LINGGA

LINGGA

Kamis | 13 September 2018 | 14:25

Pulau Penyengat Jadi Kunjungan Anggota Paskibra Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan memberikan tiket liburan ke Pulau Penyengat, untuk anggota Paskibra, pelatih dan pembina sebanyak 50 orang pada awal Oktober mendatang.

” Ini hanya sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Daerah kepada mereka anggota Paskibra, pelatih dan pembina sudah mawensukseskan pengibaran bendera dihari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus yang lalu. Tiket itu akan diberikan selama tiga hari ” Ujar Pendi seksi sarana prasarana Pora, kepada mediakepri.co.id Kamis 13 September 2018.

Pendi Kasi Sara prasarana DISPORA Lingga

Lebih jauh katanya, dipilih awal Oktober itu karna di APBD murni belum dianggarkan. Selain mendapatkan tiket liburan,mereka anggota Paskibra akan mendapatkan sagu hati dari Pemkab Lingga.

” Dipilih Kota Tanjung Pinang, karna rentang kendali tidak cukup jauh. mereka anggota paskibra ini kan pelajar, jadi tidak bisa berlama – lama.apalagi tidak dalam suasana libur sekolah, ” Ucapnya.

Selain itu, Pulau Penyengat banyak memiliki hubungan sejarah dengan Lingga satu diantaranya, masjid Raya Sultan yang sudah menjadi icon pulau tersebut. Itu bisa kita lihat dari mimbarnya, ” kemiripan dengan masjid Sultan Lingga, ” Tambahnya.

Diketahui pulau penyengat yang berada di Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang banyak memiliki peninggalan bangunan tua bersejarah dan makam pahlawan Raja Ali Fisabilillah dengan karya yang terkenal yakni gurindam dua belas. ( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Selain membuka Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelapa ke-2, awal Oktober 2018 mendatang, kehadiran Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten Lingga juga dijadwalkan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Timah di kompleks Eks perkantoran PT Timah (Implasemen) Dabo Singkep.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga, Said Nursyahdu, Senin, 11 September 2018.

” Saat ini DPUPR Lingga sedang melakukan pembongkaran bangunan di implasemen. Rencananya dilokasi ini nantinya akan dibangun Museum Timah yang peletakan batu pertamanya dijadwalkan dilakukan Presiden RI, sempena kunjungan kerja meresmikan KTT Kelapa,” kata Said Nursyahdu.

Dikatakan, selain museum, dilokasi yang sama juga dibangun tugu timah. Pembangunan museum dan tugu ditimah ini nantinya sejalan dengan rencana Pemkab Lingga menjadikan kawasan implasemen sebagai Kawasan Singkep Bisnis Centre (SBC).

” Untuk pembangunan museum ini akan dibiayai oleh PT. Timah Tbk. Sedangkan tugu timah menggunakan dana APBD Lingga tahun 2019,” terang pria yang akrab disapa Jon ini.

Dia menuturkan, Pemkab Lingga awalnya merencanakan pembangunan SBC dikawasan impalasemen. SBC ini dilengkapi dengan taman dan berbagi fasilitas umum lainnya. Seiring dalam perjalananannya diusulkan untuk dibangun Museum Timah, dengan tugu sebagai lambang kejayaan masa pertambangan timah di Pulau Singkep.

” Pembangunan dimulai dengan pembangunan jalan lingkar di kawasan ini. Jalan dibangun dengan dua ruas. Seiring kedagangan presiden dan rencana pembangunan museum pekerjaan pembongkatan gedung lama sebagi lokasi museum kami gesa. Saat ini telah 80 persen bangunan dibongkar,” terangnya.

Ada 10 bangunan bekas kantor PT Timah saat beraktivitas di Singkep. Lokasi ini telah menjadi aset Pemkab Lingga sejak dihibahkan PT Timah karena tidak lagi beraktivitas.

” Kawasan ini nantinya menjadi kawasan terpadu, pasar modern, kantor, taman bermain dengan berbagai fasilitas umum yang disiapkan,” imbuhnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga- Ikatan mahasiswa Kabupaten Lingga,( IMKL) Tanjung Pinang desak proses pembebasan lahan asrama agar segera direlisasikan mengingat Anggaran pembelian lahan asrama sudah dianggarkan.

Ketua Ikatan Mahasiswa Lingga Norbaryansyah kepada mediakepri.co.id Jum’at 7 September 2018 mengatakan, informasi ini kami Mahasiswa ketahui dari Pak Bupati langsung Ketika silahturhami kemarin.

” Terkhusus Organisasi perangkat daerah (OPD) Bagian Tapem untuk Segera Melaksanakan Koordinasi dengan Pihak pihak terkait, agar Pembebasan Lahan Asrama Permanen Mahasiswa Lingga dapat segera dilaksanakan, ” ujarnya.

Dikatakan riyan, tentu koordinasi itu harus dilakukan pihak tapem bersama Kejaksaan, BPN, KJPP agar tidak meninggalkan proses regulasi yang diamanahkan UU.

Untuk diketahui anggaran pembelian lahan Asrama permanen Mahasiswa Lingga Kota Tanjung Pinang sudah masuk dalam pembahasan Apbd p 2018 beberapa waktu lalu.( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam rangka pencegahan bahaya erosi, Pemerintah Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur mengagendakan penanaman pohon Kaliandra bersama mahasiswa kukerta STISIP Bunda Tanah Melayu Jum’at 7 September 2018 sekira pukul 07.00 WIB.

Kepala Desa Keton M Rais kepada mediakepri.co.id mengatakan, penanaman akan dilakukan di sejumlah titik lokasi, diantaranya sepanjang pinggiran aliran sungai Keton dan Dam Air bersih.

“Demi menjaga kenyamanan lingkungan, kegiatan ini bertujuan terwujudnya kerjasama
antara warga, para Mahasiswa kukerta STISIP
dan Aparatur Desa Keton,” kata dia ketika dihubungi, Kamis 6 September 2018.

Lanjut Rais, kedatangan mahasiswa kukerta menjadi nilai positif, khususnya untuk masyarakat setempat.

“Para Mahasiswa akan melihat banyak sekali potensi yang berada di desa. Ada tanaman sagu, akses jalan Desa menuju laut yang dikelilingi hutan mangrove, bila dikembangkan untuk budidaya tambak udang dan kepiting memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk perekonomian,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya penanaman kaliandara saja, pada kesempatan tersebut juga ada beberapa agenda yang sudah dijadwalkan satu diantaranya, gerak jalan santai yang akan dilakukan pada Sabtu pagi.

“Tujuannya agar para mahasiswa lebih mengenal potensi alam desa dan karakter masyarakat desa,” katanya.

Diketahui, gerak jalan santai lebih kurang dua kilometer (km) dikuti seluruh Masyarakat, jajaran Pemerintah Desa serta Mahasiswa yang dimulai dari pelabuhan Keton Kampung Lama dan berakhir di Kuala Sungai Keton.( bran)

LINGGA

Kamis | 06 September 2018 | 12:21

Amankan 10 Emas di Hari Pertama Kejurda Atletik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tim atletik Kabupaten Lingga mampu berbicara lebih diajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kepri 2018. Dihari pertama, atlet Kabupaten Lingga berhasil mengamankan 10 medali emas beberapa nomor perlombaan, Kamis 05 September 2018

Pertandingan tadi dimulai sejak pagi hingga sore. Beberapa nomor telah usai dipertandingkan dari 26 nomor yang dilombakan di cabang olahraga atletik.

Kejurda Atletik, tahun ini hanyalah dihadiri 4 Kabupaten/Kota yakni Kota Batam, Kabupaten Lingga, Karimun dan Bintan. Sementara Kota Tanjungpinang mengabsen diri.

“Alhamdulillah, hingga sore ini kita mendapat 10 emas dan beberapa medali lain,” ucap Rustam, pelatih sekaligus Kasi Pemuda dan Olahraga Disparpora Lingga.

Ada beberapa nomor pertandingan yang mengalami penurunan, tetapi ada yang meningkat. Dengan 10 emas ini, Kabupaten Lingga memecahkan rekor emas Kejurda tahun lalu yang hanya finis di 9 Emas.

Namun atlet-atlet Lingga harus mampu berjuang keras untuk bisa memecahkan capaian 15 emas pada POPDA VII Kepri lalu, di sisa-sisa nomor perlombaan, besok.

“Insyaallah ! Mudah-mudahan dapat. Tapi kita sudah juara umum. Kita tidak bisa memaksa stamina daripada atlet,” papar dia.

Kabupaten Lingga saat ini telah membuka diri menjadi juara umum pada Kejurda Atletik tahun ini.

Sementara Ketua Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Asmin Patros kejurda ini sebagai agenda tetap tahunan, sebagai ajang mengasah minat dan bakat, dan sebagai ajang uji coba serta sebagai ajang penyeleksian bibit atletik yang kelak akan dibina untuk membela daerah.

Dia juga mengapresiasi kesiapan Kabupaten Lingga dalam pembinaan atlet. Terlebih saat mengikuti kejurda tahun ini.

“Kabupaten Lingga bergerak sangat cepat. Dari Kejurda tahun lalu, Lingga memastikan menjadi juara umum pada POPDA lalu. Dan memang disini sedikit merosot. Tapi kita apresiasi kesiapan ini,” ucap dia menyampaikan sambutannya pembukay Kejurda.

Untuk itu, harapannya kedepannya pembinaan atlet terus ditingkatkan. Jadikan semangat Energi of Asia itu ada di Kepri, melalui atlet-atlet kabupaten yanh berpotensi.

Adapun 10 emas yang diraih atlet Lingga yakni dinomor lempar lembing putra, lari 800 putra dan putri, lompat jauh putri, lempar cakram putri, 4 x 100 putra, lari 1500 meter putra dan putri, serta lomoay tinggi putra dan putri .rilis

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Meski detik-detik peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018 sudah sepuluh hari berlalu, namun hal itu, tidak sedikitpun mengurangi antusiasme Warga Masyarakat Desa Tanjung Lipat Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga untuk merayakannya.

Antusias warga ditunjukkan dengan, berbondong-bondong saat menyaksikan pelaksanaan lomba sampan layar yang diselenggarakan sebagai serangkaian kegiatan mempringati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73.

Zainal, warga Desa mengatakan, Sebagai daerah nelayan, memang sejak dari dahulu ketika memperingati HUT RI, lomba sampan layar ini tidak pernah ditinggalkan warga.

” Sebelumnya, warga sudah melewati beberapa serangkaian lomba permainan, satu diantaranya pertandingan bola volley, ” ujarnya kepada mediakepri.co.id senin 27 Agustus 2018 melalui via seluler.

Dikatakan Zainal, ada 15 sampan yang disertakan dalam satu kali lomba, kekompakan team sangat dibutuhkan untuk menang, karena satu sampan ada dua orang saja. ( Bran)

LINGGA

Senin | 27 Agustus 2018 | 12:07

Paripurna APBD – P Lingga akan Digelar Nanti Malam

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Sidang paripurna dengan agenda Persetujuan Penyampaian Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018 akan digelar nanti malam.

Sekretaris DPRD Lingga, Firdaus kepada mediakepri.co.id, mengatakan sesuai dengan kesepakatan, paripurna akan dilaksanakan sekitar pukul 20.00 WIB.

“Kalau siang ini agendanya hanya finalisasi dan harmonisasi saja,” ujarnya, Senin, 27 Agustus 2018.

Diketahui, adapun total APBD-P Lingga tahun 2018 sebesar Rp839 miliar. Mengalami penambahan sedikit dari total APBD murni yakni Rp754 milyar. Penambahan terjadi karena ada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2017 lalu dan beberapa tambahan anggaran yang telat masuk. (bran)

LINGGA

Kamis | 23 Agustus 2018 | 13:03

Pekerja Kayu Lokal di Lingga Timur Mengeluh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sejumlah pekerja Kayu di Kecamatan Lingga Timur mengeluh banyaknya tenaga pekerja yang didatangkan dari luar Daerah.

Tidak sedikit penghasilan dari penjualan kayu Lingga yang di expor ke Kota Batam. Informasi yang didapat mediakepri.co id dilapangan kamis 22 Agustus lebih kurang 60 tenaga kerja luar yang berada di Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara saat ini

” bahkan ada berkisaran 60 alat mesin pak, itu bisa dikatakan bukan untuk penebangan jual dilokal lagi. Kami dari masyrakat lokal tidak bisa bekerja ” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini.

Lebih jauh katanya, saat ini aktivitas penebangan kayu sudah mendekati aliran sumber air bersih. Kami tidak tahu apa ini legal atau ilegal, yang jelas warga Desa tidak sampai kelokasi yang dilarang seperti ini.

Kami warga selama ini bekerja hanya untuk lokal saja.Kalau sudah begini berharap kepada pemerintah Daerah maupun instansi terkait untuk menindak lanjuti permasalahan ini. ( Bran )

LINGGA

Kamis | 23 Agustus 2018 | 11:00

Sagu Tetap Jadi Penopang Bagian Hidup Warga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ditengah geliat pertanian padi yang digalakkan pemerintahan Alias Welo. Namun tanaman Sagu tetap menjadi kecintaan sebagian masyarakat Desa Keton dan Lingga.

Tanaman yang dikenal sejak jaman kesultanan lingga ini memilki sejuta manfaat. Mulai dari batang, kulit, daun serta pelapahnya.

Amran, kepada mediakepri.co.id Selasa 21 Agustus 2018 mengatakan, sejak dari remaja sudah bekerja dan makan dari hasil sagu, jadi tidak bisa meninggalkan begitu saja.

” Tanaman ini sudah menjadi penopang hidup ditengah kesulitan lapangan pekerjaan saat ini ” ujarnya.

Diakuinya, secara peribadi sangat menikmati pekerjaan ini. Dari mulai proses penebangan mulai dari mengolek sampai pemarutan batang hingga menjadi sagu.

Selain itu kata Amran, bukan tidak mau beralih ke profesi yang lain diantaranya, nelayan tapi itu hanya musiman.

Lebih jauh katanya, Desa Keton ini juga terkenal dengan pencari barang antik, tidak sedikit juga warga Desa yang memilih sebagai pemburu antik, menurutnya, pekerjaan itu memang bergantung kepada nasib. tidak selalu dapat mencari antik didalam tanah yang dikenal dengan mengecam itu.

” Memang kalau dapat menemukan barang antik hasilnya sangat pantastis. bisa sampai membeli sepeda motor.tapi itu tidak selalu, ” terang nya.

Sementara itu.Dirinya, berharap kepada pemerintah. Tolong perhatikan kepada kami petani sagu. Agar harga tidak terlalu anjlok.walaupun saat ini pemerintah fokus kepada hasil pertanian padi.

Diketahui pabrik pengolahan sagu di Lingga hampir setiap tahun semakin menurun untuk penyerapan tenaga kerja. ( Bran )

LINGGA

Minggu | 19 Agustus 2018 | 10:58

Antusias Warga Daik Hadir Saksikan Pengukuhan PKDL

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Antusias masyarakat ibu kota Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga padati taman tanjung Buton. Saksikan pengukuhan persatuan kuliner Daik lingga ( PKDL) Sabtu malam 18 Agustus 2018.

Serangkaian acara yang disajikan oleh pengurus PKDL yang mencuri perhatian pengunjung satu diantaranya tarian joget dangkong dari sanggar langgam selatan.

Penampilan sanggar langgam selatan Dabo Singkep saat pengukuhan PKDL. (Istimewa)

” Ini pertunjukan yang sangat luar biasa. Jarang sekali dapat menikmati kesinian tradisional lokal seperti ini, karena ini benar-benar musical budaya Melayu tradisional, ujar Ika warga Daik kepada mediakepri.co.id

Lebih jauh katanya, selain ini malam libur. Kita memang sering menghabiskan waktu bersama keluarga disini.banyak kuliner khas Melayu yang bisa dijumpai.diantaranya ada gubal, lakse, lempeng sagu yang siap menggoyangkan lidah.

Sementara itu Hermadi ketua pengurus PKDL mengatakan, PKDL ini kurang lebih sudah satu tahun yang lalu terbentuk. Ini berkat kerja sama dengan Dinas pariwisata Lingga.

” Kedepan PKDL akan lebih memprioritaskan makan kuliner berbahan sagu dan tampilannya, yang memang sudah menjadi ciri khas lingga.

Diketahui saat ini anggota yang terhimpun dalam PKDL berjumlah 40 orang.

Pantauan di lapangan tumpah ruah masyarakat memadati taman tanjung Buton yang menjadi icon warga Daik Lingga. Turut hadir wakil bupati lingga M.Nizar yang memimpin dalam pengukuhan PKDL.( bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Beragam kegiatan dilakukan untuk menyambut datangnya HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Menghormati jasa Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riayat Syah, warga Lingga menggelar doa bersama, Kamis, 16 Agustus 2018 malam.

Doa untuk pahlawan ini digagas Pemkab Lingga, Kemenag Lingga dan MUI Lingga, di Masjid Sultan Lingga.

“Sultan Mahmud Riayat Syah sudah mendapat gelar kehormatan Pahlawan Nasional dari Presiden RI. Kebetulan tempat pemakamannya di komplek Masjid Sultan Lingga. Rasanya patut bagi kita semua berdoa untuk mengenang jasa-jasanya,” Kepala Kantor Kemenag Lingga, Edi Batara.

Wabup Lingga, M. Nizar yang turut hadir pada doa bersama di Masjid Sultan mengatakan bahwa prosesi rangkaian kegiatan HUT RI tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. “Di sini hanya berdoa biasa.

Renungan sucinya tetap di Taman Makam Pahlawan,” ungkap M Nizar.(***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kabupaten yang dikenal dengan julukan bunda tanah melayu. Sudah seharusnya memberikan karakteristik Melayu disetiap sisi pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan akan melakukan koordinasi bersama kepada badan perencanaaan penelitian dan pembangunan (Bapelitbang) dalam waktu dekat agar tahun depan konsep pembangunan dengan nilai Melayu tercapai.

Kepala Dinas Kebudayaan M.Ishak mengatakan, Membangun bangunan fisik di Daerah hendaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan. Agar bangunan mendapatkan nuansa Melayu, apa lagi Lingga sudah dikenal sebagai julukan Bunda tanah Melayu.Tentu disetiap bangunan harus identik dengan nilai Melayu

Satu diantara yang bercirikan khas itu kata Ishak, tunjuk langit dan lebah begantung.

Selain itu katanya, tidak dari segi bangunan saja melainkan dari sisi pakaian .apa lagi hari hari besar Islam.harus menggunakan pakaian Melayu lengkap dengan kain songket.

” Jangan ada lagi yang mengunakan baju Koko” ujarnya kepada media Kepri.co.id saat dijumpai Kamis 16 Agustus 2018.

Selain Dinas Kebudayaan, LAM Lingga siap berdiskusi bersama Pemerintah Daerah untuk memberikan masukan maupun tunjuk ajar yang berkenaan dengan khas Melayu.

Untuk diketahui Provinsi Kepri saat ini sudah mengambil contoh. Gedung Lembaga adat Melayu (LAM) kabupaten Lingga sebagai contoh bangunan Melayu.(bran)

LINGGA

Minggu | 12 Agustus 2018 | 15:11

64 Tim Sepak Bola Rebut Piala Penuba Cup I Tahun 2018

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Meski diguyur hujan dan lapangan berlumpur pembukaan Turnamen Sepak Bola Penuba Cup I Tahun 2018 di Desa Penuba Kecamatan Selayar berlangsung meriah.

Turnamen ini dibuka langsung oleh Sekretaris Disparpora Kabupaten Lingga Abang Syafril di lapangan Sepak Bola Muhamad Noum Desa Penuba, pKecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Sekretaris Disparpora dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan pemuda khususnya Karang Taruna Desa Penuba atas terselenggaranya turnamen sepak bola Penuba Cup I 2018. Dirinya berharap melalui even tersebut bisa membangun komunikasi pemuda melalui olahraga Sepak Bola tingkat Desa ini.

“Turnamen sepak bola Penuba Cup 2018 ini semoga dapat menjadi sarana pembinaan dan pengembangan pemain muda lokal,” ujar Sekretaris Disparpora.

Lahirnya pemain bertalenta lanjut Sekretaris Disparpora, tidak akan datang secara tiba-tiba, namun dibutuhkan perencanaan yang sistematis, terarah dan berkelanjutan salah satunya melaui even seperti digagas oleh masyarakat Desa Penuba hari ini.

”Kompetisi seperti ini mestinya menjadi solusi membuka peta jalan prestasi atlet sepakbola”, pungkasnya.

Sementara Kades Penuba, Safri mengatakan turnamen Penuba Cup I tahun 2018 digelar dalam Peringatan Hari Besar Nasional akan berlangsung dari tanggal 11 Agustus hingga 22 September 2018 mendatang dengan diikuti sebanyak 64 klub sepak bola se Kabupaten Lingga.

“Saya berharap selama turnamen berlangsung semua team dapat menjaga kondusifitas dan keamanan bersama dengan menjunjung tinggi sportifitas dan fairplay”kata Safri. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam amanahnya saat menjadi pembina apel di SMAN 1 Daik di Jl. Istana Robat nomor 40, Kabupaten Lingga, Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto mingingatkan agar para pelajar di Kabupaten Lingga khususnya dan di Kepri secara umum untuk selalu menegakkan disiplin dalam belajar serta tidak terlibat dalam mengkonsumsi narkoba.

Bahkan tidak hanya narkoba, karena tidak sedikit juga pelajar yang meminum minuman keras dan menghisap lem. Dan hal ini berdampak tidak baik bagi pelajar dan ditakutkan akan mempengaruhi pelajar lainnya.

Pelajar yang mengkonsumsi narkoba dan sejenisnya agar segera ditindak oleh majlis gurunya. Sebelum yang bersangkutan mempengaruhi teman-teman lainnya.

Saya dengar dari teman-teman di LAM ternyata ada disini,” kata Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Selasa, 7 Agustus 2018 dihadapan para siswa SMA, SMK dan MAN.

Menurut Isdianto, para pelajar senantiasa perlu mendapatkan motivasi dari orang-orang tertentu. Baik dari orang tua, guru dan termasuk dari para pejabat. Dan pada kesempatan ini Iadianto mengingatkan para pelajar agar lebih rajin belajar dan disiplin dalam segala hal.

Tidak hanya itu para pelajar juga agar selalu menghormati para guru. Karena tanpa guru para pelajar tidak akan bisa mendapatkan apa-apa disekolah. Guru adalah satu hal yang luar biasa pengabdian terhadap negara.

“Tanpa guru saya juga tidak berdiri disini sebagai wakil gubernur hari ini”

Ada gurulah maka sistem pendidikan bisa berjalan. Tanpa pendidikan kita tidak jadi apa-apa dan tidak menjadi siapa-siapa. Pesan bapak, belajarlah bersungguh-sungguh dan benar dan jadilah generasi yang berhasil nantinya,” kata Isdianto.

Untuk masalah narkoba, sebagai generasi yang cerdas, tegas Isdianto, dia sangat yakin jika para pelajar di Lingga sudah terbebas dari narkoba.

“Anak-anak semua adalah para pengganti kami-kami nantinya. Maka bersiaplah dari sekarang. Karena saya yakin anak-anak semua pintar-pintar,” ujarnya.

Diakhir sambutannya Isdianto juga meminta pelajar di Lingga agar ikut mensukseskan program Pemerintah yakni menggalakkan pariwisata. Salah satunya menjaga laut Lingga agar tetap bersih dengan tidak membuang sampah ke laut.

Selain itu para pelajar juga agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban, serta ramah terhadap setiap turis yang datang. Karena itu bagian dari wisata minded yang harus dibangun.

“Berikan para turis senyuman dan disapa dengan ramah. Itulah yang mereka inginkan dan akan selalu tertarik terhadap daerah kita,” tutup Isdianto. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto sangat yakin beberapa tahun mendatang sektor pertanian di Kabupaten Lingga yang saat ini sedang dirintis akan membuahkan hasil.

Bahkan tidak hanya di sektor pertanian saja, melainkan juga sektor pariwisata dan perikanan.

“Saya melihat Lingga memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, pariwisata dan perikanan. Mari bahu-membahu menggali potensi itu agar bisa dijadikan sumber PAD yang baru,” kata Isdianto saat memimpin rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Lingga M. Nizar, Sekda Lingga Juramadi Esram, jajaran OPD Lingga dan para pengurus LAM Lingga di Gedung Daerah Kabupaten Lingga, Senin, 6 Agustus 2018.

Potensi di bidang pariwisata, pertanian dan perikanan, menurut Isdianto adalah sektor yang tidak pernah habis bahan bakunya. Tidak seperti bidang pertambangan yang suatu saat bahan bakunya akan berkurang dan musnah.

“Alhamdulillah Kepri punya semua potensi unggulan. Daerah lain belum tentu punya seperti ini. Sekarang di Lingga sedang gencar mengolah pertanian, dan tentu kalau dinilai sekarang memang belum ada hasilnya. Karena pertanian adalah investasi jangka panjang. Dan suatu saat, apapun yang sudah ditanam akan dituai oleh masyarakat Lingga. Tentu sekarang harus bersabar,” kata Isdianto.

Jika Pemerintah Daerah tidak mampu menggali potenai PAD-nya sendiri, lanjut Isdianto, maka tunggulah masa kehancurannya. Selain itu, Isdianto juga mengajak Pemerintah Daerah rajin menjolok dana dari pusat.

“Sekarang ini Indonesia sedang defisit, termasuk Kepri mengalaminya. Makanya ayo kita jolok dan kejar dana pusat. Jangan ditunggu, tapi di kejar. Karena dikejar aja belum tentu dapat, apalagi cuma ditunggu,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lingga M. Nizar menyampaikan sambutan selamat datang dengan menjelaskan gambaran umum Kabupaten Lingga.

Lingga memiliki 604 pulau dalam posisi air surut. Namun jika pasang tinggal 531 pulau yang nampak. Memiliki warga 102 ribu jiwa yang tersebar di 10 kecamatan, 75 desa dan 7 kelurahan.

“Seperti yang Bapak Wakil Gubernur katakan. Kami sedang galak-galaknya menggenjot sektor pertanian. Dan ini proses jangka panjang. Sektor pertanian, perikanan dan peternakan adalah memang sudah jadi kerja masyarakat disini hari-hari. Jadi ini wajib kita jaga,” ujar Nizar. (*)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Persiapan menjelang Hut RI ke 73 pemerintah Kabupaten Lingga telah menyiapkan 32 calon anggota paskibraka untuk mengikuti pusdiklat capaska di hotel lingga pesona, Kamis, 2 Agustus 2018.

” Berdasarkan hasil seleksi kemarin sebanyak 60 Siswa yg mengikuti seleksi capaska kita mendapat 38 yg terbaik dan 30 telah orang telah dinyatakan ditingkat kabupaten sementara yg 8 lagi dikirim ke provinsi kepri untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional ” ujar Suhardi ketua PPI Lingga.

Menurut pantauan lapangan saat penerimaan calon anggota paskibraka yg merupakan sudah menjadi tradisi yaitu dimulai dgn upacara tatingan penerimaan calon anggota paskibraka yang dipimpin oleh M. Hasby sebagai komandan upacara dan Abang Sapril yg merupakan sekretaris dari dinas pariwisata pemuda dan olahraga sebagai Pembina Upacara.

“Pada saat penerimaan calon anggota paskibraka kita menjalani beberapa tradisi yg umum dilakukan oleh purna paskibraka indonesia seperti capaska melewati gerbang desa bahagia dan beberapa kegiatan lainnya ” tambah suhardi

Setelah melakukan upacara tatingan yg kemudian juga akan dilanjutkan acara pembukaan calon anggota paskibraka kabupaten lingga tahun 2018 yg dipimpin oleh Ade Risti sebagai pemimpin upacara.

“Melalui kekompakan kerjasama tim dari panitia,pembina, pelatih, dan PPI, kita siap memberi yg terbaik untuk menyukseskan HUT RI ke 73,” sebutnya.(kmg/ravi)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Kabupaten Lingga pastikan target 4400 sertifikat tanah akan selesai diakhir tahun 2018.

Kasubsi Penetapan hak dan pemberdayaan tanah masyarakat, Surya Wahyu Wardhani mengatakan, saat ini lebih kurang 2000 sertifikat masyarakat yang sudah Siap dipeta bidangkan, lebih kurang 50 % lagi akan rampung diakhir tahun. Lebih jauh katanya, sertifikat yang sudah siap ini belum diserahkan kepada pemilik, penyerahaan akan dilakukan setelah sertifikat selesai semua.

“Untuk teknis penyerahan, kalau mengikuti tahun lalu, BPN akan menyerahkan secara simbolis di Kota Batam melalui menteri Agraria. Tapi untuk tahun ini ATR BPN akan menunggu Intruksi dari pusat. ” ujar Surya kepada mediakepri.co.id, senin 9 juli 2018 di ruang kerjanya.

Sementara itu dikatakan Surya, program pelayanan sertifikat secara gratis kepada masyarakat tahun ini dinamakan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).Saat ini udah selesai di Kecamatan Dabo Singkep dan Kelurahan sungai lumpur. Yang belum itu tanjung harapan.

“Kalau kouta sudah memenuhi Target 4400.insya Allah tahun Depan akan dilanjutkan kembali untuk wilayah yang belum disertifikatkan. Satu diantaranya kecamatan Senayang Desa rejai. Yang sudah masuk dalam data pengukuran ATR BPN , ” ujarnya.

Selain itu katanya, kendala dilapangan itu pasti ada. diantaranya, Patok batas masih banyak yang belum terpasang dari pemohon, Administrsi surat masih belum banyak yang lengkap.

” Berharap. Agar proses pengukurangan berjalan lancar, agar masyrakat ikut berpartisifasi dalam melengkapi segala dokumen Administrsi dan kelengkapan yang diminta ATR BPN sesuai prosedur, ” ujarnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.OD, Lingga – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) tinjau lokasi normalisasi Sungai Seranggung di Kecamatan Lingga Kelurahan Daik.

Normalisasi Sungai Seranggung yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Lingga tersebut saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

“Normalisasi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh DPUPR-PKP Lingga dalam penanggulangan banjir di Lingga,” kata Kepala DPUPR-PKP Lingga, Said Nursyahdu melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Syarifudin saat dihubungi mediakepri.co.id, Kamis 5 juli 2018.

Lebih jauh katanya, saat ini pekerjaan normalisasi sungai Seranggung dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama ini, baru dikerjakan sepanjang 1,2 km.

“Nanti akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Untuk sungai lainnya kami juga sedang mengupayakan minta bantuan untuk dilakukan normalisasi bersama Dinas PUPR Provinsi dan Satker BWSS IV,” ujarnya.

Sementara itu, pada kegiatan monitoring tersebut juga dihadiri Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Daik Lingga, Romula Hasonangan.

“Ini merupakan monitoring rutin yang kami laksanakan sebagai bagian dari program TP4D untuk mengawal dan mendukung keberhasilan jalannya pembangunan agar tidak ada terjadinya penyimpangan dan kendala di lapangan. Kami juga melakukan pendampingan serupa dengan beberapa OPD lainnya yang ada di Pemkab Lingga,” kata Romula.

Diketahui, sungai seranggung salah satu aliran sungai dari air terjun tanda hilir Daik, satu diantaranya merupakan aliran sungai yang dilewati nelayan untuk melaut. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga melakukan peninjauan fasilitas olahraga yang akan digunakan dalam ajang Popda. Dua venue yang menjadi perhatian khusus adalah kolam renang dan Lapangan Tenis di Kecaman Daik, Lingga, Senin 2 Juli 2018.

Belum sempurnanya penataan kawasan Kolam renang yang berada di Desa Resun menjadi atensi DPRD Lingga, diharapkan kedepannya kawasan ini bisa dipercantik lagi dan menjadi salah satu ikon kawasan rekreasi dan wisata di Kabupaten Lingga.

” Total anggaran yang disiapkan oleh provinsi untuk kolam renang ini semuanya Rp20 miliar, namun yang sudah di gunakan baru Rp8 miliar saja. Tahun selanjutnya, nanti kita usahakan agar penataan kawasan ini bisa lebih sempurna dengan sisa dana yang ada. Kita juga dari DPRD akan mengusahakan hal itu,” kata Norden legislator PPP ini kepada awak media usai peninjauan di lokasi kolam renang Popda.

Beberapa hal yang akan diusulkan untuk melengkapi fasilitas sarana kolam renang Popda diantaranya pembangunan tribun atau atap dilokasi itu kolam renang, ruang ganti dan ruang mandi peserta, dan juga penataan kaki lima di seputaran lokasi kolam renang yang sampai saat ini terlihat masih belum rapi.

“Ini menjadi atensi kami kedepan agar lokasi dan fasilitas kolam renang ini bisa disempurnakan lagi, hal-hal yang masih terasa kurang kita coba benahi bersama kedepannya,” kata wakil Ketua ll DPRD Lingga Muddasir Zahid kepada perwakilan Dispora, dinas PU serta awak media yang turut menyertai dalam kunjungan ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Saparuddin dilokasi menjelaskan, untuk lebih melangkapi fasilitas yang sudah ada di kawasan kolam renang Popda, dalam waktu dekat ini akan diusulkan segera pembangunan ruang ganti pakaian peserta dan ruang mandi untuk mendukung penyelenggaraan Popda.

” Ini sifatnya mendesak dan dalam waktu dekat fasilitas kamar mandi dan ruang ganti akan dibangun, sementara untuk penataan hal-hal yang lainya kita tunggu dana dari provinsi. Kita akan usahakan ini nantinya kedepan di lengkapi lagi dengan sarana dan prasara lainya. Pemkab Lingga dan desa tentunya diuntungkan dari pembangunan fasilitas ini ,” tambahnya.

Menurut Sapar, sapaan akrab Saparuddin, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti dalam pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan Popda. Dia yakin Lingga siap menyelenggaran gelaran iven akbar tingkat provinsi ini.

” Keseluruhan sarana olahraga sudah siap 90% , sisanya dalam tahapan penyempurnaan saja. Sepeti kolam renang juga sudah siap tidak ada kendala, kita hanya tunggu serah terima dari pihak provinsi,” jelasnnya.

Nampak hadir dalam kunjungan Wakil ketua II DPRD Lingga Muddasir Zahid S.ag( Demokrat) Drs Norden (PPP), Ahmad Nashiruddin( Nasdem), Salmizi ST (PKS) dari Komisi II DPRD Lingga, tiba di lokasi selepas tengah hari dengan menggunakan kendaraan operasional DPRD Lingga. Dua perwakilan dari OPD terkait yakni Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga dan Dinas Pekerjaan umum, perumahan rakyat dan penataan kawasan pemukiman nampak turut serta dalam peninjauan ini. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Air bersih menjadi hal yang sangat penting, begitu juga yang dirasakan oleh masyarakat di Pengayun, Desa Tanjung Bungsu Resun Pesirir, Dusun 3 RT 001 RW 004. Selain keterbatasaan ketersediaannya, kondisi air bersihnya juga tidak layak konsumsi.

Musa, Ketua RW mengatakan air di daerah ini sangat tidak layak untuk dibuat air minum. Soalnya, kondisi air yang ada warnanya agak kekuning-kuningan. Selain itu, tambahnya, serat daki air membuat warga merasa tidak nyaman untuk dikonsumsi.

“Cuaca yang begitu panas saja air nya seperti itu apa lagi hujan,” katanya dengan nada bertanya kepada mediakepri.co.id, Kamis, 28 Juni 2018.

Menurut Musa, dari keterbatasan ekonomi, warga Pengayun tidak bisa berbuat banyak dan melakukan perbaikan tempat penampungan air, seperti bocor. Apalagi, katanya, ada pipa yang pecah dan membangun rumah tempat penampungan air bersih.

“Untuk membangun tempat penampungan yang baru, rasanya sangat jauh untuk dilakukan karena keterbatasan tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, warga sudah lama menunggu uluran dan simpati dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, namun sampai saat ini pun belum ada kabar baiknya.

“Kami sangat mengharapkan perhatian dari Pemkab Lingga untuk daerah kami yang sangat tertinggal ini.
Kasihan para generasi penerus jikalau terus-terusan mengosumsi air yang sangat tidak layak untuk di minum ini. Ada pun satu tempat penampungan air yang kami gunakan saat ini yang dibangun PNPM pada tahun 2013,” sebutnya.

Ada pun keinginan kami untuk membangun tempat sedia air bersih, tapi tak pernah tercapai itu hanya terbangun dalam omongan saja. Belum lagi para janda yang hanya tinggal sediri,dengan lanjut usia mereka harus berjuang mengayuhkan sampan untuk mendapat kan air tersebut.

“Harapan kami semoga pemerintah bisa mengurangi beban keterbatasan kami dan bisa mewujudkan suara kecil kami,” ungkap Amri, seorang warga.

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, letak penampungan air bersih letaknya jauh dari pemukiman warga. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Siti Hatati (40) ini tidak pernah menginginkan penyakit yang dialaminya ini. Namun begitu, ibu satu anak ini tetap tabah menghadapi cobaan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Satu tahun lamanya, warga Desa Bukit Harapan, Daik Lingga ini menjalani hari dengan vonis medis mengalami tumor otak.

Sejak divonis penyakit ini, istri Lauru ini dengan tabah menjalani hidupnya. Rasa ingin sembuh untuk penyakit yang dideritanya dikalahkan oleh kondisi ekonomi keluarganya. Akhirnya, penyakit terus menjalar dan kini sudah menginjak stadium dua.

Secercah harapan untuk kesembuhan penyakitnya ini mulai muncul. Kehadiran komunitas Persaudaraan Pemuda Pemudi Perantau Pancur Lingga Utara (P5LU) menjadi cahaya penerang terhadap gelap yang menimpanya sejak setahun belakangan ini.

Amri Zubir mengatakan akan membantu Siti Hatati. Sebelum ada perhatian pemerintah untuk meringankan beban yang dialami korban, P5LU akan mendampingi pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kita memberikan bantuan, agar dapat meringankan biaya,” kata Amri Zubir

Lauru, suami Siti hatati mengaku senang atas apresiasi yang diberikan P5LU terhadap keluarganya. Dan ia berharap, ada pihak lain yang bisa membantu agar dapat meringankan beban yang dialaminya, khususnya untuk kesembuhan istri tercintanya.

Menurut Lauru, istrinya pernah dibawa berobat ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Lingga. Hanya saja, katanya, pihak rumah sakit mengaku RSUD Lingga tidak punya dokter spesialis untuk menangani penyakit tumor otak yang dialami Hatati. Hingga, tambahnya, ia terpaksa membawanya ke Tanjungpinang untuk berobat ke RSUD Kepri.

“Kami di Tanjungpinang sejak tanggal 21 juni,” kata Lauru, selasa, 26 Juni 2018.

Diakuinya, Hatati masuk anggota BPJS, namun suaminya tidak punya dana untuk biaya hidup selama menjaga dalam masa perawatan. Rencananya akan dibawa ke rumah sakit Embung Fatimah, Batuaji, Batam. Beberapa warga yang mengenal dan memahami kondisi keluarga Hatati ini mengaku merasa prihatin dan mereka ikut membantu biaya keluarga Hatati. (muslim)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga- Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Lingga kunjungi empat Desa yang berada di Kecamatan Lingga, Senin, 11 Juni 2018.

Kegiatan ini guna mempereratkan tali silaturahmi, kepada umat muslim untuk saling berbagi rezeki di bulan yang penuh berkah.

Ketua MPC Lingga, bung Said Hendri mengatakan, di bulan suci Ramadhan ini, kami dari pengurus pemuda pancasila (PP) ingin silaturahmi dan berbagi kepada warga yang kurang mampu. Kegiatan ini, tambahnya, murni dari inisiatif kawan kawan pengurus, tidak ada maksud yang lain.

Menurutnya dengan menyisihkan sedikit rezeki yang dimiliki setidaknya dapat mengurangi beban kepada saudara kita yang membutuhkan.walau tidak dapat sepenuhnya.tentu dengan harapan ini akan bermanfaat kepada penerima.

Untuk diketahui pembagian paket sembako dipilih empat Desa yang ada di Kecamatan Lingga, diantaranya Desa Kelumu, Desa Panggak Darat, Desa Musai dusun Pelanduk, Desa Merawang dusun I Budus.( wawan )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Penempatan kantor pemerintahan Kecamtan Katang Bidare di Desa Benan berpolemik.

Penunjukan desa wisata di Lingga ini melahirkan penolakan keras bagi warga Desa Mensanak. Bahkan, warga mengeluarkan ancam akan bergabung dengan Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

Sebelum merealisasikan ancaman tersebut, warga Desa Mensanak melakukan langkah demokratis dengan mengeluarkan dan memberikan pernyataan penolakan kepada DPRD Lingga.

Yusnan, tokoh berpengaruh di masyarakat Desa Mansanak mengaku kecewa dengan penempatan pusat pemerintahan Kecamatan Katang Bidare, yang merupakan kecamatan pemekaran. Soalnya, penunjukan Desa Benan ini sudah melanggar kesepakatan.

“Kami tidak setuju Kecamatan Katang Bidare, dipusatkan di Desa Benan,” lantangnya suara Yusnan kepada mediakepri.co.id via telepon selulernya, Selasa, 6 Juni 2018.

Sebelum terjadinya pemekaran, ada dua tempat yang disepakati untuk letak Kantor Kecamatan Katang Bidare, yakni di Pulau Air Sunde Desa Benan atau Desa Pulau Duyung. Namun tanpa penjelasan dan pernyataan apapun, katanya, pemerintah memutuskan Desa Benan sebagai Pusat pemerintahan. Untuk itu, tambahnya, kami menolak keputusan yang sudah lari dari kesepakatan ini.

Lebih jauh dikatakannya, Desa Mensanak merupakan pulau yang sangat luas dan mempunyai jumlah penduduk mencukupi untuk dikategorikan sebagai kecamatan.

Sampai saat ini, katanya, masyarakat Desa Mensanak sangat ingin tahu, apa dan mengapa alasannya Pemkab Lingga mengabaikan pulau mensanak untuk dijadikan pusat pemerintahan.

“Masyarakat Desa Mensanak masih menunggu jawaban dari surat pernyataan yang disepakati masyarakat Desa mensanak,” katanya.

Sementara itu, Herman, tokoh masyarakat berpengaruh lainnya menyampaikan hal yang sama.

Ia sangat berharap DPRD Lingga agar bisa dan lebih cepat memberi keputusan dan mengeluarkan rekomendasi atas surat pernyataan yang disepakati Desa Mensanak untuk pindah ke Bintan Timur.

“Biar pun kami belum mengutarkan bahasa ke bintan timur, rasanya saudara kami pasti membuka jalan perubahan untuk daerah kami. Dan kami akan berusaha semampu kami demi kesejahtraan daerah kami,” katanya lebih jauh seraya menyatakan keadilan nampaknya sangat terpojok untuk Pulau Mensanak. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga, melakukan rapat koordinasi lintas OPD terkait penyelenggaraan even Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat provinsi yang tidak lama lagi berlangsung.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, Juramadi Esram, Senin, 4 Juni 2018.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora Lingga, Safaruddin menjelaskan rapat kali ini membahas panitia lokal yang akan berperan nantinya di semua bidang olahraga.

Selain itu, rapat ini penting untuk membahas sejauh mana persiapan yang selama ini sudah dilakukan penyelenggaraan berlangsung. Agar pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kalau untuk panitia dari provinsi sudah mempunyai tugas masing-masing,” jelas Saparudin, Selasa, 5 Juni 2018l

Menurutnya Pemkab Lingga dalam hal ini sudah bekerja serius untuk menyukseskan pergelaran POPDA tahun ini.

Minggu lalu pihaknya juga sudah melakukan rapat di Tanjungpinang dengan Dispora Provinsi mendudukkan persoalan- persoalan yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

“Insyaallah kita optimis bisa berjalan dengan baik, tadi pak Sekda juga sudah menyampaikan kita akan berupaya untuk melakukan hal yang terbaik. Kelemahan-kelemahan selama ini kita coba meminimalisir,” ugkapnya.(wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kualitas signal seluler Tekomsel di Kecamatan Selayar buruk. Kondisi ini membuat sejumlah warga mengeluh. Soalnya, masyarakat sulit untuk melakukan komunikasi.

Kondisi buruknya jaringan komunikasi ini dibenarkan oleh Sekretaris Camat (sekcam) Selayar, Sabirin.

Dikatakannya kualitas jaringan saat ini sangat memprihatinkan. Apalagi, tambahnya, kondisi ini sangat berpengaruh kepada aktivitas di Kantor Camat yang baru.

“Signalnya tidak nyampai kekantor. Apalagi disini aktivitas banyak dipelayanan, tentu kendala yang sangat berarti buat kami selaku pegawai kecamatan. Leletnya signalnya membuat pengiriman data sedikit mengalami hambatan,” katanya kepada mediakepri.co.id, Senin, 4 Juni 2018.

Sabirin menyebutkan, pihak kecamatan sudah menghubungi operator telkomsel. Mereka meminta agar dapat memperbaiki kualitas signal dikecamatan selayar. Ditengah jaman teknologi, signal ini merupakan suatu kebutuhan satu diantaranya sarana informasi.

“Apalagi saat ini kita akan menyambut Idul Fitri. Tentu masyarakat memerlukan komunikasi yang nyaman untuk menelpon sanak saudaranya yang jauh di luar kota,” imbuhnya (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Siswa/Siswi Mts Aqidattun najin daik lingga membagikan sembako kepada warga yang kurang mampu di sekitaran lingga pukul 15.00 Senin 04 juni 2018. Beberapa orang siswa Mts begitu semangat menjalankan kegiatan tersebut.

Restu Ilhamda, seorang siswa yang mengikuti kegiatan ini menjelaskan bahwa tujuan membagikan sembako kepada beberapa warga sekitaran Lingga yang kurang mampu untuk memperkuat silaturahmi dan sambil belajar mendekatkan diri kepada warga.

Lanjutnya, kami siswa/siswi Mts yang ikut dalam kegiatan pembagian sembako ini sudah meminta izin dari kepala sekolah. “Kami menjalankan kegiatan ini berlangkah untuk memperkuat tali kekeluargaan Mts aqidatun najin bersama warga Lingga,” ujarnya kepada mediakepri.co.id

Antusias para warga cukup besar dalam kegiatan bagi sembako itu. Para generasi penerus dari Mts Aqidatun Najin Daik Lingga ini memberikan dan mempunyai jiwa sosial yang begitu tinggi.

Sekarang mereka bisa menjalankan kegiatan sosial mereka kepada warga sekitaran Lingga tanpa dampingan dari Guru-guru mereka.

warga yang menerima sembako begitu bangga melihat para siswa generasi penerus yang mempunyai jiwa sosial yang begitu besar. (wawan)

LINGGA

Jumat | 01 Juni 2018 | 17:09

Dishub Lingga Sudah Siapkan Alternatif Arus Mudik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dua pekan menjelang lebaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga sudah mempersiapkan Alternatif mobilitas air jelang arus mudik yang diperkirakan akan padat pada H- 8 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Abdulrakhman melalui Sekretaris Dinas Perhubungan, Selamat mengatakan, dalam waktu dekat Dishub akan menggelar rapat bersama syahbandar, polres, maupun pihak organda guna membahas persiapan arus mudik.

Dikatakan Selamat, sebenarnya rapat persiapan arus mudik dimulai dari provinsi dulu, kalau hari senin mendatang tidak ada undangan, Rabu, 6 juni 2018 Dishub Lingga akan tetap mengelar rapat bersama, OPD FKPD, stekholder maupun organda terkait.

Lebih jauh kata selamat, untuk komunikasi dengan penyedia jasa pelayanan laut, Dishub sudah melakukan koordinasi secara lisan, ketika ada lonjakan penumpang, meminta agar ada penambahan armada.satu diantaranya tujuan Batam ke sungai tenam Daik Lingga.

” Kalau secara lisan itu sudah, tentu nanti secara tertulis juga disampaikan kepada operator kapal yang melayani, insya allah pada H – 8 itu tujuan batam sungai tenam akan dilayani veri dan speed istiqomah yang ” , ujarnya kepada mediakepri.co.id di ruang kerjanya, Kamis, 31 Mei 2018.

Selain itu, lanjutnya, untuk tujuan Tanjungpinang-Lingga dan Batam Jagoh, Dishub juga sudah berkoordinasi dengan operator. Kalau ada lonjokan penumpang, mereka semua operator siap untuk melakukkan penambahan armada kapal. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Momentum ramadan tahun ini jadi kado istimewa untuk Pemerintah Kabupaten Lingga. Pasalnya sejak 14 tahun berotonomi, untuk pertama Lingga mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Kepala BPK RI Perwakilan Kepulauan Riau, Joko Agus Setyono menjelaskan, pemeriksaan laporan keuangan dilakukan dengan tujuan untuk memberikan penilaian atas kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah yang terdiri dari sistem pengendalian internal (SPI) dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta kepatuhan keuangan Negara.

“Pemberian Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa atas laporan keuangan Pemerintah Daerah. Namun Opini WTP bukan merupakan jaminan tidak adanya kecurangan/frout di dalam sistem pemerintahan. Untuk itu, perlu adanya jawaban terhadap tindaklanjut hasil pemeriksaan. Hasil pemeriksaan dapat dijadikan dorongan dan motifasi terhadap kinerja keuangan daerah ke depan,” katanya, Rabu, 30 Mei 2018

Sementara itu Bupati Lingga Alias Welo dalam sambutanya, mengucapkan terimakasih kepada wakil Bupati Lingga beserta tim yang telah bekerja dengan kompak. Sehingga, tambahnya, laporan keuangannya mendapat peridikat WTP dan itu tidak gampang karna sudah 14 tahun Lingga berotonom. “Baru ini yang pertama,” tambah Alias.

Menurutnya, walaupun demikian mempertahankan itu nnti jauh akan lebih berat dan oleh karena itu kepada tim harus lebih bersinergi dan bekerja keras lagi supaya dotahun depan dapat dipertahankan peridikat ini.

” WTP. Terimakasih kepada masyarakat Lingga yang selalu mendoakan Pemerintah selalu diberi kemudahan dalam bekerja oleh ALLAH SWT. Karena ini pun sudah sesuai dengan RPJMD Kabupaten Lingga 2018,” imbuhnya (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kapal Roll n roll off (roro) yang melayani tujuan Jagoh-Penarik mengalami kebakaran hebat di Dermaga Jagoh Kecamatan Singkep Barat.

Informasi musibah kapal ini dengan cepat dilahap sijago merah pada bagian atas kapal ini diketahui melalui media sosial. Kabar ini terdistribusi denggan cepat yang dibagikan oleh Al Idrus melalui gruop whatsapp (WA) pada Rabu, 30 Mei 2018.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran KMP Paray. Sampai berita ini dirilis, mediakepri.co.id belum dapat mengubungi pihak roro. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Prestasi yang diraih pelajar MTs Aqidatunnajin tidak diragukan lagi. Sebelumnya, sekolah berbasis Islam ini unggul dengan tiga gelar yang diraih pelajarnya di Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP/MTs Tingkat Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.

Kini, tiga siswa sebuah Madrasah Swasta di ibu Kabupaten Lingga itu mengukir prestasi yang membanggakan setelah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diikuti oleh seluruh Madrasah yang ada di Kabupaten Lingga pada 12 Mei 2018 lalu.

Adapun ketiga cabang yang dilombakan, yakni cabang Matematika terintegrasi, IPA terintegrasi dan IPS terintegrasi, semuanya dirajai oleh siswa MTs Aqidatunnajin. Dari Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga Nomor 085 Tahun 2018, diketahui Juara 1 cabang Matematika diraih oleh Muntiha, untuk juara 1 cabang IPA diraih oleh Damia Khirunnisa, sedangkan untuk cabang IPS diraih oleh Deah Ramadhani, peserta peraih juara 2 OSN SMP/MTs tingkat Kabupaten Lingga yang lalu, dan sudah turut serta dalam OSN tingkat Provinsi yang telah dilaksanakan pada April lalu.

Menurut Armain, Kepala MTs Aqidatunnajin, ada yang menarik dari hasil yang diraih oleh siswanya, dimana siswa yang menjuarai cabang Matematika dan IPA adalah peserta baru, padahal menurutnya peserta yang menjuarai OSN kemarin juga diikutsertakan.

“Kemarin untuk masing-masing cabang kita kirim tiga peserta, karena kebetulan aturan untuk kepesertaan tahun ini membolehkan seperti itu, dan diluar dugaan kita, dua orang yang menjuarai bisa menyalip teman-temannya yang sudah sukses di OSN kemarin”, ujar Armain seraya menambahkan mungkin menandakan anak-anak kita semangat belajarnya sangat dinamis.

Kepada mediakepri.co.id, Kamis 17 Mei 2018 sang kepala Madrasah mengatakan, berencana akan memberikan reward lagi kepada para pemenang dan guru pembina, setelah kemarin juga memberikan reward kepada para pemenang OSN dan guru pembimbing.

“Tentunya sesuai kemampuan kita, tapi prinsip saya yang namanya memberikan penghargaan tidak mesti harus menunggu punya anggaran, dimana ada kemauan di situ ada jalan,” ungkapnya. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Akhirnya setelah melalui proses panjang, Pemerintah Kecamatan Selayar mendapat restu dari Managemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendapatkan pengaliran listrik 24 jam yang semula hanya 14 jam.

Kepala PLN Rayon Dabo Singkep Zul Kifli mengatakan, ahamdulillah sebentar lagi PLN di Kecamatan Selayar pola 14 jam menjadi 24 jam. Ini hasil dari semangat gotong royong kita bersama baik itu hingga manajemen PLN merestui listrik 24 jam beroperasi di Kecamatan Selayar.

Dikatakan Zul, Setelah 24 jam berjalan, agar masyarakat memperhatikan instalasi listrik di rumah maupun di kantor, sama sama menjaga jangan smpai hal yang tidak diingikan terjadi.

” Kalau ada yang tidak bagus agar diganti elemen yang berhubungan dengan listrik, ” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama Camat selayar Dedy Supartono mewakili pemkab lingga sekaligus meresmikan hidupnya 24 jam PLN di Kecamatan Selayar. Ia mengatakan, ucapan terimakasih yang setinggi tinggi kepada masyarakat, kepala Desa, Babinsa tokoh Agama saling bekerja sama gotong royong hingga tewujudnya PLN 24 jam.

” Kita harus juga memperhatikan instalasi dan kabel jangan sampai menimbulkan masalah yang tidak diinginkan” imbuhnya. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Enam bulan lalu, puluhan warga Pasar Kampung Cina, Daik, Kabupaten Lingga berduka. Bangunan yang puluhan tahun berdiri untuk tempat tinggal dan usaha luluh lantah dengan aksi berapa jam ‘sijago merah’.

Setengah tahun tentu waktu yang cukup lama untuk berduka. Namun puluhan warga yang menjadi korban tidak ingin terus larut dalam kegelisan bencana dahsat kebakaran yang mereka hadapi. Cukup sudah waktu untuk berdiam diri, kini waktunya untuk bangkit kembali. Inilah semangat yang patut diacungkan jempol.

Semangat puluhan warga Pasar Kampung Cina untuk membangun kembali roda perekonomian, kurang mendapat ‘restu’ dari ‘penguasa’ di Lingga. Pembangunan lokasi yang sudah rata dengan tanah itu, telah direncanakan dengan matang untuk dibangun kembali. Tetapi rencana tinggal rencana.

Pemilik lahan yang berada di lokasi yang merupakan pusat perekonomian masyarakat Daik ini tidak bisa membangun harapan mereka. Keinginan mereka untuk membangun bangunan yang sama, atau mungkin yang lebih baik terhambat dengan izin dari Pemerintah Kabupaten Lingga.

Kendala yang dihadapi pemilik tanah terkait aturan, salah satunya, yakni Izin untuk Mendiri Bangunan (IMB). Sebagai masyarakat yang taat hukum, pemilik lahan tetap setia untuk menunggu kebaikan hati ‘penguasa’ mengeluarkan izin agar mereka dapat mendirikan perekonomian mereka, dan masyarakat Daik, Lingga umumnya.

“Hampir setengah tahun, kami warga menunggu. Sampai detik ini tidak ada titik terang,” ujar satu dari puluhan orang yang menjadi korban keganasan kebakaran yang menyebabkan kerugian hingga puluhan miliar rupiah tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya kepada mediakepri.co.id, Senin, 14 Mei 2018.

Andi, aktivis Hulu Balang turut prihatin dengan kondisi yang dihadapi korban kebakaran di Pasar Kampung Cina. Menurutnya, wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Lingga harus lebih peka melihat kegelisahan korban ini. Apalagi, tambahnya, pasar ini merupakan jantung ekonomi masyarakat Daik.

Menanggapi hal ini, tokoh muda, Aziz Martindas mengatakan, Bupati Lingga, Alias Wello harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Untuk mengahadapi dan menangani persoalan ini, katanya, segera dilakukan pemanggilan kepada pihak terkait. Dengan begitu, tambahnya, persoalan ini secepat mungkin diselesaikan.

“Sehingga tidak terkesan, Bupati ikut tidur, tidak ada kepedulian. Segera bertindak untuk mengaktifkan dan mengefisiesnsikan letak strategis pusat perekonomian masyarakat Lingga, yang selama ini sudah diandal masyarakat di Ibukota Daik Lingga,” tegasnya. (wawan)

LINGGA

Selasa | 15 Mei 2018 | 19:25

Meriahnya Pelepasan Siswa MTs Aqidatunnajin Daik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kemeriahan pelepasan siswa siswi MTs Aqidatunnajin Daik tahun pelajaran 2017/ 2018 di Jalan Lereng Bukit Cening Kelurahan Daik begitu menyita perhatian tamu undangan yang menghadiri.

Selain lokasi sekolah yang berada di bawah lereng bukit serta memiliki keindahan fiur gunung Daik.ditambah dengan suasana sejuk.Pergelaran yang ditampilkan juga sangat memanjakan mata. Satu diantaranya silat tardisional dan penampilan music Acustik religi.

Armain, kepala sekolah MTs Aqidatunnajin Daik mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang sangat istimewa dalam agenda perpisahan sekolah MTs. Karena begitu meriah dari tahun sebelumnya, walaupun dengan kondisi serba terbatas.

” Alhamdulillah sangat berterima kasih kepada wali murid siswa demi mensukseskan acara perpisahan ini, rela bekerja sama, mudah- mudahan tahun depan semangat gotong royong ini akan terus tertanam dalam diri kita semua, ” ujarnya kepada mediakepri.co.id senin 14 Mei 2018 .

Lebih jauh kata Armain, sebagai sekolah yang mengedepankan konsep agama, tentunya harapan terbesar kepada siswa siswi yang lulus, agar selalu menjaga akhlakh, perbuatan baik dalam bermasyarakat, yang paling penting itu, untuk menjaga sholat lima waktu, tambahnya.

” Tidak lupa siswi harus selalu menjaga aurat.karena itu memang bagian dari perintah islam,” ujarnya

Sementara itu ketua komite H.Musfar dalam sambutannya mengatakan, kepada siswa telah menyelesaikan pendidikan ini, agar dapat melanjutkan ke tahap pendidikan berikutnya.

” Hari ini pendidikan sangat berarti untuk menetukan masa depan, untuk itu lanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

lebih jauh katanya, sebagai ketua komite beban yang diberikan bukan hanya melihat dari sisi bagaimana nasib guru MTs ini bisa bekerja dan menjalankan tugas secara propesional saja, tapi juga kesejahteraan tenaga pendidiknya.

Menurutnya, walaupun sekolah MTs Aqidatunnajin terbatas dalam segi anggaran, tapi memiliki kualitas dalam memberikan pendidikan baik dari pendidikan formal.maupun pendidikan akhlah.

” Kepada Pemerintah Daerah .Kami sebagai pengurus dari MTs berharap mendapatkan bangunan asrama pelajar, karna dilihat dari sisi yang mengisi tidak hanya siswa yang berada diwilayah Kecamatan Daik saja. melainkan yang berada Kecamatan tetangga, ” imbuhnya. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga –  Setelah berlangsungnya MTQ VII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau selama 7 hari di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto Resmi menutup kegiatan MTQ VII Tingkat Provinsi. Dabo Singkep, Selasa, 14 Mei 2018.

Pada acara penutupan MTQ tersebut, ditampilkan dengan tarian rentak bunga rampai dan dilanjutkan dengan penurunan bendera MTQ Provinsi oleh Paskibraka Kabupaten Lingga.

Pada kesempatan itu, Wagub mengungkapkan lantunan Qalam Ilahi yang menggema selama MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri ini diyakini mampu menciptakan, mencari wujud dan menghadirkan suasana yang memberikan kesejukan bagi masyarakat.

“Pelaksanaan MTQ tidak hanya merupakan seremonial saja, akan tetapi MTQ mampu menjadi sarana pembinaan dan pendidikan disamping sebagai syiar agama” sebut Wagub Isdianto dalam sambutannya.

Dia juga mengungkapkan, sebagai wahana MTQ memiliki peran ganda yang berlangsung secara terus menerus.

“Penyelenggaraan MTQ juga harus mampu mendidik masyarakat dimanapun MTQ tersebut dilaksanakan” ujarnya.

Setelah menutup secara resmi kegiatan MTQ VII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Dewan Hakim pun membacakan dan mengumumkan juara umum dari kegiatan MTQ Tingkat Provinsi ini.

Diketahui yang mendapatkan Juara umum dalam kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Kepri ini yakni Juara umum I dimenangkan oleh Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 131, sedangkan Juara umum II di pegang oleh Kota Batam dengan jumlah nilai 118, sedangkan juara umum III di pegang oleh Kabupaten Lingga selaku tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kepri dengan jumlah nilai 50.

Sedangkan juara daripada perlombaan Qasidah Rebana dalam kegiatan MTQ ini yakni urutan terbaik I dimenangkan oleh utusan Kota Batam, sedang grup terbaik kedua dimenangkan oleh utusan Kabupaten Karimun, sementara urutan terbaik ketiga di pegang oleh Kabupaten Lingga.

Sementara itu pada perlombaan Pawai Ta’aruf pada MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri tahun 2018 di Kabupaten Lingga ini dimenangkan oleh Kabupaten Lingga sebagai peserta terbaik I dengan jumlah nilai 1475, sedangkan peserta terbaik II dipegang oleh Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 1470, sementara peserta terbaik III dimenangkan oleh peserta dari Kota Batam dengan jumlah nilai 1415. (wawan)

LINGGA

Senin | 14 Mei 2018 | 15:52

Buaya Terus Telan Korban, Pemda tak punya Solusi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Beberapa tahun belakangan peristiwa penyerangan buaya di Kabupaten Lingga terus memakan korban. Sayangnya belum juga ada solusi terhadap penanganan hewan predator maupun korban.

Sejauh sudah beberapa kali terjadi insiden penyerangan buaya terhadap manusia. Seperti yang terjadi di Desa Sungai Besar, Desa Sungai Pinang, Desa Kerandin, Kelurahan Daik, Desa Kelumu dan Desa Mepar.

BACA: Ada Teriakan Minta Tolong dan Percikan Air Di Laut, Warga Mepar Hilang diterkam Buaya

“Seharusnya Pemerintah dalam hal ini , sudah mengambil suatu tindakan, ini mengancam nyawa manusia, dan kenyamanan nelayan beraktifitas mencari rezeki. Sudah beberapa kali kejadian serupa terjadi di Lingga,” Ungkap Hasbi pemuda Daik Lingga kepada mediakepri.co.id Senin, 14 Mei 2018.

Menurutnya, Dinas terkait terkesan lalai untuk mengantisipasi persoalan ini agar tidak terulang lagi.
Sementara itu habitat buaya terus berkembang biak, hampir merata disetiap sungai yang ada di Pulau Lingga.

Buaya memang termasuk hewan langka dan dilindungi UU, tetapi keberadaannya sangat meresahkan.

“Atau harus ada korban lagi baru pemerintah bertindak?,” Ujarnya.

Dia menghimbau agar Masyarakat nelayan tetap berhati-hati dalam beraktifitas.(wawan)