KUANSING

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Febri Komara keluhkan minimnya anggaran untuk perawatan Balai Beni Ikan (BBI) Teso di Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya.

Febri mengatakan kondisi BBI Tesso sudah sangat memperhatinkan. Hal ini, katanya, disebabkan minimnya kucuran dana dari APBD Kuansing untuk anggaran perawatan BBI itu sendiri.

Dikatakannya, Sejak 10 tahun lalu, kegiatan di UPTD minim, hanya ada operasional rutin. Kondisi ini akibat imbas dari  minimnya anggaran untuk perawatan yang ada di Dinas Perikanan. Adapun dana rutin UPTD tahun 2018, katanya, hanya sebesar Rp92 juta.

“Hampir tiap tahun kami mengusulkan anggaran untuk dana perawatan kolam, rehap bangunan dan peningkatan sarana dan prasarana lainnya sampai akhir tahun 2018 lalu, belum disetujui.” ucap Febri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 16 Juli 2019 Siang.

Alokasi dana rutin UPTD itu, katanya lebih jauh, digunakan untuk gaji honor tenaga harian lepas. Lalu, dana itu juga untuk alat dan bahan perlengkapan pembersihan lokasi, termasuk juga Pakan ikan.

Lebih lanjut Febri mengungkapkan, kolam ikan yang ada saat ini berjumlah 30 unit, dengan ukuran bervariasi. Namun dari jumlah tersebut, tambahnya, hanya ada sekitar 15 unit kolam yang masih dapat digunakan, sedangkan separuhnya lagi tidak layak, karena dalam kondisi rusak parah.

“Saat ini kolam yang ada digunakan untuk kolam indukan, dan kolam pendederan benih,” katanya menerangkan.

Untuk tahun anggaran 2020, menyebutkan, akan mengusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membenahi BBI dan kolam. Dengan begitu, katanya, dapat kembali difungsikan dengan optimal, dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuansing.

Dijelaskannya, saat ini Induk ikan nila sekitar 400 ekor, jantan 150 dan betina 250 ekor. Dari  indukan itu, katanya, diperkirakan bisa memproduksi sekitar 25 ribu sampai 30 ribu per bulan. Namun sayangnya, ditambahkannya, kondisi ini masih belum maksimal hasilnya, karena indukannya sudah banyak yang berumur tua.

“Anggaran dana rutin tahun 2018 telah direalisasikan untuk UPTD BBI Teso sebesar Rp92 juta, Sedangkan untuk tahun 2019 sudah kita usulkan, dan Alhamdulillah  disetujui anggaran sebesar Rp 114 juta,” pungkasnya. (depriandi)

KUANSING

Selasa | 16 Juli 2019 | 6:55

Bupati Kuansing Hadiri Acara Melayur Jalur Desa Pantai

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk kuantan – Bapati Kuantan Singing (Kuansing) Mursin hadiri acara Melayur Jalur Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Senin, 15 Juli 2019.

Bupati beserta rombongan disambut antusias masyarakat Desa pantai. Ratusan masyarakat hadir dalam kegiatan yang merupakan sejarah pertama kali diadakan di Desa Pantai tersebut.

Kegiatan ini dihadiri wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing Sardiyono, sejumlah kepala dinas Pemkab Kuansing, Camat Kuatan Mudik, Forum Kades, BPD dan kepala sekolah se Kecamatan Kuantan Mudik

Desman Polta, Ketua Panitia Melayur Jalur Desa Pantai mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak bupati dan rombongan yang telah memenuhi undangan kami.

Ucapan yang sama disampaikan Penjabat Sementar Kepala Desa Pantai, Idson.

Bupati Mursini merasa senang bisa berkumpul dengan masyarakat dan menyantap jamuan.

Dalam kesempatan berbahagia ini Bupati mengimbau masyarakat untuk mejaga dan melestarikan sungai. Dan cara yang baik, katanya, jangan membuang sampah ke dalam sungai, yang bisa mengakibatkan sungai tercemar.

Acara ini diakhri dengan penyulutan api pertama oleh Bupati Kuansing berserta rombongan undangan yang hadir pada malam acara ini. (depriandi)

KUANSING

Senin | 15 Juli 2019 | 23:40

Realisasikan APBDes, Kades: Utamakan Pembangunan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Agus Supriyanto terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan Infrastruktur, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) setiap tahunnya, Kades selalu meralisasikan peningkatan pembangunan dan prasarana fasilitas umum.

Agus Supriyanto mengatakan di ruang kerjanya, untuk Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dimuat dalam APBDes 2018 lalu sebanyak Rp 2.021.000.000 telah direalisasikan untuk pembangunan dan pemberdayaan yang dibutuhkan masyarakat.

“Anggaran dana desa yang kita terima seperti yang bersumber dari DD dan ADD serta PADes tahun 2018 lalu, sudah direalisasikan untuk fasilitas penunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata kades singkat.

Kades beserta ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rohmad menjelaskan, ralisasi APBDes tahan 2018 antara lain seperti pembangunan boxculver sebanyak 3 titik, pagar lapangan merdeka 400 meter, pagar Paud, dan pembukaan jalan baru sepanjang 2000 meter.

Selain itu, katanya, ada juga pembangunan drainase sepanjang 1130 meter, dan semenisasi sepanjang 50 meter. Sedangkan bidang pemberdayaan yaitu pemberian gizi bagi balita dan lansia, semua pembangunan dan pemberdayaan ini merupakan hasil kesepakan masyarakat melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Jalan akses usaha pertanian yang dulu hanya bisa dilalui sepeda motor, kini sudah bisa dilewati mobil, kemudian dibidang pemberdayaan yaitu pemberian gizi bagi balita,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, tahun 2019 ini, kami juga akan merealisasikan berbagai pembangunan falisitas umum seperti dibidang pendidikan dan kesehatan, dan juga peningkatan bidang UMKM yang dikelola oleh BUMDes.

Dengan anggaran yang kami terima sebanyak Rp 2.195.874.000, ditahun 2019 ini, akan digunakan antara lain untuk, rehab 3 unit posyandu, pembangunan boxculver 3 unit, pemasangan gorong-gorong 3 titik, satu unit gedung taman pendidikan kanak-kanak islam, penanaman rumput lapangan bola kaki, pemasangan lampu penerangan lingkungan sebanyak 400 tiang, dan pengerasan jalan sepanjang 2000 meter.

Untuk program UMKM melalui penyertaan modal di BUMDes, penyerahan bantuan sembako sebanyak 50 paket bagi lansia, pelatihan bidan dan dukun beranak, penyegaran kader posyandu, pengobatan lansia serta lomba posyandu tingkat desa.

“Semua guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat agar mudah melakukan aktivitas kesehariannya,” ungkap kades. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID Taluk Kuantan – Forum wali murid Surau lintang membersihkan lokasi pembagunan surau yang baru di Dusun Hulu, Desa Luai, Kecamatan Kuatan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Minggu, 14 Juli 2019.

Pembersihan lokasi ini dilakukan dengan cara bergotong royong. Selain dihadiri seluruh forum wali murid surau lintang, Pemuda dan Pemudi Desa Luai, ada mahasiswa dari Universitas Negeri Riau (UNRI) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Luai.

Espriadi, wali murid Surau Lintang mengatakan gotong royong ini merupakan kegiatan mingguan yang telah disepakati dalam musyawarah Beberpa hari yang lalu. Dimana kegiatan ini dengan tujuan untuk membersihkan lokasi tempat membangung Gedung Surau.

“Gotong royong hari ini diagendakan untuk menebang pepohanan dan membersihakan semak semak di lokasi pembagunan gedung surau,” katanya singkat Espriadi.

Kegiatan gotong royong ini difokuskan untuk membersihkan seluruh lokasi pembangunan surau, yang dimulai pada hari ini. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan menggali tapak untuk pembangunan surau tersebut.

“Saya berharap untuk seluruh masyarakat pada umum, forum wali murid khususnya untuk selalu bisa meluangkan waktunya setiap hari minggu untuk ikut gotong royong ini,” ujarnya.

Lebih jauh ia berkeyakinan, kalau seluruh masyarakat kompak maka pembangunan gedung surau yang baru ini bisa diselasaikan dengan cepat. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Taluk Kuantan – Iven Pacu Jalur Ajang Uji Coba di Tepian Teluk Bayur desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuatan Singingi (Kuansing) untuk perebutan Piala bergilir Bupati Kuansing Mursini dikuasai jalur dari Kecamatan Hulu Kuantan.

Iven yang dimulai pada hari Kamis, 11 Juli 2019 sampai Sabtu, 13 Juli 2019 ini dikuti beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Hulu Kuantan (HK), Kuantan Mudik (KM), Gunung Toar (GT), dan Kuntan Tengah (KT).

Terbukti dari 7 jalur yang tersisa, ada 4 jalur yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Hulu Kuantan. Seperti jalur Panglimo Olang Putie dari Desa Sungai Ala, jalur Singa Kuantan Tracks Kuansing dari Desa Sungai Pinang, jalur Bintang Emas Cahaya Intan dari Desa Tanjung, dan terakhir jalur Pendekar Bukit Tabandang dari Desa Lubuk Ambacang.

Dari hasil perpacuan di hari final ini untuk peringkat pertama diraih oleh jalur Panglimo Olang Putie dari desa Sungai Ala (HK), kemudian untuk peringkat kedua diraih oleh jalur Singa Kuantan Tracks Kuansing, dari desa sungai pinang (HK), dan untuk peringkat ketiga diraih oleh jalur Bintang Emas Cahaya Intan (BECI) dari desa Tanjung (HK).

Untuk jalur Pendejar Bukit Tabandang Desa Abacang (HK) mendapat peringkat ke enam yang merupakan perwakilan jalur dari Kecamatan Hulu Kuantan. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID Taluk Kuantan – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Mursini menghadiri acara Audiensi bersama Forum Kepala Desa (Kades), Badan Pemusyawatan Desa (BPD), dan Pendamping Desa ( PD) Se-Kabupaten Kuansing di ruang serbaguna SMA Negri Pintar, Taluk Kuantan, Kamis, 11 juli 2019

Mursini mengucapkan ribuan terima kasih kepada forum kades, BPD dan PD yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara Audensi ini. Dan juga para pendamping desa yang telah bekerja dengan baik selama melaksanakn tugasnya secara profesional.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh pihak provinsi, Kuansing mendapat peringkat terbaik dalam pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa se-Provinsi Riau.

“Prestasi ini tak luput dari kerja keras dari pemerintahan desa yang telah bekerja bedasarkan prosedurnya.” singkat bupati

Bupati juga menghimbau kepada seluruh kades, BPD yang belum mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, untuk segera mendaftarkannya. Soalnya, selain mafaatnya sangat bagus, untuk membayar iuran juga bisa dimasukan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Bagi Kades dan BPD yang belum masuk BPJS Ketenagakerjaan, agar secepat mungkin untuk mendaftar. Karena pembayaran iurannya bisa dimasukan kedalam APBDes,” imbau mursini

Mursini juga mengingatkan kepada seluruh kades untuk taat bayar pajak, karena dari hasil pajak juga akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.

Dalam acara Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Kuansing yang Wakili Waka Polres, Kepala Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Kejari di wakili Kasi Intel, dan beberapa Kadis, Kabag di lingkungan Pemkab Kuansing, dan para camat se-Kuansing. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID Taluk Kuantan – Sebanyak 225 orang calon siswa siswi peserta didik tahun ajaran 2019 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memulai melakukan pendaftaran ulang.

Pendaftaran ulang ini dimulai dari tanggal 9 Juli sampai 11 Juli tahun 2019 di Gedung SMAN I Kuantan Mudik.

Kepala SMAN I Kuantan Mudik, Aprinedi mengatakan penerimaan perserta didik tahun ini kita akan menerima maksimal 216 orang. Untuk penerimaan siswa siswi ini, katanya, mengambil ada tiga kategori seperti, yang pertama kategori zonasi sebanyak 90 persen, kemudian kategori siswa yang berpretasi 5 persen, dan yang ketiga berdasarkan ikut orang tua juga 5 persen.

Kepsek menjelaskan, untuk kategori prestasi ini, siswa siswi yang merupakan diluar zonasi tetapi mereka yang berprestasi dan mendapatkan nilai yang tinggi dari hasil ujian akhir nasional disekolah asalnya.

Kemudian untuk ketegori ikut orang tua, merupakan siswa siswi yang diluar dari kategori zonasi dan prestasi, tetapi mereka yang mengikuti orang tuannya karena tuntutan pekerjaan.

“Untuk penerimaan peseta didik tahun ajaran 2019 ini kami pasti Fokus di zonasi dulu, kemudian baru bagi yang berprestasi dan ikut orang tua.” kata Aprinedi singkat kepada mediakepri.co.id, Selasa, 9 Juli 2019 di ruang kerjanya.

Aprinedi juga mengatakan dari 216 orang peserta didik yang sudah dinyatakan lulus nanti, kita akan membagi menjadi 6 kelas, yang nanti nya akan berjumlah 36 orang dalam satu kelas .

“Untuk setingakat SMA ini jumlah peserta didik maksimal nya 25 sampai 36 orang dalam satu kelas.” kata Aprinedi

Untuk peserta didik yang tamat di SMANI Kuantan Mudik pada tahun 2019 ini berjumlah 179 orang. Dan selama ia mejadi kepala sekolah, katanya, ada beberapa prestasi yang pernah dicapai, seperti pada tahun 2018 lalu.

“Kita mendapat peringkat sepuluh besar kategori sekolah beprestasi dan sekolah sehat, dan pernah juga mendapat juara 3 tingkat propinsi dibidang kesenian Tari tradisional,” katanya.

Dan dalam waktu dekat ini, katanya lebih jauh, akan menjadi tuan rumah untuk olimpide Fisika untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai tangkat Sekolah Menenga Atas (SMA) yang diselenggarakan oleh para mahasiswa se-Riau. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Taluk Kuantan – Persiapan mengikuti even pacu jalur yang dimulai dari tingkat Rayon sampai tingkat nasional, Forum Kepala Desa Kecamatan Hulu Kuantan mengadakan latihan pacu jalur bersama, Digelanggang tepian Gudang Pulau Gobah Sungai Pinang.

Program latihan bersama ini dimulai pada sabtu 06 juli sampai Ahad 7 juli 2019 sore, di ikuti 11 jalur yang ada di Kecamatan Hulu Kuantan.

Camat Hulu Kuantan, Ajisman berharap dengan latihan bersama ini bisa meningkatkan sportivitas sesama anak pacu dan dapat mengukir prestasi untuk jalur – jalur yang ada di Hulu Kuantan ini,

Ajisman menambahkan ajang latihan bersama ini merupakan program rutin yang di adakan oleh forum kades bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berada di Kecamatan Hulu Kuantan. Dengan pelatihan bersama ini diharapkan bisa mengukir prestasi pada ajang tangkat kecamatan atau rayon bahkan diajang even nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus di tepian Narosa Taluk Kuantan nantiknya. 

“Siapapun yang juara jangan bangga dulu, kita  harus semangat karena kita baru ajang latiahan untuk menghadapi rayon dan even Nasional nantik,” singkat Ajisman.

Dari 11 jalur yang ada, untuk juara pertama di raih oleh jalur Palimo Olang Putie dari Desa Sungai Ala dan di susul oleh Singa Kuantan dari Desa Sungai Pinang dan Pendekar Hulu Bukik Tabandang dari Desa Lubuk Ambacang. 

Tahun 2018 lalu, ajang latihan bersama ini di Rajai oleh Bintang Emas Cahaya Intan dari desa Tanjung. Namun pada tahun 2019 Bintang Emas Cahaya Intan menduduki peringkat empat.

Disisi lain Kepala Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kusroyo mengatakan, tahun ini kita siapkan piala bergilir di ajang latihan bersama ini, agar menambah semangat bagi para atlit pacu jalur se kecamatan Hulu Kuantan.

“Untuk tahun ini selain mendapatkan uang pembinaan, kita juga menambahkan tropi penghargaan berupa piala bergilir untuk jalur yang meraih peringkat pertama.” singkat Kosroyo. (depriandi)

KUANSING

Selasa | 09 Juli 2019 | 1:04

Semenisasi di Teberau Panjang Akhir Tahun Ini Selesai

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Penjabat Sementara (PJS) Kepala Desa (Kades) Teberau Panjang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Asmadi yakin pembangunan jalan lingkungan permungkiman (semenisasi) di dusun I dan dusun II selesai akhir tahun ini.

Asmadi mengatakan pembangunan ini merupakan hasil dari Mesyawarah Desa ( Musdes). Dalam pertemuan ini dihadiri seluruh perangkat di desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), ninik mamak dan seluruh masyarakat. Dan pembiayaan untuk pembangunan ini menggunakan dana desa.

Adapun hasil musdes tersebut disetujui yaitu pembangunan jalan lingkungan permungkiman di dusun I dan dusun II dengan panjang 760 meter, lebar 4 meter, dan tebal 0.18 meter. Adapun pagu anggaran sebesar Rp 797.716.000.

Untuk tahap pertama kami sudah mengerjakan sepanjang 150 meter dengan dana sebesar Rp 165.000.000. Dan akan dilanjutkan pengerjaannya setelah pencairan tahap kedua.

Menurut Asmadi setelah dana desa tahap kedua keluar, segera melanjutkan pembangunan jalan semenisasi sepanjang 610 meter lagi dengan sisa dana sebesar Rp 632.716.000. Masalah material jenis batu koral akan segara sediakan yang cuma ada di desa tetangga.

“Mudah mudahan dalam minggu ini dana desa tahap kedua cair, kami bisa melengkapi bahan bahan yang dibutuhkan dan bisa segera dilanjutkan pembangunan nya” singkat Asmadi

Selain pembangunan dibidang infrastruktur , Asmadi juga mengunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan membatik, yang beranggotakan sebanyak 7 orang,

“Mudah mudahan dengan pelatihan membatik bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat, dan mengurangi angka pengangguran.” tutup Asmadi. (depriandi)

KUANSING

Senin | 08 Juli 2019 | 20:34

Desa Sukaraja Bangun Infrastruktur Gunakan Dana Desa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Teluk Kuantan, – Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Logas Tanah Darat ( LTD), Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jajang fokus mengatakan pembangunan Infrastruktur untuk menjadikan desa berkembang.

Pembangunan infrastruktur ini menggunakan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) agar dapat menjadikan desa berkembang.

Jajang mengatakan menjadikan desa berkembang ini harus dimulai dari kelengkapan infrastruktur dalam desa, pelaksanaan pembanguna ini berdasarkan hasil musyawarah dengan Badan permusyawaratan Desa (BPD), Toko Masyarakat, Ninik mamak, dan serluruh masyarakat.

Pembangunan infrastruktur untuk mejadikan desa berkembang ini menggunakan anggaran desa dan alokasi dana desa ini merupakan kesepakatan dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Adapun pembangunan dibidang infrastruktur yakni pembukaan badan jalan sepanjang 2250 meter dengan lebar 8 meter , dan pembangunan pendopo sebanyak 3 unit ditempat umum, yang pertama di Tempat pemakamam Umum (TPU), kedua di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), ketiga diembung.

Lebih lanjut Jajang menuturkan, pembukaan badan jalan dan pendopo salah satu bentuk keseriusan kami dalam menjadikan desa berkembang.

“Dengan Dibangunkan jalan, maka masyarakat jadi lebih mudah dalam membawa hasil panennya. Kalau transportasi lancar pasti masyarakat sangat senang,” katanya kepada di Kantor Desa Sukaraja, Jumat, 05 juli 2019.

Jajang menjelaskan, pemilihan lokasi sasaran pembangunan jalan ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat untuk membawa hasil panen, dan begitu juga dengan pembangunan pendopo ditiga titik tersebut, yang bertujuan untuk tempat masyarakat beristirahat dan penyimpanan barang barang yang ada ditempat tersebut.

“Dengan adanya dana desa, alhamdulillah pembangunan infrastruktur desa ini bisa kami lakukan . Dan saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan ke desa kami,” pungkas Jajang. (depriandi)

HEADLINE

Sabtu | 06 Juli 2019 | 0:06

Program CERIA, Camat: Datang ke Desa Banjar Padang

MEDIAKEPRI.CO.ID. Taluk Kuantan – Dalam rangka untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Camat Kuantan Mudik Sadarisna membuat sebuah program Camat bERkantor dI desA (CERIA) di Desa Banjar Padang, Kamis 4 Juli 2019.

Program yang diusung camat ini akan dilaksanakan dalam dua tahapan. Untuk tahap pertama ada 10 desa yang akan didatangi, dan tahap kedua ada 13 desa yang akan dikunjungi.

“Untuk tahap pertama, kita sudah mendatangi 9 desa dengan desa yang sekarang ini sudah kita datangi. Berarti tinggal satu desa lagi yang belum kita datangi untuk tahap satu,” ujar camat.

Camat menjelaskan program CERIA ini merupakan sebuah terobosan untuk medekatkan pelayan terhadap masyarakat dan meningkatkan sumber daya potersial. Diantarnya, pembinaan kepada aparatur desa, dengan pemberian materi yang disampaikan oleh, pihak kecamatan, Kapolsek, Danramil,dan OPD terkait.

Camat Kuatan Mudik, Sadarisnah beserta Kadis Perpustakaan dan para kepala desa di Kantor Desa Banjar Padang

Kemudian Asistensi di bidang Administrasi, yang materinya disampaikan oleh dinas BPKAD kepada bendahara desa, dalam pengunaan dana desa.

Yang berikutnya merupakan pelayanan publikasi terhadap masyarakat, seperti perekam KTP elektronik dari Dinas Dukcapil, perpustakaan keliling dari Dinas Perpurtakaan dan Arsip Negara dan perpanjangan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari pihak kepolisian.

“Semuanya ini kita lakukan di kantor desa,” katanya.

Disisi lain, Ketua Forum Kepala Desa se Kecamatan Kuantan Mudik, Heri mengatakan, mengaprisiasi sekali program CERIA ini. Karena, katanya, sangat banyak nilai positifnya terhadap masyarakat, seperti perekaman KTP elektronik,

Dengan adanya program ini, katanya, tidak perlu lagi datang ke Dinas Dukcapil di kabupaten. Lalu, perpanjangan SKCK dan kegiatan lainya. Biasanya cuma ada di kabupaten. Sekarang ini malah datang sendiri ke desa desa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Camat Kuantan Mudik yang telah membuat program CERIA ini,” katanya mengakhiri. (depriandi)

KUANSING

Jumat | 05 Juli 2019 | 0:55

Bupati Kuansing Buka Tradisi Tahunan, Pacu Jalur

MEDIAKEPRI.CO.ID. Taluk Kuantan – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Mursini didampingi Kepala dinas (Kadis) Pariwisata Indra Suandy membuka secara resmi tradisi pacu jalur di rayon I, Kamis, 4 Juli 2019.

Acara dibuka ditepian Lubuk Sobea Baserah, Kecamaptan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuansing dengan ditandai pemukulan Gong (Oguang).

Dalam acara ini turut dihadiri Camat Kuantan Hilir Seberang, Akhyan Armofis, Kapolsek Kuantan Hilir, Danramil Kuantan Hilir, ketua panitia dan ninik mamak.

Bupati Mursini menyampaikan apresiasinya kepada panitia Pacu Jalur Rayon I yang telah menyiapkan acara sejak dari awal, sehingga membuat Tepian Lubuk Sobea, Kuantan Hilir Seberang ini dipenuhi penonton.

Bupati mengatakan, pacu jalur di Kuansing tidak saja mengandung unsur olahraga semata, tetapi merupakan produk budaya dan karya seni masyarakat yang memiliki dan mengandung makna tersendiri, yang meliputi aspek seni ukir, seni tari dan artistik lainnya.

Selain dari itu, katanya lebih jauh, pacu jalur juga mengandung makna  filosofi gotong royong, musyawarah dan mufakat, serta rasa persatuan dan kesatuan yang telah diimplementasikan dalam langkah perbuatan, sifat dan sikap setiap insan di negeri ini.

“Pacu jalur ini merupakan kebanggaan kita bersama, saya mengajak masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dan dapat memanfaatkan ini sebaiknya untuk peningkatan perekonomian masyarakat selama berlangsung pacu jalur,” ujar Bupati.

Bupati meminta masyarakat ikut membantu panitia dan petugas untuk menjaga keamanan selama acara pacu jalur berlansung.

“Saya berpesan kepada masyarakat atau penonton pacu jalur ini agar tidak membuang sampah di Sungai Kuantan, agar sungai tidak tercemar dengan kantong-kantong plastik,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Kuantan Hilir Seberang, mengatakan ajang Pacu Jalur Rayon I ini juga merupakan ajang silahturahmi antarmasyarakat Kabupaten Kuansing. 

“Kuantan Hilir Seberang baru menyelenggarakan pacu rayon baru dua kali, jadi kalau ada kekurangan saya panitia dan masyarakat Kuantan Hilir Seberang mengucapkan mohon maaf,”singkat camat. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Kepala Desa Seberang Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Hardimansyah fokus dengan program meningkatan perekonomian masyarakat, baik di bidang Infrastruktur, maupun dibidang pemberdayaan melaui Dana Desa (DD).

Untuk di bidang pemberdayaan, Kades yang biasa dipanggil Ustad ini membuat program, seperti pelatihan menjahit, penggemukan sapi, kerambah apung, alat transportasi umum penyeberangan Sungai Kuantan (kompang penyeberangan), perkebunan masyarakat.

Di bidang pembangunan infrastruktur antara lain seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan Gedung Paud dan Tanan Kanak Kanak (TK).

Hardimansyah mengatakan, beberapa program yang dibuat adalah peternakan sapi secara bergulir sebanyak 16 ekor induk sapi dan penyedian saran transfortasi air (kompang penyeberangan).

“Awal 2015 silam, kami menyerahkan 16 ekor induk sapi pada masyarakat. Setalah beranak, induknya dikembalikan ke pemerintahan desa, dan diserahkan lagi kapada masyarakat berikutnya,” singkat kades ketika diwawancarai wartawan di ruang kerjanya di kantor desa, Selasa, 2 Juli 2019 siang

Dikatakannya, pada tahun 2018 ada beberapa program yang dibuat, dibidang pemberdayaan seperti pengembang biakan sapi sebanyak 13 ekor dan pembuatan kerambah apung di Sungai Kuantan. Untuk di bidang infrastruktur, tambahnya, pembangunan jalan semenisasi usaha tani sepanjang 284 meter.

Kemudian, katanya lebih jauh, di tahun 2019 ini juga ada beberapa program di bidang pemberdayaan seperti pembuatan kebun sayur masyarakat, ternak ikan dan pelatihan menjahit, di bidang infrastruktur pembangunan Gedung pendidikan Anak Usia Dini (Paud).

Dari sekian banyak progam yang dibuat ini, semuanya bernaung dalam Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Basamo. Desa Seberang Gunung.

“Semua program ini merupakan bukti nyata keseriusan kami selaku pemerimtahan desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutup kades. (depriandi)

KUANSING

Selasa | 02 Juli 2019 | 23:02

Kuansing Berduka, Kadis PTSP Naker Meninggal Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi kembali berduka, pasalnya salah satu putra daerah terbaiknya berpulang menghadap sang pencipta.

Adalah Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PTSP Naker) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Drs. Linskar.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit yang berada di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Minggu, 30 juni 2019. Zenazah disemayamkan dirumah duka, Desa Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin, 1 juli 2019.

Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini M.Si, bersama Wakil Bupati Kuansing, H. Halim dan Sekretaris Daerah (Sekda), Dianto Mampanini, melepas jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Kami atas nama pemerintah sangat kehilangan. Almarhum merupakan sosok pegawai yang baik dan bertanggung jawab dalam melaksanakan segala tugas yang diberikan. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT,” ucapnya.

Dikatakannya, sejak beberapa bulan terakhir ini kondisi mantan Kepala Kesbangpol ini memang semakin menurun. Bahkan saat pihaknya menjenguk almarhum beberapa minggu yang lalu, beliau hanya tergolek lemas tak berdaya dirumahnya.

“Almarhum diketahui menderita penyakit diabetes yang sudah komplikasi. Dan terakhir ia dikabarkan juga mengalami strok,” imbuhnya.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang penuh humoris. Mudah bergaul dan selalu menyenangkan saat diajak bicara.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), almarhum telah menempati beragam jabatan diantaranya, Kadis Pendidikan, Kepala Kesbang Pol dan terakhir menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kuansing. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuansing melakasanakan Launching atau peresmian program Konsultasi dan Pendampingan Bendahara (KoPi BEN) di Ruangan rapat BPKAD Kuansing, Senin 1 Juli 2019.

Acara ini dibuka Bupati Kuansing, Mursini didampingi Kepala BPKAD Hendra dan Sekretaris Mulyadi.

Dalam acara ini dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkap Kuansing.

Mursini menyampaikan tujuan dari KoPi BEN untuk memberikan pemdampingan kepada Bendahara di setiap OPD-OPD di Pemkab Kuansing.

Ketika diwawancarai awak, Mursini mengatakan, dengan launchingnya program KoPi BEN ini otomatis akan lebih memperlancar pelayanan di masing-masing OPD. Dan melalui program ini, katanya, untuk mempercepat kemungkinan yang perlu diperbaiki

“Ini program yang bagus untuk memberikan pemdampingan kepada Bendahara di setiap OPD-OPD di Pemkab Kuansing. Maka saya mendukung program ini,” ujar Bupati

Lebih lanjut Mursini menjelaskan, program KoPi BEN ini, tidak hanya memberikan konsultasi dan bimbingan terhadap pelayanan bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja, tetapi juga sampai ke bendahara desa.

Untuk bqendahara pemerintah desa, BPKAD akan road show ke desa guna memberikan sosialisasi dan pendampingan untuk meningkatkan SDM bendahara desa.

“Yang jelas dengan adanya Launcing Program KoPi BEN akan lebih mempermudah bendahara untuk berkosultasi dan memantapkan Sember Daya Manusia (SDM) Bendahara,” pungkas bupati

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Kuansing, Hendra mengatakan, tujuan program KoPi BEN ini untuk memberikan pendampingan Bendahara OPD yang kesulitan dalam menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD).  

“Yang jelas dengan adanya launching program KoPi BEN akan lebih mempermudah bendahara untuk berkonsultasi dan memantapkan sumber daya manusia (SDM) Bendahara. Kita telah menyediakan seperti Pojok KoPi BEN, Kopi BEN Raodshow, KoPi BEN WhatsApp, Kopi BEN Online, dan Pocketbook Kopi BEN,” terangnya. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Teluk Kuantan, – Kepala Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuansing, Ilyas terus bergegas untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Kegiatan pembangunan yang dicanangkannya ini menggunakan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) agar dapat memacu pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Untuk percepatan pembangunan ini dibantu perangkat Desa, Badan permusyawaratan Desa (BPD), Toko Masyarakat, Ninik mamak, dan pemuda pemudi.

Percepatan pembangunan dengan menggunakan anggaran desa dan alokasi dana desa ini merupakan kesepakatan dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Adapun pembangunan dibidang infrastruktur yakni semenisasi di Dusun l (satu) dan dusun ll (dua). Untuk Dusun l sepanjang 166 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0.15 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp. 97.898.350, dan dusun ll sepanjang 224 meter dengan lebar 2 meter dan tebal 0.15 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp. 87.787.600 .

Lebih lanjut Ilyas menuturkan, pembangunan ruas jalan berupa semenisasi ini salah satu untuk menunjang setiap aktivitas ekonomi masyarakat.

Ya” Dengan Dibangunkan jalan semenisasi ini, maka masyarakat jadi lebih mudah dalam membawa hasil panen nya, Kalau transportasi sudah lancar sudah pasti perekonomian masyarakat bisa bangkit.” paparnya.

Ilyas menjelaskan, pemilihan lokasi sasaran pembangunan jalan di dua titik berbeda ini didasarkan pada kondisi ruas jalan yang memang begitu memprihatinkan.

Selain pembangunan jalan Semenisasi, Ilyas juga mengalokasikan dana desa untuk membangun satu Unit Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) umum yang berlokasi di dusun satu dengan pagu anggaran sebesar Rp. 133.389.925

Tujuan dari pembangunan MCK umum tersebut adalah untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Menurut Ilyas, MCK tersebut merupakan sarana yang menunjang kehidupan sosial, budaya serta kesehatan.

Kemudian, Pembuatan Bahu jalan kiri dan kanan yang membentang sepanjang 1300 meter, yang berlokasi di dusun l dan dusun ll.

Untuk dibidang pemberdayaan Ilyas juga telah mengalokasikan Dana Desa untuk kursus menjahit dan membatik. Karena dengan adanya kursus menjahit dan membatik ini, masyarakat akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

“Dengan adanya pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat dari Dana desa, alhamdulillah semua bisa menikmatinya. Dan saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan ke desa kami,” pungkas Ilyas. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Masyarakat Desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengerjakan semenisasi jalan dan penasangan paving block. Pembangunan ini adalah hasil realisasi dengan mengunakan Dana Desa.

Untuk program Dana Desa tahap pertama masyarakat membangun jalan lingkungan dan pemasangan paving block di halaman Gedung MDA.

Hal ini disampaikan Pelaksana Jabatan Sementara Kepala Desa (PJS Kades) Gunung, Muhammad Gufi kepada mediakepri.co.id, Jumat, 28 Juni 2919.

Dana Desa untuk tahap pertama sudah dikerjakan, adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan, pembagunan jalan simenisasi jalan lingkar desa dan pemasangan paving Block di halaman gedung MDA Desa Gunung.

“Program Dana desa tahap pertama ada dua kegiatan yang kita buat, seperti pembangunan jalan semenisasi jalan lingkungan sepanjang 101 M, Lebar 4M dan Tebal 0.20 M dengan dana sebesar Rp 144.632.300. Kemudian pemasangan paving block di halaman Gedung MDA berukuran 4,6 M x 18 M dengan dana sebesar Rp 26.734.600,” katanya singkat.

Lebih lanjut Gufi menjelaskan, selain dua kegiatan tersebut ada lagi kegiatan untuk tahap kedua. Untuk tahan dua ini sudah dianggarkan di dana desa, yaitu pemberdayaan masyarakan dibidang perikanan, yang merupakan peternakan ikan lele.

Dari hasil musyawarah beberapa waktu lalu, kegiatan ini beranggotakan 54 orang. Dan untuk masing masing anggota mendapatkan 1500 ekor anak ikan lele.

“Setelah pengerjaan tahap pertama selesai, maka dilanjutkan dengan tahap kedua. Berdasarkan hasil musyawarah beberapa waktu lalu, masyarakat bersepakat untuk budidaya ikan lele, yang beranggotakan sebanyak 54 orang. Untuk budidaya ikan ini kita anggarkan sebasar Rp 211.575.000. Untuk masing masing anggota akan mendapat 1500 ekor anak ikan lele,” tutup Gufi. (depriandi)