pemkab lingga

LINGGA

MEDIAKEPRI.CI.ID, Daik – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Drs. Jamhur Ismail, MM dalam kunjungan kerja nya ke Kabupaten Lingga mengatakan bahwa tiap tahun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus membenahi infrastruktur bidang perhubungan yang ada di Kabupaten Lingga.

Hal tersebut disampaikan Jamhur yang akrab disapa Bang Jaoel saat meninjau kondisi ponton di Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep, Rabu, 27 Juni 2019.

Istimewa

Jaoel membenarkan bahwa ponton yang sedang dalam kondisi rusak tersebut adalah milik Pemprov Kepri dan akan segera diperbaiki agar dapat kembali berfungsi menunjang aktifitas di pelabuhan tersibuk di Kabupaten Lingga itu.

Lebih lanjut Bang Jaoel juga berharap kedepan nya Pemkab Lingga juga lebih pro aktif dalam berkoordinasi bila terjadi kerusakan yang terkait fasilitas infrastruktur bidang perhubungan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Segera kami perbaiki agar bisa digunakan kembali” ujar Bang Jaoel.

Istimewa

Selain meninjau Ponton di Pelabuhan Jagoh, Bang Jaoel juga memantau kondisi Pelabuhan Sei Tenam di Daik Lingga, di sana Bang Jaoel sempat berdialog dengan sejumlah calon penumpang kapal yang akan bepergian ke Tanjungpinang maupun Batam, dalam dialog tersebut tercetus harapan para penumpang agar adanya penambahan jadwal pelayaran sore ke Tanjungpinang ataupun Batam.

“Ye kalau dapat ade kapal yang jalan petang ke Pinang”, usul Apan, salah seorang penumpang yang beralasan bila ada jadwal kapal di sore hari maka dirinya masih dapat melaksanakan aktifitas di kantor pada pagi harinya sehingga tidak membuang waktu diperjalanan.

Menanggapi usulan tersebut, Bang Jaoel mengatakan akan segera menindak lanjuti dengan melakukan kajian dan memanggil para pemilik kapal.

“Penambahan jadwal dimungkinkan dan kami juga akan mengkaji efektifitas rute pelayaran”, Jelas Bang Jaoel.

Istimewa

Pemprov Kepri sendiri terang Bang Jaoel telah pun membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dishub Kepri untuk Pelabuhan Sei Tenam dan diharapkan dengan kehadiran UPTD Dishub Kepri tersebut dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada para pengguna jasa kepelabuhanan dan menggiatkan lagi perekonomian kawasan sekitar.

“Bisa saja kapal dari Tanjungpinang cukup sampai di Sei Tenam supaya Pelabuhan ini makin ramai”, tambah nya.

Setiap tahun Pemprov Kepri selalu menganggarkan sejumlah kegiatan baik pembangunan maupun peningkatan Pelabuhan/Dermaga selain tentunya biaya pemeliharaan rutin atas ponton-ponton yang menjadi aset Pemprov. Gubernur Kepri sendiri diketahui sangat memperhatikan program strategis yang ada di tiap Kabupaten/Kota di Kepri apalagi di Kabupaten Lingga yang merupakan Bunda Tanah Melayu. (r/bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Lingga yang merupakan negeri yang dijuluki dengan bunda tanah Melayu yang indentik dengan islam. Keislaman yang ramah tamah diantara sesama menambah kehangatan ukhuwah islamiah saling menjalani tali silaturahmi.

Demikian kata Ketua Pengurus masjid Al-Jihad, Nadar saat mengadakan Jumat berbagi untuk para jemaah yang selesai melaksanakan shalat Jumat.

Kegiatan Jumat Berbagi ini merupakan pertama kali yang diadakan masjid yang berada di Kp Tande Hilir, Kelurahan Daik. Sebelumnya masjid ini hanya merupakan sebuah musholla, namun dengan ridho Allah SWT, kini statusnya menjadi masjid.

Nadar menceritakan, ide berbagi untuk bersama ketika dirinya melihat di tanah suci Mekah dan Madinah beberapa waktu lalu.

Ketika selesai shalat Jumat para jemaah disuguhkan jamuan oleh pengurus Masjidil Haram, baik itu snack maupun makanan berat.

“Dan itu sangat baik sekali ketika diterapkan,” katanya kepada mediakepri.co.id

Selain itu, katanya, di Jumat yang berkah sangat dianjurkan sekali bagi seseorang yang memiliki kelebihan rejeki untuk berbagi. Sebelumnya, Jumat lalu, pengurus menyediakan minuman hangat teh susu. Untuk kali ini, tambahnya, hanya makanan ringan, yakni nasi lemak dikenal khas dengan nama nasi dagang.

Jemaah saat menikmati hidangan Jumat berbagi

Lebih jauh disebutkannya, makanan yang disajikan ini adalah makanan yang cukup familiar dikalangan orang Melayu, selain praktis juga mudah dibawa pulang untuk makan dirumah.

Untuk ke depan, katanya, kegiatan ini akan terus dilakukan dengan menu makanan yang berbeda. Bahkan dirinya sebagai pengurus, memberikan ruang kepada umat yang memiliki kelebihan rejeki ingin bersedekah, tinggal serahkan ke pengurus Masjid Al-Jihad.

Sementara itu, anggota Polsek Daik Lingga, Brigadir Novi Chandra bersama anggota lainnya dengan agenda Jumat keliling, sangat menyambut baik sekali dengan kegiatan yang dilakukan. Dimana kegiatan ini merupakan hal yang sangat Positif.

“Dengan kegiatan ini bisa saling mengenal diantara jemaah. Dan hal ini juga dapat meringankan beban untuk para jemaah yang rumahnya jauh alias musafir,” ujarnya (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sejak hilang selama 13 tahun, akhirnya para pemuda Kampung Tanda Hilir Kembali munculkan karya terbaik untuk menghiasi pintu gerbang malam 27 Ramadhan yang lebih dikenal dengan 7 Likuran di Bunda Tanah Melayu Kelurahan Daik Kecamatan Lingga.

Mulai dari lampu teplok dari sisi jalanan kampung, hingga bentuk bangunan yang menyerupai ornamen masjid serta dilengkapi karya seni lukis kaligrafi. Lingga yang dikenal dengan Bunda Tanah Melayu membuat para pemuda tidak meninggalkan seni lukis diantaranya, batik Melayu, bunga teratai yang berada ditapak kiri dan kanan bangunan.

Tidak itu saja para pemuda juga menyediakan spot bagi pecinta fhoto dengan latar belakang gunung Daik bertuliskan selamat idul Fitri.

Ketua Panitia Syabran Malisi mengatakan kurang lebih 13 tahun sejak tahun 2006 lalu, Kampung ini tidak pernah membuat pintu gerbang untuk menghiasi 7 likuran, alias vakum. Ada sesuatu yang berasa kurang selama ini. satu diantaranya, sunyinya kampung.

“Saat itu usia saya masih belasan tahun ketika datangnya Ramadhan suasana 7 likuran sangat terasa dengan kemeriahan lampu. Untuk itu mencoba mengulang kembali mengajak para sahabat pemuda memulai kembali, mengenalkan tradisi yang hampir dilupakan, ” ujarnya.

Suasana berbuka bersama di pintu gerbang Tande Hilir

Lebih jauh katanya, terimakasih kepada para sahabat yang telah memberikan kontribusi karya terbaiknya, melahirkan suatu semangat gotong royong, dari yang sulit hingga menjadi mudah. Serta peran Pemerintah Daerah yakni Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga yang selalu mensupport.

Turut hadir di acara berbuka bersama, Kepala Dinas Kebudayaan M Ishak, Kabid Nilai Adat, Tradisi, Nilai Budaya dan Kesenian, Ketua MPC Pemuda Pancasila said Hendrik serta toko masyarakat

Sementara itu ditempat yang sama kepala Dinas Kebudayaan M.Ishak mengatakan, terpenting dalam momentum Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan penuh ampunan selalu menjaga hubungan ketaatan kepada Allah SWT, dan tetap mempererat tali silaturahmi diantara sesama.

” Kegiatan ini terus akan ditingkatkan, ini merupakan suatu kegiatan positif dimana masyarakat, pemuda dan orang tua,bisa berkumpul bersama, dan berbuka puasa bersama,” ucapnya

Apalagi sudah 13 tahun tidak pernah membuat gerbang sebagaimana telah diwariskan oleh orang terdahulu, dengan adanya gagasan ini, para pemuda akan termotivasi kembali.

Dinas kebudayaan akan selalu mensupport, terlebih daerah yang sudah lama tidak aktif lagi diantaranya, kampung mentok, kp Bugis dan lainnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Warga Desa senang dan bahagia saat menyambut malam Lailatulqadar/ 7 likur dihadiri Camat dan Sekcam Lingga Timur, Jumat, 31 Mei 2019 malam.

Atas rasa syukur kedatangan camat beserta rombongan itu disambut masyarakat dengan mempersembahkan empat buah gerbang pada masing–masing RT di Desa Pekaka.

Kegiatan ini juga diselanggarakan setiap tahun dan sudah menjadi program tahunan masyarakat setempat. Pada setiap gerbang di wajibkan untuk menghidangkan makanan tradisional masyarakat setempat.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Desa Pekaka, Jangga Prayudi Sembiring.

“Kegiatan ini memang sudah menjadi program pemerintah desa dan masyarakat Desa Pekaka yang sudah menjadi kegiatan tahunan pada saat menyambut malam lailatulqadar atau tujuh likur,” papar Jangga Prayudi.

Pada kesempatan itu, Camat Lingga Timur sangat mengapresiasi kegiatan yang telah diadakan masyarakat guna membangun silaturrahmi dan persatuan.

“Kami dari pihak kecamatan sangat mengapresiasi dengan pelaksanaan kegiatan ini. Kita merajut tali silaturrahmi dan persatuan dengan cara membangkitkan jiwa gotong royong,” ujar Camat Lingga Timur dalam penyampainnya di setiap stand yang telah disediakan masyarakat di masing-masing RT se Desa Pekaka. (bran/mkc)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Persaudaraan Keluarga Kabupaten Lingga (PKKL) mengadakan program mudik gratis bagi 150 warga Lingga yang berada di Kabupaten Karimun.

Untuk dapat mengikuti mudik gratis ini, warga Lingga yang tinggal di Karimun cukup menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli Lingga.

Pembina PKKL, Kamalludin Tahar mengatakan untuk mudik gratis ini pihaknya hanya memberikan kouta sebanyak 150 orang. Di mana 90 dari Pulau Karimun dan 60 orang dari Prayun Kundur.

“Untuk jadwal keberangkatannya Sabtu ini 1 Mei 2019, berangkat dari Pelabuhan Domestik Karimun pukul 12.30 WIB,” kata Kamalludin.

Kamal menjelaskan, program mudik gratis ini merupakan pengajuan yang dilakukan PKKL sejak 2018 lalu kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun, namun baru terealisasi pada tahun 2019 ini.

“Jadi mudik gratis ini hanya untuk mudik ke Lingga saja. Sementara pulangnya masing-masing,” ucapnya.

Adapun tujuan mudik gratis ini, dikatakan Kamalludin adalah untuk membantu masyarakat Lingga di Kabupaten Karimun bisa berpulang kampung.

“Karena pasti ada dari salah seorang masyarakat Lingga yang sudah lama tidak pulang kekampung halaman,” katanya.

Bagi para calon penumpang yang sudah terdaftar untuk ikut mudik gratis ini diharapkan sudah hadir di Pelabuhan pukul 11.00 WIB untuk pengecekkan administrasi. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pelaksanaan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Singkep berjalan transparan dan demokratis.

“Sangat senang Pemilu dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk,” ujar Encik Yus Rozali, tokoh masyarakat Singkep di tempat tinggalnya di Setajam Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis, 3 Mei 2019.

Selain itu, katanya lebih jauh, proses rekapitulasi suara di PPK Singkep berjalan dengan lancar, jujur adil (jurdil) dan transparan serta demokratis.

Dan tidak lupa, katanya, proses yang berjalan dengan baik ini merupakan peran serta bagi pihak keamanan.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada TNI-Polri yang telah bekerja sehingga pemilu berjalan dengan lancar,” katanya. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Lingga memberikan apresiasi kepada penyelenggaran pemilu di Kabupaten Lingga. Kinerja lembaga yang baik ini mampu menjaga susana yang sangat kondusif.

Ketua MUI Kabupaten Lingga, Badi’ ul Sani mengatakan, sangat mengapresiasi kepada pihak penyelenggara diantaranya, KPU, Bawaslu baik dari sisi pengamanan TNI/ POLRI.

“Dalam kontestasi politik tentu ada perbedaan dalam memilih pilihan,  namun yang terpenting tidak menimbulkan perpecahan, ” ujarnya, Kamis 3 April 2019.

Selain itu, Mul berharap di negri yang juluki Bunda Negeri Tanah Melayu ini dapat menjadi contoh kepada kabupaten lain yang ada di Kepri. Dimana, pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan lancar, dan tetap menjaga ketertiban.

Selain itu, katanya, masyarakat harus mempercayai kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. Menurutnya, KPU merupakan suatu fasilitas yang tepercaya untuk menyelenggarakan pemilu, semua ada aturan dan yang paling penting. Kalaupun tidak jujur dan amanah, tambahnya, terpulang kepada individunya masing.

Diketahui saat ini, masih berlangsung rekapitulasi pleno di tingkat kabupaten. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kontestasi Politik di pemilu 2019 memberikan angin segar bagi Aziz Martindaz. Pejuang yang memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini satu diantara 20 nama yang duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Lingga periode 2019-2024.

Lewat kendaraan politik partai Golkar, Aziz membuktikan kerja keras dan niat tulus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak sia-sia. Aroma niat baik yang muncul dari sanubarinya ini mendapatkan simpati rakyat, khususnya daerah pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Selayar.

Semangat politikus yang sebelumnya melanglang buana di dunia gerakan, baik sosial maupun politik ini patut diacungkan jempol. Aktivis senior ini sebelumnya beberapa kali belum beruntung. Setidaknya, empat kali mengikuti pertarungan di kontestasi pesta demokrasi, ia selalu mengalami kegagalan.

Mencuatnya nama Aziz Martindaz pada Pemilu 2019 ini tentu bukan datang dan hadir begitu saja. Meskipun sudah berkali-kali mengalami kegagalan untuk menjadi wakil rakyat, ia tidak pernah kenal lelah dan kata menyerah untuk terus menyuarakan kepentingan aspirasi rakyat. Satu diantaranya menyuarakan penyelesaian program pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) yang sempat mandek pada tahun 2016 yang lalu.

Dengan amanah yang diembannya ini, sudah barang tentu banyak harapan dan keinginan masyarakat Lingga yang diletakkan di ‘pundak’. Bahkan, kepercayaan masyarakat sudah disematkan kepada pria yang memiliki segudang pengalaman di bidang organisasi dan memiliki integritas tinggi ini.

Dengan amanah yang diembannya dan diberikan kepadanya ini, Aziz Martindaz mengucapkan terima kasih dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dan semoga, katanya, ia mampu menjadi wakil rakyat yang bisa mengemban kepercayaan di DPRD Lingga untuk lima tahun mendatang.

” Amanah ini menjadi tanggung jawab besar yang harus dijaga, ” ucapannya kepada mediakepri.co.id, Senin, 22 April 2019.

Lebih jauh katanya, sangat terharu kepada pemilih, karena sudah memilih dirinya tanpa ada ’embel-embel’ apapun. Sebagai putra daerah, tambahnya, tidak ingin mengotori demokrasi. Dan ia mengajarkan kepada masyarakat pemilih untuk tidak melakukan politik uang. Karena menurutnya, itu merupakan suatu pembodohan, hilangnya harkat dan martabat harga diri seseorang demi meraih suara.

Aziz berjanji akan menjalani tugas dan fungsi sesuai dengan amanah UUD untuk menjalankan roda pemerintahan. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sistem pembuangan air yang tidak sempurna disinyalir jadi penyebab kejadian yang tidak lazin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encek Mariyam, Daik, Lingga. Air hujan yang menggenangi rumah sakit di Kabupaten Lingga itu diketahui hanya memiliki beberapa buah pipa untuk pembuangan air.

Dimana hujan yang turun dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat lantai lantai atas rumah sakit tidak mampu melakukan pembuangan air. Sehingga, rembesan air turun bagaikan ‘air terjun’.

BERITA TERKAIT

Lingga Hujan, Ada ‘Air Terjun’ di Rumah Sakit Encik Mariam

Direktur RSUD Encek Mariyam dr. Atan melalui Kepala Tata Usaha RSUD Encek Mariyam, Budi kepada mediakepri.co.id, Kamis, 11 April 2019 mengatakan, sebelumnya, bangunan ini sejak awal tahun 2019 belum pernah digunakan.

Dijelaskannya air semula masuk karena genangan volume air di atas dak banyak dan ketika dilihat pipa pembuangan hanya dua saja sehingga air masuk lewat pintu dari atas tangga meluncur ke bawah.

” Melihat itu kondisi itu kami pihak rumah sakit ambil tindakan membatasi dengan menutup arah pintu masuknya air, ” ucapnya.

Dia menjelaskan secara administrasi, pihak rumah sakit belum menerima serah terima secara resmi. Dan pengoperasionalan bangunan ini, katanya, hanya dilakukan secara lisan. Dimana, atas pertimbangan pelayanan untuk masyarakat, bangunan ini untuk dioperasionalkan.

Lebih jauh katanya, untuk serah terima bangunan dari pihak ketiga tentu melalui Dinas kesehatan. RSUD dalam hal ini, tambahnya, hanya menggunakan saja. Ketika PPTK mengatakan boleh, maka ditempati.

Dikatakan Budi, hal yang menjadi pertimbangan adalah bulan Juni akan ada verifikasi akreditasi untuk RSUD Encik Mariyam, Ketika tidak diaktifkan, tambahnya, untuk mendapatkan akreditasi, maka pasien BPJS tidak bisa dilayani.

“Kami pihak rumah sakit RSUD saat ini masih berbenah demi mengejar target beberapa bulan kedepan akan dilakukan verifikasi untuk akreditasi. Lebih kurang satu minggu bangunan ini baru digunakan pihak rumah sakit,” terangnya.

Menanggapi hal ini tokoh pemuda Aziz Martindaz mengatakan, sangat menyayangkan, kejadian yang dialami pihak RSUD Encek Mariyam.

” Kalau perlu kepada aparat penegak hukum agar segera memanggil baik dari konsultan perencanaan, maupun pihak pemenang yang mengerjakan proyek RSUD agar diperiksa, ” Ujarnya.

Menurut Aziz, objek vital seharusnya tidak serampangan bekerja, apalagi rumah sakit, segala sesuatu harus melalui konsep planning yang matang. Kalau tidak ya begini jadinya, satu diantaranya, drainase yang tidak optimal anak tangga tidak dilengkapi

” Kasihan masyarakat harus menggunakan fasilitas dengan kondisi bangunan memprihatinkan , berharap dengan revitalisasi menjadi lebih baik ini semakin buruk,” ujarnya.

Selain itu, Aziz menyampaikan kepada pemerintah Lingga, khususnya Dinkes mohon hal ini jadi perhatian, karena ini merupakan suatu permasalahan yang serius. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Suatu penampakan yang tak biasa terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Mariam, Daik Lingga, saat hujan mengguyur, Rabu, 10 April 2019 siang.

Air hujan yang jatuh dari tangga atas, melimpah bak air terjun yang menggenangi sejumlah ruangan.

Bangunan yang bisa dikatakan baru seumuran jagung diselesaikan Pemerintah Daerah melalui pihak ketiga, untuk menunjang fasilitas pelayanan yang baik terhadap orang sakit sangat memprihatikan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya kepada mediakepri.co.id, kondisi ruangan begitu mengecewakan, diperparah lagi dengan keretakan di sejumlah bangunan.

Kondisi yang mengkhawatirkan diketahui bangunan baru sebelumnya adalah ruangan songket anak ibu melahirkan. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Lingga melalui bidang pemuda dan olahraga menggelar turnamen sepak bola U-15.

Pertandingan perdana antara Pelajar Kecamatan Singkep dan Kecamatan Lingga di lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah III, Daik Lingga, Rabu 3 April 2019.

Laga perdana ini dipersiapkan agar Kabupaten Lingga bisa tampil maksimal. Laga yang dilakoni juga, meningkatkan sarana mental tanding para atlet pelajar. Kegiatan bergengsi sepak bola usia muda ini juga akan dilaksanakan di Kabupaten Lingga.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Rustam mengatakan pertandingan perdana ini dipersiapkan dulu matang-matang agar hasilnya tidak mengecewakan. Sejalan dengan misi tersebut, pihaknya juga akan turun ke pulau-pulau untuk menyeleksi atlet-atlet berpotensi guna memperkuat tim u-15 Kabupaten Lingga.

Setelah mendapat skuad terdiri dari 20 pemain, para atlet akan menjalani pemusatan latihan.

“Sekarang uji coba. Nanti seleksinya, baru kita adakan pembinaan lebih intensif lagi.

Selain itu, seleksi juga dilakukan secara transparan memilih bibit berkualitas. Sebagaimana sebelumnya, pada piala gubernur tahun 2018 lalu, yang mana hasil tim u-15 Lingga tahun 2018 berada di posisi runner up. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemerintah Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lingga.

Bentuk sikap optimis itu sendiri ditunjukkannya dengan melakukan penandatanganan surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Dengan begitu, untuk efesiensi waktu, para pengajar bisa langsung bertugas.

BACA JUGA

18 Prajurit Yonkomposit 1/Gardapati Naik Pangkat

Gapai Cita-cita yang Sudah Ditekadkan

Sebanyak 150 SK CPNS kepada tenaga pengajar melalui seleksi CPNS Kabupaten Lingga menerima SPMT yang diserahkan di Daik Lingga Komplek Reflika Istana Damnah, Selasa 2 April 2019.

“SPMT yang diberikan ini agar para pengajar dapat langsung bertugas demi efesiensi waktu tanpa harus ke kantor dinas lagi,” kata Adjam.

Dikatakan Junaidi Daerah yang di tempatkan guru-guru CPNS ini memang Daerah yang minim guru. Lebih jauh katanya, harapan Pemerintah Daerah terutama Dinas Pendidikan, ratusan guru baru ini dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Sekolah menanti kedatangan mereka, jaga disiplin dan siap berkomunikasi dengan masyarakat, itu yang penting ,” ujarnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ribuan peserta STQ dan pasukan penggembira dari 13 Kecamatan se Kabupaten Lingga meriahkan pawai ta’aruf Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Lingga, Minggu, 17 Maret 2019.

Iringan musik drumband pasukan penggembira serta atribut yang ditampilkan para kafilah disetiap Kecamatan sembari menghangatkan suasana pawai yang berlangsung. Satu diantaranya, Kecamatan Senayang menampilkan atribut alat peraga tangkap tradisional seperti miniatur kelong ikan teri yang memiliki filosofis sebagai mata pencaharian di Kecamatan Senayang.

Peserta yang memulai perjalanan di halaman Kantor Bupati Lingga dan berakhir di depan Masjid Sawah Indah. Masing-masing peserta pawai menampilkan berbagai macam kreasi baik yang dibawa berjalanan kaki, maupun dibawa menggunakan kendaraan. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB berakhir hingga pukul 10.00 WIB.

Bupati Lingga Alias Wello melalui Wakil Bupati Lingga M Nizar menyampaikan Pawai Taaruf juga adalah merupakan syiar agama. Keberagaman, kata dia tidak menjadi masalah di Kabupaten Lingga. Selain syiar, pawai itu juga nantinya akan dinilai.

“Insyaallah kegiatan yang kita lakukan ini akan mendapat penilaian. Nanti ada juara dan ada team yang akan menilai itu,” kata Nizar kepada seluruh kafilah.

Pawai yang berlangsung, lanjut Nizar, diharapkan tetap berjalan sesuai dengan harapan dan tetap mampu menjaga keamanan. (bran)

MEDIAKEPRI.CI.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga Gelar Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Lingga di Replika Istana Damnah. Kamis, 14 Maret 2019.

Musrenbang RKPD dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lingga tahun 2020 ini mengusung tema “Percepatan Dan Pemerataan Pembangunan Yang Menyeluruh Untuk Tercapainya Pembangunan Berkelanjutan Dan Peningkatan Daya Saing Daerah”.

Pada kesempatan tersebut Kepela Dinas Bappelitbang melalui sekretarisnya Said Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang adalah forum formal sebagai ajang mencari aspirasi masyarakat.

“Musrenbang ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan mengklasifikasikan apa yang telah disampaikan pada saat penyampaian Musrenbang tingkat kecamatan yang telah kita laksanakan beberapa waktu lalu” sebutnya.

Sementara itu ditempat yang sama Edy Rifanu selaku ketua pelaksana mengungkapkan segala macam rencana pembangunan untuk kedepan harus menggunakan data akurat agar tercapai sesuai keinginan dan atau aspirasi masyarakat.

Selain itu, Ketua DPRD Lingga Riono, juga menyampaikan pokok pikiran DPRD Lingga terkait Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten Lingga ini.

“DPRD Lingga menyambut baik atas terselenggaranya Musrenbang ini, dan diharapkan dapat menjalin komunikasi dalam membahas rencana pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Lingga” tuturnya.

Dia juga menambahkan, guna mengurangi pengangguran maka kedepannya Pemerintah harus berusaha dengan memfasilitasi lapangan pekerjaan demi meningkatkan daya saing dengan daerah luar.

Bupati Lingga yang membuka resmi kegiatan Musrenbang RKPD tersebut juga berharap agar semua bersinergi dan bekerjasama serta peran Kepala Desa dan BPD hingga dapat membangun dan mendorong pergerakan masyarakat.

“Dengan integrasi yang selama ini, semoga dapat memacu demi meningkatkan pembangunan di Kabupaten Lingga” harapnya.

Dia menambahkan, seiring waktu berjalan Lingga akan tetap memiliki fokus pembangunan pada program 4 sektor unggulan yakni pada sektor Peternakan, Pertanian, Perikanan serta Pariwisata.

“Salah satunya, dengan usaha dan kerjasama kita semua yang cukup baik, maka Lingga telah ditetapkan Menteri Pertanian sebagai lumbung pertanian untuk wilayah perbatasan” paparnya.

Dia kembali berharap, semoga segala permasalah yang ada di Lingga harus diselesaikan tuntas dengan usaha-usaha dan kerjasama.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Lingga beserta Ibu, Sekda Lingga, Ketua DPRD Kabupaten Lingga beserta anggota, Anggota DPRD provinsi kepulauan Riau (Tawarech, Hanafi Ekra, Saptono Mustakim), Sekretaris Bappelitbang Lingga, Kadis Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepri, Kadis Pertanian Prov.Kepri, Camat, Lurah, Kades serta BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh Pemuda, serta pimpinan-pimpinan OPD dalam ruang lingkup Kabupaten Lingga.

Sumber : (MC)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Lebih kurang satu bulan dilanda panas. Adapun debit air di bak resover terus mengalami pengurangan. Kondisi ini akan menjadi keprihatinan di Daik Lingga,

Berkurangnya debit air ini menjadi keprihatinan warga, khususnya berada di kota Daik Lingga. Dimana negeri yang dijuluki bunda tanah Melayu memiliki sejumlah wisata yang menarik, keindahan alam masih asri, sangat mustahil ketika Daik Lingga di landa Kekeringan.

Dibuktikan Lingga memiliki lebih kurang 7 sumber mata air terjun, satu diantaranya air terjun tande yang menjadi suplai masyarakat Daik Lingga.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria mengatakan pemerintah Daerah harus duduk bersama dengan DPRD, untuk memberikan solusi. Melalui pertemuan tersebut agar permasalahan air bersih tidak berlarut-larut dari tahun ke tahun di Bumi Bunda Tanah Melayu.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria

Menurut Zakaria, sebagai putra daerah, sebenarnya permasalahan ini menjadi hal yang tidak begitu luar biasa. Pasalnya, untuk skala perusahaan daerah air minum (PDAM). yang mengakomodir penyuplai air di kabupaten tidak dapat memberikan pelayanan terbaiknya untuk wilayah Kelurahan Daik.

” Aneh kelangkaan ini terjadi di wilayah Kelurahan Daik saja dari tahun ke tahun. Sementara di kecamatan lain, kekeringan dan kelangkaan bisa teratasi,” ujarnya kepada mediakepri.co.id, Kamis, 14 Maret 2018.

Lebih jauh katanya, yang terpenting itu eksekusi dulu, duduk bersama mencarikan suatu solusi terbaik, jangan memandang masalah ini menjadi hal yang sepele. Dikala hujan, katanya, kita tidak menghiraukan, dan dikala musim panas, menjadi masalah yang serius.

Selain itu katanya, kasihan masyarakat, harus menunggu sampai tengah malam untuk menampung air di rumah. Malam harusnya waktu istirahat, tambahnya, akan tetapi saat ini harus diganti dengan rutinitas yang lain.

“Kami dari pemuda merasa malu. Apalagi informasi sudah menyebar luas di media massa. Lingga akan atasi kekeringan air di Kota Batam. Sementara pusat pemerintahan Kota Lingga sendiri dilanda kekeringan,” ucapnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Menggema lantunan ayat suci Al-Qur’an dipenjuru Kecamatan yang berada di Kabupaten Lingga akhir akhir ini. Dalam rangka Seleksi Tilawatil Qur’an ( STQ), tidak luput serangkaian acara mengisi indahnya syi’ar islam tepatnya di Desa Kerandin Kecamatan Lingga Timur.

Kemeriahan semakin dirasakan para peserta yang hadir, saat orang nomor satu di KEPRI Nurdin Basirun, menutupi Tilawatil Qur’an ( TQ) secara resmi pada Sabtu 2 Maret 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur KEPRI Nurdin Basirun mengatakan, terus berlatih kepada para juara, jangan pernah merasa puas apa yang didapat sekarang, karna setelah tingkat kecamatan, akan diteruskan ke tingkat Kabupaten dan setelah itu, kalau menang kita akan bertemu di Tingkat Provinsi.

“Tahun ini akan ada penambahan cabang satu diantaranya, perlombaan Hadis,” ucapnya.

Wakil Bupati Lingga M Nizar saat memberikan sambutan STQ di Kecamatan Lingga Timur.

Ditempat yang sama Wakil Bupati M.Nizar yang juga sebagai ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten menyapaikan kepada LPTQ Kecamatan dan Desa, agar terus melakukan pembinaan kepada masyarakat dan adik adik generasi penerus agar meningkatkan ketakwaan dan menerapkan nilai keagamaan dalam kehidupan.

Sementara itu Camat Lingga Timur M Arif mengatakan, jadikan momentum yang baik ini, sebagai wujud penanaman nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat STQ saja.

Ketua LPTQ Sekcam Lingga Timur Said Hendri mengatakan, katagori juara yang dilombakan diantaranya, juara umum I cabang tilawah Desa Sungai Pinang Juara umum II Desa Pekaka. Juara Umum III Desa Bukit Langkap.

Untuk katagori cabang Rebana Juara Umum satu jatuh kepada kelompok Al- Huda Dusun 2 Kerandin.Juara umum II kelompok La- Tansa Dusun I Kerandin. Juara umum III kelompok Qosidatul Rodho Desa Bukit Langg.

Katagori pawai Ta’ ruf juara I Desa Sungai Pinang. Juara II Desa Kudung. Juara III Desa Bukit Langkap.

Lebih jauh kata Said Hendri, Lingga Timur juga melombakan Stan Bazar diantaranya juara I Desa Bukit Langkap. Juara II Desa Kerandin. Juara III Desa Keton.

“Terimakash kepada panitia dan seluruh masyarakat Lingga Timur yang sudah bersusah payah demi mensukseskan acara STQ, kedapan akan terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” harapnya ( bran )

MEDIAKEPR.CO.ID, Lingga – Kobaran sijago merah melahap halaman depan perkantoran kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Lingga (BKPP), Selasa, 5 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WIB

Informasi yang didapat mediakepri.co.id dari salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya mengatakan diduga kejadian berawal dari adanya seseorang yang membakar sampah.

Pembakaran sampah untuk kebersihan ini, katanya, sangat dipengaruhi oleh suhu udara. Karna musim panas, tambahnya, dengan kondisi angin cukup kencang, sehingga api menjadi mudah untuk merebak.

Kejadian kebakaran ini sempat menghebohkan seluruh staf yang berada didalam kantor BKPP. Dimana banyak staf berhamburan keluar. Mereka tegang bercampur khawatir melihat kebakaran api yang melahap pepohonan yang berada di depan komplek halaman kantor.

Susana semakin menghebohkan saat mobil pemadam masuk di area perkantoran Bupati Lingga. Tak lama berselang, api dapat dijinakkan Petugas kebakaran. (bran)