NATUNA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, menyerahkan bantuan mesin perontok padi Power Theresher, kepada usaha Pengelolaan Jasa  Alsintan, serta menyerahkan SK menteri mengenai bibit bersertifikat dari kementerian Pertanian kepada kelompok tani.

Kegiatan tersebut diselaraskan dengan upacara 17 hari bulan, bertempat di halaman kantor Bupati jalan Batu Sisir Bukit Arai Ranai Natuna, 18 April 2019.

Suasana Apel 17 Hari Bulan.

Dalam sambutannya Hamid Rizal meminta, kelompok tani menggunakan alat bantuan tersebut dengan baik dan merawatnya.

Selain menyerahkan alat perontok padi, Bupati juga turut menyerahkan SK Menteri Pertanian.

“Hari ini kelompok tani Natuna, telah dipercaya sebagai penghasil bibit cengkeh. Dengan demikian Petani cengkeh tidak perlu lagi mendatangkan bibit bersertifikat dari luar, karena Natuna sudah punya,” ucapnya.

Suasana Apel 17 Hari Bulan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tengku Fauzan Tambusai mengakui jika bantuan mesin perontok padi merupakan janji Bupati kepada kelompok tani.

“Hari ini janji tersebut telah ditunaikan, Bahkan, Kabupaten Natuna telah dipercaya untuk memproduksi bibit cengkeh unggul puluh ribuan. Makanya diberikan SK oleh Kementerian Pertanian,” terang Tengku Fauzan. (alfian)

Bupati Natuna saat memimpin apel dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, berharap aparatur pemerintahan, dalam pelaksanaan tugas harus selalu menyandarkan seluruh operasionalisasi pada regulasi yang sudah mengaturnya.

Hal itu disampaikan Ngesti saat membuka acara sosialisasi Peran Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Dalam Tata Kelola Keuangan Daerah, Senin 15 April 2019, di Hotel Tren Central, Ranai.

“Hal ini penting terutama dalam bidang pelaporan keuangan dan aset yang harus diselenggarakan secara terintegrasi, efektif dan efisien, terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan, “ujar Ngesti.

Kepala OPD dan peserta Sosialisasi tampak antusias mengikuti kegiatan.

Menurut Ngesti, Aparatur sebagai penggerak pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan peran pelayanan bagi masyarakat, harus profesional sesuai amanah dan bidang kerja dalam sebuah sistem pemerintahan.

” Terlebih lagi dalam upaya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dalam beberapa bentuk administrasi wajib pelaporan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan seperti Laporan Keuangan dan aset daerah, “Tuturnya.

Namun, kata Ngesti, untuk mewujudkan perbaikan dan peningkatan mutu dan kapasitas aparatur yang ada, harus ada perhatian dan komitmen dari seluruh pimpinan OPD, untuk memberikan peluang kepada para staf dalam meningkatkan kemampuan diri secara pribadi maupun tim kerja.

Kepala OPD dan peserta Sosialisasi tampak antusias mengikuti kegiatan.

Sementara itu Ketua Pelaksana sekaligus Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Natuna, M. Husein, mengatakan bahwa keberadaan SPIP di setiap OPD sangat penting terutama sebagai kontrol internal terhadap pengelolaan anggaran dan aset daerah.

“Adapun target penerapan SPIP yang ingin dicapai pada tahun 2019 adalah sebesar 85 persen, sebagaimaan telah ditetapkan pada RPJPD tahun 2016-2021, dimana sejauh ini Kabupaten Natuna juga telah menerapkan sistem pada level 3, ” terangnya.

Kegiatan Sosialisasi ini juga dihadiri oleh  BPKP RI perwakilan Provinsi Kepri, Asisten Administrasi Kabupaten Natuna, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan peserta Sosialisasi yang merupakan perwakilan dari seluruh OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.(alfian)

Wabup Natuna Ngesti Yuni Suprapti.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna mendapatkan bantuan berupa taman bermain (playground) dan fasilitas olahraga untuk umum dari SKK Migas.

Bantuan itu merupakan Coorporate Social Responsibility (CSR) dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco dan Premier oil, yang selama ini melakukan eksplorasi migas di Natuna.

Masyarakat Natuna pun sangat antusias dengan keberadaan taman bermain tersebut. Hal ini terlihat, dari ramainya pengunjung sejak baru diresmikan hingga saat ini.

Siang hingga malam, khususnya hari libur, playground di areal Pantai Kencana Ranai ini tak pernah sepi dari suara riang gembira para anak, mulai dari balita hingga yang duduk di sekolah dasar.

Sayangnya, keberadaan parit yang dibiarkan terbuka tanpa penutup di sekitar areal Playground, sangat membahayakan anak-anak.

“Ini kan kawasan bermain anak, masa parit ga ditutup gitu, anak kecil kalau sudah main tidak tahu ada parit nanti, ini jadi bahaya,” cetus Parman, seorang pengunjung playground di Pantai Kencana, Sabtu 13 April 2019.

Menurut Parman, seharusnya sebelum dibuka untuk umum, playground tersebut harus dibuat ramah untuk anak, termasuk keberadaan parit yang terbuka tanpa penutup.

“Kalau malam, kan disini kurang pencahayaan, jadi parit itu tidak akan terlihat, apalagi anak kita lari kesana kemari. Mereka tak tahu kalau kita tidak awasi, ” ujarnya.

Bagi orang tua yang mengajak anaknya bermain di playground Pantai Kencana Ranai, diimbau untuk selalu mengawasi anaknya. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kementerian PUPR membangun 50 Unit rumah khusus sebagai percontohan, di desa Sepempang, Kabupaten Natuna.

Rumah dengan tipe 28 ini pun telah diserahkan secara simbolis, oleh Bupati Natuna kepada masyarakat penerima, pada rabu 10 April 2019.

Penerima rumah khusus bukan hanya kalangan nelayan, namun warga berpenghasilan rendah, maupun masyarakat tertimpa bencana juga dapat menempati rumah tersebut.

Bupati Natuna melihat rumah khusus yang dibangun Kementerian PUPR

Dalam kesempatan itu, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, berpesan kepada penerima, agar merawat dan menjaga rumah bantuan dari PUPR.

Tak lupa, Hamid juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, karena telah memperhatikan masyarakat Kabupaten Natuna, termasuk dalam memberikan bantuan rumah khusus kepada masyarakat.

Disamping itu, sejumlah prasarana dan infrastruktur juga dibangun pusat, seperti jalan, jembatan, serta listrik yang kini bisa dinikmati masyarakat secara langsung.

Bupati Natuna foto bersama dengan para penerima bantuan rumah khusus

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Hendra Kusuma menjelaskan, pada tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan dua proposal, yakni pembangunan rumah khusus dan rumah PNS perbatasan.

Akan tetapi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR hanya menyetujui pembangunan rumah khusus di desa Tanjung.

“Perlu saya sampaikan, rumah khusus ini bukan rumah nelayan, ini selalu salah persepsi. Rumah khusus ini di peruntukan bisa untuk nelayan, masyarakat berpenghasilan rendah, dan juga bisa untuk masyarakat terkena bencana, ” terang Hendra.

Bupati Natuna melihat rumah khusus yang dibangun Kementerian PUPR

Hendra mengungkapkan, sebenarnya ada dua lokasi bantuan rumah khusus harus diresmikan. Namun karena ada persoalan hukum, sehingga perumahan terletak di Semente, Kecamatan Bungaran Barat, belum bisa diresmikan.

“Perumahan Semente, belum bisa saya terima karena masih bermasalah, nanti ada yang tanya kenapa di Semente belum diresmikan padahal lebih duluan di bangun, ” tutur Hendra.

Satker Kementerian PUPR, Agus Prianto menyampaikan, rumah khusus ini diperuntukan bagi masyarakat berkebutuhan khusus, untuk masyarakat di perbatasan dan nelayan.

“Jadi memang benar perumahan ini bukan perumahan khusus untuk nelayan saja, tetapi rumah khusus untuk masyarakat perbatasan dengan rumah nelayan perbatasan yang sifatnya lebih umum, “katanya.

Agus menambahkan, dengan keterbatasan anggaran Kementerian PUPR hanya bisa membangun secara permanen rumah khusus untuk kabupaten Natuna sebayak 50 unit dengan tipe 28. Ia juga berterimakasih kepada pemerintah daerah telah membangun jalan di perumahan tersebut.

Agus Prianto menegaskan, bahwa perumahan ini tidak bisa dirubah bentuk atau ditambah dan dikurangi seperti penambahan dapur dan lain sebagainya,

“Karena dulu ada juga di Kabupaten Bintan yang melakukan penambahan dapur menggunakan kayu bekas dan sepanduk bekas membuat perumahan tersebut kelihatan tidak enak dipandang mata,”sebut Agus.

Giat peresmian dan penyerahan secara simbolis ini dihadiri Sekda Natuna Wan Siswandi, Camat Bunguran Timur Laut, serta sejumlah Kepala OPD. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, mulai tahun 2017 silam, pengelolaan dan kewenangan pendidikan sekolah tingkat SMA dan SMK di kabupaten atau kota diambil alih pemerintah provinsi.

Sejak pengelolaan SMA/SMK diambil alih Pemerintah Provinsi, hal ini membuat para kepala sekolah yang berada di kabupaten mengalami kesulitan untuk berkordinasi masalah administrasi.

Untuk itu,  para Kepala Sekolah berharap dibentuknya UPTD Diknas di kabupaten sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Provinsi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bunguran Timur, Ida Susanti mengatakan, Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) sangat berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kepri segera membuat UPT Disdik di Kabupaten Natuna.

Pasalnya, selama ini pihak sekolah sering kesulitan dalam mengirimkan berkas administrasi dan koordinasi. Hal ini dikarenakan jarak antara Pemprov Kepri dengan Kabupaten Natuna sangat Jauh.

“kita kirim surat penting atau pemberkasan, pakai jasa JNE satu minggu baru sampai. ongkos kirim kita bayar, kadang kita kirim berkas terlambat sampai disana, apalagi kalau sekolah yang berada di pulau. Jadi administrasi saja yang agak ribet sekarang,” ungkap Ida, 12 April 2019, di kantornya.

Ida yang merupakan Bendahara pada MKKS ini juga menuturkan, pernah terdengar wacana provinsi membuat UPT Disdik di Natuna, namun, hingga kini belum ada realisasinya.

“Jadi ya itu saja keluhan kita sekarang, masalah administrasi, Guru naik pangkat kan harus kirim berkas juga, kadang ada yang mendadak, tapi tetap saja dipengiriman bisa sampai seminggu baru sampai di sana,” tuturnya.

Dalam hal lain, Ida pun juga turut berterimakasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri yang telah memberikan bantuan berupa bangunan Aula, dan juga 23 unit bantuan komputer.

“Alhamdullilah tahun ini kami bisa ikuti UNBK, semoga kedepan masih ada bantuan-bantuan lainnya dari Disdik Provinsi, “harap Ida. (alfian)

NATUNA

Jumat | 12 April 2019 | 21:20

SMAN 2 Bungtim Target Lulus 100 Persen

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – SMA Negeri 2 Bunguran Timur, menggelar pelepasan siswa kelas XII lebih awal, yakni pada 11 April 2019, atau 2 hari setelah dilaksanakannya Ujian Nasional Berbasis Komputer.

“Mohon maaf para orang tua sekalian karena acara pelepasan ini kita percepat, hal ini kita lakukan supaya semua anak kita bisa ikuti pelepasan, karena sudah ada beberapa siswa yang bersiap berangkat keluar untuk menyiapkan berkas ke perguruan tinggi, ” ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Bungtim, Ida Susanti, dalam Sambutannya.

Ida menerangkan, Untuk pengumuman kelulusan akan dilaksanakan pada bulan mei, Namun, siswa harus memenuhi 4 persyaratan untuk dinyatakan lulus, yakni, memiliki prilaku baik, seluruh mata pelajaran tuntas, mengikuti UASBN , dan mengikuti UNBK.

“Menjadi harapan kami, dan tentunya juga harapan orang tua semua, seluruh siswa kelas XII dapat lulus 100 persen,” ucap Ida.

Menurut Ida, kelancaran pelaksanaan UNBK perdana di SMAN 2 Bungtim, karena dibantu oleh berbagai pihak yakni PLN sebagai pemasok Listrik dan Palapa Ring Barat sebagai pemasok Internet.

Tak lupa, sosok kepala sekolah yang dikenal bersahaja dikalangan muridnya ini, juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada orang tua murid yang telah banyak membantu sekolah.

“Kami ucapkan terimakasih kepada orang tua yang mempercayai SMAN 2 Bungtim dalam mendidik anaknya,
Dan kami juga minta maaf jika kami ada kekurangan selama mendidik anak bapak ibu sekalian,” tutur Ida.

Diakhir sambutannya, Ida pun berpesan kepada para muridnya yang memiliki kemampuan dan kesempatan, untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi.

Kepada peserta didik, kalian setelah lulus kalau ada kemampuan dan peluang lanjutkan ke perguruan tinggi, para orang tua jika mampu tolong lanjutkan pendidikan anaknya di perguruan tinggi, kalau tak mampu keluar bisa di STAI Natuna, ” pesan Ida. (alfian)

NATUNA

Jumat | 12 April 2019 | 18:03

Hamid Rizal Lantik Kepala UPT RSUD Natuna

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, apel pagi bersama ASN yang disejalankan dengan pelantikan Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Dokter, Senin 8 April 2019, di halaman kantor Bupati Natuna.

Melalui Penyesuaian atau Inpassing dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna, Dr. Medi Primatori Purnawan, dilantik menjadi kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna.

Pelantikan tersebut, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Natuna Nomor 69/BKPP/2019.

Dr. Medi saat dilantik menjadi kepala UPT RSUD Natuna (doc-Humas)

Dalam sambutannya, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, menerangkan bahwa sejauh ini regulasi tentang kepegawaian terus berubah, baik penyesuaian terhadap kepangkatan, hak jabatan serta kompetensi aparatur yang diatur bagi pengembangan karier maupun meningkatkan produktivitas satuan kerja perangkat daerah.

Menurut Hamid, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus mengikuti perkembangan informasi terutama terkait haknya dalam kenaikan pangkat.

Namun yang tidak kalah pentingnya pula adalah seiring kenaikan pangkat, kompetensi diri juga harus terus ditingkatkan, jangan sampai terjadi kenaikan pangkat namun kompetensi kerja tidak berkembang.

“Saya minta ASN terus meningkatkan kopentensi diri untuk mengeban tugas yang telah diamanahkan dengan baik dan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Hamid.

Kepala OPD saat mengikuti apel bersama (doc-Humas)

Dalam kesempatan tersebut, Hamid Rizal juga kembali mengingatkan bahwa tidak lama lagi akan digelar pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak untuk memilih Presiden / Wakil Presiden, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Anggota DPRD seluruh Indonesia.

Untuk itu, Ia berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar proaktif, mensosialisasikan pentingnya pelaksanaan Pemilu serentak ini, dan pada tanggal 17 April 2019 mendatang untuk sama-sama mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suara.

“Pilihan kita akan sangat berpengaruh bagi pemerintahan dan pembangunan secara nasional dimasa mendatang,”terangnya.

Pelantikan tersebut, juga disaksikan oleh Sekda Natuna, Wan Siswandi serta sejumlah OPD dilingkungan Pemkab Natuna.

NATUNA

Jumat | 12 April 2019 | 9:25

Bupati Natuna Minta GOW Bekerja Ikhlas dan Maksimal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Anggaran untuk organisasi perempuan, seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Natuna, tidak lagi sebesar dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, APBD Natuna banyak tersedot untuk membayar gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Hal tersebut dikatakan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, saat melantik Pengurus GOW Kabupaten Natuna, periode 2018-2022. Acara tersebut di gelar di Gedung Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa 9 April 2019.

“Kenapa dulu APBD kita kecil, tapi Anggaran untuk Organisasi Perempuan besar ? Karena dulu pegawai Honorer (PTT, red) tidak sebanyak saat sekarang ini. Anggaran kita habis untuk bayar gaji Honorer,” Ujar Hamid Rizal.

Bupati Natuna memberikan selamat kepada pengurus GOW

Meski demikian, orang nomor satu di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah itu berpesan, agar GOW Natuna dapat berkorban terlebih dahulu untuk membantu pembangunan daerah Natuna, dan tidak bergantung pada besar kecilnya anggaran yang masuk ke Organisasi tersebut.

“Harus berani berkorban dulu Buk, jangan selalu mengharap anggaran. Saya saja sebagai Ketua DPW PAN Kepri tak dapat gaji, malah gaji saya keluar untuk Partai. Ini lah bentuk pengorbanan kita,” cetus Hamid Rizal.

Hamid pun berpesan, agar GOW dapat bekerja dengan iklas dan maksimal, sesuai kemampuan keuangan daerah. Dan harus membuat program yang sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Natuna, sesuai Visi dan Misi Bupati.

“Saya pesankan, agar setiap pengelolaan anggaran harus rapi, biarpun jumlahnya sedikit. Jangan sampai ada yang salah kwitansi, takutnya nanti fiktif. Karena kita selalu diawasi oleh BPK. Saat ini setiap penerimaan dan pengeluaran anggaran harus transparan, karena sistem online semua, jadi harus jelas sejelas-jelasnya,” tutur Hamid Rizal.

Sementara itu Ketua terpilih GOW Natuna, Raja Peni Adriani, menjelaskan, bahwa ada sekitar 19 organisasi kewanitaan yang tergabung didalam GOW Natuna. Organisasi ini dibentuk guna meningkatkan kapasitas perempuan yang cerdas dan mandiri dalam keluarga.

“Karena memang itulah tugas utama kami sebagai kaum perempuan, yaitu membina keutuhan keluarga. Apalagi sekarang memasuki jaman millenial, dimana tantangannya sangat besar. Orangtua harus bisa selalu mengawasi perilaku anak-anaknya,” ujar Raja Peni, dalam sambutannya.

Mantan Ketua KPPAD Natuna itu juga mengajak seluruh kaum perempuan, untuk saling bersinergi membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Natuna kearah yang lebih baik.

“Kami harap melalui GOW, perempuan Natuna bisa berkiprah dan berkarya demi Kemajuan Natuna kedepan. Ayo berkarya dan majulah Perempuan-perempuan Natuna,” tegasnya.

Ia juga berharap, agar pada Pemilu Serentak 2019 nanti, ada keterwakilan 30 persen perempuan di legislatif, baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Agar mereka dapat memperjuangkan hak perempuan, yang saat ini mulai terpinggirkan.

Hadir dalam kegitan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Sofian, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, Ketua TP PKK Natuna, Hj. Nurhayati Hamid Rizal, para pimpinan OPD, FKPD dan tamu undangan lainnya.

(Alfian)

investasi jepang

NATUNA

Jumat | 12 April 2019 | 8:34

Jepang Tertarik Dengan Sektor Wisata Natuna

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Tim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia mendatangi Kabupaten Natuna, Kamis 11 April 2019. Kedatangan tamu perwakilan dari Negeri sakura itu, guna melihat sektor pariwisata Natuna.

Perwakilan tim dari Kedubes Jepang untuk Indonesia,  Takashi Sawada, menjelaskan bahwa tujuan kedatangan kali ini merupakan langkah awal mewujudkan rencana Negara Jepang membangun destinasi wisata di Kabupaten Natuna.

“Melalui kunjungan ini pihaknya akan melakukan pemantauan kondisi berbagai fasilitas pendukung yang akan sangat berpengaruh bagi menciptakan kenyamanan maupun keamanan dan keselamatan bagi para calon wisatawan, ” ujar Takashi.

Takashi Sawada, tim dari Kedubes Jepang.

Takashi menuturkan, bahwa saat ini pihaknya memiliki hubungan kerja dengan beberapa travel agency dibidang wisata bawah laut, dengan kondisi terumbu karang yang masih alami dirinya meyakini bahwa spot penyelaman yang ada di Kabupaten Natuna akan  memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan tersebut.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, diwakili Sekda Natuna Wan Siswandi menyambut baik kedatangan dan rencana pihak Negara Jepang untuk membangun destinasi wisata Natuna.

Siswandi menjelaskan, Natuna sudah di tetapkan 5 pilar pembangunan oleh Presiden RI Jokowi Dodo. Salah satu poin dari 5 pilar pembangunan tersebut ialah Wisata.

Suasana pertemuan Pemkab Natuna dengan Tim kedubes Jepang.

Dengan demikian, Pemerintah telah banyak membuat kegiatan, berkaitan dengan wisata, sehingga Natuna ditetapkan menjadi daerah Geopark Nasional oleh Pemerintah pusat.

Ada beberapa agenda kegiatan sudah dilakukan dan akan dilakukan. Natuna saat ini udah di tetapkan Gropark nasional , dan sudah di usulkan UNESCO PBB agar menjadi Geopark Internasional”, terangnya.

Sebagai daerah perbatasan, Natuna dalam tahapan pembangunan Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLN) akan mempermudah wisatawan asing untuk mengunjungi Natuna.

Sekda Natuna menyerahkan plakat kepada tim kedubes Jepang

“PLBN itu tepanya di pulau Serasan, harapannya dengan PLBN itu nanti dari Malaysia Timur, Sabah, Serawak, dan Brunai bisa masuk . Jarakanya paling sekitar 3 jam saja”, paparnya.

Atas nama Pemerintah Natuna Siswandi berharap rencana pihak Jepang dalam membantu memajukan potensi wisata Natuna dapat berjalan lancar, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Natuna sendiri.

(Alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – PT Benteng Indo Raya (BIR), memenangkan tender proyek pembangunan D.I Tapau kanan paket I tahun 2018 lalu senilai Rp. 37.029.000.000, pembayaran proyek tersebutpun sudah dibayarkan 100 persen.

Sayangnya, PT BIR “amnesia” terhadap kewajibannya membayarkan upah pekerja bangunan. Alhasil, proyek milik BWS Sumatra IV itu meninggalkan utang sekitar Rp 321.000.000 (tiga ratus dua puluh satu juta rupiah).

Persoalan antara pekerja dan PT BIR ini pun berbuntut panjang, para pekerja sepakat melaporkan Satker BWS Sumatra IV, Eris Hendrabuana, Rian anak Mat Kacau dan sang kontraktor PT Benteng Indo Raya ke aparat penegak hukum Kepolisian Resort Kabupaten Natuna.

Pelaporan ini terjadi lantaran pihak pekerja telah berulang kali di “bohongi” oleh pihak Satker BWS Sumatra IV, Eris Hendrabuana.

“Janjinya bulan Maret, sampai sekarang tidak jelas,” ucap kepala pemborong, R. Simanjuntak saat melaporkan masalah ini ke kepolisian, Selasa 9 April 2019.

Bak gayung bersambut. Kinerja kepolisian langsung membuahkan hasil. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Natuna I , GK. Sembiring, menerima kedatangan masyarakat, dan mencoba memediasi antara pihak pekerja dengan sang kontraktor.

Hasilnya, terjadi kesepakatan, dimana pihak kontraktor akan segera membayar upah karyawan. “Kami senang, berkat bantuan Polres, pihak kontraktor PT. Benteng Indo Raya yaitu pak Said bersedia membayar tanggal 19 April 2019 ini,” kata R. Simanjuntak. (alfian)

transportasi laut

NATUNA

Selasa | 09 April 2019 | 15:56

KM Bukit Raya Rusak, Bupati Minta Tiga Kapal Pengganti

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna- Belum lama beroperasi setelah docking, KM Bukit Raya akan segera kembali masuk ruang “Operasi”. Pasalnya Kapal penumpang milik PT Pelni ini mengalami kerusakan pada salah satu mesin.

Hal ini diketahui, dari Nota dinas yang dikirim Vice President Teknik, untuk Vice President Operasi Kapal Penumpang dan Perintis PT Pelni, perihal stop operasi KM Bukit Raya.

Dalam nota dinas tersebut diterangkan, berdasarkan berita acara tanggal 7 April 2019 dari Nahkoda Bukit Raya, menerangkan bahwa telah terjadi kerusakan pada cylinder head nomor 1 motor induk kanan, sehingga kapal hanya bisa berlayar dengan satu mesin.

Sehubungan dengan pertimbangan aspek keselamatan dan keamanan kapal, Serta agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut, maka KM. Bukit Raya akan melaksanakan perbaikan oleh teknisi tim running repair.

Lokasi perbaikan di PT. DKB galangan 1 Tanjung Priok, mulai tanggal 12 April 2019 selama 4 hari. Nota dinas tersebut ditandatangani Vice President Teknik, Didik Martono.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mengambil langkah cepat, dengan menyurati PT. Pelni untuk meminta kapal pengganti KM. Bukit Raya.

“Saya sudah surati langsung ke Pelni kita minta kapal penggantinya, kalau bisa sekalian 3 kapal sekaligus,” Ujar Hamid Rizal.

Menurutnya transportasi laut masih menjadi andalan masyarakat kepulauan natuna, sehingga dengan menyurati Pelni diharapkan agar segera ada kapal pengganti.

“Saya minta kapal Sabuk Nusantara tapi 3, walau kapasitasnya lebih kecil, tapi daripada nggak ada, kasian masyarakat,” tutur Hamid. (alfian)

pulau terluar

NATUNA

Selasa | 09 April 2019 | 10:58

XL Axiata Bakal Panaskan Persaingan 4G di Pulau Terluar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Selaras dengan dioperasikannya Palapa Ring Barat (PRB) , satu persatu penyedia jasa telekomunikasi mulai melirik kerjasama pemanfaatan jaringan fiber optik berkecepatan tinggi ini.

Dari sisi kompetisi, maka persaingan layanan 4G di wilayah Kabupaten Natuna dan Anambas, mulai panas karena Telkomsel yang selama ini melayani masyarakat mendapat perlawanan dari dua tamu baru yakni Smartfren dan XL Axiata. 

Seperti dilansir dari warta Diskominfo Natuna, XL Axiata telah menjalin kerjasama dengan Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dalam memanfaatkan jaringan backbone Palapa Ring Barat.

Dengan memanfaatkan Palapa Ring Barat, XL Axiata akan memperluas layanan hingga ke daerah-daerah terpencil di wilayah Barat kepulauan Indonesia, tanpa menggunakan koneksi satelit yang kurang efisien secara biaya.

Jaringan fiber optik berkecepatan tinggi Palapa Ring Barat menghubungkan berbagai wilayah terpencil di Kawasan Barat Indonesia yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna yang berlokasi di Laut Cina Selatan masuk kategori tersebut. Dengan memanfaatkan Palapa Ring Barat, operator bisa menyelenggarakan layanan telekomunikasi dan internet cepat di area-area dengan kategori 3T tersebut tanpa perlu membangun sendiri jaringan kabel fiber optik hingga ke sana.

Dalam Siaran Pers “Dukung Pembangunan Wilayah Terluar” 8 Maret 2019 lalu, Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan, Pada tahap awal, baru beberapa BTS yang bisa ditempatkan. Meskipun begitu, layanan 4G LTE XL Axiata akan bisa melayani area-area yang memang sangat membutuhkan layanan internet cepat, yaitu di Tarempa dan Matak Kabupaten Anambas.

“Tujuan kami menyelenggarakan layanan 4G LTE di Anambas saat ini memang lebih pada membantu pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan, belum karena pertimbangan keuntungan ekonomi. Tentu kami berharap, ke depan perekonomian di area perbatasan ini semakin berkembang apalagi di sini merupakan salah satu daerah dengan potensi perikanan laut yang besar dan potensi wisata laut yang sangat menjanjikan, ” Tutur Yessie.

Tidak hanya Anambas, pihak XL juga mengakui tengah dalam proses koordinasi untuk segera 4G kan jaringan XL di Natuna. Hal tersebut disampaikan Henry Wijayanto Head of External Communications PT. XL Axiata Tbk.

“Kalau di Anambas XL sudah 4G. Untuk Natuna, kami masih dalam proses check atau akan dikoordinasikan lagi untuk jaringan 4G” kata Henry saat dikonfirmasi wartaKominfo 6 April 2019 via Whatsapp.

Dalam Siaran Pers tersebut juga disebutkan bahwa, Direktur Utama BAKTI, Anang Achmad Latif mengapresiasi langkah XL Axiata.

“Kami sangat mengapresiasi langkah XL Axiata yang terus memperluas jaringan data hingga ke pelosok-pelosok daerah” , tutur Anang Latif.

Selain sektor-sektor ekonomi dan niaga, keberadaan layanan internet cepat 4G LTE juga akan bermanfaat bagi pemerintah daerah setempat dalam menjalankan layanan sosial dan pemantauan kondisi masyarakat yang ada di banyak pulau. Seperti daerah lain pula, pemerintah daerah bisa mendorong penggunaan layanan 4G LTE untuk sarana belajar mengajar di sekolah, mendukung layanan kesehatan, serta berbagai layanan publik lainnya. (alfian)

kampanye sepi

HEADLINE

Senin | 08 April 2019 | 10:38

Bentrok Waktu dengan Acara KPU, Kampanye PAN Sepi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kampanye Terbatas Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Natuna, Minggu 7 April 2019, di lapangan bola Sri Srindit, terlihat sepi peminat. Meski demikian, semangat calon wakil rakyat diusung partai besutan Amien Rais tersebut tetap tak padam.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PAN Provinsi Kepulauan Riau, Hamid Rizal mengatakan, kampanye dilaksanakan untuk mensosialisasikan para caleg PAN yang akan bertarung pada Pemilu nanti.

“Saya harap doa dan dukungan masyarakat, agar sama-sama mendukung Caleg millenial”, ucap Hamid di depan seratusan orang pendukung.

Hamid mengatakan, sangat perlu adanya dukungan masyarakat, sehingga caleg DPR RI bisa duduk. Apabila nanti terpilih, maka akan membantu segala kepentingan Natuna di tingkat pusat.

Begitu juga dengan caleg DPRD Provinsi, perlu orang getol untuk memperjuangkan kebutuhan Natuna di tingkat provinsi, jangan sampai kerjanya hanya duduk saja disana.

“kita perlu orang yang getol memperjuangkan kabupaten Natuna, tidak hnya duduk aja disana. Harus bisa memperjuangkan bagaimana Natuna lebih baik. Saya hanya mengatarkan saja, bagaimana memperjuangkan Natuna terus maju dan lebih baik lagi kedepan,” tuturnya.

Terakhir, ia mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke TPS pada tanggal 17 April nanti menggunakan hak pilih masing-masing.

“Kita coblos PAN nomor 12, baik itu Caleg DPRD Kabupaten, Provinsi, maupun DPR RI,”

Sementara itu, Derry Purnamasari, Caleg DPR RI nomor urut 2 mengatakan, kampanye tujuannya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Dimana akan bertarung pada Pemilu nanti.

“Tanggal 17 April nanti kita coblos 5 kertas suara, jadi pada hari ini kami menghadirkan caleg PAN. Untuk DPR RI, jangan lupa nomor urut 2, ” Ujar Derry

Derry berjanji, kalau nanti terpilih di DPR RI, akan berbuat lebih banyak untuk kepentingan Kabupaten Natuna.

Minimnya minat masyarakat untuk menghadiri acara Kampanye PAN, diduga karena bentrok dengan kegiatan jalan santai KPU Natuna, pada waktu bersamaan di Pantai Kencana.

Dalam acara tersebut, KPU Natuna membagikan Hadiah yang diundi dari kupon yang diberikan kepada peserta jalan santai. (alfian)

NATUNA

Sabtu | 06 April 2019 | 11:25

Asa Natuna Jadi Kabupaten Layak Anak 2019

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kabupaten/kota layak Anak (KLA), adalah Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah , masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Natuna adalah salah satu Kabupaten yang tengah dalam proses memperjuangkan penghargaan KLA tersebut.

Namun, untuk dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak, Natuna harus memenuhi 24 indikator sebagai penilaiannya.

“Dengan pencapaian nilai data input indikator telah mencapai angka 700 an lebih, Natuna optimis meraih Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019. Acuan data yang telah kita raih tersebut saat ini, akan terus meningkat hingga waktu yang telah di tentukan, “jelas kepala dinas sosial, Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Natuna, Kartina Riauwita, 5 April 2019,di kantornya.

Seluruh data yang telah di input merupakan data-data yang telah di berikan oleh instansi yang berkaitan langsung dengan yang dibutuhkan dalam mewujudkan Kabupaten Natuna Layak Anak tahun 2019.

“Semua data akan kita masukan dalam penilaian secara online. Nilai akan tersusun meningkat secara otomatis terlampir di website penilaian,” Ujar Kartina.

Sedangkan Data data yang belum masuk,lanjutnya, akan terus dilakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memenuhi target nilai, sesuai Rentang waktu penilaian yang telah ditentukan, tepatnya pada tanggal 5 April 2019, hingga pukul 00:00wib.

Sementara itu, penginputan data secara online, di saksikan Kadinsos PPPA, Kartina Riauwita, Kaban Bakesbangpol Natuna Muchtar Achmad, Ketua BP3D, Kadisdamkar Natuna Syawal, Wakil Ketua Puspa Bahari Natuna Abdullah Lubis, Kabid Kesetaraan gender dan perlindungan Hak Perempuan Yuni Rahmadanita, dan lainnya yang menghadiri. (alfian)

NATUNA

Selasa | 02 April 2019 | 23:46

18 Prajurit Yonkomposit 1/Gardapati Naik Pangkat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komandan Batalyon Komposit 1/Gardapati, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap, memimpin upacara kenaikan pangkat 18 orang prajurit, Selasa 2 April 2019, di Mako Yonkomposit, desa Sepempang, Natuna. Upacara yang dilanjutkan dengan acara syukuran ini, diikuti oleh 150 orang Prajurit dari masing-masing kompi.

Dalam amanatnya, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap, mengucapkan selamat kepada para prajurit yang naik pangkat 1 tingkat lebih tinggi. Hal ini menurutnya, merupakan kerja keras serta dedikasi para prajurit dalam pengabdian nya kepada bangsa dan negara.

“Oleh karena itu, kenaikan pangkat ini wajib disyukuri dengan hati yang tulus sebagai sebuah anugerah, sekaligus disikapi sebagai sebuah tantangan yang menuntut semakin meningkatnya kedewasaan dalam berpikir, bersikap dan berbuat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, ” Ujar Ahmad Daud.


Komandan Batalyon Komposit 1/Gardapati, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap, memimpin
acara syukuran kenaikan 18 orang prajurit. (alfian)

Anugerah kenaikan pangkat, lanjutnya, bukan merupakan suatu hadiah, melainkan suatu keprcayaan dari pimpinan TNI, Bangsa dan Negara dan juga merupakan suatu amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Sebagai suatu kepercayaan, kenaikan pangkat ini menuntut kepada setiap prajurit untuk mempertaruhkan semua kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan dinas atau satuan agar senantiasa dapat melakukan yang terbaik, selaras dengan pangkat dan jabatan yang disandangnya,” Tuturnya.

18 orang Prajurit yang naik pangkat dengan rincian sebagai berikut : 1 orang perwira naik dari Lettu ke Kapten, Bintara 4 orang naik dari Sertu ke Serka, 1 orang Serda ke Sertu, dan Tamtama, 3 orang naik dari Praka ke Kopda, 5 orang naik dari Pratu ke Praka, 4 orang naik dari Prada ke Pratu, dan yang Tertua dari Prajurit yang naik pangkat adalah Kapten Czi Eri Mardiyanto Danki Zipur Yonkomposit 1GP. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, mempertanyakan absennya perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna pada acara peletakan batu pertama, pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ranai, Jumat 29 Maret 2019.

” mudah mudahan pembangunan SDIT ini besar kontribusinya dalam hal pendidikan di Kabupaten Natuna. Sayangnya ini kok dari Dinas Pendidikan ga hadir?, “kata Ngesti dalam sambutannya.

Harusnya, lanjut Ngesti, mereka(Disdik-red) hadir diacara ini, karena menyangkut pendidikan di Kabupaten Natuna.

Meski demikian, Ngesti tetap melanjutkan sambutannya, ia pun mengapresiasi Yayasan Anshor Natuna yang menginisiasi pembangunan sekolah berbasis tauhid di kabupaten Natuna.

Wabupa Natuna dan Anggota DPRD Natuna menyalami para pelajar SDIT ranai.

“Modal pembangunan salah satunya adalah Sumber Daya Manusia yang profesional, berakhlak dan religius. kita harus menyiapkan, dan alhamdulillah Yayasan Anshor Natuna sudah memulainya,” Ujar Ngesti.

Menurut Ngesti, berdasarkan Survei yang didapatkan Pemerintah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Natuna, anak-anak kurang terdidik dengan baik dilingkungan keluarga sehingga mereka lari ke sesuatu yang tidak baik.

“Hasil Survei, anak dalam kehidupannya dia tercetak dari hasil Pendidikan di usia dini oleh orang Tua, Kalau baik dia akan jadi baik dan sebaliknya. Survei kenakalam remaja juga sangat memprihatinkan, ini harus dibina dari lingkungan keluarga dulu, baru kemudian lingkungan sosial, “terang Ngesti.

Ia pun berharap, keberadaan SDIT Ranai menjadi tonggak untuk mempertahankan daerah sekaligus sebagai infiltrasi dari kemajuan jaman.

” Apalagi natuna saat ini sangat mendunia. Adat kita musti dipertahankan, jangan sampai akhlak anak kita terkikis di era digital ini,” Pesan Ngesti.

Usai memberikan sambutan, Wabup yang turut didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD Natuna, melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan SDIT Ranai. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Degradasi moral anak di masa kini semakin banyak kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, pergaulan bebas sangat nyata di depan mata dilakukan tanpa rasa malu, bahkan dianggap lumrah.

Hal inilah yang menginisiasi Yayasan Anshor Natuna, untuk menyelamatkan moral anak usia dini, dengan cara membangun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Anak Soleh Ranai.

“Pergaulan bebas menjadi lumrah di generasi muda pelajar kita, hal ini karna kurang perhatian orang tua dalam mendidik anak di usia dini, sehingga anak terabaikan terutama dalam pendidikan akhlak dan agama,” ujar Hendri, Ketua Yayasan Anshor Natuna, jumat 29 Maret 2019, saat peletakan batu pertama pembangunan SDIT Ranai.

Istimewa

Sayangnya, menurut Hendri, pembangunan SDIT ini terkendala oleh biaya. Sehingga pembangunannya pun sangat berharap kemurahan hati para donatur yang menyumbangkan rezeki.

“Mau tidak mau harus segera kita gesa pembangunan, karena gedung SDIT yang sekarang kita pakai, merupakan gedung SKB dipinjamkan oleh Dinas Pendidikan,” ungkap Hendri.

Ia pun berharap, Pemerintah Kabupaten Natuna dapat memberikan bantuan dalam pembangunan SDIT tersebut.

“Kami akan membangun 4 lokal, Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sebesar Rp. 950 juta. Sementara dana yang baru terkumpul dari para donatur sebesar Rp. 105 juta, dan dalam bentuk bahan material bangunan jika diakumulasi ke uang berarti sekitar Rp. 30 juta lebih, ” terang Hendri.

SDIT ini, lanjutnya, akan berdiri di tanah wakaf seluas 9000 meter persegi, di jalan Hang Nadim Air Raya. Sementara itu, untuk tenaga pengajar, terdapat 7 orang dan 1 orang TU. Seluruh operasional dan honor pengajar di SDIT Ranai, berasal dari infak atau donasi.

“Mereka sangat peduli dan di SDIT inilah akhlak dan agama anak dapat dibina secara dini. Insyaallah mereka akan mengikuti petunjuk Allah serta Sunah Rasul,” tutur Hendri.

Sekolah berbasis Tauhid ini juga memberikan program unggulan yakni, Tahfidz Al’Quran, Tahsin dan Tajwid, serta pelajaran Diniyah standar kurikulum Arab Saudi.

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi untuk pembangunan SDIT Anak Soleh Ranai, dapat mengirimkan donasinya melalui rekening Yayasan Anshor Natuna, di nomor rekening 710-666-9637 Bank Mandiri Syariah KCP Natuna. (alfian)