NATUNA

sesepuh otomotif

NATUNA

Selasa | 11 Desember 2018 | 23:09

Perjuangan Si ‘Sepuh’ di Workshop Mekanik Junior

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Cuaca di hari Selasa, 11 Desember 2018 tampak cerah. Mentari pun semangat memancarkan cahaya panasnya. Waktu baru menunjukan pukul 07.45 WIB. Seperti biasa, Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Natuna, mulai berdatangan.

Di antara para pegawai, terlihat beberapa orang dengan baju berwarna biru dan bercelana panjang hitam. Mereka berjalan beriringan menuju bagian belakang gedung Disnakertran. Siapakah mereka?, mediakepri.co.id menumpahkan ketidaktahuan itu dengan bertanya kepada Hussyaini, Kepala Disnakertran Natuna.

“Itu peserta workshop mekanik junior di Balai Latihan Kerja (BLK) kita. Mereka dilatih mengenai basic otomotif kendaraan roda dua,” ujar Hussyaini, sambil mengajak wartawan mediakepri.co.id melihat lebih dekat ruang praktik workshop BLK.

Di dalam ruangan seluas 6 x 10 meter persegi itu, terlihat beberapa motor sedang “ditelanjangi” dan diutak-atik para peserta. Motor yang dijadikan ‘korban’ untuk digunakanpun untuk ajang praktek adalah kendaraan jenis keluaran lama, salah satunya Honda Grand Astrea.

Dari sekian banyak peserta workshop, mediakepri.co.id pun tertarik dengan salah seorang pria yang sedang membersihkan karat motor di ujung ruangan. Rifai namanya. Ia tampak malu-malu ketika diminta untuk diwawancara. Maklum, semasa hidupnya ia belum pernah diwawancarai kuli tinta.

Dari keterangan Rifai, diketahui latar belakang pendidikannya hanya tamatan SMA. Selama ini, ia kerja serabutan tak tentu arah.

“Ya kalau ada orang suruh tebas rumput, saya bisa. Sedikit juga, bisa lah bongkar mesin. Karena memang sudah hobi, kerja apapun, yang penting halal aja, ” ujar Rifai sambil terus menggosok karat besi tua motor yang menjadi media untuk praktiknya.

Meski peluh membasahi tubuh Ayah satu orang anak ini, ia tetap semangat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan instruktur nya.

“Saya memang sudah lama mencari pelatihan seperti ini. Karena ada peluang, ya langsung dikejar, kebetulan saya memang suka sama otomotif,” katanya

Semakin lama bercerita, Rifai pun mulai menghilangkan rasa canggung dan malu yang muncul saat awal pertemuan dengannya. Kini ia sendiri yang bercerita sebelum ditanya. Pria yang kini sudah berusia 37 tahun ini pun bersyukur, dengan diselenggarakan pelatihan kerja di Natuna, impiannya semakin dekat di depan mata.

“Sebagai masyarakat saya sangat senang dan terbantu dengan adanya pelatihan ini. Dari dulu niat ingin punya bengkel kecil, cuma skill masih jauh. Pemerintah sekarang bagus, buat program kaya gini,” ujar Rifai, disambut senyum Kadisnakertran Natuna, yang sudah lama menyimak cerita Rifai.

Semangat Rifai tak pernah padam, meski peserta workshop relatif jauh lebih muda ketimbang dirinya. Hal inilah yang membuat Rifai di puji oleh instrukturnya.

 Rifai sesepuh disini ya, karena paling tua diantara yang lain, tapi antusiasnya luar biasa, meski daya tangkapnya sudah lemah, yang penting semangatnya ada, ” kata Dian Praputra, Instruktur workshop otomotif, sambil tertawa. (alfian)



hari anti korupsi

NATUNA

Senin | 10 Desember 2018 | 12:42

Senyum Ramah Kejari Natuna di Hari Anti Korupsi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Hari masih pagi. Jarum jam baru menunjukan pukul 08:00 WIB. Namun kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna tidak seperti biasanya. Halaman kantor ramai disambangi awak media dan beberapa orang dari aliansi muda Natuna.

Ada apa? Tamu yang berdatangan itu memenuhi undangan dari Kepala Kejari Natuna yang berada di daerah perbatasan. Orang nomor satu Kejari ini ingin menyampaikan refleksi kinerjanya dan jajaran dalam kurun waktu selama satu tahun menjabat di Natuna.

BACA JUGA

Alat Fitnes Dispora Center Dimanfaatkan Warga

Jadikanlah Hatimu Bagai Sebuah Telaga

Peringatan HAK, Generasi Milenial Jadi Sasaran Kejaksaan

Julis Isnur, Kajari Natuna, terlihat semangat menjumpai para awak pemburu berita. Didampingi beberapa jaksa dan stafnya, ia berdiri di halaman kantor kejaksaan, dan ditangannya sudah siap secarik kertas berisi data yang akan dipaparkannya ke publik.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh yang hadir hari ini. Bertepatan dengan hari anti korupsi sedunia, kami ingin menyampaikan refleksi kerja kami selama tahun 2018,” ujar kajari memulai dan membuka percakapan.

Setelah menyampaikan sejumlah hasil kinerjanya, Kejari tidak lupa untuk meminta dukungan dan bantuan kepada seluruh pihak. Dimana dalam menjalankan kerja, ia selalu membutuhkan masukan dan saran dari seluruh masyarakat. Bahkan ia tidak segan untuk meminta masyarakat menegur pihak kejaksaan negeri Natuna jika dirasa melakukan kekhilafan. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Belum genap 1 tahun, Natuna mendapatkan hibah kapal pelayaran rakyat (Pelra) KM. Banawa Nusantara 5, dari Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut.

Tepatnya pada bulan april 2018 lalu, kapal bertonase 30GT tersebut, diterima Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, dalam acara penandatanganan naskah perjanjian dan berita acara serah terima hibah, di Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kini kabar baik kembali terdengar, Dinas Perhubungan Natuna, sukses melobi pusat. Usulan menambah kapal Pelra untuk menjalin konektivitas antar pulau dan kecamatan di Natuna, direalisasikan Dirjen Perhubungan Laut, dengan memberikan kabupaten terdepan Indonesia ini 2 kapal Pelra lagi.

BACA JUGA

Sinergitas dan Soliditas Milik Seluruh Komponen Bangsa Natuna

Semangat Goro TMMD Bangun Jalan di Pulau Tiga Natuna

Fasilitas Pangkalan Militer di Natuna Kepulauan Riau Segera Diresmikan

“Akhir tahun ini, kita akan dihibahkan 2 kapal pelra lagi. Jenis dan tonasenya, sama seperti KM Banawa Nusantara 5,” ujar Iskandar DJ, Kadis Perhubungan Kabupaten Natuna di ruang kerjanya, Kamis, 6 Desember 2018  pagi.

Dengan hadirnya 2 kapal pelra lagi di Natuna, menurut Iskandar, konektivitas antar kecamatan di Natuna akan semakin lancar.

“Nanti KM Banawa 5 kita serahkan ke Desa Seluan, Kecamatan Bunguran Utara, sementara untuk 2 kapal yang akan datang nanti, rencananya kita akan berikan ke Subi dan Serasan. Kalau tak berhalangan dan cuaca bagus, kapal tiba akhir desember,” terangnya.

‘Rahim’ FSIGB Lahirkan Penyair Perempuan Indonesia

Kolonel Ariful Lepas Kontingen FKPPI Kepri ke Jambore Nasional

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Lebih lanjut, Iskandar juga menjelaskan, operasional kapal bantuan tersebut, sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak desa penerima kapal, melalui Badan Usaha Milik Desa. Selain bantuan kapal pelayaran rakyat, kementerian perhubungan, juga akan membantu wilayah-wilayah terdepan NKRI dengan pelayaran kapal roll off roll on (roro).

Dikatakan Iskandar, untuk Natuna pelabuhan roro telah siap, kini tinggal menunggu kapal roro yang direncanakan akan berlayar ke natuna segera diluncurkan.

“Kalau pelabuhan kita udah siap, kabarnya Dirjen Perhubungan Darat, akan membuat kapal roro yang didesain khusus untuk berlayar ke Natuna dan daerah lain yang memiliki kondisi laut seperti di sini. Di tahun 2019, mereka akan mulai pengerjaannya,” ujar Kadishub Iskandar.

Meski telah berhasil mencuri perhatian pusat untuk Natuna, Iskandar tak pernah puas dengan capaiannya tersebut. Selain kapal pelra, dinasnya juga sedang mengusulkan pembangunan pelabuhan Selat Lampa dan pelabuhan samudra Teluk Buton.

“Namun yang prioritas pelabuhan Selat Lampa dulu, karena di sana jadi pintu masuk ke Natuna. Kami masih mendorong itu, ” kata Iskandar. (alfian)

pariwisata natuna

HEADLINE

Rabu | 05 Desember 2018 | 10:37

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Belum genap satu minggu Natuna menyandang status Geopark Nasional, kini, kabupaten terdepan Indonesia ini, mulai mempersiapkan diri untuk meraih pengakuan dunia, menjadi bagian dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Global Geopark.

Kabar baik inipun menjadi angin segar dalam pengembangan pariwisata Natuna. Pasalnya, Keuntungan dari suatu situs menjadi bagian dari Geopark UNESCO adalah terjaganya kelestarian situs, dan meningkatnya kunjungan turis ke kawasan tersebut.

BACA JUGA

34 Tahun Lalu, Musik Indonesia Diwarnai Ide-ide Gila Kreatif

75 Calon PNS Kemenkumham Tes Kesamaptaan di Korem

77 Emas Bawa Batam Jadi Juara Umum Porprov

Beriringan dengan upaya ini, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah securitas sehingga kelestarian geopark tidak tergerus dengan laju pembangunan, dan tidak terganggu dengan aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Erson Gempa Afriadi, mengatakan Natuna akan dipersiapkan menjadi Geopark Global, sehingga dibutuhkan kerjasama seluruh stakeholder untuk mewujudkannya.

“Saya mengajak semua stakeholder terkait, agar setelah penetapan status Geopark Nasional ini kita sama-sama bekerja keras, sinergi dan bahu membahu untuk menyelesaikan rekomendasi dan tugas yang di berikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), untuk meningkatkan status Geopark kita menjadi Geopark UNESCO,” ujar Erson saat dikonfirmasi melalui pesan media sosial Whatsapp, selasa, 4 Desember  2018.

Menurut Erson, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, untuk memenuhi persyaratan dalam pengajuan menjadi situs geopark UNESCO.

9 Tersangka Ini Akibatkan Kerugian Negara Rp4 Miliar di Pasar Modern Natuna

Semangat Goro TMMD Bangun Jalan di Pulau Tiga Natuna

“Kita harus segera membuat papan pengumuman (signboard) di tempat-tempat Geosite, membuat bahan promosi, memberdayakan masyarakat setempat, menghidupkan dan membina kelompok pengelola geosite, serta melakukan sosialisasi tentang geopark kepada masyarakat, ” terangnya.

Lebih lanjut Erson menjelaskan, sarana dan prasarana transportasi, baik udara, darat dan laut, turut menjadi bagian penting untuk mendukung geopark global. Selain itu, tambahnya, akses telekomunikasi juga harus mendukung.

“Tahun depan bisa kita kejar (geopark global) , baru nanti dampaknya terasa terhadap gerakan dan kunjungan pariwisata ke Natuna. tentunya nanti akan berdampak terhadap kesejahteraan rakyat,” harap Erson.

Nurdin Respon Pengembangan Pembangunan Sektor Pariwisata di Natuna

Rangkul Media, Promosi Pembangunan Pariwisata Lebih Strategis

Bergerak cepat, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI, menggelar acara Focus Group Discussion (FGD), di Hotel Aston, Tanjungpinang, Selasa, 4 Desember 2018 lalu. FGD ini dihadiri oleh Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, Wakil ketua II bidang administrasi umum, SDM, dan keuangan STIEPAR Yapari Bandung, Dra. Nofa Riana, M.S.i, Kepala bidang jejaring Inovasi SDM Maritim, Kemenko Kemaritiman, dan kadis Pariwisata Kabupaten Natuna, Erson Gempa Apriadi, S.Sos. MA, selaku moderator Dr. Pribadi Sutiono, SS.MA. Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Asia – Pasifik – Afrika Kemenko Polhukam. 

FGD yang mengusung tema ‘Identifikasi Pengembangan Potensi Industri Pariwisata sebagai Pendukung Geopark di Kawasan Natuna’ ini diharapkan dapat diidentifikasinya seluruh aspek penunjang, hambatan dan sekaligus terhimpunya input, bagi penyusunan pola arah kebijakan, serta pengembangan yang ideal bagi industri pariwisata Natuna, termasuk kebutuhan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan substantif bagi terciptanya suatu grand design sebagai acuan arah kebijakan penataan industri pariwisata Natuna. Khususnya, dalam rangka proses mendukung Natuna menjadi Geopark dunia.

Pasca penetapan Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional pada 30 November 2018 lalu, tahun 2019, Kemenlu akan mendampingi Natuna dalam proses pencalonan Geopark dunia, melalui mekanisme Global Geopark Network UNESCO. (alfian)

jeritan petani

NATUNA

Kamis | 15 November 2018 | 15:56

“Semoga Suara Kami Didengar”, Jerit Transmigran Batubi

“Maka soal transmigrasi adalah soal mati-hidup kita. Oleh karena itu , aku setuju sekali bahwa musyawarah ini membuat transmigrasi itu satu persoalan nasional. Bukan soal kecil-kecil, saudara-saudara, tapi soal nasional”

Demikian yang disampaikan Presiden RI, Soekarno yang akrab dipanggil Bung Karno dengan lantang di Musyawarah Gerakan Transmigrasi di Istora Senayan, 28 Desember 1964 silam, bertepatan 14 tahun program transmigrasi dimulai.

Seiring perjalanan waktu, kepemimpinan berganti dan kebijakan mengikuti selera yang berkuasa, dalam beberapa kasus, program transmigrasi gagal meningkatkan taraf hidup transmigran. Salah satu faktornya, proyeksi pengembangan daerah tujuan transmigrasi belum jelas arahnya.

BACA: HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

Masalah ini pun terjadi di Kabupaten Natuna. Tahun 1995 silam, ratusan keluarga dari Pulau jawa, diberangkatkan ke Kepulauan Natuna. Saat itu, Natuna masih menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau. Mereka rela jauh dari kampung halaman karena termakan “Janji manis” rezim Presiden Ke 2 RI, Soeharto. Transmigran “diimingi” lahan dan dipekerjakan pada Perusahaan pengolah komoditas kelapa sawit yang diberi izin Pemerintah, dengan pola perkebunan PIR-TRANS KKPA.

Kini sudah 23 tahun lamanya, sejak 1995 hingga 2018, dari semula para Transmigran hanya keluarga kecil, hingga sudah memiliki cucu dan cicit. Namun tetap saja, hasil perkebunan sawit di Kecamatan Bunguran Batubi, tak juga dirasakan hasilnya. Kini Pepohonan kelapa sawit dibiarkan berdiri gagah, menjadi ikon resmi “kegagalan” program transmigrasi di Kecamatan Batubi. Sebagai gantinya, warga transmigran mulai berharap dari hasil pertanian dan perkebunan.

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

“Andai saja, kalau proyek sawit benar-benar berjalan, sekarang masyarakat transmigran Batubi pasti hidupnya lega,” ujar Sarbini, seorang transmigran di Desa Gunung Puteri, Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna belum lama ini.

Mbah Bini, panggilan akrabnya, tengah duduk di teras rumah. menikmati secangkir kopi, melepas lelah usai mencari rumput untuk pakan ternak. Pria kelahiran Ponorogo, 61 tahun silam tersebut, katanya sedang menekuni diri sebagai petani padi. Usaha yang dilakukannya, tak lepas dari sulitnya hidup di tanah transmigrasi.

Melihat pria dan wanita sudah berusia senja, namun masih bekerja di sawah dan ladang, menjadi pemandangan biasa di wilayah transmigrasi ini. “Kalau ga kerja begini, ga bisa hidup disini, ” tutur Mbah Bini.

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

Ia bercerita, bertani di Batubi tak semudah di Pulau Jawa. Apalagi, katanya, tanah di Kecamatan yang belum lama terbentuk ini, kurang subur dan perlu kesabaran untuk mengolahnya menjadi lahan produktif.

” Kondisi tanah dan iklim disini (Natuna), tidak sama dengan di Jawa. Tanam kangkung aja, bisa ga jadi,” cetus Mbah Bini.

Masalahnya bukan itu saja, Mbah Bini dan petani lainnya, mengaku kesulitan dalam membeli pupuk tanaman. Jika menggunakan modal sendiri, hasil panen hanya cukup menutup modal, selebihnya untuk konsumsi pribadi. “Karena lahan tak produktif, dari 1 hektar sawah, menghasilkan 2 ton gabah kering, itu masih rugi, belum dihitung tanaga orang nyangkul,” terang Mbah Bini coba mengkalkulasi.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

Dirinya pun berharap, Pemerintah kembali menyalurkan pupuk subsidi dan bibit unggul. Bukan secara terus menerus, cukup hingga lahan tani di batubi, sudah produktif untuk digarap mandiri. Selain pupuk dan bibit, tenaga penyuluh pertanian juga sangat diperlukan, untuk memberikan pengetahuan kepada petani. Mbah Bini pun berkeyakinan, jika petani berwawasan dan lahan sudah produktif, kebutuhan pangan untuk masyarakat ranai akan terpenuhi . Bahkan, tak menutup kemungkinan kebutuhan di Natuna juga tercukupi.

“Hanya saja, perlu komitmen dari Pemerintah Daerah Natuna, untuk memprioritaskan hasil panen lokal sebagai konsumsi masyarakat. Sehingga hasil panen yang melimpah nantinya tidak menimbulkan masalah baru, karena tidak tahu harus dipasarkan kemana,” harap Mbah Bini.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

Dibalik masalah yang dihadapi, Mbah Bini juga menyelipkan rasa syukurnya. Berkat penguatan Pertahanan dan Keamanan di Natuna, yang dibarengi dengan Transmigrasi Prajurit ke Natuna, hasil panen masyarakat seperti sayuran, buah dan beras tidak ada yang mubazir lagi. “Dulu sebelum banyak TNI, saat panen melimpah, harga murah, itupun terbuang-buang karena ga ada pembeli, ” kenang Mbah Bini.

Meninggalkan tanah kelahiran, dan pergi ke tanah rantau, memang sudah dipikirkan secara matang oleh para Transmigran. Berharap mendapati kehidupan yang lebih baik dari sisi ekonomi, menjadi alasan utama mereka tinggalkan sanak saudara di kampung halaman. Namun, hidup tak semudah membalik telapak tangan, terperdaya janji yang tak kunjung terealisasi, hanya usaha yang bisa menyelamatkan diri.

“Semoga jeritan hati kami di dengar petinggi negeri,” ucap Mbah Bini. (alfian)

BACA: Mayjen TNI MS. Fadhilah : Sinergitas dan Soliditas Milik Seluruh Komponen Bangsa Natuna

BACA: Pertama Kali Diselenggarakan, Ratusan Santri TPQ di Kabupaten Natuna Hadiri Tabliq Akbar Tahun Baru Islam 1440 H

BACA: Sejumlah Pejabat Diperiksa Polisi Terkait Mangkraknya Bangunan Pasar Modern Natuna 2015, Info Ini tersangkanya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Terbakarnya kapal berjenis pompong yang akan memuat bahan bakar minyak (BBM) jenis premiun dan solar di Pelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Kepri, Selasa, 23 Oktober 2018 pukul 10.00 WIB mendapatkan perhatian Polres Natuna.

Hasil penyelidikan menggambarkan kematian Sahroni cukup mengenaskan.

Tubuh Sahroni terlebih dahulu tersambar api yang menjilat bahan bakar. Kejadian ini terjadi begitu cepat sehingga teman sekerjanya, Hanapi tak mampu berbuat banyak dan menyelamatkan dirinya dengan cara menceburkan diri ke laut.

Disampaikan Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK , sekitar pukul 10.00 WIB, korban baru saja memindahkan 2.000 kiloliter BBM jenis Premium dari tangki kendaraan ke wadah pengangkut yang ada di atas pompong. Ketika hendak mengisi wadah berkapasitas 1.000 kiloliter yang berada di bagian belakang pompong, ia pun membawa serta selang.

Saat itulah tiba-tiba terdengar ledakan dan seketika itu juga api menyambar tubuh Sahroni. Api pun segera membakar tubuhnya dan pompong yang terbuat dari kayu.

Hanapi yang bertindak sebagai nakhoda dan berada di bagian depan kapal pun mendengar ledakan dari bagian belakang kapal. Saat ia keluar terlihat api sudah menjilat bagian belakang kapal yang dikemudikannya. Hanapi pun melompat ke air untuk menyelamatkan diri.

Pukul 10.30 WIB Satpolair Polres Natuna, Basarnas Natuna, TNI AL dibantu masyarakat setempat melakukan pemadaman api yang menyambar kapal pompong tersebut.

“Setelah api dipadamkan didapati Syahroni sudah meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran kapal pompong. Kami evakuasi dan dibawa ke rumah duka,” tutur Kapolres. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Salah satu rangkaian kunjungan kerja Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS. Fadhilah ke wilayah Natuna adalah melaksanakan tatap muka dengan Forkompinda, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang ada diwilayah Natuna yang berlangsung pada Rabu malam di rumah makan Sisir Basisir Natuna.

Tatap muka yang penuh kehangatan dan kekeluargaan tersebut diawali dengan sambutan Bupati Natuna,  Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si. yang menyampaikan rasa senangnya atas kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan di Natuna.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat atas kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan ke tempat kami, semoga kehadiran bapak dapat memberikan pencerahan kepada kami semua di Natuna ini dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat menjadi lebih baik lagi”, kata Bupati.

Selanjutnya Bupati juga menyampaikan bahwa dengan bertambahnya satuan TNI diwilayah Natuna menambah kondisi aman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Natuna.

Mayjen TNI MS. Fadhilah dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan terhadap kedatangan pangdam I/Bukit Barisan beserta rombongan serta rasa bangga karena sinergitas dan soliditas antara TNI-POLRI dan pemerintah daerah di Natuna berjalan dengan baik.

Saya menerima laporan dari pejabat TNI-POLRI dan Pemda disini bahwa sinergitas dan soliditas sudah berjalan dengan baik. Saya bangga dan titip untuk selalu menjaga dan meningkatkan sinergitas dan soliditas tersebut dengan baik sampai ke jajaran paling bawah”, kata Mayjen TNI MS. Fadhilah

Sinergitas dan soliditas bukan hanya untuk TNI-POLRI saja, namun melibatkan seluruh komponen bangsa antara lain Pemda, tokoh agama, tokoh ada, media/pers dan lain-lain.
Dengan demikian hasilnya akan jauh menjadi lebih baik dan luar biasa, contoh pelaksanaan Asean games yang berlangsung dengan aman dan lancar serta mendapat apresiasi dari banyak negara peserta Asean games tersebut.

Semua karena sinergitas dan soliditas semua komponen bangsa.

Pada akhir sambutannya, Pangdam I/Bukit Barisan juga menitipkan Netralitas TNI-POLRI dalam pileg dan pilpres 2019 yang akan datang.

“Saya titip kepada kita semua yang ada Natuna, untuk menjaga sikap netralitas TNI-POLRI karena institusi yang tidak menggunakan hak pilihnya adalah TNI-POLRI,” titip Pangdam I/Bukit Barisan. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam rangka memeriahkan pergantian Tahun Baru Islam 1440 H / 2018 M, Santriwan dan Santriwati Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Kabupaten Natuna, menghadiri acara Tabliq Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al-Jamik Kelurahan Ranai Kota, Ahad, 16 September 2018.

Menurut Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto sekaligus sebagai Ketua Panitia acara Tabliq Akbar menyampaikan, Tabliq Akbar tersebut, pertama kali diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Guru (BMG-TPQ) Kabupaten Natuna.

Acara ini bertujuan agar anak -anak lebih mengenal apa itu tahun Islam. Sebab kata Dedi, tidak sedikit orang islam sendiri yang tidak tau kapan itu datangnya tahun baru islam. Inilah pentingnya kita selalu memperingati sejarah tahun baru islam, papar Dedi.

Sambung dedi, bahwa makmur suatu negeri sebab banyaknya masyarakatnya yang bersyukur, Menegakkan Sholat dan Membaca Al-quran.

“Jadi dua miliar, atau dua triliun pun uang yang digelontorkan oleh pemerintah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, belum tentu dapat merubah nasib bangsa ini. Namun, kalau doa- doa anak-anak Sholeh dan Sholeha Insya’Allah akan dapat menembus langit dan bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita semua menjaga anak-anak, antarkalah mereka dalam menuntut ilmu seperti menulis dan membaca Al-quran di TPQ terdekat di sekitar kita,”pesan Dedi.

Acara tersebut juga disisi oleh Ustad H. Tirta Yasa, S. Ag. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Husaen, Ketua DPRD Natuna Yusri Pandi, Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto, S. Pd.I, Wakil Ketua H. Sholat, S. Ag, Ketua BMG Kecamatan Bunguran Selatan, Agustri, Kepala serta Ustad dan Ustadzah TPQ Se- Natuna dan Ribuan Santri TPQ.

Pantauan media ini dilapangan lokasi acara berlangsung di Masjid Al-jami’ Ranai, sangat disayangkan sebab dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna ataupun perwakilan tidak nampak hadir pada acara tersebut, meskipun pihak panitia dari BMG menyebut sudah mengundang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ahmad Husaen, dalam sambutanya mengatakan, pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas acara yang dimotori oleh BMG-TPQ Kabupaten Natuna.

Anak- anak santri TPQ ini, kata Ahmad Husen, adalah aset kita, aset orang tua yang harus kita jaga dan pelihara bersama.

“Inilah generasi penerus kita kedepan, yang akan meneruskan menjadi imam, yang akan jadi pengurus islam kedepan, bahkan yang menggantikan para pejabat yang ada saat ini,”ujar Ahmad Husaen.

Ustad H. Tirta Yasa, pada ceramahnya juga menyampaikan, untuk orang tua Santri yang hadir, akan ditanya dikubur apabila anak Adam sudah meninggal, tidak Malaikat menanyakan Eselon berapa? Apa jabatan, berapa Mobil dan berapa banyak hartamu, itu tidak ditanya sedikitpun oleh malaikat, selain amal ibadah yang engkau kerjakan di dunia. “terang Tirta.

Oleh sebab itu, marilah kita upaya kan anak – anak kita untuk menjadi anak-anak yang Sholeh dan solehah. Rajin sholat, pandai baca Al-Qur’an.

Kepada ibu dan bapak orang tua santri jangan sampai kita kalau untuk les bahasan Inggris, Komputer dan lainya kita berani bayar iuran Rp. 100 ribu. Terapi giliran bayar iyuran Mengaji di TPQ Rp. 20 Ribu, Bapak dan Ibu berat.

Bahkan nunggu 5 bulan, lansung suruh anak kita berhenti dari TPQ. Ilmu yang dipelajari anak di TPQ inilah nantinya yang akan membantu anak anak kita serta tuanya kelak dari ancaman api neraka.

Sebab selain amal ibadah kita, do’a anak Sholeh dan Sholehahlah yang diharapkan orang tua kalau sudah meninggal dunia aku,”terang ustad Titayasa. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi akan kembali menggelamkan kapal yang terbukti melakukan illegal, unreported, dan unregulated (IUU) fishing atau illegal fishing di laut Natuna utara. Sebanyak 87 kapal telah divonis bersalah atas tindakan illegal fishing dan mendapatkan keputusan pemusnahan ditenggelamkan akhir bulan ini.

Dikutip dari Okezone, hal itu sesuai pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo di Kantor KKP, Jakarta, pekan lalu.

“Tanggal 20 Agustus sebanyak 87 kapal akan ditenggelamkan. Jadi kapal yang ditenggelamkan itu semua kapal yang sudah inkrah di laut Natuna,” imbuhnya.

Adapun kapal yang telah menerima putusan hukum berkekuatan tetap atau inkrah pemusnahan ditenggelamkan sebanyak 128 kapal. Sisa kapal dengan status hukum inkrah akan ditindak secara bertahap.

Istimewa

Nilanto menuturkan, kapal-kapal tersebut ditangkap dari berbagai perairan di Indonesia. Tidak hanya kapal asing, satgas pemberantasan illegal fishing yang langsung di komando oleh Menteri Susi, juga menjumpai adanya kapal domestik yang masih melakukan praktik illegal fishing.

Sementara lokasi yang rawan dengan adanya illegal fishing dikatakan Nilanto paling sering terjadi di laut Natuna Utara, dan Laut Sulawesi.

“Itu dua wilayah yang paling banyak. Di Selat Malaka juga kebanyakan kapal Malaysia,” jelas dia.

Tempat terpisah, Mursalim Syah Pengiat Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kabupaten Natuna sangat mendukung kebijakan Bu Menteri kelautan dan Perikanan terkait peneggelaman kapal Nelayan Asing.

Menurut Mursalim, tindakan tersebut telah menciptakan efek jera bagi para pencuri ikan yang memasuki wilayah perairan Indonesia.

” Cara ini dianggap ampuh untuk memberikan pelajaran bagi para criminals yang tidak mempan dihukum dengan cara-cara konvensional,
walau demikian masih saja ada Kapal kapal Nelayan Asing tetap Memandel mencuri ikan di laut Natuna,” kata Mursalim.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah memiliki visi untuk menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa.

” Seluruh stakeholder harus memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa dan sebagai poros maritim dunia,” tutup Mursalim.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, bersama Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal serta unsur FKPD Kabupaten Natuna menyambut kedatangan KAL 28 yakni Kal Pulau Bungaran II-4-23 di dermaga Posal Penagi Ranai, Rabu, 15 Agustus 2018.

Kedatangan kapal Kal Pulau Bungaran II-4-23 dikomandani oleh Kapten Laut (P) Muhammad Yusuf NRP 18416/P

Riwayat singkat Kal Bungaran, Kal P. Bungaran dibangun berdasarkan kontrak antara PT. Infinity Global Mandiri dengan Kabaranahan Kemhan nomor kontrak : Trak/1407/XI/2016/APBN-P tanggal 08 November 2016. Kapal tersebut memiliki data teknis : Panjang : 28,34 M, Lebar : 5,85 M, Tinggi : 3,20 M, Sarat Air : 1,25, Dispacement : 70 Ton Kec, Ekonomi : 18 Knot Kec, Max : 28 Knot, Endurance : 3 – 4 Hari Peesonel : 15 orang

Berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut nomor Kep/1141/VI/2017, Kal 28 M hasil pengadaan Kementrian Pertahanan TA 2016 ini resmi diberi nama Kal P. Bungaran serta ditetapkan sebagai Kapal Angkatan Laut.

Pemberian nama Kal 28 M tersebut terinspirasi dari Pulau wilayah operasi dan Pangkalan Kapal tersebut. Kal Pulau Bungaran berpangkalan di Ranai.

Pulau Bungaran merupakan Pulau besar diantara pulau-pulau kecil yang ada dikawasan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau dan di Pulau tersebut terdapat Ibukota Kabupaten Natuna.

Pulau Bungaran memiliki obyek wisata alam yang sangat menarik, sedangkan di Perairan Bungaran terdapat spesies ikan langka yaitu ikan Ketipas (Napoleon Cheilinus Undulatus) yang merupakan slah satu komoditi ekspor andalan Kabupaten Natuna.

Sebelumnya pada tanggal 27 Juli 2018 di Batam telah dilaksanakan acara penyerahan materiel kontrak berupa dua unit KAL 28 M secara berjenjang dari PT. Invinity Global Mandiri kepada Kementerian Pertahanan dan diteruskan kepada TNI Angkatan Laut dalam hal ini diterima oleh Aslog Kasal, dari Aslog Kasal diserahterimakan kepada Aslog Panglima Armada I, dan dari Aslog Panglima I kemudian diserahkan kepada Komandan Lantamal IV.

Kal Pulau Bungaran 28/II-4-23 yang telah resmi menjadi Kapal Patroli jajaran Lanal Ranai yang akan bergabung bersama kal Panda dan Kal Sengiap yang terlebih dahulu menjadi kapal Patroli Lanal Ranai, sehingga saat ini Lanal Ranai yang berada di kabupaten Natuna memiliki 3 buah kapal Patroli guna membantu mengamankan perairan Natuna”Ujar Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Ranai, Rabu, 15 Agustus 2018.

Lanjut Danlanal,Kal 28 tersebut terinfirasi dari nama Pulau pangkalan kapal tersebut . Kal Pulau Bungaran memiliki kecepan Jelajah 21 Kenot, dan untuk kecepatan penuh hingga mencapai 28 Knot, untuk mesin pendorong Kal Pulau Bungaran 28 di dukung oleh mesin jenis Caterpilar C32 Acert 1800 HP Rating E 2300 RPM.

“Selamat datang dan selamat bergabung di Laut Sakti rantau Bertuah,”sebut Danlanal.

Kal Pulau Bungaran di awaki oleh 3 Orang Perwira dan 12 orang Anggota, dengan Komandan dijabat oleh Kapten Laut (P) M. Yusuf, Palaksa Lettu Laut (P)Sony Arfianto serta KKM Letda Laut (T) Didik Eko Widodo setelah berlayar dari Batam yang menempuh jarak T 355 NM selama 27 Jam dan akhirnya Kal Pulau Bungaran tiba di Kab. Natuna dengan selamat.

“Diharapkan Kal Pulau Bungaran II-4-23 ini dapat mendukung pelaksanaan tugas2 keamanan laut di jajaran Lanal Ranai dalam melaksanakan patroli di wilayah kerja”.tutup Danlanal.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. beri pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara kepada segenap komponen bangsa di wilayah Kabupaten Natuna di gedung Aula Yon Komposit Garda Pati, Selasa, 7 Agustus2018.

Dengan suara lantang, Danrem memberi pemahaman tentang pembekalan wawasan Kebangsaan dan menyampaikan bahwa Natuna Garda Terdepan Pertahanan NKRI, Hari ini Saya memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, kepada segenap komponen bangsa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, rasa cinta saya kepada Natuna tidak perlu diragukan,untuk itu mohon izin, untuk menanamkan rasa nasionalis dalam jiwa dan raga Kita semua.

Danrem menyampaikan, bersinergi dengan Pemkab Natuna, komponen bangsa, agar dapat menciptakan kebersamaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga kekompakan, soliditas antara aparat keamanan dengan masyarakat, ini sangat penting dalam memelihara dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah untuk kesinambungan pembangunan. Sebab, saat TNI-Polri dan masyarakat bersatu, akan kuat, dan tidak tergoyahkan .

Dijelaskan Danrem, soliditas TNI-Polri dengan Masyarakat, sekaligus merupakan salah satu wujud dari kemanunggalan TNI-Polri bersama rakyat, “Pilar Kekuatan” bagi terbentuknya semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kecanggihan teknologi sering dimanfaatkan untuk merusak kesatuan bangsa. Dimana medsos seringkali digunakan untuk memecah bangsa, terlebih saat Pilkada, untuk itu mari Kita bijak mempergunakan medsos. Tetap tanamkan rasa Nasionalis dalam jiwa, sehingga tidak mudah goyah jika ada isu yang mau memecah bangsa ini.

Sementara itu nota kesepahaman (MOU) Sinergitas 3 Pilar Desa, Harapannya, para Babinsa, Babinpotmar, Bhabinkamtibmas, Kades/Lurah serta Linmas dapat menyatu, hal ini agar 3 pilar dapat bersinergi dan berkomunikasi dengan baik dalam melaksanakan keamanan di wilayah Kabupaten Natuna.

Natuna berada di tegah Negara Asean dan rawan terjadi gesekan, untuk itulah kita rapatkan barisan, tanamkan jiwa Nasionalis, NKRI Harga Mati.

Hadir dalam acara, tersebut Ketua DPRD Natuna,Sekda Natuna, Dandim Natuna, pimpinan TNI AL, AU dan Polri, tokoh masyarakat, Alim ulama, para Ketua RT, RW Lurah, Camat, serta Para Babinsa, Babinpotmar, Bhabinkamtibmas, Danramil dan Kapolsek, Sekecamatan Bunguran. (Penrem 033/WP).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan dirinya sengaja membawa beberapa Kepala OPD ke Natuna agar sejumlah kegiatan semakin cepat terealisasi. Permintaan-permintaan masyarakat yang menaikkan taraf hidup dan memudahkan mereka beraktivitas harus digesa.

“Kawan-kawan saya yang kerja, makanya saya bawa ke sini. Saya “ngacah” aja supaya jadi dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” kata Nurdin saat berbincang dengan beberapa nelayan di kawasan Pring, Ranai, Natuna, Sabtu, 2 Juni 2018.

Usai menghadiri peringatan Nuzul Quran tingkat Provinsi Kepri di Masjid Agung Natuna Jumat, 1 Juji 2018 malam, Nurdin dan rombongan memang melakukan peninjauan sejumlah kegiatan. Nurdin juga menemui sejumlah nelayan di Pring dan berbincang banyak hal untuk memudahkan aktivitas kerja mereka.

Tampak mendampingi Gubernur saat itu Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang H Naharuddin, Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kadispora Maifrizon, Karo Ekonomi Heri Andrianto.

Setelah berkeliling hingga ke Teluk Buton, Nurdin dan rombongan meninjau pelabuhan bongkar muat. Di sini Nurdin berbincang dengan pekerja bongkar muat dan pengelola. Dari perbincangan itu diketahui proses bongkar muat kapal sekitar 1.200 ton mencapai waktu hingga dua belas hari.

Proses yang melambat itu dikarenakan barang-barang langsung dibawa ke toko. Ini yang menyebabkan proses antrian panjang. Termasuk antrian mobil yang membawa bahan-bahan yang datang.

Nurdin memang memerintahkan untuk mengkaji pembuatan gudang. Kalau gudang sudah ada, diyakini proses bongkar muat akan cepat. Kalau terlalu lama, Nurdin risau beberapa bahan akan rusak. Demikian juga dengan cost kapal yang tentu akan membengkak. Nurdin tak ingin semua itu bermuara pada kenaikan harga yang akan memberatkan masyarakat.

Saat meninjau pelabuhan itu, ada dua kapal yang harus berdempetan untuk membongkar barang. Karena itu penambahan pelabuhan untuk labuh kapal satu lagi diperintahkan Nurdin untuk digesa. Dengan demikian akan ada tiga kapal yang bisa sandar di pelabuhan ini.

Usai di pelabuhan bongkat muat, Nurdin singgah di kawasan Pring tempat nelayan menambat kapal-kapalnya. Nurdin sempat berjalan ke tambat kapal yang masih terbuat dari kayu. Kondisi pelabuhan tambat kapal ini cukup memprihatinkan.

Salah seorang nelayan, Abdul Wahab mengatakan, jalur itu memang sering digunakan untuk tambat kapal. Jika ada nelayan yang merapat dan proses jual beli ikan, tak sedikit kaum ibu yang bergerak ke sana.

Mendengar cerita itu, Nurdin memerintahkan untuk segera dikaji pembangunan pelabuhan tambat kapal yang lebih baik. Tak hanya pelabuhan, jalan masuk ke kawasan ini juga diperintahkan Nurdin segera dibangun, dan direalisasikan tahun 2019.

Usai berbincang dengan nelayan, Nurdin bergerak melihat pembangunan jalan Batubi-Kelarik. Nurdin melihat perkembangan pembangunan jalan tersebut. Sepanjang perjalanan itu, Nurdin melihat ada satu jembatan yang belum terbangun. Sementara tiga lagi sudah selesai. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pulau-pulau di Kepri harus dirangkai dengan ketersediaan listrik. Ketersediaan tenaga listrik akan mendorong banyak aktivitas yang menyejahterakan masyarakat.

“Perlahan-lahan elektrifikasi di pulau-pulau harus dipenuhi. Listrik akan ikut memajukan suatu daerah,” ujar Nurdin saat meresmikan proyek listrik masuk desa di Kecamatan Pulau Tiga, Tanjung Batang Kecamatan Pulau Tiga Barat, Tanjung Kumbik, Kabupaten Natuna, Selasa, 29 mei 2018.

Sebagai daerah maritim, kata Nurdin, selain listrik, Pemerintah juga terus menyiapkan fasilitas lainnya. Apalagi bagi masyarakat pesisir yang rata-rata adalah nelayan.

Gubernur berharap dengan peresmian ini maka proyek-proyek selanjutnya akan cepat terwujud demi keadilan dan sosial bagi masyarakat kepri. Begitu juga dengan jalan-jalan yang belum dibangun.

“Tidak listrik saja, jalan-jalan juga agar secepatnya direalisasikan,” ujar Nurdin.

Anggota Dewan Komisaris PT.PLN Ilya Avianti mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung program dan gagasan pemerintah tentang tenaga kelistrikan. Karena tujuannya salah satunya adalah untuk memajukan ekonomi dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan dasar masyarakat akan selalu diupayakan dapat terwujud dan merata,” ujar Ilya.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto mengatakan listrik merupakan pertahanan negara, terlebih untuk daerah terdepan nusantara. Wiluyo melanjutkan sebanyak 11 desa baru dialiri listrik dan 6 daerah yang diresmikan terang untuk 24 jam.

“Kita harap kerja sama dengan pemerintah untuk membantu pengembangan proyek listrik masuk desa semua dari 12 jam menjadi 24jam,” kata Wiluyo.

Dalam kesempatan ini juga PLN peduli memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Kecamatan Pulau Tiga dan Kecamatan Pulau Tiga Barat sebanyak 10 desa yang berjumlah 300 paket sembako.

Dalam rangkaian peresmian proyek listrik masuk desa tersebut, Gubernur Nurdin juga berkesempatan melakukan peninjauan pelabuhan Perintis di Pulau Tiga sabang mawang dan menyempatkan diri untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid setempat. Anggaran pembangunannya berasal dari dana CSR bantuan YBM PLN kepada masyarakat Tanjung Kumbik di Semalau. (humas)

Panglima, Ketua DPR RI dan Ketua DPD RI Lakukan Peninjauan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) melalukan peninjauan pembangunan fasilitas pangkalan militer di Kepulauan Natuna. Marsekal Hadi mengatakan akan segera meresmikan fasilitas pangkalan militer yang pembangunannya mencapai 100 persen.

“Mudah-mudahan yang sudah selesai fasilitasnya 100% segera di pertengahan Mei diresmikan. Dan datangnya pasukan maupun peralatan bisa bertahap. Yang jelas kita resmikan dulu penggunaannya,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto seusai peninjauan di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kepulauan Natuna, Senin (23/4/2018).

Hadi menerangkan peninjauan fasilitas tersebut diawali dengan kunjungan ke Pos Pam Puter (pulau terluar) di Pulau Sekatung dan berakhir di penijauan rumah sakit dan hanggar integratif tiga matra
TNI. Dia mengatakan salah satu yang siap digunakan adalah fasilitas dermaga Faslabuh TNI AL di Selat Lampa, Ranai.

“Namun yang membanggakan adalah kemajuan untuk membangun dermaga. Ketika saya tinjau di lapangan ternyata mampu berikan dukungan air tawar dan bahan bakar minyak (BBM) sehingga bisa digunakan untuk bekal ulang. Yang selama ini kapal-kapal melakukan bekel ulang di Batam sekarang bisa melaksanakan bekal ulang di Ranai,” jelasnya.

Dia menambahkan personel TNI segera ditempatkan di Kepulauan Natuna secara bertahap dengan memindah yang ada di Pulau Jawa dan beberapa tempat lain. Personel yang akan ditempatkan di Natuna salah satunya berasal dari Korps Marinir.

“Di antaranya adalah (Korps) Marinir yang rencananya adalah satu kompi mungkin akan ditingkatkan menjadi batalyon, termasuk batalyon komposit yang tadi sudah kita tinjau untuk Baterai Armed Yon Komposit,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa fasilitas-fasilitas lain seperti Satuan Radar TNI AU, rumah sakit hingga hanggar intergratif tiga matra TNI dalam tahap penyempurnaan.

“Kita lihat yang terakhir adalah fasilitas rumah sakit yang baru dibangun untuk gedungnya saja, untuk perawatannya masih menunggu sehingga kemungkinan kita bisa menempati satu bulan ke depan setelah alat-alatnya lengkap,” imbuhnya.

Sementara itu, Bamsoet mengatakan penguatan pertahanan dan keamanan di daerah perbatasan sangatlah penting. Hal tersebut untuk menjaga adanya kemungkinan masuknya intervensi asing khususnya yang melalui perbatasan Kepulauan Natuna.

“Tentu fokus daripada Panglima TNI adalah soal pertahanan dan keamanan negara dari kemungkinan masuknya intervensi asing. Memang kami lihat untuk perbatasan Kepulauan Natuna yang menghadap Laut Cina Selatan dan memang jadi incaran dari Amerika dan negara China, memang perlu penguatan pertahanan dan keamanan,” kata Bamsoet.

Bamsoet menambahkan akan mendorong Komisi I DPR untuk meningkatkan anggaran pertahanan negara. Khususnya untuk wilayah perbatasan.

“DPR mendorong nanti Komisi I membahas peningkatan anggaran pertahanan khsusunya daerah perbatasan di Natuna ini,” tambahnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) Natuna menyadari bahaya laten peredaran gelap narkotika. Untuk itu, mereka terpangil untuk berperan aktif melakukan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mhd Rikyrinovsky dari JJI Natuna mengatakan di dunia semakin maju, begitu mudah untuk mendapatkan berbagai jenis narkotika, seperti daun ganja kering siap pakai, sabu, heroin dan sejenisnya. Bahkan untuk di Kepri, masyarakat Indonesia dan Kepri khususnya dikejutkan dengan pengungkapan ribuan kilogram narkoba jenis sabu.

Lebih jauh dikatakannya, apalagi saat ini ada juga para pemimpin terlibat sebagai pemakai dan pengedar barang haram (narkotika) ini. Dan semuanya itu, bukan rahasia umum, karena sudah ada yang tertangkap. Mulai dari oknum aparatur negara seperti PNS, POLRI dan para pengusaha bahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Bila kita lalai dari sekarang untuk mengawasi generasi penerus, akan jadi apakah kelak negeri ini?,” ujarnya dengan nada bertanya

Untuk itu, katanya, JJI Natuna akan terus menyatakan perang terhadap narkoba. Dan dalam waktu dekat, katanya, akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini yang dikemas berupa talk show.

Dalam kegiatan ini akan pihak kompeten sebagai narasumber diantaranya  Kepala BNN Kepri,Brigjen Pol Richard Nainggolan, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Kajari Natuna, Juli Isnur, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal serta Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Rizal Runaldi.

“Talk Show anti narkoba ini, akan berlangsung pada tanggal 25 April 2018 di Gedung Sri Srindit Ranai. Mohon dukunganya agar kegiatan tersebut berjalan lancar,” ujar Rikyrinovsky panitia pelasana , Kamis, 19 April 2018.

 

Hal senada di katakan Sirojuddin panitia penyelengara, tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan talk show anti narkoba , tidak lain untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

Selain itu, juga akan dibentuk beberapa relawan di Sekolah -sekolah khususnya anak-anak SMA yang duduk di kelas II.

“Para relawan dibentuk bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bahaya narkoba. Mereka nanti juga akan kita bimbing diberi pelatihan disetiap sekolah. Ada delapan sekolah yang menjadi target utama kita. Diantaranya, SMA 1, SMA 2, MAN 1, SMK Migas, dan beberapa Sekolah SMA lainya”, jelas Siro.

Semua pelajar tersebut, sambung Siro akan diundang pada acara Talk Show nanti. Disaat acara berlangsung juga akan di adakan deklarasi bersama peran pemuda dalam memerangi penyalah gunaan dan bahaya narkoba.

Pelajar ,Mahasiswa Para Pemuda di Natuna harus siap menjadi garda paling depan dalam memerangi narkoba.

Selain itu pelajar dan mahasiswa juga harus siap menjadi orang yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Tema yang diangkat dalam Talk Show ialah “Narkoba Musuh Kita Bersama”,” pungkas Siro.(rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kodim 0318/Natuna serta komunitas belajar Natuna, membagun rumah baca di Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguranm Batubi, Kabupaten Natuna.

Komunitas belajar Natuna di Kecamatan Bunguran Batubi ini memiliki anak didik 150 orang yang sangat memerlukan kehadiran rumah baca . Pembangunan rumah baca dikrjakan bersama-sama oleh prajurit Kodim 0318/Natuna dan masyarakat secara bersama-sama.

Kerjasama dengan warga ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat yang datang beramai-ramai agar pembagunan rumah baca cepat selesai.

“Ini sinergi yang luar biasa antara Kodim sebagai pengayom dan masyarakat sebagai subjek perubahan”, ucap Bayu, pengajar muda dari Indonesia Mengajar.

Melalui rumah baca ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Natuna sebagai wilayah perbatasan.

“Melalui rumah baca ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca meningkat. Selain itu bisa semakin luas mengakses informasi dan dapat membantu pembangunan manusia di Natuna khususnya Kecamatan Bunguran Batubi,” kata Eni Suyaroh, pendiri komunitas belajar Natuna.

Hal serupa juga disampaikan Dandim 0318/Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal, S.Sos yang berharap dengan berdirinya rumah baca ini, warga natuna bisa bersma-sama memanfaatkan bacaan yang tersedia untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan SDM di wilayah perbatasan khususnya Natuna. (rilis)

Saresehan Dialog Kebangsaan di Pulau Terdepan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) terus menggaungkan pemahaman masyarakat tentang kebangsaan. Untuk kelima kalinya, JJI menggelar dialog yang diramu dalam saresehan.

“Kegiatan direncanakan pada hari Rabu, 28 Maret 2018. Kita gandeng Komunitas Muda Natuna (Komuna) dalam Sarasehan Dialog Kebangsaan ini,” kata Riky Rinovsky di Ranai Square, Minggu, 25 Maret 2018.

Dikatakannya, narasumber kegiatan kebangsaan yang akan diikuti ratusan mahasiswa dan penggiat ekonomi Natuna ini yakni dari Pemerintah, Danlanal Natuna Letkol laut (P) Harry setiawan, dan Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto. Adapun tema kegiatan yaki “Kupas Posisi Strategis Natuna dalam Kaitan Pembangunan Aspek Ekonomi dan Pertahanan Keamanan di Pulau Terdepan”.

“Melalui tema itu, kita minta ketiga narasumber menjelaskan kepada para peserta dengan apa yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat kepada daerah Natuna khususnya,” terang Riky.

Lebih rinci Riky menjelaskan, pemaparan dari para narasumber tentang keberhasilan pemerintah pusat yang telah menjadikan Natuna sebagai wilayah pertahanan dan keamanan, juga meningkatkan perekonomian kerakyatan. Salah satu bukti nyata dari gebrakan pemerintah pusat yaitu dengan mendirikan pusat pelelangan ikan terpadu di Selat Lampa, jaringan komunikasi serta sarana irigasi dan listrik di rasakan rakyat saat ini .

“Nah pemahaman ini yang kita minta untuk dipahami dan kembangkan oleh para peserta saresehan. Walaupun Natuna dijadikan sebagai wilayah pertahanan, tapi tingkat perekonomian juga dikuatkan,” jelas Riky.

Sementara itu dari kalangan muda Natuna Dede Muhammad Ramli berpendapat, dalam saresehan nantinya akan terbentuk penguatan karakter bagi para peserta untuk lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap kepedulian terhadap pembangunan di daerahnya.

“ Kita tidak menampik dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat, untuk itu kita berharap semua lapisan masyarakat bisa menentukan sikap yang tepat dalam menanggapi seluruh program yang telah dibuat oleh pemerintah pusat mulai nyata dirasakan” papar Dede.

Menurut dede, banyak yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat untuk Natuna, seperti pembangunan Embung dan irigasi untuk mensuplay kebutuhan air, listrik sudah dialiri ke rumah warga dan jaringan telekomunikasi lancar.

“ Oleh karenanya, kita semua bisa ambil andil dalam turut serta mengisi pembangunan didaerah kita sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik secara kelompok maupun perindividu” terangnya.

Kembali, dalam hal ini Riky Rinovsky dan para pemuda Natuna mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas perhatian penuh bapak presiden Joko Widodo melalui Nawacita untuk Kabupaten Natuna sampai ke Papua mulai nyata terasa. (rilis)