VIRAL

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Video penggerebekan seorang oknum kepala desa yang sedang berbuat mesum beredar di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh pengguna akun Facebook Siti Wulan sejak Selasa, 17 Juli 2018.

Pada video tersebut tampak kerumunan warga yang emosi setelah menangkap basah seorang pria yang disebut sebagai kepala desa setempat sedang berbuat mesum di kebun singkong.

Tampak pula dalam video sebuah mobil patroli dan beberapa anggota polisi berada di lokasi berupaya mengamankan situasi.

Menurut informasi kejadian tersebut terjadi di sebuah desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin, 16 Juli 2018

Oknum kepala desa tersebut disebut berbuat mesum dengan seorang warganya yang telah bersuami.

Sehari setelah aksi penggerebekan di kebun singkong, warga desa melakukan aksi demo di Kantor Bupati Pati.

Pada video lain, tampak warga sedang melakukan aksi demo di kantor bupati Pati.

Menggunakan beberapa truk, warga berkonvoi menuju kantor bupati Pati.

Tujuan warga melakukan aksi demo adalah menuntut Bupati Pati untuk mencopot oknum kepala desa tersebut secara tidak terhormat.

Alasan warga meminta kepala desa dicopot karena telah berbuat asusila dan memberi contoh perbuatan tercela kepada warga.

Selain itu warga juga menuntut transparansi penggunaan dana desa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Subang – Ade Diding salah seorang tahanan di Polres Subang meninggal. Kasusnya menjadi ramai karena sang anak kirim surat ke Presiden Jokowi. Polisi menyebut tahanan lain pelakunya. Kini 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiyaan dan pemerasan terhadap Ade.

“Untuk kasus pemerasan dan penganiayaannya kita majukan. Sudah ditetapkan 13 tersangka untuk penganiayaan dan satu untuk kasus pemerasan,” ucap Kapolres Subang AKBP M Joni saat dihubungi detikcom, Selasa, 17 Juli 2018.

Joni menyatakan pihaknya akan mengusut kasus dugaan penganiayaan tersebut. Polisi kini tengah melengkapi berkas untuk dikirimkan ke kejaksaan.

“Dalam seminggu mudah-mudahan selesai,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan Ade meninggal karena dianiaya atau bukan. Pihaknya tengah menunggu hasil visum yang sudah dilakukan saat Ade dinyatakan meninggal pada 11 Juni 2018 lalu. Hasil visum, untuk memastikan penyebab Ade meninggal dunia.

Istimewa

“Tinggal menunggu visum paling lambat besok selesai. Visum untuk memastikan, kalau ternyata (meninggal) bukan karena penganiayaan kan enggak bisa dipaksakan juga. Karena kondisi yang bersangkutan juga tidak koma, sehat cuma kemarin mengeluh bagian lambungnya ditambah dengan tingkat stres di situ,” kata Joni.

Ade merupakan PNS Pemda Subang yang ditahan karena kasus penipuan dan penggelapan. Di hari keempat ia ditahan atau 11 Juni lalu, Ade meninggal di RS.

Joni membantah anggotanya terlibat. “Enggak ada. Anggota kita tidak terlibat,” ujar Joni. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Viralnya bocah berkebutuhan khusus jadi sasaran amuk massa jadi perhatian Kapolres Blitar. Apalagi, tempat kejadian perkara di rumah anggotanya yang bertugas di Polres Blitar.

Dalam rilis resmi yang disampaikan ke media, Kapolres menyayangkan beredarnya informasi itu secara liar. Hingga muncul dugaan yang cenderung merugikan Polri, utamanya Polres Blitar.

“Kabar yang beredar liar menimbulkan persepsi, bahwa yang membuat ia babak belur adalah polisi itu sendiri, padahal itu salah,” tulis Kapolres Blitar AKBP Annisullah M Ridha dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu, 14 Juli 2018.

Berikut kronologi kejadian kasus tersebut berdasarkan keterangan dari polisi:

Pada hari Selasa tanggal 10 juli 2018 sekira jam 22.30 WIB Brigadir CD melihat pintu pagar rumahnya dalam keadaan terbuka. CD juga melihat ada anak yang berdiri di pintu rumah sedang berusaha membuka pintu rumahnya.

CD saat itu baru saja balik ke rumahnya di Dusun/Desa Pojok Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, setelah 15 menit keluar mengajak anaknya jalan-jalan.

“Mengetahui pemilik rumah datang, anak itu berusaha membuka pintu lari ke garasi. Brigadir CD mengejar dan ketika sudah didapatkan anaknya, ditanya tidak menjawab apapun pertanyaan saudara CD,” jelas Anissullah.

Kemudian CD memanggil warga yang lewat di depan rumah dengan maksud menanyakan apakah ada yang kenal dengan anak tersebut. Tapi tidak ada yang mengenali.

“Sesaat kemudian ada beberapa orang berhenti melihat anak itu tapi tetap tidak ada yg mengenal. CD masuk ke rumah mengambil borgol. Setelah keluar rumah, CD melihat anak tersebut sudah mengeluarkan darah yang dimungkinkan dipukul oleh warga,” imbuh Anissullah.

CD sendiri dalam pemeriksaan menyatakan tidak mengetahui siapa yg melakukan pemukulan. Menurut keterangan dari ketua RT 2/1 Agus Mulyanto, warga melihat sekitar 10 orang warga di luar RT 2/1.

Seperti kesaksian Heri tetangganya, CD menghubungi anggota sabhara dengan maksud untuk mengamankan anak tersebut. Namun karena sedang patroli di wilayah timur, terlalu jauh dari lokasi. CD pun menyetujui Heri langsung mendatangi Polsek Garum melaporkan kejadian itu.

Pada pukul 23.00 WIB, anggota piket Polsek Garum Aiptu Sujianto dan Bripka Devit datang ke TKP. Selanjutnya anak tersebut dibawa ke Polsek Garum.

“Setelah sampai di polsek, anak itu diintrogasi tapi tidak menjawab. Anggota berusaha menanyakan kepada warga. Ternyata ada yang mengenali. Anak itu merupakan anak yang berkebutuhan khusus,” kata Anissullah.

Pada saat di bawa ke polsek, kata Anissullah, CD ikut. Mengetahui anak yang berusaha masuk rumahnya mempunyai kebutuhan khusus, maka CD yang semula akan menuntut secara hukum akhinya membatalkannya. (***)

sumber: detik.com

VIRAL

Sabtu | 14 Juli 2018 | 10:04

Duh, Pernikahan Dini Terjadi di Kalimantan Selatan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Viral pernikahan sepasang bocah di Kalimantan Selatan. Disebut bocah karena mempelai pria berusia 14 tahun dan mempelai wanita berusia 15 tahun.

“Untuk pasangan pernikahan dini, pria (bernama) ZA, 14 tahun. Wanita (bernama) IB, 15 tahun,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes M Rifai ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu, 14 Juli 2018.

Rifai mengatakan pernikahan dilakukan di kediaman nenek mempelai pria, di Kabupaten Tapin. Kedua bocah tak mendaftarkan pernikahannya secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

“Pernikahan dilaksanakan di rumah nenek dari pengantin pria pada Kamis, 12 Juli 2018 sekira jam 20.30 Wita,” jelas Rifai.

Rifai mengatakan pernikahan dini itu tak dapat digugat secara hukum karena bersifat siri. “Kalau resmi lewat KUA ya kena, tapi ini kan siri,” ujar Rifai.

Seorang ustaz dari masjid setempat bertindak sebagai penghulu pernikahan siri pasangan bocah tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Rekaman video seorang pria berbaju orange bertuliskan polisi tengah memarahi dua ibu-ibu di sebuah minimarket menyebar melalui media sosial.

Dalam video tersebut memperlihatkan pria tersebut menendang dan memukul menggunakan sandal salah seorang ibu dan anak di minimarket.

Dengan nada keras pria itu bertanya ke dua orang perempuan dan satu bocah.

Terdengar dia meminta salah seorang di minimarket untuk membawa mereka ke mobil. Sementara kedua ibu tersebut terus menangis dan meminta maaf.

“Diam kamu,” ujar si pria tersebut.

Polisi menyebut peristiwa itu terjadi di Kota Pangkalpinang pada Rabu, 11 Juli 2018 malam. Pria yang melakukan penganiayaan tersebut merupakan Kasubid Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Yusuf SE.

“Iya. Dia pemilik toko,” kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung AKBP Abdul Munim saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut Munim, aksi perwira polisi tersebut lantaran emosi terhadap sekelompok orang yang mencuri tokonya di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Ibu-ibu yang ditendang dan dipukul AKBP Yusuf diduga merupakan komplotan pencuri tersebut.

“Saat itu ada pemilik toko berinisial Y melihat kejadian pencurian di tokonya. Lalu Y bertanya-tanya kepada pelaku pencuri sambil melakukan tindakan kekerasan,” kata Munim.

Munim menambahkan, kegeraman AKBP Yusuf memuncak setelah diinterogasi kedua ibu-ibu tersebut mengelak mencuri. Sementara komplotan lainnya kalang kabut saat aksinya diketahui pemilik toko.

“Pura-pura belanja, berombongan berjumlah tujuh orang. Enam masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga ketangkap,” kata dia.

Komplotan ini diduga mencuri sejumlah susu, mi instan dan selendang. Pencurian ini membuat pemilik toko rugi Rp 600 ribu.

Kasus pencurian ini sudah dilaporkan penjaga toko ke Polres Pangkalpinang. Sementara kasus dugaan penganiayaan dilakukan AKBP Yusuf ditangani oleh Bidpropam Polda Bangka Belitung.

“Y terpancing emosi karena mereka ramai-ramai maling, saat yang ketangkap ditanya bilangnya tidak tau semua,” kata Munim. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah foto menunjukkan plakat bertuliskan Kantor Polisi Bersama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou, viral di media sosial.

Pihak Kapolres Ketapang pun memberikan penjelasan.

Kapolres Ketapang AKBP Sunario menjelaskan, dirinya perlu memberi penjelasan perihal foto yang viral di media sosial tersebut. Dia tidak ingin ada kesalah pahaman di masyarakat mengenai foto tersebut.

“Saya sebagai Kapolres Ketapang, saya akan mengklarifikasi tentang adanya postingan-postingan tentang Kapolres bersama yang ada di Kabupaten Ketapang. Perlu saya jelaskan semua kepada masyarakat supaya tidak terjadinya kesalahpahaman tentang hal tersebut,” kata Sunario dalam sebuah video yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo, Jumat, 13 Juli 2018.

Sunario menjelaskan, plakat tersebut merupakan contoh yang dibawa oleh kepolisian Shuzou saat berkunjung ke salah satu perusahaan yang ada di Ketapang, Kalimantan Barat. Plakat itu ditujukan untuk menjalin kerjasama antara kepolisian.

“Adanya kunjungan kepolisian Shuzou, dan dia juga merupakan sebuah Wali Kota Shuzou ke perusahaan PT BSM, yang mana mereka juga mengundang Polres Ketapang untuk melaksanakan kunjungan tersebut. Dan mereka meminta kerjasama pada Polres Ketapang dalam hal kepolisiannya dengan membawa contoh sebuah plakat yang untuk kerjasama nantinya. Plakat ini yang viral di media sosial,” katanya.

Saat ini, kata Sunario, plakat tersebut sudah diamankan di Mapolres Ketapang. Karena memang tidak ada kesepakatan kerjasama antar kedua belah pihak.

“Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, karena kesepatakan antara kedua belah pihak itu belum ada, atau kita tolak. Karena Polres Ketapang itu tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, yang ada itu adalah melalui Mabes Polri. Dan mereka kita sarankan bahwa untuk adanya kerjasama itu melalui adanya Mabes Polri, dan bila Mabes Polri setuju maka barulah adanya kesepakatan tersebut,” katanya.

Sunario juga menyayangkan viralnya foto plakat bertuliskan ‘Kantor Polisi Bersama’ tersebut. Bahkan seolah-olah dikabarkan plakat tersebut telah dimonumenkan sebagai bentuk kerjasama antara dua kepolisian.

“Dan yang beredar di media sosial seolah-olah itu sudah menjadi viral dan dimonumenkan, itu tidak. Inilah fakta dari pada plakat itu yang dikatakan viral sudah terjadi bangunan kantor polisi bersama, tidak, Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, mereka memberi contoh kita menolaknya, kita tidak membenarkan, maka plakat ini kita bawa ke Polres Ketapang, kita amankan ditakutkan disalah artikan atau disalahgunakan pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sunario pun menegaskan, hingga saat ini tidak ada ‘Kantor Polisi Bersama’ antara Polri dengan Kepolisian Kepolisian Shuzou. Dia juga mengimbau masyarakat tidak terpancing dengan kabar hoax tersebut.

“Sekarang barang ini ada di kita dan kita memohon masyarakat Indonesia untuk pengertiannya supaya tida menjadi viral, atau ke mana-mana atau tidak dialihkan ke mana-mana juga. Pada prinsipnya di Ketapang tidak ada kantor bersama antara Kepolisian Republik Indonesia atau Polres Ketapang dengan Polres Shuzou,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Peristiwa penanganan pada Susanto dengan cara setengah badannya dikubur dengan maksud untuk menetralisir listrik viral di media sosial dengan bumbu isu ‘bangkit dari bubur’. Susanto kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Korban masih hidup dan dapat tertolong. Sekarang masih dirawat,” ujar Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono ketika dimintai konfirmasi, Kamis, 12 Juli 2018.

Susanto kini dia masih berada di RS Rubini Mempawah untuk menjalani perawatan. Didi mengatakan Susanto tersengat listrik usai mengelas kanopi di bengkel. Pada awalnya Susanto tak sadarkan diri.

“Pada saat kejadian korban sedang melakukan pemasangan atau pengelasan kanopi di depan Bengkel Mobil ‘Aneka Jaya’ karena jarak kanopi yang dibuat terlalu dekat dengan kabel bidar utama/ kabel TM (jaringan listrik) sehingga menyebabkan korban kesetrum,” ujar Didi.

Warga menolong Susanto dan mengubur sebagian badannya ke dalam lumpur. Tujuan warga yang menolong, untuk menghilangkan induksi listrik di dalam tubuh Susanto. Warga meyakini cara itu bisa berhasil.

“Adapun pertolongan pertama yang dilakukan warga sekitar setelah kejadian tersebut yaitu dengan mengubur bagian tubuh korban dengan menggunakan lumpur mulai dari leher sampai ke kaki guna menghilangkan induksi aliran listrik dalam tubuh korban kata Didi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Dunia maya dihebohkan pengakuan video seorang warga yang mengklaim dirinya tajir melintir. Melalui video pendek, pria diduga berasal dari Banyuwangi ini, mengaku sangat mudah menaklukkan perempuan dengan harta kekayaannya.

Ada 3 file video yang tersebar dalam media sosial itu. File video pertama menampilkan beberapa orang meletakkan tumpukan uang pecahan Rp 50 ribuan yang terbungkus rapi. Dan selanjutnya, dua file video berisi pengakuan warga yang di sebut sebagai Wahyu Raja Sengon, yang mengaku setiap bulan mendapat kiriman 16 kontainer uang.

“Uang saya ndak pernah habis. Tiap hari ada 16 kontainer uang dikirim ke rumah. Mau habis bagaimana lah wong tiap hari datang. Kalau datang pasti dikawal tuit tuit tuit itu,” jelas wahyu dalam video yang berdurasi 1.35 menit itu.

Wahyu juga menjelaskan jika dirinya ahli dalam menaklukkan wanita. Dirinya mengklaim telah menaklukkan wanita di seluruh Indonesia.

“Saya sudah banyak menaklukkan cewek seluruh Nusantara ya. Saya tidak suka di dicintai karena body saya. Saya lebih suka purel (pemandu lagu karaoke) mencintai saya karena uang saya,” tambahnya.

Selanjutnya pada video ketiga yang berdurasi 51 detik, Wahyu Raja Sengon menunjukkan deretan mobil yang akan digunakan untuk berburu cewek. Dirinya kemudian memilih mobil warna merah, yang akan dikendarainya.

“Saya akan bawa mobil ini. Karena saya akan berburu cewek. Ada 4 kunci yang harus ada untuk mendapatkan cewek. Satu kunci mobil, dua kunci rumah, tiga kunci brankas dan satu lagu ATM prioritas,” ucapnya.

Belum diketahui pasti kebenaran tajirnya Wahyu Raja Sengon. Diduga video ini diunggah pada pertengahan Juni lalu dan dibagikan puluhan kali oleh netizen. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video dua bidan yang bermain aplikasi Tik Tok sambil menggendong bayi viral di media sosial. Banyak yang mengecam aksi yang dilakukan dua bidan perempuan tersebut.

Video Tik Tok itu dibagikan oleh ibu dari bayi yang digendong dua bidan tersebut. Lewat akun Facebook Bakoel Mpo Keceh, ibu tersebut geram melihat kelakuan dua bidan.

Dia juga meminta agar Dinas Kesehatan dapat menindak tegas dua bidan yang diketahui bekerja di salah satu rumah sakit di Bekasi.

“Dear Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tolong ditindak lanjuti oknum bidan yg diluar batas ini dengan menggunakan bayi pasien sbagai alat kesenangan dengan menggunakan aplikasi tiktok. Saya sbagai ibu DRI 2 orang anak melihat perilaku bidan ini sangat tidak bermoral
Susah payah dengan taruhan nyawa bayi ini dilahirkan ibunya dengan mudah oknum bidan INI uwek uwek wajah bayi INI demi kesenangan Dan folower untuk tenar!! Tolong ditindak lanjuti secepat nya agar tidak ada Lagi kejadian macam INI,” tulis postingan Bakoel Mpo Keceh, dilihat detikcom pada Rabu, 27 Juni 2018.

Dari video Tik Tok terlihat dua bidan itu menggendong bayi sambil berjoget. Salah satu bidan tampak mencubit pipi bayi yang kelihatan seperti baru saja lahir.

Hingga Rabu, 27 Juni 2018 pukul 15.00 WIB, postingan tersebut telah mendapat 4,5 ribu tanggapan dan 16.612 kali dibagikan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyayangkan adanya perilaku tak pantas yang dilakukan bidan tersebut. Dia meminta agar masyarakat tidak membuat hal yang dapat berdampak negatif.

“Jika benar ini dilakukan oleh tenaga kesehatan tentu tidak pas. Kami menyayangkan. Kepada semua pihak baik ortu, tenaga kesehatan, guru, masyarakat agar tak membuat lucu-lucuan yang berdampak negatif bagi bayi atau anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka,” kata Susanto kepada detikcom. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Belakangan beredar video polisi menendangi sepeda motor milik para driver ojek online (ojol).

Masyarakat menyuarakan protes di kolom komentar lantaran tindakan polisi itu dianggap tak sopan dan terkesan seenaknya.

Akun Dery Marli telah mengunggah video peristiwa itu ke Facebook, Kamis, 14 Juni 2018.

“Lokasi PTC mall Palembang, polisi yg kaya begini, polisi gak punya nurani, woi inget itu gaji lu itu dari rakyat #Viralkan,” tulisnya.

Terlihat sejumlah sepeda motor yang ambruk, bahkan masuk parit, dalam video tersebut.

Akun Andre Noval kemudian mengunggah video serupa dengan menuliskan, “Karena mangkalnya di tempat yang dilarang, di jalan ini dilarang parkir atau stop (ngetem) dan sudah ada plang peringatannya.”

Menurut M Taslim Ch Dirlantas Sumsel di jalan itu sering macet penyebabnya ya mereka ini, teguran sudah berkali-kali, ditilang juga sudah.”

Menurut pihak kepolisian, para driver ojol mangkal tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban.

Hal tersebut dinilai mengakibatkan kemacetan sehingga perlu ditindak tegas.

Maka dari itulah, para driver ojol menjadi target operasi penertiban di hari menjelang Lebaran saat itu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jombang – 6 Pelaku pengeroyokan 3 remaja yang videonya viral di medsos, diringkus polisi. Aksi kekerasan ini dipicu persoalan asmara.

Kapolsek Diwek AKP Bambang Setyabudi mengatakan, para pelaku berhasil dilacak berdasarkan keterangan saksi dan rekaman video yang beredar di medos. Para pelaku pun diringkus pada Sabtu, 9 Juni 2018 malam.

“Sudah ada enam pelaku yang berhasil kami amankan,” kata Bambang kepada wartawan, Ahad 10 Juni 2018.

Ironisnya, para pelaku masih berusia di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. Mereka berusia antara 15 tahun hingga 17 tahun, Keenamnya warga Desa Kwaron, Diwek, Jombang. Satu pelaku lainnya merupakan warga Desa Cukir, Diwek.

Bambang menuturkan, jumlah korban pengeroyokan ini 3 orang remaja. Mereka berasal dari Desa Mojowangi, Mojowarno, Jombang.

Pengeroyokan sendiri dipicu persoalan asmara. Salah satu pelaku marah saat tahu pacarnya digoda menggunakan pesan-pesan mesra oleh para korban.

Sementara pengeroyokan ini terjadi di Jalan Rusunawa, Desa Cukir, Diwek, Jombang pada Kamis (7/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Keempat korban diserang pelaku dengan tendangan dan pukulan tangan kosong.

“Ada satu korban yang mengalami luka dibagian kepala namun lainya mengalami memar-memar di seluruh tubuhnya,” terangnya.

Penanganan kasus ini diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang. Pasalnya, para pelaku dan korban berusia di bawah umur.

Video pengeroyokan ini menjadi viral di medsos.

Para netizen pun mengecam tindakan para pelaku. Warganet juga mendesak polisi untuk mengusut kasus kekerasan ini. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kejadian tak biasa terjadi di daerah Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Seorang Warga Negara Asing atau bule mendatangi rumah pria yang diduga adalah ustad.

Bule yang bahasa Indonesianya tidak lancar itu datang sambil marah-marah.
Pada video yang diunggah oleh Eris Riswandi Ahad, 3 juni 2018, diketahui awalnya bule tersebut bertanya kenapa di masjid selalu ada karaoke.

Seorang wanita yang bersama ustaz itu kemudian menjelaskan suara tersebut bukanlah sebuah karaoke melainkan Sholawatan.
Namun, sepertinya bule berkaos singlet itu tidak peduli.

Dirinya tetap berbicara dengan nada tinggi.

Dia mengaku jika dirinya marah.

Dari tutur bahasanya, nampak pria asing tersebut merasa terganggu dengan adanya Sholawatan di Masjid.

Bahkan dia mengancam akan merusak masjid jika masih di masjid masih ada ‘karaoke’ lagi.

Tak ingin ada keributan, Ibu yang bersama ustad memperingatkan kepada bule itu.

Dia mengatakan bahwa warga akan marah kepadanya jika dia sampai merusak masjid.

Mencoba menahan emosi, ustaz tersebut meminta bule untuk pergi.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya sedang puasa jadi tidak ingin sampai ibadahnya itu batal lantaran marah-marah.

Tak paham bagaimana maksudnya, bule itu tak mempermasalahkan puasa yang dijalankan sang ustad.

Berusaha menengahi, ibu-ibu itu meminta agar melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT.

Pada unggahannya, Eris Riswandi juga meminta tolong pada pihak berwajib untuk segera datang ke lokasi.

Sebab, yang ditakutkan adalah jika sampai bule tersebut diamuk oleh warga.

Jika sampai terjadi, hal tersebut bisa mencoreng nama baik Indonesia di dunia internasional.

Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ya!

Semoga, masalahnya juga cepat terselesaikan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pelakor yang merupakan singkatan dari Perebut Laki Orang, merupakan fenomena yang kerap kita jumpai belakangan ini.

Statusnya sebagai orang ketiga dalam sebuah rumah tangga, membuat banyak orang geram.

Kisah pelakor yang viral di dunia maya, bahkan kerap menarik perhatian.

Pelakor kerap menjadi pusat pemberitaan karena tindakannya yang tega merebut suami orang.

Pun demikian dalam sebuah video viral berikut ini.

Dalam unggahan yang dilansir dari kaun Mak_nyinyiir, awalnya sang suami pamitan keluar rumah untuk menjalankan salat tarawih.

Namun ternyata ia mempergoki suaminya di sebuah kos-kosan seorang wanita dengan penampilan setengah telanjang.

Sontak unggahan tersebut menjadi viral dan membuat netter geram dan kasihan.

Terdengar sang istri hanya bisa menangisi sikap suaminya.

Ia tak henti-henti memberitahu warga sekitar yang juga ikut mencyduk suaminya dengan kata’ ini suami, ini suamiku,” jeritnya berulang kali.

Sampai menangis, sang istri meronta dalam bahasa bugis. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pohon imitasi di trotoar jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin yang dicabut kini dipasang di Balai Kota DKI. Ternyata, pohon tersebut sudah dibeli sejak tahun 2017 lalu.

Satu pohon imitasi itu dibeli seharga Rp 8 juta. Pihak Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat sendiri telah membeli 63 unit pohon imitasi pada 2017 lalu.

“Ada 63 set, nilainya Rp 8 jutaan harga satunya. Pokoknya harganya Rp 8 juta satu unit, tinggal kaliin aja udah. Yang saya beli 63, tinggal kaliin aja. Barangnya ada di gudang kok,” kata Kepala Sudin PE Iswandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2018.

Soal penganggaran di tahun 2017 ini juga disinggung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia mengaku heran kenapa anggaran pengadaan pohon imitasi itu baru dihebohkan saat ini.

“Suka pura-pura pada kaget. Seakan-akan baru ada sekarang,” kata Anies di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kini, pohon imitasi jutaan rupiah itu tak lagi berada di trotoar. Ada 4 unit pohon imitasi dipasang di dekat kolam halaman Balai Kota DKI serta 3 unit di halaman Gedung DPRD DKI Jakarta.

” Di depan ada merah-putih, sama DPRD ada. Nah karena itu di taman mungkin nggak mengganggu orang ya. Jadi mungkin aman,” kata Iswandi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.O.ID – Aksi main hakim sendiri kembali terjadi, Kali ini peristiwanya berlangsung di Sangkanerang, Kuningan, Jawa Barat.

Korban adalah anak laki-laki yang diduga yatim piatu.

Peristiwa bermula saat anak tersebut memunguti daun cengkeh tanpa izin pemiliknya.

Mengetahui hal itu, beberapa pria dewasa dengan teganya memukuli si anak laki-laki.

Pada video milik Laila Sitihomsah yang diunggah oleh Eris Riswandi Jumat, 1 Juni 2018, terlihat dua anak laki-laki korban main hakim sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.

Dari video tersebut, nampak tak hanya satu anak yang jadi korban.

Sebanyak dua anak laki-laki yang dikeroyok, satu berbaju hitam dan yang lainnya berbaju putih.

Saat anak laki-laki berbaju hitam dihajar oleh beberapa orang pria dewasa, anak laki-laki berbaju putih hanya bisa menangis.

Menurut kabar yang beredar, anak laki-laki tersebut terpaksa memungut daun cengkeh.

Mereka butuh uang.

Usai daun cengkeh terkumpul, anak laki-laki itu akan menjualnya dengan harga Rp 10.000.

Berdasarkan komentar yang ada pada video, disebutkan jika sepertinya uang tersebut untuk membeli obat.

“Daun cengkeh klw dikit gak laku mas, minimal bbrp karung. Dia ngambil buat obat kayaknya” tulis komentar Eris Riswandi sebagai balasan komentar.

Setelah diunggah, video tersebut telah ditayangkan sebanyak lebih dari 14 ribu kali.

Tak hanya itu, sebanyak 300 netizen juga telah membagikan video ini.

Banyak netizen yang mengatakan agar memviralkan video ini.

Mereka berharap agar pelaku main hakim sendiri bisa segera diciduk pihak berwenang.

“Ayo di viralkan, kebiasaan seperti ini ga bisa di biarkan, kalo dia begal sih bodo amat mau di matiin sekalian jg silahkan” tulis Raziv Fajar Alamsyah

” Up, viralkan. Biar cepet terciduk oknum penganiyaya” tambah Kadir Saja Masberto

“Viralkan aja…biar di proses pak polisi” imbuh Ahmad Irfan

Ada juga netizen yang memberikan komentar bijaknya.

“Klo q sih tanya dlu lah si anak itu.ambil daun bwat apa dan untuk apa baru jelas.jangan langsung.

Semoga saja masalah ini segera ditangani pihak berwajib dan bisa diselesaikan dengan baik ya. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Trenggalek – Dua buah video menampilkan sekelompok remaja melakukan permainan ekstrim beredar melalui media jejaring Facebook. Seorang remaja tampak terpental saat diseret sepeda motor dengan menaiki pelepah daun palem.

Di salah satu video yang terekam menggunakan kamera ponsel, tampak dengan jelas, seorang remaja sedang menaiki pelepah daun palem dengan diseret sepeda motor melintas di selatan Alun-Alun Trenggalek.

Tak berselang lama, saat melintasi polisi tidur (speed bump) pelepah palem robek. Akibatnya remaja yang menaiki terpental dan nyaris tertabrak sepeda motor lain yang membawa gerobak. Sementara itu sejumlah rekannnya yang tengah nongkrong di dekatnya justru bersorak-sorai.

Sementara itu dari rekaman CCTV yang terpasang di Alun-Alun Trenggalek, terlihat peristiwa tersebut terjadi, Selasa, 29 Mei lalu pukul 01.41 WIB dini hari. Sempat muncul spekulasi aksi itu merupakan balap liar, namun dibantah keras Polres Trenggalek.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi, mengaku prihatin dengan ulah remaja yang sedang begadang.

“Sebetulnya kami sudah berulang kali patroli di sekitar alun-alun, bahkan kami juga berkali-kali mengingatkan remaja agar tidak melakukan tindakan di luar kewajaran,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Foto sosok yang mirip Presiden ke-2 RI, Soeharto masih menjadi misteri.

Foto yang beredar luas di media sosial (medsos) belum diketahui siapakah sosok pria itu. Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga sudah mendapat laporan ini.

“Kalau dari kami tidak mencari tahu lebih lanjut, memang sempat ramai dan viral di media sosial. Ini hanya mirip dengan Bapak Soeharto dan kita tahu beliau sudah meninggal, sehingga kita tidak melakukan hal lebih lanjut,” kata VP Komunikasi Eva Chairunissa ketika dihubungi, Rabu, 30 Mei 2018.

BACA: HEBOH!!! Foto ‘Presiden Soeharto’ Naik Kereta Api Gemparkan Dunia Jagad Maya

Eva juga mengaku senang atas antusiasme masyarakat pengguna KRL. Soal pria yang mirip dengan Soeharto, menurut Eva, itu merupakan keunikan atau cerita yang bisa ditemui saat menggunakan KRL.

“Dari pagi sudah ramai di grup WA (WhatsApp). Menarik, inilah KRL yang naik A sampai Z artinya banyak sekali yang mirip siapa, atau tokoh sebenarnya. Kalau memang dia seorang tokoh, kadang kita minta quote-nya terkait KRL dan lain-lain, kalau cuma mirip ya sudah,” ujar Eva sembari tertawa.

Adakah netizen yang mengenal pria yang mirip Soeharto ini? (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sosok yang menjadi fokus dari jepretan Arbain Rambey membuat heboh dunia maya.

Seorang lelaki tua yang sedang duduk sendirian di KRL jadi bahan omongan nitizen. Bayangkan. Lelaki yang dijepretnya itu mirip dengan Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Tak lama dari unggahan foto itu, langsung mendapat tanggapan warganet. Dan dalam sekejab, foto itu langsung viral.

Sosok ‘Soeharto’ itu terlihat mengenakan jaket dan memakai topi berwarna hitam. Lelaki ini duduk sambil memejamkan mata dan memangku tas hitamnya.

Semua nitizen merespon foto ini. Berbagai reaksi muncul setelah melihat foto ini.

Berikut cuitan itu langsung mendapat beragam reaksi dari netizen. Banyak yang mengiyakan bahwa sosok bapak itu memang mirip Soeharto.

“ciyus om? kapan? dmn? mirip pak Harto,” cuit @NChalimi.

“Iya..mirip sekali…MasyaAllah,” cuit @Bramtea65 membalas cuitan Arbain.

“Pak Harto Reborn: Mampir Boss,” cuit @B_Aris_Santosa.

“Penak naik KRL tho?!” cuit @donnykrn. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh – Di media sosial, viral video dua orang disebut sepasang kekasih diamankan warga karena diduga berbuat mesum. Di video itu, si pria tampak dipukul oleh seorang pemuda dan seorang oknum polisi. Polda Aceh sedang menelusuri kasus ini.

Video berdurasi 2.50 menit ini beredar viral di media sosial Facebook. Kejadiannya disebut-sebut di daerah Julok, Aceh Timur, Aceh.

“Kejadian lagi di Julok Aceh Timur ‘mesum’. Sangat disayangkan bulan suci yang ternoda, apa tanggapan kawan-kawan setelah melihat kejadian ini?” Demikian keterangan pada video yang diunggah Ahad, 27 Mei 2018 tersebut.

Dalam video, terlihat seorang pemuda berkaos merah dan perempuan dikerumuni warga di sebuah tempat. Ada dua orang mendekat dan berbicara kepada pria itu. Sementara sang wanitanya berdiri tertunduk di belakang.

Tiba-tiba, ada seorang warga berlari dan menendang pria berkaos merah tersebut. Keriuhan pun terjadi. Kemudian tampak seorang oknum polisi datang. Dia terlihat menampar dan meninju perut pemuda berkaos merah ini.

Pemuda berkaos merah tersebut sampai terduduk usai ditinju oknum polisi itu. Dia bahkan kembali ditendang wajahnya oleh seorang pemuda. Sejumlah warga tampak melerai. Oknum polisi ini kemudian kembali menampar dan menjedotkan kepala pemuda berkaos merah itu.

Di luar tempat itu, ratusan masyarakat berkerumun melihat peristiwa itu. Sebagian warga menyorak pasangan tersebut. Ada juga yang melarang agar pemuda berkaos merah itu tidak dipukuli.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar mengatakan, polisi saat ini masih melakukan pengecekan terhadap video viral ini. Misbahul mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi kejadiannya dan seperti apa kebenarannya.

“Iya katanya di Julok tapi nggak ada warga Julok yang lapor. Polres sedang ngecek ke lapangan,” kata Misbahul saat dimintai konfirmasi detikcom.

“(Video) Beredar secara liar di medsos dan tidak ada yang bisa kasih data akurat di mana terjadinya dan siapa-siapa saja terlibat,” sambungnya. Dia belum menjawab saat ditanya soal adanya oknum polisi yang terekam video melakukan penganiayaan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pasca sejumlah serangan teroris di indonesia, berbagai pihak terutama kepolisian meningkatkan kewaspadaan.

Tak terkecuali Polsuska.

Polsuska adalah singkatan dari Kepolisian Khusus Kereta Api.

Polsuska adalah instansi dan/atau badan pemerintah yang oleh atau atas kuasa undang-undang diberi wewenang untuk melaksanakan fungsi Kepolisian di bidang Kereta Api.

Namun sebuah kejadian tak terduga dialami oleh seorang petugas Polsuska satu ini.

Pasalnya, dari sebuah video yang beredar, seorang anggota Polsuska terekam kamera tengah berargumen dengan seorang wanita.

Dalam video berdurasi 31 detik tersebut terlihat seorang wanita berbaju hitam tengah marah-marah dengan seorang petugas Polsuska.

Ia berulangkali menunjuk-nujuk tangannya sambil memangku sebuah tas berwarna putih.

Wanita itu berulang kali terdengar berkata, “Saya nantang pak!

“Bapak diem! saya yang nantang pak!,” ujar wanita berbaju hitam itu pada petugas Polsuska.

“Saya yang nantang sekarang! Temen saya yang kalian tangkap! Teroris temen-temen saya, Saya yang nantang!,” ujar wanita itu.

Sementara itu, dalam unggahannya pemilik akun Jujuk Juminten menulis:

Kejadian ini jam 03.00 WIB awalnya dia naik kereta dari stasiun Tegal tanpa tiket gerak geriknya mencurigakan.

Perempuan ini membawa sebuah tas dan kemudian dilakukan penggeledahan oleh Polsuska di tasnya di temukan 2 senjata tajam.

Kemudian perempuan ini di turunkan di stasiun Cirebon lalu marah marah ga jelas ..

Ditanya mau kemana tapi ga jawab …

Malah mondar mandir ..

Jadi bila ada yang ketemu dengan orang ini harap berhati-hati.

Video yang diunggah melalui Facebook itu telah ditonton sebanyak lebih dari 21 ribu penonton.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan belum diketahui apakah identitas wanita dalam video tersebut.(***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Beredar video detik-detik seorang pemuda terjatuh dari motornya menyerempet pengendara motor lain.

Dalam video tersebut tampak pemuda bangkit usai terjatuh dan memarahi orang tua yang ia serempet.

Saat marah-marah di tengah jalan, ia malah dimarahi oleh warga sekitar.

Menurut informasi dalam caption yang diunggah oleh akun Pekalongan INFO, pemuda tersebut diketahui tengah setting motornya.

Ia tampak tak mengenakan helm dan mondar-mandir ngebut di jalan raya yang terlihat tengah ramai kendaraan berlalu lalang.

Video lanjutan memperlihatkan pemuda tersebut di kerumuni oleh warga.

Terdengar warga geram dengan tingkahnya, dan menanyainya perihal kelengkapan surat mengemudi.

Ternyata pemuda tersebut tak bisa menunjukkan STNK motor dan SIMnya dan akhirnya ia mengaku salah kepada warga.

Kejadian tersebut berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekalongan, pada Jumat, 25 Mei 2018.

Video ini awalnya diunggah oleh grub Facebook Pekalongan INFO pada Jumat, 25 Mei 2018, hingga viral tersebar di berbagai media sosial.

Sejak diunggah telah di tonton sebanyak 29 ribu kali oleh warganet. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gua tembak kepalanya, gua pasung, ini kacung gua ternyata, gua pasung kepalanya, lihat mukanya, Jokowi g*l*, gua bkar rumahnya, Presiden gua tantang lu cari gua 24 jam, lu ga temuin gua, gua yang mana, salam Royson Jordhany,”

Kalimat itu dilontarkan oleh remaja di sebuah video yang belakangan menjadi viral di media sosial.

Pria berambut pendek yang tampil bertelanjang dada sembari menunjuk-nunjuk foto Presiden Joko Widodo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono seperti dilansir dari Kompas.com, mengatakan bahwa sudah mengamankan remaja pria yang ada di video.

“Tadi anggota sudah di depan rumahnya di Kembangan, Jakarta Barat. Kami bawa, tapi beda kendaraan, datang ke sini (Polda Metro Jaya),” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 23 Mei 2018.

Argo mengatakan, pria yang kemudian diketahui berinisial S dan masih berumur 16 tahun ini tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 17.00 WIB.

1. Video 3 bulan Lalu

S (16), remaja yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah rekaman video mengatakan kepada polisi bahwa video itu, yang kini menjadi viral di media sosial, dibuat sekitar tiga bulan lalu.

“Pengakuannya video itu dibuat sekitar tiga bulan yang lalu bersama teman-temannya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 24 Mei 2018.

2. Ngetes Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saat dimintai keterangan oleh polisi, remaja tersebut mengaku tak benar-benar berniat menghina Presiden.

“Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 23 Mei 2018.

Menurut Argo, S telah menyesali perbuatannya dan tak menyangka perbuatannya tersebut benar-benar membuatnya terjerat masalah hukum.

3. Bikin videonya di sekolah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, video menghina Jokowi bocah berinisal S (16) yang viral di berbagai media sosial dibuat di sekolahnya.

“Video itu dibuat di sekolahnya. Tentu saya tidak perlu sebut di mana sekolahnya,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 24 Mei 2018.

“Kami periksa lima teman S di sekolah. Kami akan datang nanti. Ini menunggu jam pulang sekolah,” sebut Argo.

Kepada polisi S mengaku membuat video tersebut sekitar tiga bulan lalu.

4. Anak Dokter

Melansir Warta Kota, RUMAH ABG yang viral melalui rekaman video berisi ancaman akan menembak dan menghina Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), S (16), di Perumahan Puri Kencana, di Jalan Kencana Utama Blok K2 no 2, RT 2, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, terlihat sepi, Kamis, 24 Mei 2018.

ABG yang dibekuk polisi pada Rabu, 23 Mei 2018 malam itu, saat ini hanya dihunikan para pekerja rumah tangga (PRT).

Diketahui, ayah ABG itu seorang dokter umum dan membuka praktik di rumah.

Terlihat plang putih di depan rumah itu tertulis Dr A Hary SC.

Saat itu, pria tersebut coba memanggil para penghuni rumah ABG itu, dengan menekan sebuah bel dekat tembok pagar tersebut.

“Cari Royson Jordany (S), iya benar ini sebelah rumahnya. Sebentar ya,” ujar seorang pria yang kulit wajahnya sudah keriput.

Tak lama, seorang wanita yang mengenakam daster merah muda dan mengaku PRT di kediaman ABG itu, sedikit bingung dan takut menjawab berbagai pertanyaan awak media di depan pagar.

“Yah, emang benar pak rumahnya ini. Dia (S) di sini tinggalnya. Sebentar dulu ya pak ya, aduh,” ujar wanita berambut keriting ikat tersebut. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Video seorang wanita bugil ‘belanja’ ke McDonald’s viral dan menjadi perbincangan di media sosial. Wanita itu masuk tanpa mengenakan pakaian sedikit pun.

Dari pantauan detikcom di akun instagram @palembang_bedesau, video itu sudah dilihat hampir 14.000 kali. Dalam video tersebut terlihat dua pegawai meminta wanita tak berpakaian itu untuk keluar. Tapi wanita tersebut terus memberontak.

“Dia datang tiba-tiba langsung masuk ke dalam. Mungkin mau minta makan, tapi sempat ditenangkan sama pegawai lain. Dia gak ada pakai pakaian sama sekali,” kata security McDonald’s, Emil, saat ditemui detikcom, Sabtu, 19 Mei 2018.

Emil mengatakan wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa itu datang ke McDonald’s di Jalan R. Sukamto Kota Palembang saat beberapa pelanggannya sedang makan siang.

“Saat kejadian sedang ada orang makan sekitar pukul 14.00 WIB, di sini kan buka 24 jam. Tapi karena bulan puasa jadi nggak banyak juga yang makan, tetapi ada tadi beberapa,” kata pria paruh baya ini.

Di hari biasa, Emil mengaku tidak pernah melihat wanita tersebut berada di sekitar McDonald’s tempatnya bekerja. Baru kali inilah wanita tanpa pakaian alias bugil itu datang.

Saat itu beberapa pegawai yang sedang piket sempat memintanya untuk keluar. Namun sang wanita yang tidak diketahui namanya itu sempat menolak dan tetap ingin duduk di dalam.

“Sebelumnya memang tidak pernah lihat dia lalu-lalang di sekitar McDonald’s. Nggak tahu kenapa tiba-tiba dia datang dan tetap maksa mau duduk di dalam. Mungkin itu orang ganguan jiwa dan lepas dari Dinas Sosial,” katanya.

“Nggak lama tadi di dalam, langsung kami tenangkan dan diminta untuk keluar. Ya katanya dia memang gangguan jiwa sih. Saya sebagai cewek malu juga liatnya,” imbuh pegawai tersebut.

“Sempat mau dikasih baju, tapi nggak mau. Dia nggak lama di sini, langsung pergi saya nggak tau ke mana. Ini kejadian pertama ada orang gila masuk nggak pakai pakaian,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bau-bau – Viral, mengaku keluarga mantan walikota, ibu ini memaki, memukuli Polisi, lalu reaksi polisi sungguh mengejutkan.

Video seorang Ibu yang memaki salah seorang petugas Sat Lantas Polres Bau-Bau, baru-baru ini menjadi viral di media sosial.

Kejadian itu direkam secara amatir lalu diunggah oleh akun instagram milik Satlantas Polres Baubau, dan telah tayang sebanyak 41.768 kali.

Video berdurasi satu menit itu, si Ibu mengaku sebagai keluarga salah seorang pejabat di daerah itu.

Tak Puas mengaku sebagai keluarga pejabat, si ibu juga mencaci maki hingga memukul petugas tersebut.

Dalam video tersebut, menunjukkan kejadian ini sepertinya saat menjelang waktu berbuka puasa, dengan kondisi arus lalu lintas yang cukup padat di perempatan jalan di daerah itu.

Kendati mendapatkan respon negatif dari pengendara sekitar, akibat menimbulkan macet, dengan menenteng bungkusan minuman dan helmnya yang berwarna biru, Ibu berbaju kuning ini justru tak berhenti memaki petugas itu.

“Saya tidak gila, saya keluarganya pung Hatta,” teriaknya dihadapan petugas.

“Kamu pukuli saya ah!, saya tidak gila,” sambung Ibu itu sembari menunjuk-nunjuki petugas.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti Ibu ini, sehingga berani mencaci bahkan memukuli petugas yang sedang mengatur arus lalu lintas.

Sementara atas kejadian ini, Lantas Polres Baubau melalui akun instagramnya berpesan, untuk menahan nafsu disaat berpuasa.

“lbu2 mengaku keluarga mantan wakil walikota marah2 kepada petugas sat Lalu lintas baubau dan diteriaki massa karena membuat macet jalan.. Mimin cuma pesan bulan puasa itu bu harusnya menahan hawa nafsu, bukan malah marah2 saat anggota yang sedang bertugas pasca menjelang berbuka puasa,” tulis akun Lantas Polres Baubau, Sabtu, 19 Mei 2018.

Ini reaksi netizen terhadap kejadian itu:

debisubfitIbunya sensian amat.. lagi dateng bulan kali ya.. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang wanita berinisial UL (24) mencari cowoknya di Jakarta menjadi viral di media sosial. UL merupakan wanita kelahiran Pemalang.

Namun di kartu identitas, alamat UL tertera di Dukuh Krajan, Desa Kluwih, Bandar, Batang, Jawa Tengah. Ia pergi ke Jakarta untuk mencari cowoknya.

Melalui pengakuan UL, diketahui kekasihnya sedang berada di Bantargebang, Bekasi.

Mengenakan baju bercorak warna ungu, UL dikerumuni beberapa orang yang lewat di jembatan penyeberangan Tebet BUMD. UL dikabarkan berniat untuk bunuh diri.

Masyarakat yang lewat lantas memintanya untuk turun dan mengurungkan niatnya.

Setelah dibujuk, akhirnya wanita itu tidak jadi bunuh diri.

UL diketahui tengah hamil.

Ia kemudian dibawa ke pos security Gedung Graha Pratama Tebet, Jakarta Selatan.

Informasi ini diunggah oleh seorang pengguna Instagram.

Dalam keterangan itu ia menulis:

“kejadian barusan 16.30 di jembatan penyeberangan tebet bumd

sempat mau bunuh diri kami bujuk turun salah satu ada dr tni

awalnya meronta tdk mau turun tp allhamdulilah mau turun

dia ngaku dr jateng ke Jakarta baru 2hari untuk mencari cowonya ngakunya di bantar gebang…

Kondisi cewek dalam keadaan hamil….. skrg lagi diamankan di pos securty gedung graha pratama samping gedung wisma milenia.

rencana mau dibawa ke pos terdekat mohon di bantu sebarkan mana tau ada yg kenal dengan gadis ini….”

Melalui keterangan itu dijelaskan UL ditemukan tadi sore pukul 16.30 WIB.

Pengguna Instagram yang menyebarkan informasi tentang UL juga mengunggah sebuah video.

Dalam video itu UL berdiri bersandar pada tiang putih.

Seorang wanita menanyakan asalnya.

Dengan lirih UL menjawab “Pemalang. Aku cari cowok aku.” (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gambar seorang tabib yang tengah memberikan pengobatan tradisional menjadi viral di media sosial.

Hal itu terjadi karena aksinya yang unik dan luar biasa ketika merawat seorang pasien sakit pinggang.

Gambar yang mulai beredar di media sosial sejak pekan lalu itu, sebagaimana dikutip dari laman sinarharian, sang tabib terlihat sedang melakukan pengobatan dengan “mengetuk” bagian belakang seorang pasiennya menggunakan palu.

Tidak hanya itu, dia juga terlihat mengetuk seluruh tulang belakang pasiennya, termasuk bagian sendi dan betis.

Meskipun perawatannya itu dilihat menyakitkan, banyak pasien yang bersedia menunggu berjam-jam untuk menunggu giliran masing-masing untuk mencari perawatan yang dikatakan sangat efektif itu.

Dikatakan, telah diketahui bahwa alat pengobatan yang dilakukan itu dianggap berhasil menyembuhkan sakit pinggang dan saraf.

Pengobatan ini juga diklaim dapat menyembuhkan sakit pinggang secara instan.

Di akhir pengobatan tabib menyuruh pasiennya berdiri dan mengejutkan pasien tersebut dapat menyentuh kakinya dengan mudah. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Sebuah video keributan antara dua wanita yang usianya terpaut jauh di sebuah ATM yang berada di supermarket di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung viral di media sosial (medsos).

Postingan di Instagram @adalahkabbandung, Minggu, 6 Mei 2018 yang menampilkan tiga foto dan tiga video cekcok antar sesama pengguna ATM, sudah disukai oleh lebih dari 900 orang pengguna Instagram dan dikomentari oleh lebih dari 200 orang pengguna.

Video tersebut diketahui milik ibu korban dengan akun @rinazainabiyah dan korban berinisial MN (16) warga Kecamatan Banjaran. Terlihat keributan itu disaksikan oleh anak balita, yang diduga anak sang ibu. Balita itu digendong oleh laki-laki yang diduga kuat suami si ibu.

“Assalammualaikum… malam semua nya, maaf sedikit berbagi cerita… sebagai se org ibu hati saya sakit sekali atas kejadian yg telah terjadi pada anak saya…. dimana anak saya ditonjok dan dibentur kepalanya ke mesin atm oleh seorang sesama ibu2 juga…. hanya karena ibu ini ingin didahulukan menggunakan mesin atm (Padahal atm sebelah kosong, anak saya pun sdh blg atam sebelah kosong… tp si ibu tdk mau karena katanya atm dia BRI sedangkan atm sebelah CIMB, dia mungkin tdk tau atau baru menggunakan atm… toh saya jg jika sdg urgent dan mesin yg sama dgn ATM saya sdg digunakan org pst saya gunakan atm sebelahnya… toh terpotong pun paling hanya 5000, tapi sebagai bentuk kesadaran bhw mesin ATM adalah FASILITAS UMUM… Tdk memandang dia siapa/umurnya Brp… saya sebagai ibu2 malu sekali bagaimana bisa seorang Ibu seperti dia melakukan hal seperti ini kpd Anak saya yg notabene sama2 wanita seperti diaa… 😢😢😢 kronologisnya sy bagikan setelah postingan ini. Mohon maaf mengganggu,, hny untuk sharing pengalaman saja dan semoga kita sbg ibu2 bisa berbesar hati dan berlaku sopan pada semua kalangan tanpa memandang umur,” jelas akun @rinazainabiyah.

Kapolsek Banjaran Kompol Mulyadi membenarkan kejadian tersebut. Mulyadi mengatakan kejadian itu terjadi saat korban melakukan transaksi di Mesin ATM yang berada di Griya Banjaran.

“Ketika korban sedang melakukan penarikan uang di mesin ATM BRI Griya Banjaran tiba-tiba ada salah seorang perempuan (pelaku) yang marah-marah di luar ruangan mesin ATM dikarenakan merasa lama melakukan antreian,” kata Mulyadi via pesan singkat.

Mulyadi mengungkapkan saat korban melakukan transaksi di ATM tersebut kemudian pelaku masuk ke dalam ruangan ATM dan menyerobot serta mengcancel transaksi yang sedang dilakukan oleh korban. Kemudian oleh korban ditegur, akan tetapi pelaku tidak terima sehingga terjadi cekcok mulut diantara keduanya.

“Pelaku kesal dan mendorong tubuh korban hingga terbentur ke mesin ATM dan dinding kaca ruangan ATM dan korban pun tidak tinggal diam dan membalasnya dengan menendang ke arah tubuh pelaku, kemudian pelaku pun menyerang kembali,” ungkapnya.

Korban mendapatkan dorongan serta pukulan sebanyak beberapa kali dengan menggunakan kepalan tangan kosong ke arah muka sehingga korban tersudut ke mesin ATM dan menjambak rambut korban. “Kejadian tersebut dapat di lerai oleh warga sekitar dan security Griya,” paparnya.

“Korban, mengalami luka memar di bagian pipi sebelah kanan akan tetapi korban masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara kasat mata korban tidak mengalami luka yang serius,” tambahnya.

Menurutnya, korban sudah melakukan pelaporan dan memberikan hasil visum kepada pihak kepolisian. Sementara itu, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. “Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap saksi, identitas pelaku belum diketahui,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video percakapan seorang sopir taksi dengan bule perempuan viral di media sosial. Sopir tersebut sembari mengemudikan mobilnya mengajak ngobrol bule yang duduk di kursi belakang.

Di video tersebut, tampak suasana percakapan berlangsung cair dan penuh suasana humor. Si sopir menggunakan campuran tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, sedikit bahasa Inggris, dan dua buah kalimat menggunakan bahasa Jawa berlogat ngapak.

Tampak dalam video, percakapan antara sopir dan bule tersebut diselingi tawa. Percakapan dimulai sang sopir.

“Indonesian tidak bisa?” tanya sopir taksi di awal perbincangan.

Mendapat pertanyaan seperti itu, bule perempuan tersebut hanya diam. Mukanya tampak bingung untuk menjawab.

Kemudian sopir taksi tersebut kembali mengajak bule itu berbicara. Kali ini si sopir berbicara sembari melihat bule lewat spion sembari memberi gerakan lewat tangan kanannya.

“Indonesian, bahasa Indonesian. Bisa bahasa Indonesia bisa?” kata si sopir dengan logat ngapak.

“Ya, english?” kata bule yang seolah memberi tahu sopir hanya bisa bicara bahasa Inggris.

“English, english (bisanya)?” ujar sopir yang mengenakan baju seragam berwarna biru muda itu.

“English ya. No Indonesian,” jawab bule sembari tertawa.

“Kalau saya tidak bisa english,” kata sopir lalu tertawa.

“Ya, ya. Nyong biasa mangan boled. Nyonge ora ngarti (saya biasa makan singkong. Saya tidak mengerti). Bahasa Indonesian bisa? Tidak bisa?,” sambung si sopir.

Sembari mendengarkan omongan sopir, bule ini tampak melihat ke bagian bawah sebelah kiri. Dia kemudian menjelaskan tak dapat berbahasa Indonesia.

“No, I don’t. I don’t speak in Indonesia,” tutup bule.

detikcom mencoba mengkonfirmasi video ini kepada Blue Bird. Humas Blue Bird, Andri, mengatakan sopirnya terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang.

Meski punya keterbatasan berbahasa, sopir Blue Bird akan berusaha memberikan pengalaman yang nyaman bagi pelanggan.

“Karena kita memang dilatih untuk melayani, kita berikan yang terbaik buat kenyamanan penumpang. Dengan keterbatasan pengemudi dalam berbahasa Inggris, pengemudi tetap memberikan servis yang baik sehingga customer tetap nyaman selama perjalanan,” ujar Andri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Video yang menampilkan seorang anak mengguyur oli bekas ke tubuhnya menjadi viral.

Anak yang berada di video tersebut diduga telah mencuri onderdil bengkel.

BACA: Setelah Viral Bocah Dihukum Mandi Oli, Pemilik Bengkel: “Saya Minta Maaf yang Sebesar-besarnya”

Dilansir dari Kompas.com, kejadian ini dibenarkan oleh Sehadi Utomo (50) selaku Kepala Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta.

Sehadi menceritakan kejadian ini terjadi di bengkel milik Arief Alfian (37) pada Senin, 23 April 2018.

BACA: Kejam!! Kepergok Mencuri Onderdil Bengkel, Anak Yatim Piatu Dihukum Siram Oli Bekas ke Kepala Netter: “Monggo Ditindak Lanjuti”

Berikut Grid.ID rangkum 7 fakta di balik viralnya insiden bocah yang guyur oli bekas ke tubuhnya.

1. Kronologi

Kepala Dukuh Sangurejo, Sehadi menceritakan awalnya anak yang ada di video berinisial L datang ke bengkel milik Arief.

Anak itu datang bersama temannya karena rantai sepeda putus.

Nah, mereka meminta bantuan Arief untuk dibetulkan.

Saat rantai dicek ternyata sudah rusak dan harus diganti.

Anak tersebut mengaku tidak memiliki uang untuk mengganti rantainya.

Arief akhirnya berinisiatif memberi bantuan mengganti rantai L tanpa harus membayarnya.

Setelah selesai mengerjakan perbaikan Arief mencuci tangan.

Namun, saat itu dia melihat L memasukkan sesuatu ke bajunya.

Saat bajunya diperiksa ternyata L kedapatan mengambil onderdil sepeda motor.

2. Pilih guyur oli ke tubuh

Setelah kedapat mengambil barang, L dinasihati.

“Lalu ditanya ambil apa? Dinasehati, sudah ditolong kok masih mengambil tanpa izin. Itu kan tidak baik,” tutur Sehadi.

Kemudian, pemilik bengkel memberikan pilihan kepada L agar membawa orang tuanya ke bengal atau menguyur tubuhnya dengan oli bekas.

L pun memilih mengguyur Oli dan videonya kemudian viral.

3. Motif Arief

Arief, pemilik bengkel yang menyuruh anak mengguyurkan oli ke tubuhnya memiliki alasan tersendiri

Awalnya dia mengaku hanya ingin memberi pelajaran ke L agar tak mengulangi perbuatannya lagi.

“Niat saya hanya agar anak ini kapok, masa depannya kan masih panjang. Tidak ada niatan apa-apa selain agar jera, saya juga tidak tahu kalau anak yatim piatu,” kata Arief dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Senin (30/4/2018).

4. Wali L datangi Arief

Sehadi menjelaskan bahwa wali dari L datang ke tempat Arief.

Walinya datang untuk meminta maaf atas perbuatan L.

Nah, dari situ diketahui bahwa L adalah anak yatim piatu.

5. Pemilik bengkel minta maaf

Atas insiden pengguyuran oli bekas ini, Arief meminta maaf.

Dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak benar meski niatnya mendidik.

Arief menyesal telah melakukan hal tersebut kepada L.

“Saya minta maaf sudah melakukan hal yang mungkin tidak benar untuk anak. Sekali lagi kepada L, dari hati saya saya minta maaf sebesar-besarnya,” kata Arief dikutip Grid.ID dari TribunJogja.com.

6. Arif akan bantu biaya sekolah L

Dilansir dari TribunStyle.com, Arif mengutarakan niat untuk membantu biaya sekolah anak tersebut.

Kini Arif masih berkoordinasi dengan pihak wali anak untuk mewujudkan niat tulusnya tersebut.

7. Dipanggil polisi

L, bocah yang viral karena mengguyur oli bekas ke tubuhnya mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polres Sleman.

Kedatangan L ini untuk memenuhi panggailan dari Polres Sleman.

Saat mendatangi Polres Sleman, L didampingi oleh kerabat dan dua orang dari perwakilan Kepemudaan Bayeman.

“Pemanggilan ini mungkin karena dampak video yang viral. Jadi kami hanya mendampingi saja dan memenuhi penggilan dari Polres Sleman. Untuk kelanjutannya bagaimana kami hanya menunggu,” kata Risduyanto dari perwakilan Kepemudaan Bayeman, Selasa, 1 Mei 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Seorang bocah laki-laki dihukum mandi oli bekas karena dituduh mencuri onderdil di sebuah bengkel motor di Sleman. Detikcom mencoba menemui wali bocah tersebut.

BACA: Kejam!! Kepergok Mencuri Onderdil Bengkel, Anak Yatim Piatu Dihukum Siram Oli Bekas ke Kepala Netter: “Monggo Ditindak Lanjuti” 

Ketika detikcom mencoba mendatangi tempat tinggalnya tampak sebuah rumah sederhana. Tidak ada bangunan teras rumah. Halaman rumahnya berupa tanah dengan pagar kayu bambu.

Berdasarkan informasi yang diterima detikcom, rumah itu adalah tempat tinggal bocah tersebut. Diketahui bocah ini yatim piatu. Dia tinggal bersama walinya.

Namun rumah itu tampak kosong. Berulang kali detikcom mencoba mengetuk pintu namun tidak ada jawaban. Padahal terlihat lampu dalam rumah menyala. Ada dua rumah di samping kanan kirinya, namun juga sepi tidak ada penghuni yang keluar rumah.

“Iya itu rumahnya (menyebut nama bocah ini),” kata salah satu sumber, Selasa, 30 April 2018.

Kasus bocah dihukum mandi oli bekas terjadi pada Senin, 23 April 2018 pekan lalu. Kasus ini kemudian viral setelah foto dan video saat bocah menyiram oli bekas ke kepalanya sendiri diunggah di akun media sosial.

Polisi melakukan penyelidikan untuk mendapatkan gambaran utuh apa motif bocah dihukum mandi oli tersebut.

“Polsek koordinasi dengan Polres Sleman. Ini masih gelar perkara awal, nanti tindak lanjutnya menunggu petunjuk pimpinan. Yang utama kita menjaga situasi masyarakat tetap kondusif dulu,” kata Kapolsek Turi, AKP Catur Widodo.

Pemilik bengkel, Arif Alfian (37) telah menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesali perbuatannya. Dia kini berniat membiayai sekolah bocah tersebut.

“Saya minta maaf sudah melakukan yang mungkin tidak benar untuk anak. Dari hati saya, saya minta maaf yang sebesar-besarnya,” kata Arif.

“Istri saya mengajak ikut membantu biaya sekolahnya, ini masih saya komunikasikan dengan pihak wali anak. Malam setelah kejadian saya sudah bertemu dengan walinya,” ujarnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Beberapa foto yang memperlihatkan seorang bocah laki-laki menyiram kepalanya dengan oli bekas ramai di media sosial. Dari foto itu, disebutkan bahwa bocah tersebut kepergok mencuri onderdil dari sebuah bengkel dan dihukum menyiram kepalanya dengan oli bekas .

Foto-foto ini dibagikan oleh Rohmat Tri Anto di grup Facebook Info Cegatan Jogja hari ini pada sekitar 3 jam lalu. Kiriman tersebut berasal dari akun Mas Hadi Urc.

Selain foto-foto, Masy Hadi Urc menuliskan beberapa paragraf kalimat tentang kejadian tersebut.

Nak, maafkan kami. Kami baru tahu ketika kejadian telah berselang hari. Saya menangis melihatmu pasrah mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, membahayakan kedua matamu, masuk ke telingamu, bahkan sangat mungkin terjilat dan terminum olehmu. Kamu nampak sangat tidak berdaya melakukan penolakan dan nalar ke anak-anak anmu belum cukup untuk melakukan alasan perlawanan dan pembelaan diri.

Kamu terlihat pasrah dan bahkan sambil tersenyum saat dipaksa mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, saya sangat mengerti perasaanmu saat itu. Kamu merasa bersalah karena memang telah mengambil onderdil bekas di bengkel itu. Dan sama sekali tidak ada yang peduli padamu karena statusmu yang yatim piatu. Tidak ada orang dewasa di sekitar kejadian itu yang bisa berpikir sedikit waras, mencegah dan membelamu atas ketidak adilan itu.

sehebat apa dan sekuat apa penggagas hukuman dengan persekusi ini sehingga tidak ada orang yang bisa mencegahnya.

Heran sekali, di Sleman Yogyakarta kok masih ada warga yang mental arogannya berlebihan. Kegoblogan saja tidak cukup untuk seseorang bisa melakukan hal seperti itu. Dibutuhkan arogansi dan sok kuasa, bahkan watak yang cenderung dzolim untuk bisa menghukum anak anak dengan hukuman seperti itu.

Seorang anak kecil apalagi seorang anak kecil yang yatim piatu yang mencuri, menurut saya harus dirunut dan ditelusuri lebih dalam oleh orang yang mendapatinya ketika anak yatim piatu seusia itu melakukan pencurian.
Salah,? Iya salah,
haram?, iya haram.
Tapi ingatlah pada satu peristiwa ketika Khalifah Umar sedang mbolang menemukan Seorang Ibu dengan anak anaknya yang masih kecil-kecil sedang menguliti bangkai binatang untuk mereka makan.

Khalifah menegur : “Wahai Saudari, akankah kamu beri makan anak-anakmu dengan bangkai yang mulai membusuk itu. Tahukah kamu bahwa bangkai itu haram untuk dimakan…? ”

Jawab Ibu itu :

” Yang Mulia Khalifah, sudah pasti bangkai ini haram bagi khalifah, tetapi insya Allah tidak haram untukku dan untuk anak-anak kami. Kami miskin dan lemah, Tidak ada lagi yang bisa kami makan selain ini.”

Postingan di grup Info Cegatan Jogja sudah mendapat respon sebanyak 2.200 dan banyak komentar dari netizen.

Salah satu di antaranya, “Sungguh sangat terlalu hukuman nya…tdk berperikeanakan…msh bnyak hukuman yg bs mendidik…Apa isi otak para penghukumnya?” kata akun Windhu Nugroho.

Sedangkan akun Sikhi Sikhi mengatakan, “Monggo ditindak lanjuti..Meski memberikan hukuman namun tidak pantas memberikan hukuman seperti itu. Kasih hukuman yang sekiranya mendidik, suruh nyabuti rumput atau menyapu di bengkel tsbt… bukan malah memberikan hukuman yg tidak manusiawi…”
(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makasar – Kasus pencurian uang di ATM yang melibatkan dua bocah viral di media sosial.

Dua bocah tersebut kini telah diamankan oleh Polsek Tamalanrea, Makassar.

Aksi kedua bocah perempuan yang berinisial WE (11) dan RS (9) terbongkar setelah video mereka saat memperdaya korban viral di media sosial.

Saat itu keduanya tengah beraksi di Jalan Perintis Kemerdekaan IV, kelurahan Tamalanrea, Makassar.

Saat diintegorasi terungkap ternyata bocah tersebut telah melakukan aksinya tiga kali dalam bulan ini.

Video pengakuan anak tersebut diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo.

Dalam video itu, terlihat beberapa orang bertanya pada anak itu, bagaimana cara dia melakukan aksinya dan siapa yang mengajarinya.

menurut Kepala Polsekta Tamalanrea Kompol Syamsul Bachtiar, modus kedua bocah tersebut mencuri uang di ATM adalah pura-pura menawarkan barang.

Saat nasabah tidak fokus, kedua bocah tersebut lalu menjalankan aksinya.

Ketika nasabah sudah menarik uang dari ATM, kedua bocah tersebut menekan transaksi lanjutan.

Setelah korban meninggalkan ATM, kedua bocah tersebut mengambil uang yang telah keluar dari mesin ATM.

Syamsul mengatakan, dari hasil interogasi, kedua bocah itu telah melakukan pencurian tiga kali dalam bulan ini.

Awalnya di ATM BRI di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), mereka mencuri Rp 3,7 juta dari nasabah.

Lalu, pada pertengahan April di ATM BRI Jalan Perintis Kemerdekaan, mereka mengambil Rp 800 ribu.

“Aksi Kedua bocah ini kembali dilakukan di tempat aksi kedua dan berhasil menggasak uang nasabah sebesar RP 500 ribu,” katanya. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Nama Rendra Hadikurniawan melejit. Dan nama ini menjadi trending topic di mesin pencarian Google Indonesia.

Namanya banyak diburu, sekaligus orangnya sendiri yang memang diburu polisi dan Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur.

Rendra Hadikurniawan akhirnya ditangkap polisi dan kini menghuni tahanan Polda Jatim.

Rendra Hadikurniawan ditangkap polisi karena melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Ada delapan fakta dari Rendra Hadikurniawan, yakni:

1. Hina Nabi Muhammad SAW
Menghina Nabi Muhammad SAW melalui sebuah video olok-olokan.

2. Diburu Kader Ansor
Saat videonya viral, dia diburu kader Gerakan Pemuda Ansor, Sidoarjo, Jawa Timur hingga bekas rumahnya di Perum Puri Surya Taman Paris, blok 3 nomor 33 Gedangan Sidoarjo, didatangi, Kamis, 26 April 2018.
Namun, ternyata dia telah pindah rumah ke Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

3. Dilaporkan Kepada Polisi
Selanjutnya, kader Gerakan Pemuda Ansor melaporkan dia kepada polisi Polres Sidoarjo.

4. Kader Partai
Rendra Hadikurniawan bukan orang biasa. Dikabarkan sebagai anak anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Partai Demokrat berinisial NL.
Rendra juga ternyata kader partai tersebut. Kini, dia ditangkap polisi dari Polda Jawa Timur di sebuah rumah di Dusun Jarakan Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Mojokerto.
Yang menarik, pria itu ternyata tidak hanya mengungkapkan ujaran kebencian saja.
Sejumlah pengkuannya juga mengejutkan.

5. Mengaku Imam Mahdi
Selain menghina Nabi Muhammad SAW, dia juga mengaku sebagai Imam Mahdi.
Dikutip dari Muslim.or.id, beribu tahun yang lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengabarkan tentang kemunculannya, ciri-ciri, dan apa yang akan beliau lakukan ketika memimpin penduduk bumi ini.
Sosok figur yang ditunggu kedatangannya pada akhir zaman nanti, oleh segenap manusia.
Tak ayal, banyak orang mengaku sebagai Imam Mahdi.
Padahal jauh panggang dari apinya. Mungkin hanya bermodal mimpi, kemudian pagi hari dia mengumumkan kepada khalayak, “Sayalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu..”

6. Mengaku Dapat Bisikan
Penista agama di Sidoarjo itu ternyata mengaku mendapat bisikan sebelum berbicara seperti dalam video.
Hal tersebut terungkap dalam penjelasan Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Fery, Kamis, 26 April 2018.
“Alasan pelaku melakukan hal itu yakni mempunyai pengelihatan lain bahwa yang dia sampaikan itu benar,” kata Fery.

7. Dipecat dari Keanggotaan Partai Demokrat
Rendra Hadikurniawan, pelaku pelecehan Nabi Muhammad SAW memang tercatat sebagai kader Partai Demokrat.
Menanggapi hal ini, partai berlambang segitiga mercy ini pun langsung mengambil sikap tegas dengan memberikan sanksi pemecatan kepada yang bersangkutan.
Hal ini dibuktikan dengan beredarnya surat permohonan pencabutan kartu dari DPC Demokrat Kabupaten Sidoarjo kepada DPP Partai Demokrat.
Di surat tersebut, tercantum nama Rendra Hadikurniawan dengan nomor KTA: 351000233.

8. Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat tembusan dari DPC PD Kabupaten Sidoarjo terkait permohonan pencabutan KTA Partai Demokrat milik Rendra Hadikurniawan.
Lebih dari itu, Renville juga mendapat laporan bahwa mantan kadernya tersebut mengalami gangguan kejiwaan. (***)

sumber: surya.co.id

VIRAL

Kamis | 26 April 2018 | 15:55

Hina Nabi, Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – GP Ansor Sidoarjo melaporkan pemilik akun Facebook Rendra Hadi Kurniawan ke polisi terkait penistaan agama. Pemilik akun disebut-sebut tinggal di Gedangan, Sidoarjo.

Wakil Ketua GP Ansor Sidoarjo, Rachmad Muzayin, hinaan ke Nabi Muhamad SAW diunggah Rendra ke Facebook. Pernyataan tersebut dinilai sangat melukai hati umat Islam.

“Dalam unggahan di facebook, terlihat menghina Nabi Muhammad. Agar tidak menambah keresahan di masyarakat, kami sepakat melapor ke Polresta Sidoarjo,” kata Rachmad kepada wartawan di SPKT Polresta Sidoarjo, Kamis 26 April 2018.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, membenarkan ada pelaporan terkait hal tersebut.

Polisi akan menindaklanjuti. “Untuk data lengkap, kita sudah pegang dan akan segera dibuatkan pelaporannya. Selain itu, lokasi tempat tinggal rumahnya sudah diketahui,” kata Harris.

Dalam unggahan, Rendra bicara sendiri menghadap kamera. Dia berada di dalam mobil. Pria berkumis dan jenggot tipis itu menghina Nabi Muhammad dan Habib Rizieq dengan menggunakan logat Jawa Timuran. Juga ada postingan lain. Dilihat dari cirinya, lokasi berada di rumah.

Belum diketahui posisi Rendra saat ini. Termasuk apakah dia yang mengunggah video itu atau bukan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ketapang – Entah apa yang ada dibenak, Al (23) ini. Warga Dusun Sempadian, Desa Terusan, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Senin, 23 April 2018.

Ia gantung diri sambil video call mantan pacarnya, PS (22).

“Korban merupakan mahasiswa semester enam di salah satu fakultas di Universitas Tanjungpura Pontianak,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii, Rabu, 25 April 2018.

Rully mengatakan, korban pertama kali ditemukan di sebuah losmen di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga Tayap oleh saudaranya yang tak tak lain pemilik losmen.

Ia gantung diri menggunakan sprei kasur warna kecoklatan. Saat ditemukan, di depan korban terdapat telepon seluler yang menghadap kepada korban.

Ponsel tersebut yang digunakan korban untuk video call melalui aplikasi WhatsApp untuk menghubungi mantan pacarnya.

“Petugas bergerak cepat mencari informasi keberadaan perempuan yang menjadi teman chat terakhir korban sebelum gantung diri dan berhasil kita temukan,” ungkap Rully.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dan membawa korban ke Puskesmas untuk divisum.

Bagi anda yang memiliki masalah jangan bertindak diluar kendali. Silahkan kontak bantuan bagi Anda yang memiliki persoalan atau sedang dalam kondisi murung atau depresi.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak jika Anda memiliki masalah dan depresi.

Gerakan “Into The Light”

Facebook: IntoTheLightID

Twitter: @IntoTheLightID

Email: intothelight.email@gmail.com

Web: intothelightid.wordpress.com

sumber: surya.co.id