RAGAM

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seekor buaya sepanjang empat meter berhasil ditangkap oleh pawang buaya beserta warga di Bangka.

Penangkapan buaya tersebut terjadi di Sungai Kayubesi, Kecamatan Pudingbesar, Kabupaten Bangka, Kamis, 19 Juli 2018.

Video penangkapan buaya itu pun banyak tersebar di media sosial.

Buaya berukuran besar tersebut ditangkap usai menerkam seorang warga setempat bernama Masud alias Bujang Et, beberapa pekan lalu.

Akibat kejadian itu, warga Desa Kayubesi berupaya menangkap buaya tersebut dengan bantuan dua orang pawang buaya.

Seorang pawang buaya bernama Mang Syarif asal Desa Bukit Layang Kabupaten Bangka pun didatangkan untuk menangkap buaya tersebut.

Selain Mang Syarif, warga juga meminta bantuan pawang buaya dari Desa Kayubesi bernama Ademi.

“Kami memang minta tolong pawang untuk mancing buaya itu, ada dua buayanya,” kata Rasyidi, Kepala Desa Kayubesi.

Mang Syarif dan Ademi pun berhasil menangkap buaya tersebut dengan bantuan polisi dan warga setempat.

Buaya berhasil ditangkap dengan umpan yang dimiliki oleh sang pawang buaya.

Tidak dijelaskan umpan apa yang digunakan hingga berhasil membuat buaya tersebut ditangkap.

Usai ditangkap buaya tersebut tampak tak bergerak lagi, hingga warga mengira sudah mati.

Namun ternyata buaya tersebut belum mati, melainkan sengaja dibuat tak sadar atau pingsan.

“Buaya ini sengaja dibekep (dibuat pingsan) oleh pawang atau dukun supaya buaya tidak berontak,” imbuh Rasyidi.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, buaya tersebut menjadi tontonan warga setempat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tiga anggota Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis, 19 Juli 2018, meninggal usai mengonsumsi minuman keras oplosan yakni mencampurkannya dengan alkohol 70 persen.

Selain menyebabkan tiga orang tewas, tercatat dua anggota TNI lainnya dievakuasi ke RS Marthen Indey Jayapura.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhamad Aidi membenarkan insiden yang menewaskan tiga anggota Yonif 753 di Mulia.

Berdasarkan laporan yang diterima, lima anggota Yonif 753 masing-masing Praka FLR, Pratu GWN, Pratu AHW, Pratu LSS, dan Pratu LSS. Ketiganya tewas usai meminum-minuman kaleng merek Ena’O yang dicampur dengan alkohol 70 persen yang biasa digunakan untuk membersihkan luka.

“Kelima anggota itu meminumnya di belakang pos,” kata Aidi, di Jayapura, Jumat, 20 Juli 2018.

Dia menambahkan, sekitar pukul 12.30 WIT mereka dibangunkan rekan-rekannya untuk makan siang. Namun saat bangun mereka mengeluh pusing dan mual serta mengalami kesakitan.

Rekan-rekannya kemudian melaporkannya ke komandan kompi yang kemudian membawa mereka ke RSUD Mulia. Namun tiga orang di antaranya yakni Praka FLR, Pratu GWN, dan Pratu AHW tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.

“Sedangkan kedua rekannya kondisinya masih kritis dan kini ditangani tim dokter di RST Marthen Indey, Jayapura,” kata Aidi. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kabupaten Bandung – AR (22) Mahasiswa Telkom University (Tel-U) yang diduga bunuh diri di kamar kosnya meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya.

Saat ditemukan oleh saksi mata, di layar monitor laptop milik korban meninggalkan tulisan nomor telpon untuk menghubungi kakaknya.

‘Tolong telepon Kaka Dahu 081xxxxxxxxx’ tulis korban di laptop miliknya.

AR merupakan mahasiswa semester akhir angkat 2014. AR diduga bunuh diri karena memiliki permasalahan pribadi yang tak kunjung lulus kuliah.

“Melihat permasalahannya jelas memiliki permasalahan individu (pribadi),” kata Manager Kemahasiswaan Tel-U Soni Sandono di indekos korban, Jumat, 20 Juli 2018.

Soni mengungkapkan permasalahan tersebut diketahui dari surat wasiat yang ditulis korban di layar monitor laptop miliknya.

“Dia mengakui kesalahan. Selama dua tahun ini memang kuliah sudah tidak masuk, (surat wasiat) di teks di komputer,” ungkapnya.

Menurutnya korban sudah menyiapkan segalanya. “Dia sudah menyiapkan, sudah menuliskan kontak person (kakak) nya, tolong hubungi kakak saya. Kakanya sudah datang tadi,” ungkapnya.

Soni menambahkan korban dikenal pendiam. Hanya saja jarang masuk kuliah. “Orangnya tertutup, hal tersebut juga diakui oleh kakaknya,” tambahnya.

Soni tidak menjelaskan isi dari surat wasiat itu. Ia menyimpulkan isi dari surat wasiat itu, permintaan maaf kepada keluarganya.

“Jika disimpulkan punya kesalahan, bilang ke keluarga mau sidang, tapi tidak,” jelasnya.

Laptop dan telepon milik korban sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Grobogan – Semangatnya untuk menggenapi peribadatan sesuai keyakinan benar-benar membara. Mashuri dan istrinya akan segera berangkat haji tahun ini. Hasil menabung selama 13 tahun dari penghasilannya sebagai tukang becak.

Mashuri (62 tahun) warga Dusun Bendo, Desa Getasrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan. Tahun ini dia bersama istri, Siti Patimah (59), akan naik haji. Dia akan berangkat pada 7 Agustus 2018 mendatang.

Ditemui di rumahnya, pria 3 anak dengan 8 cucu ini mengaku saat ini libur menarik becak. Karena harus mempersiapkan diri menjelang keberangkatannya ke tanah suci. Sesekali dia mengelap becaknya agar tetap terawat. Becak warna cokelat, kuning, dan merah itu menjadi saksi perjuangannya selama ini.

Dia bersyukur karena keinginannya naik haji terwujud tahun ini. “Saya senang akhirnya bisa naik haji tahun ini,” kata Mashuri.

Dia bersama istri mendaftar haji sejak 2011 lalu. Sesuai rencana akan berangkat tanah suci pada 2017. Hanya karena pada tahun lalu ada pengurangan kuota haji yang berangkat, keduanya tidak bisa berangkat. Karenanya baru tahun inilah mereka bisa berangkat haji.

Tak lama lagi, Mashuri dan Siti Patimah siap berangkat. Mereka masuk kloter 75. “Manasik haji sudah selesai. Tinggal mempersiapkan diri dan barang bawaan,” tutur Mashuri.

Setiap harinya Mashuri menjadi penarik becak. Hal itu dilakukannya sejak masih bujang. Setiap harinya dia mangkal di depan atau di sekitar Pasar Purwodadi. Dengan penghasilan yang tak tentu. Kadang hanya cukup untuk makan, kadang lebih.

Dia menceritakan, keinginan haji mulai terpikirkan pada 2005. Keinginan itulah yang membuatnya selalu bersemangat dan menyisihkan hasil pendapatannya untuk menabung.

Ketika tabungannya dirasa mencukupi, bersamaan itu sebidang tanahnya dibeli orang. Akhirnya Mashuri memutuskan mendaftar haji bersama istrinya. “Uang itu untuk daftar haji pada tahun 2011,” ujar Patimah.
(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sukabumi – Dua orang warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat diserang babi hutan, Rabu, 18 Juli 2018. Akibatnya, satu orang warga meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh dari Polsek Cikidang Polres Sukabumi menyebutkan, dua orang korban tersebut adalah seorang kakek yakni Fadli (56) dan cucunya yakni Fahra (3) warga Kampung Cimapag RT 07 RW 05 Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Korban yang meninggal dunia adalah Fadli. Sementara cucunya hanya mengalami luka-luka dan ditangani petugas medis RSUD Palabuhanratu.

Kapolsek Cikidang, AKP Kuswandar kepada wartawan mengatakan, serangan babi hutan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. “Istri korban mendengar adanya suara gaduh di depan rumah,” terang dia.

Setelah dicek, Kuswandar mengatakan, istri korban yang bernama Ibah (45) melihat suaminya Fadli dalam kondisi terluka akibat serangan babi hutan.

Luka yang dialami Fadli yakni pada bagian betis kiri dan kanan. Selain itu cucunya, Fahra dalam keadaan terluka tidak jauh dari suaminya.

Menurut Kuswandar, warga langsung membawa kedua korban ke rumah sakit. Namun korban Fadli meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit. Sementara korban lainnya Fahra berhasil diselamatkan dan dirawat petugas medis RSUD Palabuhanratu.

Kepala Bagian Pelayanan RSUD Palabuhanratu Sukabumi Saeful Ramdhan menambahkan, kedua korban masuk instalasi gawat darurat (IGD) pada pukul 09.50 WIB. “Satu korban atas nama Fadli meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit atau disebut died of arrival,” terang dia.

Korban tewas mengalami luka robek di bagian kaki dan perdarahan banyak. Sementara satu korban lainnya yakni Fahra mengalami luka robek pada lengan kanan dan sudah ditangani petugas medis.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri menambahkan, selepas kejadian warga mencoba mencari babi hutan tersebut. “Perburuan dengan dibantu anjing milik warga,” kata dia.

Okih menuturkan, pencarian babi hutan juga dibantu anggota Perbakin. Hasilnya babi hutan yang diduga menyerang warga bisa ditemukan dan ditembak mati.

Okih mengakui di kawasan tersebut memang masih ada satwa babi. Hal ini disebabkan masih adanya hutan yang berada di dekat permukiman warga. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Massa yang mengaku dari emak-emak Jakarta menggelar aksi menuntut turunkan harga sembako di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Massa membawa peralatan dapur dalam aksi itu.

Massa mulai berkumpul di seberang Istana Negara, tepatnya di Taman Pandang, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Sambil membawa alat masak berupa penggorengan serta tulisan-tulisan tuntutan, ibu-ibu itu meminta Presiden Joko Widodo menurunkan harga sembako.

“Aksinya dari kita emak-emak karena emak-emak merasa sekarang ini keadaan ekonomi sangat-sangat menderita, semua pada naik apa karena BBM pada naik atau semuanya pada naik kita nggak ngerti,” kata korlap aksi Fifi Nurwanto kepada wartawan di lokasi.

Fifi mengatakan estimasi massa yang akan menggelar aksi berjumlah 200 orang. Emak-emak itu sebagian besar dikatakannya berasal dari Jakarta dan memang pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.

“Emak-emak yang ngerasa karena sekarang telur naik. Telur naik apa masalahnya, nah ini dari Rp 21 ribu sekarang Rp 35 ribu dan bahkan emak-emak saking mahalnya beli telur yang pecah. Kalau pecah kan kumannya banyak, banyak penyakit,” imbuhnya.

“(Tuntutannya) minta diturunkan (harga) gas, bensin, telur, beras, sembako, pokoknya urusan dapur,” kata Fifi.

Massa memulai aksi sekitar pukul 10.00 WIB. Massa saat ini bergantian berorasi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mulai 1 Agustus 2018, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan melakukan penindakan kepada para pelaku truk yang bermuatan lebih atau obesitas.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan ia akan menindak truk yang muatannya melebihi 100% dari ketentuan yang berlaku. Muatan truk yang obesitas akan dibongkar dan diturunkan dari truk.

“Nantinya muatan truk-truk tersebut akan diturunkan di 3 lokasi pilot project Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang,” kata dia di Acara Focus Group Discussion (FGD) Kerja Sama Pihak Swasta Dalam Pengelolaan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor dengan tema ‘Implementasi Otomatisasi Jembatan Timbang di Hotel Fairmonth, Selasa, 17 Juli 2018.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi selama 3 bulan dari 7 jembatan timbang, ternyata dari 100 kendaraan truk yang lewat, 75 itu melakukan pelanggaran overload

“Dari 75 kendaraan yang overload tersebut, 25% diantaranya melakukan pelanggaran sampai dengan 100%. Misal truk itu daya angkutnya 50 ton, dia mengangkut sampai dengan 100 ton. Bayangkan,” ujar dia.

Adapun ketiga jembatan timbang yang akan menjadi pilot project mulai 1 Agustus 2018 yaitu UPPKB Losarang Indramayu Jawa Barat, UPPKB Balonggandu Karawang Jawa Barat dan UPPKB Widang Tuban Jawa Timur. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sorong – Tak pernah ada yang menyangka niatan Sugito, seorang warga Sorong, mencari rumput dan kangkung berujung insiden nahas. Sugito tewas diterkam buaya. 24 jam setelahnya 292 buaya di penangkaran mati dibantai 400 warga.

Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Basar Manullang dalam laporannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan cerita bermula saat Sugito mencari sayur dan kangkung di sekitar penangkaran buaya pada Jumat, 13 Juli 2018 pagi.

Lokasi penangkaran itu dikelola oleh PT Mitra Lestari Abadi (MLA) di mana di dalamnya terdapat ratusan buaya. Sugito kemudian tewas diterkam oleh salah seekor buaya.

“Menurut pengakuan salah satu pegawai CV MLA, korban masuk tanpa izin. Di sekitar dan di dalam kolam tumbuh rumput dan kangkung. Kemungkinan korban mau ambil rumput dan kangkung tanpa memikirkan akibatnya,” ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno, Ahad, 15 Juli 2018.

Pasca tewasnya Wiratno, warga sekitar pun marah. Pada Jumat malam, mereka mendatangi penangkaran untuk meminta agar penangkaran itu ditutup. Mereka juga menanyakan izin usaha yang dimiliki leh CV MLA. Dalam pertemuan itu, CV MLA berkomitmen akan menunjukkan izin usaha dan menyanggupi memberikan uang santunan.

Kemudian pada Sabtu, 14 Juli 2018, Sugito dimakamkan. Tak lama setelah pemakaman berakhir sebanyak kurang lebih 400 orang mendatangi penangkaran yang dikelola CV MLA. Mereka langsung melakukan tindakan perusakan kantor.

“Kelompok massa langsung melakukan tindakan perusakan kantor, mess dan membantai semua persediaan buaya yang ada di dalam kolam pemeliharaan. Dalam kerumunan massa yg anarkis tersebut, ada Wakil Bupati Sorong (Pak Sunaryo) dan aparat Polsek namun tidak mampu berbuat banyak untuk menenangkan massa,” kata Kepala BBKSDA Papua Barat Basar Manullang.

Buaya berukuran sedang sampai indukan dibantai. Tak hanya itu, anak-anak buaya juga dilaporkan dijarah oleh warga yang melakukan pembantaian itu.

“Pada saat olah TKP, terdapat 292 ekor buaya mati dibunuh massa, yaitu sepasang indukan dan 290 ekor berukuran 8 sampai dengan 12. Pada saat pembantaian buaya, sebagian besar masyarakat melakukan penjarahan anakan buaya berukuran di bawah 4,” ujar Basar.

BBKSDA maupun KLHK menyesalkan kejadian ini. Mereka menyerahkan pengusutan kasus ini ke polisi. Wiratno mengatakan 292 buaya yang mati dibantai itu merupakan milik pemerintah atau negara.

“Semua milik pemerintah. Indukan bisa diambil dari penangkaran lain ataupun bisa mengambil dari alam ketika masih muda. Semua satwa liar itu adalah milik kita,” kata Wiratno.

Sementara itu polisi masih melakukan pengumpulan bahan keterangan. Mereka sudah berkomunikasi dengan pemilik PT MLA.

“Polisi melaksanakan pengumpulan bahan keterangan dan koordinasi terhadap saudara Albert Siahaan selaku pemilik PT Mitra Lestari Abadi dan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat Hary Supriyono.

detikcom masih berupaya meminta konfirmasi perwakilan warga yang melakukan pembantaian terhadap 292 buaya di penangkaran CV MLA ini. Redaksi juga masih berusaha mengontak keluarga Sugito perihal lokasi pencarian kangkung yang disebut berada di area penangkaran. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Apresiasi terhadap atlet lari Lalu Muhammad Zohri atas prestasi gemilangnya di Kejuaraan Dunia Atletik 100 meter putra U-20 di Tempere, Finlandia, masih terus mengalir.

Apresiasi itu berupa unit usaha produktif minimarket Sodaqo yang diinisiasi oleh Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Jumat, 13 Juli 2018 lalu, penghargaan berupa uang tunai senilai 25 juta rupiah diberikan oleh ACT kepada keluarga Zohri. Penghargaan terbaik untuk putra bangsa ini pun kembali diberikan, sebagai wujud syukur segenap masyarakat Indonesia oleh karya Zohri.

Sabtu, 14 Juli 2018, Presiden ACT Ahyudin menyerahkan bantuan unit usaha tersebut kepada keluarga Zohri di kediaman mereka yang terletak di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB.

“Prestasi Zohri ini adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk terus berlari, tidak lagi mundur. Berlari sekencang-kencang agar bangsa ini terus maju,” ujar Ahyudin.

Apresiasi dari Global Wakaf-ACT berupa unit usaha Sodaqo, menurut Ahyudin, karena prestasi Zohri yang telah mengharumkan nama bangsa. Ini juga diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Zohri.

“Banyak berita yang kita dengar betapa banyak masa depan atlet yang kelam, padahal sudah mengharumkan bangsa ini. Kita tidak ingin masa depan Zohri terabaikan. Kita berikan penghargaan dalam bentuk minimarket senilai 300 juta ini untuk masa depan Zohri. Itu yang paling pokok,” lanjutnya.

Pemberian penghargaan ini dihadiri oleh CEO PT Hydro Perdana Retailindo (pengelola Sodaqo), Bupati Lombok Utara, Danrem TNI, dan tokoh masyarakat. Bupati Lombok Utara dan masyarakat Dusun Karang Pansor sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan Global Wakaf – ACT.

Sodaqo, manfaat berkelanjutan

Pemberian aset usaha produktif berupa minimarket Sodaqo merupakan ikhtiar yang lahir dari kerjasama Global Wakaf dengan PT. Hydro Perdana Retailindo sebagai perusahaan wakaf yang mengelola retail Sodaqo.

Ahyudin menjelaskan, gambaran bersih dari keuntungan minimarket ini minimal 10 juta sebulan. Sehingga, setiap bulannya rezeki itu mengalir bagi Zohri dan keluarga.

Tak hanya itu, CEO PT. Hydro Perdana Retailindo Syahru Aryansyah, menuturkan, manfaat pemberian minimarket ini tidak hanya dirasakan oleh Zohri, tetapi juga masyarakat sekitarnya. Ini tidak hanya sekedar pemberian, tetapi juga mencangkup sasaran yang lebih besar lagi.

“Tujuan diberikan tidak hanya membantu kesejahteraan mas Zohri dan keluarga tetapi juga menimbulkan efek sistemik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan minimarket ini dapat menyerap lapangan kerja dan menggerakkan produk UMKM yang bisa masuk ke mini market melalui mas Zohri dan keluarga,” ucap Syahru Aryansyah, yang akrab disapa Ryan.

Ryan menerangkan, minimarket tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Dalam waktu dua pekan ke depan gerai Sodaqo ini akan berdiri di dekat kediaman Zohri. Ryan berharap, penyerahan apresiasi ini bisa membangkitkan motivasi anak bangsa untuk mengharumkan Indonesia.

“Ini motivasi untuk kita semua agar tertular untuk masyarakat yang lain, tidak hanya bidang olahraga tetapi juga bidang lainnya,” jelasnya.

Semoga apresiasi ini membantu Zohri dalam membangun masa depan. Membantunya untuk tetap fokus meraih prestasi bagi bangsa Indonesia sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar melalui unit usaha Sodaqo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Banyak orang tanpa sadar telah melanggar berbagai aturan hukum yang sudah tertulis jelas.

Biasanya, kebiasaan tersebut dilakukan karena minimnya pengetahuan seseorang tentang aturan hukum yang berlaku, khususnya di Indonesia.

Salah satu aturan yang masih sering ditemui ialah dengan sengaja mengumbar percakapan pribadi via aplikasi baik WhatsApp atau percakapan pribadi di aplikasi lain, dengan cara capture percakapan tersebut.

Aturan ini sudah tertulis jelas dan telah diatur dalam Pasal 26 ayat (1) Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transasksi Elektronik (ITE).

Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.

Hal ini sudah jelas diatur, karena saat ini sangat banyak bahkan umum ditemukan seseorang dengan sengaja mengunggah atau menyebarkan percakapan pribadi tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan.

Bila percakapan tersebut hanya percakapan biasa atau tidak terlalu penting dan tidak menyangkut nama baik seseorang, capture percakapan bukanlah merupakan pelanggaran.

Berbeda halnya bila yang di-capture merupakan percakapan penting meliputi sebuah perjanjian atau digunakan sebagai pemanfaatan kesempatan yang akan menyebabkan pertikaian karena dianggap mencemarkan nama baik, hal ini bisa saja dilaporkan dan akan diproses secara hukum karena termasuk pelanggaran ITE.

Karena masih banyak ditemukan pelanggaran berupa menyebarkan atau mengunggah capture percakapan yang sifatnya pribadi, di akun Twitter-nya, Joko Anwar kembali mengingatkan masyarakat tentang aturan tersebut.

Dalam unggahan tersebut, Joko Anwar menuliskan ‘Makanya jangan suka screen-cap percakapan lewat text.’

Berbagai tanggapan lalu muncul di Twitter-nya.

Sebanyak 4.500 re-tweet, 2.400 like dan ratusan komentar membanjiri unggahan Joko Anwar tersebut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anak sedang marah lantas dia melempar memukul atau mencakar orang lain bahkan kita, bundanya. Duh, pasti kita kesal ya, Bun. Tapi tahan diri yuk agar bisa menyikapi dengan tepat ketika anak memukul atau mencakar karena marah.

Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, untuk menyikapinya kita perlu memberi anak kesempatan meredam amarahnya. Kemudian, sampaikan ke anak dia bisa menyampaikan perasaannya secara verbal.

“Anak umur 3 tahun mereka udah bisa mengungkapkan dengan verbal kalau marah. Tapi misalkan yang lebih cepat untuk mengungkapkan marahnya adalah fisik daripada verbal, berarti energinya nggak keluar dengan optimal.

Apalagi anak laki-laki ya, energinya besar,” kata Ratih dalam Cerita Bunda bersama HaiBunda dan Morinaga Platinum di Kembang Kencur, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu 14 Juli 2018.

Menyalurkan energi bisa dilakukan anak dengan melakukan aktivitas fisik dan positif. Misalnya berenang, lari-larian, dan menari. Respons ketika anak memukul saat marah juga berlaku ketika anak melempar-lempar barang di sekitarnya karena marah.

Dalam kondisi begitu, Ratih bilang orang tua perlu tarik napas dulu, Bun. Prinsipnya sama ketika anak tantrum, bunda jangan tantrum. Kalau ikutan tantrum, biasanya anak akan mengulangi tindakannya karena mereka merasa diperhatikan.

Kata Ratih, kita perlu kasih tahu ke anak kalau barang itu nggak perlu dilempar-lempar. Tapi, anak perlu mengekspresikan perasaan marahnya. Ini sama saja dengan ketika anak tantrum sampai guling-guling, Ratih bilang orang tua nggak perlu mengganti ekspresi yang berlebihan karena anak juga belajar dari ekspresi kita, Bun.

Jadi, tunjukkan ke anak oke kalau dia marah dan bunda tau kok dia sedang marah. Dengan nggak ikut ‘tantrum’ kita kasih kesempatan ke anak untuk meredakan amarahnya.

“Dengan stay cool kita tunjukkan ke anak marahnya dia nggak bikin kita marah. Saat marahnya udah reda baru kita kasih pemahaman,” kata Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini. (***)

sumber: haibunda.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Napi kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak hak bebas bersyarat. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi keputusan Ahok dengan bicara keberanian seorang narapidana menjalani hukuman di lembaga permasyarakatan (LP).

“Saya menyambut baik sikap seperti ini, tetapi sebaiknya diletakkan pada keberanian untuk menjalani hukum seperti orang lain, yaitu di lembaga permasyarakatan atau di LP,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Menurut Fahri, kasus Ahok tak hanya soal bebas bersyarat. Fahri menyebut Ahok, yang merupakan terpidana, seharusnya hidup di LP.

Sikap dan pertanyaan publik kepada kasus Ahok adalah bukan pada soal dia mendapat hak bebas bersyarat, tetapi kenapa dia tidak menjalani hari-harinya sebagai mitra binaan itu di LP,” ucap Fahri.

“Karena itu yang penting soal bebas bersyarat itu menurut saya tidak akan menyelesaikan penasaran orang kepada yang bersangkutan sebab sejak awal itulah yang aneh terjadi,” imbuhnya.

Fahri lalu bicara soal keadilan. Menurut Fahri, keadilan bisa dirasakan masyarakat hanya jika hukum diterapkan dengan setara.

“Rasa keadilan dalam masyarakat hanya bisa selesai oleh perlakukan yang sama di depan hukum,” tegas Fahri.

Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami sebelumnya mengatakan Ahok diperkirakan bisa mendapat pembebasan bersyarat pada Agustus nanti.

“Beliau sebenarnya bisa PB (pembebasan bersyarat) pada bulan Agustus, namun sampai saat ini sepertinya beliau ingin bebas murni,” kata Sri Puguh. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pembuat selebaran pesta seks di Bandung masih misterius. Polisi tengah mengusut persoalan tersebut. Penyelidikan polisi memastikan pengumuman acara pesta seks yang beredar via media sosial (medsos) itu hoax.

Selebaran tersebut tersebar sejak pagi tadi, Rabu, 11 Juli 2018.

Dalam selebaran disebutkan acara pesta seks akan dilakukan Sabtu 14 Juli 2018 di Jalan Gardujati No.14, Kota Bandung, Jabar.

Namun belakangan diketahui, alamat tersebut ialah sebuah rumah dan toko roti. Pemilik rumah, Margareta Rosita (57), membantah adanya acara dan melaporkan pembuat selebaran ke Polsek Andir.

“Sudah membuat laporan, pastinya akan kita usut,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Selebaran acara tersebut tersebar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp sejak pagi tadi.

Selebaran berlatar warna cokelat itu berisikan ajakan untuk bergabung ‘pesta sex’. ‘let’s go join Brother’ tertulis di selebaran tersebut.

Ada gambar tak senonoh berupa alat kelamin pria dalam selebaran. Selain itu, terdapat tulisan melingkar dengan kalimat bahasa Sunda.

Dalam selebaran, tertulis waktu kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu 14 Juli 2018. Waktu diselenggarakan pukul 22.00 WIB hingga selesai. Tempatnya di Jalan Gardujati No.14, Kota Bandung.

Pembuat selebaran menyertakan harga Rp 350 ribu dengan bonus tisu magic dan kondom. Selain itu, tertera gambar botol minuman keras di sisi kiri, serta sebuah logo bertuliskan ‘Ocklay Production’ di sudut atas kanan, dan logo produk jamu ‘orang tua’ di sudut bawah kanan.

Hendro mengatakan sejak selebaran tersebar, polisi sudah mengecek alamat yang tertera. Berdasarkan penyelidikan di TKP, pihaknya memastikan tidak ada tanda-tanda akan diadakannya acara.

“Jadi kita sampaikan itu hoax. Pemilik roti mengatakan tidak tahu ada pemberitaan itu. Justru tahunya dari polisi yang datang,” ujar Hendro.

Menurut Hendro, kasus tersebut tentu akan merugikan banyak pihak. Termasuk pemilik rumah yang alamatnya tertera dalam selebaran.

“Kita usut siapa pembuatnya dan motifnya apa,” ucap Hendro. (***)

sumber: detik.com

RAGAM

Selasa | 10 Juli 2018 | 9:48

Wawancara Evaluasi SPBE Libatkan Akademisi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Evaluasi penyelenggaraan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, telah sampai pada tahap wawancara. Hal itu merupakan kelanjutan, setelah sebelumnya sekitar 640 instansi pemerintah, baik Kementerian, Lembaga, dan pemerintah daerah melakukan evaluasi mandiri.

Hasil evaluasi mandiri SPBE kemudian dilaporkan secara online, yang kemudian dijadikan bahan wawancara oleh tim evaluator. “Jadi proses wawancara ini merupakan serangkaian dari agenda evaluasi SPBE 2018. Wawancara dilakukan oleh tim evaluator yang berlatar belakang akademisi, dari Universitas Indonesia, Politenik Elektronika Negeri Surabaya (PENS),Telkom, Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Gunadarma,” ujar Asdep Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Pelaksanaan Sistem Administrasi Pemerintahan dan Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Imam Machdi, di Grand Kemang Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Dalam proses wawancara  hingga Agustus mendatang, evaluator akan menanyakan serta melakukan klarifikasi kepada responden terhadap jawaban, penjelasan dan bukti pendukung yang diberikan responden melalui evaluasi mandiri. Tahapan wawancara akan sendiri akan dibagi menjadi lima kelompok, dimana masing masing kelompok terdiri atas 128 instansi.

Setelah tahapan wawancara, evaluasi akan dilanjutkan dengan observasi lapangan, dimana tim evaluator akan melakukan kunjungan ke unit kerja responden pada Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah guna melakukan validasi terhadap jawaban, penjelasan, bukti pendukung yang diberikan responden, atau hasil klarifikasi.

Disampaikan bahwa evaluasi SPBE merupakan proses penilaian terhadap pelaksanaan SPBE di instansi pusat dan pemda untuk menghasilkan suatu nilai Indeks SPBE yang menggambarkan tingkat kematangan (maturity level) dari pelaksanaan SPBE di setiap instansi.

Dijelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, pelaksanaan SPBE bertujuan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu pun penerapan SPBE sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang ingin adanya percepatan pelayanan publik berbasis elektronik. (Bayu/rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengingatkan kepada pegawai Aparatur Sipil Negara, khususnya para pejabat pimpinan tinggi, bahwa jabatan bukan kebanggaan, tetapi merupakan wujud kepercayaan. Dalam jabatan itu mengandung risiko dan tanggung jawab.

Karena itu, Menteri wanti-wanti kepada pejabat Kementerian PANRB yang baru dilantik agar tidak terlena dengan zona nyaman, tetapi harus selalu berinovasi dan melakukan terobosan serta berani ambil risiko. Kepada Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) khususnya, Menteri menegaskan agar dalam melaksanakan tugasnya tidak hanya menjadi penghubung, yakni menyampaikan masalah dan risiko dari bawah ke atasannya.

“Kalau hanya ingin berada di zona nyaman, tak perlu menjadi JPT. Kalau tak siap ambil risiko, jangan mimpi bisa berhasil,” ujarnya saat mengambil sumpah dan melantik 35 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di Jakarta, Jumat (06/07).

Dari jumlah itu, enam pejabat diantaranya merupakan JPT Pratama atau eselon 2. Dua pejabat diantaranya merupakan hasil rotasi, yakni Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana diisi T. Eddy Syah Putra, kemudian Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur diisi Herman Suryatman, yang sebelumnya Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik.

Sedangkan empat pejabat lain merupakan hasil seleksi terbuka, yakni Kepala Biro Manajemen Kinerja, Organisasi dan Kerjasama (MKOK) Hidayah Azmi Nasution, Inspektur Kementerian PANRB Budi Prawira. Dua jabatan lain adalah Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum (SDMU) Sri Rejeki Nawangsasih, dan Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (HKIP) Mudzakir. Kedua pejabat terakhir merupakan wajah baru, yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dari Kementerian Luar Negeri.

Pria kelahiran Padang Pariaman tanggal 2 Februari 1961 ini menganalogikan seorang pemimpin ini sebagai pilot. “Kalau mau jadi pilot jangan menjadi pilot helikopter, tetapi jadilah pilot pesawat tempur,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa pilot helikopter, kalau mau terbang selalu melihat cuaca. Kalau cuacanya buruk tidak mau terbang. Tetapi kalau pilot pesawat tempur tidak begitu memperhatikan cuaca, karena harus bertempur dan selalu siap mengambil risiko.

Saat ini, lanjut Asman, apa yang dilakukan Kementerian PANRB selama ini sudah banyak dirasakan oleh stakeholders, baik kementerian, lembaga maupun pemda. Kementerian PANRB selalu bersinggungan dengan seluruh kementerian/lembaga dan pemda, karena pasti ada peran dari Kementerian PANRB. Mulai dari kelembagaan, tata kelola pemerintahan, SDM, akuntabilitas kinerja, hingga pelayanan publik. “Semua itu bisa terjadi karena kita bekerja teamwork yang kompak. Bukan mengandalkan kemampuan individu,” tegasnya.

Menteri PANRB Asman Abnur berpesan agar para pejabat yang mengisi posisi baru untuk menjalankan tugas dan fungsi dengan baik, sebab jabatan yang diamanahkan merupakan tanggung jawab yang dipercayakan oleh negara. “Jabatan bukan suatu yang bisa dibanggakan, namun jabatan merupakan wujud tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara kepada saudara dan diharapkan dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menteri Asman juga berpesan agar para pejabat yang dilantik cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan lancar. (bayu/ rilis)

MEDIAKEPRI.COID, Palangkaraya – Suasana duka tampak di Ruang Kamboja kamar jenazah RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, 9 Juli 2018 pagi.

Keluarga pemilik ular King Cobra yakni, Rizki Ahmad (19) tampak sedih, karena korban gigitan ular yang telah di rawat selama satu hari satu malam, tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RS milik Pemerintah Kalteng tersebut.

Pihak rumah sakit sudah berupaya keras dalam membantu korban Rizki sejak awal masuk RS, Ahad, 8 Juli 2018 pagi sesaat setelah korban di patuk ular piaraanya sendiri ketika berada di lokasi car free day (CFD) Bundaran Besar Palangkaraya.

Rizki mendapatkan ular tersebut dari hasil tangkapannya ketika membantu warga Jalan Danau Rangas Kelurahan Bukittunggal Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya yang saat itu kebanjiran.

Ular King Cobra dengan panjang tiga meter dan masih berbisa dengan tiga taring di mulutnya, saat itu tersangkut di jaring ikan yang dipasang warga di bawa rumah yang terendam banjir, Rabu, 2 Mei 2018 Lalu.

Saat itu, pemilik rumah ketakutan, sehingga akhirnya Rizki Ahmad yang tinggal di bantaran Sungai Kahayan tak jauh dari lokasi penemuan ular dipanggil untuk membantu.

Putra dari Suwardi Duyen dan Arbainah ini, datang kemudian menangkap ular tersebut tanpa rasa takut, sehingga akhirnya ular King Cobra tersebut dipeliharanya dan dilatihnya hingga akhirnya jinak.

Namun apes yang terjadi, saat dia membawa ular King Cobra di Bundaran Besar Palangkaraya, saking keasyikan ngomong lupa ular tersebut lepas dan mematuk lengan kanannya.

Kepada Tribun Kalteng.com, Suwardi Duyen, Bapak korban, mengatakan, ikhlas atas wafatnya Rizki.

“Meskipun berat , tapi ini adalah kehendak Allah taala, kami ikhlaskan,”ujarnya saat ditemui di kamar jenzah RS Doris Sylvanus Palangkaraya.

Rizki meninggal dunia Senin, 9 Juli 2018 pukul 08.30 WIB, dia sempat dirawat di RS, namun racun ular King Cobra yang menggigit lengannya sudah menyebar hingga memecahkan pembuluh darahnya, hingga kondisi terakhir sebagian tubuh korban membiru, dampak racun King Cobra.

Kepada orang tuanya, Rizki berpesan agar ular King Cobra yang telah membunuhnya tersebut jangan dibunuh, dan dibiarkan dikembalikan ketempat awal ditemukan.

“Pesannya begitu, jikapun tidak, ular itu diserahkan saja ke lembaga yang berwenang,”ujarnya.

Menurut Bapaknya, Rizki sudah berani memelihara ular sejak umur enam tahun sehingga di rumahnya ada sekitar enam ular jenis Piton besar dan kecil hingga terakhir Ular King Cobra sepanjang tiga meter yang dipeliharanya, hingga akhirnya merunggut nyawanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali melangsungkan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 8 Juli 2018.

Dalam kesempatan itu, Megawati sempat menyampaikan perihal nama calon pendamping Jokowi yang telah mengerucut.

Ia juga mengatakan pengumuman cawapres Jokowi akan dilaksanakan dalam waktu yang tepat.

“Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar,” ujar Megawati Soekarnoputri, seperti yang disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Juli 2018.

Pertemuan ini, kata Hasto, turut menepis berbagai anggapan pengamat politik yang menyebut adanya jarak yang memisahkan keduanya.

Bahkan, ia menyebut kepemimpinan keduanya saling melengkapi dan merupakan satu kesatuan.

“Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat, sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat,” ungkapnya.

Dari pertemuan yang berlangsung selama 1 jam 50 menit itu, Hasto menyebut keduanya saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia.

Selain itu, pria kelahiran Yogyakarta ini mengatakan sejumlah hal strategis dibahas oleh Megawati dan Jokowi. Terutama mengenai agenda strategis bangsa Indonesia.

“Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden,” kata Hasto. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jambi – Pelajar kelas 6 SD bernama Yadi Putra (11) nyaris tewas usai diterkam buaya rawa. Yadi terseret dibawa buaya ke dalam sungai sejauh 15 meter di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Sabak) Jambi.

Namun, siapa sangka, di balik serangan buaya itu, sang ibu yang mengetahui kejadian tersebut mencoba menyelamatkan anaknya dari mangsa buaya. Bahkan ia harus berenang sejauh 15 meter itu untuk membantu sang anak dari serangan buaya rawa tersebut.

Keberanian sang ibu untuk menyelamatkan anaknya itupun akhirnya berhasil. Buaya itupun kabur dan anaknya tersebut dapat diselamatkan, kemudian Yadi dilarikan kerumah sakit Nurdin Hamzah untuk mendapatkan perawatan.

“Saya beranikan untuk menyelam kesungai untuk merebut anak saya dari gigitan buaya itu. Setelah saya berenang, buaya itu kemudian melepaskan gigitannya lalu kabur. Saya juga tak peduli jika nanti ada buaya lain yang akan menyerang saya tiba-tiba, ketika saya selamatkan anak saya yang sudah terseret sejauh 15 meter,” cerita Rasmi kepada wartawan saat ditemui di rumah sakit, Ahad, 8 Juli 2018.

Menurut Rahmi, buaya rawa yang dianggap cukup besar itu tiba-tiba menerkam anaknya dari dalam sungai ketika anaknya mencoba menimba air sungai untuk menyiram bunga di sekitar rumah.

Sungai itupun diakui Rahmi tak jauh dari rumahnya tersebut, Ia juga tak menyangka buaya itu muncul dan menyerang anaknya. Kata Rahmi aliran sungai itu memang acap kali jadi tempat singgahnya buaya.

“Memang buaya kadang sering menampakkan diri di sungai itu, namun saya tak menyadari jika anak saya malah nyaris jadi korbannya, setelah anak saya berteriak ketika diserang buaya itu,” katanya.

Sementara terpisah, Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Jambi, Faried mengatakan jika tim dilapangan saat ini telah menuju ke lokasi sungai dimana tempat kejadian serangan buaya tersebut. Bahkan Ia juga telah mengerahkan tim untuk mencoba mencari keberadaan buaya rawa itu.

Saya minta, masyarakat tenang, kita akan segera menangkap buaya itu untuk dievakuasi ke daerah lebih aman,” katanya

Ia juga membenarkan bahwa selama ini sungai yang tak jauh dari permukiman warga memang menjadi tempat habitatnya buaya. Ia juga mengaku satu warga juga pernah dilaporkan tewas akibat terkaman buaya

“Terakhir memang ada kejadian konflik buaya dan manusia ini, itu pada tahun 2010 lalu dan dilaporkan satu warga itu tewas, dan mungkin saja ada kejadian kecil lainnya yang tidak dilaporkan ke kita. Namun tetap kejadian ini akan kita tindak lanjuti,” ujarnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghabiskan waktu akhir pekan bersama Jan Ethes d Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad 8 Juli 2018.

Hal ini diketahui dari unggahan vlog pribadi Jokowi. Dalam @JKWVLOG, Jokowi membuka tayangannya dengan menyampaikan bahwa dirinya berolahraga bersama putra Gibran Rakabuming Raka itu.

“Akhir pekan ini saya berolahraga biasanya dtemani oleh Paspampres, ajudan tetapi akhir pekan ini olahraga saya ditemani orang spesial. Namanya Jan Ethes, ini. Saya akan main tinju,” ujar Jokowi yang mengenakan kaos bola timnas Indonesia berwarna merah.

Dalam tayangan itu, terlihat Jokowi mengajak Jan Ethes berlatih tinju. Kepala Negara terlihat mengenakan sarung tinju merah sedangkan cucunya bersarung tinju hitam.

Setelah itu, ia mengajak Jan Ethes bermain bola. Bahkan cucunya itu terlihat sampai jatuh untuk mengejar bola lalu dibantu Jokowi untuk bangkit.

“Sekitar satu jam saya bermain olahraga dengan Jan Ethes. Saya sudah capek, tapi ini (Jan Ethes) belum. Belum capek?” ucapnya sambil tertawa.

Pada kesempatan ini, Jokowi pun menyelipkan pesan agar semua pihak mendukung kesuksesannya perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia yang berlangsung di Jakarta dan Palembang tahun ini.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi event besar Asian Games 2018. Dan kita ingin event ini sukses. Sukses persiapannya, sukses penyelenggaraannya dan sukses prestasinya,” tandasnya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – RC, seorang nenek berusia 55 tahun tewas di kamar tidur rumahnya di BTN Zarindah Permai, Lingkungan Borong Raukang, Kelurahan Samata, Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Juli 2018 malam.

Korban tewas karena sesak napas seusai melakukan hubungan intim dengan MA (39), seorang driver ojek online.

Informasi yang dihimpun, awalnya korban meminta MA untuk datang ke rumahnya.

Ketika MA tiba, korban permisi mandi sedangkan MA menungguinya di dalam kamar.

Selesai mandi, korban dan MA melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Namun tiba-tiba korban merasa sesak napas dan tidak enak badan.

MA pun panik kemudian memanggil cucu korban untuk meminta pertolongan.

MA sempat menggosokkan bawang ke hidung korban, namun tidak lama berselang korban menghembuskan napasnya yang terakhir.

Atas kejadian tersebut keluarga korban kemudian menghubungi Kepala Lingkungan Borong Raukang, Taufik.

MA lalu diamankan oleh kepala lingkungan yang kemudian melaporkannya ke Polsek Somba Opu.

Menerima laporan itu, pihak SPKT Polsek Somba Opu bersama Panit 1 Reskrim Somba Opu Ipda Paulus Malelak, Panit 1 IK Somba Opu Ipda Kusman Jaya, Piket ResIntel Somba Opu mendatangi lokasi dan selanjutnya melakukan olah TKP, serta mengamankan MA ke Mapolsek Somba Opu.

Korban ssendiri kemudian diboyong ke RS Bhayangkara Makassar. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Uang Rupiah merupakan satu diantara lambang negara Republik Indonesia, karena itu merusak atau mengubah uang Rupiah bisa dikenakan sanksi pidana.

Termasuk pula melebur uang Rupiah koin untuk dijadikan bentuk lain seperti cincin atau benda lainnya.

Dijelaskan Manajer Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Provinsi Kalsel), Abdul Haris, aturan ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) Mata Uang.

Dalam Pasal 35 UU Mata Uang, disebutkan pihak yang sengaja merusak, memotong, menghancurkan dan atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan Rupiah bisa dipidana penjara maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Tak hanya yang merusak atau mengubah Rupiah, namun pihak yang memperjualbelikan uang Rupiah yang telah dirusak atau diubah bentuknya juga bisa dijerat dengan tuntutan yang sama.

“Kasus pidana kewenangan ada di Kepolisian, tapi jika mendapati hal seperti ini bisa juga melaporkan melalui Bank Indonesia dan akan kami koordinasikan dengan Kepolisian,” kata Haris. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Minum kopi sudah menjadi kebiasaan banyak orang ketika butuh asupan energi. Buat beberapa orang, kopi dinilai ampuh mengusir kantuk dan meningkatkan energi supaya lebih fokus saat beraktivitas.

Namun, tahukah Anda ternyata minum kopi juga dapat membuat makin lemas dan mengantuk?

Kopi yang kita minum pada pagi hari dapat memberikan energi berupa rangsangan terhadap kortisol dan adrenalin. Hal itulah yang kemudian membuat kita lebih bertenaga dalam menjalani aktivitas.

Jika mengonsumsi kopi secara terus-menerus sepanjang hari, kita justru akan merasa makin lemas dan tidak focus, sehingga rasa kantuk pun tak dapat dihindari. Minum kopi terus-menerus akan meningkatkan kerja hormon. Saat hormon terkuras sepanjang hari, ketika itulah tubuh akan merasa lelah.

Selain itu, gen menjadi salah satu alasan beberapa orang tetap mengantuk meski telah meminum kopi. Hal itu diungkapkan di sebuah penelitian dari Universitas Edinburgh di Skotlandia.

Menurut peneliti, berapa banyak kopi yang diminum seseorang ternyata dipengaruhi variasi gen masing-masing.

Ada orang-orang yang bisa terjaga lebih lama meskipun tidak banyak minum kopi. Begitu pula sebaliknya, ada juga orang yang tetap tidak bisa mengusir kantuk walaupun sudah minum cukup banyak kopi. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kuala Lumpur -Seorang bayi yang baru lahir ditinggal di dalam kantong kertas yang tergantung di kaca spion mobil di Malaysia. Bayi itu ditemukan masih hidup, namun dalam kondisi kedinginan dan kelaparan.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan The Star, Kamis, 5 Juli 2018, tidak diketahui pasti siapa yang tega meninggalkan bayi itu.

Kantong kertas berisi bayi itu ditemukan tergantung di spion mobil yang diparkir di dekat apartemen di Ipoh, Malaysia.

Seorang pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di apartemen itu, merupakan orang pertama yang menemukannya. Dia mengaku mendengar suara tangisan bayi pada Rabu, 4 Juli 2018 dini hari, sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Pemuda itu berusaha melacak asal suara tangisan itu dan mendapati sesosok bayi di dalam kantong kertas. Saat ditemukan, bayi berjenis kelamin perempuan itu masih memiliki tali pusar yang menempel. Bayi itu masih hidup tapi kelaparan dan kedinginan.

Dituturkan pejabat Kepolisian Ipoh, Mohd Ali Tamby, pemuda yang menemukan bayi itu sebenarnya sudah melihat keberadaan kantong kertas yang menggantung di kaca spion mobil sejak Selasa, 3 Juli 2018 malam sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Namun dia tidak mencurigai apapun saat itu.

“Bayi perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Mohd Ali dalam pernyataannya. “Bayi itu ditempatkan di Unit Perawatan Intensif Neonatal di rumah sakit tersebut dan kini dalam kondisi stabil,” imbuhnya. (***)

sumber: hariansib.co

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pada 1 januari 1982. Presiden Soeharto secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Kepala Daerah Kepolisian VII Metro Jaya (sekarang Polda Metro) Mayor Jenderal Anton Soejarwo.

Mayjen Anton dianggap berjasa karena Polda Metro berhasil membongkar kasus perampokan uang Rp32 juta di Jakarta pada 30 Desember 1981 hanya dalam tempo 16 jam.

Pada tahun 1980-an di berbagai kota di Indonesia saat itu aparat keamanan memang sedang dibuat gerah oleh maraknya aksi preman jalanan yang populer dengan sebutan gabungan anak liar (gali) sehingga sampai menganggu roda perekonomian RI.

Misalnya, kawasan terminal sudah dikuasai para gali sehingga para penguasaha bus terus mengalami kerugian, banyaknya begal yang membajak bus dan truk di jalanan, dan lainnya.

Berdasar prestasi yang berhasil diraih Polda Metro maka Pak Harto lalu memerintahkan agar segera dibentuk tim yang beranggotakan aparat TNI/Polri (ABRI) untuk melaksanakan operasi penumpasan kejahatan terhadap para begal yang makin marak dan sadis itu.

Hingga tahun 1982 Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Awaloedin Djamin telah melakukan berbagai operasi penumpasan kejahatan seperti Operasi Sikat, Linggis, Operasi Pukat, Operasi Rajawali, Operasi Cerah, dan Operasi Parkit di seluruh wilayah Indonesia serta berhasil menangkap 1.946 penjahat.

Meski sudah banyak penjahat yang diringkus operasi penumpasan kejahatan terus berlanjut seperti yang dilaksanakan oleh Komando Daerah Militer (Kodim) 0734 Yogyakarta di bawah pimpinan Kolonel Muhamad Hasbi,

Kolonel Hasbi saat itu (1983) menyatakan perang terhadap para preman atau gali yang ulahnya makin meresahkan masyarakat Yogyakarta dengan cara menggelar Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK) bekerja sama dengan intelijen AD, AU, AL dan kepolisian.

Kodim Yogyakarta lalu melakukan pendataan terhadap para gali melalui operasi intelijen dan para gali yang berhasil didata diwajibkan melapor serta diberi kartu khusus.

Setelah mendapat kartu para gali tersebut dilarang bikin ulah lagi tapi juga harus mau memberitahukan para gali lain yang kerap melakukan kejahatan dan tidak mau melapor.

Para gali yang tidak melapor kemudian diburu oleh tim OPK Kodim untuk ditangkap dan bagi yang lari atau melawan akan langsung ditembak mati.

Mayat para gali yang ditembak mati dibiarkan tergeletak di mana saja dengan tujuan membuat jera (shock therapy) para gali lainnya.

Meski OPK yang digelar aparat keamanan di Yogyakarta sudah diketahui masyrarakat, setiap ada mayat yang ditemukan di pinggir jalan, tepi hutan, bawah jembatan, dan lainnya, mayat dengan luka tembak itu kerap dinamai sebagai korban penembakan misterius (petrus) yang kemudian istilah ‘petrus’ itu menjadi sangat populer sekaligus menakutkan.

Kinerja OPK yang dilaksanakan di Yogyakarta ternyata mendapat perhatian khusus dari Kepala Intelijen RI LB Moerdani dan dikomentari sebagai ‘kerja bagus dan lanjutkan!’.

Cara penanganan gali dengan cara OPK pun diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia dan korban ‘petrus’ pun bertumbangan di mana-mana.

Yang pasti OPK memang terbukti efektif menumpas para gali dan sebenarnya juga mendapat dukungan dari masyrakat luas.

Hingga kini masyarakat kadang masih mengharapkan munculnya ‘petrus’ untuk menangani aksi kejahatan yang makin marak dan brutal.

Terkait OPK yang sukses di era Orde Baru, Presiden Soeharto dalam buku otobiografinya bertajuk Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, ‘petrus’ditujukan untuk menimbulkan efek jera kepada para penjahat.

‘Ya, harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu itu bukan lantas dengan tembakan, begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya, mau tidak mau harus ditembak,’ ujarnya dalam buku yang terbit pada 1989 itu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Keinginan pengusaha muda Sam Aliano yang juga bakal calon presiden 2019, untuk mencari sosok pendamping semakin kuat setelah mendapatkan tanggapan dari adik dan pengacara Ahok, Fifi Letty Indra.

Fifi saat dihubungi Warta Kota Kamis, 5 Juli 2018 pagi justru tertawa mendengar kabar ketertarikan Sam Aliano kepada mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Ia mengakui bahwa Sam Aliano merupakan sosok yang terkenal. Namun menurutnya, pengusaha muda itu tidak henti-hentinya mencari sensasi agar semakin terkenal.

“Ha ha ha siapa ya Enggak pernah dengar namanya. Cari sensasi amat mau numpang terkenal ya? Dari enggak ada yang kenal namanya soalnya hahahaha,” ujar Fifi melalui pesan WhatsApp.

Rupanya bagi Sam Aliano, tanggapan Fifi diartikan sebagai pertanda terbukanya kesempatan untuk meminang Veronica Tan.

“Jika mbak Fifi ketawa itu artinya positif dan harapan baik kepada mantan istri Ahok mendapatkan jodoh baru. Untungnya Fifi tidak marah, seandainya marah itu artinya tidak ikhlas,” ujar Sam kepada awak media hari Kamis, 5 Juli 2018.

Ia yakin Fifi merasa senang karena Sam Aliano memuji sosok mantan kakak iparnya, Veronica Tan.

“Itu sebenarnya bukan dari saya tapi wartawan yang tanya. Veronica itu sosok perempuan cerdas, dewasa dan keibuan. Mungkin Fifi senang saya memuji Veronica makanya dia tertawa,” katanya.

Sebelumnya, saat jumpa pers pada Selasa, 3 Juli 2018, Sam Aliano menggelar sayembara mencari pendamping hidup untuk kelak dijadikan ibu negara.

Ia mengatakan sayembara ini adalah suatu bentuk keseriusannya maju sebagai bakal calon presiden 2019.

Sosok perempuan yang diidamkan Sam Aliano ada dalam diri Veronica Tan, mantan istri Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tidak tanggung-tanggung Sam Aliano telah menyiapkan mahar berupa berlian dan emas seberat satu kilogram untuk ibu negara yang akan mendampinginya kelak. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Uang pembayaran gaji ASN Kabupaten Selayar sebesar Rp 30 miliar ikut terbawa di kapal KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar. Uang itu akhirnya bisa diselamatkan.

“Sudah berhasil diselamatkan pada dini hari tadi,” kata Dir Tresury Bank BPD Sulsel, Yanthi Sultan, saat berbincang dengan detikcom, Rabu, 4 Juli 2018.

Uang tersebut masih dalam keadaan utuh dan tidak rusak karena dilapisi plastik dan dibungkus dengan karung.

“Pembayaran gaji ASN tetap berjalan pada hari ini,” ungkapnya.

Menurut dia, pihak Bank BPBD Sulsel telah menyiapkan dana cadangan yang akan diberangkatkan dari Makassar menuju Selayar untuk membayarkan gaji ASN Kabupaten Selayar.

“Karena sudah selamat, jadi tetap pagi ini ASN akan menerima gajinya,” kata Yanthi.

Sebelumnya, kapal jenis Ro-ro ini mengangkut gaji ASN dan dana BOS Kabupaten Selayar. Kapal ini kandas dan karam setelah lambung kapal bocor. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta -Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Purnomo mengklarifikasi kejadian tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Menurut Agus, kapal sebenarnya tidak tenggelam, namun sengaja dikandaskan untuk memudahkan evakuasi penumpang.

Pernyataan itu disampaikan Agus setelah menerima laporan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba, Zainuddin.

“Kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk, sehingga sengaja dikandaskan oleh Nahkoda,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

Sebelumnya, KM Lestari Maju dikabarkan tenggelam akibat adanya kebocoran di sisi lambung kapal. Akibat mengalami kerusakan mesin setelah 15 menit perjalanan dari Pelabuhan Bira menuju Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar.

Saat itu, nahkoda berupaya untuk menepikan kapal ke pulau terdekat. Namun mesin yang rusak ditambah cuaca buruk membuat sebagian kapal tenggelam sebelum sampai di pulau terdekat.

Agus mengatakan KM Lestari Maju ini dinahkodai oleh Agus Susanto. Saat mengetahui kapalnya mengalami kebocoran, Ia pun langsung membawa 139 penumpang kapal untuk dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Padabilang, Kepulauan Selayar.

Tak hanya penumpang orang, kapal ini juga membawa membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit, dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit. Sehingga jumlah totalnya mencapai 48 unit kendaraan.

Saat ini, kata Agus, proses evakuasi terhadap penumpang masih terus dilakukan. Sebagian sudah berhasil dievakuasi dan sebagian lain masih di atas kapal. Sementara itu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya juga mengerahkan satu unit kapal patroli KNP Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa.

Dari data yang diperoleh Ditjen Perhubungan Laut, KM Lestari Maju merupakan Kapal jenis Roll on-Roll off (Ro-Ro) yang melayani lintas penyeberangan Pelabuhan Bira di daaratan Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar. Kapal memiliki panjang 48.48 meter dan lebar 16.50 meter serta berat 1519 GT. Kapal berbahan dasar baja ini juga memiliki sebuah geladak dan dua buah baling-baling 2 buah serta daya mesin sebesar 650 Horsepower atau tenaga kuda. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut kebijakan memblokir sejumlah platform media sosial demi kepentingan masa depan bangsa Indonesia.

Terbaru, Kemenkominfo memblokir aplikasi untuk menyanyi lip-sync, Tik Tok.

“Kita kan memblokir untuk keselamatan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak untuk tidak melakukan itu,” ungkap Rudiantara saat ditemui di Kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018.

Rudiantara memastikan, pemblokiran aplikasi Tik Tok tidak akan berlaku selamanya. Menurutnya, pemblokiran bisa dibuka asalkan pihak Tik Tok merespons teguran Kemenkominfo untuk membenahi aplikasinya.

Sampai saat ini, kata dia, pihak Tik Tok belum merespons teguran Kemenkominfo. Menurut Rudiantara, Tik Tok diblokir lantaran masifnya konten negatif yang tersebar dalam aplikasi tersebut.

Bahkan, pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait maraknya konten negatif di Tik Tok. Kendati begitu, ia menyadari jika aplikasi tersebut sebetulnya tak melulu berisi konten-konten negatif.

“Kami memantau dan ada laporan masyarakat. Memang Tik Tok itu platform yang bagus untuk orang mengekspresikan kreativitasnya melalui live streaming, tapi banyak sekali konten-konten yang negatif, terutama untuk anak-anak yang menurut saya tidak senonoh dan tidak layak ditayangkan,” papar Rudiantara.

Sementara itu, terkait pemblokiran Vine dan Tumblr Rudiantara belum bisa memastikan kapan akan membuka kembali akses ke dua apliksi tersebut. Menurut dia, baik Tumblr dan Vine juga belum memberikan respons teguran dari Kemenkominfo.

“Mereka sampai sekarang belum respons. Saya juga sama Tumblr ketemu, minta tolong bantu kasih tau Tumblrnya untuk bersihin,” kata dia.

Tik Tok sebelumnya diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Alasannya karena aplikasi untuk menyanyi lip-sync itu mengandung banyak konten negatif, khususnya untuk anak-anak. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Sebuah mobil Honda Jazz warna silver nopol AB 1979 U diberondong tembakan oleh polisi di Sleman. Belum ada keterangan resmi dari polisi terkait peristiwa ini.

“Mobil Jazz dikejar oleh polisi dari depan Polda DIY sampai sini (Jalan Kebon Agung, Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman),” kata Wintolo Irianto (36), pengendara ojek online yang ikut dalam pengejaran, Selasa, 3 Juli 2018.

Wintolo mengaku sekitar pukul 12.30 WIB, dia dari mengantar konsumen akan pulang ke base camp di wilayah Babarsari, Depok, Sleman. Dia melintas dari barat ke arah timur melewati depan Mapolda DIY, Jalan Padjajaran Ringroad Utara, Sleman.

“Sampai depan Polda, saya dicegat seorang polisi dari Polda, dia bonceng dan bilang kejar mobil Jazz itu, ke arah timur,” jelasnya.

Sesampai di depan kampus UPN Veteran, mobil itu putar balik ke arah barat. Sesampai di simpang empat Condongcatur, roda belakang kiri mobil Jazz itu ditembak. Sejumlah polisi dan kendaraan polisi mencoba mencegatnya namun mobil Jazz itu tetap melaju.

“Sempat menabrak mobil dan motor di jalan, di tiap lampu merah coba dihentikan polisi dan tembakan peringatan tetap tidak berhenti,” terangnya.

Mobil Jazz itu akhirnya bisa dihentikan di depan SMP N 1 Seyegan, Jalan Kebon Agung Km 9.

“Dihentikan dicegat truk dan belakangannya mobil polisi. Ban belakang kiri juga lepas tinggal peleknya karena bannya ditembaki dari tadi.

Sampai lokasi ini polisi sempat negosiasi, pengemudi tidak mau turun. Tadi juga masih ditembaki arah bodi mobil, bukan arah pengemudinya. Tadi distreilkan lokasi, warga diminta menjauh, jadi saya tidak melihat persis kondisi sopirnya,” imbuhnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Bendera merah putih yang kodisinya sudah usang, masih saja dibiarkan berkibar di bekas markas Kodim Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo.

Warga pun menyayangkan bendera pusaka tersebut tak ada yang mengganti dengan yang baru.

Kondisi bagian dari warna bendera merah dan putih tersebut sudah pudar. Selain itu, kondisi bendera merah putih juga robek.

Bangunan tempat berkibarnya bendera tersebut memang tak lagi ditempati sebagai markas TNI AD. Bangunan tersebut kini digunakan sebagai area parkir bank swasta dan warung kopi.

“Kami prihatin melihat bendera merah putih dalam kondisi seperti itu masih berkibar, selain warnanya sudah pudar, juga kondisinya sudah robek,” kata Agus (38), seorang warga Sidoarjo yang setiap harinya melewati Jalan A Yani, Selasa, 3 Juli 2018.

Agus berharap bendera merah putih yang sudah usang segera diganti. Setidaknya untuk menghormati jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.

“Generasi sekarang wajib menghormati jasa para pahlawan, salah satunya juga harus menghormati bendera merah putih, karena itu lambang negara kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yudi (26), warga Sidokare, Sidoarjo. Melihat kondisi bendera yang sudah usang, dia meminta cepat diganti. Lebih baik tidak memesan bendera dari pada bendera rusak masih berkibar.

“Kondisi seperti itu sudah tidak layak, seharusnya diganti yang baru, apalagi sebentar lagi memperingati Hari Kemerdekaan RI. Kami yakin pihak pengelola tidak mengetahui kalau bendera yang terpasang sudah rusak,” tandasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji menyatakan akan memastikan pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun akan ditutup hari Selasa, 3 Juli 2018.

Hal tersebut dilakukan setelah banyaknya pertimbangan dan kendala yang dihadapi tim pencarian di lapangan.

Terkait dihentikannya pencarian KM Sinar Bangun, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan tanggapannya melalui Twitter, @MardaniAliSera.

Mardani membandingkan pencarian KM Sinar Bangun dengan pencarian pesawat MH370 yang hilang di Laut Hindia sejak 2014.

“Pemerintah Malaysia 4 thn terus melakukan pencarian pesawat MH370 sejak 2014 di laut Hindia, memberikan kepedulian besar terhadap korban & keluarganya Alhamdulillah titik tenggelamnya kapal Sinar Bangun danau Toba di temukan dlm 14 hari, Semoga Pencarian tidak di hentikan,” tulis Mardani.

Ia juga mentautkan beberapa headline berita yang memuat KM Sinar Bangun dan Pesawat MH370.

Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Rabu, 30 Mei 2018 mengatakan, pencarian pesawat maskapai Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 bisa dilanjutkan jika ditemukan bukti baru.

Pencarian bawah laut yang didanai swasta untuk mencari pesawat yang hilang itu berakhir pada Selasa, 29 Mei 2018.

Namun, pemerintah akan mempertimbangkan penyelidikan kembali apabila seseorang memperoleh petunjuk.

“Kami belum menemukan bukti apa pun, jadi kami masuk dalam tahap di mana kami tidak bisa terus mencari sesuatu yang tidak bisa ditemukan,” kata Mahathir.

“Kami sangat menyesal, dan kami mengerti perasaan kerabat korban, tapi kami tidak bisa selamanya mencari MH370,” ucapnya.

Penerbangan MH370 yang mengangkut 239 orang, menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014 dan menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Dengan didukung pemerintah Malaysia, perusahaan swasta Ocean Infinity of Houston telah menjelajahi dasar laut seluas 112.000 km persegi.

Tapi, pencarian itu tidak membuahkan hasil untuk menemukan bukti keberadaan pesawat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Hukum dam HAM menanggapi kritik Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal penempatan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rutan Mako Brimob. Penempatan Ahok di Rutan Mako Brimob lebih karena faktor keamanan.

“Alasan dasar Pak Ahok ditempatkan adalah keamanan,” kata Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkum HAM, Ade Kusmanto Senin, 2 Juli 2018.

Ade menjelaskan, awalnya Ahok akan di tempatkan di Cipinang setelah menerima putusan hakim. Karena ada simpatisan Ahok yang berunjuk rasa di depan LP Cipinang, Menurut Ade hal itu bisa mengganggu keamanan.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa pada saat Pak Ahok ditempatkan di Rutan Cipinang untuk melaksanakan putusan hakim, para simpatisan Pak Ahok berunjuk rasa yang sangat mengganggu keamanan dan ketertiban Rutan Cipinang saat itu,” terang Ade.

Menurut Ade, jika Ahok tetap dipaksa dipenjara di Cipinang, itu akan mengganggu situasi yang sudah aman dan kondusif. Karena itu, Kantor Wilayah Kemenkum HAM DKI atas persetujuan Dirjen Pas memindahkan Ahok ke Rutan Mako Brimob demi keamanan.

“Pihak Kanwil kemenkum HAM DKI atas persetujuan Dirjenpas memindahkan Pak Ahok sementara waktu untuk menjalani pidananya di cabang Rutan Mako Brimob yang merupakan cabang rutan resmi berdasarkan Kepmenkum HAM tahun 2007,” jelasnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyoroti rutan Mako Brimob yang dihuni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya tujuan pemasyarakatan terhadap Ahok di rutan tak tercapai. Dia pun meminta agar Ahok dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (LP).

Pernyataan itu disampaikan Fahri lewat cuitan di Twitter (@Fahrihamzah). Awalnya, Dia menanggapi postingan foto dari seorang netizen. Di foto tersebut, ada Polwan yang berpose di depan kue untuk perayaan ulang tahun Ahok pada Jumat, 29 Juni 2018 lalu.

Setelah itu, Fahri kultwit yang cukup panjang soal rutan yang ditempati Ahok saat ini. Menurutnya, rutan Mako Brimob belum cukup untuk membuat Ahok dapat bermasyarakat.

“Jadilah Ahok seperti sebuah penyesalan. Dia dihukum secara tanggung, dan dimasyarakatkan secara tanggung. Hasilnya lihat aja nanti. Semuanya akan tanggung. Dia akan keluar dengan mentalitas yang lebih ekstrem. Inilah yang saya khawatirkan,” cuit Fahri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Simalungun – Setelah menetapkan hari penutupan pencarian yakni Selasa, 3 Juli 2018 dan akan membangun monumen tragedi KM Sinar Bangun, beberapa keluarga korban memberikan tanggapannya.

Lasma (53), seorang ayah yang kehilangan putrinya bernama Siti Arbiah (23) mengaku telah ikhlas menerima penghentian pencarian 164 korban hilang.

Ia mengatakan tidak tega melihat tubuh anaknya dalam keadaan tidak utuh.

Ia hanya berharap anaknya dapat diterima di sisi Tuhan.

“Saya setuju ini dihentikan. Karena kalau dapat pun tubuh anak saya sudah hancur,” ujarnya sembari menangis sembari menunjukkan foto putrinya bersama pacarnya, Alfaro Siahaan pada acara pertemuan antara keluarga korban dengan tim pencarian di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kabupaten Simalungun, Ahad, 1 Juli 2018.

Ia mengungkapkan dari tiga anaknya, Siti Arbiah merupakan anak kesayangannya. Apalagi, rencananya Desember ini akan melangsungkan pernikahan.

“Saya terakhir ngobrol itu pas lebaran. Apapun dia minta saya kasih. Karena memang sayang sekali saya sama dia,” ujar warga Siantar ini.

Hal berbeda disampaikan Sri Santika (25), korban selamat yang masih dirundung kesedihan karena kehilangan suaminya, Muhamad Irfan (22).

Sri menilai jika ditambahkan waktu pencarian suaminya dapat ditemukan.

“Sebenarnya tidak setuju. Kalau ditambah harinya bisa saja mayat suami saya dan teman-teman suami saya dapat ditemukan,” ujarnya ketika hendak pulang dari pertemuan dengan tim Basarnas gabungan.

Warga Batubara ini merupakan satu dari 21 korban yang selamat.

Sri yang sedang mengandung dua bulan ini selamat atas pertolongan pelampung yang diberikan tiga orang laki-laki. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat ini masih mendekam di rumah tahanan Mako Brimob, Depok Jawa Barat lantaran tersangkut kasus penodaan agama.

Hari ini Jumat 29 Juni 2018, pria yang akrab disapa dengan sebutan Ahok itu mendapat ucapan dari berbagai netizen. Lantaran hari ini Ahok berulang tahun.

Adapun hal tersebut diketahui dari unggahan foto akun Instagram Ahok_kami dengan keterangan tanggal lahir Ahok 29 Juni 1966. Unggahan foto itu disukai oleh ribuan orang dan dikomentari para netizen, dengan berbagai harapan berikut komentar-komenta.

“HBD pak basuki sehat selalu dan siapkan badanmu untuk bertarung,” tulis zaenabb7011.

“Selamat ulang tahun my idol @basukibtp semoga bapak cepat bebas kembali ke pemerintahan, menggebrak meja dan membersihkan Indonesia dari koruptor,” tulis donnypradana2000.

“Selamat ultah pak, sukses selalu ultahny sama dengan anakku semoga pinter dan cerdasnya seperti pak Ahok,” tulis maudyqueenshanum.

“HBD pak Ahok, panjang umur sehat dan bahagia, negara ini membutuhkan orang yang cerdas dan lurus seperti bapak,” tulis nninukfilian. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang TKW Indonesia asal Bali dikabarkan meninggal dunia di Turki.

Wanita bernama Kadek Pariani (33) asal Dusun Alassari, Tejakula, Buleleng, Bali bekerja menjadi terapis di sebuah Spa di Turki.

Pariani bekerja ke Turki sejak 2 Juni 2017 lalu.

Ia dikabarkan meninggal oleh sepupunya yang juga seorang TKW pada Ahad, 26 Juni 2018.

Sebelum meninggal Pariani dirawat di sebuah rumah sakit di Turki dan mengalami koma selama 12 hari.

Dilansir Tribun Video dari Tribun Bali, menurut keterangan keluarga dokter yang menangani mengatakan almarhum telah koma selama dua pekan dan mereka tidak bisa mengubah keadaan.

Pihak keluarga membuat surat pernyataan mengizinkan untuk mencabut selang oksigen dan membuka alat-alat medis yang dipasangkan di tubuh Pariani.

Belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita oleh wanita ini hingga ia meninggal dunia.

Ibu Pariani, Made Srigati (51) mengatakan jika ia mengalami firasat buruk tentang anaknya.

Foto almarhum semasa hidup yang tertempel di dinding terjatuh saat malam hari, dan ia juga bermimpi buruk tentang anaknya.

Ia mengaku saat berkomunikasi lewat telepon, anaknya tak pernah mengeluh sakit.

Bahkan Pariani sempat mengatakan jika ia ingin menikah dengan seorang pria asal Turki.

Rencananya almarhum akan membawa kekasihnya itu ke kampung halaman untuk meminta restu menikah pada Desember 2018 nanti.

Keluarga merasa sangat terpukul mendengar kabar kematian Pariani.

Saat ini keluarga masih berharap agar pemerintah dapat membantu untuk memulangkan jenazah almarhum ke Bali. (***)

sumber: tribunnews.com