pemkab lingga

LINGGA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pelaksanaan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Singkep berjalan transparan dan demokratis.

“Sangat senang Pemilu dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk,” ujar Encik Yus Rozali, tokoh masyarakat Singkep di tempat tinggalnya di Setajam Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis, 3 Mei 2019.

Selain itu, katanya lebih jauh, proses rekapitulasi suara di PPK Singkep berjalan dengan lancar, jujur adil (jurdil) dan transparan serta demokratis.

Dan tidak lupa, katanya, proses yang berjalan dengan baik ini merupakan peran serta bagi pihak keamanan.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada TNI-Polri yang telah bekerja sehingga pemilu berjalan dengan lancar,” katanya. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Lingga memberikan apresiasi kepada penyelenggaran pemilu di Kabupaten Lingga. Kinerja lembaga yang baik ini mampu menjaga susana yang sangat kondusif.

Ketua MUI Kabupaten Lingga, Badi’ ul Sani mengatakan, sangat mengapresiasi kepada pihak penyelenggara diantaranya, KPU, Bawaslu baik dari sisi pengamanan TNI/ POLRI.

“Dalam kontestasi politik tentu ada perbedaan dalam memilih pilihan,  namun yang terpenting tidak menimbulkan perpecahan, ” ujarnya, Kamis 3 April 2019.

Selain itu, Mul berharap di negri yang juluki Bunda Negeri Tanah Melayu ini dapat menjadi contoh kepada kabupaten lain yang ada di Kepri. Dimana, pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan lancar, dan tetap menjaga ketertiban.

Selain itu, katanya, masyarakat harus mempercayai kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. Menurutnya, KPU merupakan suatu fasilitas yang tepercaya untuk menyelenggarakan pemilu, semua ada aturan dan yang paling penting. Kalaupun tidak jujur dan amanah, tambahnya, terpulang kepada individunya masing.

Diketahui saat ini, masih berlangsung rekapitulasi pleno di tingkat kabupaten. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kontestasi Politik di pemilu 2019 memberikan angin segar bagi Aziz Martindaz. Pejuang yang memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini satu diantara 20 nama yang duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Lingga periode 2019-2024.

Lewat kendaraan politik partai Golkar, Aziz membuktikan kerja keras dan niat tulus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak sia-sia. Aroma niat baik yang muncul dari sanubarinya ini mendapatkan simpati rakyat, khususnya daerah pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Selayar.

Semangat politikus yang sebelumnya melanglang buana di dunia gerakan, baik sosial maupun politik ini patut diacungkan jempol. Aktivis senior ini sebelumnya beberapa kali belum beruntung. Setidaknya, empat kali mengikuti pertarungan di kontestasi pesta demokrasi, ia selalu mengalami kegagalan.

Mencuatnya nama Aziz Martindaz pada Pemilu 2019 ini tentu bukan datang dan hadir begitu saja. Meskipun sudah berkali-kali mengalami kegagalan untuk menjadi wakil rakyat, ia tidak pernah kenal lelah dan kata menyerah untuk terus menyuarakan kepentingan aspirasi rakyat. Satu diantaranya menyuarakan penyelesaian program pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) yang sempat mandek pada tahun 2016 yang lalu.

Dengan amanah yang diembannya ini, sudah barang tentu banyak harapan dan keinginan masyarakat Lingga yang diletakkan di ‘pundak’. Bahkan, kepercayaan masyarakat sudah disematkan kepada pria yang memiliki segudang pengalaman di bidang organisasi dan memiliki integritas tinggi ini.

Dengan amanah yang diembannya dan diberikan kepadanya ini, Aziz Martindaz mengucapkan terima kasih dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dan semoga, katanya, ia mampu menjadi wakil rakyat yang bisa mengemban kepercayaan di DPRD Lingga untuk lima tahun mendatang.

” Amanah ini menjadi tanggung jawab besar yang harus dijaga, ” ucapannya kepada mediakepri.co.id, Senin, 22 April 2019.

Lebih jauh katanya, sangat terharu kepada pemilih, karena sudah memilih dirinya tanpa ada ’embel-embel’ apapun. Sebagai putra daerah, tambahnya, tidak ingin mengotori demokrasi. Dan ia mengajarkan kepada masyarakat pemilih untuk tidak melakukan politik uang. Karena menurutnya, itu merupakan suatu pembodohan, hilangnya harkat dan martabat harga diri seseorang demi meraih suara.

Aziz berjanji akan menjalani tugas dan fungsi sesuai dengan amanah UUD untuk menjalankan roda pemerintahan. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sistem pembuangan air yang tidak sempurna disinyalir jadi penyebab kejadian yang tidak lazin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encek Mariyam, Daik, Lingga. Air hujan yang menggenangi rumah sakit di Kabupaten Lingga itu diketahui hanya memiliki beberapa buah pipa untuk pembuangan air.

Dimana hujan yang turun dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat lantai lantai atas rumah sakit tidak mampu melakukan pembuangan air. Sehingga, rembesan air turun bagaikan ‘air terjun’.

BERITA TERKAIT

Lingga Hujan, Ada ‘Air Terjun’ di Rumah Sakit Encik Mariam

Direktur RSUD Encek Mariyam dr. Atan melalui Kepala Tata Usaha RSUD Encek Mariyam, Budi kepada mediakepri.co.id, Kamis, 11 April 2019 mengatakan, sebelumnya, bangunan ini sejak awal tahun 2019 belum pernah digunakan.

Dijelaskannya air semula masuk karena genangan volume air di atas dak banyak dan ketika dilihat pipa pembuangan hanya dua saja sehingga air masuk lewat pintu dari atas tangga meluncur ke bawah.

” Melihat itu kondisi itu kami pihak rumah sakit ambil tindakan membatasi dengan menutup arah pintu masuknya air, ” ucapnya.

Dia menjelaskan secara administrasi, pihak rumah sakit belum menerima serah terima secara resmi. Dan pengoperasionalan bangunan ini, katanya, hanya dilakukan secara lisan. Dimana, atas pertimbangan pelayanan untuk masyarakat, bangunan ini untuk dioperasionalkan.

Lebih jauh katanya, untuk serah terima bangunan dari pihak ketiga tentu melalui Dinas kesehatan. RSUD dalam hal ini, tambahnya, hanya menggunakan saja. Ketika PPTK mengatakan boleh, maka ditempati.

Dikatakan Budi, hal yang menjadi pertimbangan adalah bulan Juni akan ada verifikasi akreditasi untuk RSUD Encik Mariyam, Ketika tidak diaktifkan, tambahnya, untuk mendapatkan akreditasi, maka pasien BPJS tidak bisa dilayani.

“Kami pihak rumah sakit RSUD saat ini masih berbenah demi mengejar target beberapa bulan kedepan akan dilakukan verifikasi untuk akreditasi. Lebih kurang satu minggu bangunan ini baru digunakan pihak rumah sakit,” terangnya.

Menanggapi hal ini tokoh pemuda Aziz Martindaz mengatakan, sangat menyayangkan, kejadian yang dialami pihak RSUD Encek Mariyam.

” Kalau perlu kepada aparat penegak hukum agar segera memanggil baik dari konsultan perencanaan, maupun pihak pemenang yang mengerjakan proyek RSUD agar diperiksa, ” Ujarnya.

Menurut Aziz, objek vital seharusnya tidak serampangan bekerja, apalagi rumah sakit, segala sesuatu harus melalui konsep planning yang matang. Kalau tidak ya begini jadinya, satu diantaranya, drainase yang tidak optimal anak tangga tidak dilengkapi

” Kasihan masyarakat harus menggunakan fasilitas dengan kondisi bangunan memprihatinkan , berharap dengan revitalisasi menjadi lebih baik ini semakin buruk,” ujarnya.

Selain itu, Aziz menyampaikan kepada pemerintah Lingga, khususnya Dinkes mohon hal ini jadi perhatian, karena ini merupakan suatu permasalahan yang serius. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Suatu penampakan yang tak biasa terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Mariam, Daik Lingga, saat hujan mengguyur, Rabu, 10 April 2019 siang.

Air hujan yang jatuh dari tangga atas, melimpah bak air terjun yang menggenangi sejumlah ruangan.

Bangunan yang bisa dikatakan baru seumuran jagung diselesaikan Pemerintah Daerah melalui pihak ketiga, untuk menunjang fasilitas pelayanan yang baik terhadap orang sakit sangat memprihatikan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya kepada mediakepri.co.id, kondisi ruangan begitu mengecewakan, diperparah lagi dengan keretakan di sejumlah bangunan.

Kondisi yang mengkhawatirkan diketahui bangunan baru sebelumnya adalah ruangan songket anak ibu melahirkan. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Lingga melalui bidang pemuda dan olahraga menggelar turnamen sepak bola U-15.

Pertandingan perdana antara Pelajar Kecamatan Singkep dan Kecamatan Lingga di lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah III, Daik Lingga, Rabu 3 April 2019.

Laga perdana ini dipersiapkan agar Kabupaten Lingga bisa tampil maksimal. Laga yang dilakoni juga, meningkatkan sarana mental tanding para atlet pelajar. Kegiatan bergengsi sepak bola usia muda ini juga akan dilaksanakan di Kabupaten Lingga.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Rustam mengatakan pertandingan perdana ini dipersiapkan dulu matang-matang agar hasilnya tidak mengecewakan. Sejalan dengan misi tersebut, pihaknya juga akan turun ke pulau-pulau untuk menyeleksi atlet-atlet berpotensi guna memperkuat tim u-15 Kabupaten Lingga.

Setelah mendapat skuad terdiri dari 20 pemain, para atlet akan menjalani pemusatan latihan.

“Sekarang uji coba. Nanti seleksinya, baru kita adakan pembinaan lebih intensif lagi.

Selain itu, seleksi juga dilakukan secara transparan memilih bibit berkualitas. Sebagaimana sebelumnya, pada piala gubernur tahun 2018 lalu, yang mana hasil tim u-15 Lingga tahun 2018 berada di posisi runner up. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemerintah Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lingga.

Bentuk sikap optimis itu sendiri ditunjukkannya dengan melakukan penandatanganan surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Dengan begitu, untuk efesiensi waktu, para pengajar bisa langsung bertugas.

BACA JUGA

18 Prajurit Yonkomposit 1/Gardapati Naik Pangkat

Gapai Cita-cita yang Sudah Ditekadkan

Sebanyak 150 SK CPNS kepada tenaga pengajar melalui seleksi CPNS Kabupaten Lingga menerima SPMT yang diserahkan di Daik Lingga Komplek Reflika Istana Damnah, Selasa 2 April 2019.

“SPMT yang diberikan ini agar para pengajar dapat langsung bertugas demi efesiensi waktu tanpa harus ke kantor dinas lagi,” kata Adjam.

Dikatakan Junaidi Daerah yang di tempatkan guru-guru CPNS ini memang Daerah yang minim guru. Lebih jauh katanya, harapan Pemerintah Daerah terutama Dinas Pendidikan, ratusan guru baru ini dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Sekolah menanti kedatangan mereka, jaga disiplin dan siap berkomunikasi dengan masyarakat, itu yang penting ,” ujarnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ribuan peserta STQ dan pasukan penggembira dari 13 Kecamatan se Kabupaten Lingga meriahkan pawai ta’aruf Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Lingga, Minggu, 17 Maret 2019.

Iringan musik drumband pasukan penggembira serta atribut yang ditampilkan para kafilah disetiap Kecamatan sembari menghangatkan suasana pawai yang berlangsung. Satu diantaranya, Kecamatan Senayang menampilkan atribut alat peraga tangkap tradisional seperti miniatur kelong ikan teri yang memiliki filosofis sebagai mata pencaharian di Kecamatan Senayang.

Peserta yang memulai perjalanan di halaman Kantor Bupati Lingga dan berakhir di depan Masjid Sawah Indah. Masing-masing peserta pawai menampilkan berbagai macam kreasi baik yang dibawa berjalanan kaki, maupun dibawa menggunakan kendaraan. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB berakhir hingga pukul 10.00 WIB.

Bupati Lingga Alias Wello melalui Wakil Bupati Lingga M Nizar menyampaikan Pawai Taaruf juga adalah merupakan syiar agama. Keberagaman, kata dia tidak menjadi masalah di Kabupaten Lingga. Selain syiar, pawai itu juga nantinya akan dinilai.

“Insyaallah kegiatan yang kita lakukan ini akan mendapat penilaian. Nanti ada juara dan ada team yang akan menilai itu,” kata Nizar kepada seluruh kafilah.

Pawai yang berlangsung, lanjut Nizar, diharapkan tetap berjalan sesuai dengan harapan dan tetap mampu menjaga keamanan. (bran)

MEDIAKEPRI.CI.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga Gelar Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Lingga di Replika Istana Damnah. Kamis, 14 Maret 2019.

Musrenbang RKPD dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lingga tahun 2020 ini mengusung tema “Percepatan Dan Pemerataan Pembangunan Yang Menyeluruh Untuk Tercapainya Pembangunan Berkelanjutan Dan Peningkatan Daya Saing Daerah”.

Pada kesempatan tersebut Kepela Dinas Bappelitbang melalui sekretarisnya Said Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang adalah forum formal sebagai ajang mencari aspirasi masyarakat.

“Musrenbang ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan mengklasifikasikan apa yang telah disampaikan pada saat penyampaian Musrenbang tingkat kecamatan yang telah kita laksanakan beberapa waktu lalu” sebutnya.

Sementara itu ditempat yang sama Edy Rifanu selaku ketua pelaksana mengungkapkan segala macam rencana pembangunan untuk kedepan harus menggunakan data akurat agar tercapai sesuai keinginan dan atau aspirasi masyarakat.

Selain itu, Ketua DPRD Lingga Riono, juga menyampaikan pokok pikiran DPRD Lingga terkait Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Lingga ini.

“DPRD Lingga menyambut baik atas terselenggaranya Musrenbang ini, dan diharapkan dapat menjalin komunikasi dalam membahas rencana pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Lingga” tuturnya.

Dia juga menambahkan, guna mengurangi pengangguran maka kedepannya Pemerintah harus berusaha dengan memfasilitasi lapangan pekerjaan demi meningkatkan daya saing dengan daerah luar.

Bupati Lingga yang membuka resmi kegiatan Musrenbang RKPD tersebut juga berharap agar semua bersinergi dan bekerjasama serta peran Kepala Desa dan BPD hingga dapat membangun dan mendorong pergerakan masyarakat.

“Dengan integrasi yang selama ini, semoga dapat memacu demi meningkatkan pembangunan di Kabupaten Lingga” harapnya.

Dia menambahkan, seiring waktu berjalan Lingga akan tetap memiliki fokus pembangunan pada program 4 sektor unggulan yakni pada sektor Peternakan, Pertanian, Perikanan serta Pariwisata.

“Salah satunya, dengan usaha dan kerjasama kita semua yang cukup baik, maka Lingga telah ditetapkan Menteri Pertanian sebagai lumbung pertanian untuk wilayah perbatasan” paparnya.

Dia kembali berharap, semoga segala permasalah yang ada di Lingga harus diselesaikan tuntas dengan usaha-usaha dan kerjasama.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Lingga beserta Ibu, Sekda Lingga, Ketua DPRD Kabupaten Lingga beserta anggota, Anggota DPRD provinsi kepulauan Riau (Tawarech, Hanafi Ekra, Saptono Mustakim), Sekretaris Bappelitbang Lingga, Kadis Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepri, Kadis Pertanian Prov.Kepri, Camat, Lurah, Kades serta BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh Pemuda, serta pimpinan-pimpinan OPD dalam ruang lingkup Kabupaten Lingga.

Sumber : (MC)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Lebih kurang satu bulan dilanda panas. Adapun debit air di bak resover terus mengalami pengurangan. Kondisi ini akan menjadi keprihatinan di Daik Lingga,

Berkurangnya debit air ini menjadi keprihatinan warga, khususnya berada di kota Daik Lingga. Dimana negeri yang dijuluki bunda tanah Melayu memiliki sejumlah wisata yang menarik, keindahan alam masih asri, sangat mustahil ketika Daik Lingga di landa Kekeringan.

Dibuktikan Lingga memiliki lebih kurang 7 sumber mata air terjun, satu diantaranya air terjun tande yang menjadi suplai masyarakat Daik Lingga.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria mengatakan pemerintah Daerah harus duduk bersama dengan DPRD, untuk memberikan solusi. Melalui pertemuan tersebut agar permasalahan air bersih tidak berlarut-larut dari tahun ke tahun di Bumi Bunda Tanah Melayu.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria

Menurut Zakaria, sebagai putra daerah, sebenarnya permasalahan ini menjadi hal yang tidak begitu luar biasa. Pasalnya, untuk skala perusahaan daerah air minum (PDAM). yang mengakomodir penyuplai air di kabupaten tidak dapat memberikan pelayanan terbaiknya untuk wilayah Kelurahan Daik.

” Aneh kelangkaan ini terjadi di wilayah Kelurahan Daik saja dari tahun ke tahun. Sementara di kecamatan lain, kekeringan dan kelangkaan bisa teratasi,” ujarnya kepada mediakepri.co.id, Kamis, 14 Maret 2018.

Lebih jauh katanya, yang terpenting itu eksekusi dulu, duduk bersama mencarikan suatu solusi terbaik, jangan memandang masalah ini menjadi hal yang sepele. Dikala hujan, katanya, kita tidak menghiraukan, dan dikala musim panas, menjadi masalah yang serius.

Selain itu katanya, kasihan masyarakat, harus menunggu sampai tengah malam untuk menampung air di rumah. Malam harusnya waktu istirahat, tambahnya, akan tetapi saat ini harus diganti dengan rutinitas yang lain.

“Kami dari pemuda merasa malu. Apalagi informasi sudah menyebar luas di media massa. Lingga akan atasi kekeringan air di Kota Batam. Sementara pusat pemerintahan Kota Lingga sendiri dilanda kekeringan,” ucapnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Menggema lantunan ayat suci Al-Qur’an dipenjuru Kecamatan yang berada di Kabupaten Lingga akhir akhir ini. Dalam rangka Seleksi Tilawatil Qur’an ( STQ), tidak luput serangkaian acara mengisi indahnya syi’ar islam tepatnya di Desa Kerandin Kecamatan Lingga Timur.

Kemeriahan semakin dirasakan para peserta yang hadir, saat orang nomor satu di KEPRI Nurdin Basirun, menutupi Tilawatil Qur’an ( TQ) secara resmi pada Sabtu 2 Maret 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur KEPRI Nurdin Basirun mengatakan, terus berlatih kepada para juara, jangan pernah merasa puas apa yang didapat sekarang, karna setelah tingkat kecamatan, akan diteruskan ke tingkat Kabupaten dan setelah itu, kalau menang kita akan bertemu di Tingkat Provinsi.

“Tahun ini akan ada penambahan cabang satu diantaranya, perlombaan Hadis,” ucapnya.

Wakil Bupati Lingga M Nizar saat memberikan sambutan STQ di Kecamatan Lingga Timur.

Ditempat yang sama Wakil Bupati M.Nizar yang juga sebagai ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten menyapaikan kepada LPTQ Kecamatan dan Desa, agar terus melakukan pembinaan kepada masyarakat dan adik adik generasi penerus agar meningkatkan ketakwaan dan menerapkan nilai keagamaan dalam kehidupan.

Sementara itu Camat Lingga Timur M Arif mengatakan, jadikan momentum yang baik ini, sebagai wujud penanaman nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat STQ saja.

Ketua LPTQ Sekcam Lingga Timur Said Hendri mengatakan, katagori juara yang dilombakan diantaranya, juara umum I cabang tilawah Desa Sungai Pinang Juara umum II Desa Pekaka. Juara Umum III Desa Bukit Langkap.

Untuk katagori cabang Rebana Juara Umum satu jatuh kepada kelompok Al- Huda Dusun 2 Kerandin.Juara umum II kelompok La- Tansa Dusun I Kerandin. Juara umum III kelompok Qosidatul Rodho Desa Bukit Langg.

Katagori pawai Ta’ ruf juara I Desa Sungai Pinang. Juara II Desa Kudung. Juara III Desa Bukit Langkap.

Lebih jauh kata Said Hendri, Lingga Timur juga melombakan Stan Bazar diantaranya juara I Desa Bukit Langkap. Juara II Desa Kerandin. Juara III Desa Keton.

“Terimakash kepada panitia dan seluruh masyarakat Lingga Timur yang sudah bersusah payah demi mensukseskan acara STQ, kedapan akan terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” harapnya ( bran )

MEDIAKEPR.CO.ID, Lingga – Kobaran sijago merah melahap halaman depan perkantoran kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Lingga (BKPP), Selasa, 5 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WIB

Informasi yang didapat mediakepri.co.id dari salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya mengatakan diduga kejadian berawal dari adanya seseorang yang membakar sampah.

Pembakaran sampah untuk kebersihan ini, katanya, sangat dipengaruhi oleh suhu udara. Karna musim panas, tambahnya, dengan kondisi angin cukup kencang, sehingga api menjadi mudah untuk merebak.

Kejadian kebakaran ini sempat menghebohkan seluruh staf yang berada didalam kantor BKPP. Dimana banyak staf berhamburan keluar. Mereka tegang bercampur khawatir melihat kebakaran api yang melahap pepohonan yang berada di depan komplek halaman kantor.

Susana semakin menghebohkan saat mobil pemadam masuk di area perkantoran Bupati Lingga. Tak lama berselang, api dapat dijinakkan Petugas kebakaran. (bran)

LINGGA

Minggu | 24 Februari 2019 | 13:00

Siswa MA Suskes Jalankan Program Syi’ar Islam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kecerdasan emosional dan spiritual siswa Madrasah Aliyah Yayasan Pendidikan Kemajuan Lingga ( YPKL) tentu tidak diragukan lagi melakukan syiar Islam.

Hal ini dibuktikan dengan program syafari dakwah sejak tahun ajaran 2018 hingga 2019. Program secara kontinyu memberikan dampak yang sangat positif di kalangan masyarakat Lingga.

Kepala Sekolah MA, Mulastri.Spd melalui Wakil Bidang Kesiswaan, Al Amin SHI mengatakan, syafari dakwah merupakan satu diantaranya program unggulan di MA YPKL, siswa dituntut harus bisa berdakwah. Mental harus ditempa sejak dini. Kalau sudah lulus sekolah tentu untuk berdakwah tidak merasa canggung lagi ditengah masyarakat.

” Kali ini dipilih Masjid Al Hidayah di Desa Nerekeh, Kecamatan Lingga pada Jumat malam. Program syafari dilakukan dua kali dalam sebulan,” ujar Amin, kepada mediakepri.co.id melalui pesawat seluler, Sabtu, 23 Februari 2019.

Dikatakan Amin, sebelum berdakwah, siswa membaca lantunan suci Al-qur’an. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah. Dua orang siswa secara bergiliran diwajibkan untuk mengisi tausiyah ketika sudah dijadwalkan.

Selain berdakwah, siswa juga memberikan sedikit santunan sembako, walau dengan seadaanya. Lebih jauh katanya, ini semua untuk mengurangi beban saudara yang membutuhkan.

Sebagai sekolah yang mengedepankan ilmu agama, katanya, kami guru berharap kepada siswa, ilmu yang diperoleh agar dapat diterapkan di masyarakat. Mudah mudahan dengan kegiatan syafari dakwah, tambahnya, memberikan motivasi kepada generasi milinial lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta ALLAH SWT.

“Mengetuk pintu hati orang tua yang ingin anaknya mendalami ilmu agama bisa belajar di Sekolah MA YPKL Daik Lingga,” harapnya. (bran)

LINGGA

Jumat | 22 Februari 2019 | 13:19

Awe Lantik Pejabat ASN di Tanjung Napau

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ratusan Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pemkab Lingga dilantik di Tanjung Napau Kecamatan Singkep Selatan Desa Resang.

Agenda pelantikan tersebut dilakukan dalam prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan kepada ratusan orang oleh Bupati Lingga Alias Welo tanggal 21 Februari 2019.

Bupati Lingga Alias Welo dalam sambutannya mengatakan, Tanjung Napau ini memang belum pernah terdengar banyak dikalangan masyarakat luas, namun kondisi alam yang sangat indah inilah, serta kehidupan masyarakat yang ramah membuat dirinya memilih untuk melakukan pelantikan para ASN di Tanjung Napau.

Lebih jauh kata Awe, tepat di depan para ASN yang dilantik terlihat sebuah pulau cukup dikenal dan sempat menuai polemik berkepanjangan baru dapat diselesaikan melalui keputusan mahkamah konstitusi, sehingga pulau tersebut resmi dinyatakan milik Kabupaten Lingga Provinsi KEPRI yakni Pulau Berhala.

Bupati Lingga saat melakukan pelantikan ASN di Tanjung Napau Desa Resang

Selain itu Awe berpesan kepada ASN yang dilantik ini merupakan bagian dari penyegaran serta meminta kepada ASN yang dilantik agar cepat bekerja sehingga dalam 100 hari kedepan seperti lazimnya mutasi mutasi kita lakasanakan dapat diwujudkan dan terlihat ditengah masyarakat.

” Hari ini 21 Februari 2019 saya sudah melakukan hitungan sampai dengan awal Juni nanti terhitung dari seratus hari kerja semua dari jabatan yang diemban. Kami akan melakukan evaluasi dan penempatan kembali
bagi ASn yang nyatanya tidak melaksanakan target yang direncanakan,” ucapnya

Dikatakan Awe tiga tahun diusia pemerintahan yang dikomandoi Awe Nizar kita akan menyempurnakan pekerjaan yang belum terselesaikan, satu diantaranya pekerjaan yang masih berproses.serta pekerjaan yang diharapkan dengan hasil yang optimal.

Awe berpesan kepada ASN prestasi yang telah didapati agar dapat dipertahankan, diantaranya, Piala Adi Pura dan serta pengelola keuangan Daerah.menurutnya, selama 15 tahun Kabupaten Lingga terbentuk dalam sistem pengelolaan keuangan Daerah, alhamdulillah sudah mendapatkan prestasi puncak menempatkan lingga predikat WTP. Wajar tanpa pencualian, itu yang harus di pertahankan.( bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sejak 50 tahun lebih lalu, panglong dapur arang merupakan bagian urat nadi perekonomian masyarakat pesisir yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan.

Tanaman mangrove yang lebih dikenal dengan sebutan bakau, telah mampu memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat , khususnya daerah pesisir Pulau Lingga.

Selain tanaman yang memiliki nilai estetika, mangrove digunakan sejak turun temurun sebagai bahan baku pembuatan arang.

Ditengah kesulitan ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan, dapur arang merupakan suatu solusi masyarakat agar dapat bertahan hidup demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ribuan masyarakat yang tersebar di Pulau Lingga menggantungkan harapan bersama dapur arang, diantaranya Kecamatan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Lingga Utara, Senayang, dan Singkep.

Samsiah, satu diantara pekerja yang menggantungkan hidupnya di dapur arang mengatakan sudah puluhan tahun bekerja di tempat tersebut. Selain dapat untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, katanya, di dapur arang tempat untuk bersosialisasi dengan pekerja lainnya.

disini pak, walau dibawah debu dan kepulan asap arang, lelah itu terbayarkan, kami dapat saling bercerita dan berbagi bersama dengan rekan , karna menurutnya, pekerjaan menjadi tukang packing arang sangat membantu mengurangi beban keluarga, satu diataranya biaya anak sekolah dan biaya kebutuhan sehari-hari.

” Untung Dapur arang ini buka, Karna dapat membantu masyarakat kecil bekerja, Kami perkerja dibayar sesuai dengan borongan,kalau ambil borongnya banyak, dapat hasilnya banyak, kalau capek berhenti dulu,” ucap Samsiah, wanita paruh baya ini kepada mediakepri.co.id Selasa 19 Februari 2019.

Dapur Arang

Sementara itu menyambangi pengurus kepercayaan usaha dapur arang di Desa Sungai Pinang Kecamatan Lingga Timur, Encik Adnan menyampaikan, perlu proses panjang dalam pembuatan arang. Mulai dari menebang, memotong, dan dibakar kan selama 40 hari didalam dapur kurang lebih memakan waktu empat bulan.

” Tidak lah pekerjaan ini secara instan. Melainkan proses dan ketekunan baru didapati hasil kualitas arang yang maksimal,” Ujarnya.

Dikatakan Encik Adnan Semua para pekerja di dahulukan masyarakat tempatan, tak luput dari sisi aturan.Selain memanfaatkan hutan mangrove, para pengusaha maupun pekerja tetap menjaga ekosistem, tidak meninggalkan perannya, untuk menjaga lingkungan, dengan melakukan penanaman kembali, alias riboisasi.

Diketahui tahun 2018 Panglong Arang yang dikelola encik Adnan melakukan penanaman sebanyak 40.000 batang tanaman mangrove.dibawah naungan koperasi manggrove lestari. (bran)

masyarakat

LINGGA

Minggu | 17 Februari 2019 | 10:20

Hadiah Dipajang, Kupon Belum Terbagi, Masyarakat Kecewa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Masyarakat tumpah ruah ikuti senam sehat bersempena refleksi tiga tahun kepemimpinan Awe Nizar di halaman Kantor Bupati. jalan Istana Robat Daik Lingga, Minggu 17 Februari 2019.

Senam yang dilakukan sejak pagi sekira pukul 06.30 WIB pagi menimbulkan tanda tanya kepada seluruh peserta dan masyarakat secara umum. Pasal, pembagian kupon door prize yang ditunggu tunggu tak kunjung dibagikan.

Adi, warga yang mengikuti kegiatan kepada mediakepri.co.id mengatakan, sejak pagi sampai saat ini masih menunggu kupon yang belum dibagikan.

“Sepertinya tidak ada kesiapan dari panitia senam. Kasihan warga yang bersemangat datang dari jauh, merasa kecewa,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Daik Lingga, Aryanto ketika ditanyakan mengenai pendistribusian kupon mengaku tidak mengetahuinya. Soalnya, kegiatan senam dengan menyiapkan hadiah yang menggiurkan.

Untuk diketahui, kegiatan senam ini menyiapkan Door prize dengan hadiah utama empat unit sepada motor. Dan hadiah yang akan dibagikan kepada masyarakat sudah terpajang diatas panggung.(bran)

LINGGA

Sabtu | 16 Februari 2019 | 15:45

Poey Sting Hadir Kembali, Hibur Masyarakat Lingga

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Artis lengandaris Negeri Jiran Malaysia Poey Sting akan tiba di Daik lingga Sabtu 16 Februari 2019 sore. Kedatanganya ini untuk mengisi serangkaian acara ekspose tiga tahun Awe Nizar.

Sebelumnya, kedatangan Artis Poey Sting di Daik setahun lalu sangat menyita perhatian Masyarakat Lingga, masih kuat ingatan masyarakat menyanyikan tembang lawas yang berjudul “Dalam diam kumencintaimu”.

Lurah Daik, Aryanto

Lurah Daik Aryanto sebagai koordinator acara, kepada mediakepri.co.id mengatakan, Poey akan mengisi acara pada Minggu pagi, dalam acara senam sehat di lapangan kantor Bupati Istana Robat.

Dikatakan Aryanto selain senam sehat, juga akan dibagikan door prize dengan hadiah utama 4 unit sepeda motor yang sudah disiapkan, doorprize akan diberikan pada dua sesi kegiatan yakni pagi dan malam hari.
2 unit sepeda motor akan diundi pagi dan 2 unit akan diundi di malam hari.

Lebih jauh kata Aryanto, Poey Sting bercerita, dirinya sangat takjub melihat alam yang masih asri selain indah, kehidupan penduduk masyarakat begitu ramah. Direncanakan Poey Sting akan mengunjungi objek wisata Air terjun resun. (bran)