pemkab lingga

LINGGA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Mahasiswa Lingga meminta aparat kepolisian segera menangkap Direktur Utama PT Sumber Sejahtera Logistik Prima (SSLP), dalam penggelapan 400 persil sertifikat tanah warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara

“Kami minta aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini. Apalagi, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus yang berbeda,” kata M Yazid Mahasiswa Asal Lingga ini.

BACA JUGA

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Dikatakannya, perkembangan saat ini, perkebunan itu tidak ada, pabrik juga tidak ada, tapi sertifikat warga tak dikembalikan.

Sementara itu, Direktur Utama PT SSLP, Bambang Prayitno sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. Namun, diketahui warga Desa Linau, telah melaporkan Bambang Prayitno ke Polres Lingga dengan tuduhan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP.

Untuk diketahui, Bambang Prayitno bersama Rianto alias Akwang dan Dwi Ria Abubakar juga telah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, berdasarkan laporan Laurence M. Takke dengan Laporan Polisi Nomor : LP/ 3095/ VI/ 2018/ PMJ/ Ditreskrimum, tanggal 7 Juni 2018.

Polindes Isi Penghujun Tahun untuk Pererat Silaturrahmi

Ketiga nama tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHP dan atau pasal 372 KUHP. Mereka sudah dicekal bepergian ke luar negeri. (ryan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Polindes Kote ‘Sakti’ memanfaatkan mementum pergantian tahun dengan kegiatan positif. Dengan menggelar Family Gatering, mempererat tali silaturrahmi antara kader Posyandu dengan warga.

Terlihat antusias peserta yang mengikuti kegiatan yang memiliki makna yang besar dan positif karena tujuannya baik. Orang tua dan anak-anak yang mengikuti kegiatan ini tampak ceria dan memancarkan aura kebahagian yang tiada tara.

Mereka jarang berkumpul. Memalui kegiatan ini, keharmonisan tercipta dengan sangat kilat menjelang pergantian tahun. Bagi keluarga yang awalnya jarang berkumpul dan jarang aktif, mereka bercengkarama berselimutkan dinginnya malam itu.

BACA JUGA

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Danrem 033/WP Tinjau Cetak Sawah di Lingga

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu

Tidak ada yang kuku, apalagi canggung dalam kegiatan itu. Mereka berbaur antara satu dan yang lainnya. Anak-anak bermain dan asik dengan dunianya, kaum hawa mempersiapkan hidangan yang akan disantap bersama-sama. Sedangkan, bapak-bapak saling bertukar pikiran.

Dalam pelaksanaan Family Gathering, tidak ada undangan khusus dan special bagi orang-orang tertentu saja. Karena dari awal perencanaan, pihak Polindes dan panitia mempersilahkan siapapun bagi warga Desa Kote yang ingin datang dan bergabung dalam mempererat tali silaturahmi keluarga.

Bidan Polindes Desa Kote, Murniati mengatakan moment pergantian tahun digunakan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polindes Kote, Kader Posyandu dan warga Desa Kote. Sehingga kedepannya tidak ada jarak diantara kami.

2018, Korem 033/WP Zero Pelanggaran

Ini Tiga Keindahan Geopark Natuna

“Dengan kegiatan ini, kedepan kami dianggap sebagai bagian dari keluarga,” katanya kepada mediakepri.co.id, Jumat, 4 Januari 2019.

Selain itu, katanya, atas terlaksananya kegiatan Family Gatering ini, Polindes Kote bekerjasama dengan Telkomsel. Dan dalam kegiatan ini, tambahnya, Dodi pimpinan Telkomsel juga turut hadir. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Desa Busung Panjang, Kecamatan Posek, Kabupaten Lingga lakukan doa bersama di Masjid At-Taqwa menyongsong tahun 2019, Senin, 31 Desember 2018.

Sembari menjaga kekompakan warga desa, doa bersama ini dibuat mengingat pergantian tahun akan Segera berganti,

“Kita buat doa bersama supaya tahun depan, desa kita lebih baik,” kata Sarip, Ketua Rukun Tetangga 01, Desa Busung Panjang dalam sambutannya dihadapan masyarakat.

Selain itu, katanya lebih jauh, melalui doa bersama ini, warga desa diberikan rezeki yang berlimpah. Tidak hanya rezeki, tambahnya, lingkungan dan wilayah kita tetap terjaga oleh yang maha kuasa.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Busung Panjang, Baharudin yang menghadiri doa bersama ini berkesempatan menyampaikan sejumlah pesan. Ia mengajak masyarakat dengan semangat gotong royong di tahun depan, dapat bekerja sama untuk mewujudkan desa yang adil dan sejahtera. (ryan)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Lingga – Teknologi terus berkembang dengan pesat. Untuk mengikuti setiap perkembangan dunia digital tersebut, jaringan internet jadi syarat utama.

Perkembangan ini jadi hal yang bertolak belakang di Kecamatan Posek. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lingga ini, masyarakat kesulitan dalam mengakses internet karena lemahnya jaringan.

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Padahal, Kecamatan posek wilayah yang potensial secara geografis. Tetapi, masyarakat kecamatan yang terdiri dari tiga desa, yakni Desa Busung Panjang, Desa Posek dan Desa Suak Buaya mempunyai satu suara untuk kesulitan sinyal.

“Sinyal disini sangat susah. Kalau mau cari sinyal, kite nak naek ke pokok kelape atau diujung pelabuhan,” kata Ryan, seorang warga Posek dengan logat melayunya yang kental.

Dikatakannya, komunikasi merupakan hal yang penting. Mengingat zaman Sekarang, tambahnya, sudah semakin maju dan berkembang dengan luas. Tetapi, lanjutnya, di Posek masih dipersulit dengan masalah jaringan internet yang susah.

Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa Lingga di Pinang

“Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini. Karena akses Informasi yang susah, masyarakat jadi susah berkomunikasi,” katanya mengakhiri. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, Nizar memberikan kabar sejuk yang bahagian kepada mahasiswa Lingga yang menuntut ilmu di Ibukota Kepri, Tanjungpinang.

Rencana pembangunan asrama di Tanjungpinang tahun 2019 segera terealisasi. Untuk tahan awal pembebasan lahan untuk pembangunan asrama tersebut, sudah dialokasikan di anggaran pengeluaran dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lingga.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Tanjungpinang, Ryan mengatakan Wakil Bupati Lingga, Nizar menyambut baik. Dan untuk pembebasan lahan, katanya, dianggarkan di APBD murni 2019.

“Tapem sudah diperintahkan untuk menyelesaikan pembelian lahan tersebut,” ujar Ryan menirukan ucapan Wakil Bupati Lingga saat melakukan kunjungan kepada mediakepri.co.id, Rabu, 26 Desember 2018.

Lebih jauh dijelaskannya, selesai tahap pembebasan lahan, selanjutnya Pemkab Lingga berkoordinasi dengan PU untuk melakukan pembangunan fisik asramanya.

“Kami akan terus menggiring proses pembebasan ini,” katanya menutup. (bran)

politik uang

HEADLINE

Rabu | 26 Desember 2018 | 15:55

IMKL Segera Turun ke Lapangan untuk Antisipasi Politik Uang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lingga dan Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Pinang menjalin kerjasama partisipasi untuk melakukan pengawasan pemilu, Rabu, 26 Desember 2018.

Untuk memperkuat kerjasama ini, dilakukan penandatanganan kerjasama di Kantor Bawaslu Lingga. Dengan kesepakatan ini diharapkan pesta demokrasi rakyat yang berlangsung 17 April 2019 mendatang dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Roni, Ketua Bawaslu Lingga mengatakan, sebagai wasit dalam pelaksanaan pesta lima tahunan ini, ia berkomitmen untuk menciptakan Pemilu 2019 yang berintegritas. Untuk mencapai tujuan ini, katanya, perlunya bantuan dari elemen masyarakat lainnya, termasuk peran serta dari mahasiswa.

Sementara itu, Ketua IML di Pinang, Ryan mengatakan penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah partisipasipatif sebagai mahasiswa. Dimana dengan kerjasama ini, katanya, mahasiswa ikut melakukan pengawasan pada pemilu.

“Dari sini (kerjasama), mungkin langkah nyata yang akan dilakukan yakni turun ke beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga untuk sosialisasi tentang gerakan sadar terhadap money politik,” jelas Ryan.

Dalam kegiatan penandatanganan ini, tampak hadir Kapolsek Daik Lingga. Dan Kapolsek menyatakan dukungan terhadap kegiatan penandatanganan kerjasama tersebut.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Target pendapatan pajak Kecamatan Lingga Timur Kabupaten Lingga sudah terialisasi, bahkan melebihi dari 200 persen untuk tahun 2018.

Hanya saja, mereka belum beruntung untuk masuk nominasi di Gebyar Pajak Bapenda Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu. Target awal Kecamatan Lingga Timur untuk tahun 2018 sebesar Rp8.000.000, terialisasi Rp.18.700.000.

Said Hendri, Sekcam Lingga Timur mengatakan, pemerintah kecamatan sudah berupaya semaksimal mungkin. Saat ini, katanya, kinerja jajarannya sudah memuaskan dengan kemampuan unutk mencapai target, bahkan melebihi.

Lebih jauh, katanya, ditahun 2019 mendatang Pemerintah Kecamatan Lingga Timur akan menargetkan pendapatan pajak reklame/iklan diangka Rp. 25.000.000 dalam setahun. Untuk mencapai target ini, sebutkanya, dibuktikan dengan kerja keras.

“Pajak ini merupakan salah satu pelimpahan tugas kewenangan Bupati kepada Camat, melalui surat kepala badan, yakni sebagai koordinator pajak,” kata Said kepada mediakepri.co.id, Senin, 24 Desember 2018.

Dikatakannya, kecamatan akan melakukan berinovasi untuk lebih mengoptimalkan pajak Bumi Bangunan Pedasaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kedepan, katanya, kita tidak akan sibuk lagi mendata masyarakat yang belum membayar pajak yang baru.

Untuk tahun 2019 mendatang, tambahnya, setiap masyarakat yang mengurus registrasi kepemilikan lahan (SKT/Sporadik) di Kantor Camat wajib melengkapi permohonan pembayaran PBB diantaranya wajib mengisi formulir SPOP (surat pendaftaran objek pajak) dan LSPOP yang berada di kecamatan.

Bukan hanya pajak, katanya lebih jauh, retribusi akan menjadi perhatian pada tahun 2018 pembelakuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar bangunan yang dibangun ke depan mengacu pada Perda Bangunan Gedung.

Untuk meningkatkan kinerja pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah telah di canangkan Pembentukan Tim Koordinator Pelayanan Pajak dan Retribusi di Kecamatan Lingga Timur pada tahun 2019 akan datang. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Lingga Bupati Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Alias Wello menghormati putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam atas vonis 8 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun 4 bulan terhadap terdakwa pencemaran nama baik dirinya, Mulkansyah alias Mulkan.

“Itu kewenangan majelis hakim. Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, kita hormati putusan itu,” ujar Bupati Lingga, Alias Wello ketika dimintai tanggapannya terkait vonis terdakwa Mulkansyah, Rabu, 19 Desember 2018.

Menurut Awe, sapaan akrab Bupati Lingga itu, vonis bersalah yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap terdakwa Mulkansyah merupakan bukti bahwa tidak ada seorang pun di negeri ini yang kebal hukum dan boleh berlindung di balik tameng LSM anti korupsi.

“Jangan mentang-mentang LSM anti korupsi, lalu seenaknya memfitnah orang lain. Ini negara hukum. Semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keadilan di depan hukum, Sebagai Bupati, saya juga tidak kebal hukum,” katanya.

Sebagai pejabat publik, Awe mengaku tidak pernah alergi dengan kritikan LSM terhadap kinerja pemerintahannya.

“Saya tidak pernah alergi dengan kritik.

Sepanjang disampaikan dengan niat untuk perbaikan kinerja, silakan. Malah di setiap forum, saya selalu katakan, silakan kritik saya. Yang penting, jangan fitnah saya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Majelis Hakim PN Batam menjatuhkan vonis 8 bulan penjara kepada Mulkansyah karena terbukti mencemarkan nama baik Bupati Lingga, Alias Wello.

Amar putusan itu dibacakan majelis hakim saat sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Batam, Senin 17 Desember 20018.

Mulkansyah dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Sidang yang dipimpin Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan beserta Hakim Anggota, Reni Ambarita dan Rozza El Afrina itu, juga dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Manurung.

“Mulkansyah terbukti bersalah dan divonis hukuman pidana penjara selama 8 bulan tapi tidak ditahan,” ujar Hakim Taufik membacakan amar putusan.

Hukuman itu sesuai dengan tuntutan jaksa yakni 8 bulan penjara, tapi subsidernya masa percobaan 1 tahun 4 bulan dengan keterangan tidak ditahan.

Kasus pencemaran nama baik ini bermula ketika Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Provinsi Kepri, Mulkansyah melaporkan Bupati Lingga, Alias Wello atas dugaan tidak pidana korupsi pencetakan sawah di Desa Sungai Besar, Lingga Utara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi Kepri.

Tak terima dengan laporan tersebut, Awe membuat laporan balik ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan terhadap dirinya. Laporan Polisi Nomor : LP/1271/XII/2016/BARESKRIM, tanggal 23 Desember 2016 itu, ditandatangani AKP Agung Ari Bowo.

“Kebenaran itu harus ditegakkan. Mereka sudah menyerang kehormatan saya secara pribadi dan masa depan Lingga. Anda bisa lihat sendiri ketika pemerintah pusat menaruh kepercayaan tinggi terhadap Lingga, mereka merecokinya dengan informasi sesat dan berita fitnah,” tutupnya. (humaslingga)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Seksi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga, Sarman terpilih sebagai Ketua Komite MTs Aqidatunnajin menggelar pemilihan pengurus Komite Madrasah periode 2019 – 2022, Sabtu, 15 Desember 2018. 

Pengurus Komite ini dipilih menjelang berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya, yang dilaksanakan bertepatan dengan pembagian raport Penilaian Akhir Semester (PAS) T.P. 2018 / 2019.

“Dari 6 calon yang diajukan, hampir 100 persen suara tertuju kepada bapak Sarman, menyepakati sebagai ketua. Kemudian proses selanjutnya Ketua terpilih memilih pengurus-pengurus pembantu di bawahnya,” jelas Egi Saputra sebagai sekretaris rapat.

Dari hasil rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala MTs Aqidatunnajin itu, maka tersusunlah kepengurusan inti Komite MTs Aqidatunnajin masa bhakti 2019 – 2022 sebagai berikut :

  1. Sarman Yusuf : Ketua
  2. Bustami : Wakil Ketua
  3. Maryunis : Sekretaris
  4. Nurhayati : Wakil Sekretaris
  5. Yulisnawati : Bendahara

Kepala Sekolah  MTs Aqidatunnajin Armain, Untuk memaksimalkan kerja organisasi melengkapi struktur organisasi di bawahnya, nantinya akan ditentukan melalui rapat internal Komite, setelah itu baru dikeluarkan SK penetapan kepengurusan oleh kepala madrasah.

“Harapan kami komite terpilih nantinya dapat bersinergi, bekerja sama, memberikan masukan dan kritikan konstruktif untuk kemajuan Madrasah ke depannya”, harap kepala Madrasah.

Sebagaimana diketahui, kepengurusan komite sebelumnya diketuai oleh Almarhum H. Musfar Saleh, setelah kepergian beliau, menjelang berakhirnya periode kepengurusan 2015 – 2018, akhir Desember ini. Maka untuk menggantikan peran beliau diwakili oleh salah seorang pengurus komite , Rustam Effendi.

Kepada mediakepri.co.id Armain sedikit bercerita, bahwa Almarhum H. Musfar merupakan sosok yang sangat peduli dan perhatian dengan permasalahan Madrasah maupun orang tua siswa.

“Cukup banyak kontribusi beliau dalam mendukung program Madrasah. Baik moril maupun materil”. Kenang Armain.Selain itu tambahnya, semoga menjadi amal jariyah buat beliau di sisi Allah SWT”, tutup alumni STAI Tanjungpinang itu. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. meninjau lokasi cetak sawah baru di Desa Bukit Langkat wilayah Koramil 05 Bintan Kabupaten Lingga, Selasa, 11 Desember 2018.

Peninjauan ini didampingi Wakil Bupati Lingga serta Kasi Ter Korem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Persada Alam dan Dandim 0315/Bintan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD untuk mencetak lahan sawah di dua wilayah yaitu Kab Lingga dan Kab Natuna dalam rangka mensukseskan swasembada pangan

BACA JUGA

Harga Sembako di Natuna, Lingga dan Anambas Diatas Pasar, Pengaruh Letak

Korupsi Penghambat Pembangunan, Satukan Barisan Melawan

Perjuangan Seorang Ibu untuk Kesembuhan Putrinya yang Sakit Parah

Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos, meminta pemerintah daerah maupun kelompok tani, termasuk para Babinsa setempat, menyampaikan kendala serta kekurangan peralatan yang akan dibutuhkan nanti. TNI sangat respon dengan masalah ketahanan pangan ini.

“Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan kendalanya apa saja dalam mengelola sawah serta alat seperti hand traktor dan pompa air yang daerahnya kurang air,”ungkapnya.

Danrem berharap lahan cetak sawah baru yang menyebar di dua wilayah ini nantinya akan ada pengawalan oleh anggota Babinsa. Babinsa harus memberikan laporan kepada Danramil untuk diteruskan ke Komando Atas. 

Dengan Semangat Pahlawan di Dadaku, Danrem Gabriel Bangkitkan Kepedulian Lingkungan

Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema Pimpin Ziarah Rombongan Peringatan HUT TNI KE-73 TA 2018

Selain itu Danrem juga menyapa kelompok tani beliau menyampaikan selalu tetap semangat dalam bekerja, apa yang kita kerjakan dengan baik pasti hasilnya akan lebih baik, selain itu Danrem juga menegaskan agar kelompok tani tetap supaya bekerja yang bagus agar dapat menghasilkan yang maksimal, Ungkap Danrem Gabriel Lema, S. Sos. (penrem033/wp) 

LINGGA

Kamis | 06 Desember 2018 | 11:33

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dua atlet Kabupaten Lingga, cabang olahraga (Cabor) atletik ikut mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik di Jakarta. Mereka adalah Saprian dan Kelana Saputra.

Skandal Watergate, Kekuatan Investigasi Media hingga Mundurnya Presiden

Bangun Karakter Positif Anak Sejak Dini, TK Adzkia Adakan Parenting untuk Orang Tua

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Lingga, Rostam mengatakan, Saprian merupakan atlet tingkat umum yang berlaga di Porprov Kepri ke-IV lalu. Sedangkan Kelana Saputra merupakan pelajar SMAN 1 Singkep Barat, yang pernah mencatat prestasi bagus, baik di Porprov maupun di tingkat Kejuaraan Daerah (Kejurda) atletik tingkat pelajar.

Ibu Persit Korem 033/WP Dapat Penyuluhan Psikologi Mendidik Masa Depan Anak

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

“Ada dua perwakilan kita yang akan berangkat di nomor estafet 4 x 400. Satu lagi dari Tanjungpinang, satu lagi dari Bintan. Jadi ada 4 orang,” kata Rostam kepada mediakepri.co.id, Rabu 5 Desember 2018

Ia menjelaskan, pada perhelatan Porprov di Tanjungpinang lalu, kedua altet ini mencatat waktu tempuh sangat baik di nomor 400. Kelana Saputra bisa memecahkan waktu tempuh 0,54 detik, sedang Saprian dengan catatan waktu 0,53 detik.

Ratusan Penyair dari Tiga Negara ke Bintan untuk ‘Hidupkan’ Hang Tuah

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

Dengan penampilan yang cukup baik terhadap, akhirnya pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kepulauan Riau mempercayakan keduanya mewakili Kepri di Kejurnas.

“Ini prestasi yang luar biasa. Mereka tanggal 7-8 nanti sudah berangkat. Jadi kita hanya satu nomor lomba, 4 x 400 saja,” ujarnya.

Pelatih cabang atletik ini juga menaruh bangga, karena kedua anak didik berhasil mengharumkan nama Kabupaten Lingga, dan berhasil mengalahkan pesaing lainnya dari kabupaten/kota di Kepri.

“Kami sangat bangga, dari 4 tadi, Lingga ada dua atlet yang mewakili,” katanya.( bran)

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Anak merupakan titipan Tuhan yang harus dijaga. Begitu pula pemahaman tentang karakter yang harus ditanamkan kepada anak mulai dari sejak usia dini.

Untuk itu, program pranting yayasan Melayu Cendikia TK Islam Adzkia di Lereng Bukit Kuali, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga bersama komite memberikan tuntunan kepada orang tua, agar program pendidikan anak yang dinginkan tercapai.

BACA JUGA

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

Ini Guru dan Kepsek Berprestasi di Lingga Terima Penghargaan Alias Wello

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Neti Elpere, Kepala Sekolah TK Islam Adzkia mengatakan, parenting merupakan wadah yang sudah diprogramkan per semester. Untuk meningkatkan keterampilan orang tua, khususnya dalam melakukan pengasuhan anak dalam keluarga sendiri.

Lebih jauh katanya, karakter anak ini sangat berbeda satu sama lain. Karena, tambahnya, diusia dini setiap permainan adalah ilmu yang diberikan, tapi kalau orang tua yang tidak memahami ini, maka menjadi hal yang biasa saja.

“Program ini mendapatkan respon positif dari orang tua bekerja sama dengan komite sekolah, tentu untuk pendidikan anak yang lebih positif,” katanya berharap kepada mediakepri.co.id, Rabu, 5 Desember 2018.

potensi anak

Ira Wati Konseling rumah anak Indonesia bersama kepala sekolah TK Islam Adzkia saat menyampaikan materi parenting. (bran)

Sementara itu ditempat yang sama, Ira Wati Konseling rumah anak Indonesia mengatakan, anak merupakan titipan Allah. Kalau menginginkan anak menjadi baik dan sholeh, katanya, tentu dimulai dari orang tuanya memberikan contoh terlebih dulu.

Setiap orang tua punya naluri ingin anak menjadi baik, tapi tetap harus belajar, diantaranya, dengan wadah media yakni ilmu parenting agar lebih mudah melakukan komunikasi kepada anak. Karna karakter anak berbeda beda, perlu metode yang berbeda untuk menerapkan.

Selain itu Ira mengatakan, dasar yang diberikan lebih menanamkan konsep Islam, bagaimana orang tua saling memahami tugas suami dan istri untuk mendidikan karakter anak.

Lebih jauh dikatakan Ira sebagai konsultan anak, dirinya menilai, anak TK Islam Adzkia karakteristiknye lebih baik. Sudah ingat diantaranya, bagaimana adab ketika makan membaca doa. belajar dengan berdoa lebih mudah melakukan diajak kompromi , bukan berarti secara global yang lain tidak baik.

Ibu Persit Korem 033/WP Dapat Penyuluhan Psikologi Mendidik Masa Depan Anak

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

Tokoh Kontroversial yang Fokus Penghapusan Pengaruh Apartheid Berjuluk ‘Bapak Bangsa’

“Kedepan, tentu TK Islam lebih maju, dan guru lebih professional, sebagai motor penggerak pendidikan, kalau gurunya profesional, anak didik akan lebih mudah diterapkan menjadi anak yang soleh dan sholeha,” sebutnya. (bran)

sepakbola

HEADLINE

Sabtu | 01 Desember 2018 | 11:50

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Setelah resmi menerima surat keputusan (SK) sebagai Ketua Asosiasi Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten (Askab PSSI), Aziz Martindas bergerak untuk menyusun strategi dan kekuatan internal kepengurusannya. 

Melalui, SK yang ditanda tangani H Nurdin Basirun dengan nomor No SKEP/004/ASPROV/PSSI – KEPRI/ VII/2018 tertanggal 17 November 2018, Aziz Martindas mengatakan, untuk tahap awal tentu akan melakukan konsolidasi kepengurusan PSSI Kabupaten.

BACA

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Guru dan Kepsek Berprestasi di Lingga Terima Penghargaan Alias Wello

“Dimana pada tahap ini kita melengkapi struktur organisasi yang belum lengkap, dan struktur itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhan organisasi,” katanya kepada mediakepri.co.id.

Disebutkannya segudang program sudah direncanakan dengan baik. Dan semua program itu sendiri, katanya, bagaimana dunia sepak bola ini menjadi olahraga masyarakat luas. Untuk itu, tambahnya, diperlukannya dukungan yang serius dari pemerintah daerah untuk turut andil, dan mendukung program dari Askab PSSI Lingga.

Agar rancangan kerja, yang dituang dalam program kerja itu sendiri dapat terealisasi, dan berjalan dengan baik, maka harus dikomunikasikan dengan baik. Oleh karena itu, katanya, Askab PSSI Lingga juga akan melakukan audiensi dengan Bupati Lingga mengenai eksistensi PSSI di Kabupaten Lingga, dan programnya diantaranya, persiapan untuk pembenanan sekretariat organisasi, konsolidasi pembentukan kepengurusan PSSI Kecamatan se Kabupaten Lingga dan persiapan pelantikan, kepengurusan Askab.

BACA JUGA

Desember, ISHD Kepri Ikuti Sumatera Bike Week

Korem 033/WP Ajarkan Pengaplikasian 4 Pilar Kebangsaan ke Mahasiswa

Karang Taruna Karimun Segera Deklarasikan Anti Narkoba

“Kita sudah merancang beberapa program yang sudah diajukan pada APBD Kabupaten Lingga tahun 2019 mendatang. Kalau tidak ada hambatan, dalam waktu dekat akan terlaksana dan disertai dengan louncing perdana, pembukaan turnamen Lingga satu yang akan dibuka Gubernur Kepri, seperti yang sudah ASKAB rencanakan,” tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, program unggulan dibawah kepemimpinanannya yang akan dilakukan yakni pelaksanaan Liga Sepakbola Lingga Satu (LSL1). Dan pesefrta yang mengikuti liga ini adalah utusan dari setiap kecamatan. Liga ini, sebutnya, bergulir dengan sistem kompetisi penuh, (home away) , target pelaksanaan akan bergulir setelah pemilihan umum tahun 2019.

Ketika ditanyakan harapannya dengan program yang begitu banyak dan begitu rumit, bahkan untuk tingkat provinsi belum melaksanakan, seperti program liga ini? Aziz menyatakan, Askab PSSI Lingga akan merubah pola pikir terlebih dahulu. Kedepannya, olahraga yang digemari masyarakat ini, menjadi olahraga yang bisa menghasilkan keuntungan.

Semua program ini tentu akan berjalan dengan baik jika dapat rangsangan. Dan bentuk nyatanya yakni pemerintah daerah berperan aktif dalam rencana kerja. Dan bantuan dan dukungan ini terus dilakukan, katanya, sampai Askab PSSI Lingga bisa dan mampu mengembangkan persepakbolaan di Kabupaten Lingga.

BACA

Pesepakbola di Kepri Terus Meningkat

Gubernur Janjikan Perbaikan Lapangan Sepakbola Seberas Padi Karimun

Diketahui saat ini, Askab PSSI Lingga tidak terjun langsung, ketika Asprov melakukan kegiatan, Aziz menyampaikan ia sudah memberikan apresiasi kepada club atau tim yang sudah melakukan penyeleksian pemain. Bahkan sudah jauh-jauh hari, mempersiapkan diri untuk mengikutsertakan pada kegiatan Asprov.  “Oleh karena itu, kita tidak mau mengganggu, dan mengacaukan rencana kerja yang sudah dikejakan,” tutupnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dabo – Sejumlah guru dan kepala sekolah di Lingga menerima penghargaan dari Bupati Lingga Alias Wello di Lapangan Merdeka Dabo Singkep, Senin, 26 November 2018. Penghargaan ini diberikan atas prestasi dari guru dan kepala sekolah tersebut.

Penyerahan penghargaan ini sejalan dengan memperingati Hari Guru 2018 yang mengusung tema ‘Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21’ dalam sebuah upacara.

BACA JUGA

Lagendaris Malaysia, Izam Pukau Warga Daik di Hari Jadi Lingga

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Adapun guru berprestasi yang mendapat penghargaan yakni:
1. Sukirno, S. Pd. I  (kepsek SMPN 2 Singkep)
2. Kadari, S. Pd  (kepsek SMPN 1 Lingga)
3. Siti Rugayah (guru SDN 001 Singkep)
4. Rosida (guru SDN 010 Singkep)
5. Rosita Gultom (guru SMPN 1 Singkep)
6. Yulizar (guru SDN 001 Lingga)
7. Azmi (guru SMPN 1 Selayar)
8. Ratna Dewi, S. Pd. SD (guru SDN 001 Lingga Timur)

BACA

Keseriusan Anggota Ikuti Latihan Yong Moodo

Pesta Siaga Kwarcab Berlangsung Semarak

Untuk pemenang pemilihan Kepala Sekolah berprestasi se Kabupaten Lingga adalah sebagai berikut :
Tingkat TK
1. Nurul Aulia, S. Pd. AUD
2. Netti Elpera, S. Pd

Tingkat SD
1. Rasyikin, S. Pd. SD
2. Juribah, S. Pd. I
3. Hutadarus, S. Pd. SD

Tingkat SMP
1. Djunaidy, S. Pd

Adapun untuk kategori Kepala Sekolah berprestasi jenjang SMK tingkat Provinsi Kepri utusan Kabupaten Lingga diberikan kepada :
1. Samsul Hadi, S. Pd., M. Pd
2. Sri Kartini, S. Pd., M. Pd

Inspektur Upacara adalah Bupati Lingga H. Alias Wello, S. Ip dan Pemimpin upacara Andre Setiawan, S. Pd (Guru SMP Negeri 2 Singkep), peserta upacara terdiri dari Forkompinda, para kepala OPD serta segenap guru dan siswa sekolah semua tingkatan dan dihadiri juga undangan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan segenap undangan lain nya.

Bupati membacakan Amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Menteri berpesan untuk mewujudkan guru yang profesional kedepan nya akan diterapkan kebijakan zonasi. Harapannya agar dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air. Sistem zonasi juga diharapkan dapat memudahkan pelayanan dan pengelolaan guru mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir dan penyaluran bantuan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana kegiatan yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

BACA

Solo, Kota yang Mempersatukan Semangat Guru di Indonesia

Nomor Hotline Polda Kepri untuk Pelayanan SAR

Menteri juga menjabarkan setidaknya terdapat 3 ciri guru profesional yang harus dimiliki oleh para guru, pertama ; guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik, perubahan zaman mendorong guru agar cepat menghadirkan pembelajaran abad ke 21, yaitu menyiapkan peserta didik untuk memiliki ketrampilan berpikir kritis, inovatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Kedua; seorang guru yang profesional hendaklah mampu membangunkan kesejawatan bersama rekan-rekan sejawat mengembangkan diri dan meningkatkan kecakapan untuk mengikuti laju perubahan zaman. Dan terakhir, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya, para guru Indonesia adalah para pejuang pendidikan yang sesungguhnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tumpah ruah masyarakat Ibu Kota Daik Lingga padati lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah, Minggu, 25 Oktober 2018 malam. Mereka ingin menyaksikan langsung penampilan artis legendaris negeri jiran Malaysia, Izam EYE.

BACA JUGA

MT Desa Mepar Juara Shalawat Bersempenaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Kedatangan Izam EYE, artis papan atas era 80-an, jadi dambaan masyarakat Lingga, Khususnya yang berada di Daik. Bagaimana tidak, penyanyi yang lagunya cukup akrab di masyarakat selama ini, hanya bisa didengarkan di VCD. Namun di hari jadi Kabupaten Lingga, warga  dapat dilihat secara langsung.

lurah

Lurah Daik Lingga Aryanto

Panitia penyelenggara, Aryanto, Lurah Daik kepada mediakepri.co.id mengatakan, ide mendatangkan Izam ini melihat dari beberapa waktu lalu, ketika posting Malaysia datang ke Lingga, masyarakat begitu antusias, karna ini berkenaan dengan hari jadi kabupaten, jadi pas momentum untuk menghibur masyarakat.

BACA

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

“Alhamdulillah tidak ada kendala yang begitu mengahambat mendatangkan artis Izam, hanya saja menyesuaikan jadwal waktu nampil, melalui dr Iskandar pakar tanjak melayu. Kami Kelurahan selalu berkoordinasi, apalagi secara hubungan emosional Daik Lingga dan Malaysia sudah terjalin sejak dahulu ,” ucapnya, Senin 26 November 2018.

Dikatakan Aryanto walaupun Lurah karna sebelumnya dirinya lebih sering terlibat di bidang entertainment, jadi untuk teknis tidak begitu sulit. tentu dengan semangat gotong royong, dibicarakan kepada kekerabatan RT/RW, ini semata hanya untuk menghibur, agar Daerah ini tidak sepi, lebih dikenal.

Sementara itu, tidak luput perhatian dari Pemerintah Daerah, yakni Dinas Kebudayaan, yang juga turut berpartisipasi kepada Kelurahan memberikan bantuan dari sesi Fasilitas maupun yang lain. (bran)

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Penampilan Majelis Taklim (MT) dari Desa Mepar mempesona juri saat melantunkan shalawat di Gedung Aula SMA Negeri 1 Lingga, Minggu, 25 November 2018. 

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Persaudaraan Muslimah ( PC Salimah) Daik Lingga dalam rangka menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1440 H, MT Desa Mepar ini jadi juara perlombaan Shalawat.

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Rahayuni, Ketua PC Salimah menjelaskan kegiatan ini terselenggara karena adanya kerjasama dengan Badan Kontak majlis taklim ( BKMT) Kabupaten Lingga. Dan kegiatan ini mendapat respon positif dari majelis taklim yang ada.

Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Lebih jauh dikatakannya, peserta yang mengikuti kegiatan ini ada enam kelompok. Adapun yang mengikuti yakni MT Desa Mepar, MT Desa Merawang, MT Kecamatan Lingga, MT Kelurahan Daik, MT Kampung Mading Kelurahan Daik dan MT Kampung Melukap Kelurahan Daik.

Disebutkannya, jauh sebelum kegiatan ini, panitia sudah menyebarkan undangan kepada seluruh desa yang berada dibawah naungan Kecamatan Lingga. Hanya saja, katanya, beberapa desa yang bisa menghadiri. Soalnya untuk mengikuti kegiatan ini butuh persiapan mental yang kuat.

Pulau Penyengat Jadi Kunjungan Anggota Paskibra Lingga

“Peserta cukup antusias mengikuti perlombaan ini,” katanya seraya menjelaskan ntuk katagori juara tingkat sholawat, Desa Merawang berada dibawah Desa Mepar mendapat juara 2. Dan untuk juara tiga dipegang MT Kampung Mading juara 3.

Sementara itu, Rahayuni menjelaskan sejauh ini organisasi Salimah sudah lama berjalan, hanya saja untuk di tingkat Cabang Kecamatan Lingga, baru tiga tahun aktif. Selain itu, katanya, PC Salimah lebih memberdayakanan kaum wanita dan remaja khususnya dibidang kerohanian.

Selain itu, PC Salimah juga tidak meninggalkan untuk kegiatan sosial. Dimana sebagai wanita, katanya, siap turun ke jalan, mengurangi beban masyarakat yang sedang ditimpa musibah, satu diantaranya berbagi sembako dan pakaian layak pakai.

BACA JUGA

Solo, Kota yang Mempersatukan Semangat Guru di Indonesia

Kapolda Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

Tetap Waras, Terus Melindungi Hak Pilih

Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio Bagian Lokasi Wisata Religi

Dirinya berharap sebagai daerah yang dijuluki Bunda Tanah Melayu, tentunya, identik dengan Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Lingga, semakin mendekatkan kepada Allah SWT. Lalu, dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dan dapat menselaraskan dengan visi Kabupaten Lingga.

Pantauan di lapangan, lomba shalawat dimulai dari jam 08. WIB sampai dengan 12.00 WIB ini dihadiri Ibu Bupati Lingga, Heryulita, Ibu Camat Lingga, Sri Nawati dan pengurus PC SALIMAH , pengurus BKMT dan peserta. (bran)

dekorasi ruangan

LINGGA

Selasa | 20 November 2018 | 11:11

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lingga mencuri perhatian, khususnya tamu yang menghadiri hari jadi Kabupaten Lingga yang ke-15, Selasa, 20 November 2018.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Perhatian masyarakat tercurah dengan dekorasi, gedung wakil rakyat itu sendiri. Pasalnya, ruangan sidang yang biasa digunakan anggota dewan untuk membahas setiap permasalahan di Lingga ini disulap. Disetiap ruangan ditata dengan rapi dan menyerupai wahana istana sebuah kerajaan.

Bagai sebuah kerajaan, gedung dewan ini disempurnakan dengan tampilan ornamen Melayu sebagai pelengkap ketakjuban masyarakat yang menyaksikan. Adapun penghias ruangan yang menarik perhatian, diantaranya Bunga Anggar, Kain Tabe yang diwarnai. Dan tentu tidak kalah penting, jamuan hidangan yang disajikan dikemas Talamau yang menggunakan tutup dari daun pandan.

BACA: Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

Untuk diketahui, Kabupaten Lingga sebagai daerah yang dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu, tentu tidak akan meninggalkan apa yang telah menjadi adat Budaya. Dan bersepakat untuk menjaga kearifan lokal menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa Melayu.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, Rabu 20 November 2018, sejumlah staf Sekretariat DPRD Lingga menyambut tamu menggunakan pakaian lengkap Melayu dan wanita menggunakan Tudung Manto. (bran)