NEWS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pesawat Philatus Porter dengan kode penerbangan PK-HVQ yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu sore, 11 Agustus 2018 diperkirakan membawa sembilang orang.

Tujuh orang adalah penumpang, sementara dua lainnya adalah pilot dan co-pilotmya.

Pesawat perintis itu seharusnya hanya menempuh perjalanan selama 40 menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayapura. Namun pesawat tak juga sampai sehingga polisi melakukan pencarian.

Kapolres Kabupaten Pegunungan Bintang, Michael Mumbunan mengatakan bahwa penduduk Okatem bersaksi sempat mendengar bunyi keras diikuti ledakan. Diduga suara itu berasal dari Pesawat Philatus yang jatuh.

“Penduduk Okatem melaporkan mereka mendengar suara sangat kecang dari sebuah pesawat kemudian diikuti dengan ledakan besar,” terang dia dilansir AFP, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Tim SAR tengah menyelidiki sekitar Okatem, namun butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai titik yang dimaksud melalui jalur darat.

Sementara itu, Pesawat Philatus Porter merupakan pesawat milik Dimonim Air, sebuah perusahaan penerbangan swasta yang beroperasi di sekitar Papua.

Papua sendiri bukan medan yang mudah untuk penerbangan pesawat. Banyaknya pegunungan membuat beberapa kecelakaan terjadi di kawasan ini.

Pada Juli tahun lalu, lima orang meninggal dalam kecelakaan kecil di dekat Wamena, Papua.

Sementara pada Agustus 2015, pesawat Trigana tergelincir karena cuaca buruk di Papua. Sebanyak 54 orang meninggal dalam kecelakaan ini. (***)

sumber: cnnindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Betun – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengajak seluruh masyarakat Malaka untuk semakin meningkatkan semangat gotong royong yang sudah diletakkan Bapak Bangsa Indonesia.

Semangat itulah yang mesti dibawa dalam kehidupan dan rutinitas, baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota lingkungan dan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Malaka saat kegiatan Puncak Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-15, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke- 46, Hari Keluarga Nasional ke-25 tingkat Kabupaten Malaka dan Gelar Tekhnologi Tepat Guna ke-4 yang dilaksanakan di Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Jumat, 10 Agustus 2018.

Bupati Stef mengatakan, gotong royong harus dijadikan kata kunci dalam rangka mensukseskan program-program pembangunan. Tanpa semangat gotong royong maka program pembangunan tidak berjalan efektif dan efisien.

“Betapapun besarnya anggaran yang disediakan bila tanpa didukung semangat kebersamaan yang disebut gotong royong dalam membangun dan memelihara hasil pembangunan, semua program itu tidak berjalan efektif dan efesien,” katanya.

Bupati Stef melanjutkan, BBGRM yang dilaksanakan selama 11 bulan yang kegiatannya dimulai saat pencanangan ini merupakan akumulasi kegiatan gotong royong dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK, Karang Taruna dan lembaga pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sementara terkait Hari Kesatuan Gerak PKK, mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini menegaskan, tujuannya adalah untuk mengingatkan kita semua mengenai peran keluarga terlebih peran para ibu dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, membangun masyarakat dan bangsa yang maju dan kokoh.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa atas capaiannya selama ini. Saya ingin lagi melihat gerakan PKK lebih berperan dan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan dan program kesejahteraan rakyat lain di tingkat masyarakat,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Beberapa hari terakhir, sebuah foto yang memperlihatkan pemberitaan surat kabar soal Pegadaian yang menerima gadai produk Tupperware viral di media sosial dan di grup-grup percakapan Whatsapp.

Salah satunya diunggah oleh akun @TitisAyuningsih.

Sementara, di grup-grup percakapan, foto pemberitaan surat kabar itu disebarkan secara berantai.

Tak sedikit yang bertanya-tanya soal informasi detil mengenai gadai Tupperware ini.

Kompas.com mengonfirmasi informasi ini kepada Marketing Executive PT Pegadaian (Persero) Kanwil V Manado Marco Maramis, Kamis, 9 Agustus 2018 malam.

Ia membenarkan program gadai Tupperware.

Marco mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat.

Program ini menyasar seluruh area yang termasuk dalam wilayah V Manado, dan sudah dilaksanakan di hampir seluruh cabang di wilayah itu.

“Itu meliputi area Palu, Gorontalo, Manado, Papua, dan Papua Barat. Untuk penerimaan barang tersebut lebih baik nanti datang ke kantor cabang Pegadaian bukan di unit, ” kata Marco.

Namun, kata dia, ada beberapa outlet yang belum melakukan program ini karena masih ada kendala teknis, terutama soal tempat penyimpanan barang.

Maksimal pinjaman uang gadai Rp500.000 Marco menjelaskan, produk Tupperware dipilih karena dianggap mempunyai nilai ekonomis yang lumayan.

Selain itu, banyak rumah tangga yang menggunakan produk ini.

Program gadai Tupperware masuk dalam program gadai prima dengan maksimal uang gadai yang bisa diterima adalah Rp500 ribu.

“Gadai prima dengan bunga 0%, gadai prima itu pinjaman maksimalnya Rp500 ribu. Kalau mau lebih dari itu bisa menggunakan produk gadai yang lain,” ujar Marco.

Tupperware yang dapat digadaikan harus dalam kondisi baik dan lengkap, bisa baru atau second. “Kalau misal rantangan ya lengkap,” ujar Marco.

Persyaratan gadai ini cukup mudah, hanya dengan datang membawa produk Tupperware yang akan digadaikan ke kantor cabang dan Kartu Tanda Penduduk.

PT Pegadaian Kanwil V, kata Marco, juga telah melakukan sosialisasi soal program ini.

“Kami juga sudah ketemu dengan distributor Tupperware. Kami sudah mengadakan kerja sama dalam sisi penyampaian ke masyarakat,” kata dia.

Program ini sudah berjalan selama dua minggu, dan mulai gencar dalam satu pekan terakhir. “Sudah mulai ada yang menggadaikan, satu cabang ya udah 10 lah,” kata Marco.

Penentuan besarnya uang gadai disesuaikan dengan harga pasar dan harga produk yang digadaikan.

“Jadi nanti ada harga pasarnya, harga pasar ditentukan oleh pihak Pegadaian. Kami punya katalog dan harga second-nya, jadi bisa kami tentukan,” ujar dia.

Sementara, waktu gadai ditetapkan selama 4 bulan dan bisa diperpanjang. Setelah waktu maksimal yang diberikan tidak ada perpanjangan, maka akan dilakukan lelang terbuka. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok – Bibi sprinter Lalu Muhammad Zohri, Selamah tewas dalam gempa yang terjadi di Lombok.

Jenazahnya ditemukan di bawah reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah, Karang Pangsor, Pemenang Barat, Lombok Utara, Rabu, 8 Agustus 2018.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Tribun-Video.com dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebenarnya Selamah sudah berlari keluar masjid ketika gempa mengguncang.

Namun, menantu Selamah, Hamzan mengatakan, Selamah sengaja masuk kembali ke masjid.

“Kakak tertua Inak (ibu, red) juga ada di masjid waktu gempa besar kemarin. Kata sang kakak, Inak Selamah waktu gempa masuk lagi ke dalam. Pas goyang besar, sudah keluar, tapi Ibu balik lagi. Ingin mengambil sesuatu sepertinya,” katanya.

Berselang beberapa detik usai Selamah masuk kembali, bangunan masjid ambruk dua lantai sekaligus hingga rata dengan tanah.

Satu titik di sudut kanan depan masjid diduga menjadi posisi terakhir Selamah.

Hingga pada Rabu, 8 Agustus 2018 jenazah Selamah ditemukan oleh Tim Emergency Response ACT, Basarnas, polisi dan TNI yang melakukan evakuasi.

Korban yang ditemukan kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Lombok Utara.

Saat ditemukan, Selamah berada di sebelah sajadah tempatnya bersujud.

Tak ada yang tahu pasti apa yang diambil Selamah hingga kembali masuk ke masjid.

Namun, keluarga meyakini, Selamah kembali untuk mengambil Alquran yang masih tertinggal di dalam.

“Keluarga Bibi Zohri, Insya Allah sudah ikhlas. Doakan Inak Selamah husnul khatimah. Kami ingin menyelesaikan pesan terakhir Inak, bahwa ingin dikafani sembari menggengam Alquran,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan berinisial YS, pengguna jasa maskapai Batik Air mengaku dilarang mengikuti penerbangan rute Jakarta-Medan. Dia dilarang mengikuti penerbangan karena membawa anaknya (PA) yang sedang sakit.

Pengakuan itu disampaikan melalui video yang viral di media sosial Instagram, Jumat, 10 Agustus 2018.

Dalam video tersebut, YS sedang berada dalam kendaraan sambil menggendong PA.

“Pengen pulang ke Medan. Kenapa kami dibatalkan tidak boleh terbang? Padahal kami tadi sudah naik di pesawat, disuruh turun lagi. Ditanya, ‘mana surat dokter?’ Sudah kami tunjukkan. Dari pertama, satu, kedua, ketiga, keempat, kami langsung dipanggil lagi. Naik, turun lagi ditanyai,” kata YS tersebut seperti dalam video yang dilihat detikcom.

“Saya tahu anak saya sakit, anak saya bau. Saya mau pulang ke Medan, apakah anak saya ini memang tidak bisa diterbangkan, apa salah?” imbuhnya.

Menurut pihak Batik Air, YS bersama PA merupakan penumpang nomor penerbangan ID6880 rute Bandara Soekarna-Hatta ke Bandara Kualanamu dengan waktu keberangkatan pukul 06.05 WIB, Jumat, 10 Agustus 2018. Awak kabin terpaksa menurunkan mereka untuk mengecek kelengkapan administrasi.

“Pada saat pesawat masih di darat, pimpinan awak kabin sudah menjalankan prosedur dengan meminta izin dan konfirmasi kepada YS guna melihat kondisi anaknya PA. Satu penumpang sebagai pendamping yaitu SD menyampaikan tentang kondisi sakit yang dialami oleh PA. Setelah dilihat, PA mengeluarkan bau menyengat,” terang Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Mandala dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Awak kabin kemudian meminta YS menunjukkan surat layak terbang, namun YS tak bisa memperlihatkan. Berdasarkan aturan penerbangan, seharusnya YS melaporkan kondisi PK saat check-in pesawat.

“Namun, YS hanya menunjukkan surat rujukan rumah sakit di Jakarta. Berdasarkan standar prosedur layanan penerbangan, setiap penumpang untuk selalu memberikan informasi secara rinci sesuai keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in jika sedang hamil, sakit berat menular atau tidak menular atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan penumpang lain saat melakukan perjalanan udara,” papar Danang.

Karena itu, dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan penerbangan, YS dan PA tidak bisa mengikuti penerbangan. Sebagai kompensasinya, pihak Batik Air mengembalikan uang pembelian tiket sesuai YS dan PA.

“Sebagai bagian pelayanan, sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan, Batik Air mengembalikan dana pembelian tiket (refund) secara tunai setelah dilakukan negosiasi bersama penumpang tersebut. Dalam hal ini penumpang membeli melalui agen perjalanan, maka proses refund berdasarkan ketentuan,” ujar Danang. (***)

sumber: detik.com

RAGAM

Sabtu | 11 Agustus 2018 | 10:48

Menyelam di Perairan Papua, Pimpinan GICI Batam Hilang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Papua Barat –  Seorang penyelam dari Batam, Kepulauan Riau dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat, Jumat,10 Agustus 2018.

Upaya pencarian telah dilakukan oleh tim Search dan Rescue (SAR) dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, namun hingga Jumat petang korban yang diketahui bernama Kiat Wansyah, pimpinan GICI Batam itu belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, George Leo Mercy Randang menyatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Pada kegiatan itu korban bersama-sama dengan sembilan penyelam lain termasuk guide atau pemandu wisata.

Ia menjelaskan, awalnya ada sekitar 10 orang melakukan penyelaman di kedalaman 10 meter. Satu orang yang tak lain adalah korban ini, mengalami masalah sehingga dibawa oleh guide kembali ke darat.

Tak lama setelah itu, korban kembali melakukan penyelaman menyusul penyelam lain, namun ia terpisah dari rekan-rekanya.

Begitu para penyelam naik ke darat, lanjut George, korban tak kembali. Pencarian pun dilakukan guide bersama penyelam lain.

“Mereka melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam yakni dari jam 2 sampai jam 3, sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke kami,” sebutnya.

Memperoleh laporan itu, lanjut George, ia pun bergegas mengerahkan personil dan peralatan lengkap ke lokasi kejadian.

“Personil kami sudah berusah hingga Jumat petang, namun belum ada tanda-tanda. Pencarian kami hentikan sementara dan akan kami lanjutkan besok pagi,”sebutnya lagi.

Selain mencari di dasar laut, pencarian yang dibantu warga setempat ini juga menyusuri pantai di sekitar lokasi. Hingga menjelang malam pencarian nihil dan dihentikan untuk dilanjutkan Sabtu, 11 Agustus 2018.(***)

Sumber : antaranews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok – Sejak gempa terjadi di Lombok, banyak masyarakat yang meninggalkan rumah, Mereka banyak mengungsi dan juga menuju ke rumah kerabat atau keluarga.

Bencana alam yang menimbulkan kepanikan masyarakat justru dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan. Misalnya dengan mencuri dan sebagainya.

Ni Luh Sulastri yang juga korban gempa saat ditemui Tribun Bali malam tadi, menuturkan kalau warga di sekitar rumahnya juga berjaga-jaga diri atas tindakan tersebut.

Karena ancaman gempa masih tinggi, warga akhirnya tidur di teras-teras rumah untuk menghindari reruntuhan bangunan.

Sementara dengan antisipasi banyaknya pencuri yang berkeliaran memanfaatkan rumah kosong ditinggal penghuni mengungsi, dirinya juga tidur di teras rumah sekalian menjaga diri.

“Masyarakat banyak tidur di teras rumah dengan membentangkan tikar. Karena takut gempa, apalagi tadi siang gempa 6,2 lagi,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, ada pihak yang memanfaatkan situasi gempa untuk melakukan kejahatan, seperti mencuri.

Situasi tersebut juga ditanggapi warga dengan menjaga diri masing-masing dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan tetangganya bahkan membawa klewang (pedang) dan disimpan di bawah tikar kasurnya.

“Jadi di wilayah seperti Sekarbela, Seraya dan Ampenan itu rawan maling. Motor itu dah, kondisinya. Bapak-bapak itu dia ronda. Tetangga saya, dia simpan klewang di bawah kasur.” kata dia.

Sulastri yang tinggal di Jalan Sriwijaya tepatnya belakang kantor pos Mataram, mengaku motor-motor di daerah-daerah tersebut menjadi sasaran.

“Sekarbela itu motor-motor jadi sasaran. Apalagi kan orang-orang lari semua, rumah dikosongkan. Itu teman saya di Ampenan, pas dia tinggal sebentar trus pulangnya sekitarnya rumahnya sudah ramai. Ternyata tetangganya kejar maling,” jelas Sulastri mengakui. (***)

sumber: tribunnews.com

RAGAM

Jumat | 10 Agustus 2018 | 14:10

Jokowi Vs Prabowo, Ini Pesan Aa Gym

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Akhirnya pasangan capres-cawapres Pilpres 2019 jelas. Mereka yaitu pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ustad Abdullah Gymnastiar menitipkan pesan penting untuk para kandidat itu.

“Alhamdulillah satu tahapan lagi untuk kemajuan negeri kita sudah dimulai,” kata Aa Gym kepada detikcom,Jumat, 9 Agustus 2018.

Ditekankan Aa, yang terpenting dalam Pilpres adalah demokrasi berjalan dengan sehat, bertanggung jawab dan mendidik masyarakat.

Pemimpin Pesantren Daaurat Tauhid itu berpesan agar pasangan capres dan cawapres menjaga pesta Pemilu Presiden dalam suasana fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Berlomba melakukan yang terbaik, niat terbaik, ide dan gagasan terbaik, karya nyata yang terbaik dan keteladanan terbaik,” katanya.

“Bukan dengan semangat bertanding atau bertarung, yang ingin saling melemahkan, menjatuhkan, dan mengalahkan,” sambung Aa Gym.

Aa mengimbau walaupun bertanding dalam Pilpres, ikatan persaudaraan sebagai bangsa harus tetap dijaga. “Kita ini bersaudara, bukan dengan musuh yang harus dihancurkan dan kelak pun tak mungkin membangun negeri ini sendirian, harus dengan sinergi,” ucapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kebakaran terjadi di sebuah SPBU di Jl Ahmad Yani, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung saat sebuah minibus bernopol BN 2086 LP diisi BBM, Selasa, 7 Agustus 2018.

Petugas sampai menurunkan empat mobil pemadam, dan pemadaman memakan waktu hingga 1,5 jam.

“Bahan bakar cair ini memang sulit dipadamkan. Selain alat pamadam berat dan ringan seperti bom busa, kita juga menggunakan pasir (tanah) dalam pemadaman tadi,” ujar Kabid Damkar dan Pol PP Pangkalpinang Rusdian Setyadi.

Awalnya, percikan api muncul secara tiba-tiba dari minibus Kijang Super saat diisi BBM jenis pertalite.

Tak sampai satu jam, minibus tersebut ludes terbakar.

“Kita belum bisa menyimpulkan secara pasti apa penyebabnya, penyidikan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” tambah Rusdian.

Saksi mata, Landa, menyebutkan, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) mengalami luka bakar, begitu juga sopir, bahkan cukup parah.

“Sopir cepat keluar, tapi luka bakarnya parah karena hampir seluruh badan,” tutur Landa.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. (***)

sumber: tribunnews.com

NARKOBA

Selasa | 07 Agustus 2018 | 16:08

Duh Anak SD Jadi Bandar Sabu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengaku prihatin seorang anak sekolah dasar (SD) menjadi bandar narkoba jenis sabu. Mereka meminta sekolah lebih mengawasi anak didiknya.

“Sebenarnya ada Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan kita lakukan rencana dan kegiatan strategis narkoba dan AIDS di semua SKPD, termasuk di Dinas Pendidikan,” kata Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Daeng Ical di Makassar, Selasa, 7 Agustus 2018.

Khusus di Dinas Pendidikan, Pemkot Makassar telah memberikan pembekalan khusus kepada guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melakukan monitoring langsung kepada anak didik mereka di sekolah.

“Kita latih mereka untuk bimbingan konseling anak-anak murid jika terjadi perubahan perilaku dan sikap untuk misalnya anak-anak baik baik tiba-tiba dia suka menyendiri,” terangnya.

Untuk kasus yang melibatkan anak SD yang menjadi bandar narkoba di wilayah Tallo, Daeng Ical mengatakan mengaku sangat prihatin atas kejadian ini.

“Tentunya kami sangat prihatin atas kejadian ini. Bandar kan dulu mensasar usia-usia produktif sekarang mereka masuk ke anak-anak sekolah hingga sekolah dasar,” terangnya.

“Kita intensifkan lagi kepala-kepala sekolah untuk melakukan razia ke anak-anak didiknya,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Beredar kabar di media sosial, relawan pendukung Jokowi makan bakso tapi tak membayar. Kelompok pendukung Jokowi, Projo, menyatakan kabar itu fitnah.

Informasi ini beredar di Facebook dari akun Budi Tartanto, yang menyertakan video yang memperlihatkan orang-orang di dekat bus menunggu penyajian bakso dari tiga gerobak di situ.

“Saya harap kepada Bapak-bapak yang terhormat yang ada di rombongan bus, yang ada di video ini, segera melunasi apa yang sudah dimakan, ada tujuh gerobak bakso,” tulis Budi Tartanto.

Dia sebutkan, nilai bakso dari satu gerobak sebesar Rp 600 ribu, maka dikalikan tujuh gerobak menjadi Rp 4,2 juta. Sayangnya, bakso yang dibayar baru Rp 500 ribu dan masih kurang Rp 3,7 juta. Pengusaha bakso itu dinyatakannya sebagai saudaranya dari Desa Bantuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

“Menurut informasi di lapangan, mereka akan ke Sentul. Saya harap ada penanggung jawabnya melakukan solusi, karena membuat bakso dengan modal dan niat mencari nafkah,” kata Budi.

Dia berniat akan menghapus tulisan dan video unggahannya itu bila bakso-baksonya sudah dibayar. Namun unggahannya sudah kadung viral dan disalin di akun yang lain.

Pada Ahad, 5 Agustus 2018, Budi Tartanto menulis informasi lanjutannya di grup Facebook Cilongok Bersatu. Mereka biasa menyingkatnya sebagai ‘CIBER’. Dijelaskan Budi, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Projo selaku pendukung Jokowi. Masalah sudah selesai, pihak Projo membayar bakso Rp 3,3 juta, meski yang memakan bakso tanpa bayar dinyatakan bukan anggota Projo.

“Bahwa yang melakukan itu adalah oknum dan tidak ada rekayasa dari kami selaku penjual bakso, kebetulan adalah keluarga kami komunitas CIBER (Cilongok Bersatu) berjualan di Jakarta, sudah mencapai kesepakatan, masalah ini sudah clear,” kata Budi.

Kabar sejumlah orang yang makan bakso tapi tak membayar ditegaskannya bukanlah hoax. Dikatakannya, pihak Projo meminta maaf. Ini hanya kesalahpahaman dan telah selesai secara kekeluargaan. “Dimohonkan kepada seluruh pihak tidak mempolitisir kejadian ini dan melebar ke mana-mana untuk hal bahan saling debat atau saling benci atau untuk hal-hal tujuan tertentu di luar tanggung jawab kami selaku yang sudah mencapai kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan,” tutur Budi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan peristiwa orang-orang makan bakso itu terjadi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018 pagi kemarin. Terlihat sejumlah bus di dekat gerobak-gerobak yang menyajikan bakso itu. Itu adalah bus yang hendak dipakai relawan Projo untuk berangkat ke Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor.

Namun Budi mengatakan orang-orang pemakan bakso gratisan itu bukanlah anggotanya. Dia juga tidak tahu siapa sebenarnya orang-orang itu.

“Pokoknya itu fitnah keji. Projo tidak pernah menyakiti hati rakyat, Itu adalah penyusupan dan fitnah,” kata Budi Arie, Senin, 6 Agustus 2018.

Budi Arie tidak tahu jumlah pasti para pemakan bakso gratisan itu. Yang jelas, pihaknya sudah menutup kerugian para penjual bakso dengan uang Rp 3,3 juta.

“Teman-teman yang membayar, padahal teman-teman bilang bukan mereka yang makan. Mereka itu orang-orang yang ngaku-ngaku Projo, beli bakso, tapi nggak bayar,” tutur Budi.

Dia juga menyertakan video pernyataan dua orang penjual bakso yang ditemui Projo. Dua orang itu berasal dari pedagang Bakso Malang Berkah. Mereka justru menyatakan dukungannya untuk Jokowi.

“Ternyata ada ulah penyusup yang ingin memfitnah Projo. Kami menyatakan ini dengan sungguh-sungguh, karena kami semua adalah pendukung Jokowi dua periode,” kata satu dari dua pria itu, dalam video yang diberikan oleh Budi Arie. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur mengingatkan agar seluruh pelayanan publik yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dapat memberi kemudahan bagi masyarakat dengan tidak berbelit dalam memberi perizinan. Sebagai penyelenggara negara, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.

“Banyak perubahan yang terjadi di Banyuwangi ini, dan kita akan dorong terus agar terwujud jiwa hospitality ASN, dan para penyelenggara negara agar tidak memberikan izin yang berbelit belit,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Jawa Timur, yang diawali dengan meninjau MPP Banyuwangi, Senin, 6 Agustus 2018.

Menteri menegaskan agar para petugas terutama yang behubungan langsung dengan masyarakat, memiliki jiwa hospitality atau keramah tamahan. Dengan demikian masyarakat merasa nyaman dan terbantu saat mengurus perizinan.

Selain itu ia juga berharap agar jenis layanan yang ada di MPP dapat terus ditambah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pelayanan yang diselenggarakan Polres Banyuwangi serta instansi lain dapat ikut tergabung dalam Mal Pelayanan Publik (MPP).

Dari MPP, Menteri Asman mengunjungi Polres Banyuwangi dan meninjau kebeberapa unit layanan. Disampaikan bahwa aparat kepolisian harus memberi pelayanan maksimal dengan memberi kemudahan layanan.

Menteri juga mendorong Polres Banyuwangi terus melakukan inovasi pelayanan publik terutama berbasis Teknologi Informasi (TI), sehingga dapat mengurangi penyimpangan pelayanan, serta memangkas birokrasi perizinan.

Turut mendampingi Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah, Asrena Polri Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, Sekretaris Mahkamah Agung RI Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam Sariwanto, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB M Yusuf Ateh, Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa, Staf Khusus Menteri Bidang Politik Noviantika Nasution, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Indra Gobel, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, serta Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman.

Sejak diresmikan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas pada tanggal 6 Oktober 2017, MPP Kabupaten Banyuwangi membawa dampak yang cukup signifikan bagi pelayanan terhadap masyarakat.

Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya kepuasan masyarakart terhadap pelayanan di Mal Pelayanan publik mencapai 84 persen. Selain pengurusan dokumen yang tepat waktu, masyarakat juga bisa mengurus beberapa dokumen dalam waktu yang bersamaan.

Istimewa

MPP Banyuwangi memiliki 142 pelayanan yang diri dari 103 layanan dari Pemkab dan 39 jenis pelayanan dari instansi vertikal, antara lain BPN, Pajak, Imigrasi dan pelayanan Kepolisian.

Tahun 2018 ini Pemkab Banyuwangi terus melakukan peningkatan pelayanan di MPP yang saat ini menempati lantai dasar gedung berlantai 3, dengan mengoptimalkan lantai dua dan tiga, serta menambah berbagai sarana dan prasarana.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih atas suport dari Menteri PANRB yang mendorong sejumlah lembaga lain untuk membuka pelayanan publik di MPP Banyuwangi, seperti pelayanan pembuatan paspor, pelayanan dari pihak kejaksaan dan lain-lain.

“Pemkab Banyuwangi terus melakukan perbaikan pelayanan dan memfasilitasi agar tambahan pelayanan terintegrasi dengan lembaga lain bisa segera terwujud,” ujarnya. (***)

Sumber: humaskemenpanrb

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polisi telah mengungkap motif penculikan yang dilakukan dukun bernama Jago (83) terhadap wanita berinisial H (28). Motifnya adalah Jago ingin menyetubuhi H.

“Motifnya persetubuhan di bawah umur,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy kepada detikcom, Senin, 6 Agustus 2018.

Diketahui H diculik sejak usia 13 tahun pada 2003 silam. Iqbal menerangkan saat hendak menyetubuhi, Jago menunjukan foto pria yang disebut sebagai Amrin kepada H. Iqbal menambahkan Jago mengatakan kepada H bahwa Amrin adalah jin yang akan merasuki tubuhnya.

“Korban disetubuhi sejak 2003, saat masih umur 13 tahun. Modus tersangka adalah mensugesti H dengan sebuah foto pria yang diberi nama Amrin,” terang Iqbal.

“Lalu mengatakan Amrin itu jin yang akan masuk ke tubuh tersangka. Tersangka mengakui itu (kepada polisi), bahwa Amrin itu ya dirinya sendiri,” sambung dia.

Iqbal menegaskan Jago dikenai Pasal 76D, 76E dan 81 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur. Ancaman hukuman bagi Jago adalah 15 tahun penjara.

H ditemukan di sela bebatuan besar di dekat rumah dukun bernama Jago pada kemarin, Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Tolitoli, Sulawesi Tengah pada Ahad, 5 Agustus 2018.

2003 silam, keluarga pernah membawa H untuk berobat alternatif ke Jago.

Beberapa saat setelah itu, H dinyatakan hilang dari keluarganya. Kepada keluarga H, Jago berpura-pura menerawang keberadaan H dan mengatakan H telah pergi jauh. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok – Tsunami yang diawali gempa berkekuatan 7 skala Richter (SR) telah menyentuh daratan. Ketinggian tsunami disebut di bawah setengah meter.

“Berdasarkan laporan BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk ke daratan 10 cm dan 13 cm,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Ahad, 5 Agustus 2018.

“Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter,” imbuh Sutopo.

BACA: Setelah NTB, Gempa Bumi 6,4 SR juga Guncang Bali

Sebelumnya BMKG juga telah mencuitkan tentang tsunami tersebut. “#Pemutakhiran,Tsunami akibat Gmp Mag:7.0SR, telah terdeteksi di Carik(18:48WIB)0.135m, Badas(18:54WIB)0.100m#BMKG,” demikian cuitan BMKG.

Gempa 7 SR terjadi pada pukul 18.46 WIB. Sejam kemudian atau tepatnya pada 19.49 WIB, gempa susulan terjadi dengan kekuatan 5,6 SR. Kerusakan terjadi di sejumlah lokasi. Gempa juga terasa di sejumlah tempat termasuk Bali dan Jawa Timur.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan permohonan praperadilan atas status tersangka Luna Maya dan Cut Tari.

Status itu terkait kasus video porno Nazril Ilham atau Ariel pada 2010.

Diketahui, dalam kasus tersebut, hubungan intim Ariel dan Luna Maya serta Ariel dan Cut Tari direkam lalu tersebar.

Dilansir Tribun-Video.com dari Kompas.com, Jumat, 3 Agustus 2018 permohonan LP3HI masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 5 Juni 2018.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) sebagai termohon satu, dan Jaksa Agung sebagai termohon dua.

“Video itu, kasus praperadilan. Praperadilan masuk pada hari Selasa, 5 Juni 2018, perkara no 70/pid.prap/2018PN Jaksel. Pemohon dalam praperadilan ini adalah LSM (lembaga swadaya masyarakat) Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia disingkat LP3HI,” ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur, ketika ditemui di kantornya, Jumat. 3 Agustus 2018.

LP3HI mengajukan permohonan tersebut bertujuan untuk menghentikan penyidikan secara hukum terhadap Luna Maya dan Cut Tari.

“Kemudian, memerintahkan kepada termohon satu untuk memberitahukan penghentian penyidikan terhadap Cut Tari dan Luna Maya kepada penuntut umum yaitu termohon dua,” lanjut Achmad Guntur.

“Kemudian, pada 5 Juli (2018), para termohon tidak hadir. Maka ditundalah persidangan pada Senin 16 Juli. Itu pihak ternohon enggak hadir juga. Kemudian, 30 Juli 2018, dari situlah berjalan persidangannya,” lanjutnya.

Sidang putusan akan dilangsungkan pada 7 Agustus 2018.

“Karena kan praperadilan itu tujuh hari harus putus. 31 Juli jawaban pembuktian, Rabu 1 Agustus kesimpulan, putusan tanggal 7 Agustus,” ucapnya.

Diketahui, Ariel divonis bersalah menjalani hukuman penjara dalam kasus itu, kemudian bebas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan berupaya mempercepat proses sertifikasi halal vaksin campak dan rubella atau vaksin MR.

Hal ini dilakukan untuk menanggapi isu penolakan imunisasi campak dan rubela karena masyarakat ragu atas kehalalan produk vaksin itu.

“Kementerian Kesehatan akan segera menyurati Serum Institute of India, produsen vaksin MR untuk dapat memberikan data yang dibutuhkan mempercepat proses sertifikasi halal.” Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyampaikannya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Nila mengatakan sertifikasi halal vaksin MR menjadi perhatian serius Kemenkes. Kemenkes, kata dia, akan bekerja sama dengan MUI dan PT Biofarma selaku importir vaksin untuk mempercepat proses sertifikasi halal ini. “Sertifikasi kehalalan vaksin MR ini kewenangan MUI. PT Biofarma agar segera melengkapi dokumen kepada LPPOM MUI,” katanya.

Kementerian akan tetap menjalankan kampanye imunisasi vaksin MR ini di luar Jawa. Kemenkes juga akan terus menjalankan pemberian vaksin MR pada program imunisasi rutin di Pulau Jawa sambil mempercepat sertifikasi halal itu.

“Kami tetap menjalankan kampanye imunisasi MR. Dari sisi kesehatan, kami berkewajiban melindungi anak-anak dan masyarakat dari bahaya penyakit campak dan rubella.”

MUI Kepulauan Riau mengimbau warga tidak ikut imunisasi campak. Hal ini tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Gubernur Kepulauan Riau tertanggal 30 Juli 2018. MUI meminta Kementerian Kesehatan menunda pemberian imunisasi vaksin MR sampai terbit sertifikat halal dari MUI Pusat. Mereka meminta MUI Pusat segera bertemu dengan Kementerian Kesehatan untuk membahas masalah ini.

Pertemuan MUI dan Kemenkes juga telah dilaksanakan Jumat kemarin. Dalam pertemuan itu, semua pihak menyepakati beberapa hal termasuk percepatan sertifikasi halal vaksin MR. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taput –  Banjir Simanjuntak Balon Bupati Taput (Tapanuli Utara) Pilkada 2014 berencana melaporkan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan melakukan penipuan dan atau penggelapan (pelanggaran Pasal 378 KHUP) sebanyak Rp 5,9 miliar lebih dengan alasan pembelian sebuah apartemen di Jakarta.

Dipaparkan kepada awak media, Kamis, 2 Agustus 2018 awal adanya transaksi permintaan uang bernilai Rp 5,9 miliar lebih adalah atas pertimbangan persahabatan baik Banjir dan Nikson sejak 2014 silam, yang mana Banjir Simanjuntak yang gagal diputaran pertama dan atas mediasi David Hutabarat kala itu mengajak Banjir Simanjuntak bergabung mendukung Nikson Nababan pada putaran kedua.

“Desember 2015 pertama sekali melakukan pembicaraan yang sangat serius dengan Nikson Nababan. Nikson Nababan menyampaikan ada niat untuk membeli apartemen di Jakarta, alasannya apabila Nikson Nababan berangkat ke Jakarta selalu dikerumuni teman-temannya di hotel”,ucap Banjir.

“Berikan Pak Banjirlah dulu uang kepada Indra Simaremare biar[cut] dapat saya belikan apartemen dan Bapak sampaikan kepada Indra Simaremare ini pesan dari saya,” terang Banjir Simanjuntak menirukan percakapan Banjir Simanjuntak dengan Nikson Nababan pada tanggal 14 Desember 2015.

“Keesokan harinya saya menemui Indra Simaremare ke kantor Bappeda. Saya menceritakan perbincangan dengan Nikson Nababan. Pada saat itulah Indra Simaremare meminta Rp500 juta rupiah”,tutur Banjir kepada awak media.

Selanjutnya dipaparkan Banjir Simanjuntak pada tanggal 31 Desember 2015, Kepala Dinas PUPR Ir Anggiat Rajagukguk meminta Rp 50 Juta dan hal ini dia pertanyakan kepada Indra Simaremare karena belum ada perintah dari bupati Nikson Nababan kepadanya.

“Kemudian Indra Simaremare mengatakan kepada saya agar diberikan saja. Dan pada 15 Juni 2016 Kepala Bappeda Taput, Indra Simaremare, meminta kepada saya sebesar Rp 500 juta melalui pengiriman Bank Sumut. Begitulah terus berlanjut sehingga terkumpul sebesar Rp 4.625.000.000 melalui Indra Simaremare,” ungkapnya.

“Dana Rp 5,9 miliar lebih mengalir kepada sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atas persetujuan Nikson Nababan selaku bupati Tapanuli Utara”,tutup Banjir mengakhiri keterangannya kepada awak media. (***)

sumber: topinformasi.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Seorang pria di Tangerang berinisial HI (32) nekat membakar rumah milik wanita yang dicintainya berinisial TK (36) .

Rumah wanita yang berstatus janda tersebut beralamatkan di Jalan Suryadarma, Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Pelaku yang berstatus duda itu kehilangan akal sehatnya saat jalinan asmaranya berakhir dengan TK.

TK menolak untuk melanjutkan biduk cintanya dengan pria berusia 32 tahun tersebut.

“Motifnya berawal dari asmara. Jadi antara pelaku dengan penghuni rumah yang dibakar ini berpacaran. Kemudian pelaku ditolak sehingga emosi dan bakar rumah,” ujar Kapolsek Neglasari, Kompol Robinson Manurung, Jumat, 3 Agustus 2018.

Keduanya sempat memadu kasih selama satu tahun lamanya.

Sepanjang satu tahun itu, pasangan ini hanya berhubungan lewat pesan singkat melalui telepon seluler.

Mereka baru bertemu sebanyak tiga kali.

“Pelaku bisa kenal korban lewat nomor telepon acak,” ucapnya.

Tersangka berasal dari Majalengka.

Duda pengangguran tersebut membakar rumah korban pada Jumat, 3 Agustus 2018 dini hari.

Manurung menyebut pelaku membakar rumah janda ini menggunakan korek gas yang dinyalakan dengan pakaian.

Kemudian api berkobar di jendela dan meludeskan kediaman milik TK.

“Rumah terbakar. Api menyala besar,” kata Manurung.

Sementara itu, pelaku mengklaim bahwa selama dirinya berhubungan, korban mengaku berstatus seorang janda.

Bahkan korban selalu memberinya uang serta telepon seluler.

“Dia (TK) bilangnya janda. Saya dikasih uang sama handphone sama dia,” ungkap HI.

Ia merasa kesal karena hubungannya disudahi korban.

“Saya sakit hati diputusin, ya sudah bakar rumah pakai plastik ditaruh di sofa rumahnya,” kata pelaku.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku mendekam di tahanan Mapolsek Neglasari.

Tersangka dijerat Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta –  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur ditetapkan sebagai warga kehormatan Kapal Selam, setelah melalui prosesi penyematan Brevet Hiu Kencana oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, di dalam kapal selam KEI Ardadedali 404 milik TNI Angkatan Laut

“Saya bersyukur telah dipercaya oleh Pak Kasal untuk menerima penghargaan ini, karena tidak semua orang dapat menerimanya. Ini suatu amanah untuk kami di Kementerian PANRB untuk membantu memperkuat apa yang dibutuhkan oleh prajurit TNI AL,” ungkap Asman usai prosesi Penyematan Brevet Hiu Kencana, di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta, Senin, 30 Juli 2018.

Selain Menteri Asman, Penyematan Brevet Hiu Kencana juga diberikan kepada Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Menteri PPN/Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro, Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, Pangkoarmada || Laksda TNI Didik Setiyono, dan Pangkoarmada III Laksda TNI ING Ariawan.

Istimewa

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mejelaskan bahwa prosesi penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI Angkatan Laut khususnya Satuan Kapal Selam kepada seIuruh tokoh, warga serta jajaran TNI dan TNI Angkatan Laut yang teIah memiliki jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI Angkatan Laut.

“Brevet Hiu Kencana juga disematkan kepada pihak yang berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Seperti saat ini diberikan kepada tokoh yng dianggap membawa kemajuan bagi TNI AL,” ungkapnya.

Brevet Hiu Kencana sendiri merupakan simbol pengakuan terhadap profesionaIisme prajurit kapal selam, daIam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan Iaut, yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya.

Pemberian brevet ini tidak sembarangan, karena bagi personeI pengawak di kapal selam yang memerlukan berbagai kriteria khusus yang harus dipenuhi. Kriteria itu mulai dari aspek fisik, kesehatan, kejiwaan dan kesamaptaan jasmani, serta mampu bekerja sama sebagai team work yang solid. “Tuntutan kriteria ini, menjadi pembeda antara prajurit kapal selam dengan prajurit yang berdinas di tempat iainnya,” jelas KSAL.

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap alutsista yang dimiliki TNI AL dapat semakin canggih dan jumlahnya terus bertambah kedepannya, guna menjaga keamanan perairan di Indonesia. Dirinya pun mengakui bahwa kapal selam KRI Ardadedali buatan Korea Selatan bekerja sama dengan Indonesia tersebut sangat canggih dan modern, karena saat berada didalam kapal selam, dirinya tidak merasakan guncangan. (***)

Sumber: KemenPAN-RB

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Polisi mengamankan dua orang penjaga rumah di Bojonegoro, Jawa Timur lantaran menguras harta majikannya yang telah meninggal dunia.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan dua pelaku pencurian itu dilakukan dari hasil rekaman CCTV. Kedua pelaku berinisial SN (39) dan AG (27) warga Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan korbannya adalah almarhum Andi Tjandra, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro.

Kronologi pencurian saat itu, rumah korban dalam keadaan sepi. Hanya ada AG yang kebetulan bertugas sebagai penjaga rumah milik almarhum Andi Tjandra sehari-harinya.

“Pas korban meninggal dunia, dan dimakamkan di daerah Surabaya, pada saat itulah rumah dalam keadaan sepi. Selanjutnya pelaku meminta bantuan tetangganya SN untuk melakukan aksinya,” terang Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Senin, 30 Juli 2018.

Kedua pelaku masuk kamar korban yang terkunci melalui jendela. Selanjutnya menguras barang-barang berharga seperti HP, soundsystem, helm senilai Rp5 juta, tas senilai Rp30 juta, hingga emas batangan milik korban.

“Banyak barang-barang yang diambil, termasuk uang tunai sekitar Rp50 juta yang saat ini sudah habis digunakan foya-foya oleh kedua pelaku. Barang yang diambil oleh pelaku diangkut menggunakan mobil bak terbuka,” terangnya.

Kapolres menyebut, barang yang dicuri kedua pelaku diperkirakan mencapai Rp300 juta rupiah. Dia juga menyebutkan, jika pelaku AG sebenarnya orang yang dipercaya untuk menjaga rumah, namun saat rumah sepi AG malah melakukan aksi pencurian dengan rekannya SN.

“AG sudah tiga tahun menjadi penjaga rumah korban. Sementara aksi pencurian ini dilaporkan oleh istri korban,” paparnya.

Kapolres menambahkan, kedua tersangka mencoba menghilangkan jejak usai melakukan pencurian. AG dan SN mengganti kunci kamar yang sudah dirusak dengan kunci pintu baru.

“Dari tidak bisa dibukanya pintu kamar itulah korban istri almarhum Andi Tjandra curiga. Kemudian melapor ke Polres Bojonegoro, dan dilakukan penangkapan,” tandasnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ini keduanya mendekam dibalik jeruji besi tahanan Mapolres Bojonegoro. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur menegaskan, bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan melakukan perceraian, wajib meminta ijin kepada pejabat yang berwenang.

“PNS melakukan cerai harus minta ijin terlebih dahulu. Kalau tidak, akan dipecat sebagai PNS,” tegas Asman, melalui rilis yang diterima mediakepri.co.id, Senin, 30 Juli 2018.

Selaku ketua Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK), kata Asman, saat ini kembali melakukan sidang untuk memberikan pertimbangan terhadap 21 kasus pelanggaran PNS yang disampaikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dari sejumlah instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Dari jumlah itu,18 orang diantaranya diberi sanksi pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri (PDHTAPS), sedangkan tiga PNS yang dikenai sanksi turun pangkat 3 tahun.

Asman Abnur mengungakpakan, ada 11 orang dari 8 instansi pemerintah pusat dan 8 orang dari 7 pemerintah daerah yang di berhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri. Sedangkan 3 PNS diberikan sanksi turun pangkat selama 3 tahun baik dari instansi pusat maupun pemerintah daerah.

“Sebagian besar kasus PNS yang diberhentikan karena tidak masuk kerja lebih dari 46 hari. Ini menjadi peringatan bagi seluruh ASN,” tegas Menteri Asman usai sidang yang berlangsung di kantor Kementerian PANRB, Jakarta.

Tercatat ada 16 orang yang kebanyakan bolos lebih dari lebih dari 46 hari, dua orang menjadi calo CPNS, penyalahgunaan narkotika, melakukan pungli, pemalsuan dokumen CPNS, cerai tanpa ijin pejabat yang berwenang, hingga ada juga yang melakukan penggelapan uang titipan biaya nikah.

Sidang tersebut dihadiri oleh Sekretaris BAPEK yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, pejabat dari Kejaksaan Agung RI, Badan Intelijen Nasional (BIN), Kementerian Hukum dan HAM, Pengurus KORPRI, serta BKN. (*)

Sumber: kemenpanrb

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah akan memberikan remisi kepada narapidana yang telah terampil dalam konstruksi bangunan umum. Mereka akan disalurkan ke proyek infrastruktur nasional setelah lulus sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN).

“Utamanya mereka sadar dulu, kemudian selalu berbuat baik, patuh dan disiplin. Mereka bisa bekerja dan tidak kembali melakukan perbuatan hukum,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018.

Sertifikasi juga diberikan kepada narapidana yang memenuhi syarat lulus ujian kelas maupun lapangan. Program ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para warga binaan saat kembali ke lingkungan masyarakat.

“Kesempatan ini hadir untuk mendukung pemerintah bagaimana membangun manusia mandiri yang menyejahterakan,” ucapnya.

Khusus Lapas Kelas I Cipinang, kata Sri, pelatihan dan sertifikasi konstruksi bangunan sementara dilakukan kepada 100 narapidana. Para peserta bakal dikelompokan untuk terampil bidang kayu, batu dan besi.

“Kami yakin 100 orang ini embrio, mereka akan langsung kerja, tidak usah khawatir. Semua bangunan pasti butuh maintenance, jangan sampai proyek infrastruktur nasional diisi tenaga kerja murah dari luar negri,” tandasnya.

Kemenkumham mentargetkan sebanyak 1000 narapidana bisa terampil dalam konstruksi bangunan agar bisa diserap dalam proyek infrastruktur nasional maupun fasilitas umum.

“Melalui assessment yang ketat, apa yang dilatih bisa diserap dengan baik utamanya melakukan kegiatan mendukung program-program pemerintah,” pungkas dia. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Warga Sidoarjo tepatnya warga Desa Medalem Kecamatan Tulangan sedang dihebohkan kasus pencurian tali kain kafan atau tali pocong di pemakaman umum desa setempat.

Makam warga bernama Janji, warga desa tersebut diketahui sudah dibongkar orang tak dikenal, Jumat, 27 Juli 2018 lalu.

Janji diketahui meninggal Ahad, 19 Juli 2018.

Tanggal itu adalah hari Kamis Kliwon menurut penanggalan Jawa.

Warga dan pihak keluarga baru mengetahui kejadian itu pada Sabtu, 28 Juli 2018 pagi.

Warga setempat sebenarnya sudah paham bahwa jenazah Janji harus dijaga karena meninggal di hari keramat menurut perhitungan Jawa.

Maka dari itu, keluarga dan makam menjaga makam Janji selama tujuh hari berturut-turut.

“Sejak dimakamkan sampai selama tujuh hari, keluarga dan warga terus menjaga makam tersebut,” kata Buarah, istri Almarhum Janji, Ahad, 19 Juli 2018.

Menjaga makam selama tujuh hari atau bahkan sampai 40 hari merupakan pesan dari orang-orang tua di sana, khusus ketika ada warga yang meninggal dunia pada Kamis Kliwon atau Malam Jumat Legi.

Ternyata, setelah dijaga tujuh hari, tetap saja kebobolan.

Diduga para pelaku sudah mengincar dan memantau.

Buktinya, begitu makam tak dijaga, makam Janji langsung dibongkar.

Pencurian tali pocong almarhum Janji itu diketahui secara tidak sengaja oleh Suryat, petani yang sawahnya berada di samping pemakaman.

Suryat mengaku melihat ada keanehan pada makam almarhum ketika melintas usai memanen.

Dia mengaku curiga ada bekas galian di gundukan makam.

Dia kemudian memberitahukan itu ke Mujiono, kerabat almarhum. Mendapat kabar itu, keluarga almarhum lantas datang ke makam untuk mengeceknya.

“Ternyata benar di kuburan suami saya ada bekas digali seseorang. Urukan tanah juga tidak merata dan masih menjorok ke dalam. Padahal terakhir saat dijaga oleh keluarga, bagian permukaan makam, tanahnya masih menjulang ke atas atau mumbul seperti kuburan lainnya,” urai Buarah.

Di sekitar makam juga ditemukan batok kelapa yang diduga dipakai pelaku mengeruk tanah kuburan suaminya.

Di pinggir pagar makam juga ada bekas bercak kaki pelaku yang diusapkan pada bagian pojok pintu kecil bobolan sebelah utara.

Kabar pencurian tali kafan inipun cepat menyebar ke kampung. Bahkan ke berbagai daerah lain di Sidoarjo. Warga juga penasaran dengan peristiwa yang belum pernah mereka ketahui itu.

Beberapa warga menceritakan, tali kafan orang yang meninggal malam Jumat Legi bisa untuk kesaktian. Khususnya untuk ilmu hitam.

“Kabarnya kalau pakai itu bisa menghilang,” kata Agus, warga sekitar.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Peristiwa menggegerkan terjadi pada Ahad, 29 Juli 2018 pagi ini.

Warga heboh melihat sesosok mayat mengambang di dekat sekitar jembatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim menjelaskan mengenai peristiwa tersebut.

Ia mengungkapkan lokasi penemuan mayat ini berada di Kali Perancis depan Perumanan Villa Taman Bandara RT 01 / RW 07 Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Korban berjenis kelamin laki – laki,” ujar Abdul kepada Warta Kota, Ahad, 29 Juli 2018

Saat ditemukan, korban dalam keadaan bugil. Mengambang di atas permukaan Kali.

“Pria tanpa busana dalam posisi terlentang mengapung,” ucapnya.

Mendapat laporan terkait insiden tersebut, polisi pun segera ke lokasi.

Petugas langsung bergegas mengevakuasi korban.

“Masih olah TKP (tempat kejadian perkara) dan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Abdul. (***)

sumber: tribunnews.com

BENCANA

Minggu | 29 Juli 2018 | 8:47

Setelah NTB, Gempa Bumi 6,4 SR juga Guncang Bali

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bali – Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter juga mengguncang Bali. Sebelumnya, gempa berkuatan serupa mengguncang Nusa Tenggara Barat. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 kilometer arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kedalaman 24 km.

M Taufik Gunawan selaku Kepala BMKG Wilayah III Denpasar menjelaskan, bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya, Ahad, 29 Juli 2018.

Menurut Taufik, guncangan ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI).

Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” imbuhnya.

“Selain itu, hingga pukul 06.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 11 gempa bumi susulan (aftershock) yang paling kuat M=5,7. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.(***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

RAGAM

Sabtu | 28 Juli 2018 | 11:39

Timnas PK Upaya Menyatukan Perang Melawan Korupsi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah membentuk Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK). Tim ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018. Kementerian Dalam Negeri menyambut baik dan mendukung penuh pembentukan tim tersebut.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018.

Menurut Tjahjo, pembentukan Timnas PK merupakan upaya kolaborasi pencegahan korupsi oleh KPK, Kemendagri, Bappenas, Menpan dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang selama ini seolah berjalan sendiri-sendiri.

” Hadirnya Timnas PK penting agar aksi-aksi pencegahan korupsi saat ini bisa lebih efektif,” katanya.

Tjahjo menambahkan, dulu dikenal Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (RAD PPK) yang diinisiasi oleh Bappenas. Kemudian ada juga program reformasi birokrasi yang digulirkan oleh Menpan. Dan ada Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) oleh Kemendagri. Juga ada Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) yang dilakukan KPK. Tapi masing-masing jalan sendiri-sendiri.

” Nah hadirnya Timnas PK akan menyatukan seluruh aksi ini,” katanya.

Kata Tjahjo, upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Kemendagri selama ini akan dimasukkan menjadi Aksi Pencegahan Korupsi dalam Timnas PK. Ini sesuai dengan Permendagri Nomor 35 Tahun 2018.

Dengan begitu kedepan pencegahan korupsi diarahkan pada perencanaan dan penganggaran, perjalanan dinas, hibah bansos, pendapatan daerah dan pengadaan barang dan jasa plus perizinan.

” Semua upaya-upaya yang sedang berjalan seperi integrasi e-planning dan e-budgeting, PTSP ke depan akan disupervisi oleh KPK melalui Timnas PK.
Apabila ditanya berarti upaya pencegahan Kemendagri selama ini belum efektif, sehingga perlu Timnas PK, tergantung indikatornya apa, kalau rumah besarnya akuntabilitas dan tata kelola Pemda, Binwas Kemendagri sangat efektif seperti membaiknya opini WTP BPK, SPIP, e-government dan lain-lain,” urai Menteri Tjahjo.

Tjahjo optimistis dengan hadirnya Perpres Nomor 54 Tahun 2018. Karena dengan itu seluruh energi yang ada bisa disatukan untuk bersama-sama melawan korupsi. Pencegahan dan pemberantasan korupsi merupakan komitmen pemerintah di bawah Presiden Jokowi yang bertekad menguatkan lembaga KPK.

” Khususnya pencegahannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar mengatakan, selama ini Kemendagri juga telah melakukan pembinaan aparatur di lingkungan kementerian dan aparat Pemda. Pembinaan dilakukan melalui diklat-diklat, bimbingan teknis dan pengembangan kompetensi anti korupsi. Pembinaan dilaksanakan oleh BPSDM dan IPDN.

” Pembinaan menitikberatkan pada penguatan materi perubahan pola pikir anti korupsi, wawasan dan perilaku serta integritas aparatur yang menjauhkan diri perilaku dan tindakan yang koruptif,” katanya.

Kata Bahtiar, Mendagri sendiri dalam berbagai forum dan kesempatan tak pernah bosan mengingatkan tentang pentingnya perubahan pola pikir dan perilaku aparat. ” Dan beliau selalu ingatkan area rawan korupsi yang wajib dihindari dan dicegah,” ujarnya.(***)

Sumber: Puspen Kemendagri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cilacap – Akibat dihempas gelombang, sebuah kapal berukuran 26 gross ton terdampar di Pantai Kamulyan, Cilacap.

Perahu yang diketahui bernama KM Eka Sari II tersebut terbalik dan terdampar pada Rabu, 25 Juli 2018 sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa itu direkam oleh seseorang dan mengunggahnya ke akun media sosial Instagram oleh pemilik akun @Igerscilacap.

Dalam video itu terlihat kapal nelayan dihantam gelombang hingga terhempas dan terbalik.

Puluhan orang berusaha untuk mengambil hasil ikan tangkapan yang terlempar keluar kapal.

Seorang petugas melalui pengeras suara mengingatkan warga untuk menjauhi pantai karena berbahaya.

Namun peringatan itu tampaknya tidak dihiraukan. “Untuk masyarakat jangan menyabung nyawa, ombaknya besar, tolong, tolong, tidak usah (mengambil ikan),” teriaknya.

Ketua Kelompok Nelayan Tegal Kamulyan, Kamto menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sebanyak 10 awak kapal selamat setelah ditolong oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi ke TPI Tegal Kamulyan.

Sepuluh nelayan KM Ekasari II yang selamat tersebut di antaranya Taufik (42) nakhoda kapal dan ABK Ahmad Sedar (35), Rosidi (30), Saeful Anam (45), Islahudin (35), Warjad (30), Waluyo Jati (30), Waridi (37), Muhroni (37), Caryani (34).(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – Seorang pria berinisial B menusuk pria berinisial H hingga tewas di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, kota Bekasi, jumat, 27 Juli 2018.

H merupakan pacar seorang wanita berinisial P.

Sedangkan pelaku penusukan adalah mantan P.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, motif pembunuhan diduga karena cemburu.

“Jadi pelakunya sudah ketangkap, bekas pacarnya P. Pacarnya ini abis makan terus pulang tiba-tiba ditusuk trus kita tangkep. Motifnya cemburu,” jelas Indarto di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat.

Berdasarkan dari keterangan Sunah (60) saksi kejadian, pada pukul 03.00 WIB dia mendengar suara keributan di belakang rumahnya.

Lalu ketika dicek, dia mendapati seorang membawa pisau dan satu orang terjatuh di tanah.

“Jam 3 subuh, saya dengar ada keributan saya pikir orang mabuk atau apa ya, pas saya lihat dibelakang rumah ada orang bawa pisau, sama satu orang udah jatuh di bawah,” kata Sunah.

Pelaku berinisial B sempat kabur sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Sedangkan korban berinisial H tewas dan ditemukan beberapa luka tusukan ditubuhnya. Korban yang sedang mengantar pulang pacarnya itu tiba-tiba diserang pelaku dan langsung ditusuk.

“Dia (korban) kayaknya abis antar P, tau-tau ada pelaku langsung nyerang, saya kurang tahu persis ya awalnya sempet gemetar lihat darah orang,” ujar Sunah.

Polisi pun datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 05.00 WIB untuk melakukan penyidikan dan membawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Sepekan terakhir, Mohammad Ardan Fahresi menjadi perbincangan karena kondisinya yang memilukan. Si kecil mengidap penyakit bernama atresia bilier yang berarti gangguan pada organ hatinya.

Kisah tentang Ardan viral di Facebook dan grup WhatsApp. Karena penyakitnya itu, Ardan disebut membutuhkan biaya hingga Rp 1,5 miliar untuk bisa menjalani operasi transplantasi hati.

Menurut cerita sang ayah, tubuh Ardan diketahui sudah berwarna kekuningan sejak lahir.

“Mulai dari umur 3 hari sudah kuning seperti itu,” ungkap Hussein kamis 25 JUli 2018.

Hussein tak tahu persis apa itu atresia bilier. Ia hanya tahu perut putranya yang membengkak dan terus menangis lantaran menahan sakit.

“Dari sejak lahir ya saya periksakan ke dokter. Sampai sekarang sudah keluar masuk rumah sakit berapa kali,” tuturnya.

Hingga akhirnya Ardan dibawa ke RSUD Dr Soetomo pada hari Ahad, 22 Juli 2018 yang lalu karena napas Ardan yang mulai berat.

Dari penjelasan dokter, Hussein diberitahu napas Ardan yang berat disebabkan karena penyakitnya memicu penyumbatan pada saluran empedu. Akibatnya cairan empedunya naik dan salah satu dampaknya adalah gangguan pada pernapasannya

Untuk itu, saat dihubungi detikcom, Hussein mengatakan Ardan masih saja menjalani pengambilan cairan dari perutnya.

“Sekarang sih kondisinya ya masih lemas gitu. Barusan diambil cairan yang dalam perutnya itu sebagian. Katanya supaya nafasnya nggak terlalu berat,” kata Hussein.

Hussein mengaku sempat khawatir karena setelah prosedur itu dilakukan, putranya itu tak menangis sekencang biasanya.

“Nggak tahu ini pengaruh obat atau enggak. Tapi satu hari ini nangisnya enggak bisa keras kayak biasanya cuma merengek aja,” lanjutnya.

Namun ia berusaha untuk tetap berpikir positif.

Kasi Yanmed RSUD Dr Soetomo, dr Tri Wahyu menjelaskan, Ardan membutuhkan operasi transplantasi atau cangkok hati karena itu adalah satu-satunya solusi untuk pasien atresia bilier. RSUD Dr Soetomo sendiri sudah berpengalaman dalam menangani anak dengan atresia bilier.

“Iya, kalau memang itu atresia bilier terapi utamanya adalah cangkok hati. Oleh karena itu kalau cangkok hati akan ditangani tim cangkok hati RSU dr Soetomo,” ungkapnya.

Meski demikian Tri mengatakan ada sejumlah kendala yang perlu diperhatikan seperti pendonor yang sulit dicari, tingkatan penyakit dan timing operasi yang akan memengaruhi proses penyembuhan. (***)

sumber: detik.com

RAGAM

Jumat | 27 Juli 2018 | 9:44

Ada Kejutan Ahok di 16 Agustus 2018, Apakah Itu?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Beberapa kali Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memposting di akun Instagramnya akan membuat kejutan pada 16 Agustus nanti. Lapangan Banteng sempat menjadi ‘clue’ dari teka-teki kejutan Ahok itu.

Clue soal Lapangan Banteng ini tak cuma sekali diunggah oleh Ahok (melalui akun @timBTP). Clue berbalut teka-teki kejutan 16 Agustus ini menghiasi timeline Instagram Ahok dalam beberapa pekan ini.

Kira-kira apa yang akan terjadi dengan @basukibtp di bulan Agustus nanti? Cek terus akun sosial medianya untuk hint ‘kejutan’ dari BTP! Menurut kalian, ‘kejutan’ apa sih yang akan terjadi? Post jawaban kalian di kolom komentar ya,” tulis akun @basukibtp kala itu.

Di unggahan terakhir, Ahok semakin membuat penasaran. Dia memposting tentang Lapangan Banteng dan sejarahnya.

“#KOKAHOKKEPIKIRAN terus Lapangan Banteng? Tunggu jawabannya pada 16 Agustus 2018!” tulis Ahok mengakhiri unggahan terbarunya.

Kejutan Ahok dan Lapangan Banteng itu baru akan terjawab pada 16 Agustus mendatang. Namun, entah ada kaitannya atau tidak, pada Rabu, 25 Juli 2018 lalu, suara ‘Ahok’ sempat bergema saat peresmian revitalisasi Lapangan Banteng.

Saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selesai meresmikan, terdengar teriakan ‘Hidup Ahok’. Perhatian tamu undangan yang hadir dan warga tertuju kepada sumber suara.

“Hidup Ahok, terima kasih Ahok-Djarot,” kata kerumunan orang berbaju kotak-kotak di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juli 2018.

Pantauan di lokasi, selain berteriak ‘Hidup Ahok’ mereka juga membawa spanduk ‘Terima Kasih Basuki Djarot atas Karya Revitalisasi Lapangan Banteng’. Tak lama kerumunan itu membentangkan spanduk, Satpol PP langsung bergerak ke kerumunan.

Anies pun menanggapi teriakan ‘Ahok’ di sela peresmian itu. Katanya, setiap warga punya hak menikmati suasana Lapangan Banteng.

“Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menikmati tempat ini, dan mudah-mudahan tempat ini menjadi tempat interaksi bagi semuanya, dengan latar belakang apa pun dan pandangan apa pun,” kata Anies di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juli 2018.

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gelombang laut yang tinggi porak porandakan sejumlah villa, rumah, warung hingga jakung nelayan di sejumlah pantai di wilayah Bali Selatan pada Rabu, 25 Juli 2018.

Sejumlah Villa di sekitar Amed, Desa Purwakerti, Kecamaatan Abang, Karangasem, Bali juga diterjang ombak setinggi lima meter.

Belasan wisatawan yang menginap dan warga setempat berlarian menyelamatkan diri menuju ke tempat yang aman.

Perbekel Purwakerti Nengah Karyawan menuturkan ada lima villa yang diterjang ombak.

Villa tersebut yakni Villa Damai, Asling, Villa Agung, serta Villa Sinar Cinta dengan kerusakan paling parah menimpa Villa Damai dan Asling.

Saat para tamu yang menginap di villa belum sempat sarapan, tiba-tiba gelombang datang menerjang.

Tembok villa tersebut sampai retak dan kacanya pecah, di bagian bale peristirahatan sampai rusak parah dan kolam renangnya tertutup pasir.

Sementara tiga villa lainnya kemasukan air laut.

Para tamu dievakuasi ke villa sebelah oleh warga, beruntung tak ada korban jiwa atau terluka parah.

Sementara itu tembok warung retak dan rata akibat diterjang ombak terjadi di sekitar Pantai Bugbug, Kecamatan Karangasem.

Barang dagangan hanyut, jukung dan tempat menyimpanan barang nelayan juga rusak.

Ni Luh Dasih (40) menuturkan bahwa rumahnya ambruk diterjang gelombang di Pesisir Pantai Ulakan, Kodok, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis.

Salah seorang penjaga parkir di Pantai Padang Galak, Gede Santika mengaku, gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak hampir dua minggu yang lalu, akan tetapi baru hari ini yang paling parah.

“Tumben ini, kemarin-kemarin tidak sampai naik ke jalan airnya. Apalagi kan di sana ada penahan di pesisir,” kata Santika.

Warga lain, Ketut Yarka menambahkan, hampir 10 tahun terakhir baru kali ini Padang Galak dilanda gelombang sebesar ini.

“Biasanya besar ombaknya tidak separah ini,” tuturnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Ketut Arimbawa, belum memastikan nilai kerugian akibat bencana ini.

Pihaknya meminta warga sekitar pesisir pantai untuk tetap hati-hati dan waspada. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Melati nama samaran wanita yang jadi korban dugaan pelecehan seksual oleh badut Smurf di Jalan Asia Afrika Bandung mengaku sudah mendapat permohonan maaf dari pria di balik badut Smurf. Namun Melati tak bisa memaafkan perbuatan badut tersebut.

“Saya belum bisa memaafkan perbuatan dia,” ucap Melati saat dihubungi detikcom via sambungan telepon, Kamis, 26 jULI 2018.

Insiden pahit itu dialami Melati saat mengantar kakak dan keponakannya ke Jalan Asia Afrika. Melati lantas didekati oleh badut yang menggunakan kostum berkarakter The Smurf.

Dua kali Melati dan badut itu melakukan sesi foto bareng. Sesi pertama tak terjadi keanehan. Namun pada sesi kedua, tangan badut Smurf justru memegang bagian intim tubuh Melati.

Insiden itu lantas diviralkan Melati di media sosial (Medsos). Usai beritanya viral, Melati mengaku dihubungi oleh seorang pria yang menyebut dirinya koordinator kelompok badut di Asia Afrika.

“Waktu itu suami saya yang jawab teleponnya. Ya terus yang pakai kostum Smurf itu meminta maaf ke suami saya,” kata Melati.

Namun Melati yang mendengar percakapan tersebut merasa kalau pria di balik badut Smurf itu tak ikhlas meminta maaf. “Masa minta maaf bilang ke suami saya ‘a cepetan dimaafin atau enggak’, kayak yang enggak ikhlas,” ujar Melati.

Melati pun meminta petugas Satpol PP Kota Bandung yang sudah menangkap pelaku untuk diproses. Bahkan Melati sudah meminta kepada Satpol PP agar pria dibalik kostum Smurf dikeluarkan dari kelompok badut di Asia Afrika.

“Saya sudah minta dikeluarkan saja dia. Tapi belum ada tanggapan. Saya minta itu supaya enggak ada korban lagi,” kata Melati. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Warga Dusun Krajan Utara, Desa Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember, dihebohkan aksi seorang pria bernama Joko. Aksi Joko ini sempat viral di Jember karena pria 40 tahun ini tiba-tiba memahat sebuah arca di dinding lubang yang terletak di pekarangan rumahnya.

Diduga Joko menjadi seperti itu karena stres dan depresi setelah ditinggal istri beberapa bulan lalu, padahal usia rumah tangganya baru tiga bulan. Diduga, rasa frustasinya itu ia tuangkan dalam bentuk pahatan arca.

“Tiba-tiba Joko terlihat aneh. Bikin sebuah pahatan semacam arca di pekarangan di belakang rumahnya. Itu terjadi sekitar sesudah Lebaran, warga kemudian tahu dan langsung upload ke Facebook (FB) jadinya viral,” terang Susilo Wardani, bibi Joko ketika ditemui di pekarangan belakang rumah Joko, Rabu, 25 Juli 2018.

Ketika ditemui belakang pekarangan rumahnya, Joko tampak serius mengerjakan pahatan yang dibuatnya.

Ia memahat sebuah tanah yang ia sulap menjadi sebuah pahatan yang berbentuk mirip seperti arca. Wajah arca tersebut mirip seorang perempuan dan laki-laki.

Tidak hanya arca, Joko juga membuat pahatan seperti bentuk binatang. Saat ditanya, Joko tidak banyak bicara, hanya menjawab ‘bikin patung’ kepada si penanya.

Wardani menambahkan, Joko rutin memahat mulai dari pagi sampai sore.

“Bangun tidur sampai sore di pekarangan terus. DIa jadi pendiam sejak ditinggal istri,” tambah wanita yang bekerja di Balai Desa Gadingrejo Itu.

Wardani mengungkapkan Joko memang punya bakat dalam bidang seni. Sebelumnya, Joko pernah bekerja sebagai kuli bangunan di Bali.

Salah satu warga dari desa sebelah yakni Desa Paleran bernama Hasyim awalnya tidak percaya dengan postingan temannya di FB. Untuk itu ia langsung mengunjungi tempat Joko memahat arca.

“Saya kaget, kok bisa padahal hanya bermodal tangan, air dan sedikit semen. Mirip sekali sama arca di candi-candi,” ujar Hasyim dengan takjub. (***)

sumber: tribunnews.com

VIRAL

Kamis | 26 Juli 2018 | 12:20

Aneh Ikan Ini Punya Gigi Seperti Manusia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Oklahoma – Seorang remaja di Oklahoma, Amerika Serikat, mendapatkan ikan aneh saat memancing di kawasan Danau Fort Cobb. Dia menangkap ikan dengan gigi mirip gigi manusia.

Dikutip dari Fox News, Kamis, 26 jULI 2018, remaja bernama Kennedy Smith (11) itu menemukan ikan aneh itu pada saat memancing di akhir pekan lalu. Dia memancing bersama saudara laki-laki juga kakek dan neneknya.

Ikan tersebut sempat menggigit neneknya saat akan coba diangkat ke daratan. Belum diketahui apa jenis ikan tersebut.

“Aku dibuat bingung karena saya tahu ikan itu memiliki gigi tidak normal, dia aneh. Giginya seperti gigi manusia,” ujar Smith.

Pengalaman Smith diunggah ke Facebook Departemen Konservasi Margasatwa Oklahoma pada Selasa, 24 Juli 2018 lalu. Postingan tersebut telah dikomentari lebih dari 1.400 kali dan dibagikan lebih dari 5.000 kali. (***)

sumber: detik.com