KEBAKARAN

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kebakaran terjadi di sebuah SPBU di Jl Ahmad Yani, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung saat sebuah minibus bernopol BN 2086 LP diisi BBM, Selasa, 7 Agustus 2018.

Petugas sampai menurunkan empat mobil pemadam, dan pemadaman memakan waktu hingga 1,5 jam.

“Bahan bakar cair ini memang sulit dipadamkan. Selain alat pamadam berat dan ringan seperti bom busa, kita juga menggunakan pasir (tanah) dalam pemadaman tadi,” ujar Kabid Damkar dan Pol PP Pangkalpinang Rusdian Setyadi.

Awalnya, percikan api muncul secara tiba-tiba dari minibus Kijang Super saat diisi BBM jenis pertalite.

Tak sampai satu jam, minibus tersebut ludes terbakar.

“Kita belum bisa menyimpulkan secara pasti apa penyebabnya, penyidikan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” tambah Rusdian.

Saksi mata, Landa, menyebutkan, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) mengalami luka bakar, begitu juga sopir, bahkan cukup parah.

“Sopir cepat keluar, tapi luka bakarnya parah karena hampir seluruh badan,” tutur Landa.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Terjadi kebakaran di sebuah lapak barang bekas di wilayah Cakung Jakarta Timur. 21 unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan dalam peristiwa tersebut.

“Kebakaran cukup besar, saat ini kondisi masih dalam proses pemadaman. 21 unit pemadaman kita turunkan. Yang terbakar itu informasi terakhir yang kita dapat lapak-lapak Madura tempat barang bekas,” kata Petugas Command Center Damkar, Tri Kamis, 26 Juli 2018.

Tri menuturkan, hingga saat ini masih belum dapat diketahui penyebab dari kebakaran yang cukup besar tersebut. Juga belum dapat dipastikan adanya korban dari peristiwa tersebut.

“Korban masih 0-0 (belum ada). Penyebabnya juga belum ketahuan. Api sekarang masih nyala dan sedang dalam proses pemadaman,” ujarnya.

Pada informasi yang dilihat detikcom, lokasi kebakaran dekat dengan Pintu Tol Cakung Timur. Namun, Tri meluruskan, lokasi cukup jauh dan Tol Cakung Timur terpantau aman dari api.

“(Nggak dekat Tol Cakung Timur), jauh. Underpass lewat sedikit,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Petugas pemadam kebakaran swasta bersama anggota TNI dan Polri berupaya memadamkan kebakaran lahan di Gang Haji Bahrin, Jalan Parit Haji Husin II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 23 Juli 2018 siang.

Api dari pembakaran lahan yang diduga dibuka untuk perumahan tersebut hampir merembet ke perumahan warga yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Alber Manurung mengatakan lahan dengan luas sekitar satu hektare ini kemungkinan besar sengaja dibakar. Hal ini dikuatkan dengan lahan yang sudah dibuka seperti untuk jalan.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus kebakaran pagi ini. Api diduga berasal dari lantai P1 CCTV.

“Kalau tempat api pertama ditemukan di lantai P1 CCTV. Itu tempat ditemukan sumber api yang pertama,” ujar Kadis Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo di gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Ahad, 8 Juli 2018.

Api dari lantai P1 langsung merembet ke lantai lainnya. Namun Subejo belum mendapat penyebab kebakaran.

“Tapi dugaan penyebabnya seperti apa belum dapat laporan. Lantai P1. Menyebar ke lantai-lantai yang lain. Jadi biasanya kalau kebakaran yang bahannya plastik pasti besar,” jelas Subejo.

Kebakaran terjadi pukul 03.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung ke lokasi pukul 04.00 WIB.

Ada tiga orang tewas akibat kebakaran. Dua di antaranya merupakan kontraktor. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pria berinisial S (43) nekat membakar rumah kontrakan dan tetangganya sendiri di wilayah Cakung, Jakarta Timur, Senin, 2 Juli 2018 sekitar pukul 13.30 WIB.

“Iya benar ada kejadian itu, perkara perselisihan antar-tetangga,” ucap Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait

Rumah korban yang terletak di Gang Damai, RT 15 RW 07, Cakung, Jakarta Timur tak berpenghuni saat kejadian terjadi, pasalnya, sang penghuni rumah yakni Budiman Marbun (49) dan Pinondang (44) tengah memperbaiki tali pancing di teras depan kontrakannya.

Kemudian, pelaku datang menghampiri korban dengan membawa botol minuman yang diduga berisi bensin dan langsung melemparnya.

Botol itu pun langsung pecah hingga bensin mengenai kaki dan dada kedua korban tersebut.

“Setelah melempar botol, pelaku juga melempar puntung rokok hingga membakar pintu depan rumah dan kedua korban yang sedang membetulkan tali pancing,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua orang korban mengalami luka bakar pada bagian kaki dan dada.

Melihat kejadian tersebut, warga di sekitar lokasi kejadian langsung menolong korban dan membawanya ke RS Firdaus, Jakarta Timur.

Sementara itu, melihat kedua korban terkapar tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri.

“Masih kami dalami dengan memeriksa sejumlah saksi, nanti kalau sudah dapat kami infokan kembali,” kata dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Untuk memadamkan kebakaran di gudang bahan kimia milik PT Sari Sarana Kimiatama (SSK), tim PMK mengaku mengalami kesulitan.

“Kesulitannya kebetulan sumber air, objeknya juga gudang bahan-bahan kimia. Kalau air terputus, api akan menjalar,” terang Kasi Ops Dinas PMK Sidoarjo, Sri Wulyono kepada detikcom, Kamis, 28 Juni 2018.

Dari pantauan detikcom, proses pemadaman memang telah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB namun api di gudang bahan kimia tersebut juga tak kunjung padam.

Terbukti saat pasokan air yang digunakan untuk memadamkan tinggal sedikit, api sempat membesar lagi.

Untuk itu Dinas PMK Sidoarjo baru saja menambah mobil sebanyak 2 buah sebab mereka harus memastikan pasokan air terus ada. Total ada 11 mobil PMK yang saat ini dikerahkan.

“Ayo minggir, ini airnya jangan sampe putus,” teriak salah satu petugas PMK kepada warga yang mengerumuni tempat kejadian.

4 Mobil PMK standby untuk memadamkan api, sedangkan 5 mobil lainnya berkeliling untuk mencari pasokan air seperti sungai atau sumber air lain.

“Beberapa unit digerakkan, ada 5-6 untuk mencari air. Yang lainnya estafet untuk melakukan pemadaman,” papar Sri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Emosi para demonstran yang tak terima akan hasil pemilu di Dataran Tinggi Papua Nugini dilampiaskan dengan cara tak biasa.

Demonstran membakar pesawat yang akan lepas landas.

Pesawat Dash 8 tersebut dibakar pada Kamis, 14 Juni 2018 petang.

Aksi bakar pesawat tersebut dipicu oleh kekalahan seorang kandidat dalam pemilihan umum.

1. Pesawat akan lepas landas

Direktur Keperawatan Rumah Sakit Mendi, Anna Anda, menceritakan kengerian ketika para demonstran mengamuk.

“Mereka mengamuk dan membakar semuanya, bahkan Air Niugini (pesawat),” katanya. “Aku bisa melihat asap hitam naik, itu sangat mengerikan,” imbuhnya.

2. Konfirmasi Pihak Air Nuigini

Perusahaan Air Niugini membenarkan bahwa satu unit pesawatnya dibakar terkait dengan pemilu.

“A Link PNG (anak perusahaan maskapai) DHC-8 pesawat dirusak dalam kerusuhan sipil di bandara Mendi, Provinsi Dataran Tinggi Selatan hari ini menyusul keputusan hasil pemilu,” kata perusahaan itu.

3. Bandara Ditutup

Pihak Air Niugini mengatakan bahwa pesawat tersebut mengalami rusak parah.

” Pesawat mengalami kerusakan ketika perusuh menyerbu tarmak, dan National Airports Corporation juga telah menutup bandara,” imbuhnya.

4. Tak ada Korban Jiwa.

Ditulis di laman ABC News pada kejadian pembakaran ini tak ada korban jiwa.

Ketika massa mulai membakar pesawat, awak dan penumpang segera turun.

5. Pelaku yang terlibat akan dikenakan hukuman

Perselisihan mengenai kursi provinsi telah menyebabkan korban jiwa di Dataran Tinggi Selatan dan serangan terhadap bisnis yang sebelumnya dimiliki oleh Perdana Menteri Peter O’Neill.

Para saksi di Mendi mengatakan massa berusaha membakar lebih banyak bangunan dalam kekerasan baru.

O’Neill mengatakan, pemerintah akan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional untuk menanggapi kekerasan tersebut.

“Tindakan yang kita lihat hari ini di Mendi sangat memalukan,” katanya.

“Keadaan darurat akan diumumkan, dan pasukan keamanan tambahan dikerahkan untuk mencegah perilaku melanggar hukum lebih lanjut,” imbuhnya.

“Mereka yang terlibat akan ditahan oleh polisi dan diadili,” ucap O’Neill. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Sebuah ledakan di rumah produksi mercon terjadi di Dusun Krajan 1, Desa Sidoluhur, Lawang, Ahad, 27 Mei 2018

Ledakan itu mengakibatkan seorang meninggal atas nama Suin.

Informasi di lokasi, ledakan itu juga melukai seorang lainnya bernama Ali Maskur.

Ali Maskur pemilik rumah yang sekaligus memproduksi mercon.

Ali Maskur dilarikan ke RS karena mengalami luka parah.

Ledakan itu membuat rumah Maskur hancur berantakan.

Genteng rumah berserakan di sekitar ledakan.

Tembok yang terbuat dari bata dan anyaman bambu juga hancur.

Bahrul Ulum, saksi yang tinggal hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi menjelaskan ledakan itu terjadi sekitar pukul 07.00 wib.

Ia saat itu tidur, terbangun setelah mendengar ledakan yang begitu keras.

Bahrul mendengar ledakan satu kali.

“Tapi ledakannya besar, kaca rumah saya pecah,” kata Bahrul, Ahad, 27 Mei 2018

Saat ini polisi tengah melakukan olah TKP di lokasi.

Petugas pemadam kebakaran juga telah berada di lokasi untuk melakukan pendinginan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ponorogo – Kebakaran hebat menimpa rumah milik Gumbrek (50) warga Dukuh Krajan RT 04, RW 01, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim pada Jumat, 18 Mei 2018.

Berdasarkan keterangan Kasubag Humas Polres Ponorogo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sudarmanto, kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Jambon dilaporkan oleh Polsek Jambon ke Polres Ponorogo. “Setelah kami cek ternyata benar lalu kami menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Ponorogo,” ujar AKP Sudarmanto.

Pihaknya mendapatkan keterangan dari korban bahwa anak korban bernama Agung marah-marah kepada Gumbrek karena minta dibelikan handphone dan sekitar pukul 14. 00 WIB Agung marah dan keluar rumah dengan membakar kayu di halaman.

“Kemudian api di dalam rumah sudah menyala selanjutnya Agung jalan entah ke mana,” tambahnya.

Sedangkan korban bekerja, dan api melahap rumah korban hingga habis.

“Sekira pukul 13.10 WIB mobil pemadam kebakaran juga datang namun api sudah bisa dipadamkan,” bebernya.

Menurutnya, selain rumah terbakar korban juga menderita kerugian berupa perabot rumah tangga dan uang tunai jutaan rupiah. “Korban mengalami kerugian sekitar tujuh puluh lima juta rupiah,” paparnya.

Pihaknya juga langsung mengamankan Agung yang diduga sebagai pelaku pembakaran di Mapolsek Jambon. (***)

sumber: nusantaranews.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kapal Kuala Mas terbakar di sekitar Pulau Nirwana, Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan sudah berada di lokasi melakukan penanganan.

Informasi kejadian ini disampaikan pihak Basarnas Jakarta dalam keterangannya, Jumat, 27 April 2018 Kebakaran kapal Kuala Mas ini terjadi sekitar pukul 07.55 WIB pagi.

SAR Jakarta sudah mengirim dua unit kapal penyelamat yakni RIB 01 dan RIB 02 dan tiba di lokasi kejadian pukul 08.54 WIB.

Proses pemadaman api dan evakuasi masih dilakukan.

Dari foto-foto kejadian, nampak asap mengepul dari kapal Kuala Mas yang terbakar. Kapal SAR Jakarta melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian membenarkan adanya peristiwa ini. Belum diketahui apakah ada korban jiwa. Pihaknya sudah meluncur ke lokasi melakukan penanganan.

“Tim sudah ke sana. Nanti kita cek data-data kapalnya. Polair sudah meluncur,” ujar AKBP Victor saat dihubungi lewat telepon pukul 11.08 WIB. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Probolinggo – Seorang ibu diduga melakukan aksi bakar diri dengan menggendong anak balitanya di area kebun jagung, di Kabupaten Probolinggo, Senin, 9 April 2018.

Akibat kejadian ini, balita malang tersebut tewas, sementara ibunya masih dalam kondisi kritis. Hingga kini polisi masih mendalami kasus ini guna memastikan kejadian ini murni kecelakaan atau faktor kesengajaan.

Senin sore jenazah sang balita atas nama Faris, masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohamad Saleh. Rencananya, jenazah balita berusia 17 bulan itu hendak dibawa ke rumah duka di Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya balita berjenis kelamin laki – laki ini mendapat perawatan instensif di rumah sakit setempat. Namun karena luka bakar yang dialaminya cukup serius, Faris akhirnya meninggal dunia. Selain fariz, ibunya bernama Soleha (35), juga mengalami luka bakar yang cukup parah, dan kini mendapat perawatan instensif di rumah sakit yang sama.

Kedua korban yang berstatus ibu dan anak ini mengalami luka bakar parah hampir di sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, keduanya terluka akibat aksi bakar diri yang dilakukan sang ibu di area kebun jagung yang tempatnya tidak jauh dari rumahnya.

Warga yang mendengar ada teriakan menjerit segera menolong korban.

“Tadi begitu dengar suara teriakan, warga langsung menolong”

Kalau dilihat dari kondisinya sepertinya ini sengaja membakar diri. Tapi kami juga tidak tahu apakah memang ada masalah rumah tangga atau bagaimana,” kata Busir, salah seorang warga sekitar.

Belum diketahui penyebab pasti kenapa korban beserta bayinya nekat membakar diri di kebun jagung tersebut.

Namun diduga korban mengalami depresi akibat ada permasalahan keluarga. Hingga kini polisi masih mendalami kasus ini guna memastikan penyebab kejadian ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan. (***)

sumber: inews.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Balikpapan – Imam Nur Rohim (42), pekerja di usaha bordil ini mempunyai hobi memancing. Akibat hobi yang dilakoni untuk mengisi waktu luangnya, jadi malapetaka. Ia jadi korban kebakaran tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan.

Keluarga sudah ihklas melepas kepergiannya. Dan prosesi pemakaman korban telah berjalan dengan baik di area kuburun Asrama Bukit Kota Balikpapan, Minggu, 1 April 2018 sekitar pukul 10.00 WITA.

Sanak famili dan rekan korban ikut mengiringi kepergian korban selamanya menghadap ke Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun sudah merelakan kepergiannya, keluarga tetap terkenang sebelum peristiwa naas tersebut.

Prosesi pemakaman Imam yang menjadi korban kebakaran di perairan di Balikpapan. (istimewa)

Saat disela-sela acara pemakaman, Syahril (41), adik almarhum Imam menceritakan kepada Tribun Kaltim sebelum Imam meninggal dunia. Waktu itu, Sabtu, 31 Maret 2018 pagi, Imam keluar rumah sekitar pukul 05.30 Wita pergi ke laut untuk memancing tanpa pamit dengan istri dan keluarga.

“Pergi begitu saja. Tapi sudah pasti kalau keluar pagi berarti pergi ke laut, memancing. Dia dalam seminggu, setiap hari bisa dua kali pergi memancing di laut,” ungkapnya.

Sebelum pergi melaut, sekitar pukul 02.00 Wita, Syahril melihat Imam susah tidur selalu gusar padahal dirinya tidak habis minum kopi hitam.

Syahril melihat badannya berbaring namun mata masih belum terkantuk, susah tidur lelap.

Syaril pun saat itu membujuk Imam untuk tidak pergi memancing ke laut mengingat tubuhnya nampak letih habis bekerja di usaha bordil.

“Saya bilang tidak usah pergi mancing. Istirahat saja di rumah. Awalnya memang nurut. Dini hari tidak pergi tapi ternyata saat pagi habis Subuh, sudah kabur pergi keluar rumah. Bisa ditebak dia pergi mancing,” ungkapnya.

Sehari-hari kata Syahril, almarhum Imam peduli dengan keluarganya. Bertanggungjawab terhadap istri dan seorang anak angkatnya. Imam jadi tulang punggung bagi keluarganya.

Hobi yang sangat digemari ialah memancing ikan di laut. Ibaratnya, aktivitas memancing itu adalah hiburan bagi Imam.

Tak heran Imam pun tergabung dalam komunitas Bubuhan Mancing Bunsay.

Walau tubuh Imam dalam keadaan capai bekerja tetap saja obat penghilang rasa lelah ialah memancing.

Imam sudah lama menggeluti hobi memancing, kadang bersemangat mengajak orang lain ikut memancing.

“Mau bagaimana pun kalau dilarang memancing tetap tidak didengar. Sudah sangat mencintai memancing. Waktu meninggal kena kebakaran di Teluk Balikpapan korban memakai kaos komunitas memancingnya,” katanya.

Saat sebelum meninggal dunia, Imam tidak memberikan pesan apa pun. Kecurigaan akan pergi tinggalkan keluarga untuk selamanya pun tidak ada.

Kala mendengar ada kebakaran di tengah lautan Teluk Balikpapan, keluarganya sudah tahu informasinya dari berbagai obrolan tetangga dan masyarakat sekitar serta media massa online.

“Kami tidak mengira akan ada korban jiwa. Sekalinya ada informasi dari keponakan juga dari kepolisian, nyatanya ada korban ternyata si Imam. Kami semua kaget. Rasa tidak percaya kalau Imam yang jadi korbannya,” ujarnya.

Sekarang ibarat nasi telah menjadi bubur, keluarga sudah merasa ikhlas atas meinggalnya Imam dalam peristiwa kebakaran tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

“Istri Imam masih merasa sedih. Masih menangis terus. Dari tadi hanya menangis, badannya lemas, sedih yang mendalam,” ungkap Syahril.

Sebelum dimakamkan di pekuburan belakang lapangan Foni, di rumah kediaman korban tumpahan minyak ini di sudah ramai para pelayat termasuk di antaranya Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Rumah almarhum berada di bilangan Gang Sampurna, Jalan Wain RT 97 Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Kebakaran terjadi di SPBU Berbek, dekat exit Tol Berbek, Waru, Sidoarjo, Kamis 8 Maret 2018 pagi.

Upaya pemadaman masih berlangsung hingga sekarang.

Dari sejumlah informasi, sempat ada tiga kali ledakan dalam kebakaran tersebut.

“Kebakaran juga terlihat dari jalan tol. Asapnya membumbung tinggi,” kata Arif, seorang warga yang sedang melintas di tol Waru-Juanda.

Informasi yang didapatkan TribunJatim.com, ada satu unit mobil yang meledak ketika mengisi bahan bakar.

Api yang membakar mobil itu pun langsung menyambar dispenser sehingga terbakar hebat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Maros – Seekor biawak liar masuk ke dalam rumah warga di perumahan Cahaya Jakarta, Kecamatan Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan. Sempat bikin geger, biawak itu akhirnya ditangkap oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros.

Lima orang petugas Damkar yang turun dibuat kualahan menangkap biawak yang panjangnya hingga 1 meter itu. Biawak masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan bersembunyi di balik televisi.

Pemilik rumah, Lisna mengaku panik saat melihat biawak itu masuk ke dalam rumahnya. Ia yang tengah bersama dua anaknya yang masih kecil, terpaksa bersembunyi di dalam kamar dan menghubungi pihak damkar.

“Pas saya mau mandi, tiba-tiba biawak itu masuk melompat lewat pintu belakang dan langsung masuk ke dalam rumah. Saya sama anak-anak saya langsung lari masuk kedalam kamar bersembunyi karena takut,” kata Lisna kepada detikcom, Selasa 27 Februari 2018.

Tak butuh waktu lama, petugas Damkar akhirnya menangkap biawak itu dengan menggunakan sehelai kain. Salah seorang dari mereka merayap saat mencoba menangkap binatang itu menggunakan tangan.

“Biawak ini sangat gesit, jadi sangat susah ditangkap menggunakan tangan. Makanya kita gunakan kain untuk menangkapnya dan akhirnya berhasil, meskipun sempat ada teman yang jatuh,” sebut salah seorang petugas Damkar, Ali Lintar.

Selain memadamkan api, salah satu tugas damkar juga mengevakuasi binatang apapun yang dianggap mengganggu warga, seperti ular dan lebah. Saat musim hujan seperti saat ini, pihaknya memang lebih banyak menerima laporan evakuasi binatang yang meresahkan warga.

“Jadi bukan hanya kebakaran. Kami memang bertugas untuk mengevakuasi binatang yang meresahkan warga. Biasanya memang musim hujan begini banyak laporan kami terima,” lanjutnya.

Setelah berhasil diamankan, biawak itu diikat agar tidak lepas. Petugas Damkar membawa biawak itu ke kantor Damkar untuk dilepaskan di habitat aslinya agar tidak mengganggu warga lagi. (***)

sumber: detik.com