pemkab lingga

LINGGA

dekorasi ruangan

LINGGA

Selasa | 20 November 2018 | 11:11

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lingga mencuri perhatian, khususnya tamu yang menghadiri hari jadi Kabupaten Lingga yang ke-15, Selasa, 20 November 2018.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Perhatian masyarakat tercurah dengan dekorasi, gedung wakil rakyat itu sendiri. Pasalnya, ruangan sidang yang biasa digunakan anggota dewan untuk membahas setiap permasalahan di Lingga ini disulap. Disetiap ruangan ditata dengan rapi dan menyerupai wahana istana sebuah kerajaan.

Bagai sebuah kerajaan, gedung dewan ini disempurnakan dengan tampilan ornamen Melayu sebagai pelengkap ketakjuban masyarakat yang menyaksikan. Adapun penghias ruangan yang menarik perhatian, diantaranya Bunga Anggar, Kain Tabe yang diwarnai. Dan tentu tidak kalah penting, jamuan hidangan yang disajikan dikemas Talamau yang menggunakan tutup dari daun pandan.

BACA: Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

Untuk diketahui, Kabupaten Lingga sebagai daerah yang dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu, tentu tidak akan meninggalkan apa yang telah menjadi adat Budaya. Dan bersepakat untuk menjaga kearifan lokal menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa Melayu.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, Rabu 20 November 2018, sejumlah staf Sekretariat DPRD Lingga menyambut tamu menggunakan pakaian lengkap Melayu dan wanita menggunakan Tudung Manto. (bran)

pembebasan lahan

LINGGA

Sabtu | 17 November 2018 | 19:29

Disbud Bebaskan Lahan Ratusan Hektar untuk KP dan KWB 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Kebudayaan (Dikbud) lakukan pembebasan lahan seluas 126 hektar milik masyarakat untuk kepentingan umum di Daik Lingga, komplek Istana Damnah.

“Target itu, lebih kurang 126 hektare,” kata Kepala Dinas Kebudayaan M Ishak kepada mediakepri.co.id Jumat, 16 November 2018 malam seraya mengatakan, tahun 2018 Dikbud sudah membebaskan lahan sebanyak tujuh bidang tanah.

Lebih jauh katanya, dari 126 hektar, sudah ada peruntukanya, diantaranya 60 hektar untuk Kota Pusaka (KP) dan 66 hektar menjadi Kawasan Warisan Budaya (KWB).

BACA: Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

Dijelaskannya, sejauh ini tidak ada kendala yang menghambat. Dinas, tambahnya, dibantu Kejari Lingga, maupun tim apresial  kantor jasa penilai Publik (KJPP). Hanya saja, lanjutnya, saat ini kondisi keuangan APBD Lingga belum memungkinkan untuk dibebaskan secara langsung dari target itu.

Selain itu katanya, dengan 60 hektar diperuntukan sebagai Kota Pusaka, agar kedepan dapat dibantu melalui proses dana Pusat maupun Provinsi.

” Untuk teknis pembangunan Kota Pusaka, Pokja dari dinas PUPR, tidak dari Dikbud lagi. Kita hanya sebagai anggota. Intinya, pembangunan tidak terkendalam masalah lahan, Dikbud minta dibebaskan,” sebutnya. 

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

Dikatakan Ishak Ini sudah kedua kalinya Dikbud melakukan Pembebasan lahan. Walau secara bertahap, katanya, dinas selalu optimis ini akan sesuai target. 

pembebasan lahan

Kasi DATUN Kajari Lingga Junaidi bersama Kadis Kebudayaan di Balai LAM Kabupaten Lingga

Kajari Lingga Imang Job Marsudi melalui Kasi Datun Junaidi mengatakan, pihaknya mendamping kegiatan pengadaan tanah di kebudayaan ini, berdasarkan surat kuasa khusus dari bupati ke Kajari Lingga.

Lebih jauh katanya, pihaknya mastikan kegiatan ini tidak ada pelanggaran dari sisi perundang-undangan tentang pengadaan tanah. Sedangkan untuk penilaian, objek tanah dan pemiliknya masuk pada kewenangan pejabat penilai yang bekerja menurut ketentuan/metode dan kode etik yang mengikatnya

Selanjutnya, khusus untuk anggaran yang tersisa dari kegiatan ini menjadi silpa, tidak dapat dijadi dasar untuk menyatakan OPD gagal dalam penyerapan anggaran. Sehingga, katanya, anggaran tahun berikutnya menjadi kurang, karena out put kegiatan tercapai maksimal.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

Sementara anggaran yang digunakan seminimal mungkin dan silpa tersebut, ada prestasi OPD tersebut dalam penyelamatan keuangan daerah, dari potensi kerugian keuangan negara/daerah.

Ditempat yang sama, tim apresial KJPP, Alex menjelaskan, tahapan pelaksanaan pengadaan lahan berdasarkan UU No. 2/2012 ada 4 bagian. Diantaranya, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil.

” Point 1 s.d 2, merupakan domainnya instansi yang membutuhkan tanah. KJPP dan/atau Penilai merupakan bagian dari point 3, yaitu pada tahapan penilaian ganti kerugian. Selanjutnya setelah penilaian dilakukan, maka masuk kepada tahap terakhir yaitu penyerahan hasil dimana ada tahap sosialisasi hasil dan negosiasi,” jelasnya

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

BACA: Tak Beroperasi, Bupati Lingga Minta Gubernur Kepri Evaluasi Izin Tambang

Selain itu, kata Alex, point 4 juga merupakan domainnya instansi yang membutuhkan tanah. Kompetensi Penilai, katanya, hanya menilai yang merupakan salah satu proses pada bagian pelaksanaan. “Kita KJPP sudah melakukan penilaian pada 27 sampai dengan 28 Agustus 2018 yang lalu. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) melaksanakan upacara untuk memperingati merayakan hari ulang tahun (HUT) di Lapangan Kantor Bupati Lingga hari ini Jumat, 16 November 2018.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Lingga H. Alias Wello, S.Ip dalam upacara peringatan HUT Satpol PP ke 68 dan Linmas ke 56 tingkat Kabupaten Lingga.

Sebelum membacakan amanat Menteri Dalam Negeri, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran Satpol PP Kabupaten Lingga dalam memberikan dukungan kegiatan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

“Saye sangat bangga dengan para personel Satpol PP sekalian, yang sudah menunjukkan baktinya di Kabupaten Lingga,” sebut Alias Wello.

Mendagri dalam amanat tertulis yang dibacakan Bupati Lingga berpesan agar peran Satpol PP di masa mendatang perlu ditingkatkan, begitu juga dengan kesejahteraan personelnya.

BACA: Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

BACA: Antisipasi Antrian BBM, Polda Kepri Akan Lakukan Pengecekan

BACA: “Semoga Suara Kami Didengar”, Jerit Transmigran Batubi

BACA: HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

HUT Satpol PP dan Satuan Linmas diikuti oleh segenap ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga serta peserta dari TNI, Polri, Pelajar SLTA dan dari unsur OKP/Ormas. Walau cuaca cukup terik, namun para peserta dengan hikhmad mengikuti upacara hingga selesai. (humaslingga)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ketersediaan asrama permanen bagi warga Lingga yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di Tanjungpinang menjadi sesuatu yang mendesak. Biarpun saat ini, pemerintah menyiapkan asrama, namun masih sewa menyewa.

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Karena menjadi sesuatu yang penting, Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) mengajukan secara resmi untuk pembangunan asrama yang permanen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga memberikan ‘angin surga’ atas permohonan mahasiswa itu.

BACA: Hadiri Penutupan Kirab Santri dan Lokerta di Lingga, Gubernur Tegaskan Pentingnya Bangun Karakter Pemuda

Setidaknya, tim konsultan yang didampingi Pemkab Lingga yang diwakili Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariah Daerah melakukan peninjauan lokasi, Rabu, 14 November 2018. Turunnya tim ini terkait untuk pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab Lingga untuk lahan asrama permanen mahasiswa Lingga di Tanjungpinang.

BACA: Tak Beroperasi, Bupati Lingga Minta Gubernur Kepri Evaluasi Izin Tambang

Pada saat melakukan peninjauan, ada tiga titik yang menjadi rencana pembangunan asrama tersebut. Ketiga titik yang dipantau tersebut yakni di Batu 8, Batu 7 dan Batu 10.

BACA: Beginilah Karang Taruna Pemli Tiyasa Desa Linau Lingga Peringati Pekan Muharram 1440H

“Kami ikut lihat lokasi lahan yang diajukan. Kita berharap mekanisme dan prosesnya lancar sampai tahap selanjutnya. Sehingga lahan asrama di tahun 2018 Segera rampung,” ucap Ryan, Ketua IMKL kepada mediakepri.co.id melalui telepon selulernya, Kamis, 15 November 2018.

BACA: IMKL Tanjung Pinang Desak Pemkab Lingga, Segera Lakukan Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa

Lebih jauh dia berharap, Pemkab Lingga segera melakukan pembangunan di 3 tempat yang diajukan.  “Kami berharap supaya masalah lahan ini cepat selesai prosesnya. Kemudian wacana pembangunannya dapat dibangun di tahun 2019 mendatang,” harap Ryan yang diiyakan mahasiswa lainnya. (bran)

BACA: Pekerja Kayu Lokal di Lingga Timur Mengeluh

presiden

LINGGA

Rabu | 14 November 2018 | 20:08

Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Dijadualkan Presiden RI, Joko Widodo hadir ke Kabupaten Lingga, Kepri, 21 November 2018 melalui Bandara Dabo Singkep pukul 09.00 WIB mendatang.

Kunjungan ini disampaikan melalui rilis Humas Pemkab Lingga Rabu, 14 November 2018. Selanjutnya Jokowi akan menuju Gedung Daerah diteruskan ke Balai Joeang Boeng Hatta 1950 di Implacement Timah Dabo Singkep.

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

Presiden Jokowi menerima penghargaan gelar kebangsawanan adat Melayu Sri Utama Mahkota Negara dari tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Presiden juga diminta untuk peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti dimulainya pembangunan Museum Timah dan Singkep Business Centre (SBC).

Kegiatan Presiden Jokowi akan dilanjutkan dengan membuka Festival Kelapa Indonesia ke-2 di Lapangan Merdeka. Untuk masyarakat Lingga, Presiden akan menyerahkan 1.300 sertifikat tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

BACA JUGA: Staf Khusus Presiden Jokowi Bocorkan Harga Mobil Nasional Esemka, Segini Loh Kisaran Harganya

BACA JUGA: “Elektrifikasi” Ini Gagasan Jokowi agar Bisa Dirasakan Oleh Seluruh Rakyat Indonesia

BACA JUGA: Tidak Ada Pelecehan dan Penghinaan, Sikap Hormat Jokowi saat Lagu Indonesia Raya Disorot, Ini Aturannya

BACA JUGA: Walikota Teruskan Surat Penolakan dari DMI ke Jokowi, Ini Isinya

BACA JUGA: Selain Membuka Konfrensi Tingkat Tinggi, Presiden Jokowi Bangun Museum Timah di Lingga

Setelah membuka Rakernas dan pengarahan kepada 248 Bupati anggota Kopek, Presiden menuju Batu Berdaun untuk meninjau tambak garam percontohan nasional dan penanaman bibit kepala di kebun PKK Lingga.

Presiden Jokowi dijadwalkan kembali ke Jakarta pukul 14.00 WIB. (humas)

kelangkaan minyak

LINGGA

Jumat | 09 November 2018 | 17:46

Masyarakat Daik Kesal Terjadi Kelangkaan Minyak Tanah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah kembali terjadi, di pusat Ibukota Kabupaten Lingga, Daik, Jumat, 9 November 2018. Hal yang sudah membuat masyarakat kecewa ini sudah berlangsung dalam satu pekan belakangan.

” Kesal. Minyak tanah memang sangat dibutuhkan. Apalagi, kami para ibu rumahtangga, untuk masak harus menggunakan kayu bakar,” ucap Ika, ibu rumah tangga yang mengeluh dengan keberadaan BBM ini.

Lebih jauh katanya, sangat berharap kepada pemerintah daerah agar dapat mengantisipasi kelangkaan ini, jangan sering terjadi. Ia menceritakan, harus keliling setiap warung menelusuri yang biasa menjualkan minyak tanah, Alhasil tidak bisa menemukan jua.

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Ekonomi (Kabag Ekonomi) Sekretariat Daerah, Baduar Heri mengatakan, minyak tanah sudah sesuai kouta yang berikan, itu tidak akan langka. Hanya saja, dugaan saat ini, katanya, ada yang menyimpan alias menimbun.

” Kita dari Pemerintah Daerah akan turun kelapangan untuk menindaklanjuti kepada penyalur melakukan pengecekan, ” ujarnya.

Selain itu dirinya juga mengatakan kalau untuk bahan solar, dugaan itu, data nelayan sudah tidak sinkron lagi dengan Kouta yang diberikan, salah satu bisa menyebabkan kelangkaan BBM solar. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Semangat kerja pengurus Asosiasi Kabupaten Lingga persatuan sepak bola seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) sudah tak terbendung dan tidak diragukan lagi, Jumat, 9 November 2018.

Dimana pengurus terpilih melalui Musyawarah Cabang, 23 Juni 2018 lalu ini sudah menyusun sejumlah program kerja untuk kemajuan dan memajukan persepakbolaan di Kabupaten Lingga.

Hingga saat ini, setelah empat bulan terpilihnya kepengurusan, program kerja itu sendiri bagai sebuah mimpi. Soalnya, untuk menjalankan rencana kerja tersebut dibutuhkan sebuah legitimasi secara administrasi.

“Kita masih menunggu surat keputusan (SK)). Tanpa SK, pengurus belum bisa menjalankan amanah dari organisasi persepakbolaan,” kata Ketua Askab PSSI Kabupaten Lingga terpilih, Aziz Martindas

Aziz Martindaz mengatakan sangat menyayangkan keterlambatan keluarnya SK. Padahal, tambahnya, sejak terpilih sebagai organisasi olahraga yang menjadi kegemaran masyarakat luas ini, pengurus sudah banyak melontarkan ide dan buah pikiran yang baik. Dan konsep bagus yang muncul, katanya, akan mampu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manuasia di bidang olahraga ini.

“Banyak ide yang ada dibenak kawan kawan pengurus tidak dapat dijalankan. Karena mengingat ligitimasi adminitrasi belum kita terima,” disebutkannya.

Adapun salah satu ide cemerlang itu diantaranya, yakni menjadikan ajang bola sebagai profit otentid. Sebagai contoh, kedepan akan diadakan liga bola untuk tingkat Kabupaten, pembinaan club secara intensif.

“Kita akan mengubah konsep dari sebelumnya hiburan menjadi konsep profesional. Semua itu tidak akan bisa dijalankan kalau legalitasnya kami belum terima, untuk itu Kita mohon segera keluarkan legalitas administrasi Askab PSSI Lingga ini,” katanya dengan penuh harap. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun menekankan pentingnya pembangunan karakter pemuda. Terutama pemahaman tentang keagamaan yang jika sejak dini terus dipupuk dengan baik dan benar maka bekal untuk berjalan menghadapi tantangan masa depan akan terasa mudah.

“Indonesia akan tangguh jika para pemudanya memiliki dasar dan pondasi yang tangguh yakni dasar iman dan takwa,” kata Nurdin saat menghadiri penutupan kirab santri dan lomba keterampilan agama (Lokerta) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Baitul Mukhlasin Lingga dan MDA Al-Furqan, Desa Musai, Kabupaten Lingga, Ahad, 28 Oktober 2018 petang.

Nurdin menambahkan bahwa, bukan tidak mungkin untuk menjadikan Kepri sebagai peradaban islami dan qurani, apalagi menurutnya jika terus dibina dan dikembangkan terutama membimbing anak-anak di jalan keagamaan.

“Jadi kita orang bicara agama jawabannya Kepri, jika bicara Al-Quran jawabannya Kepri, kita ingin Kepri punya keberkahan yang membanggakan itu,” tambah Nurdin.

Dengan terus tumbuhnya santri-santri muda tersebut, menurut Nurdin akan menjadi bekal berharga bagi daerah, keberkahan tadi akan terus mengalir ibarat air.

“Jika bangsa itu beriman dan bertaqwa, insyaAllah ibarat perumpamaan “sagu bisa menjadi emas” maka Allah akan berikan keberkahan yang tak terhingga yang tak terduga,” lanjut Nurdin lagi.

Nurdin juga meminta kepada para orang tua untuk tidak ragu memasukan anak-anak mereka belajar ke pesantren. Karena hal ini senada dengan tema “satukan hati, satu gerakan membangun generasi yang qurani, tangguh dan mandiri.”

“Jangan sedih melihat anak-anak kita susah di awal, biarlah mereka dari sekarang berjuang karna dimasa depan akan terasa manfaatnya, lebih sedih lagi jika mereka tidak dididik sejak dini, malah kita yang susah jika harus melihat mereka dimasa depan menjadi generasi yang buruk,” ujar Nurdin.

Pada kesempatan tersebut juga Nurdin melakukan peninjauan terhadap pesantren. Bersama Kadis Pendidikan M Dali yang hadir Nurdin memerintahkan untuk dapat membantu pengadaan tambahan kelas/ruangan bagi kegiatan belajar dan mengajar para santri.

“Diusahakan tamabahan tiga lokal baru untuk menambah ruangan bagi para santi,” pesan Nurdin.

Sebelumnya, Nurdin terlebih dulu berkunjung ke Pulau Panuba, Lingga. Di sana Nurdin bersilaturahmi bersama masyarakat dan juga untuk ikut menghadiri acara nikah masal yang diselenggarakan. Terdapat 4 pasangan yang hari itu resmi dinikahkan dan menjadi raja sehari.

“Kedatangan kita tentu menjadikan ladang pahala yang mana ikut mendoakan saudara kita yang sedang berbahagia hari ini, doa inilah yang menjadikan kita erat dalam lingkup bersosialisasi,” kata Nurdin.

Secara khsusus, Nurdin mengajak semua masyarakat untuk senantiasa menjaga keberadaan alam di Kepri. Dengan ciri Kepulauan bukan hal yang baru bagi Kepri yang kaya akan kewisataan laut dan pantai yang harus terus dijaga serta dikembangkan.

“Buat mata masyarakat luar tertuju ke kita yang memiliki potensi melimpah dibidang kelautan, karna ini adalah sumber kehidupan,” pesan Nurdin.

Sumber kehidupan tersebut dilanjutkan Nurdin tidak hanya memanfaatkan hasil tangkap laut yang mana peran nelayan sangat besar dalam mencukupi kebutuhan pangan. Namun jika laut dikelola dengan baik dan bener tentu manfaat lain juga dapat dirasakan.

“Wisatawan semakin banyak, biota laut terjaga dan menjadi daya tarik, serta muncul ide-ide kreatif yang dapat meningkatan pendapatan daerah,” lanjut Nurdin.

Kemanan juga menjadi hal yang penting dilakukan, menurut Nurdin bahwa dengan aman dan nyamanya daerah tentu akan semakin menegaskan keunggulan daerah tersebut.

“Kita punya cap daerah maritim, di laut justru kita jaya dan didarat kita tetap kuat, mari bersama jaga keberkahan yang telah Allah berikan bagi kita untuk Kepri semakin maju,” tambah Nurdin lagi.

Apalagi saat itu bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda ke-90, Nurdin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama saling bahu membahu mewujudkan suksesnya pembangunan dengan semangat dan jiwa sumpah pemuda.

“Dengan semangat sumpah pemuda mari kita bersama-sama satukan hati dan tekad untuk menjaga aset bangsa kita ini,” tutup Nurdin.

Sebelum meninggalkan lokasi acara Gubernur ikut berbaur dengan masyarakat dan ikut berjoget Dangkonh, Nurdin juga menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan tembang lagu P Ramle untuk para pengantin.

Dalam kunjungan Nurdin ke Lingga turut hadir Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Kepala Dinas Pendidikan M Dali dan Kepala Biro Humprohub Nilwan. (***)

sumber: humaskepri.id

LINGGA

Kamis | 25 Oktober 2018 | 11:30

Kiprah Pemuda Senayang yang Terjun ke Dunia Politik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Masalah organisasi sudah tidak diragukan. Karena ia memiliki segudang pengalaman dibidang organisasi. Tercatat mulai aktif di organisasi  KNPI Lingga PK Kecamatan Senayang,  dilanjutkan menjadi pengurus DPD KNPI Lingga periode lalu. Dengan sepak terjangnya ini, pantas pemuda ini disematkan tokoh yang bermentalkan  leadership.

Dia adalah Agusriawan. Putra terbaik kelahiran Kecamatan Senayang, 2 Agustus 1972 lalu ini mengawali jejak  karir sebagai panitia pemilu Kecamatan (PPK) tahun 2004. Hingga menjadi ketua Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten  Lingga  di tahun 2005. Selama jadi penyelenggara pemilihan umum, ia mengantarkan  pesta demokrasi pemilahan perdana presiden, yang saat itu  secara langsung dipilih oleh rakyat, dan pimpinan kepala Daerah perdana yakni H.Daria.

 Iwan sapaan akrab pemuda, pria yang dianugrahi dua buah hati ini, terus  eksis melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai penyelenggara pemilihan hingga tahun 2018. dan  mengantarkan Bupati Lingga  H.Alias Wello sekarang.

Selama menjalankan tiga periode menjabat Ketua KPU Lingga, banyak sumbangan pemikiran yang diberikan beliau  terhadap Kabupaten Lingga dan memiliki segudang prestasi diantaranya, mendapatkan penghargaan terbaik dari  Komisi Informasi Publik ( KIP) dalam keterbukaan informasi publik se Kepulauan Riau (Kepri),  pengolahan data pemilih untuk pemilu  terbaik  se Provinsi Kepri.

” Berbekal dari pengalaman organisasi yang dimiliki, ingin berbuat lebih banyak memberikan kontribusi untuk daerah terkhusus Kecamatan Senayang, ” ujarnya kepada mediakepri.co.id, Selasa 9 Oktober 2018.

Lebih jauh katanya, saat ini banyak yang belum bisa dirasakan masyarakat Senayang, terutama dalam perspektif pembangunan.

Diketahui, Iwan akan mencalonkan menjadi anggota DPRD DAPIL 2 Kecamatan Senayang pada tahun 2019 mendatang

Selain itu, sebagai putra berdarah Melayu, kontribusi di bidang budaya telah ditunjukkannya, saat ini dirinya menjadi pengurus di Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga bidang organisasi. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kejar Waktu pengerjaan Jalan.Truk Fuso membawa matrial aspal milik PT Harap Panjang yang melintasi pusat Kota Daik Kecamatan Lingga tidak memikirkan keselamatan pengendara kendaraan lain.

” Jalan ini kecil kalau bawa truk nya laju – laju bisa mengancam warga lain yang lewat,kan bahaya, ” Ujar ruzi kepada mediakepri.co.id Senin 22 Oktober 2018.

Lebih jauh katanya, bukan hanya ngebut ngebutan dijalan raya.Muatan matrial granit yang dibawa juga banyak berserakan di jalan, bisa kepeleset kalau salah mengendarai.

Menanggapi hal ini Kabid Darat Dinas Perhubungan (DISHUB) Lingga Novrizal, mengatakan Dishub akan menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat terkait lajunya kendaraan truk yang sering melintasi jalan raya ibu kota.

” Kita Dishub akan koordinasikan bersama Lantas, Penindakan akan dilakukan secepatnya, dalam waktu dekat, ” tambahnya.

Novrizal,KABID Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga

Dikatakan Novrizal,terkait muatan matrial yang membawa granit. Bak truk harus segera dilengkapi dengan penutup

” Sebelumnya sempat kita tegur melalui surat,banyak yang berceceran di jalan Desa Merawang, apalagi sampai over load, bisa merusak jalan, ” ucapnya.

Selain penindakan, DISHUB juga akan mengecek ulang terhadap buku KIR kendaraan alat berat yang beroperasi di Lingga ( buku pengujian kendaraan bermotor) kalau tidak sesuai ketentuan, DISHUB akan tilang. ( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Riau, Asnawati, memastikan lahan yang dikuasai PT. Singkep Payung Perkasa (SPP) seluas 18.000 Ha di Pulau Singkep dan PT. Citra Sugi Aditya (CSA) di Pulau Lingga seluas 9.600 Ha, sudah terdaftar sebagai tanah terindikasi terlantar.

“Ya, betul. Lahan kedua perusahaan ini, terindikasi terlantar. Untuk menetapkannya sebagai tanah terlantar, masih butuh beberapa tahapan lagi, seperti penelitian yang melibatkan panitia C,” ungkap Asnawati saat menerima Bupati Lingga, Alias Wello di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Awe, sapaan akrab Bupati Lingga itu, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga, Said Nursyahdu dan Staf Khusus Bupati Lingga, Ady Indra Pawennari.

Terkait dengan rencana masuknya sejumlah investasi perikanan, perkebunan dan peternakan di Lingga, Asnawati menyatakan dukungannya. Namun, Ia mengingatkan agar setiap investasi yang masuk ke daerah harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Sepanjang prosedurnya benar, BPN pasti dukung. Karena itu, RTRW sangat penting sebagai pedoman dalam pengalokasian lahan kepada calon investor,” jelas Asnawati.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan, pertemuannya dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Kepulauan Riau, Asnawati, merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Jalil di Jakarta, pekan lalu.

“Pertama, silaturrahmi karena Kakanwil BPN Kepulauan Riau baru dilantik. Kedua, menyampaikan hasil pertemuan dengan Menteri ATR/Kepala BPN terkait rencana pemanfaatan tanah terindikasi terlantar untuk kepentingan daerah, masyarakat dan investasi di wilayah Kabupaten Lingga,” katanya.

Awe juga menyinggung soal perkembangan proses pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Citra Sugi Aditya yang menyeret empat orang Kepala Desa di wilayah Kecamatan Lingga Utara dan Lingga Timur karena menandatangani surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah, tanpa menyebutkan batas sempadan dan saksi dari tokoh masyarakat.

“Ibu Kakanwil BPN sudah memastikan, proses pengurusan HGU PT. Citra Sugi Aditya sudah dihentikan oleh pusat karena ada sengketa hukum. Nah, sekarang ada lagi Inpres No. 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit. Dalam Inpres itu, perintahnya jelas penghentian penerbitan HGU,” beber Awe. Rilis

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Bupati Lingga, Alias Wello meminta Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun segera mengevaluasi semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Mineral Bukan Logam atau batuan. Khususnya komoditas pasir darat, dan kuarsa yang diterbitkannya di Bumi Bunda Tanah Melayu itu.

Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Pemkab Lingga di lapangan, ada beberapa perusahaan yang sudah mengantungi IUP Operasi Produksi. Tapi tak dapat melakukan kegiatan pertambangan sesuai izin yang diperolehnya.

“Kasusnya macam-macam. Ada yang tak bisa melakukan kegiatan pertambangan karena sengketa lahan. Ada juga karena tak punya modal. Ada juga yang punya IUP, tapi lokasinya tak ada kandungan bahan tambang sama sekali,” kata Bupati Lingga, Alias Wello yang biasa disapa Awe kepada wartawan di Daik Lingga, Senin, 15 Oktober 2018.

Menurut Awe, nyaris semua pemegang IUP Operasi Produksi yang tak dapat melakukan kegiatan pertambangan di Lingga itu, tidak mengantongi rekomendasi bupati. Sebagaimana diatur dalam PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Jika perusahaan pemegang IUP Operasi Produksi ini dibiarkan tanpa ada evaluasi dan sanksi, bisa merugikan daerah. Banyak perusahaan lain yang mau investasi. Tapi terhambat oleh IUP yang sudah terbit,” tegasnya.

Cabut IUP PT Growa

Mengenai kegiatan pertambangan pasir darat PT. Growa Indonesia di Desa Tanjung Irat, Singkep Barat yang tidak mengantongi rekomendasi bupati, Awe kembali menegaskan sikapnya meminta Gubernur Kepulauan Riau segera mencabut IUP Operasi Produksinya.

“Dinas ESDM Kepulauan Riau sendiri sudah mengajukan permohonan pencabutan IUP Operasi Produksi PT. Growa Indonesia kepada BPMPTSP Kepulauan Riau dengan berbagai macam pertimbangan hukum. Makanya, saya juga heran kok mereka masih operasional juga,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sejak terbitnya UU Nomor : 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan di bidang pertambangan beralih dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi.

Sejak itu pula, penerbitan IUP Operasi Produksi Mineral Bukan Logam atau Batuan, khususnya komoditas pasir darat dan pasir kuarsa oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Lingga, nyaris tak terkontrol. Apalagi, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang diterbitkan, sudah mengabaikan kewajiban mendapatkan rekomendasi bupati. (*)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam rangka memperingati Pekan Muharram 1440H masyarakat desa linau beserta karang taruna Pemli tiyasa desa Linau, menyelenggarakan Kegiatan Perlombaan Keagamaan seperti, Lomba Adzan, Cerdas Cermat.

Perhelatan Tersebut di Mulai pada 28 Oktober 2018 dan di tutup pada tanggal 30 Oktober 2018 dengan dihadiri salah Ustadz kondang dari kepulauan Yaitu Ustadz Syarifuddin.

Alhamdullilah dan terima kasih banyak kami ucapakan kepada ustad Syarifuddin yang sudah bisa hadir dalam kegiatan pekan di Desa Linau Dusun II” ungkap Dian selaku ketua karang taruna Desa linau.

Adapun untuk pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp. 9.398.000 yg mana anggaran didapatkan gabungan dari , PHBI, Pengajuan proposal ke donatur, dan dari Swadaya Masyarakat desa Linau dusun I maupun dusun II.

untuk pengetahuan kita bersama kegiatan pekan muharam yang Karang taruna laksanakan ini anggarannya berasal dari seluruh lapisan masyarakat,donatur dan pemerintahan Desa Linau” jelas Dian dalam laporan pelaksanaan selaku ketua panitia

Selain itu Karang Taruna Pemli Tiyasa Desa Linau juga membuat kerajinan tangan seperti bunga dari kulit gonggong yang mana sudah berkoordinasi langsung dari GOW kab. Lingga, yg siap mengembangkan dan mempromosikan hasil kerajinan tangan tersebut.

karang taruna pemli tiyasa desa linau sudah terbentuk lebih kurang 3 bulan yg mana terbentuk pada tanggal 13 juli 2018″ tambah doni salah seorang anggota Karang taruna Desa Linau. (kmg)

LINGGA

Kamis | 13 September 2018 | 14:25

Pulau Penyengat Jadi Kunjungan Anggota Paskibra Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan memberikan tiket liburan ke Pulau Penyengat, untuk anggota Paskibra, pelatih dan pembina sebanyak 50 orang pada awal Oktober mendatang.

” Ini hanya sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Daerah kepada mereka anggota Paskibra, pelatih dan pembina sudah mawensukseskan pengibaran bendera dihari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus yang lalu. Tiket itu akan diberikan selama tiga hari ” Ujar Pendi seksi sarana prasarana Pora, kepada mediakepri.co.id Kamis 13 September 2018.

Pendi Kasi Sara prasarana DISPORA Lingga

Lebih jauh katanya, dipilih awal Oktober itu karna di APBD murni belum dianggarkan. Selain mendapatkan tiket liburan,mereka anggota Paskibra akan mendapatkan sagu hati dari Pemkab Lingga.

” Dipilih Kota Tanjung Pinang, karna rentang kendali tidak cukup jauh. mereka anggota paskibra ini kan pelajar, jadi tidak bisa berlama – lama.apalagi tidak dalam suasana libur sekolah, ” Ucapnya.

Selain itu, Pulau Penyengat banyak memiliki hubungan sejarah dengan Lingga satu diantaranya, masjid Raya Sultan yang sudah menjadi icon pulau tersebut. Itu bisa kita lihat dari mimbarnya, ” kemiripan dengan masjid Sultan Lingga, ” Tambahnya.

Diketahui pulau penyengat yang berada di Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang banyak memiliki peninggalan bangunan tua bersejarah dan makam pahlawan Raja Ali Fisabilillah dengan karya yang terkenal yakni gurindam dua belas. ( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Selain membuka Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelapa ke-2, awal Oktober 2018 mendatang, kehadiran Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten Lingga juga dijadwalkan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Timah di kompleks Eks perkantoran PT Timah (Implasemen) Dabo Singkep.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga, Said Nursyahdu, Senin, 11 September 2018.

” Saat ini DPUPR Lingga sedang melakukan pembongkaran bangunan di implasemen. Rencananya dilokasi ini nantinya akan dibangun Museum Timah yang peletakan batu pertamanya dijadwalkan dilakukan Presiden RI, sempena kunjungan kerja meresmikan KTT Kelapa,” kata Said Nursyahdu.

Dikatakan, selain museum, dilokasi yang sama juga dibangun tugu timah. Pembangunan museum dan tugu ditimah ini nantinya sejalan dengan rencana Pemkab Lingga menjadikan kawasan implasemen sebagai Kawasan Singkep Bisnis Centre (SBC).

” Untuk pembangunan museum ini akan dibiayai oleh PT. Timah Tbk. Sedangkan tugu timah menggunakan dana APBD Lingga tahun 2019,” terang pria yang akrab disapa Jon ini.

Dia menuturkan, Pemkab Lingga awalnya merencanakan pembangunan SBC dikawasan impalasemen. SBC ini dilengkapi dengan taman dan berbagi fasilitas umum lainnya. Seiring dalam perjalananannya diusulkan untuk dibangun Museum Timah, dengan tugu sebagai lambang kejayaan masa pertambangan timah di Pulau Singkep.

” Pembangunan dimulai dengan pembangunan jalan lingkar di kawasan ini. Jalan dibangun dengan dua ruas. Seiring kedagangan presiden dan rencana pembangunan museum pekerjaan pembongkatan gedung lama sebagi lokasi museum kami gesa. Saat ini telah 80 persen bangunan dibongkar,” terangnya.

Ada 10 bangunan bekas kantor PT Timah saat beraktivitas di Singkep. Lokasi ini telah menjadi aset Pemkab Lingga sejak dihibahkan PT Timah karena tidak lagi beraktivitas.

” Kawasan ini nantinya menjadi kawasan terpadu, pasar modern, kantor, taman bermain dengan berbagai fasilitas umum yang disiapkan,” imbuhnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga- Ikatan mahasiswa Kabupaten Lingga,( IMKL) Tanjung Pinang desak proses pembebasan lahan asrama agar segera direlisasikan mengingat Anggaran pembelian lahan asrama sudah dianggarkan.

Ketua Ikatan Mahasiswa Lingga Norbaryansyah kepada mediakepri.co.id Jum’at 7 September 2018 mengatakan, informasi ini kami Mahasiswa ketahui dari Pak Bupati langsung Ketika silahturhami kemarin.

” Terkhusus Organisasi perangkat daerah (OPD) Bagian Tapem untuk Segera Melaksanakan Koordinasi dengan Pihak pihak terkait, agar Pembebasan Lahan Asrama Permanen Mahasiswa Lingga dapat segera dilaksanakan, ” ujarnya.

Dikatakan riyan, tentu koordinasi itu harus dilakukan pihak tapem bersama Kejaksaan, BPN, KJPP agar tidak meninggalkan proses regulasi yang diamanahkan UU.

Untuk diketahui anggaran pembelian lahan Asrama permanen Mahasiswa Lingga Kota Tanjung Pinang sudah masuk dalam pembahasan Apbd p 2018 beberapa waktu lalu.( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam rangka pencegahan bahaya erosi, Pemerintah Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur mengagendakan penanaman pohon Kaliandra bersama mahasiswa kukerta STISIP Bunda Tanah Melayu Jum’at 7 September 2018 sekira pukul 07.00 WIB.

Kepala Desa Keton M Rais kepada mediakepri.co.id mengatakan, penanaman akan dilakukan di sejumlah titik lokasi, diantaranya sepanjang pinggiran aliran sungai Keton dan Dam Air bersih.

“Demi menjaga kenyamanan lingkungan, kegiatan ini bertujuan terwujudnya kerjasama
antara warga, para Mahasiswa kukerta STISIP
dan Aparatur Desa Keton,” kata dia ketika dihubungi, Kamis 6 September 2018.

Lanjut Rais, kedatangan mahasiswa kukerta menjadi nilai positif, khususnya untuk masyarakat setempat.

“Para Mahasiswa akan melihat banyak sekali potensi yang berada di desa. Ada tanaman sagu, akses jalan Desa menuju laut yang dikelilingi hutan mangrove, bila dikembangkan untuk budidaya tambak udang dan kepiting memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk perekonomian,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya penanaman kaliandara saja, pada kesempatan tersebut juga ada beberapa agenda yang sudah dijadwalkan satu diantaranya, gerak jalan santai yang akan dilakukan pada Sabtu pagi.

“Tujuannya agar para mahasiswa lebih mengenal potensi alam desa dan karakter masyarakat desa,” katanya.

Diketahui, gerak jalan santai lebih kurang dua kilometer (km) dikuti seluruh Masyarakat, jajaran Pemerintah Desa serta Mahasiswa yang dimulai dari pelabuhan Keton Kampung Lama dan berakhir di Kuala Sungai Keton.( bran)