pemkab lingga

LINGGA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ribuan peserta STQ dan pasukan penggembira dari 13 Kecamatan se Kabupaten Lingga meriahkan pawai ta’aruf Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Lingga, Minggu, 17 Maret 2019.

Iringan musik drumband pasukan penggembira serta atribut yang ditampilkan para kafilah disetiap Kecamatan sembari menghangatkan suasana pawai yang berlangsung. Satu diantaranya, Kecamatan Senayang menampilkan atribut alat peraga tangkap tradisional seperti miniatur kelong ikan teri yang memiliki filosofis sebagai mata pencaharian di Kecamatan Senayang.

Peserta yang memulai perjalanan di halaman Kantor Bupati Lingga dan berakhir di depan Masjid Sawah Indah. Masing-masing peserta pawai menampilkan berbagai macam kreasi baik yang dibawa berjalanan kaki, maupun dibawa menggunakan kendaraan. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB berakhir hingga pukul 10.00 WIB.

Bupati Lingga Alias Wello melalui Wakil Bupati Lingga M Nizar menyampaikan Pawai Taaruf juga adalah merupakan syiar agama. Keberagaman, kata dia tidak menjadi masalah di Kabupaten Lingga. Selain syiar, pawai itu juga nantinya akan dinilai.

“Insyaallah kegiatan yang kita lakukan ini akan mendapat penilaian. Nanti ada juara dan ada team yang akan menilai itu,” kata Nizar kepada seluruh kafilah.

Pawai yang berlangsung, lanjut Nizar, diharapkan tetap berjalan sesuai dengan harapan dan tetap mampu menjaga keamanan. (bran)

MEDIAKEPRI.CI.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga Gelar Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Lingga di Replika Istana Damnah. Kamis, 14 Maret 2019.

Musrenbang RKPD dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lingga tahun 2020 ini mengusung tema “Percepatan Dan Pemerataan Pembangunan Yang Menyeluruh Untuk Tercapainya Pembangunan Berkelanjutan Dan Peningkatan Daya Saing Daerah”.

Pada kesempatan tersebut Kepela Dinas Bappelitbang melalui sekretarisnya Said Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang adalah forum formal sebagai ajang mencari aspirasi masyarakat.

“Musrenbang ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan mengklasifikasikan apa yang telah disampaikan pada saat penyampaian Musrenbang tingkat kecamatan yang telah kita laksanakan beberapa waktu lalu” sebutnya.

Sementara itu ditempat yang sama Edy Rifanu selaku ketua pelaksana mengungkapkan segala macam rencana pembangunan untuk kedepan harus menggunakan data akurat agar tercapai sesuai keinginan dan atau aspirasi masyarakat.

Selain itu, Ketua DPRD Lingga Riono, juga menyampaikan pokok pikiran DPRD Lingga terkait Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Lingga ini.

“DPRD Lingga menyambut baik atas terselenggaranya Musrenbang ini, dan diharapkan dapat menjalin komunikasi dalam membahas rencana pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Lingga” tuturnya.

Dia juga menambahkan, guna mengurangi pengangguran maka kedepannya Pemerintah harus berusaha dengan memfasilitasi lapangan pekerjaan demi meningkatkan daya saing dengan daerah luar.

Bupati Lingga yang membuka resmi kegiatan Musrenbang RKPD tersebut juga berharap agar semua bersinergi dan bekerjasama serta peran Kepala Desa dan BPD hingga dapat membangun dan mendorong pergerakan masyarakat.

“Dengan integrasi yang selama ini, semoga dapat memacu demi meningkatkan pembangunan di Kabupaten Lingga” harapnya.

Dia menambahkan, seiring waktu berjalan Lingga akan tetap memiliki fokus pembangunan pada program 4 sektor unggulan yakni pada sektor Peternakan, Pertanian, Perikanan serta Pariwisata.

“Salah satunya, dengan usaha dan kerjasama kita semua yang cukup baik, maka Lingga telah ditetapkan Menteri Pertanian sebagai lumbung pertanian untuk wilayah perbatasan” paparnya.

Dia kembali berharap, semoga segala permasalah yang ada di Lingga harus diselesaikan tuntas dengan usaha-usaha dan kerjasama.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Lingga beserta Ibu, Sekda Lingga, Ketua DPRD Kabupaten Lingga beserta anggota, Anggota DPRD provinsi kepulauan Riau (Tawarech, Hanafi Ekra, Saptono Mustakim), Sekretaris Bappelitbang Lingga, Kadis Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepri, Kadis Pertanian Prov.Kepri, Camat, Lurah, Kades serta BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh Pemuda, serta pimpinan-pimpinan OPD dalam ruang lingkup Kabupaten Lingga.

Sumber : (MC)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Lebih kurang satu bulan dilanda panas. Adapun debit air di bak resover terus mengalami pengurangan. Kondisi ini akan menjadi keprihatinan di Daik Lingga,

Berkurangnya debit air ini menjadi keprihatinan warga, khususnya berada di kota Daik Lingga. Dimana negeri yang dijuluki bunda tanah Melayu memiliki sejumlah wisata yang menarik, keindahan alam masih asri, sangat mustahil ketika Daik Lingga di landa Kekeringan.

Dibuktikan Lingga memiliki lebih kurang 7 sumber mata air terjun, satu diantaranya air terjun tande yang menjadi suplai masyarakat Daik Lingga.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria mengatakan pemerintah Daerah harus duduk bersama dengan DPRD, untuk memberikan solusi. Melalui pertemuan tersebut agar permasalahan air bersih tidak berlarut-larut dari tahun ke tahun di Bumi Bunda Tanah Melayu.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria

Menurut Zakaria, sebagai putra daerah, sebenarnya permasalahan ini menjadi hal yang tidak begitu luar biasa. Pasalnya, untuk skala perusahaan daerah air minum (PDAM). yang mengakomodir penyuplai air di kabupaten tidak dapat memberikan pelayanan terbaiknya untuk wilayah Kelurahan Daik.

” Aneh kelangkaan ini terjadi di wilayah Kelurahan Daik saja dari tahun ke tahun. Sementara di kecamatan lain, kekeringan dan kelangkaan bisa teratasi,” ujarnya kepada mediakepri.co.id, Kamis, 14 Maret 2018.

Lebih jauh katanya, yang terpenting itu eksekusi dulu, duduk bersama mencarikan suatu solusi terbaik, jangan memandang masalah ini menjadi hal yang sepele. Dikala hujan, katanya, kita tidak menghiraukan, dan dikala musim panas, menjadi masalah yang serius.

Selain itu katanya, kasihan masyarakat, harus menunggu sampai tengah malam untuk menampung air di rumah. Malam harusnya waktu istirahat, tambahnya, akan tetapi saat ini harus diganti dengan rutinitas yang lain.

“Kami dari pemuda merasa malu. Apalagi informasi sudah menyebar luas di media massa. Lingga akan atasi kekeringan air di Kota Batam. Sementara pusat pemerintahan Kota Lingga sendiri dilanda kekeringan,” ucapnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Menggema lantunan ayat suci Al-Qur’an dipenjuru Kecamatan yang berada di Kabupaten Lingga akhir akhir ini. Dalam rangka Seleksi Tilawatil Qur’an ( STQ), tidak luput serangkaian acara mengisi indahnya syi’ar islam tepatnya di Desa Kerandin Kecamatan Lingga Timur.

Kemeriahan semakin dirasakan para peserta yang hadir, saat orang nomor satu di KEPRI Nurdin Basirun, menutupi Tilawatil Qur’an ( TQ) secara resmi pada Sabtu 2 Maret 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur KEPRI Nurdin Basirun mengatakan, terus berlatih kepada para juara, jangan pernah merasa puas apa yang didapat sekarang, karna setelah tingkat kecamatan, akan diteruskan ke tingkat Kabupaten dan setelah itu, kalau menang kita akan bertemu di Tingkat Provinsi.

“Tahun ini akan ada penambahan cabang satu diantaranya, perlombaan Hadis,” ucapnya.

Wakil Bupati Lingga M Nizar saat memberikan sambutan STQ di Kecamatan Lingga Timur.

Ditempat yang sama Wakil Bupati M.Nizar yang juga sebagai ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten menyapaikan kepada LPTQ Kecamatan dan Desa, agar terus melakukan pembinaan kepada masyarakat dan adik adik generasi penerus agar meningkatkan ketakwaan dan menerapkan nilai keagamaan dalam kehidupan.

Sementara itu Camat Lingga Timur M Arif mengatakan, jadikan momentum yang baik ini, sebagai wujud penanaman nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat STQ saja.

Ketua LPTQ Sekcam Lingga Timur Said Hendri mengatakan, katagori juara yang dilombakan diantaranya, juara umum I cabang tilawah Desa Sungai Pinang Juara umum II Desa Pekaka. Juara Umum III Desa Bukit Langkap.

Untuk katagori cabang Rebana Juara Umum satu jatuh kepada kelompok Al- Huda Dusun 2 Kerandin.Juara umum II kelompok La- Tansa Dusun I Kerandin. Juara umum III kelompok Qosidatul Rodho Desa Bukit Langg.

Katagori pawai Ta’ ruf juara I Desa Sungai Pinang. Juara II Desa Kudung. Juara III Desa Bukit Langkap.

Lebih jauh kata Said Hendri, Lingga Timur juga melombakan Stan Bazar diantaranya juara I Desa Bukit Langkap. Juara II Desa Kerandin. Juara III Desa Keton.

“Terimakash kepada panitia dan seluruh masyarakat Lingga Timur yang sudah bersusah payah demi mensukseskan acara STQ, kedapan akan terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” harapnya ( bran )

MEDIAKEPR.CO.ID, Lingga – Kobaran sijago merah melahap halaman depan perkantoran kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Lingga (BKPP), Selasa, 5 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WIB

Informasi yang didapat mediakepri.co.id dari salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya mengatakan diduga kejadian berawal dari adanya seseorang yang membakar sampah.

Pembakaran sampah untuk kebersihan ini, katanya, sangat dipengaruhi oleh suhu udara. Karna musim panas, tambahnya, dengan kondisi angin cukup kencang, sehingga api menjadi mudah untuk merebak.

Kejadian kebakaran ini sempat menghebohkan seluruh staf yang berada didalam kantor BKPP. Dimana banyak staf berhamburan keluar. Mereka tegang bercampur khawatir melihat kebakaran api yang melahap pepohonan yang berada di depan komplek halaman kantor.

Susana semakin menghebohkan saat mobil pemadam masuk di area perkantoran Bupati Lingga. Tak lama berselang, api dapat dijinakkan Petugas kebakaran. (bran)

LINGGA

Minggu | 24 Februari 2019 | 13:00

Siswa MA Suskes Jalankan Program Syi’ar Islam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kecerdasan emosional dan spiritual siswa Madrasah Aliyah Yayasan Pendidikan Kemajuan Lingga ( YPKL) tentu tidak diragukan lagi melakukan syiar Islam.

Hal ini dibuktikan dengan program syafari dakwah sejak tahun ajaran 2018 hingga 2019. Program secara kontinyu memberikan dampak yang sangat positif di kalangan masyarakat Lingga.

Kepala Sekolah MA, Mulastri.Spd melalui Wakil Bidang Kesiswaan, Al Amin SHI mengatakan, syafari dakwah merupakan satu diantaranya program unggulan di MA YPKL, siswa dituntut harus bisa berdakwah. Mental harus ditempa sejak dini. Kalau sudah lulus sekolah tentu untuk berdakwah tidak merasa canggung lagi ditengah masyarakat.

” Kali ini dipilih Masjid Al Hidayah di Desa Nerekeh, Kecamatan Lingga pada Jumat malam. Program syafari dilakukan dua kali dalam sebulan,” ujar Amin, kepada mediakepri.co.id melalui pesawat seluler, Sabtu, 23 Februari 2019.

Dikatakan Amin, sebelum berdakwah, siswa membaca lantunan suci Al-qur’an. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah. Dua orang siswa secara bergiliran diwajibkan untuk mengisi tausiyah ketika sudah dijadwalkan.

Selain berdakwah, siswa juga memberikan sedikit santunan sembako, walau dengan seadaanya. Lebih jauh katanya, ini semua untuk mengurangi beban saudara yang membutuhkan.

Sebagai sekolah yang mengedepankan ilmu agama, katanya, kami guru berharap kepada siswa, ilmu yang diperoleh agar dapat diterapkan di masyarakat. Mudah mudahan dengan kegiatan syafari dakwah, tambahnya, memberikan motivasi kepada generasi milinial lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta ALLAH SWT.

“Mengetuk pintu hati orang tua yang ingin anaknya mendalami ilmu agama bisa belajar di Sekolah MA YPKL Daik Lingga,” harapnya. (bran)

LINGGA

Jumat | 22 Februari 2019 | 13:19

Awe Lantik Pejabat ASN di Tanjung Napau

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ratusan Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pemkab Lingga dilantik di Tanjung Napau Kecamatan Singkep Selatan Desa Resang.

Agenda pelantikan tersebut dilakukan dalam prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan kepada ratusan orang oleh Bupati Lingga Alias Welo tanggal 21 Februari 2019.

Bupati Lingga Alias Welo dalam sambutannya mengatakan, Tanjung Napau ini memang belum pernah terdengar banyak dikalangan masyarakat luas, namun kondisi alam yang sangat indah inilah, serta kehidupan masyarakat yang ramah membuat dirinya memilih untuk melakukan pelantikan para ASN di Tanjung Napau.

Lebih jauh kata Awe, tepat di depan para ASN yang dilantik terlihat sebuah pulau cukup dikenal dan sempat menuai polemik berkepanjangan baru dapat diselesaikan melalui keputusan mahkamah konstitusi, sehingga pulau tersebut resmi dinyatakan milik Kabupaten Lingga Provinsi KEPRI yakni Pulau Berhala.

Bupati Lingga saat melakukan pelantikan ASN di Tanjung Napau Desa Resang

Selain itu Awe berpesan kepada ASN yang dilantik ini merupakan bagian dari penyegaran serta meminta kepada ASN yang dilantik agar cepat bekerja sehingga dalam 100 hari kedepan seperti lazimnya mutasi mutasi kita lakasanakan dapat diwujudkan dan terlihat ditengah masyarakat.

” Hari ini 21 Februari 2019 saya sudah melakukan hitungan sampai dengan awal Juni nanti terhitung dari seratus hari kerja semua dari jabatan yang diemban. Kami akan melakukan evaluasi dan penempatan kembali
bagi ASn yang nyatanya tidak melaksanakan target yang direncanakan,” ucapnya

Dikatakan Awe tiga tahun diusia pemerintahan yang dikomandoi Awe Nizar kita akan menyempurnakan pekerjaan yang belum terselesaikan, satu diantaranya pekerjaan yang masih berproses.serta pekerjaan yang diharapkan dengan hasil yang optimal.

Awe berpesan kepada ASN prestasi yang telah didapati agar dapat dipertahankan, diantaranya, Piala Adi Pura dan serta pengelola keuangan Daerah.menurutnya, selama 15 tahun Kabupaten Lingga terbentuk dalam sistem pengelolaan keuangan Daerah, alhamdulillah sudah mendapatkan prestasi puncak menempatkan lingga predikat WTP. Wajar tanpa pencualian, itu yang harus di pertahankan.( bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sejak 50 tahun lebih lalu, panglong dapur arang merupakan bagian urat nadi perekonomian masyarakat pesisir yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan.

Tanaman mangrove yang lebih dikenal dengan sebutan bakau, telah mampu memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat , khususnya daerah pesisir Pulau Lingga.

Selain tanaman yang memiliki nilai estetika, mangrove digunakan sejak turun temurun sebagai bahan baku pembuatan arang.

Ditengah kesulitan ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan, dapur arang merupakan suatu solusi masyarakat agar dapat bertahan hidup demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ribuan masyarakat yang tersebar di Pulau Lingga menggantungkan harapan bersama dapur arang, diantaranya Kecamatan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Lingga Utara, Senayang, dan Singkep.

Samsiah, satu diantara pekerja yang menggantungkan hidupnya di dapur arang mengatakan sudah puluhan tahun bekerja di tempat tersebut. Selain dapat untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, katanya, di dapur arang tempat untuk bersosialisasi dengan pekerja lainnya.

disini pak, walau dibawah debu dan kepulan asap arang, lelah itu terbayarkan, kami dapat saling bercerita dan berbagi bersama dengan rekan , karna menurutnya, pekerjaan menjadi tukang packing arang sangat membantu mengurangi beban keluarga, satu diataranya biaya anak sekolah dan biaya kebutuhan sehari-hari.

” Untung Dapur arang ini buka, Karna dapat membantu masyarakat kecil bekerja, Kami perkerja dibayar sesuai dengan borongan,kalau ambil borongnya banyak, dapat hasilnya banyak, kalau capek berhenti dulu,” ucap Samsiah, wanita paruh baya ini kepada mediakepri.co.id Selasa 19 Februari 2019.

Dapur Arang

Sementara itu menyambangi pengurus kepercayaan usaha dapur arang di Desa Sungai Pinang Kecamatan Lingga Timur, Encik Adnan menyampaikan, perlu proses panjang dalam pembuatan arang. Mulai dari menebang, memotong, dan dibakar kan selama 40 hari didalam dapur kurang lebih memakan waktu empat bulan.

” Tidak lah pekerjaan ini secara instan. Melainkan proses dan ketekunan baru didapati hasil kualitas arang yang maksimal,” Ujarnya.

Dikatakan Encik Adnan Semua para pekerja di dahulukan masyarakat tempatan, tak luput dari sisi aturan.Selain memanfaatkan hutan mangrove, para pengusaha maupun pekerja tetap menjaga ekosistem, tidak meninggalkan perannya, untuk menjaga lingkungan, dengan melakukan penanaman kembali, alias riboisasi.

Diketahui tahun 2018 Panglong Arang yang dikelola encik Adnan melakukan penanaman sebanyak 40.000 batang tanaman mangrove.dibawah naungan koperasi manggrove lestari. (bran)

masyarakat

LINGGA

Minggu | 17 Februari 2019 | 10:20

Hadiah Dipajang, Kupon Belum Terbagi, Masyarakat Kecewa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Masyarakat tumpah ruah ikuti senam sehat bersempena refleksi tiga tahun kepemimpinan Awe Nizar di halaman Kantor Bupati. jalan Istana Robat Daik Lingga, Minggu 17 Februari 2019.

Senam yang dilakukan sejak pagi sekira pukul 06.30 WIB pagi menimbulkan tanda tanya kepada seluruh peserta dan masyarakat secara umum. Pasal, pembagian kupon door prize yang ditunggu tunggu tak kunjung dibagikan.

Adi, warga yang mengikuti kegiatan kepada mediakepri.co.id mengatakan, sejak pagi sampai saat ini masih menunggu kupon yang belum dibagikan.

“Sepertinya tidak ada kesiapan dari panitia senam. Kasihan warga yang bersemangat datang dari jauh, merasa kecewa,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Daik Lingga, Aryanto ketika ditanyakan mengenai pendistribusian kupon mengaku tidak mengetahuinya. Soalnya, kegiatan senam dengan menyiapkan hadiah yang menggiurkan.

Untuk diketahui, kegiatan senam ini menyiapkan Door prize dengan hadiah utama empat unit sepada motor. Dan hadiah yang akan dibagikan kepada masyarakat sudah terpajang diatas panggung.(bran)

LINGGA

Sabtu | 16 Februari 2019 | 15:45

Poey Sting Hadir Kembali, Hibur Masyarakat Lingga

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Artis lengandaris Negeri Jiran Malaysia Poey Sting akan tiba di Daik lingga Sabtu 16 Februari 2019 sore. Kedatanganya ini untuk mengisi serangkaian acara ekspose tiga tahun Awe Nizar.

Sebelumnya, kedatangan Artis Poey Sting di Daik setahun lalu sangat menyita perhatian Masyarakat Lingga, masih kuat ingatan masyarakat menyanyikan tembang lawas yang berjudul “Dalam diam kumencintaimu”.

Lurah Daik, Aryanto

Lurah Daik Aryanto sebagai koordinator acara, kepada mediakepri.co.id mengatakan, Poey akan mengisi acara pada Minggu pagi, dalam acara senam sehat di lapangan kantor Bupati Istana Robat.

Dikatakan Aryanto selain senam sehat, juga akan dibagikan door prize dengan hadiah utama 4 unit sepeda motor yang sudah disiapkan, doorprize akan diberikan pada dua sesi kegiatan yakni pagi dan malam hari.
2 unit sepeda motor akan diundi pagi dan 2 unit akan diundi di malam hari.

Lebih jauh kata Aryanto, Poey Sting bercerita, dirinya sangat takjub melihat alam yang masih asri selain indah, kehidupan penduduk masyarakat begitu ramah. Direncanakan Poey Sting akan mengunjungi objek wisata Air terjun resun. (bran)

valentine day

LINGGA

Rabu | 13 Februari 2019 | 22:38

Valentine Day Tidak Relevan di Bunda Tanah Melayu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga (Disdik) keluarkan edaran imbauan melalui surat Nomor 420/ DISDIK-UK/0450 kepada pelajar untuk tidak melaksanakan Valentine Day. Surat yang Sifat penting ini mengantisipasi keikutsertaan pelajar pada hari kasih sayang yang jatuh pada hari Kamis, 14 Februari mendatang.

Dalam upaya membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta menjaga seluruh pelajar di Kabupaten Lingga agar melakukan kegiatan yang tidak bertentangan norma agama.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Lingga, Junaidi Adjam melalui Kabid Dikdas Hendry Efrizal mengatakan, Valentine day itu secara Budaya dan agama sudah tidak relevan sama sekali di bunda tanah Melayu ini, terutama untuk para pelajar, belum ada sejarahnya Melayu itu melaksanakan hari valentine day.

Lebih jauh katanya, himbauan merupakan bentuk satu peringatan agar pelajar tidak salah menginterpretasikan apa itu valentine day. Pelajar itu merupakan generasi penerus bangsa harus mengisi dengan nilai positif baik dari sisi etika dan moral.

” Tidak ada sejarahnya Melayu itu melaksanakan hari valentine day, Ini kegiatan bukanlah suatu motivasi untuk mendukung karakter yang baik terhadap perkembangan perilaku pelajar , bahkan mengubah mindset kepada dunia barat, itu tidak dibenarkan.” Ujarnya Rabu 13 Februari 2019.

Selain itu kata.Hendry, Ini merupakan kepedulian kita DISDIK terhadap dunia pendidikan. ini tahun pertama yang dilakukan oleh kepala Dinas himbauan dan pelarangan, karna ini kita mengantisipasi agar para siswa tidak melakukan penyimpangan akhlak. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga sukses menggelar musyawarah rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di Kecamatan Timur.

Bupati Lingga Alias Wello, melalui Wakil Bupati, M Nizar mengatakan agar OPD mencermati usulan desa. Dan jangan ada lagi, katanya, desa yang tidak terjamah pembangunan di tahun 2020 seperti tahun 2019.

Lebih jauh katanya, Desa Keton, ditekankan agar fokus pada sektor pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata. Dimana, tambahnya, Lingga Timur memiliki semua potensi tersebut.

Sementara itu, Camat Lingga Timur, Arif memaparkan potensi yang ada di Kecamatan Lingga Timur. Dikatakannya, Desa Sungai Pinang merupakan basis hasil perikanan, dan kedepan akan dikembangkan perikanan budidaya berupa tambak udang yang dimulai pada tahun 2019

Keton sebagai desa produksi industri kreatif, katanya lebih jauh, dengan ayaman dari lidi nipah, kedepan akan dilakukan peremajaan pohon nipah dan budidaya ketam.

Untuk Desa Bukit Langkap dan Kerandin, lanjutnya, merupakan kawasan strategis provinsi. Saat ini, tambahnya, telah dibangun cetak sawah dan telah menunjukan hasil dan kedepan diharapkan mampu sebagai desa swasembada pangan. Desa Pekaka, katanya lebih jauh, terkenal dengan belacan

Diharapkannya kedepan, katanya, agar pembangunan dapat menyentuh semua sektor unggulan di Kecamatan Lingga Timur. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dabo – Suatu pemandangan yang tak biasa terlihat di kota Dabo Singkep siang tadi Sabtu, 9 Februari 2019. Jalanan mendadak macet dan ribuan orang tumpah ruah di Lapangan Merdeka yang terletak di pusat kota.

Adalah Lingga Recycle Carnival 2019 yang mengusung tema Nature is Our Culture menjadi penyebabnya, kegiatan yang di prakarsai oleh Akari Ceq Conon  dan ditaja oleh Pemkab Lingga, Polres Lingga, Lanal Dabo, Bandara Dabo, PDAM Dabo dan PWI Lingga tersebut telah mampu menjadikan Dabo Singkep laksana Rio de Jenerio di Brazil.

Bagaimana tidak dengan 121 talent yang tampil dengan berbagai model busana kreasi dan menjadikan jalan raya sebagai catwalk nya, karnaval ini mampu menyedot animo masyarakat untuk datang menyaksikan perhelatan yang sudah tahun kedua dilaksanakan.

Bupati Lingga H. Alias Wello, S. IP yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga H.M.Juramadi Esram, MT, MH saat membuka Lingga Recycle Carnival 2019 mengharapkan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan dan masuk kalender pariwisata Lingga.

“Akan menjadi even tahunan dan dibiayai Pemkab”, ujar Esram yang pada saat menyampaikan sambutan terlihat ikut bergegap gempita bersama para penonton yg sudah tak sabar akan menyaksikan penampilan para peraga busana berbahan daur ulang tersebut.

Firdaus Madjid selaku koordinator Akari Ceq Conon mengaku sangat gembira dan tak menyangka antusias masyarakat begitu besar untuk menonton karnaval yang didukung para talent dari Sanggar Megat kota Tanjungpinang dan Fachrizal Mister Indonesia Kepri 2018.

“Kami tak menyangka penonton akan begini banyaknya, terus terang ini menjadi penyemangat kami untuk membuat yang lebih wah lagi tahun depan,” ungkap Bang Fier sapaan akrab pria yang telah belasan tahun berkecimpung dalam ruang karnaval.

Harapan Bang Fier dengan digelarnya Lingga Recycle Carnival 2019 ini dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan baik yang berasal dari domestik maupun mancanegara.

“Terima kasih yang tak terhingga untuk semua pihak yang telah mendukung kami terutama Pemkab Lingga dalam hal ini Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga,”ucap Bang Fier dengan nada gembira. (www.humaslingga.id)

LINGGA

Jumat | 08 Februari 2019 | 21:25

Tapak Wali Terapi Warga Daik, Sekda Ikuti Latihan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Payuguban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia melakukan terapi ke warga Daik, Lingga di lapangan tenis Pemkab Lingga, Jumat, 8 Februari 2019.

Secara bergiliran, warga yang mengalami keluhan kesehatan menjalani trapi. Konsep penerapian ini dilakukan oleh sejumlah pengurus Tapak Wali Indonesia Kepri tanpa menyentuh pasien.

Usai melakukan terapi, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga mengikuti latihan Tapak Wali Indonesia. Dari puluhan yang mengikuti latihan terlihat Sekretaris Daerah (Sekda), Juramadi Esram.

Sebelum latihan berlangsung, pengurus Tapak Wali Indonesia menjelaskan mengenai payuguban seni beladiri Tapak Wali Indonesia.

“Kegiatan ini untuk mencari sehat. Diiringi dengan memohon dan berdoa, mencapai nikmat dari setiap gerak,” ujar Adimaja, Ketua Tapak Wali Indonesia Kepri dan Malaysia. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kepri (Disdik Pemprov) Kepri berikan paparan tentang pendidikan karakter di SMAN 1 Lingga, Kamis, 7 Februari 2019 sore.

Adimaja, Kasi PPK Didik Pemprov Kepri dihadapan ratusan siswa SMAN 1 Lingga menjelaskan pendidikan karakter. Dalam konsep ini, katanya, akan menghasilkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual.

Membangun Kekompakan Menuju Kepri Kedepan

Adimaja menjelaskan karakter yang dibangun dalam program ini adalah untuk menciptakan siswa yang mandiri. Lalu, tambahnya, menanamkan jiwa kerjasama dan gotong royong.

“Gotong royong yang dibangun ini adalah sebuah kerjasama yang positif. Bukan kerjasama negatif, seperti saling contek dan lainnya yang tidak baik,” ujar Adimaja.

Mendagri Minta Peserta Pemilu Lakukan Kampanye Bermartabat

Strategi INDR4 untuk Jadi Wakil Rakyat Terungkap di Dapur mediakepri.co.id

Selanjutnya, karakter yang lainnya yakni nasionalis, cinta tanah air dan bangsa. Dan terakhir, karakter yang religius.

“Jadilah siswa yang berprestasi yang memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan religius. Dan siswa seperti ini merupakan generani emas bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, Adimaja menambahkan, setelah karakter ini terbangun dan tertanam dengan baik, maka selanjutnya, membangun pendidikan karakter ini yang diharmonisasikan dengan olah hati, olah rasa, olah pikir dan olahraga. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID – AZ1Z MART1NDAZ. Sosok yang SATU (1) ini sudah tidak asing bagi warga dan masyarakat luas di Kabupaten Lingga umumnya dan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Selayar terkhususnya.

Dalam perjalanan menjalankan aktivitas sebagai aktivis, pengalaman manis dan pahit, suka maupun duka silih berganti dihadapinya. Bahkan, pengalaman demi pengalaman itu sendiri telah menjadikannya sebagai pribadi yang tegar dan pantang menyerah.

Kepekaan terhadap kondisi sosial kemasyarakatannya sudah terbangun sejak menyandang status mahasiswa. Perjalanan berorganisasi di lingkungan kemahasiswaan, mendorong jiwanya menjadi aktivis yang peduli dan peka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan. Semangat ini sejalan dan tertuang dalam ‘Tri Darma Perguruan Tinggi’, butir ke-3 yang mengamanahkan untuk siap memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Tentu saja banyak pola dan konsep yang bisa dilaksanakan untuk melakukan pengabdian itu sendiri. Antara lain, menjadi penyambung lidah bagi masyarakat yang menerima ketimpangan dalam sosial dengan turun ke jalan. Hingga melaksanakan kegiatan positif yang mampu memberikan kontribusi dan berdampak bagi masyarakat.

Begitu juga dalam dunia perpolitikan. Asam garam dalam kancah perpoitikan, sudah menyatu dalam tubuh AZ1Z MART1NDAS. hidup sebagai aktiVis, Kehidupan berpolitik memiliki semangat juang yang tinggi, yang diselimuti pemikiran – pemikiran yang kritis, kreatif, mandiri dan inovatif.

Dari semua itulah, membuat jiwa AZ1Z MAT1NDAS terpanggil untuk maju sebagai calon legislatif DPRD Lingga dengan berperahu Partai Golkar. Dengan selalu eksis dan berada di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pemikiran, menomer SATUkan jadi ‘penagih’ komitmen pemerintahan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Dalam Pemilu 2019 ini, AZ1Z MART1NDAS mengusung tagline #BERANI, #BERSIH, #EMPATI, #RAMAH, #AMANAH, #NASIONALIS, dan #INTEGRITAS. Adapun makna dari tagline tersebut yakni:

BERSIH

a. Berupaya menghindari hal-hal yg berbau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
b. Bekerja secara Profesional dan Proporsional dalam mengembangkan Visi dan Misi pembangunan yang berkeadilan, dalam permusyawaratan Perwakilan.

EMPATI

Berkometmen untuk memiliki jiwa Kepedulian, Keprihatinan dan Kepekaan akan rasa senasib dan sepenanggungan setiap persoalan kehidupan sosial yang dihadapi masyarakat.

RAMAH

Siap menjadikan diri sebagai Pelayan Rakyat, tidak sombong, angkuh, bersahaja dan bersahabat dengan siapa saja yang menghargai sebuah persahabatan.

AMANAH

Siap selalu berada di Garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak amanat penderitaan rakyat dari suatu bentuk penzaliman dan ketidakadilan sebuah kebijakan demi melaksanakan Amanah rakyat yang berprikemanusiaan yang adil dan beradab.

NASIONALISME

Siap untuk meneguhkan diri dalam semangat kesadaran akan cinta tanah air khususnya Kabupaten Lingga, dalam perjuangan mewujud rasa, karsa dan cipta pembangunan didaerah bunda tanah Melayu.

INTEGRITAS

Siap memegang dan menjaga konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dari berbagai hal yang dihasilkan dan diinginkan masyarakat berdasarkan asas musyawarah mufakat.

Dari Tagline sikap “BERAN1” tersebut Visi Misi yang hendak dicapai adalah:

VISI
Mewujudkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lingga yang Kridibel, Kapabel dan akseptebel serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta keadilan maupun kesejahteraan rakyat dalam bingkai Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu yang ber-Negara Kesatuan Republik Indonesia

MISI

  1. Menjadikan lembaga DPRD sebagai lembaga yang dapat dipercaya kehormatannya, bersih dan berwibawa dlm memperjuangkan hak-hak rakyat.
  2. Berperan aktif menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat serta terus menerus berupaya menginspirasikan program-program peningkatan kesejahteraan rakyat.
  3. Meningkatkan tugas pokok dan fungsinya kelembagaan DPRD yakni fungsi Legislasi, Anggaran dan Pengawasan terhadap lembaga eksekutif.
  4. Meningkatkan Partisipasi masyarakat dalam melakukan perumusan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan publik yang akan dituangkan dalam Peraturan Daerah guna mendorong sikap pro aktif kemasyarakatan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka secara mandiri dan bertanggung jawab.
  5. Meningkatkan transparansi, aksesibilitas, akuntabilitas, efektivitas, dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah guna memberikan kemudahan Publik untuk ikut serta berpartisipasi melakukan pengawasan pada setiap kebijakan yang dilakukan. (bran)

rsud lingga

LINGGA

Selasa | 29 Januari 2019 | 13:51

Ada 2 Puskesmas di Lingga Terakreditasi Madya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Daik – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sangat berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Lalu, bagi mereka yang membutuhkan perawatan lanjutan ke Rumah Sakit, rujukan Puskesmas menjadi syarat penting bagi melengkapi klaim bila menggunakan fasilitas JKN BPJS.

Kabupaten Lingga yang terdiri dari 13 Kecamatan memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep yang sudah terakreditasi dasar dan RSUD Encek Maryam yang rencana nya tahun ini juga akan terakreditasi semakin menambah kekuatan pelayanan kesehatan di Lingga.

BACA JUGA

Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Kabidpora Ajak Para Pelatih Komitmen Bina Atlet

Menurut data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga terdapat 11 Puskesmas yang tersebar di 13 Kecamatan dan 8 diantaranya sudah memiliki Akreditasi, 2 yang baru saja mendapatkan Akreditasi Madya adalah Puskesmas Daik dan Senayang sedangkan Puskesmas Lanjut, Resang dan Posek belum Terakreditasi, untuk Tahun Anggaran 2019 ditargetkan seluruh Puskesmas di Lingga sudah mengantongi Akreditasi.

“Bahkan ada yang sudah layak mendapatkan Akreditasi Utama,” jelas dr. Mohammad Syamsu Rizal selaku Kepala Dinas Kesehatan P2KB.

Bupati Lingga H. Alias Wello yang biasa disapa Awe menargetkan di tahun 2019 ini akan ditingkatkan sarana dan prasarana penunjang bagi pelayanan kesehatan. Migrasi JKLT ke JKN BPJS sedang berlangsung dan penambahan ruang rawat inap baru di 2 Rumah Sakit yang saat ini beroperasi dilakukan secara bertahap dan diharapkan selesai tahun 2020.

Isdianto Hadiri Pelantikan PAW Tiga Anggota DPRD Kepri

“Untuk penambahan tenaga kesehatan juga kami upayakan untuk ditambah bagi mengisi kekurangan di Pustu yang berada di pulau-pulau” ujar Awe di sela-sela kegiatan pelantikan Anggota DPRD PAW Dapil Bintan Lingga pagi ini Senin, (28/01). (humaslingga)