MEDIS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak orang mengonsumsi beberapa pil sekaligus setiap hari untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. Namun, mereka tidak tahu berbagai obat ini mungkin bereaksi satu sama lain dan menyebabkan efek buruk yang lebih mengkhawatirkan.

Secara medis hal ini disebut sebagai polifarmasi. Itu artinya seseorang meminum lima obat atau lebih dalam sehari.

“Menyatukan obat dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan,” kata Sushila Kataria, dokter penyakit dalam di Medanta, dikutip dari Indian Express, Kamis, 16 Agustus 2018.

Kataria menambahkan, pasien tunggal sering menemui dokter dan spesialis. Semua dokter itu meresepkan obat yang berbeda. Hal ini terutama menonjol pada populasi lansia.

Beberapa lansia mengonsumsi obat-obatan untuk kondisi jangka panjang seperti diabetes, arthritis, dan tekanan darah bersama dengan obat untuk menyembuhkan sakit demam. Menurut konsultan senior di RS Idraprastha Apollo, Tarun Sahni, fakta pasien harus mengambil beberapa obat tidak dapat diabaikan.

Kadang-kadang pasien menggunakan obat tanpa henti untuk masalah ringan seperti pilek. “Mereka tidak tahu obat tersebut dapat mengganggu obat yang sedang berlangsung. Ini mengarah ke reaksi yang merugikan,” ujar Sahni.

Selain itu, ada beberapa cara meminimalkan risiko polifarmasi. Pertama, penting bahwa setiap orang sadar akan kondisi kesehatan mereka. Kedua, konsultasikan pada dokter.

Dokter dapat mengawasi semua obat, menawarkan saran yang komperhensif dan jika perlu berkoordinasi dengan dokter dan spesialis tertentu. Ketiga, simpan catatan semua obat. Pasien tidak perlu melacak obat mereka pada setiap kunjungan ke dokter.

Mereka harus memeriksa apakah penggunaan obat perlu dilanjutkan. Setiap kali kondisi baru berkembang, dokter harus diberitahu tentang semua obat yang diminum, termasuk suplemen. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak semua orang mengetahui secara rinci apa itu penyakit herpes.

Mungkin hanya sekadar mendengar dari teman atau sekilas membaca di internet.

Sayangnya, penyakit yang satu ini kerap dianggap sebagai penyakit ‘kotor’.

Sebagian orang hanya mengetahui herpes berkaitan dengan aktivitas seksual yang tidak sehat.

Padahal, penyakit herpes tidak melulu ditimbulkan oleh hal tersebut.

Herpes terdiri dari beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda-beda.

Melansir dari hellosehat, penyakit ini ditimbulkan oleh virus dan hanya dua jenis saja yang paling banyak diteliti, yaitu herpes zoster dan herpes simplex atau genitalis.

Herpes zoster disebabkan oleh Jenis ini sering juga disebut dengan cacar ular, lanjutan dari penyakit cacar air.

Pada herpes zoster, gelembung cairan cenderung lebih besar dan berkumpul di bagian tertentu.

“Bisa muncul di pantat, di pipi, di tangan, bahkan di dahi. Biasanya munculnya di tempat itu-itu saja, tidak akan berpindah atau menyebar ke tempat lain,” kata dr Midi Haryani, Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin RS Hermina Jatinegara.

Kembali melansir dari hellosehat, gejala awal herpes zoster bisa dikenali saat si penderita mengalami perasaan tak enak badan. Rasanya seperti migrain selama 1 hingga 5 hari.

Selanjutnya ada rasa nyeri yang semakin lama semakin terasa.

Penyakit ini bisa dicegah dengan beberapa tindakan, yaitu pemakaian asiklovir jangka panjang dan vaksin dari dokter.

Sementara itu, dr. Theresia Yoshiana dari alodokter memberikan tips bagi pengidap penyakit ini.

Anda bisa menggunakan pakaian longgar dan menutup ruam agar tidak terkena infeksi.

Anda sebaiknya tidak menggunakan plester karena akan menambah iritasi.

Aturlah pola hidup anda, contohnya pola tidur yang baik, asupan makanan bernutrisi, hingga rajin berolahraga.

Jenis herpes yang selanjutnya adalah herpes genitalis atau simplex disebabkan oleh Jenis ini pula yang dianggap orang-orang sebagai penyakit ‘kotor’.

“Herpes inilah yang lekat dengan anggapan masyarakat, yaitu ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak sehat,” kata Midi, mengutip dari Kompas.com.

Penyakit ini ditandai dengan bentol berair di bagian alat kelamin, anus dan mulut.

Herpes genitalis bisa menular lewat sentuhan, namun lebih sering menyebar lewat hubungan seksual yang tidak sehat.

Menurut penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit di Amerika Serikat, satu dari enam orang berusia 14 hingga 49 tahun mengidap herpes genital.

Kabar buruknya, herpes genital lebih mudah menyerang wanita daripada lak-laki.

Melansi dari hellosehat, obat herpes yang sering digunakan biasanya adalah acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kerja seharian di depan komputer pastinya membuat jari jemari kamu lelah. Untuk memberi rasa rileks, terkadang kita tidak sadar membunyikan jari kita hingga mengeluarkan bunyi ‘kretek’.

Kegiatan peregangan tangan tersebut bahasa kedokterannya adalah Knuckel Cracking. Bunyi ‘kretek’ yang dihasilkan berasal dari gas yang berada pada rongga jari kamu.

Namun, sebenarnya berbahaya enggak sih? Menurut dokter ortopedi dr Oryza Satria, Sp. OT, kebiasaan ini aman-aman saja dilakukan asal tidak berlebihan.

“Menurut penelitian, itu tidak berpengaruh pada nyeri sendi, jadi ya aman-aman aja,” saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dalam jari jemari kita terdapat ligamen yang berfungsi untuk menyambung tulang yang satu dengan yang lainnya. Faktor psikologis pula yang menimbulkan anggapan, bahwa meregangkan jari dapat mengurangi rasa pegal-pegal saat beraktivitas.

“Tapi jangan terlalu bersemangat juga, karena dapat mengakibatkan ligamen nya luka.

Bisa luka kecil ataupun besar,” tambah dr Oryza.

Jika terasa nyeri hebat disertai perubahan bentuk pada tangan, segeralah periksakan diri. Bisa jadi, ligamenmu luka lho. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pernahkah anak Anda mendengkur hingga berhenti nafas sejenak ketika sedang tidur?

Kejadian tersebut adalah apnea obstruktif (henti nafas) yang diakibatkan oleh pembengkakan amandel.

Episode ini terjadi karena tersumbatnya saluran napas atas selama tidur dan menyebabkan berkurangnya asupan oksigen secara periodik.

Episode henti nafas ini termasuk kondisi medik yang serius jika tidak ditangani.

Oleh karena itu sebagai orang tua, Anda harus lebih mengerti dan paham akan keadaan ini ketika anak menderita pembengkakan amandel.

Dokter THT di Rumah Sakit Santosa, Dr Imam Megantara SPTHT-KL. Mkes mengatakan keadaan amandel ini terjadi karena amandel yang sudah kronis.

“Jika pada keadaan kronis terjadi serangan akut biasanya penderita akan merasakan sakit tenggorok, disertai rasa mengganjal, seperti ada sesuatu di tenggorok dan bau mulut,” ujar dokter Imam saat ditemui di Jalan Kebon Jati No 38, Rabu, 18 Juli 2018

Keadaan seperti ini tentu akan menyiksa aktivitas bermain anak. Anak akan sulit makan dan keceriaan jadi hilang.

Dokter Imam mengatakan jika amandel kronis merupakan radang kronik (menetap) dari amandel yang biasanya merupakan kelanjutan dari infeksi akut berulang atau infeksi subklinis (tidak bergejala) dari amandel.

Bahaya dari pembengkakan amandel yang terus menerus di abaikan adalah hidung tersumbat, sulit menelan, dan suara sengau.

“Di samping pertumbuhan fisik yang kurang baik, tidak jarang timbul keluhan telinga seperti rasa penuh, nyeri, atau keluar cairan dari telinga,” ucapnya.

Jika anak Anda mengalami episode ini, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak, terutama akibat terpajan ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF).

Di dalam satu studi baru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH), para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpajan pada RF-EMF).

Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nirkabel yang berbeda.

“Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja,” kata Xinhua, yang dipantau di Jakarta, Sabtu siang, 21 Juli 2018

Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau “berselancar” di internet tak memiliki dampak mencolok, kata studi tersebut.

Studi itu juga menambahkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nirkabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultra-violet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker. (***)

sumber: wartaekonomi.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan Vermont, Amerika Serikat, menderita luka bakar kimia tingkat dua dan mengunggah peristiwa ini ke Facebook minggu lalu untuk memperingatkan orang lain tentang efek berbahaya ubi liar pada kulit seseorang.

Dilansir dari Sputniknews, 20 Juli 2018, Charlotte Murphy menjelaskan dalam unggahan di Facebook bahwa beberapa hari setelah dia tersandung ke tanaman ubi liar, benjolan merah kecil yang muncul di salah satu kakinya berubah menjadi lecet yang menyakitkan, kuning, dan bernanah.

“Seminggu kemudian kemerahan meningkat dan mulai gatal,” tulis Murphy. “Sayangnya aku sering menggaruknya saat tidur dan terbangun dengan lecet di kakiku. Sepanjang hari luka tumbuh ke titik di mana kakiku bengkak dan aku tidak bisa berjalan.”

Dia kemudian dibawa ke klinik perawatan darurat lokal dan sejak itu melakukan kunjungan harian untuk inspeksi dan perban baru, karena lecetnya telah menyebar ke lengan, jari-jari dan kaki kanannya.

Tanaman ubi liar (Istimewa)

Meskipun Murphy tahu tentang tanaman itu dan potensi bahayanya, ia tidak menyadari bahwa getah ubi liar telah mengenai kakinya. Sementara dia terus berjalan di bawah sinar matahari, yang membantu memperparah dampak getah ubi liar.

Menurut ahli biologi di Pennsylvania State University, ubi liar, juga dikenal sebagai ubi racun, dapat tumbuh hingga satu setengah meter, dengan beberapa bunga kuning kecil yang berukuran sekitar 5 sentimeter. Getah dari ubi liar mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka bakar parah setelah terpapar sinar matahari.

“Getah itu beracun dan pada dasarnya melucuti kemampuan tubuh untuk mengendalikan radiasi sinar UV dari sinar matahari,” ujar Joellen Lampman, seorang pendidik dengan program Manajemen Hama Terpadu Negara Bagian New York di Cornell University.

Murphy bukan satu-satunya orang yang menjadi mangsa anggota keluarga tanaman ini. Sebelumnya seorang remaja asal Virginia akhirnya dirawat di rumah sakit setelah ia menderita luka bakar tingkat dua dan tiga dari menyentuh tanaman ubi liar beracun. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Leukemia atau kanker darah seperti yang diderita anak penyanyi Denada dan Jerry Aurum sebenarnya memiliki sejumlah gejala yang bisa dikenali.

Berikut 11 tandanya seperti dilansir Medical News Today:

1. Anemia

Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah–yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan sel darah merah biasanya mengalami sejumlah gejala seperti kelelahan, lemah, pusing, sesak napas, sakit kepala, kulit pucat dan merasa dingin yang luar biasa.

2. Mengalami infeksi

Anak-anak dengan leukemia memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, tetapi sebagian besar sel-sel ini tidak berfungsi dengan benar karena sel-sel abnormal menggantikan sel-sel darah putih yang sehat.

Sel darah putih membantu melindungi tubuh dan melawan infeksi. Infeksi berulang dan persisten dapat menunjukkan bahwa seorang anak tidak memiliki sel darah putih yang sehat.

3. Memar dan berdarah

Jika seorang anak mudah memar, mengalami mimisan parah, atau berdarah dari gusi, ini bisa mengarah ke leukemia. Anak yang menderita kanker jenis ini kekurangan trombosit yang fungsinya membantu mencegah perdarahan.

4. Nyeri tulang atau sendi

Jika seorang anak tampak kesakitan dan mengeluh bahwa tulang atau sendi mereka sakit atau sakit, ini dapat mengindikasikan dia mengalami leukemia. Ketika leukemia berkembang, sel-sel abnormal dapat mengumpulkan di dalam sendi atau dekat dengan permukaan tulang.

5. Pembengkakan

Pada anak dengan leukemia, pembengkakan dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, antara lain pada perut, ketika sel-sel abnormal berkumpul di hati dan limpa. Lalu, wajah dan lengan, ketika tekanan pada vena yang disebut vena cava superior menyebabkan darah menggenang di area tersebut. Selain itu di kelenjar getah bening, akan ada benjolan kecil terbentuk di sisi leher, di ketiak, atau pada tulang selangka.

Penting untuk dicatat bahwa saat kelenjar getah bening seseorang membengkak dan tidak ada gejala, dia lebih mungkin mengalami infeksi daripada leukemia. Pembengkakan akan menjadi lebih buruk saat anak bangun, dan akan membaik di siang hari.

6. Kurang nafsu makan, sakit perut, dan penurunan berat badan

Jika sel-sel leukemia telah menyebabkan pembengkakan di hati, ginjal, atau limpa, organ-organ ini dapat menekan perut. Hasilnya mungkin perasaan kenyang atau tidak nyaman, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan.

7. Batuk atau kesulitan bernapas

Leukemia dapat mempengaruhi bagian tubuh di sekitar dada, seperti beberapa kelenjar getah bening atau thymus, kelenjar yang terletak di antara paru-paru.

Jika bagian-bagian tubuh ini membengkak, maka akan menekan trakea dan membuat penderita sulit bernafas.

Kesulitan bernapas juga dapat terjadi jika sel-sel leukemia menumpuk di pembuluh darah kecil paru-paru. Jika seorang anak mengalami kesulitan bernapas, segera carilah pertolongan medis.

8. Sakit kepala, muntah, dan kejang

Jika leukemia mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang, seorang anak mungkin mengalami beberapa gejala yakni sakit kepala, kejang, muntah, sulit berkonsentrasi, masalah dengan keseimbangan dan penglihatan kabur.

9. Ruam kulit

Sel leukemia yang menyebar ke kulit dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik kecil, gelap seperti ruam. Kumpulan sel ini disebut kloroma atau sarkoma granulositik, dan sangat jarang terjadi.

Memar dan pendarahan yang menjadi ciri leukemia juga dapat menyebabkan bintik-bintik kecil yang disebut petechiae muncul. Ini mungkin juga terlihat seperti ruam.

10. Kelelahan ekstrem

Dalam kasus yang jarang terjadi, leukemia menyebabkan tubuh lemah yang sangat parah dan kelelahan yang bahkan dapat menyebabkan penderita cadel.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel leukemia berkumpul di dalam darah, menyebabkan darah menebal. Darah mungkin begitu tebal sehingga sirkulasi melambat melalui pembuluh kecil di otak.

11. Merasa tidak enak badan

Seorang anak mungkin tidak dapat menggambarkan gejala mereka secara detail, tetapi mereka mungkin tampak sakit secara umum. Ketika penyebab penyakit seorang anak tidak jelas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga pasien kanker payudara HER2 positif, yaitu Yuniarti Tanjung alias Juniarti menggugat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena tidak lagi menjamin obat kanker herceptin atau nama lain trastuzumab, apakah memang karena mahal atau ada sebab lain?

“Prinsipnya kendala mutu dan biaya. Obat transplantasi ginjal, by pass jantung itu mahal, tapi tetap ada,” tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat Selasa, 17 Juli 2018.

Dibandrol dengan harga 25 juta rupiah untuk satu sesi terapi target kanker payudara, biaya sebesar itu memang dirasa sangat berat bagi para pasien kanker payudara.

Namun, bukan karena biaya yang menjadi alasan utama BPJS Kesehatan menghapus trastuzumab dari jaminannya. Itu dikarenakan obat tersebut sudah diuji keefektifannya untuk pasien kanker payudara.

“Obat itu memang katastropik atau yang butuh biaya besar, kalau diasosiasikan ke biaya tentu besar. Tapi kembali lagi ke penjaminan mutu,” tandasnya.

Dewan Pertimbangan Klinis yang dibentuk Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa obat trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sekitar 1 dari 5 wanita yang terdiagnosis dengan kanker payudara diketahui mengidap kanker jenis HER2-positif yang bersifat agresif. HER2 adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan.

Di Indonesia, sekitar 22,8 persen terdiagnosis kanker payudara jenis ini. Salah satu obat yang digunakan sebagai terapinya adalah trastuzumab, yang berfungsi sebagai targeted therapy dan kini memiliki terobosan baru bernama trastuzumab subkutan.

Trastuzumab subkutan merupakan formulasi baru untuk trastuzumab yang diberikan kepada pasien melalui injeksi subkutan (di bawah kulit) di paha bagian atas pasien. Sebelumnya, pemberian trastuzumab melalui IV atau infus intravena.

Pemberian melalui injeksi ini diklaim lebih cepat ketimbang IV, yakni memakan sekitar 2-5 menit saja. Waktu ini lebih cepat dibanding pemberian infus intravena yang bisa menghabiskan waktu 30-90 menit.

“Obat yang jumlahnya 5cc masuk ke bawah kulit akan dengan mudah diserap oleh tubuh. Dalam trastuzumab juga menggunakan enzim human hyaluronidase, tak perlu khawatir karena tidak mengandung babi,” ujar Dr dr Nugroho Prayogo, SpPD, KHOM, dokter bedah onkolog RS Kanker Dharmais, pada Media Briefing “Less Time in the Hospital, More Time with Your Loved Ones” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Juli 2018.

Selain itu, dengan metode injeksi subkutan, maka kemungkinan pasien akan mengalami ekstravasasis. Yakni bocornya cairan intravena atau obat ke dalam jaringan sekitar lokasi infus yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

“Kalau sudah seperti ini maka akan sangat sulit bagi kita tenaga keperawatan untuk memberikan secara IV. Apalagi kalau yang sudah dioperasi dan hanya bisa dipasang di salah satu sisi (lengan). Dan biasanya pemberian trastuzumab ini dikombinasikan dengan kemoterapi,” ungkap Musrini, perawat senior yang telah berkecimpung di bidang onkologi selama 20 tahun.

Trastuzumab telah diberikan persetujuan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018 lalu. Obat ini hanya tersedia di rumah sakit-rumah sakit yang memiliki dokter onkologi dan sedang diusulkan untuk dapat dicover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“RS Kanker Dharmais menerima 800 sampai 1000 pasien rawat jalan setiap hari. 42 persen dari seluruh pasien adalah pasien kanker payudara. Kami menyambut Trastuzumab subkutan dengan gembira karena formulasi ini bisa membantu meringankan beban antrian untuk pasien,” tutur Prod Dr dr H Abdul Kadir, PhD, SpTHT-KL(K), MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Gusti Maulita Indriyana, Kasi Layanan Informasi Konsumen Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin, mengatakan, kegunaan Mis sebagai obat maag.

“Obat itu untuk mencegah dan mengobati tukak lambung, serta dapat juga mencegah terjadinya tukak pada usus halus,” jelas dia dihubungi pekan tadi.

Yang jelas, sebut dia, obat maag itu termasuk obat keras yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter, dan dijual di sarana distribusi yang legal seperti apotek dan rumah sakit.

Kata Maulita, merek dagang obat dengan kandungan zat berkhasiat Mis di antaranya Gas dan Cyt yang telah terdaftar di BPOM sebagai obat maag.

Mis hanya dikonsumsi untuk orang dewasa dan dikontraindikasikan bagi wanita hamil.

“Obat-obat itu tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, berencana hamil ataupun wanita menyusui,” ucapnya.

Namun, dia mengakui tidak jarang Gas dan Cyt disalahgunakan karena maag itu memiliki efek samping dapat menggugurkan kandungan, kelahiran prematur dan kecacatan pada bayi.

Maulita mengimbau masyarakat lebih berhati-hati di media online karena banyak tersedia informasi menyesatkan tentang penyalahgunaan Gas dan Cyt.

“Obat maag yang disalahgunakan sebagai obat aborsi memiliki efek sangat membahayakan kesehatan bahkan dapat mengancam jiwa yang mengonsumsinya,” Maulita mengingatkan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan susu kental manis tidak mengandung susu.

Tanpa padatan susu sama sekali, susu kental manis telah berhasil “menipu” masyarakat yang justru sering menyajikannya untuk anak, sebagai alternatif dari susu bubuk yang memiliki harga lebih mahal.

Melalui Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis, yaitu:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun.

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi.

Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Berbahaya

Selain “menipu”, susu kental manis juga dinyatakan berbahaya bagi kesehatan.

Mengkonsumsi SKM secara berlebihan akan meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Hal ini disebabkan karena kadar gula tinggi di minuman SKM.

“Sebagai sumber energi iya, tetapi sangat tidak baik apabila energi anak bersumber dari gula,” kata Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, seorang dosen Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta, kepada Kompas.com, Ahad, 6 Mei 2018.

“Tubuh punya toleransi tertentu dan penelitian menjelaskan, konsumsi gula lebih dari 10% energi total akan berisiko penurunan sensitivitas insulin yang kemudian memicu hiperglikemia (kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal) dan memicu risiko diabetes,” tambah Rita.

Indonesia saat ini berada di urutan ke-4 di dunia yang penduduknya paling banyak terkena diabetes, kata Rita.

Pada piramida gizi seimbang, susu masuk dalam kelompok bahan makanan sumber protein.

Kandungan 8 gram protein setara dengan satu porsi telur, daging, ikan dan tempe.

“Harusnya susu itu bisa memberi protein lebih kurang 8 gram, kalsium sekitar 250 gram. Dan gula yang boleh untuk anak menurut piramida gizi seimbang sekitar satu sampai 2 sendok makan atau setara dengan 26 gram,” kata Rita.

“Jika kemudian seorang anak minum susu dari susu kental manis sebanyak dua gelas per hari, seperti anjuran gizi seimbang, maka asupan gulanya sangat melebihi dari pembagian makan sehari yang seimbang untuk anak, ini saya sayangkan sekali,” kata Rita.

Selain diabetes dan obesitas, asupan gula secara berlebihan akan merusak gigi pada anak-anak.

“Anak-anak yang suka konsumsi gula tinggi dalam bentuk susu dan tidak langsung membersihkannya, maka akan memicu caries dentis (gigi karies). Penelitian tentang ini sudah banyak di jurnal kedokteran,” katanya.

Gagasan susu menjadi konsumsi harian masyarakat Indonesia perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Di antaranya, data prevalensi intoleransi laktosa yang tinggi, risiko alergi susu dan penyakit akibat kekurangpahaman masyarakat tentang cara menyimpan susu secara tepat agar tidak menyimpan bibit penyakit.

Selain itu, harga susu yang difortifikasi atau ditambahi zat gizi lain menjadi hampir tidak terjangkau masyarakat umum.

Ini yang menyebabkan banyak masyarakat yang beralih minum susu kental manis.

Kementerian Kesehatan Indonesia menghimbau masyarakat untuk beralih mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein yang lebih awet daripada susu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang pria di Australia nyaris kehilangan nyawa setelah menderita sembelit selama tiga hari.

Seorang pria berumur 53 tahun tersebut mendatangi unit gawat darurat (ICU) sebuah rumah sakit di Australia dengan mengeluhkan sembelit disertai rasa mual dan pembengkakan di perutnya. Kondisi tersebut sudah terjadi selama tiga hari.

Menurut laporan yang tertulis di BMJ Case Report, kaki kanan pria tersebut juga sangat dingin dan tidak bisa digerakkan selama kurang lebih 24 jam. Tim dokter juga tidak bisa menemukan denyut nadi di kaki kanan pria tersebut.

Dari rekam medis yang diperoleh, pria tersebut diketahui tidak mengkonsumsi obat-obatan apapun dan kondisi jantungnya tidak mengalami masalah, seperti dikutip dari Iflscience, Jumat, 22 Juni 2018.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, terjadi penyumbatan pada dubur pria tersebut oleh feses. CT scan merekam bahwa kotoran BAB di usus besarnya telah memadat, dan terjadi sindrom tekanan pada bagian perut.

Akibatnya, feses yang padat membuat usus besar membengkak dan menekan arteri illiaca sebelah kanan dan menyebabkan rasa sakit di kaki serta kelumpuhan.

Selain itu, tingkat kepadatan feses di usus pria itu sudah sangat parah dan mengganggu produksi asam pada ginjal sehingga terjadi metabolis asidosis atau gangguan ketika status asam-basa bergeser ke sisi asam akibat hilangnya basa atau retensi asam nonkarbonat dalam tubuh. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Menurut penelitian yang dilakukan CB12 sebuah produk kebersihan gigi sepertiga orang-orang di dunia tidak mengetahui bahwa diet ketat dan dan olahraga berlebihan bisa menyebabkan bau mulut.

Dr Luke Thorley, dokter gigi sekaligus juru bicara CB12 mengatakan, olahraga berlebihan memicu dehidrasi.

Akibatnya, jumlah air liur lebih sedikit sehingga tidak bisa membersihkan plak di mulut dengan baik dan nafas kita pun bau

Dr Luke mengatakan, jenis diet yang menyebabkan tubuh memecah lemak menghasilkan sebuah fenomena yang dikenal di kalangan gizi sebagai ‘napas unta’.

“Jika kita menjalankan diet rendah karbohidrat seperti Atkins, tubuh kita akan mengalami ketosis (sebuah keadaan metabolik di mana pasokan energi tubuh berasal dari jumlah keton dalam darah) menyebabkan bau tak menyenangkan pada mulut,” paparnya.

Aksi apapun yang menyebabkan dehidrasi atau yang mengubah keseimbangan pH dalam mulut, bisa membuat bakteri berkembang.

Itulah sebabnya diet ketat dan olahraga berlebihan bisa menyebabkan bau mulut.

Selain itu, naik pesawat juga bisa menyebabkan nafas tak sedap.

Perubahan tekanan dan kelembaban udara mengurangi aktivitas kelenjar ludah.

“Jumlah produksi air liur yang sedikit menciptakan lingkungan sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan nafas tak sedap,” jelas dr Luke.

Mengonsumsi minuman seperti kopi dan wine sedikit berpengaruh pada bau mulut.

Kopi bersifat diuretik sehingga membuat kita cepat dehidrasi.

Jika sudah begitu, seperti dilansir intisari, produksi air liur terhambat.

Mengonsumsi cemilan-cemilan manis juga menyebabkan bau mulut karena menyediakan bakteri tersebut ‘makanan’ dan akhirnya berkembang biak di mulut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Semua bayi memang terlihat lucu, apalagi dengan pipi tembamnya.

Setiap pergerakan yang dilakukan bayi tampak lucu dan membuat hati orang dewasa meleleh.

Namun, jika si bayi terus menerus melakukan gerakan yang sama, mungkin orang tua perlu sedikit khawatir, atau bahkan mencari pertolongan medis, untuk berjaga-jaga.

Baru-baru ini, pasangan asal Tiongkok melihat bayi mereka yang masih berusia 1 tahun terus-menerus menyentuh kepalanya.

Awalnya, orang tua dari bayi bernama An An itu mengira gerakan itu normal-normal saja.

Namun, dua minggu kemudian, sang ibu merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Ia menyadari An An masih menyentuh kepalanya dengan raut muka seperti menahan rasa sakit.

Mengikuti insting, snag ibu tahu ada sesuatu yang salah dan kemudian membawa anaknya itu ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, An An didiagnosis menderita otitis media, kondisi simana bagian tengah telinga menderita inflamasi dan infeksi.

Orang tua An An diberitahu bahwa kondisi si bayi lumayan parah karena infeksi menyebar cukup lama.

Orang tua An An merasa bersalah karena tidak langsung menerima sinyal yang diberikan anaknya, mengira gerakan itu hanyalah gerakan biasa.

Beruntung, dokter berkata bahwa pengobatan belum terlambat.

Kemungkinan untuk sembuh pun masih sangat tinggi.

Banyak netizen, terutama orang tua baru yang kaget akan penyakit ini karena mereka tidak pernah mendengarnya sebelumnya.

Sebenarnya, otitis media adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi, balita, maupun anak-anak.

Melansir WorldofBuzz, berikut gejala otitis media yang perlu diwaspadai orang tua:

Menangis
Sensitif
Tidak bisa tidur
Sakit telinga
Sakit kepala
Sakit leher
Merasa penuh pada bagian telinga
Drainase cairan dari telinga
Demam
Muntah
Diare
Kehilangan keseimbangan
Kehilangan pendengaran
(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Memiliki bentuk tubuh yang ideal merupakan harapan setiap manusia, bukan hanya sekedar karena kebutuhan penampilan tetapi juga terkait dengan kesehatan.

Kendati demikian tidak jarang terjadi kondisi yang mengganggu fisik manusia dan salah satunya adalah Kaki O. Kaki O atau bow legs merupakan salah satu kelainan yang banyak terjadi pada tungkai anak.

Pada kasus ini, lutut melengkung menjauh satu sama lain hingga membentuk huruf O. Namun perlu diketahui bahwa bentuk kaki O pada anak hingga usia dua tahun merupakan kondisi yang masih normal.

“Kondisi itu disebabkan pengaruh posisi janin saat di kandungan serta kelenturan urat-urat di sekitar sendi,” ungkap Faisal Mi’raj, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi RS Pondok Indah, baru-baru ini.

Seiring waktu, menginjak usia 3-4 tahun, tungkai akan menjadi lurus kembali dan kemudian menjadi seperti huruf X (knock knees). Lalu akan berangsur lurus atau kembali normal setelah usia 6-7 tahun.

Menurut dia, perhatian baru perlu ditingkatkan jika kelengkungan belum hilang setelah anak berusia dua tahun, atau hanya satu sisi yang melengkung.

Kondisi itu mungkin terjadi akibat kelebihan berat badan (obesitas) atau terlalu cepat berjalan (early walking). Kondisi tersebut juga bisa terjadi karena penyebab lain, seperti trauma, kelainan hormon, atau kelainan pertumbuhan tulang. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Virus Ebola pertama kali membuat dunia tertegun saat tahun 2016 lalu menunjukkan keganasannya membunuh puluhan ribu korban jiwa di Afrika Barat. Belakangan ada ancaman wabah virus kembali, namun kali ini para ilmuwan sudah bersiap untuk menghadapinya.

Dilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ada puluhan kasus virus Ebola baru di Republik Demokratik Kongo. Karena tidak ingin mengulang tragedi maka beragam respons darurat diluncurkan dan para ahli optimis virus bisa ditangani.

Nah faktor apa saja yang membuat wabah Ebola di tahun 2016 dan 2018 berbeda? Berikut beberapa poinnya seperti dikuttip dari CNN, Kamis, 31 Mei 2018.

1. Reaksi dunia

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1976 virus Ebola tidak pernah menjadi perhatian serius para peneliti. Oleh karena itu ketika kasus baru mulai bermunculan di Afrika Barat tahun 2014 lalu dunia minim memberikan respons.

Otoritas baru menyadari tingkat kegawatdaruratan wabah setelah korban berjatuhan hingga mayat memenuhi jalan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan mengakui kegagalannya, lalai dalam menanggapi virus Ebola.

Nah di tahun 2018 dengan kemunculan kembali kasus-kasus baru Republik Demokratik Kongo langsung berkoordinasi dengan WHO melakukan upaya pencegahan wabah. Selain itu berbagai organisasi global juga ikut turun tangan membantu.

2. Vaksin

Setelah Ebola tahun 2016 lalu memakan korban hingga sekitar 11 ribu jiwa, para peneliti menyadari pentingnya kebutuhan vaksin untuk melawan virus ini. Beberapa pihak berusaha mengembangkan vaksin yang pada tahun 2018 ini sudah masuk tahap uji coba.

Karena kondisinya dianggap darurat WHO pun menggunakan vaksin eksperimental tersebut pada kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo. Total ada sekitar 4.000 vaksin yang disiapkan.

3. Isolasi

Tahun 2014-2016 saat wabah Ebola masih terjadi di tingkat desa tidak ada upaya untuk mengontrol penyebaran penyakit. Akhirnya virus berhasil menyebar sampai ke kota padat penduduk di mana kemunculan kasus dan korban baru langsung meroket.

Nah di Republik Demokratik Kongo kejadiannya hampir serupa namun kali ini otoritas langsung melakukan upaya isolasi. Tujuannya untuk menangani pasien agar bisa kembali sehat dilingkungan terkendali sehingga virus tidak bisa menginfeksi orang lain.

4. Pemahaman lebih dalam

Karena sebelumnya tidak pernah dipelajari detail, ilmuwan kewalahan menghadapi wabah Ebola tahun 2014-2016. Sejak saat itu beragam penelitian dilakukan untuk mengetahui dan memahami virus Ebola secara keseluruhan.

Total saat ini diketahui ada lima spesies virus Ebola di dunia. Pengetahuan tersebut penting untuk tahu bagaimana harus menghadapi wabah dari tiap spesies yang mungkin punya mekanisme berbeda.

5. Tenaga kesehatan berpengalaman

Karena tidak pernah tahu bagaimana harus menghadapi pasien Ebola, tenaga kesehatan pun jadi korban keganasan virus di wabah tahun 2014-2016 lalu. Beberapa kali media internasional mengabarkan ketika ada petugas yang kembali ke negaranya karena terinfeksi bahkan sampai meninggal saat bertugas.

Pengalaman mengajarkan untuk tidak mengulang kesalahan yang sama sehingga pada wabah kali ini petugas lebih berhati-hati menangani pasien.

“Jadi kali ini mereka (tenaga kesehatan -red) sudah cukup berpengalaman bagaimana menghadapi wabah Ebola,” kata dr Anthony Fauci dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Amerika Serikat. (***)

sumber: detik.com

MEDIS

Jumat | 25 Mei 2018 | 5:36

Suami Lebih Rentan Diabetes Bila Istrinya Gemuk

Istri merupakan pengontrol nutrisi di rumah sehingga mempengaruhi kesehatan keluarga.

MEDIAKEPRI.CO.ID – Indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) pasangan dapat memprediksi risiko Anda terkena diabetes. Menurut studi baru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Diabetologia, pria terutama lebih rentan untuk terkena penyakit metabolik kalau istrinya mengalami obesitas.

Pada skala global, 422 juta orang dewasa memiliki diabetes menurut World Health Organization (WHO) dan diperkirakan menyebabkan 1,5 juta kematian. Peneliti dari University of Copenhagen dan Aarhus University di Denmark memeriksa data dari 3.649 pria dan 3.478 wanita di Inggris.

“Kami telah menemukan Anda dapat memprediksi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 berdasarkan BMI pasangannya. Ini berarti Anda dapat mengetahui apakah seseorang memiliki risiko tinggi atau tidak atas dasar BMI mitra,” kata peneliti Jannie Nielsen, dikutip dari Indian Express, Kamis, 24 Mei 2018.

Dari penelitian lain, para peneliti tahu pasangan sering serupa dalam hal berat badan. Alasannya antara lain karena orang sering kali menikahi dengan seseorang yang mirip dengan dirinya dan sering berbagi kebiasaan diet dan olahraga ketika tinggal bersama.

Oleh karena itu, para peneliti juga memeriksa apakah risiko tinggi mengembangkan diabetes tipe 2 pada wanita gemuk, misalnya, hanyalah hasil dari berat badannya sendiri. Di sini para peneliti menemukan perbedaan antara kedua jenis kelamin.

“Jika kami menyesuaikan dengan berat badan wanita itu sendiri, mereka tidak memiliki risiko tinggi terkena diabetes tipe 2 sebagai akibat dari BMI suami mereka. Namun, bahkan ketika kami menyesuaikan berat badan pada pria, mereka memiliki risiko tinggi,” kata Nielsen.

Seorang pria, yang istrinya memiliki BMI 30, memiliki risiko 21 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan pria yang istrinya memiliki BMI 25, terlepas dari BMI pria itu sendiri. Para peneliti belum memeriksa mengapa hanya pria yang memiliki risiko tinggi setelah penyesuaian berat badan sendiri. Mereka memang punya teori, yang melibatkan orang yang bertanggung jawab atas rumah tangga.

“Kami percaya itu karena wanita umumnya memutuskan apa yang kita makan di rumah. Artinya, wanita memiliki pengaruh yang lebih besar pada kebiasaan diet pasangan mereka daripada pria,” kata Nielsen, mengacu pada penelitian sebelumnya. Penelitian menunjukkan wanita lebih sering bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan memasak dan belanja rumah tangga daripada pria .

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi dan gejala serius seperti kerusakan pada jantung, ginjal dan mata. Menurut Asosiasi Diabetes Denmark, 35 persen pengidap mengalami komplikasi pada saat mereka didiagnosis menderita diabetes.

Semakin dini suatu penyakit terdeteksi, semakin tinggi potensi untuk pencegahan dan pengobatan yang sukses. “Kita tahu diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda, mengurangi jumlah tahun yang pasien harus hidup dengan penyakit ini. Sama seperti komplikasi yang terkait dapat ditunda melalui deteksi dini,” kata Nielsen.

Jika diabetes tipe 2 terdeteksi pada tahap awal, maka perawatan medis dapat ditunda. Sebagai gantinya pasien dapat mulai dengan perubahan gaya hidup seperti makan makanan yang sehat dan melakukan lebih banyak latihan fisik.

Berdasarkan penelitian, Nielsen percaya deteksi dini diabetes tipe 2 dapat ditingkatkan dengan mengubah pendekatan terhadap penyakit. “Pendekatan kami terhadap diabetes tipe 2 seharusnya tidak berfokus pada individu, tetapi sebagai gantinya, misalnya, seluruh rumah tangga. Jika seorang wanita memiliki risiko tinggi, ada kemungkinan kuat bahwa itu dibagi oleh suaminya,” katanya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso SpA(K) mengatakan bayi dari ibu hamil yang merokok lebih berisiko mengalami kelainan jantung bawaan.

“Ibu hamil yang merokok 44 persen lebih berisiko memiliki anak dengan defek septum daripada yang tidak merokok,” kata Piprim dalam sebuah seminar media yang diadakan PP IDAI di Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Defek septum ventrikel adalah kelainan jantung bawaan berupa lubang di dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung. Pada kebanyakan kasus, defek septum ventrikel muncul di bagian bawah katup aorta.

Piprim mengatakan tidak ada bukti signifikan terhadap hubungan dosis respon antara kebiasaan merokok pada ibu hamil dengan penyakit jantung bawaan secara keseluruhan pada anak keturunannya.

“Satu-satunya bukti terdapat efek dosis respon ditunjukkan pada defek septum,” ujarnya.

Menurut Piprim, 11 persen ibu dari anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki kebiasaan merokok selama hamil.

Karena itu, mengurangi kebiasaan merokok selama hamil dapat memperbaiki luaran reproduksi dan berkontribusi terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak.

Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit yang serius dan berdampak besar, yaitu rawat inap dan tindakan berulang di rumah sakit.

“Salah satu pemicu penyakit jantung bawaan adalah ibu perokok dan paparan terhadap tembakau. Efek samping dari paparan tembakau adalah lahir prematur, kelainan bawaan lain dan lahir mati atau keguguran,” tuturnya. (***)

Sumber : bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Korban jiwa berjatuhan, ketika Bom bunuh diri mengguncang sejumlah gereja di Surabaya, Kegeraman terhadap aksi terorisme disusul juga dengan imbauan untuk tidak menyebarkan foto dan video korban yang memang kondisinya sangat mengenaskan.

Ada beberapa alasan psikologis yang mendasari imbauan untuk tidak ikut-ikutan share atau membagikan foto korban.

Alasan pertama terkait dengan empati bagi korban dan keluarganya, seperti disampaikan dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ, psikiater dari RSJ dr Soeharto Heerdjan.

“Secara psikologis, keluarga korban pasti merasa sangat sedih. Sebaiknya memang tidak disebar (foto-totonya),” kata dr Suzy saat dihubungi detikHealth.

Tujuan membuat teror akan tercapai andaikan kita terprovokasi menyebarkan gambar. Ingat, tidak semua orang bereaksi sama dengan kejadian ini

Alasan berikutnya adalah efek traumatis. Tidak hanya berdampak para orang-orang yang saat itu ada di lokasi, tetapi juga mereka yang pernah berada pada situasi serupa. Foto-foto yang beredar bisa memunculkan secondary trauma, yakni trauma yang muncul hanya dengan melihat dan menjiwai suatu peristiwa sesuai pengalaman hidup seseorang.

“Orang yang pernah punya trauma serupa juga bisa diingatkan akan traumanya. Kan jadinya retraumatized,” kata Rahajeng Ika, seorang psikolog di Jakarta.

Efek lain yang tak kalah mengerikan, menurut Ika adalah efek bagi pelaku teror. Beredarnya foto-foto mengerikan para korban bisa dilihat sebagai ‘keberhasilan’ pelaku untuk menebar teror, menakut-nakuti, dan bahkan mengadu domba.

“Akan tercapai andaikan kita terprovokasi menyebarkan gambar. Ingat, tidak semua orang bereaksi sama dengan kejadian ini,” pesan Ika. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purwakarta – Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjenguk Hasanudin (18) penderita gizi buruk di Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta.

Penyakit ini membuat anak bungsu dari empat bersaudara itu tak bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP. Belum lagi keterbatasan ekonomi yang membuat pengobatan Hasanudin pun semakin sulit.

“Ayah kerja mancing, ibu hanya seorang ibu rumah tangga. Kegiatan saya sehari-hari paling cuma tiduran saja,” tutur Hasanudin kepada Ridwan Kamil, Jumat, 11 Mei 2018.

Kini Hasanudin dirawat di rumah pamannya, Bayu, di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Menurut Bayu, langkah ini ditempuh agar akses pengobatan Hasanudin, lebih mudah.

“Ketahuannya kan baru dua atau tiga tahun yang lalu, cuma di sana berobat susah. Kalau mau ke Kota Purwakarta harus menghabiskan waktu 1,5 jam, itu pun pakai perahu dulu, kalau di sini kan lebih dekat (ke dokter),” kata dia.

Bayu pun berharap ada penanganan yang lebih lanjut agar keponakannya bisa segera sembuh. “Selama ini juga sudah sering melaporkan, tapi tetap enggak ada respon, dari pemerintah kabupaten Purwakarta” ucap dia.

Kondisi Hasanudin dibenarkan dr. Reza Rinaldi, yang memeriksa Hasanudin. Ia memastikan penyakit busung lapar yang diderita Hasanudin sudah berlangsung cukup lama dan tidak mendapat penanganan yang baik. Diusia 18 tahun, Hasanudin hanya memiliki berat badan 20 kg, jauh dari angka yang ideal.

“Ini malnutrisi protein menahun, harusnya asupan makanan bergizi sejak kecil. Butuh terapi tumbuh kembang yang masif, karena idealnya usia 18 tahun harusnya mencapai 45 sampai 50 kg,” ucap dia.

Menanggapi hal ini, Ridwan Kamil akan berupaya mencari solusi untuk menangani permasalahan busung lapar di Jawa Barat. Untuk diketahui, data dari Persatuan Ahli Gizi Jawa Barat, pada tahun 2017, kasus kurang gizi di Jawa Barat masih berada di angka 29,2 persen atau masih melebihi batas angka yang ditetapkan WHO yakni 22 persen.

“Sedih juga saya di Purwakarta masih ada kasus Malnutrition Energy Protein ini (busung lapar). Selain menangani Hasanudin, saya akan fokus pada solusi agar tidak ada Hasanudin-Hasanudin lainnya di Jawa Barat,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Beberapa program yang akan dia lakukan untuk menanggulangi kasus gizi buruk di Jawa Barat di antaranya dengan mengaplikasikan program Ojek Makannan Balita (Omaba). Program ini sudah berjalan di Kota Bandung, dan siap dibawa ke Jabar jika dirinya terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat nanti.

“Programnya kami menyiapkan makanan sehat dan mengirimkannya ke rumah-rumah yang memiliki balita kurang gizi. Setiap hari kami kirim dua porsi, karena rata-rata mereka tinggal di desa yang jauh, sehingga enggak mungkin kalau mereka yang ambil sendiri,” ucap dia.

Selain itu, diperlukan juga pelatihan untuk para Kepala Desa agar bisa melaporkan kasus gizi buruk di daerahnya secara online. “Kalau dengan aplikasi bisa terdata dan kami bisa lakukan penindakan pertolongan. Setelah didapat kasus, kami beri pertolongan,” pungkasnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kita pasti familiar dengan imbauan untuk mengocok susu kemasan lebih dahulu, sebelum diminum.

Ternyata, cara itu bukan sekadar imbauan asal-asalan loh. Ahli gizi Dr Marudut mengungapkan, susu terdiri dari dua protein, casein dan whey. Proporsi keduanya antara lain 80 persen casein, dan sisanya whey.

Casein biasanya mengendap di bawah, sementara whey berada di dalam cairan itu sendiri.

“Karena itu, saat ingin minum susu kemasan, sering disarankan untuk dikocok lebih dulu,” kata Marudut dalam acara yang digelar Frisian Flag Indonesia.

Kocokan itu, lanjutnya, untuk membuat casein yang mengendap bercampur dengan protein whey. Endapan itu sebaiknya tercampur agar dapat diserap dan bermanfaat bagi tubuh.

Jika tidak kocok lebih dulu, justru casein sebagian besar akan terbuang sia-sia.

“Padahal casein itu salah satu yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan,” ungkap dia.

Kendati demikian, Marudut mengatakan, whey juga memiliki manfaat seperti, pembentukan oksidan di tubuh, menetralkan toksin hingga membangun sel otot.

Namun, alangkah lebih baik, casein dan whey sama-sama didapat secara maksimal. Karena itu, jangan lupa untuk mengocok susu kemasan lebih dulu sebelum diminum. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kamu terbiasa korek hidung menggunakan jari atau mengucek-uceknya pakai tangan?

Hati-hati, perilaku ini ternyata berbahaya dan bisa mengganggu kesehatan pernapasan.

Spesialis THT, dr S Hendradewi SpTHT (K) Msi Med mengatakan, membersihkan kotoran dalam hidung dengan tangan menimbulkan risiko masuknya bakteri yang bisa sebabkan infeksi hingga mimisan.

“Jangan mengorek hidung dengan tangan (jari), karena itu kotor. Mukosa hidung sangat tipis, mudah robek dan mudah terjadi mimisan.

Di dalam hidung banyak pembuluh darah. Kalau tangan yang kotor masuk, membuat bakteri jahat masuk, bisa terjadi infeksi, mimisan,” kata Hendradewi di acara kampanye #cucihidungtiaphari di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2018.

Hendradewi melanjutkan luka di akibat garukan tangan dapat menimbulkan infeksi, bisul, hingga radang otak.

Dokter yang membuka praktiknya di RS Moewardi Surakarta itu mendorong masyarakat untuk lebih peduli kepada kesehatan hidung, sebab organ tersebuf berfungsi menjaga kelembaban, penghangat udara dan indra penciuman.

“Jika kesehatan hidung terganggu dapat menyebabkan hidung tersumbat, yang dapat menimbulkan pilek, gangguan saluran napas atas, gangguan tidur, yang pada akhirnya menimbulkan pada gangguan saluran napas bawah,” tutur Hendradewi.

“Hidung yang terkena infeksi dan komplikasi akan menimbulkan gejala seperti hidung tersumbat, pilek, gangguan penciuman, pusing yang mengakibatkan rhinosinusitis. Jika gangguan tersebut sampai pada saluran napas bawah akan menimbulkan
bronkitis,” imbuhnya.

Lantas bagaimana cara menjaga kesehatan hidung yang dianjurkan? Hendrawati menyarankan untuk mencuci hidung memakai cairan isotonis.

“Dapat dilakukan pencucian hidung dengan larutan isotonik. Untuk menjaga kelembaban hidung, maka larutan isotonik dapat dipakai minimal 1 kali sehari. Caranya untuk hidung kanan, miringkan kepala ke kiri, tahan napas semprot hidung kanan, begitu pun dengan hidung kiri. Kalau benar, cairan isotonik akan keluar di hidung kiri,” jelasnya.

Membersihkan hidung secara rutin memberikan manfaat, meliputi membantu penyembuhan radang dan sinus, menurunkan kekambuhan alergi, serta melunakkan dan mengalirkan lapisan lendir pada rongga hidung. (***)

sumber: tribunnews.com

Infeksi cacingan yang berulang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Iklim tropis di Indonesia menyebabkan rentan terkena berbagai penyakit termasuk infeksi cacing. Sekitar 24 persen orang di dunia menderita infeksi cacingan dan umumnya menyerang anak-anak.

Di Indonesia, menurut Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) selama 2015 prevalensi penderita cacingan sebanyak 28,12 persen. Namun masih banyak sebenarnya di daerah yang berada di atas 50 persen.

Banyak orang tua sering meremehkan bahkan mengabaikan penyakit infeksi cacing dan menganggap kondisi tersebut adalah hal yang lumrah. Padahal cacingan dapat menyebabkan dampak buruk pada tumbuh kembang anak dan bahkan berdampak buruk pada tingkat IQ anak.

Selain itu, anak cacingan juga bisa kekurangan gizi karena semua nutrisi diserap oleh cacing akan membuat perkembangan fisik anak menjadi terganggu.

Infeksi cacing yang berulang jika dialami pada anak bisa menyebabkan gangguan gizi dan berujung pada kegagalan pertumbuhan atau stunting (fisik anak menjadi lebih pendek dan kecil dari teman seusianya).

Cacing dapat masuk ke dalam tubuh manusia karena adanya kontak langsung antara kulit dengan tanah yang terkontaminasi larva atau telur cacing.

Di dalam tubuh manusia, cacing akan berkoloni dan berkembang biak di usus lalu menyerap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh seperti karbohidrat dan protein.

“Alhasil anak mengalami defisiensi nutrisi, anemia, bahkan membuat stunting,” jelas dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Spesialis Gizi Klinis pada media briefing, Edukasi Mengenai Infeksi Cacing dan Hubungannya Terhadap Gangguan Gizi yang Berdampak Stunting di Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, menambahkan terkait dengan stunting ada dua dampak cacingan yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Dampak jangka pendek yang disebabkan oleh cacingan adalah tubuh akan kekurangan zat besi yang sangat penting dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin.

Di dalam tubuh hemoglobin berfungsi sebagai alat angkut oksigen dari usus ke seluruh organ tubuh. Apalagi tubuh kekurangan zat besi, maka seorang anak akan mengalami anemia atau penyakit kekurangan darah.

Hal ini dapat terjadi akibat cacing yang kerap berkembang biak dan berkoloni didalam usus mengambil nutrisi. Cacing juga akan menggigit dinding usus dan menghisap darah yang keluar ke dalam rongga usus.

Kekurangan gizi atau malnutrisi merupakan dampak jangka panjang dari infeksi cacingan pada anak. Kondisi malnutrisi yang dibiarkan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mengal anak. Perlu diingat bahwa cacingan yang dibiarkan dalam waktu yang lama selain menyebabkan malnutrisi juga mengakibatkan penururanan sistem imunitas anak sehingga anak akan mudah sakit.

Seorang anak yang mengalami kekurangan gizi secara terus menerus dan stunting juga dikhawatirkan memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dan produktivitasnya yang rendah. Kondisi ini tentu akan menghambat anak tersebut meraih masa depan lebih baik.

Pada beberapa kasus juga dapat menyebabkan kematian pada anak. Kematian anak akibat cacingan biasanya dikarenakan sudah terlalu banyaknya cacing di dalam tubuh si kecil, hingga membuat cacing menjelajahi organ tubuh yang lain seperti paru-paru dan lainnya.

Secara sederhana, lanjut Juwalita, masalah stunting adalah ketika tinggi badan anak tidak sama dengan anak-anak seusianya. WHO menyebutkan anak masuk kategori stunting kalau tinggi badannya berada di level minus 2. Di dunia, 1 dari 4 anak mengalami stunting dan di negara berkembang 1 dari 3 anak mengalami stunting.

Bagaimana dengan Indonesia? “Data Riskesdas pada 2013 menyebutkan prevalensi infeksi cacing pada anak adalah 37,2 persen. Dari data Riskesdas ini artinya, 1 dari 3 anak terkena stunting,” jawab Juwalita. Angka ini terus meningkat dibanding tahun 2007 yang prevalensinya 36,8 persen dan pada 2010 yang prevalensinya 35,6 persen. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Agar lebih efektif menyembuhkan penyakit, sebagian besar obat dianjurkan diminum dengan air putih.
Tapi, tak jarang banyak orang yang minum obat dengan minuman lain, misalnya teh.

Padahal, hal itu dapat mengurangi penyerapan dan khasiat obat karena kandungan dalam minuman tersebut dapat mengubah sifat dan kerja obat di pencernaan.

Seperti yang dilansir oleh Foodsafetynews, pada dasarnya memang terdapat interaksi antara beberapa jenis antibiotika dan obat sejenis obat maag (antasida) dengan sejumlah minuman.
Bisa saja, obat-obatan tersebut membentuk gumpalan yang akan menganggu penyerapan obat yang akan menjadikan kadar obat dalam tubuh menurun.

Untuk itulah, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat bersama 4 jenis minuman berikut:

1.Susu

Dapat menghambat penyerapan di dalam usus maupun lambung jika diminum bersama obat antibiotik berikut: Tetrasiklin, Siprofloksasin, Ofloksasin.

2.Kopi

Kafein pada kopi dapat meningkatkan efek samping obat seperti rasa gugup, gangguan tidur, dan peningkatan denyut jantung. Jenis obat apa yang sebaiknya tidak diminum bersama kopi? Obat anti asma yaitu Albuterol dan Teofilin juga obat-obat yang merangsang susunan saraf pusat seperti Klozapin.

3.Teh

Mengandung senyawa tanin yang dapat mengikat zat besi dan kandungan beberapa obat seperti Efedrin dan Kolsikin. Akibatnya dapat mengurangi atau menghambat penyerapan obat dalam tubuh. Selain itu, teh juga mengandung kafein.

4.Alkohol

Jangan sekali-kali minum alkohol pada saat menggunakan obat. Oleh karena itu, sampaikan kepada dokter atau apoteker jika sebelumnya Anda mengonsumsi alkohol. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Mainan bebek karet warna kuning biasa disukai bayi dan anak di bawah tiga tahun (batita).

Orangtua biasa menempatkan bebek karet ini saat memandikan bayi atau batita.

Terungkap, ternyata mainan bebek karet yang biasnaya berwarna kuning ini mengandung bakteri berbahaya.

Fakta itu Dikonfirmasikan oleh tim peneliti gabungan dari Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology dan ETH Zurich di Swiss, serta University of Illinois di Amerika Serikat.

Dipaparkan dalam jurnal Biofilms and Microbiomes, para peneliti meminjam 19 bebek karet dari rumah tangga di kedua negara tersebut.

Mereka juga membeli bebek karet baru sebagai kelompok kontrol yang sebagiannya dicelupkan ke dalam air bersih, sementara sisanya dicelupkan ke dalam air kotor.

Seluruh bebek kemudian diremas untuk mengeluarkan airnya dan dibelah untuk diamati permukaan dalamnya.

Hasilnya cukup mengerikan. Para peneliti tidak hanya menemukan “biofilm yang padat dan berlendir” di dalam bebek karet pinjaman, tetapi juga 5-75 juta sel bakteri per sentimeter persegi.

Lalu, para peneliti mendapati bahwa 60 persen dari bebek karet pinjaman dan bebek karet baru yang direndam dalam air kotor mengandung fungi.

Foto mikroskopis dari mikroba di dalam bebek karet (Center for Microscopy and Image Analysis, University of Zurich).

Spesies bakteri dan fungi ini berbeda-beda dari satu rumah ke rumah lain, tetapi 80 persen dari bebek karet mengandung Legionella dan Pseudomonas aeruginosa yang sering menyebabkan infeksi di rumah sakit.

Para peneliti mengakui bahwa paparan bakteri dan mikroba tertentu dibutuhkan untuk membangun sistem imunitas anak-anak, tetapi bagi anak-anak yang imunitasnya rendah, air yang dikeluarkan oleh bebek karet bisa menimbulkan infeksi mata, telinga, dan bahkan saluran pencernaan.

Sebagai solusi, para peneliti pun merekomendasikan agar bebek karet dibuat dari polimer dengan kualitas yang lebih baik dan diperketat regulasinya.

Mereka berkata bahwa bahan yang tidak menyerap banyak senyawa organik bisa mengurangi pertumbuhan mikroba pada mainan. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singkawang – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Joko Suratmiarto mengingatkan bahwa gejala tertular rabies ini tidaklah tampak.

Ada proses waktu layaknya masa inkubasi virus jika ingin melihat efek virus pada manusia.

“Namun jika warga terkena gigitan anjing maka langsung diberikan vaksin sebanyak dua kali, kemudian tujuh hari setelah itu, kemudian 27 hari setelah vaksin pertama dilakukan,” katanya, Selasa, 27 Maret 2018

Selain manusianya, anjing yang menggigit warga itu pun harus dipantau selama 14 hari.

Jika selama 14 hari tidak menunjukkan gejala terserang rabies maka anjing itu kemungkinan besar bebas rabies termasuk manusia yang terkena gigitan anjing tersebut.

Dalam upaya pihaknya mencegah dan mengendalikan rabies ini, maka pihaknya mendirikan Rabies Center yang ada di UPT Kesehatan alias puskesmas yang ada di kota Singkawang.

“Selain penyuluhan kita juga sudah menyampaikan ke warga setiap kali penyuluhan jika ada anjing menggigit langsung bersihkan dengan air mengalir dengan menggunakan sabun, lalu berikan antispetik serta langsung ke puskesmas,” ungkapnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Banyak wanita Indonesia yang tergoda memakai kosmetik pabrikan Korea karena tampilan artis negara tersebut yang kinclong mulus kulitnya. Apalagi di Indonesia saat ini tak sulit mendapatkan berbagai macam produk kecantikan asal negeri ginseng itu dengan harga terjangkau.

Namun Anda harus waspada karena baru-baru ini sebanyak 13 varian kosmetik ditarik dari peredaran di Hong Kong karena terbukti mengandung logam berat penyebab kanker.

Dua di antaranya adalah merek asal Korea yang cukup terkenal.

Dilansir Koreaboo.com, produk yang ditarik dari peredaran itu ternyata mengandung lebih dari 10 mikrogram antimon, sejenis logam berat. Kementrian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan yang melakukan investigasi tentang kandungannya.

Berikut ini beberapa dari 13 nama merek produk yang ditarik ijin edarnya tersebut:

Amore Pasific, yaitu Aritaum dan Etude House. Variannya adalah concealer serta pensil alis dari Aritaum, XTM Style Homme, Black Monster, SKEDA, Makeheal, Etude House, 3CE dan Skinfood lip pencil.

Menurut para ahli, efek buruk dari penggunaan kosmetik itu tidak terjadi dalam waktu singkat, namun melalui penggunaan jangka panjang.

Antimon atau logam berat itu akan memicu kanker kulit, penyakit kulit, dan jika masuk tubuh dalam bentuk suntikan memicu iritasi mata, paru-paru, hati dan perut.

Selain larangan edar dari pemerintah, pihak produsen yakni Amore Pasifik juga telah meminta maaf terkait hal itu pada tanggal 20 Maret 2018 lalu. (***)

sumber: sidomi.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mitos-mitos yang hidup di sekitar penyakit TBC berefek pada makin membeludaknya penderita TBC di Indonesia. Salah satu mitos tersebut adalah TBC yang dianggap tidak bisa disembuhkan.

Dr dr Erlina Burhan, SpP(K) mengatakan TB bisa disembuhkan secara total. Syaratnya, pengobatan rutin dilakukan selama 6 bulan berturut-turut tanpa putus.

Namun pengobatan rutin tersebut tidaklah semudah kelihatannya. Banyak penderita TBC yng di tengah jalan menyerah dan tidak patuh meminum obat sehingga menyebabkan penderita mengalami kebal obat atau MDR-TB (Multi Drug Resistance TB).

Hal tersebut pernah dialami Ulwiyah atau Ully. Ully terkena TBC saat umur 10 tahun dan dinyatakan sembuh pada 2011 sembuh. Ia terkena MDR-TB karena pernah putus berobat.

“Ketika itu, saat ditanya ibu saya, apakah sudah minum obat, saya bilang sudah. Padahal, obat itu saya buang. Akhirnya, saya terkena TBC kebal obat,” ujarnya.

Kini Ully aktif mengampanyekan TBC di media sosial. Ia juga aktif dalam organisasi eks pasien TBC kebal obat, yakni Pejuang Tangguh (Peta).

“Saya berharap pasien zaman now tidak mengalami seperti halnya ketika zaman saya dulu. Saya selalu mengampanyekan tentang TBC supaya orang-orang di sekeliling saya tidak menderita seperti saya,” ujarnya.

Agar hal serupa tidak terjadi perlu upaya berbagai pihak. Pertama, peran keluarga sangat dibutuhkan untuk menjaga motivasi pasien untuk berjang sampai dinyatakan benar-benar sembuh.

Meski merasa sudah sembuh karena sudah tidak-batuk-batuk, pengobatan tetap harus dilanjutkan sampai waktu yang ditentukan dokter karena kuman belum benar-benar mati. Kuman yang hanya tertidur itu bisa menjadi kebal saat bangun jika pengobatan tidak dituntaskan.

Kedua, dokter. Dokter berperan memberikan dosis tepat dan menyakinkan pasien agar teratur dalam menjalani pengobatan. Pemerintah pun didesak untuk memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang mumpuni. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – SETIAP orang pasti pernah bersin. Entah itu bersin karena alergi debu atau saat Anda tidak sengaja menghirup lada yang ada pada makanan. Pada saat itulah ada mulai merasa hidung Anda gatal, mata berair dan kemudian mulai bersin-bersin.

Cara Anda bersin saat berada di rumah sendiri, sangatlah berbeda dari saat Anda sedang dalam pertemuan dengan atasan Anda ataupun pada saat Anda sedang makan malam dengan pasangan Anda.

Jika di rumah Anda dapat bersin dengan suara yang keras, namun jika Anda sedang berada di situasi yang di sebutkan di atas, mungkin Anda akan berusaha untuk menahan bersin itu. Tapi mungkinkah menahan bersin dapat membunuh kita?

Sebuah penelitian di tahun 2013 menemukan bahwa bersin dapat mendorong udara keluar dari kanal hidung mendekati 4.5 meter per detik.

Saat bersin, semua tekanan udara yang telah di bangun di paru-paru Anda akan mencoba keluar dari hidung Anda. Ketika Anda menghalangi jalur keluarnya udara tersebut dengan menjeppit hidung atau menutup mulut saat bersin, hal tersebut akan memaksa udara keluar melalui telinga Anda.

Tekanan udara tersebut akan mencoba keluar kembali melalui tabung eustachius telinga dan masuk ke telinga tengah, yang dapat menyebabkan kerusakan seperti gendang pecah. Hal tersebut juga dapat menyebabkan kehilangan pendengaran atau pusing yang berkepanjangan.

Menahan bersin tidak hanya dapat memengaruhi telinga Anda saja. Dilansir dari howstuffworks.com, menahan bersin juga dapat menyebabkan pembuluh darah mata pecah.

Dampak lainnya adalah Anda dapat mencederai diafragma, otot horizontal yang membentang di bagian bawah tulang rusuk. Selain itu, tekanan darah mendadak menjadi tinggi dikarenakan menahan bersin dapat membuat pembuluh darah di otak pecah.

Bersin yang terlalu keras juga dapat menyebabkan cedera pada leher, atau untuk seseorang yang baru saja melakukan operasi sinusitis, yang memaksa udara masuk di bagian sekitar mata dan menyebabkan mata menonjol. Hal yang disebabkan karena menahan bersin yang paling parah adalah dapat menyebabkan stroke dan bahkan kematian.

Jadi cara yang terbaik untuk menghindari hal-hal di atas adalah dengan tidak menahan bersin. Bersin sendiri memiliki peran penting dalam hal membersihkan hidung Anda dari bakteri dan virus. Jika ada sedang dalam situasi formal, seperti bertemu dengan atasan Anda, Anda bisa gunakan tisu atau membalikkan badan Anda saat bersin agar orang-orang di sekitar Anda terbebas dari kuman.(***)

sumber: pikiranrakyat.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Meski sudah menikah, nggak semua pasangan ingin langsung punya anak. Ada berbagai alasan untuk menunda punya momongan. Tapi pernah mendengar saran agar punya anak sebelum berusia 35 tahun, Bun?

Saran ini cukup beralasan, karena beberapa penelitian memang mengatakan kehamilan di usia 35 tahun ke atas lebih berisiko. Salah satu penelitian tentang risiko kehamilan di atas usia 35 tahun dipublikasikan di jurnal Obstetrics & Gynecology.

“Kami menemukan perempuan hamil berusia 35 tahun ke atas menghadapi risiko lebih tinggi terhadap hasil kehamilan yang merugikan, termasuk kelainan kromosom, keguguran, dan kelahiran prematur, bila dibandingkan dengan perempuan yang hamil di usia 20 sampai 34 tahun,” tutur penulis utama penelitian, Line Elmerdahl Frederiksen, seperti dikutip dari Healthline News.

Seorang perempuan yang hamil saat berusia 30 tahun, peluang memiliki bayi dengan Down Syndrome adalah satu dari 900. Sedangkan ketika hamil pada usia 35 tahun ke atas, peluangnya meningkat menjadi satu dari 300. Demikian sebut penelitian tersebut.

Line dan rekannya menganalisis data dari lebih dari 369.500 perempuan di Denmark. Perempuan-perempuan tersebut diobservasi sejak kehamilan di minggu ke 11 sampai masa akhir kehamilannya. Hasilnya, perempuan berusia di atas 35 tahun risiko komplikasi tertentunya meningkat, walaupun secara keseluruhan risiko komplikasi ini tetap rendah.

Di antara perempuan berusia 20 sampai 34 tahun, 0,56 persen memiliki janin dengan kelainan kromosom. Apabila dibandingkan, persentase perempuan hamil berusia 35 tahun ke atas yang memiliki janin dengan kelainan kromosom diketahui lebih dari dua kali lipat.

Peneliti juga menemukan 1,3 persen di kalangan perempuan berusia 35 sampai 39 tahun, dan 3,8 persen di kalangaN ibu hamil berusia 40 tahun atau lebih, yang memiliki janin dengan kelainan kromosom.

Sementara keguguran mempengaruhi 0,4 persen perempuan yang hamil di usia 20 sampai 34 tahun. Secara statistik, risiko keguguran ini juga jauh lebih tinggi pada ibu hamil yang berusia 35 tahun ke atas. Hampir 1 persen kasus keguguran pada perempuan berusia 35 sampai 39 tahun, dan lebih dari 1,6 persen kasus pada perempuan hamil berusia 40 tahun ke atas.

Ini Tentang Saran Sebaiknya Hamil Sebelum Usia 35 Tahun/Ini Tentang Saran Sebaiknya Hamil Sebelum Usia 35 Tahun/ Foto: Getty Images

Risiko lainnya adalah kelahiran tidak cukup bulan alias prematur. Ibu hamil yang berusia 20 sampai 34 tahun memiliki risiko kelahiran prematur sebanyak 1,2 persen. Sedangkan yang berusia 35 sampai 39 tahun, risikonya sedikit meningkat yakni di angka 1,35 persen. Sedangkan yang berusia 40 tahun ke atas, risikonya sedikit di atas 2 persen.

Hubungan antara usia lanjut dan risiko saat hamil tidak banyak berubah saat para peneliti mengendalikan etnisitas, indeks massa tubuh, merokok, penggunaan teknologi reproduksi berbantu, atau riwayat kehamilan kelainan kromosom.

“Penting untuk menyatakan bahwa pesan kami dengan penelitian ini bukanlah perempuan berusia 35 tahun tidak memiliki anak, namun kami sangat ingin perempuan ini mendapat informasi yang baik tentang peningkatan risiko mereka,” tutur Lien.

Kata peneliti, studi ini diharapkan bisa membantu memperkaya pemahaman akan peningkatan risiko ini sehingga setiap individu bisa menyeimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusannya dan membuat pilihan waktu kehamilan yang tepat. Yang nggak kalah penting, hamil itu perlu persiapan, dengan tahu segala macam risiko, maka mungkin ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

Karena itu jika berencana punya anak di usia 35 tahun, kita butuh pemantauan yang memadai, konseling klinis, dan perawatan antenatal untuk mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

“Deteksi dini komplikasi kehamilan berpotensi mengurangi risiko kelahiran prematur. Atau deteksi dini malformasi kongenital agar staf medis bisa memberikan perawatan khusus bagi neonatal,” ujar Judith Daniluk, PhD, seorang profesor psikologi konseling di University of British Columbia. (***)

sumber: haibunda.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ada empat cara untuk mendeteksi penyakit ginjal pada anak. Apa saja tahapannya?

Menurut, dr. Eka Laksmi Hidayati, SpAK, RSCM divisi ginjal anak, Baxter Kidney City Tour 2018, Jakarta Aquarium, Minggu, 18 Maret 2018 menjelaskan, pada dasarnya, ketika anak kedapatan penyakit ginjal, hal ini tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Pencegahan untuk penyakit tersebut tidak bisa dilakukan, karena penyakit ini umumnya bukan seperti penyakit obesitas.

Berikut adalah beberapa tahapan deteksi penyakit ginjal.

1. Deteksi dini saat kehamilan

Sebagian kelainan bawaan ginjal dan saluran kemih dapat dideteksi sejak saat kehamilan. Karena itu, penting bagi calon orangtua untuk kontrol kehamilan ke fasilitas kesehatan secara rutin dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi.

2. Pemeriksaan anak secara rutin

Penyakit ginjal pada anak seringkali tidak menimbulkan gejala sampai tahap lanjut. Gejala dan tanda yang sering dijumpai adalah gagal tumbuh, pucat, cepat lelah, bengkak, kelainan pada kencing.

3. Pemeriksaan tekanan darah

Setiap anak setidaknya dilakukan pengukuran tekanan darah satu kali dalam setahun sejak usia tiga tahun. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan lebih sering apabila terdapat faktor tertentu, seperti bayi prematur, bayi berat badan lahir rendah, dan obesitas.

4. Pemeriksaan penunjuang diagnostik

seperti pemeriksaan protein urin, fungsi ginjal, hemoglobin, elektrolit darah, analisis gas darah, urinalisis, dan ultrasonografi. (***)

sumber: inilah.com

Tidak ada ibu hamil yang suhu tubuhnya mencapai 39 derajat celsius setelah sauna.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta -Temuan penelitian terbaru menentang pendapat ahli kesehatan sebelumnya yang menyebutkan ibu hamil tidak boleh melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan suhu tubuh mereka melebihi batas suhu inti tubuh, yaitu 39 derajat celsius.

Sekelompok ilmuwan mengevaluasi respons stres panas dan kapasitas suhu tubuh selama kehamilan membantah pendapatan tersebut, diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine.

Analisis ini dilakukan sebanyak 12 kali, fokus pada respons suhu tubuh inti terhadap paparan panas pada 347 ibu hamil. Paparan suhu panas ini baik dengan cara berolah raga atau bersauna.

Dilansir dari News Medical Life Science, Selasa 13 Maret 2018, peneliti kemudian mengevaluasi tanggapan dari ibu hamil yang menjadi partisipan. Hasilnya menunjukkan tidak ada ibu hamil yang suhu tubuhnya melebihi 39 derajat celsius setelah melakukan dua aktivitas di atas.

Suhu tertinggi dari partisipan yang dilaporkan adalah 38,9 derajat celsius setelah berolah raga dan 38,3 derajat celsius setelah bersauna. Rata-rata ibu hamil yang bersauna hanya meningkat suhu tubuhnya hingga 37,6 derajat celsius, sementara mandi air hangat hanya 36,9 derajat celsius.

Ibu hamil juga aman mengikuti aerobik akuatik atau aerobik di dalam kolam renang pada suhu 28,8-33,4 derajat celsius selama 45 menit. Mereka juga diperkenankan bersauna hingga 45 menit atau berendam di dalam bak air hangat dengan panas 40 derajat celsius selama 20 menit. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIS

Kamis | 08 Maret 2018 | 13:05

Jangan Lewatkan Sarapan untuk Kesehatan

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sarapan pagi sangat vital. Kegiatan ini memicu metabolism tubuh di pagi hari, membantu membakar kalori sepanjang hari dan juga memberikan energi yang kita perlukan untuk beraktivitas.

Banyak penelitian yang telah menghubungkan kebiasaan makan pagi dan pengaruhnya terhadap kesehatan, termasuk peningkatan kemampuan memori yang lebih baik serta memperbaiki konsentrasi. Sarapan pagi juga disarankan karena menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), memperkecil resiko terkena diabetes, penyakit jantung dan obesitas.

Otot dan otak memerlukan energi yang berasal dari glukosa, pada saat bangun tidur kadar glukosa ini rendah. Melewatkan pola makan pada pagi hari biasanya akan mengakibatkan individu merasa kekurangan makanan dan akan dibalas dengan makan berlebihan di siang atau sore hari.

Sarapan juga membantu kita untuk memperoleh beberapa jenis vitamin dan mineral dari makanan sehat seperti gandum, dan buah. Jika kita memilih sarapan dari menu yang tidak sehat maka tubuh kita kehilangan kesempatan untuk mendapat nutrient yang baik ini.

Anak-anak yang melewatkan sarapan akan lebih cenderung untuk makan-makanan yang tidak sehat (junk food) sepanjang hari dan biasanya memiliki berat badan berlebih. Sebuah penelitian menunjukkan hasil yang signifikan di mana anak-anak yang sarapan secara rutin, body mass index-nya jauh lebih rendah dari pada anak-anak yang tidak sarapan secara rutin.

Bagi individu yang kurang menyukai sarapan dapat makan sedikit pada saat satu jam setelah bangun tidur. Namun hindarilah makanan berkarbohidrat tinggi seperti roti goreng atau donut. Sebaiknya sarapan terdiri dari karbohidrat kompleks, protein dan serat. Gandum oatmeal, susu rendah kalori, buah, yogurt atau kacang-kacangan merupakan pilihan sarapan yang baik. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nyeri kepala sering dialami banyak orang. Jika serangan nyeri kepala sesekali sifatnya ringan, dan memiliki waktu yang pendek, serta disertai gejala penyakit lain seperti influenza, infeksi, kurang istirahat dan lain-lain maka nyeri kepala tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, jika nyeri kepala terasa parah atau sering, periksakanlah karena bisa jadi merupakan gejala kanker otak.

Demikian penjelasan dr. Reza A Digambiro, M.Kes , M.Ked (PA), Sp.PA dalam paparannya di Seminar Current Cancer Care 2018 pada, Sabtu 3 Maret 2018 di Nifarro Hall Jakarta Selatan.

“Statistik menunjukkan populasi penderita sakit kepala berulang, sekitar 50% memiliki tumor otak dengan sakit kepala sebagai keluhan utama, dan sampai 60% pada pasien dengan sakit kepala yang semakin memburuk. Namun demikian diagnosa kanker otak harus disertai tanda dan gejala lainnya seperti kejang atau penurunan daya belajar (kognitif),” ujar dr Reza.

Ia memaparkan, manifestasi gejala nyeri kepala pada kanker otak umumnya berupa rasa tegang (tension type headache) dan muncul dengan intensitas yang cukup sering, bertahap dan selanjutnya mereda setelah beberapa jam. Gejala sakit kepala juga bisa berdenyut, menyerupai migrain.

Tumor otak, lanjutnya, juga dapat menghambat aliran cairan serebrospinal yang diikuti peningkatan tekanan intrakranial dan selalu disertai oleh nyeri kepala. Hasil pemeriksaan syaraf seringkali menunjukkan hasil yang normal dan tidak ada keluhan lain. Gejala tunggal sakit kepala jarang berhubungan dengan tumor atau kanker otak.

Gambaran nyeri kepala yang perlu dicurigai sebagai penanda kanker otak antara lain, perubahan pola sakit kepala sebelumnya, seperti menjadi lebih sering dan lebih berat; sakit kepala tidak reda ketika diberikan obat seperti biasanya serta sakit kepala semakin buruk ketika membungkuk, batuk, bersin.

“Selain itu terjadi muntah berulang-ulang, nasalah pada anggota gerak, misalnya rasa lemah pada salah satu atau beberapa angggota gerak, atau bahkan kelumpuhan. Masalah sensorik (panca indra), atau gangguan visual. Gangguan memori. Gangguan kepribadian, atau berpikir,” ujar dr Reza.

Ia menambahkan, perokok atau pasien dengan riwayat kanker, termasuk paru-paru, payudara, prostat, atau kanker leher, memiliki risiko tinggi kanker otak akibat proses penyebaran (metastasis) kanker tersebut ke otak. “Perlu waktu yang cukup lama hingga tumor itu tumbuh sehingga menimbulkan gejala-gejala kanker otak. Gejala-gejala yang muncul juga baru memberikan kecurigaan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang selanjutnya,” tambah dr Reza.

Beberapa tumor ditemukan secara tidak sengaja, seperti selama pemeriksaan rutin untuk sakit kepala migrain atau setelah trauma kepala ringan, meskipun ini sangat jarang. Seringkali penderita tumor otak mengalami gangguan penglihatan, kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara cadel, gangguan pendengaran, telinga berdenging, ketidakseimbangan, pusing, masalah memori dan atau kognitif, kejang, atau bahkan inkontinensia (tidak mampu menahan kencing atau BAB) secara tiba-tiba.

“Untuk memastikan diagnosis tumor atau kanker otak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang berupa pemeriksaan darah, foto rongsen, CT-Scan, ataupun MRI. Jadi, ketika Anda mengalami sakit kepala yang tak tak wajar sepeti telah dijelaskan di atas, maka periksalah ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker otak,” jelasnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Perempuan ini terima akibat fatal karena tak pernah mau minum air putih.
Air putih sangat dibutuhkan untuk menjaga kadar cairan yang cukup di dalam tubuh.

Melansir halodokter.com, orang dewasa disarankan mengkonsumi air putih 8 gelas sehari atau sekitar 2 liter.

Jika kekurangan air putih, seseorang bisa mengalami beberapa masalah kesehatan
Kekurangan air putih tak hanya bisa mengakibatkan dehidrasi, tapi juga akibat kesehatan fatal.

Hal tersebut juga dialami oleh seorang perempuan bernama Joana Krisha Cha Dueñas.

Kisahnya jadi viral usai dibagikan melalui akun Facebook-nya pada Sabtu 3 Maret 2018

Di awal tulisannya, perempuan asal Los Baños, Filipina, ini mengaku membenci air putih.

“Aku adalah pembenci air, YA PEMBENCI air,” tulisnya.

Joana mengaku lebih memilih minum produk minuman berasa Fit and Right atau jenis jus lainnya.

Namun, hidup Joana berubah jadi mengerikan sejak 3 bulan yang lalu.
Saat itu, Joana harus dilarikan ke rumah sakit saat mengalami sakit parah di bagian punggung kiri bawah.

Ternyata, dokter mengungkap bahwa Joana telah mengalami gagal ginjal.
Kondisi ginjalnya membengkak dan semakin memburuk.

Akhirnya, Joana mengikuti semua prosedur pengobatan agar tak mengalami hal itu lagi.
Sayangnya, pada Jumat 2 Maret 2018 sekitar pukul 10 malam, Joana kembali dibawa ke HealthServ Baños Medical Center.

Joana merasa kedinginan.

Saat ia membuka matanya, Joana mencoba memanggil ibu, saudara dan neneknya Tapi, tak ada kata yang keluar dari mulutnya.

“Aku tidak tahu kenapa,” tulis Joana.

Tak sampai di situ saja kondisi buruk yang dialami Joana, Mata Joana memang terbuka, tapi dirinya mengaku tak bisa melihat apapun.

Joana tahu bahwa ibunya coba berbicara dengannya, tapi ia juga tak mendengar apapun.

Hal yang bisa dia lakukan hanyalah berdoa untuk keselamatannya, “Tuhan, jangan sekarang.”

Akhirnya, saat Joana tersadar dirinya sedang berada di rumah sakit, Ia bisa melihat lagi dan mendengar suara orang-orang di sekitarnya.

Menurut dokternya, Joana mengalami dehidrasi dan kehilangan oksigen dalam tubuhnya.

Sang dokter juga memberi peringatan terakhir untuk Joana agar perempuan tersebut selalu minum air putih.

Joana pun diperbolehkan pulang keesokan harinya pukul 5 pagi.

Di akhir unggahannya, Joana menuliskan satu kalimat peringatan untuk netizen.

“Minum air sebelum sangat terlambat sepertiku.”

Unggahan Joana ini jadi viral dan sudah dibagikan hingga lebih dari 79 ribu kali. (***)

sumber: tribunnews.com