PANDANG

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tasikmalaya – Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI, sekitar seribu warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT), membentangkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter di puncak Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 17 Agustus 2018.

Koordinator aksi, Mamat Suherman mengatakan upacara bendera di puncak Gunung Galunggung yang meletus di tahun 1983 silam tersebut, diikuti berbagai komunitas.

Selain momentum hari kemerdekaan, event yang digelar saban tahun ini juga diharapkan bisa mempromosikan pariwisata Tasikmalaya.

“Kami berharap kegiatan ini dari tahun ke tahun di harapkan bisa lebih bervariasi lagi juga bisa menjadi ajang promosi pariwisata Tasikmalaya, sehingga bisa lebih di kenal oleh masyarakat lebih luas lagi baik nasional maupun internasional,” kata Mamat.

Selain pengibaran bendera raksasa, pada momentum kemerdekaan ini seribuan pecinta alam juga melakukan kegiatan sapu gunung atau membersihkan sampah.

“Kami berkumpul dari semalam kegiatan sharing berkaitan dengan kepecita alaman.

Tadi dilaksanakan upacara bendera dan pembentangan bendera sepanjang 1000 meter, dilanjutkan dengan gerakan sapu gunung,” jelas Mamat. (***)

sumber: tribunnews.com

INSPIRASI

Selasa | 14 Agustus 2018 | 19:09

Suripto Luncurkan Buku Pemikiran Intel Tiga Zaman

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Suripto, mantan intel di era Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang kini dikenal sebagai pengamat intelijen akan meluncurkan buku berjudul “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” pada 15 Agustus 2018 di Jakarta.

Ketua Panitia Peluncuran Buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” yang juga Ketua Tim Editor buku tersebut, Aat Surya Safaat, Selasa di Jakarta mengemukakan, peluncuran buku pengamat intelijen itu akan dilanjutkan dengan acara bedah buku.

Bedah buku itu sendiri akan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ekonom Senior Dr Ichsanuddin Noorsy, Direktur Pasca Sarjana Universitas As-Syafiiyah Jakarta Prof Dr Zainal Arifin Hoesien, dan Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin.

Aat juga menjelaskan, buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” itu berisi gagasan dan pemikiran Suripto terkait isu-isu aktual dan relevan di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan internasional.

Buku dengan isi lebih dari 300 halaman itu juga berisi testimoni tentang figur dan kiprah Suripto dari tokoh nasional, yakni dari mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminuddin dan dari pengusaha dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, H Anif.

Tokoh lain yang memberikan kesaksian yaitu salah satu tokoh buruh Arif Minardi dan mantan Menteri Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid yang juga pernah menjadi Walikota Depok dua periode (2006-2011 dan 2011-2016), Nurmahmudi Ismail.

Salah satu kesan menarik disampaikan oleh Ustadz Hilmi Aminuddin, yakni bahwa Suripto adalah tokoh pemberani dan intel sejati. Betapa tidak, Suripto dengan berani mengantarkan bantuan senjata secara langsung kepada para pejuang Muslim Bosnia yang tengah dikepung tentara Serbia di tahun1990-an.

Mengutip Suripto, Aat juga menjelaskan, pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut dapat mengkristal berkat bimbingan, gemblengan, dan interaksi yang intensif antara Suripto dengan guru, begawan, tokoh, ustadz, dan ayahandanya sendiri.

Oleh karena itu buku tersebut dipersembahkan Suripto untuk orang-orang yang dikagumi dan dihormatinya itu sebagai kenang-kenangan dalam perjalanan hidupnya yang sudah mencapai lebih dari delapan dekade.

Dalam buku tersebut juga ada kata pengantar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Anies berkenalan dengan Suripto di tahun 1992 saat ia kuliah dan aktif di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Anies baru tahu belakangan bahwa Suripto adalah seorang intel. Keduanya sering berdiskusi selama berjam-jam, dan mereka mempunyai kesamaan dalam pemikiran, termasuk dalam melihat bagaimana Indonesia ke depan.
Kesan Anies, Suripto adalah figur pemberani yang penuh dengan pengalaman dalam pergerakan. Bila ditengok perjalanan hidupnya, Suripto sudah memimpin gerakan mahasiswa sejak awal 1960-an, jauh sebelum Anies lahir.*

MEDIAKEPRI.CO.ID – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 15 jUNI 2018.

Namun, hasil keputusan finalnya baru akan diputuskan melalui Sidang Isbat penentuan 1 Syawal yang akan digelar Kamis, 14 jUNI 2018 sore.

Kendati demikian, euforia menyambut hari raya nan fitri sudah mulai terasa. Banyaknya masyarakat yang mulai mudik menjadi satu pertanda lebaran sudah di depan mata.

Tidak afdhol rasanya, jika bulan suci Ramadhan tidak diakhiri dengan saling bermaafan. Pun saling bertukar ucapan selamat di Hari Raya Idul Fitri. Tak perlu risau jika raga belum mampu bersua. Masih ada alternatif komunikasi lain yang memungkinkan untuk saling bertukar ucapan.

Jika kalimat puitis untuk memberikan ucapan selamat sudah umum, mungkin mencoba kreasi baru dengan berpantun akan lebih mencairkan suasana.

Berikut kumpulan pantun ucapan selamat hari raya Idul Fitri yang kekinian, dan dijamin makin mempererat persaudaraan.

#1

Selendang emas tenunan bali,
Elok dipakai sambil menari,
Pantun dikirim pengganti diri ,
Sebagai tanda silaturrahmi.

#2

Tari guci rentak melayu,
Rentak langkah hitung delapan,
Bulan Syawal di ambang pintu,
Khilaf dan salah mohon dimaafkan.

#3

Burung nuri burung dara,
terbang tinggi di atas awan,
selamat idul fitri wahai saudara,
semoga iman dapat kita tingkatkan

#4

Nasi kapau jagoan minang
Enak disantap di meja makan
Iedul Fithri sudah menjelang
Khilaf dan salah mohon maafkan

#5

Jika diawali dengan bismillah
Maka harus diakhiri dengan hamdalah.
Tibalah kita di hari yang fitrah
Harap dimaafkan segala salah.

#6

Sayup sayup suara Azan
Berkumandang di pagi hari.
Tak terasa sebentar lagi lebaran
Semoga dosa telah terampuni

#7

Ketupat di atas pinggan
Beraroma kuah pedas bermerica.
Selamat saudara yang berlebaran
Semoga ukhuwah tetap terpelihara.

#8

Di istana ada Dilan
Gak terasa Udah Mau lebaran
Semoga dosa kita di ampuni Tuhan
Selamat Hari lebaran

#9

Ke Kabanjahe melewati Padang Bulan
Beli oleh-oleh mampir ke toko roti
Sebelum mengucapkan selamat hari lebaran
Segala dosa dan khilaf buanglah dari dalam hati

#10

Anak melayu mengail ikan;
Perahu berlabuh di tengah lautan.
Sambil menunggu datangnya lebaran;
Pesan maaf kami sampaikan.

#11

Kecubung batu dari Kalimantan;
Disanding elok dengan berlian.
Berhubung lusa udah lebaran;
Salah dan Khilaf mohon dimaafkan.

#12

Kembang melati sungguhlah indah;
Ditengah taman jadi hiasan.
Hari yang fitri terbayang sudah;
Kalau ada salah mohon dima’afkan.

#13

Ikan TONGKOL nyangkut di GIGI
para SANTRI makan KUACI
Hati DONGKOL buanglah PERGI
Idul FITRI hari yang SUCI

#14

Makan ketupat lauknya teri
Jangan lupa opor ayamnya
Selamat hari Raya Idul Fitri
Maaf lahir batin yaaa

Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin! (***)

sumber: bangkapos.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah I Gusti Ngurah Anom, pengusaha oleh-oleh Bali yang berawal dari tukang cuci mobil.

Cerita sukses Ngurah Anom berasal dari karirnya menjadi tukang cuci mobil yang ia katakan melalui Hotman Paris Show, tayang Rabu, 30 Mei 2018.

“Saya tinggal di pos sekuriti hotel, akhirnya saya bekerja atas inisiatif saya sendiri sebagai tukang cuci mobil. Hari pertama yang saya cuci mobilnya adalah pemilik hotel,” kata Ngurah Anom.

Pemilik hotel tersebut malah menawari kerja Ngurah Anom bekerja, tetapi Ngurah menolaknya karena ia hanya ingin meminta izin menumpang di pos sekuriti untuk ikut membersihkan halaman, kebun serta mencuci mobil pemilik hotel tersebut.

Penghasilan Ngurah Anom ketika mencuci mobil ternyata lebih besar dibanding uang saku yang diberikan kedua orangtuanya saat bersekolah dulu.

Saat bersekolah, Ngurah Anom mendapatkan Rp 100 rupiah, sedangkan penghasilan ketika mencuci mobil, ia mendapatkan Rp 2.000 hingga 5.000 per hari.

Pekerjaan sebagai tukang cuci mobil ini ia kerjakan selama 2 tahun.

Dari hasil kerjanya menjadi tukang cuci mobil, Ngurah Anom berhasil menabung dan membeli sepeda motor.

Setelah memiliki tabungan yang cukup, Ngurah Anom berhenti menjadi tukang cuci mobil dan mulai mencari pekerjaan lain.

“Udah ada tabungan, udah bisa beli motor mulailah cari pekerjaan yang jelas dan memiliki skill. Pertama kali saya bekerja di Bali itu di konveksi Sidharta,” kata Ngurah Anom.

Selama bekerja di konveksi Sidharta, Ngurah Anom ikut tinggal di konveksi tersebut bersama dengan pemiliknya.

Setelah selesai bekerja, Ngurah Anom memanfaatkan waktu untuk belajar menjahit, motong kain, dan sablon.

Atas inisiatifnya tersebut, Ngurah Anom dipercaya oleh pemilik konveksi dan lancar menjahit, memotong, dan sablon dalam waktu enam bulan.

Setelah bekerja kurang lebih empat tahun, Ngurah Anom mulai mendirikan konveksi sendiri di tahun 1994.

“Tahun 1994 mulai mendirikan konveksi sendiri, satu-satunya konveksi terbesar di Bali adalah Sidharta, tapi setelah itu perkembangan konveksi saya semakin bagus. Tahun 2001, dua konveksi terbesar di Bali yang pertama adalah Cok Konveksi (milik Ngurah Anom) dan baru konveksi Sidharta,” tambah Ngurah.

Setelah sukses dengan Cok Konveksi, Ngurah Anom baru membuka Krisna Oleh-oleh.

Saat ini Krisna Oleh-oleh telah memiliki 5 outlet di Bali, sedangkan cabang outlet keseluruhan 23 outlet dan di akhir tahun akan berkembang menjadi 29 outlet.

Sedangkan untuk 5 outlet yang ada di Bali, Ngurah Anom menyebutkan omzet per bulannya rata-rata Rp 18 miliar di hari biasa, sedangkan untuk musim liburan bisa mencapai Rp 20-25 miliar.

Sedangkan untuk margin bersih yang diterima Ngurah Anom adalah lima persen.

“Kalo di retail itu marginnya lima persen, jadi tinggal dikalikan aja Rp 25 miliar kali lima persen,” tambah Ngurah.

sumber: posbelitung.co

MEDIAKEPRI.CO.ID – Lahirnya Pancasila berawa; dari judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) pada tanggal 1 Juni 1945.

Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila”. Hal ini dituangkan oleh mantan Ketua BPUPK Dr Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK tersebut.

Menjelang kekalahan Tentara Kekaisaran Jepang di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang di Indonesia berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan” atau BPUPK, yang kemudian menjadi BPUPKI, dengan tambahan “Indonesia”).

Badan ini mengadakan sidangnya yang pertama dari tanggal 29 Mei (yang nantinya selesai tanggal 1 Juni 1945). Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Rapat pertama ini diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad (bahasa Indonesia: “Perwakilan Rakyat”).

Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakannya “Pancasila”. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Junbi Cosakai.

Selanjutnya Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso,Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin) yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI.

Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi “Lahirnya Pancasila”.

sumber: dari berbagai sumber

MEDIAKEPRI.CO.ID – 31 Mei merupakan sebuah tanggal yang tidak berbeda dengan tanggal lainnya, namun untuk sebagian orang di dunia, 31 Mei memiliki sebuah sejarah dan moment yang berbeda-beda untuk setiap individu. Tapi tahukah anda ada sebuah peristiwa yang menarik dari tanggal 31 Mei di masa yang lalu?

Sejarah telah mencatat bahwa terdapat sebuah peristiwa penting yang pernah terjadi di dunia yang bertepatan juga pada hari ini. Mungkin banyak yang telah melupakan peristiwa penting ini atau bahkan banyak yang tidak mengetahuinya, namun pada masanya hari ini adalah hari yang bersejarah yang patut di ketahui bersama.

1. 31 Mei 1950
Sejarah hari ini telah mencatat bahwa pada tahun 1950 merupakan ajang mobil balap F1 atau Formula 1 yang untuk pertama kalinya di adakan di sebuah sirkuit bernama Silverstone, sebuah sirkuit kebanggaan Inggris.

2. 31 Mei 1969
Sejarah hari ini telah mencatat bahwa pada tahun 1969 terdapat sebuah peristiwa duka di Malysia di mana , pada saat itu terdapat sebuah kerusuhan yang besar yang notabene adalah kerusuhan rasil antara etnis Tionghoa-Melayu yang terjadi di Kuala lumpur. Akibat kerusuhan itu, di kabarkan sedikitnya 184 di nyatakan meninggal dunia.

3. 31 Mei 1981
Sejarah hari in telah mencatat bahwa pada tahun 1981 merupakan sebuah hari duka bagi umat katolik di dunia karena pimpinan umat katolik seluruh dunia / pimpinan vatikan bernama Paus Yohanes Paulus II terluka akibat ulah Mehmet Ali Agca yang menembak Paus tepat di Lapangan Santo Petrus di Vatikan.

4. 31 Mei 1991
Arsenal baru saja mengkukuhkan gelar FA 12 mereka dan sejarah hari ini mencatat bahwa salah satu pemain Arsenal bernama Francis Coquelin terlahir 24 tahun yang lalu tepatnya di Perancis tahun 1991 , lahirnya gelandang bertahan terbaik Arsenal di era ini.

5. 31 Mei 2000
Masih dalam berita sepakbola, sejarah hari ini mencatat bahwa Steven Gerrard pada tahun 2000 melakukan debut international pertamanya bersama Inggris di mana kala itu menghadapi Ukrania.

Itulah 5 peristiwa penting di dunia yang terjadi pada tanggal 31 mei, tentu saja masih banyak peristiwa penting lainnya yang tidak terekspos dan belum terpublikasi.

sumber: yoechua.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Aksi menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dilakukan pejabat hampir serentak di seluruh Indonesia, Senin, 28 Mei 2018.

Di daerah, kegiatan ini dimotori oleh kepala daerah masing-masing.

Di tingkat pusat, gerakan membayar zakat ini dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Gerakan membayar zakat lewat Baznas oleh Presiden dan Wapres ini diikuti ratusan pejabat tinggi negara dan lembaga negara lainnya seperti DPR.

Saat menyerahkan zakatnya, Jokowi berpesan agar umat Islam menunaikan zakatnya sebagai bagian dari ketaatan menjalankan perintah agama.

“Sebagai umat muslim, memberikan zakat adalah menjalankan sebuah keindahan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin,” ujar Jokowi saat menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Istana Negara pada Senin, 28 Mei 2018.

“Melalui zakat kita berbagi dengan para mustahik, para penerima zakat. Berbagi rezeki, berbagi rasa persaudaraan, berbagi ibadah, berbagi kebahagiaan, terlebih di bulan suci Ramadan saat ini,” lanjut Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak para menteri untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Selain para menteri, hadir juga sekitar 300 pejabat tinggi termasuk pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga negara, serta direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Semoga zakat yang kita keluarkan menyempurnakan ibadah puasa kita dan menyempurnakan ketaatan kita, ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dan saya mengajak para muzaki, para pemberi zakat, untuk memberikan zakat melalui BAZNAS, supaya lebih aman, lebih teratur dan bisa benar-benar tepat penyalurannya kepada para mustahik,” tuturnya.

Berbeda dengan acara pada tahun-tahun sebelumnya, hari ini diundang juga publik figur dan muzaki dengan berbagai profesi, seperti dokter, pengusaha kecil hingga tukang ojek untuk menunaikan zakat bersama-sama dengan Presiden.

BAZNAS sendiri menyiapkan 30 konter di lingkungan Istana Negara untuk melayani pembayaran zakat. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun nontunai untuk memudahkan muzaki menunaikan zakatnya.

Tampak hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Masing-masing dari mereka menyalurkan zakatnya melalui konter-konter tersebut untuk kemudian diikuti para menteri dan pejabat eselon I kementerian maupun lembaga pemerintah, serta sejumlah direksi BUMN.

Menurut Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo, zakat makin berperan dan bersinergi dengan program-program pengentasan kemiskinan pemerintah. Penelitian Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS pada 2017 menunjukkan bahwa distribusi dan pendayagunaan zakat berhasil meningkatkan pendapatan mustahik fakir miskin sebanyak 27 persen per tahun. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak banyak orang yang akan mengenalnya. Apalagi bagi orang yang kurang suka dan jarang untuk membuka peristiwa lama dalam bentuk tulisan. Tapi memang dimaklum, agak sulit mengenal penulis. Tetapi seorang penulis akan dikenal melalui hasil karya tulisannya.

Ia adalah Kwee Thiam Tjing. lelaki keturunan ini adalah seorang jurnalis yang lahir di Pasuruan Jawa Timur. Dalam perjalanan karirnya, ia tercatat mempunyai kolom khusus di kolom Pewarta Soerabaia yang bernama “Tjorat-Tjaret Hari Saptoe” yang diisinya dari 12 Juli 1924 – 7 Maret 1925. Lalu, ia juga mempunyai kolom khusus dalam kolom Soeara Poeblik yang diberi nama “Pridato Hari Saptoe”.

Ia pertama kali menulis mulai 8 April 1925 hingga 11 Juni 1929, selain itu ia juga memiliki kolom khusus di kolom Matahari yang bernama “Ngelamoen Malem Minggoe”, “Oering-oeringan” dan “Gandjelan” dari tanggal 1 Oktober 1934.

Kwee Thiam Tjing meninggal di Jakarta, 28 Mei 1974 pada umur 74 tahun) adalah seorang jurnalis Indonesia. Ia menempuh pendidikannya di ELS (Europeesch Lagere School) di kota Malang dan kemudian terjun ke dunia jurnalisme.

Ia menguasai bahasa Belanda, Jawa, Madura, dan Hokkian. Bahan-bahan tulisannya mencakup segala lapisan masyarakat: kawan-lawan, lelaki-perempuan, tua-muda dan lain-lain.

Pada 1926, ia dikenai sembilan delik pers, sehingga terpaksa mendekam selama sepuluh bulan di penjara Kalisosok, Surabaya dan penjara Cipinang, Jakarta. Kejadian ini dicatat dalam artikel “Tanggal Paling Tjilaka” di Soeara Publiek, Surabaya 5 Januari 1926.

Tulisan-tulisannya banyak dimuat di berbagai penerbitan saat itu, seperti Pewarta Soerabaia, Soeara Poeblik (menjadi Hoofredactuer antra 20 Juni – 12 Juli 1929 baca Satoe peladjaran dalem pengidoepan), Sin Tit Po, Matahari Semarang[1] hingga Indonesia Raja. Kwee sendiri mengelola langsung Pembrita Djember. Ia juga menulis karya dengan nama samaran Tjamboek Berdoeri.

Pada pertengahan 1947 kota Malang berubah menjadi lautan api. Kwee melaporkan kejadian-kejadian itu dengan cermat hingga tragedi Mergosono yang mungkin telah banyak dilupakan orang.

Berbagai kejadian yang diamatinya itu, termasuk masa-masa sebelumnya yang terjadi pada masa paling kacau di Indonesia (1939-1947) ditulisnya dalam sebuah buku setebal 200 halaman dengan menggunakan kertas merang, tanpa penerbit (ternyata Perfectas Di Petjinan Malang sebagai penerbitnya) dan nama pengarang (namun Kwee Thiam Tjing sendiri memberikan pengantar di buku tersebut menggunakan nama aslinya). Isinya adalah sebuah catatan peringatan untuk anak-cucu, sebuah kenangan yang diberinya judul “Indonesia dalem Api dan Bara”.

Setelah terbitnya buku kenangan itu, Kwee lama menghilang dari dunia jurnalisme Indonesia. Baru 24 tahun kemudian ia mendadak muncul kembali dalam sebuah tulisan semacam obituari di harian “Indonesia Raya” yang dikelola Mochtar Lubis. Tulisannya muncul dalam 34 judul dengan 91 edisi penerbitan selama 1971-1973.

Pada akhir Mei 1974, Kwee meninggal dunia dan dimakamkan di pemakaman Tanah Abang I (kini Taman Prasasti) di Jakarta. Ketika pemakaman Tanah Abang I digusur, makam Kwee digali kembali dan tulang-belulangnya dikremasikan dan abunya ditabur ke Laut Jawa. (***)

sumber: www.wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tanggal 26 Mei beberapa tahun silam, banyak peristiwa penting yang terjadi. Dari beberapa catatan yang dirangkum, sejumlah peristiwa yang membuka mimpi dunia.

Adapun sejumlah peristiwa yang terjadi, yakni:

1. Telkomsel adalah operator telekomunikasi seluler GSM pertama di Indonesia dengan layanan pascabayar kartuHALO yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995.

Telkomsel mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia dengan 81,644 juta pelanggan per 31 Desember 2007 dan pangsa pasar sebesar 51% per 1 Januari 2007. Jaringan Telkomsel telah mencakup 288 jaringan roaming internasional di 155 negara pada akhir tahun 2007.

Saham Telkomsel dimiliki oleh Telkom Indonesia sebesar 65% dan sisanya oleh Singtel sebesar 35%. Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar.

Telkomsel telah menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pelanggan dalam satu negara per Mei 2011 (dikutip dari http://opsel.id/).

Telkomsel meluncurkan secara resmi layanan komersial mobile 4G LTE pertama di Indonesia. Layanan Telkomsel 4G LTE memiliki kecepatan data access mencapai 36 Mbps.

Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu simPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), dan kartuHALO (pascabayar). Selain itu, Telkomsel juga memiliki layanan internet nirkabel lewat jaringan telepon seluler, yaitu Telkomsel Flash. Telkomsel bekerja pada jaringan 900/1.800 MHz.

Pembukaan pertama lift Menara Eiffel kepada umum Tahun 1889

Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel, /tuʀ ɛfɛl/) merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.

Dinamai sesuai nama perancangnya, Gustave Eiffel. Menara Eiffel adalah bangunan tertinggi di Paris dan salah satu struktur terkenal di dunia. Lebih dari 200.000.000 orang telah mengunjungi menara ini sejak pembangunannya tahun 1889, termasuk 6.719.200 orang tahun 2006, menjadikannya monumen berbayar yang paling banyak dikunjungi di dunia (dikutip dari http://www.toureiffel.paris/). Termasuk antena setinggi 24 m (79 kaki), struktur ini memiliki tinggi 325 m (1.063 kaki) sejak 2000, yang sama dengan bangunan konvensional bertingkat 81.
Ketika menara selesai dibangun tahun 1889, struktur ini menjadi yang tertinggi di dunia — gelar yang dipertahankan hingga 1930 ketika Chrysler Building di New York City (319 m — 1.047 kaki) selesai. Menara ini sekarang yang tertingggi kelima di Perancis dan paling tinggi di Paris, dengan struktur tertinggi kedua Tour Montparnasse (210 m — 689 kaki), meskipun akan dikalahkan oleh Tour AXA (225.11 m — 738.36 kaki).

Struktur besi Menara Eiffel berbobot 7.300 ton sementara keseluruhan struktur termasuk komponen non-besi berbobot 10.000 ton. Tergantung temperatur, puncak menara dapat menjauhi matahari 18 cm (7 inci) karena pemuaian besi pada bagian yang menghadap matahari. Menara ini juga berayun 6–7 cm (2-3 inci) dalam suasana berangin. Sebagai demonstrasi terhadap ekonomisnya bangunan, bila 7300 ton struktur besi dicairkan, maka akan memenuhi 125 meter persegi dengan kedalaman 6 cm (2.36 inci), yang berarti kepadatan besi 7.8 ton per meter kubik. Menara ini memiliki massa yang kurang dari massa udara di dalam silinder dengan dimensi yang sama, setinggi 324 meter dan 88.3 jari-jarinya. Berat menara 10.100 ton bila dibandingkan dengan 10.265 ton udara.

Tingkat pertama dan kedua dapat diakses dengan tangga dan lift. Sebuah loket tiket di menara selatan menjual tiket ke anak tangga yang dimulai di tempat itu. Di platform pertama tangga menaik dari menara timur dan pertemuan tingkat ketika hanya dapat diakses dengan lift. Dari platform pertama atau kedua tangga dibuka bagi semua orang yang naik dan turun tergantung apabila mereka telah membeli tiket lift atau tiket tangga. Jumlah anak tangga 9 ke loket tiket di dasar, 328 ke tingkat pertama, 340 ke tingkat kedua dan 18 ke platform lift di tingkat kedua. Ketika keluar lift di tingkat ketiga terdapat 15 anak tangga naik menuju platform pengamatan atas. Jumlah anak tangga dituliskan secara bertahap di sisi tangga untuk memberikan tanda tangga naik. Kebanyakan tangga naik memberikan pemandangan langsung ke bawah atau sekitar menara meskipun beebrapa anak tangga pendek tertutup.

Perawatan menara terdiri dari pengadaan 50 hingga 60 ton cat setiap tujuh tahun untuk menjaganya dari karatan. Untuk menjaga penampilannya terhadap pengunjung di bawah, tiga warna berbeda digunakan pada menara ini, dengan warna gelap di bawah dan warna terang di atas. Warna cat diubah; menara ini dicat coklat-kelabu. Di tingkat pertama terdapat konsol interaktif yang memberitahukan warna pada pengecatan selanjutnya. Arsitek Menara Eiffel adalah Emile Nouguier, Maurice Koechlin dan Stephen Sauvestre.

Tahun 1972 – Amerika Serikat dan Uni Soviet menanda tangani Persetujuan Peluru Kendali Anti-Balistik.

Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik adalah traktat antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mengenai pembatasan sistem peluru kendali anti-balistik yang digunakan untuk mempertahankan wilayah terhadap senjata nuklir yang dibawa misil. Pada 26 Mei 1972, Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon dan Sekretaris Jendral Partai Komunis Uni Soviet, Leonid Brezhnev menandatangani Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik. Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik berlaku selama 30 tahun, dari tahun 1972 sampai tahun 2002.

Sumber : “Treaty Between the United States of America and the Union of Soviet Socialist Republics on the Limitation of Anti-Ballistic Missile Systems”. Bureau of Arms Control. United States Department of State. May 26, 1972.

Tahun 2013 – Stasiun televisi NET. resmi mengudara pertama kali secara nasional.

Lisensi : NET TV/Arifin.wijaya Sumber : NET TV
NET. (singkatan dari News and Entertainment Television) adalah sebuah stasiun televisi terestrial di Indonesia yang resmi diluncurkan pada 26 Mei 2013. NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Indika Group (sumber : http://industri.kontan.co.id/news/eks-humas-space-toon-bantah-ada-akuisisi). Berbeda dengan Spacetoon yang acaranya ditujukan untuk anak-anak, program-program NET. ditujukan kepada keluarga dan pemirsa muda. Selain melalui jaringan terestrial, NET. juga menyiarkan kontennya melalui saluran komunikasi lain seperti jejaring sosial dan YouTube (sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/03/24/16022434/Bikin.Media.Wishnutama.Akuisisi.Space.Toon).

Program Grand Launching NET. ditayangkan secara langsung pada tanggal 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB dan disiarkan secara streaming melalui Youtube dan website resmi NET., dan acara Grand Launching ini menampilkan penyanyi internasional seperti Carly Rae Jepsen, Taio Cruz dan juga didukung oleh beberapa artis dalam negeri seperti Agnes Monica, Maudy Ayunda, Cherrybelle, Sm*sh, Noah, Raisa, Kahitna, Dewa 19, Andien, Ungu, Reza Rahardian, Andi Rianto dan banyak lagi (dikutip dari : http://www.netmedia.co.id).

Pada tanggal 18 Mei 2014 NET. merayakan ulang tahun pertamanya yang bertajuk NET. ONE (Indonesian Choice Awards 2014) dengan mengundang berbagai penyanyi internasional seperti Far East Movement dan Ne-Yo.

Pada tanggal 24 Mei 2015, NET. merayakan ulang tahun keduanya dan mengundang penyanyi internasional Demi Lovato & Karmin (dikutip dari : http://hot.detik.com/music/read/2015/04/24/145632/2897372/228/demi-lovato-tampil-di-jakarta-24-mei).

Tahun demi tahun dunia telah berubah, terus mengalami kemajuan. Perkembangan sains dan teknologi telah mengubah paradigma dunia. Dari para insiyur yang sibuk berkarya dengan bangunan fisik, dan para ilmuwan yang mengembangkan sistem balistik. Kini para pebisnis telah mengembangkan cara baru terjun di dunia telekomunikasi dan penyiaran agar dikenal dunia. Di zaman yang telah maju seperti sekarang Sobat100 tak perlu lagi harus membangun gedung pencakar langit agar menjadi sorotan dunia. Berkaryalah dan sebarkan melalui media sosial maka Sobat100 akan dikenal oleh dunia. Pesan tim100 teruslah berkarya sehingga tercatat dalam sejarah dunia.

sumber: seratusinstitute.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bagi umat muslim di dunia, dan Indonesia khususnya, begitu dengan baik mengenal sosok ustaz satu ini.

Siapa tak kenal Ustaz Abdul Somad? Dai asal Sumatera ini dengan penampilannya yang sederhana dan seadanya.

Kurang lebih, satu tahun belakangan, nama Ustaz Abdul Somad, yang akrab disapa UAS ini mendadak meroket dan dielu-elukan banyak orang.

Ada beberapa faktor yang membuat publik begitu mengidolakan Ustaz Abdul Somad. Selain karena kesederhanaannya, UAS juga dikenal kaya akan ilmu agama.

Adapun faktor lainnya adalah UAS selalu bisa menyelipkan unsur humor di setiap perkataannya.

Selain bisa menghibur jemaah, isi ceramah Ustaz Abdul Somad pun berbobot.

UAS memang bukan orang sembarangan. Ia merampungkan pendidikan S1 dan S2 di luar negeri dalam waktu singkat dengan usaha yang luar biasa.

Ustaz Abdul Somad mendapat gelar Lc dari Universitas Al Azhar Mesir.

Sedangkan gelar S2-nya didapat dari Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania Kerajaan Maroko.

Pria yang kerap berpenampilan sederhana itu tamat dari Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu pada tahun 1996.

Dua tahun berselang, ia masuk dalam daftar 100 orang yang menerima beasiswa belajar di Al Azhar, Mesir.

Ustaz Abdul Somad mendapatkan gelar Lc dalam waktu tiga tahun 10 bulan.

Pada tahun 2004, Ustaz Abdul Somad mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 di Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko.

Institut tersebut hanya menerima 20 orang setiap tahunnya, yang terdiri dari 15 orang asal maroko dan sisanya untuk asing.

Ustaz Abdul Somad kemudian masuk daftar kuota lima orang asing tersebut.

Jonru Ginting dalam tulisannya menyebut Ustaz Abdul Somad sebagai sosok ustaz yang berkompeten di bidangnya.

Menurutnya, Ustaz Abdul Somad bukan tipe penceramah yang kharismatik. Hal itu rasanya memang benar. Ustaz Abdul Somad kerap berpakaian sederhana ketika tampil di hadapan jemaah.

Pakaiannya pun tidak mencerminkan sosok penceramah dengan gaya timur tengah dengan jubah putih dan sorban.

“Beliau juga bukan tipe ustadz stereotif (maksudnya kelihatan banget gayanya seperti ustadz pada umumnya). Gaya beliau biasa saja. Seperti orang kebanyakan. Mendengar ceramah beliau, kita seperti mendengar ucapan orang biasa yang kebetulan pintar di bidang agama,” tulis Jonru Ginting.

Jonru Ginting menyebut sosok Ustaz Abdul Somad sebagai ustaz hasil ‘kawin silang’.

Maksud sebutan itu adalah Ustaz Abdul Somad mampu memadukan antara menjadi ustaz lucu dan ustaz berkualitas.

Selain ceramah, Ustaz Abdul Somad diketahui telah menulis beberapa buku.

Buku tersebut di antaranya 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat, dan 33 Tanya Jawab Seputar Qurban.

Ia juga pernah menerjemahkan buku dari bahasa Arab menjadi bahasa Indonesia.

Luar biasa bukan ustaz yang satu ini?

Belum lengkap rasanya bila membahas kisah Abdul Somad sedari dulu tanpa mengetahui potretnya saat masih muda.

Senyum dan tatapan Abdul Somad muda tidak beda jauh dengan sekarang, hanya kondisi fisiknya saja yang berubah karena faktor usia.

Banyak netizen yang menyebut sosok Abdul Somad saat muda terlihat tampan.

“Masha’allah, mudanya ganteng sekali ustadz,” tulis pemilik akun Instagram agileiga.

“Lumayan tampan rupanya dulu,” komentar pemilik akun aniq_nabila.

Penasaran seperti apa?

Berikut TribunJabar.id himpun 7 foto Ustaz Abdul Somad saat masih muda:

1. Ospek

Ini adalah potret Abdul Somad dan teman-temannya ketika ospek di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau pada tahun 1996.

Istimewa

2. Tahun 1998

Momen ketika Abdul Somad sedang pelatihan bahasa Arab sebelum berangkat ke Kairo tahun 1998.

Istimewa

3. Saat Musim Panas di Kairo 1998

Ini adalah momen kebersamaan UAS di KSMR (Kelompok Studi Mahasiswa Riau) Hay Tsamin, Kairo, Mesir saat musim panas tahun 1998. UAS paling kanan memakai kemeja kotak-kotak warna biru.

Istimewa

4. Tahun 2000

Momen Ustaz Abdul Somad berada di atas kapal Wadi Nil dari Terusan Suez menuju Jeddah saat musim haji tahun 2000.

Istimewa

5. Bersama Teman di Mesir

Foto ini dkiambil antara tahun 1998 hingga 2002 saat Abdul Somad berada di mesir.

Istimewa

6. Sebelum ke Kairo

Potret Abdul Somad dan teman-temannya yang memperoleh beasiswa Al-Azhar, Mesir. Foto ini diambil di kantor Departemen Agama sebelum para peraih beasiswa berangkat ke Kairo.

Istimewa

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dalam sejarah kekuasaan orde baru, tanggal 23 Mei 1997, atau 21 tahun yang lalu patut menjadi catatan.

Pada hari itu selalu ramah disebut dengan ‘Jumat Membara atau Jumat Kelabu’. Saat itu, terjadi kerusuhan yang menelan korban jiwa dan harta benda yang sangat banyak. Inilah yang kemudian dikenal dengan ‘Kerusuhan Banjarmasin’

Karena kejadian ini terjadi dijaman pemerintahan orde baru, tidak ada laporan yang akurasinya bisa dipercaya penuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan pada waktu itu. Dibandingkan dengan skalanya, berita-berita pers sangat terbatas dan tidak sebanding.

Dalam catatan yang dirangkut diketahui tanggal 23 Mei 1997 kebetulan jatuh pada hari Jumat. Pada hari itu berlangsung putaran terakhir masa kampanye Pemilu 1997, yang secara kebetulan merupakan hari kampanye Golkar. Menurut rencana semula, setengah hari kampanye diawali dengan kampanye simpatik berupa pendekatan kepada kalangan bawah dengan target operasi buruh, pengojek, dan tukang becak.
Kemudian, setengah hari berikutnya, usai ibadah Jumat, kampanye akan dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat di lapangan Kamboja. Pada acara tersebut akan hadir Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekkab) Saadilah Mursjid, Ketua MUI KH Hasan Basri, dan artis-artis ibu kota. Rencana itu tidak pernah terwujud, karena yang terjadi kemudian adalah malapetaka berupa kerusuhan massal.

Hingga tengah hari, semua kegiatan di tengah kota Banjarmasin berjalan normal. Begitu pula di kompleks pertokoan Plaza Mitra, yang kemudian menjadi pusat kerusuhan. Pengunjung dan pembeli ramai seperti biasanya, para pegawai kompleks pertokoan berlantai empat itu pun bekerja sebagaimana hari-hari sebelumnya. Di lantai satu kompleks pertokoan yang terletak di tepi sungai Martapura ini terdapat perkantoran, antara lain kantor Bank Bumi Daya (BBD). Lantai 2 digunakan sebagai tempat penjualan pakaian, sementara di lantai 3 terdapat supermarket Hero, TB Gramedia, restoran CFC, dan bioskop. Di lantai 4 terdapat diskotik, kedai kopi, dan tempat hiburan, termasuk biliar dan sejenisnya.

Mulai sekitar pukul 9.00, kegiatan kampanye sudah semarak, warna kuning ada di mana-mana. Golkar membagi-bagikan saputangan bergambar beringin dan bekal nasi bungkus, masing-masing berjumlah 10 ribu buah. Sasaran kampanye ini ialah para buruh, tukang becak, tukang ojek. Pada sekitar pukul 11.00 kampanye membagi-bagi nasi bungkus dan sapu tangan usai dengan tenang.

Pada sekitar pukul 12.00 atau tengah hari, umat Islam menjalankan ibadah salat Jumat. Sewaktu ibadah berlangsung, sebagian massa kampanye Golkar, yang umumnya terdiri dari anak-anak muda dan remaja, masih berkampanye. Mereka berputar-putar keliling kota dengan menaiki sepeda motor.
Banyak di antara sepeda motor itu knalpotnya dicopoti, dan suara raungan mesin motor dirasakan sangat mengusik ketenangan mereka yang sedang bersembahyang. Puncaknya, ketika arak-arakan sepeda motor tersebut melewati Masjid Noor di Jalan Pangeran Samudera. Masjid ini terletak di daerah basis PPP.

Menurut sumber dari Tim Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN) cabang Banjarmasin yang melakukan investigasi ke lapangan, ketika massa yang akan berkampanye itu melintas, jamaah salat Jum’at yang luber sampai ke jalan itu masih sedang berdoa. Sebenarnya Polantas sudah berusaha menghadang massa Beringin. Namun Satgas Golkar bersikeras untuk melewati jalan itu. Alasan mereka, salat Jumatnya tinggal membaca doa.

Kemarahan jamaah dengan cepat menyebar seusai sembahyang Jumat dan sampai ke telinga penduduk di berbagai sudut Banjarmasin lainnya.

Usai salat Jumat, terjadilah kerusuhan di depan kantor DPD Golkar Kalsel. Kabar itu segera tersiar dan massa berdatangan tanpa bisa dibendung. Mereka akhirnya bentrok dengan Satgas Golkar, yang rata-rata berasal dari organisasi Pemuda Pancasila dan FKPPI. Karena massa terlalu banyak, Satgas Golkar terpaksa mencari jalan selamat. Tapi akibatnya, ada enam mobil peserta kampanye Golkar yang dibakar.

Di depan kantor Banjarmasin Post, dari arah timur ribuan massa menyerbu dengan membawa senjata aneka macam. Mereka berlari-lari ke arah lapangan Kamboja, tempat kampanye Golkar akan dilangsungkan. Di sepanjang jalan, semua bendera, spanduk, umbul-umbul Golkar diturunkan dan dibakari. Di sana, mereka bergabung dengan massa penyerbu yang mula-mula muncul di pinggir lapangan. Panggung kampanye pun diserbu dan dirobohkan. Kaum penyerbu bertarung dengan dua puluh ribu massal Golkar yang sedang berkumpul di sana. Para petugas keamanan tidak mampu mengendalikan pertarungan dengan kekerasan tersebut. Sebuah rumah ibadah (Gereja HKBP) yang terletak di dekat kantor Banjarmasin Post mulai terbakar. Mobil pemadam kebakaran yang berusaha mencegah menjalarnya api ke gedung Banjarmasin Post terpaksa pergi karena petugasnya dikalungi clurit oleh massa. Namun api tidak jadi melalap kantor Banjarmasin Post.

Sebagian massa menyerbu Hotel Istana Barito. Di sana, mereka berhadapan dengan ribuan massa Golkar yang berkumpul di depan hotel, sedang bersiap-siap untuk kampanye sore itu. Dari arah barat, tiba-tiba muncul ribuan massa lain, sebagian mengenakan kaus hijau dan atribut PPP. Dengan senjata tajam dan apa saja, mereka menyerbu massa di depan hotel. Mobil-mobil yang kebetulan ada di sana hancur luluh lantak, kaca-kaca hotel pecah dilempari batu.

Mulai pukul 15.00, listrik padam, menambah suasana mencekam. Kerusuhan meningkat. Sebagian besar tamu Hotel Istana Barito masih berada di dalam kamar mereka dalam kegelapan. Tiba-tiba satpam hotel menggedori pintu-pintu kamar dan berteriak, kebakaran! Para tamu pun berhamburan ke luar, menyelamatkan diri masing-masing. Dengan cepat, kerusuhan menjalar ke mana-mana. Massa terus melakukan pengrusakan, sambil meneriakkan yel-yel PPP. Beberapa orang mengenakan atribut PDI. Suasana semakin kalut. Massa merusak dan membakar mobil-mobil pribadi yang ditemui di jalan raya mana saja dan menjarah isinya. Sebuah mobil meledak, setelah dibakar di jalanan. Di depan Plaza Mitra, beberapa mobil segera bergelimpangan, sebagian terbakar. Seorang wanita naik sepeda motor dengan hanya mengenakan BH di bagian atas, karena kaus Golkarnya dirampas massa. Di jalanan, batu-batu berserakan, pecahan kaca bertebaran di mana-mana.

Di jalanan, fasilitas umum dihancurkan. Massa juga merusak dan melempari ruko-ruko yang berderet di sepanjang Jalan HM Hasanuddin sampai Jalan A.Yani, di kawasan Sudimampir, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pangeran Samudera.

Di dalam kompleks Plaza Mitra, dengan persetujuan dari manajemen di Jakarta, pimpinan TB Gramedia memutuskan untuk menutup toko dan karyawan diminta segera meninggalkan lokasi kerja. Semua pulang, dengan catatan tidak memakai atribut PPP mana pun. Di depan Plaza Mitra, petugas mulai menutup jalanan dan membuat pagar betis untuk melindungi kompleks pertokoan itu. Tetapi, ribuan massa tidak terbendung. Mereka merangsek ke depan, memecah pagar betis petugas, memcahkan kaca-kaca etalase, masuk ke dalam gedung, dan menjarah apa saja yang bisa diambil. Gas air mata yang disemprotkan petugas tidak mampu menahan mereka.

Hingga saat itu, Plaza Mitra baru dirusak, tetapi belum terbakar. Kemudian, sebuah sedan putih didorong dan ditabrakkan ke kaca etalase Toys Kids di lantai dasar, sebelum akhirnya mobil itu dibakar. Api segera menyebar ke seluruh gedung. Setelah Plaza Mitra terbakar, gedung-gedung lain segera menyusul. Malam itu, seluruh empat lantai gedung Plaza Mitra musnah terbakar. Sementara itu, kerusuhan tidak hanya menjangkau kawasan petokoan. Wilayah permukiman penduduk pun mulai terkena. Kampung Kertak Baru Ulu, khususnya RT 10 yang dihuni 30 KK mulai dilalap api sejak pukul 16.35 waktu setempat. Kawasan permukiman ini berlokasi di belakang Jalan Pangeran Samudera. Api mula-mula berasal dari kelenteng (rumah ibadah) Cina, yang segera menjalar ke rumah-rumah yang terletak di belakangnya. Api bahkan menjalar ke asrama POM ABRI yang hanya terpisah oleh sungai selebar 3 meter dari Kertak Baru Ulu.

Sementara di tempat lain yakni di Jalan Veteran dan Jalan Lambung Mangkurat, pada waktu yang sama, sebanyak enam gereja dan satu tempat ibadat Konghucu (Klenteng) ikut dihancurkan. Rumah-rumah WNI keturunan Cina juga ikut dilempari batu. Bahkan ada keluarga yang akan menyelamatkan diri, setelah mobil penjemput datang, mobil tersebut dihancurkan kacanya. Terpaksa pemiliknya lari menjauh dari situ.

Juga ikut “digasak” massa adalah rumah bos klub sepak bola Barito Putra yang juga calon legislatif dari Golkar. Rumah itu disatroni massa dan dirusak. Kompleks Pamen ABRI pun ikut rusak, barangkali karena penghuninya banyak yang menjadi calon legislatif Golkar.

Sekitar pukul 17.00 Wita, massa bergerak kembali ke arah DPD I Golkar. Tapi tidak langsung ke sana. Mereka mampir kembali di Jujung Buih Plaza. Genset Jujung Buih Plaza dibakar dan gedung 8 lantai tersebut akhirnya terbakar. Di sebuah hotel di gedung itu, Hotel Kalimantan, banyak artis yang mengikuti kampanye menginap, termasuk jurkamnya. Di hotel tersebut juga menginap Ketua Umum MUI Pusat KH Hasan Basri yang ikut rombongan kampanye. Disitu juga ada Gubernur Kalimantan Selatan dan Muspida. Tapi akhirnya mereka dapat diselamatkan. Namun tidak diketahui apakah di sana juga jatuh korban. Yang jelas, saat dilakukan penyelamatan banyak yang jatuh pingsan. Gubernur Kalsel Gusti Hasan Aman sendiri merasa sangat kaget dan seolah tidak percaya melihat ulah massa yang begitu brutal.

Karena massa terus mengamuk, pemadaman pun tidak berlanjut. Yang menyiram air kemudian lari dari kepungan massa. Banyak tabung gas meledak. Setelah disiram air, kemudian ditinggal lari menghindari amukan massa. Sejumlah sepeda motor tidak dapat diselamatkan dan ikut dilalap si jago merah.

Mulai sekitar pukul 18.00, bagian belakang gedung Anjung Surung mulai mengepulkan asap. Api membakar habis apotek Kasio yang terletak di belakang gedung ini. Barisan Pemadam Kebakaran tidak berdaya, karena mass amencegah dan mengancam mereka supaya tidak memadamkan api.

Namun secara ajaib, ketika seluruh api menelan gedung-gedung di sekitarnya, gedung Anjung Surung selamat. Petugas UGD RS Islam menyebutkan, hingga pukul 17.30 rumah sakit tersebut merawat 12 orang korban. Delapan di antaranya menderita luka bacok, empat sisanta akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara RS Ulin menyeburkan, sedikitnya mereka merawat 20 orang pasien, termasuk Didik Triomarsidi, juru foto Banjarmasin Post. Didik dianiaya massa ketika meliput penghancuran gedung markas DPD Golkar.

Saat itu, orang-orang dari berbagai kampungpun mulai gelisah dan mulai melakukan pengamanan masing-masing. Mereka semua keluar rumah, menjaga setiap gang dan jalan-jalan masuk. Lengkap dengan senjata tajam, berupa mandau, samurai, dan clurit. Penjagaan dilakukan semalam suntuk, karena mereka mendengar isu yang mengatakan bahwa Golkar akan mengadakan serangan balasan.

Pukul 20.30 Wita, massa beramai-ramai ke arah Supermarket Mitra, yang merupakan pusat pertokoan terbesar di Banjarmasin. Letaknya di Jalan Sumatra. Di gedung berlantai empat ini banyak terdapat toko-toko elektronik, komputer, diskotik, ruang pertemuan, show-room mobil mewah, toko buku Gramedia, KFC, Bioskop 21, dan sarana hiburan anak-anak. Massa berhasil masuk dengan menorobos blokade keamanan. Isi gedung dijarah dan dibawa lari. Gedung itu sendiri telah terbakar sekitar pukul 20.00 Wita, dan api menyala sampai pukul 09.00 keesokan harinya.

Massa terus mengamuk dan mengobrak-abrik isi gedung. Pada saat itu tersiar kabar bahwa pasukan keamanan diperbolehkan untuk menangkap dan menembak di tempat. Tapi pasukan keamanan tidak melakukan apa-apa. Akhirnya, massa yang lengkap dengan berbagai senjata tajam itu terus mengamuk. Pukul 22.00 Wita, 1000 orang pasukan bantuan datang dengan tiga pesawat hercules. Menurut laporan LBHN Banjarmasin itu, tidak diketahui dari mana mereka didatangkan. Pasukan kemudian bergerak mendekati Gedung Mitra Plaza. Mereka menghalau massa yang masih ada di gedung itu. Senjata menyala. Namun pihak LBHN Banjarmasin tidak memperoleh informasi berapa korban yang jatuh di sana.

Pada malam harinya, jumlah gerombolan massa menyusut. Listrik masih padam dan seluruh kota dalam keadaan tetap gelap gulita, hanya diterangi kobaran api di mana-mana. Beberapa tempat diblokade petugas keamanan, namun gerombolan massa masih berkerumun di beberapa tempat. Mereka memasuki kawasan permukiman, menyerang dengan clurit, klewang, Mandau, samurai, dan berbagai senjata lain. Beberapa rumah, kantor dan warung yang berdekatan dengan Banjarmasin Post masih terbakar. Benar-benar mirip lautan api. Laporan awal menyebut, secara keseluruhan ratusan rumah dan toko hancur, sebuah gereja Katolik, sebuah bank, dan sebuah hotel ikut hancur. Sekitar 80 orang diberitakan luka-luka dan 50 orang ditahan.

Kemudian, sekitar pukul 23.00 Wita, massa menuju ke arah luar kota. Sasarannya adalah rumah-rumah calon legislatif Golkar. Karena terbetik kabar massa membawa formulir berisi Daftar Calon Tetap (DCT) Golkar. Ada empat rumah yang dibakar walau belum jelas apakah itu rumah caleg Golkar atau bukan. Juga menjadi sasaran adalah toko-toko Cina sepanjangan jalan, ikut dihancurkan dengan lemparan batu. Hampir semua toko di sepanjang Jalan A. Yani rusak berat dan api membumbung tinggi. Saat itu pasukan pun tidak lagi diam. Mereka mulai mengejar-ngejar massa.

Yang sangat tragis, sekitar pukul 24.00 Wita, seorang warga yang keluar rumah untuk melihat keadaan kelihatan tergeletak tertembak peluru. Meski begitu, masih menurut laporan Tim LBHN Banjarmasin, suasana di jalan-jalan masih ramai. Banyak orang yang sudah terlanjur keluar sulit pulang lagi ke rumahnya masing-masing. Karena jalan-jalan sudah diblokir oleh orang-orang kampung. Yang bukan warganya tidak diperbolehkan masuk dan melewati jalan tersebut.

Namun sekitar pukul 01.00 Wita dini hari (Sabtu, 24 Mei), massa bergerak ke luar kota. Karena semua jalan sudah diblokir oleh pihak keamanan. Suasana semakin tegang. Khususnya di pusat kota, semua listrik padam dan baru menyala pukul 09.30 pagi.

Kemudian pasukan keamanan, sekitar pukul 03.00 Wita, mengobrak-abrik Kampung Kelayan. Kampung ini merupakan kampung terpadat dan dikenal banyak preman. Ada 195 orang yang diamankan di kantor Polresta. Kondisi mereka babak belur dan hampir semua menjadi sulit untuk dikenali wajahnya. Sekitar pukul 04.00 Wita, masyarakat perumahan Beruntung Jaya yang semalam suntuk berjaga terus karena ada isu akan diserang, bertahan masuk ke rumah, saat ada suara pasukan datang. Tak jelas berapa orang ditahan dari sana. Pukul 06.00 Wita, aparat keamanan, lebih kurang 5 truk, datang ke kampung Teluk Tiram. Di kampung itu, mereka memburu massa yang diperkirakan ada di kampung tersebut. Mereka dengan senjata lengkap di tangan berjaga-jaga terus di jalan-jalan utama. Setiap orang lewat yang kelihatan mencurigakan digeledah. Bahkan, yang terlihat menggunakan pakaian agak kumuh langsung dihentikan.

Hingga keesokan harinya, sabtu pagi, api masih menyala di kompleks Plaza Mitra. Seluruh lantai gedung tersebut masih belum bisa dimasuki. Tetapi bau sangit dan busuk menyengat hingga ke luar ruangan. Regu penyelamat belum bisa bertindak apa-apa karena gedung masih diselimuti api dan asap. Evakuasi baru bisa dilakukan sore hari ketika sebagian api sudah padam. Kapolda Kalsel memberikan laporan kepada Kapolri mengenai kemungkinan terdapatnya sejumlah mayat yang terbakar hangus di dalam kompleks pertokoan. Para pejabat dari Jakarta yang sedianya berkampanye, diterbangkan kembali dari Banjarmasin. Mereka termasuk Mensekkab Saadilah Mursyid dan KH Hasan Basri. Pangdan Tanjungpura Mayjen Namoeri Anoem mengumumkan berlakunya jalan malam di Banjarmasin, mulai pukul 8 malam hingga 5 pagi, selama lima hari massa cooling off kampanye, 24-29 Mei 1997.

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – 21 Mei 1998 atau 20 tahun yang lalu merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia. Tepat hari ini, Presiden Soeharto umumkan akhir jabatannya setelah 32 tahun berkuasa.

Berakhirnya kekuasan ini tidak berjalan dengan sendirinya. Sejarah mencatat bahwa Mei 1998 menghadirkan rangkaian cerita panjang hingga habisnya kekuasaan Presiden Soeharto.

Setelah berbagai peristiwa panjang, baik itu aksi demonstrasi yang menuntut Soeharto mundur hingga kerusuhan disertai kekerasan yang berbasis prasangka rasial. Angin politik memang tidak berhembus sejuk ke Jalan Cendana, tempat keluarga Soeharto tinggal di Jakarta, sepanjang Mei 1998.

Padahal, gugatan terhadap kekuasaan Soeharto sebenarnya sudah terjadi sejak periode 1980-an. Pada pemilu 1982 misalnya, gugatan terhadap hasil pemilu yang memenangkan Golongan Karya sebagai mesin politik Soeharto mulai terdengar.

Dilansir dari arsip Harian Kompas yang terbit pada 2 Januari 1982, Presiden Soeharto bahkan sudah membantah anggapan kecurangan pemilu, meskipun pemilu baru berlangsung pada 4 Mei 1982. Saat itu bahkan Soeharto menjanjikan pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Periode 1980-an juga diwarnai sejumlah pelanggaran hak asasi manusia, yang menjadi catatan hitam kekuasaan Orde Baru. Pelanggaran HAM berat itu di antaranya penembakan misterius alias petrus, Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984, penggusuran paksa untuk waduk Kedung Ombo, juga Peristiwa Talangsari pada 7 Februari 1989.

Tidak hanya pelanggaran HAM, kekuasaan Orde Baru juga disertai dengan catatan pelanggaran terhadap hak demokrasi.

Jurnalisme dibelenggu dengan penerbitan surat izin usaha penerbitan pers. Kritik terhadap pemerintah, dipastikan menjadi jalan untuk dicabutnya SIUPP, yang berarti perusahaan pers dipaksa berhenti beroperasi.
Belenggu yang dihadirkan rezim Orde Baru malah menumbuhkan aktivis demokrasi.

Sejumlah gerakan perlawanan muncul, yang kemudian segera dibungkam pemerintah dengan cepat. Salah satu tonggaknya adalah Tragedi 27 Juli 1996. Setelah peristiwa yang dikenal dengan sebutan Tragedi Kudatuli itu, dinamika politik semakin panas, apalagi menjelang Pemilu 1997.

Periode ini juga ditandai dengan penculikan sejumlah aktivis demokrasi. Beberapa aktivis bahkan masih hilang hingga sekarang. Namun, angin kencang yang dapat menggoyang kekuasaan Orde Baru terjadi pada pertengahan 1997, akibat krisis ekonomi.

Dikutip dari buku Detik-detik yang Menentukan. Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006) yang ditulis presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, krisis moneter itu “berkembang menjadi krisis multidimensional berkepanjangan di berbagai bidang”.

Krisis menyebabkan Presiden Soeharto meminta Dana Moneter Internasional (IMF) untuk ikut membantu. Namun, IMF tidak dapat membantu. Krisis berlanjut, yang menyebabkan 16 bank harus ditutup.

Buku yang ditulis Habibie itu mencatat, pada akhir Januari 1998, nilai rupiah terpuruk di angka Rp 11.050. Krisis bahan pokok juga terjadi. Pengangguran pun makin meningkat, dari 4,68 juta pada 1997 menjadi 5,46 juta pada 1998.

Krisis itu juga yang menyebabkan rakyat menuntut perubahan kepemimpinan. Wacana reformasi pun bergulir, bermula dari diskusi dan aksi di dalam kampus, hingga akhirnya demonstrasi terbuka yang dilakukan mahasiswa di jalan raya.

Demonstrasi mahasiswa semakin membesar, terutama setelah terjadi penembakan terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan Universitas Trisakti. Penembakan yang terjadi pada 12 Mei 1998 itu menewaskan empat mahasiswa Trisakti.

Tragedi Trisakti itu disusul terjadinya kerusuhan yang terjadi di Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia pada 13 dan 14 Mei 1998.

Harian Kompas pada 18 Mei 1998 memberitakan bahwa kerusuhan yang terjadi di Jakarta saja menyebabkan kerugian fisik hingga Rp 2,5 triliun. Buntut penembakan Trisakti adalah semakin beraninya mahasiswa melakukan aksi demonstrasi.

Hingga pada 18 Mei 1998, mahasiswa mulai masuk ke pelataran halaman DPR dan menduduki kompleks parlemen tersebut. Pendudukan gedung DPR/MPR oleh mahasiswa menyebabkan tuntutan mundur tidak hanya disampaikan arus bawah.

Pada 18 Mei 1998, pimpinan DPR yang diketuai Harmoko pun meminta Soeharto untuk mundur dari jabatannya. Internal pemerintahan pun goyah, terutama setelah Menteri Pariwisawata, Seni, dan Budaya Abdul Latief memilih mundur pada 17 Mei 1998.

Presiden Soeharto sebenarnya juga menyiapkan sejumlah langkah agar transisi kekuasaan berjalan mulus. Salah satunya, rencana pembentukan Kabinet Reformasi. Namun, rencana itu bahkan tidak didukung sejumlah menteri di kabinet.

Kompas memberitakan, 14 menteri bidang ekonomi, keuangan, dan industri (ekuin), menyatakan tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi atau Kabinet Reformasi. Pernyataan dalam Deklarasi Bappenas itu membuat Soeharto merasa terpukul.

Hingga pada 21 Mei 1998, pada pukul 09.00 WIB, Soeharto mengumumkan sebuah keputusan bersejarah. Dari credentials room di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada BJ Habibie yang saat itu menjabat wakil presiden. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Peristiwa Penting yang Terjadi pada Tanggal 19 Mei. Berikut petikan sejarahnya:

1924: Kongres AS meloloskan UU Kuota Darurat, yang menetapkan sistem kuota negara asal imigrasi yang sangat menguntungkan orang Eropa utara dan barat dari semua kelompok lain.

1909: Balet Russes de Serge Diaghilev baru dibentuk, terdiri hampir seluruhnya atas emigran Rusia, memulai debutnya di Paris dan mencapai kesuksesan instan; perusahaan balet ini menyajikan banyak balet yang masih ada dalam repertoar dunia sampai sekarang.

1798: Napoleon Bonaparte berlayar dengan lebih dari 35.000 tentara di atas 350 kapal menuju Alexandria, Mesir, untuk menduduki negara itu dalam rangka mengancam British India.

1643: Dalam pertempuran besar terakhir dari Perang Tiga Puluh Tahun, Perancis di bawah Louis II, Prince de Condé, mengalahkan Spanyol dalam Pertempuran Rocroi; pertempuran ini menandai berakhirnya kekuasaan militer Spanyol.

1940: Maurice Gustave Gamelin, komandan pasukan Sekutu asal Perancis di front barat pada tahap awal Perang Dunia II yang tidak mampu melawan invasi Jerman, digantikan; Nazi akan mendirikan pemerintahan Vichy di Perancis saat itu.

1536: Anne Boleyn, istri kedua Henry VIII dari Inggris, dipenggal kepalanya. Henry membunuh istrinya karena ia tidak bisa melahirkan anak laki-laki sebagai ahli waris kerajaan. (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebanyak 22 mahasiswa dan almnus UIN Jakarta mengisahkan pengalaman hidup mereka melalui sebuah buku antologi kisah perjalanan berjudul A Journey of Thousands Miles. Kisah itu diangkat dari perjalanan mereka selama melancong ke luar negeri.

Beragam kisah inpsiratif dituangkan dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Dapur Bukumu tahun 2017 tersebut. Mereka tak hanya berkisah tentang pengalaman, misalnya, sebagai presenter dan pemakalah seminar tetapi juga magang di kantor-kantor kedutaan besar Indonesia di luar negeri serta sebagai duta wisata dan program pertukaran mahasiswa (student exchange).

Menurut Koordinator Penulis, Gita Andini, proyek penulisan buku berawal dari banyaknya mahasiswa UIN Jakarta yang berprestasi di dunia internasional. Para mahasiswa tersebut diminta untuk menuliskan kisah inspiratif perjalanan mereka dalam beberapa tulisan essay pendek. Tujuan dari penulisan kisah perjalanan tersebut, kata Gita, tak lain sebagai motivasi bagi mahasiswa lain agar terus berprestasi di kancah internasional.

“Proyek penulisan kisah-kisah inspiratif pengalaman mahasiswa UIN Jakarta di luar negeri dalam bentuk buku tersebut tak hanya sekali ini saja melainkan akan terus kami lakukan,” jelas alumnus Jurusan Manajeman Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta itu di Gedung Rektorat UIN.

Gita sendiri merupakan salah satu penulis yang pada saat menjadi mahasiswi telah banyak melakukan perjalanan ke luar negeri. Kisah-kisah pribadi yang dituangkannya dalam buku tersebut di antaranya pernah sebagai delegasi Indonesia pada event Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina East Asia Growt Area (BIMP EAGA), delegasi pada acara World Conference on Disaster Risk Reduction yang digelar Perserikatan Bangsa- Bangsa di Jepang, sebagai pemakalah pada International Student Congress di Turki, dan sebagai delegasi Bootcamp Starup di MaGIC, Malaysia.

Berbagai prestasi internasional para mahasiswa dan alumni tersebut kemudian memperoleh penghargaan dalam Student Achievement Award (SAA) 2017 yang digelar Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta pada 20 Desember 2017 lalu. (***)

HARI INI SEJARAH

Sabtu | 12 Mei 2018 | 9:44

20 Tahun Silam, Jangan Amnesia di Trisakti

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Tepat hari ini, 20 tahun silam, kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan mahasiswa lainnya mengalami luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977 – 1998), Hafidin Royan (1976 – 1998), dan Hendriawan Sie (1975 – 1998).

Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada. Peristiwa penembakan empat mahasiswa Universitas Trisakti ini juga digambarkan dengan detail dan akurat oleh seorang penulis sastra dan jurnalis, Anggie Dwi Widowati dalam karyanya berjudul Langit Merah Jakarta.

Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998, yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia sepanjang 1997 – 1999. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul 12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 5.15 sore hari, para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.

Satuan pengamanan yang berada di lokasi pada saat itu adalah Brigade Mobil Kepolisian RI, Batalyon Kavaleri 9, Batalyon Infanteri 203, Artileri Pertahanan Udara Kostrad, Batalyon Infanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam seta Pasukan Bermotor. Mereka dilengkapi dengan tameng, gas air mata, Steyr, dan SS-1.

Pada pukul 20.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam. Hasil sementara diprediksi peluru tersebut hasil pantulan dari tanah peluru tajam untuk tembakan peringatan. (***)

sumber: wikipedia.org

HARI INI SEJARAH

Jumat | 11 Mei 2018 | 1:12

Beberapa Peristiwa 11 Mei di Belahan Dunia yang Tak Terlupakan

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kilas balik peristiwa penting yang terjadi pada Tanggal 11 Mei. Berikut adalah beberapa peristiwa besar dalam sejarah yang terjadi di seluruh dunia:

1997: Superkomputer IBM, Deep Blue, mengalahkan juara dunia catur, Garry Kasparov, dengan skor 3½–2½ dalam pertandingan catur enam game. Sebelumnya, pada Februari 1996 dalam pertandingan di Philadelphia, Kasparov menang dengan skor 4-2.

1981: Bob Marley, musisi besar yang membawa musik reggae Jamaika dikenal luas di seluruh dunia, meninggal dunia pada usia 36 tahun.

1949: Israel menjadi anggota ke-59 PBB.

1894: Perwakilan American Railway Union memprotes pemotongan upah oleh Pullman Palace Car Company dari Illinois, sebuah tindakan yang membuat mereka dipecat dan memicu terjadinya demonstrasi dan boikot besar, Pullman Strike.

1864: Perwira kavaleri Konfederasi, J.E.B Stuart, salah satu bawahan Robert E. Lee yang paling brilian, terluka parah di Yellow Tavern, Virginia; ia meninggal pada hari berikutnya.

1860: Giuseppe Garibaldi dan pasukan gerilya baju merahnya yang terdiri atas 1.000 orang, mendarat di Marsala, Sisilia, memulai penaklukan Sisilia dan Napoli untuk Raja Victor Emmanuel II dari Sardinia-Piedmont.

1812: Spencer Perceval ditembak mati di lobi House of Commons, satu-satunya perdana menteri Inggris dalam sejarah yang tewas dibunuh.

330: Dibangun di atas situs Byzantium, kota Konstantinopel (sekarang Istanbul) didedikasikan sebagai ibukota Romawi oleh Kaisar Romawi Konstantin I. (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID – Surastri Karma Trimurti, yang dikenal sebagai S.K. Trimuti atau S.K. Trimoerti sebagai Menteri Tenaga Kerja (Menaker) pertama di Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah Perdana Menteri Indonesia Amir Sjarifuddin.

Wanita kelahiran di Solo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, 11 Mei 1912 ini adalah guru, wartawan dan penulis yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan oleh Belanda.

S.K Trimurti pernah menempuh pendidikan di Noormal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Dia menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia selama tahun 1930, secara resmi bergabung dengan nasionalis Partindo (Partai Indonesia) pada tahun 1933, tak lama setelah menyelesaikan sekolahnya di Tweede Indlandsche School.

Trimurti memulai kariernya sebagai SD guru setelah meninggalkan Tweede Indlandsche School. Dia mengajar di sekolah-sekolah dasar di Bandung, Surakarta dan Banyumas pada 1930-an. Namun, dia ditangkap oleh pemerintah Belanda pada tahun 1936 untuk mendistribusikan anti-kolonial leaflet s. Trimuti dipenjara selama sembilan bulan di Penjara Bulu di Semarang.

Trimurti beralih karier dari mengajar ke jurnalisme setelah dia dibebaskan dari penjara. Dia segera menjadi terkenal di kalangan jurnalistik dan anti-kolonial sebagai wartawan kritis. Trimurti sering digunakan berbeda, disingkat nama samaran dari nama aslinya, seperti ‘Trimurti atau Karma’, dalam tulisan-tulisannya untuk menghindari ditangkap lagi oleh pemerintah kolonial Belanda.

Selama karier laporannya, Trimurti bekerja untuk sejumlah surat kabar Indonesia termasuk Pesat, Genderang, Bedung dan Pikiran Rakyat. Dia menerbitkan Pesat bersama suaminya. Dalam era pendudukan Jepang, Pesat dilarang oleh pemerintah militer Jepang. Dia juga ditangkap dan disiksa.

Trimurti, yang adalah seorang advokat terkenal hak-hak pekerja, diangkat sebagai pertama di Indonesia Menteri Tenaga Kerja di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifuddin. Dia bertugas dalam kapasitas yang dari tahun 1947 sampai tahun 1948. Dia berada di Eksekutif Partai Buruh di Indonesia, dan memimpin sayap wanitanya.

Dia ikut mendirikan Gerwis, sebuah organisasi perempuan Indonesia, pada tahun 1950, yang kemudian berganti nama sebagai Gerwani. Dia meninggalkan organisasi pada tahun 1965. Dia kembali ke perguruan tinggi ketika ia berusia 41 tahun. Dia belajar ekonomi di Universitas Indonesia. Dia menolak janji untuk menjadi Menteri Sosial pada tahun 1959 dalam rangka untuk menyelesaikan gelar sarjana.

Trimurti adalah anggota dan penandatangan Petisi 50 pada tahun 1980, yang memprotes Soeharto penyalahgunaan Pancasila terhadap lawan politiknya. Para penandatangan Petisi 50 termasuk pendukung kemerdekaan Indonesia terkemuka serta pemerintah dan pejabat militer, seperti Trimurti dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

S. K. Trimurti meninggal pada 06:20 pada tanggal 20 Mei 2008, pada usia 96, di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) di Jakarta, Indonesia setelah dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Dia telah gagal dalam kesehatan dan terbatas ke kamarnya untuk tahun sebelumnya. Menurut anaknya, Heru Baskoro, Trimurti meninggal karena vena yang rusak. Dia juga telah menderita rendah hemoglobin level dan tekanan darah tinggi.

Sebuah upacara menghormati Trimurti sebagai “pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia” digelar di Istana Negara di Jakarta Pusat. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, atau biasa disingkat Palang Merah, merupakan kumpulan dari organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Gerakan Palang Merah terbagi menjadi Komite Internasional Palang Merah, sebagai institusi privat kemanusiaan, Federasi Internasional Komunitas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yang mengatur aktivitas anggota pergerakan palang merah dan bulan sabit merah di 188 negara yang tergabung, Komunitas Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit yang hadir di setiap negara di dunia.

Setiap tahunnya sejak tahun 1948, 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia untuk menghargai jasa penemu Gerakan Palang Merah Dunia, Henry Dunant, yang juga lahir di tanggal yang sama. Peringatan Hari Palang Merah Sedunia bertujuan untuk menginspirasi, memfasilitasi, dan juga mempromosikan seluruh aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh Komite Internasional Palang Merah dan anggota Komunitas Nasional yang ikut tergabung.

Selain itu, peringatan tersebut juga digunakan sebagai kesempatan untuk menghargai jasa para relawan dan staf yang berjuang menyelamatkan nyawa orang banyak.

Di tanah air, Palang Merah Indonesia PMI ada dimana-mana, dari ujung barat sampai timur negara Indonesia. Dari Pulau Weh sampai Merauke, dari pantai sampai ke gunung-gunung, di dusun, kampung sampai ke kota metropolitan. Keberadaan PMI dimanapun telah terbukti selalu memberikan manfaat kepada semua orang, terutama bagi sesama yang membutuhkan, atas dasar kemanusiaan.

PMI hadir dan berbuat sesuatu untuk menolong, mengobati, menyembuhkan, menyatukan dan melindungi siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang agama, suku atau ideologi politik.

Dengan mengenal dan memperingati hari Palang Merah semoga dapat menambah rasa kepedulian kita antar sesama. Dengan melalui berbagai cara termasuk lewat Palang Merah Indonesia, mari kita bersatu saling membantu sesama warga negara untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.(***)

sumber:gprecords.co.id

Abdul Kahar Muzakir Rektor Pertama UII

MEDIAKEPRI.CO.ID – Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir atau ejaan baru Abdul Kahar Muzakir, adalah Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia (UII) yang pertama dengan nama STI. Ia menjabat sebagai rektor UII selama dua periode yaitu sejak 1945 – 1948 dan 1948 – 1960. Abdul Kahar Muzakir juga merupakan anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tokoh Islam yang pernah menjadi anggota Dokuritsu Zunby Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ini pula yang tetap dipertahankan ketika UII dihadirkan sebagai pengganti STI pada 4 Juni 1948. Pada masa sekarang ia diusulkan untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1908. Abdul Kahar melanjutkan pendidikan pesantren di Mambaul Ulum di Solo. Sementara itu, pendidikan lanjutannya ia selesaikan di pesantren Jamsaren di Jawa Tengah dan Pesantren Tremas di Jawa Timur, tempat terakhir pendidikan formalnya di Indonesia.

Pada tahun 1925, saat ia masih berusia 16 tahun, Abdul Kahar melanjutkan pendidikannya di Kairo, Mesir. Di Kairo ia memasuki Darul Ulum sebuah fakultas baru pada Universitas Fuad (sekarang Kairo), dan lulus dari Universitas tersebut pada tingkat lanjut dalam Hukum Islam, Ilmu Pendidikan, Bahasa Arab dan Yahudi tahun 1936.

Sepulangnya ke Indonesia, Abdul Kahar sudah mulai terjun ke dalam dunia politik Indonesia. Ia bergabung dengan Partai Islam Indonesia (PII) saat usianya menginjak 28 tahun. Di PII ia terpilih menjadi salah satu komisaris hingga tahun 1941.

Ketika masih pada pendudukan Jepang, Abdul Kahar menjabat sebagai Wakil Ketua di Departemen Agama. Abdul Kahar juga pernah menjabat sebagai Dewan Penasehat Pusat, yang kemudian membawanya berada di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mewakili organisasi Islam.

Dua bulan menjelang kemerdekaan Ia menjadi subkomite BPUPKI, dan bersama 9 anggota lainnya, termasuk Soekarno dan Hatta, ia ikut menandatangani “Piagam Jakarta”, Mukaddimah tidak resmi Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah masa kolonial, Abdul lebih berfokus pada perkembangan serta memajukan dunia pendidikan (tinggi) Islam di Indonesia. Abdul memiliki peran besar dalam pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI), ketika menjelang berakhirnya masa pendudukan Jepang. Ia pula yang akhirnya bersama Moh. Hatta memimpin lembaga pendidikan ini.

Hatta berperan sebagai direktur Badan Usahanya, dan Abdul merupakan rektor pertamanya. Pada tahun 1946, STI dipindahkan ke Yogyakarta. Yang kemudian pada tanggal 10 Maret 1948 berganti nama menjadi Unversitas Islam Indonesia (UII). Selain itu, beliau juga pernah ikut berpartisipasi mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Yogyakarta, yang sekarang dikenal sebagai IAIN Sunan Kalijaga itu.

Bagi UII, ia mempunyai arti amat penting. Selain memang ia sendiri termasuk pendirinya, Prof. Abdul Kahar Muzakkir merupakan orang pertama dan terlama yang pernah memegang jabatan rektor yang dipegangnya selama tak kurang dari 12 tahun (1948–1960).

Abdul Kahar Muzakir meninggal dunia di Yogyakarta pada tahun 1973 dalam usia 65 tahun. Ia meninggal karena serangan jantung.

sumber: wikipedia.org/tirto.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Ujian Nasional biasa disingkat UN/UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional. Selain itu untuk persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia.

Hal ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik. Dengan pelaksanaan ini untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.

Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten, bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas, antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu, dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional, atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan. Adapun kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.

Manfaat pengaturan standar ujian akhir yakni adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum. Lalu, adanya standar yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standar minimum pencapaian kompetensi.

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID – Siapa yang tidak mengenal nama Napoleon Bonaparet? Di zamannya, ia adalah orang yang sangat disegani dan ditakuti. Dan hari ini, 197 tahun lalu merupakan hari wafatnya di usia 52 tahun.

Kaisar Napoleon Bonaparte lahir 15 Agustus 1769 dan wafat 5 Mei 1821. Ia adalah seorang pemimpin militer dan politik Prancis yang menjadi terkenal saat Perang Revolusioner.

Sebagai Napoleon I, dia adalah Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814, dan kembali pada tahun 1815.

Napoleon berasal dari sebuah keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika Nabolione atau Nabulione).

Napoleon memiliki pengaruh yang besar terhadap persoalan-persoalan Eropa selama lebih dari satu dasawarsa ketika memimpin Prancis melawan koalisi dalam Perang-Perang Napoleonis.

Ia memenangkan kebanyakan dari perang-perang ini dan hampir semua pertempuran-pertempurannya, dengan cepat memperoleh kendali Eropa kontinental sebelum kekalahan terakhirnya pada tahun 1815.

Karena ia adalah salah seorang panglima terhebat dalam sejarah, kampanye-kampanyenya dipelajari di sekolah-sekolah militer di seluruh dunia. Dan ia tetap salah satu tokoh politik yang paling terkenal dan memicu perdebatan dalam sejarah barat.

Dalam persoalan-persoalan sipil, Napoleon mempunyai sebuah pengaruh yang besar dan lama dengan membawa pembaruan liberal ke negara-negara yang ia taklukkan, terutama ke Negara-Negara Rendah, Swiss, Italia, dan sebagian besar Jerman.

Ia melaksanakan kebijakan-kebijakan liberal pokok di Prancis dan di seluruh Eropa Barat. Prestasi hukumnya yang kekal adalah Kitab Undang-undang Napoleon, yang telah digunakan dalam berbagai bentuk oleh seperempat sistem hukum dunia, dari Jepang sampai Quebec. (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Istri Firli, Ardina Safitri mengaku kehidupan dirinya bersama dengan pria yang baru saja dilantik menjadi Deputi Bidang Penindakan KPK itu, jauh dari kata mewah.

Bahkan, dia merasa selama ini dirinya terbilang sederhana.

“Tidak tahu ya, saya sih merasa selama ini biasa saja. Kehidupan kami juga sederhana saja,” ucapnya usai pelantikan suaminya di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Jumat, 6 April 2018.

Tidak jarang, kata dia, Firli memasak makanan sendiri untuk dirinya dan keluarga. Masakan yang paling diandalkan adalah nasi goreng.

Menurut Ardina, masakan nasi goreng buatan suaminya begitu khas. Membuat dia dan anak-anaknya kangen.

“Ya pasti lah. Saya dan anak-anak tinggal di Bekasi. Kadang kangen juga masakan nasi goreng bapaknya. Dia masak sendiri,” ungkapnya.

Ardina juga mengatakan tidak ada kendaraan mewah di garasi rumahnya. Hanya satu unit Toyota Innova yang terparkir.

Itu pun biasa dikendarai sendiri, tanpa sopir.

“Saya dan suami biasa kok nyetir sendiri,” ujarnya.

Ketua KPK, Agus Rahardjo secara khusus menyampaikan pesan kepada Firli dan istri, sebaiknya tidak memakai kendaraan dan pakaian yang mewah. Alasannya, akan menjadi kritik bawahannya.

“Disini kalau bawa mobil sedikit mewah, dikritik anak buah. Hal itu disesuaikan dengan emosi dan kultur di KPK. Itu tidak sulit, mudah dilakukan,” ujarnya.

Nantinya, kata Agus, KPK akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan sikap Deputi Penindakan secara 360 derajat.

Artinya, semua pihak yang berhubungan langsung dengan Firli dapat memberikan masukan dan kritik. Tidak terkecuali, bawahan dan pimpinan, termasuk rekan satu tim. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Ratusan nisan nampak berjajar di tengah lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta. Sebelumnya di lokasi tersebut dilakukan eksekusi menggunakan senapan oleh orang-orang berbadan tegap berpakaian hitam-hitam.

Eksekutor berpakaian serba hitam berkaca mata hitam melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang di tiang esekusi. Eksekutor mengenakan kalung bertuliskan ‘Kominfo’, sedangkan korban berjajar mengenakan baju hitam, nampak huruf yang bisa terbaca ‘konter.’ Korban lalu dikubur, jumlahnya mencapai 500an kuburan.

Peristiwa tersebut adalah aksi teatrikal yang dilakukan para pelaku usaha konter di Yogyakarta yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI). Aksi ini menggambarkan kebijakan Kominfo RI terkait pembatasan registrasi 1 NIK 3 simcard yang dinilai bisa membangkrutkan usaha mereka.

“Kebijakan pembatasan registrasi akan membunuh konter kartu dan pulsa di Indonesia. Banyak konter kartu dan pulsa terancam bangkrut. Kami gambarkan di sini simbol-simbol kematian kebrangkutan konter pulsa,” kata anggota KNCI, Muhamad Ulil Albab, di lokasi aksi, Rabu, 28 Maret 2018.

Humas DPD KNCI DIY, Ardhana WR, menambahkan pihaknya menolak keras aturan regristasi 2 NIK 3 simcard karena mengakibatkan kebangkrutan konter kartu dan pulsa serta tergusurnya konter kartu dan pulsa seluler Indonesia.

Masyarakat ke depan akan memperoleh harga paket internet yang lebih mahal dari harga sekarang. Sedangkan masyarakat di pedesaan dan pedalaman akan kehilangan akses terdekat dalam membeli layanan telekomunikasi seluler karena konter sudah tidak ada lagi. Pasar telekomunikasi akan dikuasai segelintir pemodal besar.

Akibat kebijakan tersebut, konter mengalami penurunan transaksi hingga 30%. Ke depan penurunan diperkirakan bisa sampai 90%. Kondisi ini tentu akan mengancam mereka menuju kebangkrutan.

“Kominfo telah membohongi kesepakatan dengan kami. Kami menuntut pertanggungjawaban Kominfo karena membohongi KNCI,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tepat hari ini 19 maret 2018, 23 tahun yang lalu, Indonesia kehilangan salah satu penyanyi berbakat, Nike Ardila meninggal di usia mudanya, hanya 19 tahun.

Belum lagi namanya yang terus melejit karena suara dan kemampuan aktingnya.

Album pertamanya laku keras dan melambungkan namanya sejak usai 13 tahun.

Bintang Kehidupan, Suara Hatiku, sampai album terakhir Sandiwara Cinta menjadi karya abadi Nike Ardilla.

Banyak yang tak menyangka penyanyi muda itu begitu cepat meninggalkan pengemarnya.

Pagi, setelah subuh mobil yang dikendarai Nike mengalami kecelakaan di Bandung.

Ia dan asistennya menabrak sampah beton di Jalan Riau (sekarang Jalan R.E. Martadinata)

Banyak fans Nike yang mengenang nmeninggalnya wanita berparas cantik ini.

Bahkan salah satunya adalah kembali mengunggah video mobil yang digunakan Nike pada saat itu.

Pintu mobil pada bagian supir ringsek berat bahkan kacanya pecah.

Belum lagi temboknya yang hancur dan rusak parah, memperlihatkan kecepatan ketika menabrak tembok ini.

Setelah itu video ini masih bernostalgia dengan jenazah Nike yang disholatkan.

Suasana pemakaman 23 tahun lalu ini juga sangat ramai.

Bahkan orang terlihat harus berdesakan untuk menyaksikan hal kejadian ini.

Terlihat juga orang tua Nike yang menangis karena kehilangan sang putri yang sangat dibanggakan.

Video ini diunggah dalam sebuah akun Instagram @nafc_moltenz02.

Bahkan seorang pria memegang pintu mobil yang digunakan Nike ketika kecelakaan.

Ia menuliskan bayangannya bagaimana ketika ia membayangkan kecelaakan yang dialami almarhumah ini.

“Nike Ardilla

Penyanyi muda yg meninggal saat dipuncak popularitas.

Terdengar simple…

Tapi saat liat pintu mobil ini langsung dan nyata.

Kita akan tau,

Dan mungkin ‘seolah’ bisa merasakan betapa sakitnya melepas nyawa dari raga…” (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Karima Kubu Raya punya cara unik menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam diri siswa. Saham Jumat, diselenggarakan agenda Market Day bagi seluruh siswa.

Dalam agenda ini, memungkinkan siswa bertransaksi sesama mereka.

Menawarkan produk yang dimiliki, atau membeli produk dari teman-teman sekolahnya.

Keseruan yang tercipta setiap digelarnya Market Day pun berikan kesan yang istimewa bagi siswa.

Seperti bagi Muhammad Aldi Viransyah Putra (10).

“Senang sekali rasanya setiap kali ikut Market Day. Ternyata berniaga itu menyenangkan,” ujar siswa kelas 4 SDIT Al Karima Kubu Raya ini, Sabtu 17 Maret 2018.

Setiap Jumat, ia membuat mainan suriken (replika senjata rahasia dalam cerita ninja) dari kertas origami. Satu buahnya, ia jual Rp 1.000,-

Sampai saat ini, orientasi bisnisnya pun tampaknya mulai tumbuh. Setiap kali dapatkan keuntungan, ia mendedikasikan untuk digunakan sebagai tambahan modal.

“Kalau untung, nanti duitnya jadi modal lagi. Jadi, uangnya makin banyak,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang penjual bakso keliling di Kota Makassar bernama Rinto Daeng Sitaba (32) mendadak ramai diperbincangkan karena penampilannya.

Pasalnya, setiap hari dia mendorong gerobak menjajakan bakso dengan penampilan layaknya pegawai kantoran, yaitu dengan mengenakan kemeja, celana kain hingga jas, dasi dan sepatu pantofel. Warga Jalan Tanggul Patompo ini bahkan selalu terlihat rapi dan bersih saat menjajakan baksonya setiap hari.

Rinto sumringah ketika ditanya alasannya selalu berpakaian seperti pekerja kantoran saat berkeliling menjual bakso. Dia mengaku sangat senang berpenampilan seperti itu.

Apalagi, para langganannya juga ikut senang membeli bakso karena pedagangnya bersih dan rapi.

“Saya memang suka bersih dan rapi. Ini juga saya terinspirasi dengan gayanya James Bond. Itu idolaku sejak kecil hingga kini. Semua film-film James Bond yang versi dulu sampai sekarang sudah saya nonton berulang-ulang kali,” ungkapnya saat ditemui di rumah sepupunya yang juga menjadi tempat tinggalnya, Rabu 7 Maret 2018.

Rinto mengatakan sudah berpenampilan seperti ini sejak lama. Pria yang sudah berjualan bakso selama 18 tahun ini merasa tidak semangat berdagang jika tidak bersih dan rapih.

Bukan tanpa sebab.

Menurut Rinto, sejak kecil, dia dididik oleh almarhumah ibunya, Bambo Daeng Rannu, untuk selalu rapi sejak masih duduk di bangku kelas III SD.

Rinto mengenang, ibunya sebenarnya ingin dia menjadi tentara sehingga profesi itu juga menjadi cita-citanya. Namun, karena sang ibu sudah meninggal sejak dia kecil, kandas pulalah cita-citanya.

Anak kedua dari enam bersaudara ini terpaksa hidup menumpang di rumah keluarganya dan harus memutar otak untuk hidup dari hari ke hari.

“Waktu kecil, ibu selalu elus-elus kepalaku dan mengatakan kamu jadi tentara ya, Nak. Tapi cita-cita itu kandas, karena saya putus sekolah dan harus mengurus diriku sendiri. Sedangkan saudara-saudaraku yang lain terpencar menumpang di rumah keluarga yang lain. Ada sama nenek dan ada pula di keluarga yang lain,” tuturnya.

Sepeninggalan ibunya, Rinto pun putus sekolah dan tinggal bersama kakak sepupunya, Nawir Daeng Lau.

Sementara itu, ayahnya, Daeng Nuntung, yang berprofesi sebagai tukang becak, telah menikah lagi dan tinggal bersama istri keduanya.

Awalnya, sang ayahlah yang mempunyai bisnis bakso keliling yang dijalankan oleh Rinto dan enam rekannya yang lain.

Namun, karena kondisi kesehatan Daeng Lau kurang memadai, Rinto yang diminta pergi berbelanja ke pasar hingga membantu membuat bakso. “Kalau saya membuat bakso, pakai topi dan pakai celemek. Pokoknya saya jaga kebersihan dagangan saya. Sampai saya jualan keliling, saya tetap berpakai bersih dan rapi seperti ini,” katanya. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Menderita kelumpuhan membuat Sri Lestari (44) sempat merasa stres dan terpuruk. Apalagi sebelumnya dia sehat-sehat saja. Saat itu dia butuh semangat dan dorongan dari orang-orang agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan.

Sri, pemotor difabel yang keliling Indonesia. (Istimewa)

Wanita yang akrab disapa Mbak Sri ini mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan yang dialaminya sekitar tahun 1997 silam. Ia mengaku sempat terpuruk dan stres karena merasa jadi beban bagi keluarganya yang harus merawatnya. Butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bisa lepas dari keterpurukan tersebut.

Siapa sangka, Mbak Sri warga Klaten yang lumpuh itu kini menjadi perempuan tangguh mampu touring keliling Indonesia dengan motornya. Tujuan utama touringya adalah untuk menemui teman-temanya yang senasib untuk berbagi pengalaman memberikan motivasi agar bisa bangkit dari keterpurukan.

Mereka yang lumpuh dan selama itu hanya di rumah bahkan ada yang 22 tahun hanya di rumah, setelah bertemu dan berbagi cerita dengan Mbak Sri, mereka mampu bangkit untuk berani keluar rumah untuk bisa beraktivitas bahkan bekerja.

“Dengan kehidupan saya sendiri, 10 tahun saya terpuruk, kecelakaan, lumpuh karena syaraf putus. Saya ingin berbagi pengalaman, beri semangat dengan teman-teman yang hanya di rumah, saya ingin mereka bisa aktvitas seperti saya. Saya ingin mereka mempunyai mimpi lagi untuk bisa keluar rumah,” kata Sri Letasri saat berkumpul dengan komunitas motor di acara Corsa Platinum Experience di Bilik Kayu Heritage Resto, Timoho, Yogyakarta, Sabtu 3 Maret 2018

Sri Lestari dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menggunakan roda tiga telah melakukan touring di antaranya, Prambanan-Malang, Jakarta-Bali, Jakarta-Sabang, Makassar-Manado. Kini ia sering diajak touring yang sering disebut dengan touring rohani oleh komunitas motor. Cerita haru pernah dialaminya, di mana anak motor yang tampil sangar dan gagah ternyata juga menangis saat menemui orang yang menderita lumpuh dan puluhan tahun hanya di rumah.

“Temen-temen motor itu kan keren-keren, gagah, lihat teman yang 20 tahun hanya di rumah karena lumpuh, dia itu nangis. Ini jadi pelajaran berharga agar kita tidak sombong,” katanya.

Pegiat touring, Tedy Suryadi menambahkan touring seperti yang dilakukan Sri Lestari sangat bermanfaat bagi orang untuk memberikan semangat. Ia berharap, touring seperti ini bisa menginspirasi para pecinta touring lainnya.

“Berharap konvoi bisa bersinergi dengan teman-teman difabel yang bisa memberikan efek luar biasa, jadi ada nilai, bisa menginspirasi,” kata Tedy di tempat yang sama.

Head of Brand Activity and Sport Activity PT Multi Strada Arah Sarana TBK, Ahmad Nursyamsu mengatakan mendukung misi Sri Lestari untuk memberikan motifasi pada teman-temanya agar bisa tetap beraktifitas. Pihaknya akan memberikan dukungan kebutuhan apa yang akan diperlukan untuk membantu misi yang dilakukan oleh Sri Lestari.

“Misinya itu luar biasa, mengajak temanya untuk aktifitas, untuk tidak menyerah, kita support misinya ini,” kata Ahmad Nursyamsu. (***)

sumber: detik.com