KECELAKAAN

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pesawat Philatus Porter dengan kode penerbangan PK-HVQ yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu sore, 11 Agustus 2018 diperkirakan membawa sembilang orang.

Tujuh orang adalah penumpang, sementara dua lainnya adalah pilot dan co-pilotmya.

Pesawat perintis itu seharusnya hanya menempuh perjalanan selama 40 menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayapura. Namun pesawat tak juga sampai sehingga polisi melakukan pencarian.

Kapolres Kabupaten Pegunungan Bintang, Michael Mumbunan mengatakan bahwa penduduk Okatem bersaksi sempat mendengar bunyi keras diikuti ledakan. Diduga suara itu berasal dari Pesawat Philatus yang jatuh.

“Penduduk Okatem melaporkan mereka mendengar suara sangat kecang dari sebuah pesawat kemudian diikuti dengan ledakan besar,” terang dia dilansir AFP, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Tim SAR tengah menyelidiki sekitar Okatem, namun butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai titik yang dimaksud melalui jalur darat.

Sementara itu, Pesawat Philatus Porter merupakan pesawat milik Dimonim Air, sebuah perusahaan penerbangan swasta yang beroperasi di sekitar Papua.

Papua sendiri bukan medan yang mudah untuk penerbangan pesawat. Banyaknya pegunungan membuat beberapa kecelakaan terjadi di kawasan ini.

Pada Juli tahun lalu, lima orang meninggal dalam kecelakaan kecil di dekat Wamena, Papua.

Sementara pada Agustus 2015, pesawat Trigana tergelincir karena cuaca buruk di Papua. Sebanyak 54 orang meninggal dalam kecelakaan ini. (***)

sumber: cnnindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Sebuah kapal penangkap ikan tenggelam usai dihantam ombak di Perairan Plawangan Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dari kejadian ini, 5 orang dilaporkan meninggal, 9 selamat, dan 7 orang masih dalam pencarian.

“Peristiwanya sekitar pukul 08.15 WIB di Plawangan Desa Puger Kulon. Laka laut, perahunya tenggelam. Jumlah ABK 21 orang, 5 ditemukan meninggal, 9 selamat dan 7 masih dalam pencarian,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Kamis, 19 jULI 2018.

Menurut Kusworo, kapal tersebut bernama Joko Berek, dinahkodai pemilik kapal, Dirman, warga Puger. Kapal tersebut baru pulang melaut dan hendak sandar melalui Plawangan Puger. Namun ombak besar datang dan menghantam yang membuat kapal terbalik.

“Semua ABK terjatuh dari kapal ke laut. Sementara ini yang berhasil ditemukan 14 orang dengan rincian 5 meninggal dan 9 selamat,” kata Kusworo.

Pihak kepolisian bersama BPBD, Basarnas dan warga, saat ini terus melakukan pencarian. Petugas juga membuat perimeter agar tidak ada jatuh korban susulan.

“Ini sekarang kita masih melakukan pencarian. Mudah-mudahan bisa ditemukan semuanya,” ujar Kusworo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Kangen orang tua, ABG ini meninggalkan rumah pamannya di Lamongan dengan menggondol motor milik sang paman. Apes, ABG ini justru mengalami kecelakaan di tengah jalan.

Namun di tengah perjalanan, bocah bernama Muhammad Afyudin Hanan (14) itu menabrak tiang lampu jalan raya di Bojonegoro.

Saat itu, ia mengendarai sepeda motor milik sang paman, Honda Grand bernopol S 2290 JO, melintasi jalan raya jurusan Bojonegoro-Cepu, tepatnya di Desa Talok Kecamatan Kalitidu.

Warga sekitar TKP mengutarakan bahwa saat naik motor, korban oleng sendiri. Warga menduga korban kedinginan dan membawa terlalu banyak barang. Karena menabrak tiang lampu, ban depan motor tersebut juga pecah.

Beruntung korban selamat dan hanya mengalami luka memar di kaki kirinya. Oleh petugas polantas pos Cengungklung, korban akhirnya dilarikan ke RS PKU Muhamadiyah Kalitidu untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah korban bisa diajak komunikasi, petugas polantas meminta bantuan ke Polres Lamongan dan Polres Temanggung untuk menghubungi pihak keluarga. Sang paman, Muhammad Dawam (50), warga Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan pun langsung merespons kabar tersebut dan segera datang ke rumah sakit tempat keponakannya dirawat.

“Ini tadi berniat pulang ke Temanggung, mungkin kangen orang tua, tapi tidak cerita sebelumnya, hanya nulis surat sebelum pergi. Rencananya mau sekolah dan mondok di Lamongan,” terang Dawam kepada detikcom di RS PKU Kalitidu, Selasa, 17 Juli 2018.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto saat mendampingi korban dan keluarga di PKU Kalitidu juga berharap kejadian ini tidak terulang kembali, apalagi yang bersangkutan belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

“Alhamdulillah keluarga sudah tiba dan korban sudah bertemu. Korban alami memar pada kaki akibat benturan dengan motor, dan ini laka tunggal nabrak tiang lampu,” terang Aristianto.

Diingatkan Aristianto, pengguna jalan yang masih di bawah umur dilarang keras mengendarai motor maupun mobil karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah kakak beradik asal Malaysia bernama Muhammad Amirul Khusairi Amirashid (21) dan Nurul Atikah Amirashid (19) menjadi baru saja mengalami nasib tragis.

Keduanya meninggal dunia karena kecelakaan dalam perjalanan pulang usai membeli hadiah Alquran untuk Ibunya.

Berita tersebut diketahui diunggah oleh pemilik akun Facebook Nur Ami Roslee pada Senin 2 Juli 2018.

Pada unggahan tersebut, ibunda korban bernama Nariya Abdullah menceritakan bahwa ia sempat meminta Nurul untuk dibelikan Alquran baru.

Nurul adalah anak perempuannya yang sedang menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru dan saat ini sedang bekerja sementara di Prai, Pulau Pinang.

Malam sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka sekeluarga berkumpul untuk makan bersama lantaran Nurul baru saja menerima gaji pertamanya.

Kemudian Nariya meminta Nurul membeli Alquran yang lebih besar supaya lebih mudah membacanya.

Nurul menyanggupi permintaan ibunya.

Hari berikutnya Nurul meminta Amirul kakaknya untuk mengantarkan dirinya membeli Alquran.

Amirul yang saat itu kebetulan sedang libur kerja, mengantarkan adiknya menggunakan sepeda motor.

Namun dalam perjalanan pulang mereka mengalami kecelakaan.

Amirul meninggal di tempat kejadian akibat luka parah di kepala.

Sementara Nurul meninggal saat tiba di ruang gawat darurat Rumah Sakit Sultan Abdul Halim (HSAH), Sungai Petani.

Pukul 14.30 siang waktu setempat, suami Nariya, Amirashid Ibrahim, mengabarkan bahwa kedua anak itu mengalami kecelakaan.

Alquran yang dijanjikan oleh Nurul tak pernah sampai pada Nariya.

“Saya tidak menyangka mereka pergi tadi pagi dan tidak pernah kembali. Yang lebih menyedihkan lagi, Alquran yang dibeli tidak pernah sampai kepada saya,” kata Nariya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Selayar – KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Sulsel, juga mengangkut uang Rp 30 miliar. Uang itu merupakan pembayaran ASN dan dana BOS.

“Dana itu belum dapat kami amankan dari kapal, jumlahnya Rp 30 miliar. Saat ini kami terus mengupdate data dari lapangan karena sinyal di sana putus-putus,” ujar Direktur Treasury Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel, Irmayanti Sultan saat dihubungi, Selasa, 3 Juli 2018.

Yanti menyebut, uang Rp 30 miliar itu dibawa 5 pegawai BPD Sulsel. Empat pegawai selamat, tapi 1 pegawai masih di kapal.

“Satu pegawai kami, driver masih menggantung di bibir kapal,” sebutnya.

Dia memastikan pembayaran ASN tetap berjalan karena dana yang diangkut KM Lestari Maju sudah diasuransikan.

Kapal yang tenggelam di Selayar pada sekitar pukul 14.30 WITA mengangkut 139 orang. Kapal juga membawa 48 kendaraan terdiri dari 18 motor, 14 mobil, kendaraan golongan V sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan VI sebanyak 8 unit.

Kapal kemudian dikandaskan di perairan Selayar sekitar 300 meter dari Pantai Pa’badilang. Sebagian penumpang sudah berhasil dievakuasi sedangkan sebagian lagi masih berada di atas kapal. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sebatik – Lima orang WNI tewas akibat kecelakaan tabrakan speedboat di perbatasan Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara dan Kota Tawau, Malaysia. Satu jenazah belum teridentifikasi.

“Ada 5 orang yang meninggal, 13 orang selamat,” kata Kepala Kantor SAR Balikpapan Gusti Anwar Mulyadi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu, 30 Juni 2018.

Dari lima orang korban tewas, empat orang sudah diketahui identitasnya. Sementara satu orang lagi belum teridentifikasi. Berikut identitas para korban tewas dan selamat:

Korban tewas

1. Nama: Agustina Jawakelen, Umur: 32 tahun (perempuan), Pekerjaan: Ibu rumah tangga, Alamat: Kampung Timur, Kelurahan Nunukan.

2. Nama: Anis Platin, Umur: 54 tahun (laki-laki), Pekerjaan: Swasta, Alamat: Kampung Jawa RT 06. Kelurahan Nunukan.

3. Nama: Barek Beguir, Umur: 32 tahun (perempuan), Pekerjaan: Ibu rumah tangga, Pekerjaan: Kampung Timur, RT 31, Kelurahan Nunukan.

4. Nama: Viani Nuktin, Umur: 13 tahun (perempuan), Alamat: Kampung Timur RT 31 Kelurahan Nunukan.

5. Belum teridentifikasi. Jenazahnya berada di RSUD Nunukan.

Korban selamat

1.Marwah Binti Marzuki (33)
2. Suwarman Bin Mustaqim (36)
3. Aris Bin Muh Rasid (16)
4. Sultan Bin Said (19)
5. Asmar Ismail Bin Muh Rasyid (21)
6. Roslan Bin Nabulutuang (33)
7. Asmin Bin Amir, Bulukumba (24)
8. Rikardus Uma (17)
9. Rahul Bin Kaimuddin (18)
10. Paulus Yosep bin Yosep (25)
11. Muh Faizul Bin Hasan (18)
12. Muhammad Rasyid Bin Husen (46)
13. Muh Amran Bin Muh Rasid (12)

Seluruh korban yang selamat menurut Gusti dibawa ke puskesmas di wilayah Pulau Sebatik. Beberapa di antaranya menurut dia kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Ketika ditanya apakah para WNI dalam speedboat ini merupakan TKI ilegal seperti kabar yang beredar, Gusti tidak bisa memastikan. Dia hanya menyatakan seluruh korban merupakan WNI.

Gusti menyatakan saat ini pihaknya bersama unsur SAR lainnya termasuk dari Polri-TNI masih mencari 2 orang lain yang dinyatakan hilang.

“Tingal 2 orang saja yang masih dicari. Tim masih melakukan pencarian,” ujarnya.

Speedboat yang mengangkut belasan WNI ini tabrakan dengan speedboat lainnya yang diduga dari negara Filipina. Kantor SAR Balikpapan menerima informasinya sekitar pukul 22.00 Wita. Speedboat bertabrakan di tengah-tengah perbatasan antara sungai Malaysia dan Indonesia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Dr Rizaldi Hutanto menjadi korban tewas mengenaskan di seberang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Rabu, 27 Juni 2018 kemarin.

Ia terlindas bus Sumber Alam di belokan kiri tajam dari arah pintu keluar Tol Bogor.

Saat kejadian, ia menjadi penumpang ojek online.

Melalui sebuah video rekaman kamera CCTV detik-detik kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, terekam jelas.

Dalam video terlihat, arus lalu lintas sebenarnya cukup lengang.

Laju kendaraan memang melambat saat berada di belokan yang cukup tajam di seberang Terminal Baranangsiang.

Terlihat sepeda motor ojek online yang ditumpangi korban melaju dengan kecepatan sedang dan melambat saat di belokan.

Lalu di belakangnya datang Bus Sumber Alam yang dikendarai HK dengan kecepatan cukup tinggi.

Saat tepat berada di belokan, rupanya sepeda motor korban berada di kiri bus, lalu posisi bus terlalu mepet sehingga menyenggol sepeda motor korban.

Motor korban akhirnya tersenggol dan kedua korban terjatuh.

Nahas saat terjatuh, tubuh Rizaldi masuk ke kolong bus dan terlindas ban belakang bus.

Sementara driver ojek online bernama Izab selamat namun sempat tidak sadarkan diri.

Usai kejadian sopir bus langsung melarikan diri.

Kanitlaka Polresta Bogor Kota, Iptu Budi Suratna mengatakan, saat itu korban sedang dibonceng oleh pengemudi ojek online Grab bernama Izab (33).

“Pertama benar terjadi kecelakaan ditikungan atau pas di depan terminal Baranangsiang antara roda dua dengan bus sumber alam, nah Rizaldi ini diboncengi pengemudi online Grab bernama Izab (33),” ungkapnya.

Meski begitu, Budi belum bisa menceritakan secara detail kronologi sebenarnya.

Pasalnya sopir bus masih dalam proses pemeriksaan.

“Kronologinya belum dulu saya kasih tau karena masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Selain itu, Ia menyebut untuk pengemudi ojek online Grab Izab (33) masih tengah dirawat di rumah sakit.

“Kalau Grabnya masih di Rumah sakit belum optimal, nanti akan kita periksa juga untuk bukti,” katanya.

Masih kata Budi, sopir bus itu berinisial HK saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

“Sekarang posisi sopir bus sedang diperiksa sementara bus nya diamankan di Ciawi,” ujarnya

‘Untuk yang grabnya sementara masih di RS, sedang diperiksa juga jadi hari ini dalam proses pemeriksaan untuk kasus laka lantas yang di terminal Baranangsiang, yang diperiksa adalah sopir bus dan dari pihak grab,” tambahnya.

Budi pun membantah, sang sopir langsung diberhentikan, sesaat setelah menabrak Rizaldi.

“Jadi waktu kejadian setelah nabrak langsung di stop busnya dan diamankan, di wilayah Bina Marga itu di stopnya,” katanya.

Istri korban, Nova Sofianti (38) mengatakan, saat kejadian suaminya akan berangkat praktek ke daerah Cipanas, Cianjur.

Namun, ia menumpang ojek online sebelum nyambung menggunakan angkutan umum.

“Kemarin itu bapak berangkat ke tempat prakteknya di Cipanas, biasanya pakai mobil tapi kemarin dia naik Grab,” ucap istrinya Nova Sofianti (38) sambil menangis tersedu-sedu saat ditemui TribunnewsBogor.com di kediamannya yang berlokasi di Jalan Abiyasa Raya, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis, 28 Juni 2018.

Lebih lanjut ia mengatakan, biasanya sang suami membawa kendaraan sendiri ke tempat praktiknya.

Namun, saat itu kendaraannya berada di Surabaya.

“Mau berangkat praktek ke Cipanas ada kliniknya disana kebetulan diakan biasanya bawa mobil tapi mobilnya ditinggal di Surabaya waktu dia mudik
lebaran, dia pulang duluan karena mertua saya masuk ICU juga,” katanya.

Nova pun mengaku tak memiliki firasat yang aneh.

“Nggak ada mas, dia baik baik aja bahkan sempat beliin makan kami,” katanya.

“Iya memang pagi mas berangkat nya, jadi gak sempet nyoblos,” tambahnya. (***)

sumber: tribunnews.com

KECELAKAAN

Minggu | 24 Juni 2018 | 12:52

Takut Ditodong, Asih Tewas Setelah Melompat dari Angkot

MEDIAKEPRI.CO.ID – Asih Kurniasih meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit, usai melompat dari dalam angkot.

Diduga korban nekat melompat karena ketakutan saat terjadi penodongan di dalam angkot.

Peristiwa itu terjadi di jalur Transjakarta di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Sabtu, 23 Juni 2018 sore.

Ketika itu korban diduga melompat dari dalam angkot 30A jurusan Tanjung Priok-Pulogadung yang melintas menuju arah Kelapa Gading.

“Saya lihat pas dia jatuh dari angkot 30A. Itu pas saya turun dari Metromini 41,” ungkap Yati, salah seorang saksi, Sabtu, 23 Juni 2018.

Menurut keterangan saksi, korban nekat melompat dari dalam angkot 30A karena ketakutan dengan aksi penodongan yang terjadi. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

“Korban sempat tergeletak di pinggir jalan jalur busway dengan berlumuran darah, dan saya langsung bawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Sayangnya, upaya membawa korban ke rumah sakit tidak membuahkan hasil. Nyawa korban tidak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Tim identifikasi Polres Metro Jakarta Utara langsung ke lokasi kejadian dan menemukan ceceran darah, sepatu, dan tas yang diduga milik korban. Kasus itu selanjutnya ditangani Polsek Koja.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penyanyi dan aktris Aura Kasih sedang berduka. Sang paman meninggal dunia akibat tabrak lari saat sedang melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Aura Kasih berbagi kabar duka tersebut lewat postingan di InstaStory.

Dalam postingan itu, Aura pun merinci kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa pamannya itu.

Menurut Aura, sang Paman ditabrak oleh pengemudi yang sedang mengantuk saat melewati tol Cipali.

Aura Kasih juga membeberkan identitas penabrak sang paman yang ternyata masih berusia 21 tahun. Pemuda bernama Abdullah itu sempat kabur sebelum kemudian berhasil diamankan.

Kejadian yang menimpa paman Aura Kasih ini tentu harus dijadikan pelajaran bagi para pemudik agar lebih hati – hati. Karena keselamatan tentu jauh lebih penting agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Semoga keluarga Aura Kasih diberikan kesabaran dan keikhlasan. (***)

Truk Tronton Itu Tabrak Warga, Motor, Mobil dan Rumah, Menewaskan Belasan Orang dan Puluhan Luka-luka, Saksi: Truk Melaju dengan Kencang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Brebes – Kecelakaan maut terjadi di Jalur Brebes-Purwokerto tepatnya di Jalan Raya Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Ahad, 20 Mei 2018 sore.

Truk tronton bermuatan gula pasir yang diduga mengalami rem blong menabrak belasan sepeda motor, dua mobil, lima kios dan empat rumah. Kecelakaan tersebut menewaskan 11 orang dan 10 orang lainnya luka-luka.

Salah seorang saksi mata, Yanto menuturkan, truk tronton tersebut melaju kencang dari arah selatan (Purwokerto).

Tiba di Jalan Raya Jatisawit mendadak laju truk oleng. Padahal, saat itu kondisi arus lalulintas di lokasi sangat padat karena banyak warga sedang berbelanja untuk menu buka puasa.

Truk tronton kemudian menabrak belasan warga yang sedang naik sepeda motor. “Truk terus melaju dan menabrak dua mobil serta kios semipermanen,” katanya.

Hal demikian juga disampaikan Kepala Unit Kecelakaan Polres Brebes Inspektur Satu Budi Supartoyo. Mengutip Antara, Budi menjealskan, truk tronton bernomor polisi H 1996 CZ melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju ke utara (Brebes) dengan kecepatan tinggi.

“Akan tetapi, saat truk melaju di jalur Jatisawit mendadak mengalami rem blong sehingga menabrak sejumlah kendaraan dan rumah penduduk yang saat itu banyak orang,” katanya.

Saat ini, kata dia, 11 korban tewas dan puluhan lainnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu.

Adapun jumlah korban tewas yang sudah diidentifikasi antara lain Amaliyah Dwi Cahyani (20), Hanif Amrullah (37), Yuli Pujiati Ningrum (31), Nada Salsabila Alda (10), Rizal (31), Saekhun (60), Kerempeng (60), Wahidin (27), dan Muhammad Fauzan (45). (***)

sumber: okezone.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogortengah – Seorang tukang becak tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel kereta Pondok Rumput, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu 5 Mei 2018.

Ryan Fauzyan, seorang petugas jaga palang pintu kereta menjelaskan saat itu tukang becak berperawakan agak gempal melintas dari arah Air Mancur menuju arah Jalan Merdeka.

Namun saat itu sopir becak tersebut nekat menerobos palang pintu yang sudah ditutup.

“Sudah ditutup, diteriakin sama itu bapak-bapak yang parkirin di tengah, sama saya juga sudah tiup pluit tapi ayo aja jalan,” katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Beruntung, penumpang becak selamat setelah melompat dari atas becak.

“Penumpangnya selamat, loncat dia, karena dia juga melihat sudah ada kereta,” katanya.

Namun naas pengemudi becak tertabrak hingga terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.

Becaknya pun mengalami rusak parah.

“Meninggal di tempat sopirnya, becaknya juga ancur itu, enggak tahu saya juga sudah di peringatkan tapi masih jalan terus,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Firdan (15), seorang penumpang kapal KMP Karya Maritim 3 tujuan Bali jatuh ke laut. Korban merupakan salah satu rombongan dari SMP 16 Malang. Diduga, korban sengaja menceburkan diri ke laut.

Kejadian yang menimpa Firdan, Sabtu, 28 April 2018 sekira pukul 00.00 WIB.

Saat itu, kapal KMP Karya Maritim 3 berangkat dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 23.40 WIB, Sabtu, 28 April 2018 dan rencananya tiba di Pelabuhan Gilimanuk sekira pukul 00.30 WIB. Namun selang 20 menit melakukan penyeberangan, insiden itupun terjadi.

“Ada dua saksi yang melihat kejadian itu. Remodus dan Rafli. Saat itu korban menyendiri di relling kapal. Saat disapa dan diajak bergabung dengan teman-temannya yang lain, dia hanya menoleh dan kemudian naik ke relling kapal terus menceburkan diri ke laut,” ujar AKP Idham Khalid, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Sabtu, 28 April 2018.

Kapal kemudian melakukan pencarian selama 40 menit di lokasi hilangnya korban. Namun upaya itu gagal karena gelapnya kondisi Selat Bali, akhirnya kapal kemudian melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Gilimanuk.

“Demi keamanan kapal langsung sandar ke Bali,” tambahnya.

AKP Idham Khalid menambahkan, dugaan sementara korban menceburkan dirinya ke laut. Selain ada saksi yang mengetahui aksi nekat korban, hal ini juga dikuatkan dengan status terakhir korban di aplikasi Whatsapp yang bertuliskan, ‘last day, thanks for everything goodbay world’.

“Saat ini kita bersama dengan Basarnas melakukan pencarian korban. Semoga segera ditemukan,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Tubuh Wakapolres Labuhanbatu Kompol Andi Chandra, korban musibah kapal speedboat yang tenggelam di perairan Desa Sei Lumut, Panai Tengah, Labuhanbatu akhirnya ditemukan, Minggu, 22 April 2018 pagi.

Kabar penemuan jenazah perwira tersebut menyebar di media sosial whatsapp dan dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Rina Ginting.

Menurut Kombes Rina Ginting, jenazah Kompol Andi Chandra ditemukan Minggu, 22 April 2018 pukul 10.00 WIB tidak jauh dari lokasi karamnya speedboat Pol Airud Polres Labuhanbatu.

Kombes Rina mengatakan, Minggu pagi dilakukan pencarian yang dipimpin Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang bersama tim gabungan Personel Polres Labuhanbatu dan jajaran, BPBD Kab Labuhanbatu, TNI beserta warga/nelayan setempat untuk menyisiri sekitar TKP.

“Pada hari Minggu 22 April 2018 sekitar pukul 10.00 WIB Wakapolres Labuhanbatu Kompol Andi Chandra berhasil ditemukan oleh tim dalam keadaaan meninggal dunia. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi karamnya speed boad Pol Airud Polres Labuhanbatu yang ditumpangi Kapolres Labuhanbatu beserta PJU pada hari Sabtu kemarin tanggal 21 April 2018 di perairan Desa Sei Lumut Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu,” kata Kombes Rina.

Kapal speed boat sebelumnya mengangkut Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang dan Wakapolres Kompol Andi Candra, beserta rombongan, menghadiri pernikahan anak Bupati Labuhanbatu.

Namun, di tengah perjalanan kapal boat yang ditumpangi rombongan bocor karena menabrak tungkai kayu di perairan Sei Lumut.

Sebelumnya, Rina Ginting mengatakan rombongan Kapolres Labuhanbatu menggunakan speed boat milik Polisi Air.

Selain Kapolres Labuhanbatu, di dalam kapal itu ada juga Wakapolres Labuhanbatu Kompol Andi Chandra, tujuh personel Polri, dan anak buah kapal.

Rombongan baru selesai dari kunjungan kerja di Kelurahan Seiberombang, Kecamatan Panaihilir.

“Waktu mau kembali ke Sarangelang, baru berjalan kurang lebih 10 menit speed boat diperkirakan menabrak tunggul kayu,” ujarnya, Sabtu, 21 April 2018.

“Dan mengalami kebocoran sehingga kapal tidak bisa diselamatkan,” kata Rina.

Beberapa perahu lain yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung memberikan bantuan sehingga Frido Situmorang dan enam personel Polri bisa diselamatkan.

Tenggelamnya 1 unit Boat yang ditumpangi oleh Kapolres Labuhanbatu beserta jajarannya diduga disebabkan oleh beberapa kemungkinan antara lain gelombang air yang cukup tinggi di perairan tersebut, kelebihan muatan/over load maupun bisa menabrak sesuatu di perairan tersebut.

Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu melalui Puskesmas Kec. Panai Tengah dan Kec. Panai Hulu telah mengirimkan ambulance ke TKP untuk melakukan evakuasi para korban. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang tukang ojek tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di kawasan Transit Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku, Ahad 25 Maret 2018 sekitar pukul 05.30 WIT.

Tukang ojek yang diketahui memiliki identitas Fredy Patirajawane (39), tewas di tempat setelah sepeda motor Honda Blade yang dikendarainya ditabrak oleh mobil Honda Brio bernomor polisi DE 1579 AH yang dikendarai seorang Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah bernama Jimmy Sitanala.

Saat kecelakaan itu terjadi, Jimmy sedang bersama seorang wanita di dalam mobil yang dikendarainya itu.

Kasat Lantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Bambang Surya Wiharga mengungkapkan, kecelakaan itu bermula saat pengendara sepeda motor sedang bergerak dari arah Paso, Menuju Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah, saat melintas di lokasi kejadian dari arah berlawanan mucul mobil Honda Brio yang dikendarai Jimmy.

“Jadi saat korban tiba tepat di depan toko Trisula, tiba-tiba muncul mobil Brio dari arah berlawanan,” kata Bambang saat dihubungi, Senin 26 Maret 2018 pagi.

Dia mengungkapkan, saat itu mobil yang dikendarai Jimmy melaju dengan sangat kencang dari arah Desa Suli menuju Passo sehingga masuk ke lajur jalan yang dilalui korban.

“Pelaku bergerak dari arah Suli hendak menuju Passo dengan kecepatan tinggi dan masuk ke jalur pengendara sepeda motor. Saat itu, dia langsung menabrak sepeda motor korban hingga terseret sejauh 25 meter,” tuturnya.

Menurut Bambang, akibat tabrakan tersebut, korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian, sementara mobil yang dikendarai Jimmy langsung keluar dari badan jalan.

Jasad korban saat itu juga langsung dibawa ke RS Otto Kuyik di kawasan Passo.

Menurut Bambang, polisi yang mengetahui insiden itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Jimmy dan wanita yang bersamanya langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangannya.

Korban tewas karena mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan kaki bagian kanan korban terputus akibat insiden kecelakaan itu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Secara sederhana, tabrak lari berarti peristiwa tabrakan, yang menabrak pergi meninggalkan korbannya. Alasan penabrak meninggalkan korbannya bisa bermacam-macam, tetapi yang paling sering adalah karena takut.

Takut untuk bertanggung jawab, takut karena merasa bersalah dan yang akhir-akhir ini terjadi, si penabrak takut dikeroyok,
baik oleh korban atau oleh orang-orang lain yang bersimpati kepada korban.

Menurut Rifat Sungkar, pemerhati otomotif Indonesia, dalam membahas kasus tabrak lari kita harus melihat dulu peraturan yang mengaturnya.

Di dalam UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada Pasal 312, disebutkan

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).”

Jadi menurut Rifat, secara hukum sudah jelas tabrak lari adalah suatu tindakan yang salah dan bisa dikenakan hukuman penjara maupun denda.

“Dalam suatu kasus tabrak lari, sebenarnya ada dua pihak yang terlibat, penabrak dan yang ditabrak atau korban. Artinya kesalahan bisa terjadi pada kedua belah pihak, oleh karena itu, seperti selalu saya ingatkan, saat kita berkendara kita selalu harus berhati-hati dan bertanggung jawab supaya insiden kecelakaan yang menyebabkan tabrak lari tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Rifat juga menambahkan bahwa dalam berkendara kita juga harus menghormati pengendara-pengendara lain, karena pada dasarnya semua pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Fenomena yang akhir-akhir ini terjadi adalah terjadinya tabrak lari karena penabrak takut harus berhadapan pihak ketiga yang bersimpati kepada korban tetapi dengan melakukan perusakan dan pengeroyokan.

“Saat kita berada di jalan dan melihat ada kecelakaan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menolong korban. Bukan lalu menjadi emosi dan melakukan hal-hal yang tidak perlu terhadap penabrak. Kalau si penabrak lari, yang kita harus lakukan adalah mencatat nomor polisi kendaraan yang menabrak beserta ciri-cirinya. Setelah itu bisa kita laporkan ke polisi,” ujarnya.

Satu hal yang perlu kita hindari saat terjadinya tabrak lari adalah secara emosional turut serta beramai-ramai mengejar si penabrak, karena bisa menimbulkan korban-korban lain yang tidak perlu.

“Kan bisa saja si penabrak karena takut dan panik lalu menabrak orang dan kendaraan lain, demikian juga kita yang solider mengejar, malah juga bisa menambah korban,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Boyolali – Nasib tragis dialami Sudiyono di Ngemplak, Boyolali. Kakek berusia 76 tahun itu tewas tertabrak kereta api saat jalan-jalan pagi tadi tak jauh dari rumahnya.

Peristiwa tersebut terjadi di jalur rel kereta api Km 102+6/7 Kaliyoso-Solo, tepatnya di Dukuh Meletan, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Daerah tersebut merupakan perbatasan antara Sawahan, Ngemplak, Boyolali dengan Gondangrejo, Karanganyar.

Korban yang juga warga Dukuh Meletan RT 06/08 Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali tersebut tertabrak kereta api 409 Kalijaga. Korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialaminya.

“Korban sudah kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Pihak keluarga sudah ikhlas dan menerima musibah ini,” kata Kapolsek Ngemplak, AKP Subiyati, kepada wartawan Kamis 15 Maret 2018

Peristiwa tersebut terjadi pagi tadi. Saat itu korban sedang jalan-jalan pagi dan melintasi rel kereta api tak jauh dari rumahnya tersebut. Korban berjalan dari arah barat ke timur. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba korban tersambar Kereta Api KA 409 Kalijaga tersebut.

“Ada saksi warga yang mengetahui, korban tersambar kereta api,” jelasnya.

Akibat tertabrak kereta api, tubuh korban pun langsung terpental ke sisi barat rel. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak memberitahu warga lainnya.

Para tetangga pun bergegas berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban, ternyata korban sudah dalam keadaan tewas. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke polisi untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas dari Polsek Ngemplak langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim medis Puskesmas Ngemplak. Hasil pemeriksaan medis, jelasnya, korban mengalami benturan keras di bagian dada dan kepala. Telinga kanan dan hidung terus menerus mengeluarkan darah, lengan tangan kanan dan paha kanan depan lecet-lecet. (***)

sumber: detik.com

Tak ada korban jiwa dalam insiden tenggelamnya kapal KMC AD-16-05.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen M Sabrar Fadhilah mengonfirmasi kabar tenggelamnya Kapal Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 di perairan laut Kepulauan Seribu. Ia menyebutkan, evakuasi terhadap kapal tersebut telah selesai.

“Peristiwanya benar, saya mendapat laporan bahwa saat ini evakuasi sudah selesai dengan semua awak dan penumpang dalam keadaan selamat,” ujar Sabrar ketika dihubungi Republika.co.id, Senin 12 Maret 2018.

Kapendam Jaya Letkol Inf Kristomei Sianturimenuturkan bagaimana kronologi kejadian itu. Menurutnya, kapal KMC AD-16-05 itu mengangkut personel Kodam Jaya dalam rangka menyiapkan kegiatan bakti sosial di Kepulauan Pramuka, Kepulauan Seribu, pada pukul 11.10 WIB.

“Jadi, kita kan mengarahkan dua kapal KMC AD-16-05 dan KMC AD-04-15. Jumlah personel ada 115 personel,” jelasnya.

Saat perjalanan menuju lokasi, kapal KMC AD-16-05 mengalami mati mesin. Ketika proses pemindahan penumpang dan awak kapal KMC AD-16-05 ke kapal KMC AD-04-15, situasi dan cuaca tidak baik. Kendati demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Korban jiwa tidak ada, semua personel selamat dipindahkan ke kapal kita satu lagi dan dibantu oleh kapal dari Kepulauan Pramuka,” ungkap Kristomei.

Ia membantah soal tenggelamnya kapal KMC AD-16-05 disebabkan kelebihan muatan. Setelah mogok, kapal yang mogok itu terapung-apung di air dan kemudian tenggelam. Dari kejadian itu, tak ada satu pun yang dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Sudah, sudah semuanya dilaporkan aman dan selamat. Tidak ada (yang ke rumah sakit). (Prajurit) Kodam semua, tidak ada sipil,” katanya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sepeda motor nopol D 3487 GY yang dikendarai Giya, terseret sejauh tiga kilometer, setelah terbawa kendaraan mobil dalam kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Senin 5 Maret 2018 sekira pukul 09.00 WIB.

Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina, menuturkan, kejadian laka lantas tersebut, berawal saat motor yang ditumpangi Giya yang keseharian sebagai ibu rumah tangga menabrak mobil bernopol D 1735 AFM yang di kendarain Alfin (21) di Bunderan Cibiru, Jalan Soekarno Hatta.

“Pengendara sepeda motor terlempar ke sebelah kanan dan sepeda motornya masuk kebagian depan mobil kemudian terseret sejauh kurang lebih tiga kilometer hingga dengan Rancabolang,” jelas Reza kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung.

Reza menjelaskan, saat motor berada di kolong mobil, dari keterangan pengemudi mobil, dirinya mengetahui ada kendaraan motor yang terbawa oleh kendaraan yang di kemudikannya.

“Dia tahu, cuma di kejar massa, pelaku terus menjalankan kendaraanya, hingga mengarahkan kendaraannya ke Rancabolang, karena kawasannya sempit dan massa banyak, akhirnya kendaraannya terhenti,” jelas Reza.

Dalam kejadian tersebut, pengemudi motor mengalami luka ringan, yakni mengalami luka di bagian kaki sebelah kanan. Pengemudi mobil juga, diamankan ke Unit Laka Timur, polisi juga mengamankan kendaraan mobil sebagai barang bukti.

“Dari hasil pemeriksaan, pengemudi mobil ini tidak dapat menunjukan surat-surat. Untuk pemeriksaan lanjut kita juga tengah dalami untuk di lakukan pengecekan dari Satresnarkoba,” ujarnya. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Satu orang pengemudi sepeda motor tewas akibat kecelakaan ini.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan kecelakaan bermula dari Toyota Camry yang dikendarai Airlangga Dinendra Sofjan (19) melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jaksel. Namun kendaraan tersebut pindah jalur karena pengemudi kurang hati-hati.

“Sesampainya di underpass Pondok Indah, karena kurang hati-hati sehingga menabrak pembatas jalan dan menyeberang di jalur berlawanan dan menabrak kendaraan Kijang Innova B 2998 SKJ yang dikemudikan Ristanto,” kata Budiyanto lewat keterangan tertulisnya, Sabtu 3 Maret 2018.

Kemudian Camry bernopol B 1395 SAG itu kembali bertabrakan dengan sepeda motor dan mobil lainnya. Pengemudi sepeda motor bernama Budiono (37) tewas akibat kecelakaan yang terjadi pada dini hari tadi.

“Kemudian menabrak kendaraan sepeda motor Yamaha Jupiter B 6492 KGO yang dikendarai Budiono dan kemudian menabrak kendaraan Toyota Innova B 1765 ZKO yang dikemudikan Catur Yuli Purwanto yang melaju dari arah yang berlawanan,” ucap Budiyanto.

Seseorang yang diboncengi Budiono tak sadarkan diri karena mengalami luka di bagian kepala. Saat ini, korban yang belum diketahui identitasnya itu tengah dirawat di RS Pondok Indah.

Pengemudi Camry, Airlangga, juga tak sadarkan diri. Airlangga mengalami luka sobek di dagu dan juga tengah dirawat di RS Pondok Indah.

Barang bukti yang dikumpulkan petugas yakni mobil Toyota Camry B 1395 SAG beserta STNK, SIM pengendara atas nama Airlanga, mobil Kijang Innova B 2998 SKJ beserta STNK, SIM A atas nama pengemudi Ristanto, sepeda motor Yamaha Jupiter B 6492 KGO beserta STNK, SIM C atas nama Budiono, satu unit mobil Toyota Innova beserta STNK, dan SIM A atas nama Catur Yuli Purwanto. (***)

sumber: detik.com