MAYAT

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Peristiwa menggegerkan terjadi pada Ahad, 29 Juli 2018 pagi ini.

Warga heboh melihat sesosok mayat mengambang di dekat sekitar jembatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim menjelaskan mengenai peristiwa tersebut.

Ia mengungkapkan lokasi penemuan mayat ini berada di Kali Perancis depan Perumanan Villa Taman Bandara RT 01 / RW 07 Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Korban berjenis kelamin laki – laki,” ujar Abdul kepada Warta Kota, Ahad, 29 Juli 2018

Saat ditemukan, korban dalam keadaan bugil. Mengambang di atas permukaan Kali.

“Pria tanpa busana dalam posisi terlentang mengapung,” ucapnya.

Mendapat laporan terkait insiden tersebut, polisi pun segera ke lokasi.

Petugas langsung bergegas mengevakuasi korban.

“Masih olah TKP (tempat kejadian perkara) dan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Abdul. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Peristiwa gantung diri terjadi di Surabaya dan mengejutkan warga Jl Ploso Timur III, Rabu, 25 Juli 2018 pagi.

Angga Riski Pratama (24), asal Bagelenan, Srengat, Kabupaten Blitar ditemukan gantung diri di kamar kos.

Teknisi PT PLN ditemukan tewas menggantung pakai tali di kamar lantai kos-kosan.

Peristiwa gantung diri diketahui kedua orang tuanya, Muhammad Karli (48) dan Ny Sulastri (47).

Keduanya datang dari Blitar untuk menjenguk anaknya lantaran dihubungi melalui ponsel sejak Selasa, 24 Juli 2018, tapi tidak bisa dan tak diangkat.

“Di telpon tak bisa, di SMS juga tidak dibalas,” aku Karli, di lokasi kejadian, Rabu, 25 Juli 2018.

Karena dihubungi tak bisa, kedua orang tua Angga, Karli dan Sulastri memutuskan ke Surabaya dengan tujuan menemui anaknya.

Begitu tiba di rumah kos anaknya, kedua orangtuannya tidak bisa masuk karena kamar dikunci.

“Saya intip kamar anak saya, ternyata anak saya gantung diri,” ucap Karli sedih.

Karli menjelaskan, anaknya itu rencananya akan melangsungkan pernikahan pada 26 Agustus 2018 nanti.

Dijadwalkan mau ada acara ke KUA di Blitar untuk proses pernikahan, Senin 30 Juli 2018.

Karli dan istrinya, Sulastri merasa sedih dengan kepergian anak pertamanya dengan cara gantung diri.

Almarhum anaknya dinilai merupakan anak yang baik, meski pendiam.

“Dia (almahum) anak kesayangan saya,” jelas Karli.

Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Unit Reskrim Polsek Tambaksari sudah melakukan olah TKP.

Di kamar kos korban, polisi tidak menemukan benda mencurigakan atau pesan terakhir yang ditulis.

Hanya saja, polisi mengemankan ponsel milik korban yang berada di kamar sebagai barang bukti guna bahan penyidikan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Briptu TE (23), anggota Brimob, diduga bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Ia ditemukan tewas di atas kasur di kamar rumah kerabatnya berinisial Ud, di Jalan Belimbing 1, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa, 17 Juli 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.

Selama ini TE tinggal di asrama di Markas Brimob di Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.

Tewasnya TE diketahui saat terdengar dua kali suara letusan senjata api dari rumah Ud. Saat itu, TE sedang main ke rumah Ud.

Ud, yang saat kejadian sedang salat Magrib, langsung melakukan pengecekan usai salat. Ia mendapati TE, yang mengenakan pakaian serba hitam, tewas dengan luka tembak di kepala di atas kasur di kamar rumahnya.

Saat itu TE masih memegang senjata api yang digunakannya untuk bunuh diri di tangan kanannya. Yustaf, warga sekitar mengatakan, saat kejadian Ud sedang salat Magrib di rumahnya.

“Sementara di dalam rumah juga ada korban yang sedang main ke rumah Pak Ud. Ia memang sering main ke sana dan sudah dianggap keluarga sendiri,” jelas Yustaf.

Saat itulah, katanya, terdengar ada suara keras seperti letusan petasan sebanyak dua kali.

“Dari keterangan Pak Ud, saat mendengar suara itu sewaktu sedang salat, ia berpikir karena asbes rumahnya jatuh. Setelah selesai salat Magrib, Pak Ud mau melihat asal suara tadi. Ternyata kata dia bukan karena asbes rumah jatuh, tetapi korban sudah tergeletak di kamar bersimbah darah, dengan luka tembak di kepala,” paparnya.

Ud akhirnya berteriak hingga peristiwa ini terlaporkan ke polisi dan Mako Brimob. Tak lama, sejumlah anggota polisi yang juga berpakaian sipil memenuhi lokasi kejadian. Sekitar pukul 19.30, jenasah Briptu TE akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Pacar korban juga sempat datang semalam sewaktu jenazah dibawa. Sepanjang Jalan Belimbing 1, dijaga ketat setelah kejadian itu sampai kini,” kata Yustaf.

Beberapa wartawan dan warga yang mendekat ke lokasi kejadian juga diusir petugas. Belum ada keterangan dari kepolisian terkait peristiwa ini. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro belum merespons panggilan dan pesan saat dikonfirmasi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Solikhin (46) ditemukan meninggal di dalam mobil di parkiran Sekolah Islam At-Taqwa, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Diduga Solikhin meninggal akibat serangan jantung.

“Diduga mengalami serangan jantung,” kata Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi saat dimintai konfirmasi, Senin, 16 Juli 2018.

Sukadi mengatakan Solikhin bekerja sebagai sopir salah satu murid di sekolah tersebut. Jenazah Solikhin ditemukan sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB oleh majikannya, Apriliani.

Sukadi menjelaskan awalnya Apriliani mengira Solikhin hanya tertidur di mobil. Namun, ketika hendak dibangunkan, Solikhin tidak kunjung bangun.

“Apriliani selanjutnya meminta tolong ke satpam sekolah untuk mengecek kondisi korban dan diketahui denyut nadinya sudah tidak ada atau meninggal dunia,” jelas Sukadi.

Polisi pun langsung membawa jenazah ke Rumah Sakit Persahabatan. Sukadi menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan majikannya, Solikhin memang mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Memang ada riwayat sakit jantung (berdasarkan) informasi dari keluarga. Dia itu sopir, setiap hari nganter anak majikannya ke sekolah itu,” imbuhnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarbaru – Terjawab penyebab kematian Basir (41). Pelakunya enam orang, dua orang sudah dibekuk polisi. Sedangkan sisanya masih dalam pengejaran dan identitas sudah dikantongi.

Antara pelaku dan korban saling mengenal, awalnya mereka minuman keras Gaduk 90 persen campur suplemen energi.

Basir ditemukan sudah dalam kondisi meninggal bersimbah darah di Jalan Sudirman, antara Minggu raya dan samping Galeri Dekranasda Pemko Banjarbaru, tak jauh dari Lapangan Murjani, Rabu, 11 Juli 2018 sekitar pukul 02.30 Wita.

Korban memang seorang juru parkir dan pedagang parfum keliling, pada tas milik korban ada sejumlah parfum. Basir warga Jalan mendawai baru RT 9 RE 7 Desa Palangka Kecamatan Jekanraya.

“Dari enam pelaku sementara baru dua pelaku yang sudah kita amankan.

Masih pengembangan terhadap otak pelaku yang saat itu bawa senjata tajam. Mereka semua itu berteman, awalnya minum-minuman keras alkohol 90 persen di sekitar Minggu Raya lalu cekcok.

Korban lalu dikeroyok. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan,” kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, Kamis, 12 Juli 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purwakarta – Mayat wanita lanjut usia ditemukan di dalam kamar di rumahnya di Desa Lebak Anyar, Pasawahan, Purwakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Mayat Nunung Sunengsih (60) tersebut ditemukan dalam kondisi telah menghitam.

Saat Tribun Jabar mendatangi lokasi kejadian, bau busuk masih tercium hingga luar rumah bercat hijau itu.

Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tiga hari.

Jenazah terlihat masih menggunakan daster hijau dan jaket biru. Posisi jenazah tergeletak diatas kasur.

Adanya temuan mayat di desa itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Pasawahan, AKP Sutejo saat ditemui di lokasi penemuan mayat.

Sutejo menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi penemuan mayat Nunung sesaat setelah Jumatan.

“Saat didobrak pintunya ternyata sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Diperkirakan sudah lebih dari dua hari tidak terlihat keluar rumah, tidak ada keluarganya,” kata Sutejo.

Korban pun langsung dibawa ke rumah sakit daerah Bayu Asih untuk dimandikan dan akan langsung di kuburkan atas permintaan pihak keluarganya.

Tidak ada indikasi tanda kekerasan pada tubuh korban saat ditemukan dan diperiksa oleh pihak Satreskrim Polres Purwakarta.

“Informasi dari warga emang sudah sakit-sakitan. Sementara tidak ada indikasi lain, termasuk tanda-tanda kekerasan,” ujarnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kehadiran buah hati bagi pasangan menikah adalah dambaan.

Sebagai orangtua, sepasang suami istri pasti akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

Tak terkecuali dalam urusan perawatan.

Sebagian keluarga rela mengeluarkan banyak biaya demi mendapatkan pengasuh yang bisa merawat baik-baik anak mereka.

Namun, tak semua pengasuh bisa dipercaya.

Banyak kejahatan terhadap anak yang dilakukan oleh pengasuhnya sendiri.

Seperti yang terjadi pada sebuah keluarga di Selangor, Malaysia.

Dilansir dari Asia One, Rabu, 4 Juli 2018, bayi berusia lima bulan dilaporkan menghilang karena diculik.

Pengasuh mengaku bayi malang tersebut diambil oleh seorang pria.

Orangtua si bayi yang bernama Adam Rayqal Mohd Sufi ini pun panik dan segera melaporkan kejadian ini ke kantor polisi setempat.

Kesaksian pengasuh pun diragukan dan polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya Adam ditemukan di Kampung Nakhoda, rumah pengasuh.

Dari hasil penelusuran, Adam ditemukan di sebuah lemari es dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa, 3 Juli 2018 kemarin.

Kepala Kepolisian Selangor, Fadzil Ahmat, menyatakan kasus ini masih diselidiki lebih lanjut sebagai kasus pembunuhan.

“Kami menangkap dua wanita yang diduga terkait kasus ini. Satu di antara mereka bekerja sebagai pengasuh,” ujar Fadzil.

Sementara Menteri Perempuan dan Keluarga, Hannah Yeoh, sudah mengunjungi kamar mayat HKL di mana jenazah Adam terbaring.

Yeoh mengatakan akan melakukan tindakan selanjutnya setelah post mortem selesai.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dilaporkan Hilang Diculik, Bayi 5 Bulan Ditemukan Tewas di Lemari Pendingin. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jombang – Warga Dusun Penanggalan, Desa Dukuh Dimoro, Kecamatan Mojokerto, Jombang dikagetkan dengan temuan jasad seorang pria Sabtu 30 Juni 2018.

Saat ditemukan terdapat luka tusuk di bagian leher pria dengan tubuh penuh tato tersebut. Sementara itu dugaan kuat korban tewas akibat dibunuh.

“Tidak ada identitas pada tubuh korban,” kata Kapolsek Mojo Agung Kompol Khoirudin.

Sementara itu jasad korban yang ditemukan hanya mengenakan celana pendek dan tidur dalam posisi miring itu telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna diautopsi.

“Jasad korban kita bawa ke RSUD Jombang guna autopsi,” ucapnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kebumen – Seorang anak di Kebumen, Jawa Tengah tewas tenggelam di sungai. Korban terpeleset saat hendak mengambil celana milik adiknya.

Korban bernama Maziatul Fuadah (10) warga RT 04/ RW 03, Desa Sugihwaras, Kecamatan Adimulyo.

Maziatul tenggelam di Sungai Telomoyo yang tak jauh dari rumahnya. Petugas yang melakukan pencarian menemukan korban tak jauh dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah dapat laporan, petugas yang dibantu warga langsung melakukan pencarian dengan menyisiri sungai. Akhirnya korban dapat ditemukan. Namun sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto ketika dihubungi detikcom Sabtu, 30 Juni 2018.

Sebelum tenggelam, korban bersama adiknya Hasanudin (3) bermain di tepi sungai tersebut. Saat bermain itu lah tiba-tiba celana sang adik jatuh ke dalam sungai sehingga korban berusaha meraihnya dari tepi.

“Namun justru korban terpeleset dan jatuh ke sungai dan akhirnya tenggelam”, lanjut Heri.

Mengetahui kakaknya terjatuh ke dalam sungai, Hasanudin kemudian langsung berlari memanggil ibunya. Tak lama kemudian petugas datang dan bersama warga melakukan pencarian korban.

Setelah berhasil ditemukan, korban kemudian mendapatkan pemeriksaan medis dari petugas polsek dan Puskesmas Adimulyo. Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, jenazah kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tuban – Warga di pinggir Pantai Tuban geger. Ini setelah warga menemukan potongan kaki manusia, bagian kiri di pinggir pantai, yang berada di Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tunban, Kamis, 28 Juni 2018 malam.

Petugas kepolisian yang mendapat informasi dari warga langsung mendatangi lokasi, guna memastikan kebenarannya.

Kapolsek Jenu AKP Elis Suendayati mengatakan, penemuan potongan kaki manusia tersebut memang benar adanya, awalnya ditemukan warga setempat lalu dilaporkan ke polisi.

Berdasarkan laporan dari warga, temuan potongan kaki tersebut sekira pukul 17.30 WIB.

“Kami datangi lokasi untuk memastikan potongan kaki tersebut, dan memang benar ada. Warga juga sempat geger melihatnya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 29 Juni 2018.

Mantan Kasubbag Humas Polres Tuban itu menambahkan, petugas kepolisian Polres Tuban yang mendatangi lokasi langsung melakukan olah TKP.

Kemudian potongan kaki itu dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Abu Vulkanik Gunung Agung Menyembur, Semua Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bali Dibatalkan

“Diidentifikasi potongan kaki tersebut, untuk mengetahui siapa pemiliknya, nanti yang nangani perkembangannya Satreskrim Polres Tuban,” jelasnya.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu menambahkan, petugas juga menyisir lokasi di sekitar untuk memastikan apakah ada potongan tubuh yang lain atau tidak. Ternyata setelah dilakukan pencarian tidak ada.

“Kita juga sisir di sekitar lokasi setempat, hasilnya tidak ditemukan organ tubuh lainnya. Jadi cuma potongan kaki saja,” tegas Elis. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang anak laki-laki ditemukan meninggal dunia di kolam ikan patin.

Dialah Raihan Andrian (12), jasadnya ditemukan pada Sabtu, 23 Juni 2018 oleh pemilik kolam Sugeng (50) warga Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Kejadian ini bermula diduga saat korban berusaha mengejar balon terbang.

Sampai di kolam ikan milik Sugeng ia terpeleset dan tercebur ke kolam.

Nahas bocah ini pun tersengat arus listrik yang terpasang di sekitar kolam dan akhirnya tewas.

Menurut hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar parah di bagian dada.

Kepala Desa Gondosuli mengatakan jika banyak kabel bersliweran di sekitar kolam.

Pemilik juga sebelumnya telah diperingatkan jika kabel-kabel tersebut bisa membahayakan.

Namun Sugeng disebut mengabaikan peringatan warga.

Tak hanya Andre, Musikah (60) warga sekitar yang berusaha menolong juga ikut menjadi korban kesetrum.

Musikah kemudian dilarikan ke rumah sakit, beruntung ia masih selamat.

Saat ini kasus kematian Andre sedang ditangani oleh Polres Tulungagung. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lamongan – Adenan Maskur (75), warga Desa Centini Kecamatan Laren Lamongan Jawa Timur tewas kesetrum aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di sawah miliknya.

Janan (50) anggota keluarga korban, kejadian terungkap bermula atas kecurigaan terhadap korban yang tidak pulang hingga pagi tadi sejak keberangkatannya pada Senin, 18 Juni 2018 malam.

Tadi malam korban berangkat ke sawah mengecek kabel yang teraliri setrum listrik untuk jebakan tikus di sawah miliknya.

Tidak biasanya, hingga Selasa, 19 Juni 2018 pagi korban tidak juga kelihatan pulang ke rumah.

Ada yang ganjil dan tak biasanya korban tak terlihat salat subuh di rumah.

Salah satu anggota keluarga korban, Janan mencoba mencari tahu keberadaan korban dan mengecek ke sawah.

Bagai disambar petir, saksi mendapati korban tergeletak di pinggir pematang.

Penasaran, saksi mendekati korban dan tidak ada respon sama sekali.

Ternyata, di tangan kiri korban memegang kawat kabel yang teraliri listrik untuk jebakan tikus milik korban sendiri.

Saksi kemudian memutus kabel aliran listrik dan mengevakuasi korban untuk dibawa pulang.

“Bahu kirinya sampai gosong akibat kesetrum listrik,” ungkap Janan.

Kematian korban jelas bukan karena penganiayaan, tapi karena kesalahan korban sendiri.

Pihak keluarga memutuskan korban tidak perlu diotopsi dan langsung dimakamkan setelah pihak petugas memperoleh kepastian dari pihak keluarga korban.

Kematian korban menyisahkan duka mendalam, lantaran kematiannya cukup nahas dan masih dalam suasana Idul Fitri. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Tim Gabungan Sar kembali menemukan satu orang korban Kapal Arista yang tenggelam di perairan Makassar, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengambang di permukaan laut.

“Ditemukan pada posisi 2 mil sebelah timur Barrang Lompo, jaraknya 4 nautical mile dari Pelabuhan Paotere, ditemukan terapung dengan kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Kantor Sar Basarnas Sulawesi Selatan, Amiruddin, pada Sabtu, 16 Juni 2018.

Jelas Amiruddin, sesuai dengan data korban hilang dalam insiden karamnya KLM Arista, identitas jenazah ke-17 ini diketahui bernama Ramla Tahir umur 4 tahun.

Dengan penemuan ini, total tim Sar Gabungan pencarian korban hilang KLM Arista tinggal menyisakan satu orang lagi.

“Identitasnya Ramla Tahir 4 tahun, sehingga sekarang masih dicari 1 orang lagi bernama Rusda 30 tahun,” jelas Amiruddin.

Ditemukannya korban bernama Rahma Tahir ini, berawal dari informasi nelayan sekitar pulau Barrang Lompo yang melihat sesosok jenazah mengambang di permukaan laut.

“Dari masyarakat nelayan mendengarkan dulu (mayat mengambang), namun namanya masyarakat nelayan takut jenazah apalagi jenazah di permukaan air, hingga tim resuce menggunakan kapal mengevakuasi jenazah itu yang memang dekat dengan lokasi,” kata Kepala Basarnas Sulsel, Amiruddin.

Selanjutnya, jenazah Rahma Tahir langsung dievakuasi Tim Sar Gabungan ke Pelabuhan Paotere Makassar, untuk disemayamkan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar, dan menunggu keluarga korban datang mengambilnya.

Hingga kini, dari hasil catatan terakhir Tim Sar Gabungan, total penumpang yang menumpangi KLM Arista, dari Pelabuhan Paotere hendak menuju ke Barrang Lompo, pada Rabu, 13 Juni 2018 yang tenggelam di perairan Makassar, berjumlah 73 orang, dengan rincian 55 orang selamat, 17 meninggal dunia, dan 1 orang lagi bernama Rusda dinyatakan hilang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seekor ular sanca menelan bulat-bulan seorang wanita dewasa di Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Peneliti LIPI punya penjelasan terkait kasus terkait ular jenis Python reticulatus itu.

Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI Amir Hamidy menjelaskan bahwa ular memang memakan mangsanya tanpa mengunyahnya terlebih dahulu. Hanya berbeda antara melumpuhkan mangsa dengan dibelit atau menggunakan bisa.

“Ular nggak ada yang makan-nya dikunyah, nggak dicabik-cabik. Ditelan bulat-bulat. Dan ular piton ini melumpuhkan mangsanya dengan dililit,” kata Amir saat dihubungi detikcom,

Terkait wanita yang ditelan bulat-bulat, menurut Amir rahang bawah ular tak menyatu. Hanya rahang atasnya yang menyatu. Sehingga rahang bawah bisa melebar sejauh kekuatan ototnya.

Amir menjelaskan, ular piton akan melumpuhkan mangsanya dulu sebelum menelannya. Biasanya tulang-tulangnya mangsanya akan dibuat remuk karena ototnya sangat kuat.

Ditanya soal berapa lama jasad manusia berada di dalam tubuh ular, Amir menjawab sekitar 4 hari hingga seminggu.

“Di lambung ular itu asamnya sangat kuat sekali. Namun prosesnya lebih dari 1-2 hari. Semingguan lah baru bisa terurai. Itu setelah makan itu bisa sebulan nggak makan-makan lagi,” tutur Amir.

Jasad wanita bernama Wa Tiba, berusia 54 tahun, ditemukan di dalam tubuh ular pada Jumat, 15 Juni 2018 pagi. Sebelumnya dia dilaporkan hilang pada Kamis, 14 Juni 2018.

Keluarga lalu melapor ke polisi dan akhirnya dilakukan pencarian pada pagi tadi pukul 09.00 WIB. Setelah ditelusuri, warga mendapatkan seekor ular sanca yang terlihat tak mampu bergerak. Warga kemudian curiga ular tersebut menelan Wa Tiba. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Mayat seorang wanita yang berusia sekitar 20 tahun ditemukan di samping Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ampera, jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat.

Mayat tersebut ditemukan pada Rabu, 6 Juni 2018 dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB terbungkus kardus di atas sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BK 5875 ABM.

Mayat wanita tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang penjual martabak.

Pada saat melewati lokasi, dia dan temannya melihat sebuah sepeda motor mesinnya mati, tetapi lampunya menyala.

Mereka kemudian curiga pada kardus yang ada di atas motor.

Mereka berusaha mencari pemilik sepeda motor tersebut tetapi tak menemukannya.

Tak lama kemudian, Reskrim Polsek Medan Barat yang dipanggil datang ke lokasi lalu membuka kardus itu.

Setelah dibuka, polisi melihat adanya tangan dan kaki manusia yang seperti terlipat.

Ketika bungkusan tas dibuka, mayat tanpa identitas itu mengenakan tank top hitam dan celana dalam merah maroon.

“Dugaan kita sementara mayat ini korban pembunuhan. Karena di leher korban ada luka tusukan benda tajam serta di tangan kiri mengalami luka cobel seperti akibat benda tajam,” kata Kabid Humas Polda Humut AKBP Tatan Dirsan Artmaja.

Mayat wanita tersebut kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi.

Kasus tersebut kini dalam penyelidikan polisi, polisi juga masih mencari identitas korban. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kabupaten Bandung – Kegiatan Mancing Mania dalam rangka HUT Kodam III Siliwangi yang diikuti puluhan ribu orang geger. Salahseorang warga yang tengah memancing, kailnya tersangkut pada sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di aliran Sungai Citarum, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Ahad, 3 Juni 2018.

Dari infomasi Ahad, 3 juni 2018 mayat itu ditemukan sekitar Pukul 07.30 WIB tidak jauh dari panggung acara.

Salah satu pemancing, Deden (34) mengatakan lokasi penemuan mayat itu tidak jauh dari panggung acara. “Mayat laki-laki, lokasi penemuannya diseberang sana, tersangkut kail pemancing. Langsung dibawa ke sini menggunakan perahu anggota TNI dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh polisi,” kata Deden di lokasi memancing.

Lokasi penemuan mayat itu tepat berada di sektor III B atau Kelurahan Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. “Mayat ditemukan di sektor B III, terkait kail pancing warga yang sedang mancing,” kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan di lokasi kejadian.

Indra mengungkapkan mayat itu diperkirakan berumur 30-40 tahun. Ciri-cirinya menggunakan baju putih dan celana training berwarna biru. “Tidak ada identitas (tanda pengenal) di tubuh korban,” ungkapnya.

Mancing Mania di Sungai Citarum

Meski sempat ada insiden temuan mayat, kegiatan memancing yang diikuti puluhan ribu orang di aliran Sungai Citarum tetap dilaksanakan.

Hari itu puluhan ribu orang menggelar tikar dan duduk berjajar ditepi Sungai Citarum.

Untuk melindungi sengatan matahari, para pemancing mendirikan tenda dari terpal plastik dan payung yang dikaitkan ke sebilah bambu. Meski cuaca panas para pemancing tetap semangat mengayunkan jorannya dan melemparkan umpan ke aliran sungai.

Ada pemandangan menarik saat para pemancing melempar umpan, ada kail yang menyangkut sampah ada juga yang menyangkut ke sandal bekas. Meski demikian, banyak juga umpan yang dimakan ikan. Ikan yang didapat para pemancing bermacam-macam, bobotnya bisa mencapai 5 kilogram.

Salah satu warga Margahayu, Diwan (30) mengaku senang bisa mengikuti acara ini. “Senang bisa memancing di Citarum, sambil ngabuburit,” katanya di lokasi memancing.

Para pemancing ini, merebutkan total hadiah total Rp 200 juta dan macam-macam doorprize seperti 1 tiket umroh, 45 sepeda gunung, 6 sepeda motor dan satu ekor sapi.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengatakan sekitar 72.439 orang turut serta dalam kegiatan ini. Selain itu, 20 ton ikan beragam jenis dari mulai ikan mas, ikan lele, nila, patin dan lainnya di masukan ke Sungai Citarum untuk dipancing para peserta.

“Mancing mania ini diselenggarakan di aliran Sungai Citarum sepanjang 7 km dari Kecamatan Margahayu sampai Kecamatan Katapang,” katanya di Podium Gebyar Mancing Mania.

Harto mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini yaitu ingin mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menjadikan sungai sebagai tempat berekreasi, menghibur diri dan mencintai air sebagai sumber kehidupan.

“Kita tahu tiga bulan yang lalu bagaimana kondisi Sungai Citarum yang sangat luar biasa, sampah dimana-mana dan dicap sebagai sungai terjorok dan terkotor di dunia,” ungkapnya.

Dengan kegiatan itu, ia ingin membuktikan kepada dunia, bahwa masyarakat Jabar mampu dengan waktu yang singkat bekerjasama dengan TNI untuk membersihkan Citarum.

“Dengan kemauan dan kerja keras bersama, hari ini kita tunjukan, Sungai Citarum bisa dipancing kembali, dengan kita hentikan para pembuangan limbah industri membuang limbah seenaknya. Langkah-langkah upaya hukum tetap berjalan oleh Polda Jabar, kita prajurit di lapangan mengurangi dampak dari pembuangan limbah dengan melakukan pengecoran,” ujarnya.

“Insya Allah kalau ini baik akan menjadi even tahunan. Bukan hanya itu, saya yakin setelah kegiatan ini, ini akan menjadi daerah salah satu pelampiasan masyarakat yang ingin mancing dan bersantai,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Jenazah seorang perempuan muda ditemukan tewas di kamar mandi Gereja Sidang Rohkudus Indonesia (GSRI) di Dusun XII Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis, 31 Mei 2018.

Jasad perempuan yang berlumuran darah itu bernama Rosalia Cici Maretini Siahaan, berusia 21 tahun.

Berikut fakta-faktanya

1. Luka di bagian kepala, Celana melorot dan ditemukan cairan sperma

Jasad Rosalia Siahaan ditemukan polisi dengan kondisi luka berdarah di bagian kepala belakang.

Pakaian penutup tubuh bagian bawahnya melorot ke bagian kaki.

Di bagian sensitifnya ditemukan cairan sperma

Dalam penyelidikan sementara, Rosalia diduga korban pembunuhan.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam dengan nomor polisi BK 4440 SAA.

Selain itu 1 unit helm, sebatang kayu palu, sebilah pisau, dan pakaian korban.
Korban mengalami luka robek pada leher akibat benda tajam. Di alat kelamin korban terdapat sperma pelaku, kepala bagian belakang luka.

“Soal cairan sperma yang ditemukan di alat kelamin korban, hingga saat ini masih dalam penyelidikan, siapa si pemilik cairan sperma tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

2. Korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan

Kapolres Eddy Suryantha Tarigan mengatakan, jasad Rosalia Siahaan telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

“Kalau korbannya sudah kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk proses otopsi. Sementara gitu dulu lah ya,” ucapnya.

3. Tangisan keluarga korban

Tangis pilu keluarga korban pembunuhan Rosalia Cici Maretini Siahaan (21) memenuhi kantor Polsek Tanjung Morawa, Kamis, 31 Mei 2018.

Adik korban, yakni Nurcahaya Siahaan tidak henti-hentinya menjerit.

“Enggak ada lagi kawanku curhat. Kau bilang, aku enggak boleh pergi jauh-jauh Lia (sapaan akrab korban). Tapi sekarang kaunya yang pergi jauh. Aku ikut samamu Lia,” ucapnya berulang-ulang.

Karena suaranya terdengar cukup keras, seorang personel polisi berusaha menenangkannya.

“Udah diamlah kau. Sabar… Dapat kami pelakunya itu,” ucap seorang personel polisi.

Ucapan polisi itu pun tidak membuatnya tenang. Ia terus-terusan menangis dan membuat perhatian banyak orang yang datang ke Polsek.

“Dapat pun dia (pelaku), enggak mengembalikan nyawanya. Ikutlah aku Lia samamu….,” kata Nurcahaya.

Sementara itu, kakak kandung korban, Ardi Imanuel Siahaan (23) menceritakan kisah kepergian adiknya menjumpai seorang pendeta.

” Ia tadi pagi sempat dia pamit sama mamak di rumah. Katanya dia mau jumpain pendeta di gereja. Adikku ini orangnya baik kali bang. Aku anak pertama dan dia anak kedua dua,”ujar Ardi Imanuel Siahaan.

Ia menyebut tau adiknya itu tewas dibunuh setelah mendapat kabar dari saudaranya yang juga tinggal di Tanjungmorawa.

Disebut kalau ia dan orangtuanya tinggal di Jl Selamat, Simpang Limun, Medan.

“Aku tadi lagi kerjanya sebenarnya. Itulah dikabari sama saudara dari sini, dibilangnya adikku ini sudah meninggal. Cepat-cepat aku pulang ke rumah. Awalnya sempat gak percaya tapi setelah kami coba hubungi berulang-ulang nomor teleponnya gak diangkat-angkat,”ucap Ardi.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa adiknya itu datang ke Gereja. Disebut terkadang adiknya itu juga tinggal di Gereja tersebut.

“Kalau aku gak kenal sama pendeta yang ingin dia temui itu. Tapi kalau adikku kenal,”katanya.

Kabarnya, sang pendeta tersebut disebut-sebut sebagai bapak angkatnya Rosalia Siahaan.

4. Rosalia bersama seorang Pendeta bermarga Sembiring

Warga yang tinggal di sekitar gereja menceritakan, sebelumnya Rosalia Siahaan di dalam gereja bersama seorang pendeta yang mereka kenal bermarga Sembiring.

Cerita warga, sebelum korban ditemukan tewas sempat terdengar suara jeritan minta tolong.

“Kami duduk-duduk di teras ini jadi sempat dengar suara jeritan. Tapi itulah kami tanya suara apa itu, dibilang pendeta itu enggak adanya itu, cuma suara kucingnya itu. Kalau korban itu dia jemaat gereja ini,” ucap ibu Boru Sitanggang yang juga dibenarkan oleh warga lainnya, si Zebua.

5. Pendeta Sembiring beranjak pergi

Menurut Ibu Sitanggang, tak lama setelah menjawab pertanyaan mereka itu si Pendeta pun beranjak keluar gereja dan langsung pergi menaiki sepeda motornya.

6. Korban ditemukan oleh Tetti Silaban

Karena penasaran, warga bernama Tetti Boru Silaban berusaha melompat pagar untuk memastikan apa yang terjadi di dalam komplek gereja.

Di kamar mandi Rosalia sudah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

“Jadi curiga juga dia (Tetti), baru dilihatnyalah ke dalam. Engak lama, menjerit dia.”

“Kami dengar, dan dibilangnya sudah mati. Saat itulah kami ikut melihat, cuma dari jauh saja.”

“Enggak berani dekat-dekat kepalanya itu kami lihat sudah berdarah,” kata Boru Sitanggang.

7. Kapolres turun ke lokasi

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Ia datang melakukan pengecekan di dampingi Kasat Reskrim Polres, AKP Ruzi Gusman dan AKP Budiono.

Saat itu pintu gerbang gereja tampak dijaga ketat oleh petugas kepolisian.Gereja sudah tampak dikelilingi dengan garis polisi.

“Saya belum bisa komentar dulu lah. Saat ini masih kita periksa saksi-saksi. Belum tahu kita siapa pelakunya. Korban tewas di dalam kamar mandi dengan luka dibagian kepalanya,”ucap Eddy. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan seorang kuli bangunan Bambang ditemukan meninggal dunia di sebuah Ruko di Kelapa Dua, Tangerang, Rabu, 30 Mei 2018 pagi.

“Ya pagi tadi ada penemuan mayat yang belakangan diketahui bernama Bambang di lantai 3 Ruko Agricola, Desa Curugsangereng, Kelapa Dua. Korban ditemukan anaknya Dadang jam 06:00 WIB,” katanya di Jakarta.

Ia menjelaskan dari keterangan saksi, pada hari Selasa 29 Mei 2018, pukul 19.00 WIB, korban sehabis kerja langsung tidur.

“Rabu tadi, subuh sekitar pukul 03.00 WIB, korban teriak-teriak mengeluh sakit perut, lalu saksi Dadang, anak korban, membantunya dengan cara menggosokkan Balsem ke perut korban dan setelah itu saksi menyelimuti korban karena korban mengeluh kedinginan,” jelasnya.

Saksi Dadang juga menerangkan bahwa pada saat ia menggosokkan Balsem ke perut korban, korban mengutarakan niatnya untuk pulang kampung. Selanjutnya sehabis bicara, korban dan saksi lanjut tidur.

“Kira-kira pukul 06.00 WIB, saksi bangun dan melihat korban telah kaku karena meninggal.

Hasil pengecekan TKP dan keadaan tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda luka bekas penganiayaan dan kematian korban adalah akibat penyakit yang dialaminya,” tandasnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang siswi SMK kelas XII ditemukan tewas mengenaskan di kamar kosnya.

Pelajar berinisial KS (20) ditemukan tergeletak tak bernyawa pada Ahad, 27 Mei 2018 sekira pukul 09.00 WITA.

Perempuan ini tewas pertama kali diketahui oleh kekasihnya KP (23), ia terbaring di atas tempat tidur dengan gumpalan darah di atas spreinya.

Selain itu ditemukan pula sebuah pil penggugur kandungan di lokasi kejadian.

Sebelumnya usai kelulusan ia sempat pulang ke rumahnya.

Namun pada Sabtu, 26 Mei 2018 ia pamit kepada orang tuanya untuk pergi perpisahan bersama teman sekolahnya.

Keesokan harinya ia ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya.

Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada menduga korban tewas akibat meminum pil penggugur kandungan.

Korban diketahui dalam kondisi hamil, diduga ia nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran malu dan takut dimarahi oleh orangtuanya.

Pihak kepolisian telah mengamankan kekasih korban KP untuk dimintai keterangan.

Jenazah saat ini telah dibawa ke RSUD Buleleng untuk menjalani pemeriksaan autopsi.

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Semarang – Seorang pria ditemukan tak bernyawa pada Sabtu 26 Mei 2018 tergeletak di sekitar Banjir Kanal, Pusponjolo Timur Raya, Semarang.

Tak seperti orang yang sudah meninggal, mayat tersebut tampak seperti sedang tidur di tepi jalan.

Pria tersebut mengenakan kaus merah dan celana pendek putih.

Hal tersebut ditegaskan oleh ketua RT setempat, Lilik Sugianto yang menjelaskan jika warga melihat pria itu tertidur.

Lantaran hari semakin siang dan cuaca panas, pria tak dikenal itu dibangunkan agar berpindah tidur di tempat yang lebih teduh.

Saat dibangunkan, pria ini menolak, ia hanya menangis dan nafasnya terdengar berat.

Ia kemudian berbaring lagi, namun tak sampai sepuluh menit ketika dibangunkan kembali, pria tersebut sudah tak bernyawa.

Lilik mengaku tak mengenalinya, dan ia memastikan jika pria tersebut bukanlah warganya.

“Dari kemarin memang tidur di sekitar sini. Kalau ndak di tepi jalan ya di depan ruko,” tambah Lilik.

Inafis Polrestabes Semarang telah melakukan identifikasi mayat ke RSUP dr Kariadi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purwakarta – Dua balita ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang tengah terparkir di halaman sebuah kontrakan di Kampung Wanasari, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta, Selasa, 22 Mei 2018 siang.

Kedua balita tersebut diketahui bernama Muhammad Jibal Alif (4) dan Intan Nur Aini (2,5).

Anak-anak itu ditemukan oleh ayah Jibal, Herdiana (32) telah terbujur kaku di kursi depan sebelah kiri di dalam mobilnya.

Hal itu disampaikan ayah Intan, Solihin (43), saat ditemui tidak jauh dari tempat kejadian, seusai melakukan salat jenazah putrinya.

“Yang awalnya tahu itu bapaknya Jibal, sebelumnya sempat mencari anak-anak, terus ketemu di dalam mobil itu, sudah kaku,” kata Solihin.

Menurut Solihin, anak keempatnya itu memang sering bermain dengan Jibal di depan kontrakan orangtuanya.

Ia pun mengaku pasrah akan meninggalnya putri bungsunya yang baru berusia 2 tahun itu.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kanit IV Satreskrim Polres Purwakarta, Iptu Budi Suheri membenarkan adanya kejadian tersebut.

Pihaknya yang mengecek dan mengolah TKP menemukan kedua balita tersebut telah terkunci di dalam mobil selama dua jam.

“Diduga kedua korban bermain dan masuk ke dalam mobil lalu tidak bisa membuka pintu untuk keluar. Diduga kedua korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen,” katanya saat ditemui di Mapolres Purwakarta.

Diketahui, menurut keterangan saksi yang diterimanya, kedua korban bermain di depan kontrakan tersebut sekitar pukul 12.30 WIB.

Namun, menjelang sore, kedua orang tua korban mencari anak-anak itu karena tidak ada di tempat bermainnya.

Setelah dicari hingga ke sekitar kontrakan, keduanya ditemukan tewas berada di dalam mobil Karimun biru bernopol B 8418 PZ itu.

“Bapaknya sedang tidur saat itu dan ibunya sedang mengasuh, yang kebetulan baru melahirkan anak kembar. Tidak terkontrol anaknya itu masuk ke dalam mobil,” ucap Budi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kediri – Semakin terang identitas jasad perempuan yang ditemukan dengan kaki nongol di area pemakaman umum Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Polisi memastikan yang bersangkutan merupakan warga Sidoarjo.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan memastikan jasad itu adalah Sunarti, usia 39 tahun. Sesuai KTP, Sunarti tercatat sebagai warga Perum Kepuh Permai Blok K, Kelurahan Kepuh Permai, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

“Korban diketahui bernama Sunarti, dengan alamat sesuai KTP di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat, 18 Mei 2018.

Namun orang tua Sunarti beralamatkan di Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Begitu tahu putrinya meninggal secara tak wajar, sang ibu, Simah mengaku terpukul.

Akan tetapi tak ada firasat buruk yang dirasakan Simah terkait insiden nahas yang dialami putri bungsunya itu.

Wanita berusia 75 tahun itu mengaku terakhir berjumpa dengan almarhum Sunarti sekitar dua minggu silam. Saat itu Sunarti bersama suami dan kedua putrinya tengah menghadiri acara pernikahan keluarga di Kediri.

Saat perjumpaan itu, Simah juga tak melihat ada yang aneh pada diri Sunarti. Wanita ini juga tidak tampak sedang ada masalah.

“Tak ada tanda-tanda aneh pada Sunarti. Biasa aja semuanya,” jelas Simah.

Rencananya setelah diidentifikasi, jenazah Sunarti akan dimakamkan di pemakaman desa orang tuanya di Desa Mranggren, Kecamatan Purwoasri.

Saat ini pihak keluarga tengah berkumpul untuk menunggu kedatangan jenazah Sunarti usai diautopsi oleh RS Bhayangkara Kediri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – AG (18), korban selamat setelah minuman keras (miras) oplosan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengaku menyesal mengkonsumsi miras oplosan.

“Saya kapok, ini perdana saya mendaki, perdana minum miras, akibatnya kami menderita dan teman kami satu orang meninggal,” kata AG kepada Tribun Jabar, Senin, 30 April 2018.

AG bersama tiga orang temannya menuju tempat pendakian pada Sabtu, 28 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB. Kepergian AG bersama temannya tanpa sepengetahuan ibu AG.

AG dan temannya pergi menuju Apotek untuk membeli empat botol alkohol 70 persen dan mencampurnya dengan minuman suplemen.

“Saya enggak mengerti kenapa dicampur, yang paham hanya teman saya. Setelah dicampur, kami meminum mulai dari rumah Kinoy, seorang teman saya yang selamat,” kata AG.

AG empat kali menenggak miras oplosan itu. Setelah itu, AG merasakan panas di bagian tenggorokan.

Dalam perjalanan menuju tempat perkemahan, AG sudah merasakan pusing dan mencoba menolak tawaran dari temannya yang akhirnya meninggal akibat terlalu berlebihan meminum miras oplosan.

Keempat pria tersebut hanya berjalan kaki menuju tempat perkemahan. Butuh waktu sekira 1,5 jam berjalan kaki menuju puncak pendakian.

Kondisi fisik keempat pria tersebut semakin parah karena saat pendakian, mereka belum makan dan tidak membawa perbekalan makanan maupun perlengkapan kemah.

Tidak ada rencana keempat laki-laki ini untuk menginap. Mereka merencanakan perjalanan tersebut di pagi hari pukul 07.00 WIB, dan tujuan ke puncak adalah pemandangan menunggu matahari tenggelam. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Larantuka – Teresia Angelina Bota Tobin atau Jeny Tobin, remaja putri asal Desa Adabang Titehena Flores Timur tenggelam, Ahad, 29 April 2018.

Ternyata gadis 12 tahun yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini tenggelam karena hal yang sepele.

Ia berenang menggunakan pelampung jeriken, tapi ternyata jerikennya tidak ada penutup.

Akibatnya, air masuk ke dalam jeriken, jeriken tenggelam dan Jeny pun ikut tenggelam.

Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho kepada Pos Kupang, Senin, 30 April 2018 mengatakan korban pergi mandi di Pantai Watuwulu Desa Adabang bersama dua sahabatnya Sintia Riberu (11) dan Ranti Tukang (11) Ahad, 29 April 2018..

Korban semula berenang di tepian menggunakan jeriken berukuran 5 liter. Keasyikan berenang korban menuju ke tempat yang lebih dalam.

Melihat korban tenggelam, Sintia dan Ranti teriak meminta pertolongan.

Teriakan kedua teman korban didengar oleh Simon Petrus Klafer Teluma (18).

Simon yang sedang memancing di sekitar lokasi langsung berenang dan menarik korban dari dasar laut dengan kedalaman sekitar 5 meter.

Setelah Simon menarik korban ke darat, ia melarikan korban ke Puskesmas Lato. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

“Di Puskesmas Lato, korban sempat mendapat pertolongan dari dokter. Namun nyawanya tak terselamatkan,” kata Kapolres Arri. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Borong – Bayi yang dilahirkan R (20), ibu rumah tanggal asal Desa Arus, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur dilahirkan dengan organ tubuh utuh dan lengkap.

Bayi yang lahir tanggal 25 April 2018 itu berjenis kelamin laki-laki.

Sang ibu melahirkan bayinya di kamar mandi dan setelah lahir, bayi itu dicekik dengan tangan.

“Bayi itu sempat menangis lalu R mengikat leher bayi menggunakan celana dalam sampai akhirnya meninggal.

R lalu mengguburkan bayi itu di belakang kamar mandi rumahnya. Karena lubangnya tidak dalam, akhirnya digaruk anjing lalu sebagian organ tubuhnya sudah dimakan anjing saat ditemukan saksi bernama Wihelmina,” papar Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Wira Yudha kepada Pos-Kupang.Com di Ruteng, Sabtu, 28 April 2018 siang.

Ia menjelaskan, beruntung ada organ tubuhnya tidak sempat dimakan karena ada saksi yang melihat anjing menggigit sesuatu di mulutnya.

“Ada saksi yang melihat anjing menggigit sesuatu sehingga ia mendekat ternyata ada organ tubuh manusia sehingga ia memanggil warga,” ujar Kasat Wira. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kompol Mustakim, Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, mengatakan, pihaknya masih terus berupaya mencari tahu identitas sesosok wanita berusia sekitar 72 tahun, yang diduga nekat bunuh diri.

Wanita tua itu melompat dari lantai 27, di Apartemen Laguna, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu, 15 April 2018.

“Masih dicari tahu. Belum dapat identitasnya. Apakah warga di sana atau bukan (Apartemen Laguna), masih kami cari tahu juga,” kata Mustakim seperti yang dilangsir dari Warta Kota.

Mustakim menerangkan, pihaknya pun sudah meminta keterangan penghuni setempat, soal kenal atau tidaknya penghuni terhadap wanita beruban tersebut.

“Wanita itu jatuh di balkon lantai 3, yang di unit apartemen milik Pak Puji. Sampai saat ini juga kami terus minta keterangan penghuni sekitar terkait apakah wanita itu penghuni apartemen atau bukan. Kebanyakan warga tak mengenali wanita tua itu. Maka itu, kami cari tahu dulu ya soal identitasnya,” jelas Mustakim. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pasuruan – Ibu dan anak tewas mengenaskan setelah tercebur Danau Ranu, Grati, Pasuruan, Jumat, 6 April 2018 pagi.

Mereka adalah Siti Khotimah (21) dan Rafa (2) warga setempat.

Keduanya meregang nyawa karena tidak bisa berenang dan tenggelam di dalam Danau Ranu Grati.

Informasi yang didapatkan, kejadian itu bermula saat Siti Khotimah ini menuju ke Danau Ranu untuk mencuci baju. Bagi masyarakat setempat, mencuci baju di Ranu ini adalah hal yang wajar dan sudah biasa.

“Warga di sini, kalau mencuci baju ya di ranu ini,” kata Sulasno.

Dia menjelaskan, jarak rumah korban dan ranu ini hanya 200 meter. Hampir dua hari sekali, Siti, begitu ia menyapanya, selalu ke ranu untuk mencuci baju.

Pagi ini, Siti mengajak anaknya ke ranu untuk mencuci baju.

“Dia mencuci baju, anaknya dibiarkan bermain air di ranu,” tambah Sulasno.

Sulasno mengutarakan, tak lama, anaknya ini tercebur ke danau ranu. Siti sempat berteriak meminta pertolongan. Namun, teriakan Siti tidak mendapatkan respon dari masyarakat.

Akhirnya, Siti pun memutuskan untuk masuk ke dalam danau ranu menyelamatkan anaknya.

Namun, Dikatakan Sulasno, Siti ini juga tidak bisa berenang. Dia masuk ke ranu justru ikut tenggelam bersama anaknya.

Jenazah keduanya ditemukan orang mencari burung dengan posisi berpelukan.

“Keduanya tewas karena tenggelam. Siti yang berniat menolong anaknya justru ikut tenggelam karena dia tidak bisa berenang,” ungkap dia.

Setelah ditemukan, warga langsung melapor ke polisi. Tak lama, polisi mendatangi lokasi dan mengevakuasi keduanya.

Jenazah ibu dan anak ini sempat dibawa ke RS Grati sebelum akhirnya, dimakamkan di rumahnya

Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus meninggalnya ibu dan anak.

Kendati demikian, ia menyebut, dari 10 saksi yang sudah diperiksa menyebutkan sebelum ditemukan mengapung di danau ranu, keduanya sempat mencuci baju.

“Kami akan menyelidikinya. Yang jelas, sebelum ditemukan meninggal, keduanya terlihat sedang mencuci baju. Kami tidak berspekulasi, kami akan memeriksanya,” pungkas dia. (***)

sumber: surya.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Marabahan – Sempat beridentitas tidak jelas, terhadap sesosok jenazah perempuan yang ditemukan hanya mengenakan celana pendek dan BH .

BACA: GEGER!! Ditemukan Mayat Perempuan dengan Kondisi Setengah Bugil dan Luka di Wajah

Kini perempuan yang ditemukan di Jalan Gubernur Syarkawi Desa Trantang Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, Sabtu, 31 Maret 2018 pagi, menemui titik terang.

Informasi diperoleh dari sejumlah relawan yang turut membantu pencarian identitas korban, diduga perempuan tersebut bernama Ida.

Sabran, relawan Banjarmasin mengatakan informasi itu semula pihaknya terima setelah menghubungi nomor telepon rekan korban melalui ponselnya.

“Iya kebetulan handphone korban ada di sakunya. Nah, saat kami coba nyalakan dengan memasukkan nomor telepon teman-teman. Ternyata teman korban menyebutkan kalau pemilik handphone (korban Mrs Y), bernama Ida warga Martapura,” jelasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Marabahan – Pasca penemuan mayat seorang perempuan di Jalan Gubernur Syarkawi Desa Trantang Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel saat ini masih dalam penanganan kepolisian, Sabtu, 31 Maret 2018 pagi.

Berada di kamar pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin, saat ini mayat pun masih dilakukan identifikasi oleh pihak Inafis Satreskrim Polres Batola.

Sementara berdasarkan foto beredar, ternyata kondisi mayat perempuan cukup miris.

Pasalnya, saat ditemukan di tempat kejadian, kondisinya setengah telanjang badan.

Mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut hanya mengenakan BH dan celana pendek.

Sementara kondisi luka cukup parah, meliputi wajahnya.

“Untuk identitas belum diketahui,” ujar Jablay, anggota Emergency 444 Banjarmasin. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tuban – Pelajar SMPN 5 Bojonegoro tewas tenggelam di Sumber Mata Air Krawak, Desa Guwoterus, Montong, Kabupaten Tuban, Jumat, 30 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban bernama Ananda Fatur Rohman (15), yang beralamat di Desa Mojodeso, Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Kasubag Humas Polres Tuban, Iptu Agus Edy Pranoto, mengatakan saat itu korban bersama lima temannya mandi di perairan Krawak. Namun, setelah mandi sekitar 15 menit, teman-temannya tak menemukan korban.

“Benar remaja Bojonegoro tenggelam, kini sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa,” ujar Agus kepada sejumlah wartawan.

Petugas kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi yang tak lain adalah temannya. Para saksi mengatakan, saat itu sedang asik mandi bersama, namun tanpa diduga Ananda Fatur Rohman menghilang.

“Korban tidak bisa berenang, penuturan saksi demikian. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magetan – Seorang pendaki yang dilaporkan tewas di Hargo Dalem pendakian Cemoro Sewu Gunung Lawu Magetan ditemukan. Ada dugaan Korban tewas karena sengaja mengakhiri hidupnya sendiri alias bunuh diri. Korban ditemukan dalam keadaan menggantung diri.

“Diduga pendaki ini bunuh diri, motif dan identitas korban masih kami cari. Tim BPBD, Polisi, dan TNI telah melakukan evakuasi,” jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra saat dihubungi detikcom, Senin 26 maret 2018.

Korban, kata Fery, dipastikan berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 60 tahun. Informasi adanya pendaki tewas awalnya diterima oleh relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) dan Anak Gunung Lawu (AGL) serta BPBD pada Minggu 25 Maret 2018.

Untuk proses evakuasi, kata Fery, dilakukan Senin 26 Maret 2018 pagi mengingat cuaca dan waktu sudah malam. Untuk evakuasi akan dilakukan berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti polisi dan juga TNI.

Saat ini sudah dilakukan koordinasi dengan Tim Basarnas dan juga Polsek dan Koramil Plaosan serta BPBD Karangayar, Relawan Jateng, Basarnas Solo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Nasib tragis dialami Bejo (63), warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

Berniat membasmi hama tikus dengan aliran listrik, Bejo justru meninggal karena jebakan yang dipasangnya.

Ahad 25 Maret 2018 sekitar pukul 16.00 WIB bejo mengantar istrinya ke pasar.

Saat perjalanan pulang Bejo mempir ke sawahnya.

Diduga Bejo hendak memeriksa jebakan tikus yang dibuatnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, dua tetanggnya Suwono dan Suparyani melihat Bejo tergeletak di sawah.

“Saat diperiksa kondisinya sudah meninggal dunia,” terang Kapolsek Boyolangu, AKP Pudji Widodo, Senin 26 Maret 2018.

Lanjut Widodo, Bejo meninggal dunia karena tersengat arus listrik.

Jebakan tikus yang mengelilingi sawahnya ternyata sudah dinyalakan.

Bejo menyentuh salah satu kabel yang dalam kondisi terkelupas.

“Dari pemeriksaan petugas dokter Nining dari Puskesmas Bejo, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban memang meninggal karena tersengat listrik,” tambah Widodo.

Polisi mengamankan kabel yang mengalirkan listrik, dan membuat Bejo meninggal dunia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Yun Siska Rohani (29) tewas mengenaskan di Perumahan Cibinong Asri, Cibinong, Kabupaten Bogor. Marketing sebuah wedding organizer itu tewas dibunuh.

“Saat ini kami masih mencari siapa pelakunya,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada detikcom, Selasa 20 Maret 2018

Saksi-saksi telah dimintai keterangan untuk mencari siapa pembunuhnya. Keluarga korban juga telah diperiksa.

“Keluarganya sudah pasti kita mintai keterangan, kita tanyakan latar belakangnya korban ini bagaimana, apa punya masalah dengan orang sebelumnya,” terang Dicky.

Polisi menggali latar belakang korban untuk sekaligus mencari kemungkinan motif dalam pembunuhan tersebut. Apakah kematian korban akibat perampokan atau pembunuhan murni, terus digali polisi.

“Motif masih kami dalami,” imbuhnya.

Siska ditemukan tewas pada Minggu 18 Maret 2018 pukul 07.00 WIB. Jasad korban ditemukan seorang pemulung yang sedang mencari botol bekas menemukan mayat di semak-semak area perumahaan tersebut.

Saat ditemukan, kondisi wajah korban tertutup plastik. Sementara kedua tangannya terikat tali dan terdapat luka memar pada bagian dadanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jepara – Seorang warga Kabupaten Jepara, Matrokan (32) tewas setelah tercebur ke dalam septic tank di rumahnya. Evakuasi korban membutuhkan waktu 3 jam.

Peristiwa ini berawal saat korban akan menggali tanah untuk septic tank baru di rumahnya di Desa Jeruk Wangi RT 01 RW 04 Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara sekitar pukul 13.15 WIB siang tadi. Namun ternyata septic tank yang sebelumnya berjarak sekitar 1 meter tiba-tiba ambrol.

Tubuh korban langsung masuk ke dalam septic tank sedalam 6 meter dan berdiameter sekitar 45 cm.

“Tim gabungan yang menerima lapotan langsung ke lokasi untuk evakuasi korban,” ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Cabang Jepara, Whisnu Yugo Utomo saat dihubungi detikcom, Senin 19 Maret 2018.

Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung lebih dari 3 jam. Korban berhasil diangkat, namun dalam kondisi tidak bernyawa.

“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan keluarganya,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) gempar.

Amoy cantik inisial SL (20 tahun), ditemukan tergantung di kamarnya, Jumat 16 Maret 2018, sekitar pukul 20.00 WIB.

Informasi yang diperoleh, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar pribadinya mengunakan seuntas tali tambang dan terlilit di leher.

Menurut keterangan orangtua korban, sebelumnya korban sudah selama lima hari tidak berada di rumah orangtuanya dan tinggal di rumah seseorang yang diduga pacarnya yang juga tinggal di Siantan Tengah.

Kemudian, Jumat 16 Maret 2018 sekitar pukul 19.30, korban dijemput ayahnya dan dibawa pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, korban langsung menuju kamar dan menguncinya dari dalam.

Sekitar pukul 20.00, ayahnya memanggil korban untuk makan, namun tidak ada respon.

Merasa curiga lantaran tak ada respon, sang ayah mendobrak pintu kamar.

Setelah pintu berhasil dibuka, ayah korban terkejut melihat putrinya sudah terbujur kaku dalam keadaan tergantung.

Ia pun langsung keluar meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan dari pihak berwajib. (***)

sumber: tribunnews.com