lalu untuk memperingatkan orang lain tentang efek berbahaya ubi liar pada kulit seseorang.

Dilansir dari Sputniknews, 20 Juli 2018, Charlotte Murphy menjelaskan dalam unggahan di Facebook bahwa beberapa hari setelah dia tersandung ke tanaman ubi liar, benjolan merah kecil yang muncul di salah satu kakinya berubah menjadi lecet yang menyakitkan, kuning, dan bernanah.

“Seminggu kemudian kemerahan meningkat dan mulai gatal,” tulis Murphy. “Sayangnya aku sering menggaruknya saat tidur dan terbangun dengan lecet di kakiku. Sepanjang hari luka tumbuh ke titik di mana kakiku bengkak dan aku tidak bisa berjalan.”

Dia kemudian dibawa ke klinik perawatan darurat lokal dan sejak itu melakukan kunjungan harian untuk inspeksi dan perban baru, karena lecetnya telah menyebar ke lengan, jari-jari dan kaki kanannya.

Tanaman ubi liar (Istimewa)

Meskipun Murphy tahu tentang tanaman itu dan potensi bahayanya, ia tidak menyadari bahwa getah ubi liar telah mengenai kakinya. Sementara dia terus berjalan di bawah sinar matahari, yang membantu memperparah dampak getah ubi liar.

Menurut ahli biologi di Pennsylvania State University, ubi liar, juga dikenal sebagai ubi racun, dapat tumbuh hingga satu setengah meter, dengan beberapa bunga kuning kecil yang berukuran sekitar 5 sentimeter. Getah dari ubi liar mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka bakar parah setelah terpapar sinar matahari.

“Getah itu beracun dan pada dasarnya melucuti kemampuan tubuh untuk mengendalikan radiasi sinar UV dari sinar matahari,” ujar Joellen Lampman, seorang pendidik dengan program Manajemen Hama Terpadu Negara Bagian New York di Cornell University.

Murphy bukan satu-satunya orang yang menjadi mangsa anggota keluarga tanaman ini. Sebelumnya seorang remaja asal Virginia akhirnya dirawat di rumah sakit setelah ia menderita luka bakar tingkat dua dan tiga dari menyentuh tanaman ubi liar beracun. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Leukemia atau kanker darah seperti yang diderita anak penyanyi Denada dan Jerry Aurum sebenarnya memiliki sejumlah gejala yang bisa dikenali.

Berikut 11 tandanya seperti dilansir Medical News Today:

1. Anemia

Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah–yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan sel darah merah biasanya mengalami sejumlah gejala seperti kelelahan, lemah, pusing, sesak napas, sakit kepala, kulit pucat dan merasa dingin yang luar biasa.

2. Mengalami infeksi

Anak-anak dengan leukemia memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, tetapi sebagian besar sel-sel ini tidak berfungsi dengan benar karena sel-sel abnormal menggantikan sel-sel darah putih yang sehat.

Sel darah putih membantu melindungi tubuh dan melawan infeksi. Infeksi berulang dan persisten dapat menunjukkan bahwa seorang anak tidak memiliki sel darah putih yang sehat.

3. Memar dan berdarah

Jika seorang anak mudah memar, mengalami mimisan parah, atau berdarah dari gusi, ini bisa mengarah ke leukemia. Anak yang menderita kanker jenis ini kekurangan trombosit yang fungsinya membantu mencegah perdarahan.

4. Nyeri tulang atau sendi

Jika seorang anak tampak kesakitan dan mengeluh bahwa tulang atau sendi mereka sakit atau sakit, ini dapat mengindikasikan dia mengalami leukemia. Ketika leukemia berkembang, sel-sel abnormal dapat mengumpulkan di dalam sendi atau dekat dengan permukaan tulang.

5. Pembengkakan

Pada anak dengan leukemia, pembengkakan dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, antara lain pada perut, ketika sel-sel abnormal berkumpul di hati dan limpa. Lalu, wajah dan lengan, ketika tekanan pada vena yang disebut vena cava superior menyebabkan darah menggenang di area tersebut. Selain itu di kelenjar getah bening, akan ada benjolan kecil terbentuk di sisi leher, di ketiak, atau pada tulang selangka.

Penting untuk dicatat bahwa saat kelenjar getah bening seseorang membengkak dan tidak ada gejala, dia lebih mungkin mengalami infeksi daripada leukemia. Pembengkakan akan menjadi lebih buruk saat anak bangun, dan akan membaik di siang hari.

6. Kurang nafsu makan, sakit perut, dan penurunan berat badan

Jika sel-sel leukemia telah menyebabkan pembengkakan di hati, ginjal, atau limpa, organ-organ ini dapat menekan perut. Hasilnya mungkin perasaan kenyang atau tidak nyaman, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan.

7. Batuk atau kesulitan bernapas

Leukemia dapat mempengaruhi bagian tubuh di sekitar dada, seperti beberapa kelenjar getah bening atau thymus, kelenjar yang terletak di antara paru-paru.

Jika bagian-bagian tubuh ini membengkak, maka akan menekan trakea dan membuat penderita sulit bernafas.

Kesulitan bernapas juga dapat terjadi jika sel-sel leukemia menumpuk di pembuluh darah kecil paru-paru. Jika seorang anak mengalami kesulitan bernapas, segera carilah pertolongan medis.

8. Sakit kepala, muntah, dan kejang

Jika leukemia mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang, seorang anak mungkin mengalami beberapa gejala yakni sakit kepala, kejang, muntah, sulit berkonsentrasi, masalah dengan keseimbangan dan penglihatan kabur.

9. Ruam kulit

Sel leukemia yang menyebar ke kulit dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik kecil, gelap seperti ruam. Kumpulan sel ini disebut kloroma atau sarkoma granulositik, dan sangat jarang terjadi.

Memar dan pendarahan yang menjadi ciri leukemia juga dapat menyebabkan bintik-bintik kecil yang disebut petechiae muncul. Ini mungkin juga terlihat seperti ruam.

10. Kelelahan ekstrem

Dalam kasus yang jarang terjadi, leukemia menyebabkan tubuh lemah yang sangat parah dan kelelahan yang bahkan dapat menyebabkan penderita cadel.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel leukemia berkumpul di dalam darah, menyebabkan darah menebal. Darah mungkin begitu tebal sehingga sirkulasi melambat melalui pembuluh kecil di otak.

11. Merasa tidak enak badan

Seorang anak mungkin tidak dapat menggambarkan gejala mereka secara detail, tetapi mereka mungkin tampak sakit secara umum. Ketika penyebab penyakit seorang anak tidak jelas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga pasien kanker payudara HER2 positif, yaitu Yuniarti Tanjung alias Juniarti menggugat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena tidak lagi menjamin obat kanker herceptin atau nama lain trastuzumab, apakah memang karena mahal atau ada sebab lain?

“Prinsipnya kendala mutu dan biaya. Obat transplantasi ginjal, by pass jantung itu mahal, tapi tetap ada,” tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat Selasa, 17 Juli 2018.

Dibandrol dengan harga 25 juta rupiah untuk satu sesi terapi target kanker payudara, biaya sebesar itu memang dirasa sangat berat bagi para pasien kanker payudara.

Namun, bukan karena biaya yang menjadi alasan utama BPJS Kesehatan menghapus trastuzumab dari jaminannya. Itu dikarenakan obat tersebut sudah diuji keefektifannya untuk pasien kanker payudara.

“Obat itu memang katastropik atau yang butuh biaya besar, kalau diasosiasikan ke biaya tentu besar. Tapi kembali lagi ke penjaminan mutu,” tandasnya.

Dewan Pertimbangan Klinis yang dibentuk Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa obat trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi. (***)

sumber: detik.com