INSPIRASI

INSPIRASI

Selasa | 14 Agustus 2018 | 19:09

Suripto Luncurkan Buku Pemikiran Intel Tiga Zaman

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Suripto, mantan intel di era Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang kini dikenal sebagai pengamat intelijen akan meluncurkan buku berjudul “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” pada 15 Agustus 2018 di Jakarta.

Ketua Panitia Peluncuran Buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” yang juga Ketua Tim Editor buku tersebut, Aat Surya Safaat, Selasa di Jakarta mengemukakan, peluncuran buku pengamat intelijen itu akan dilanjutkan dengan acara bedah buku.

Bedah buku itu sendiri akan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ekonom Senior Dr Ichsanuddin Noorsy, Direktur Pasca Sarjana Universitas As-Syafiiyah Jakarta Prof Dr Zainal Arifin Hoesien, dan Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin.

Aat juga menjelaskan, buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” itu berisi gagasan dan pemikiran Suripto terkait isu-isu aktual dan relevan di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan internasional.

Buku dengan isi lebih dari 300 halaman itu juga berisi testimoni tentang figur dan kiprah Suripto dari tokoh nasional, yakni dari mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminuddin dan dari pengusaha dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, H Anif.

Tokoh lain yang memberikan kesaksian yaitu salah satu tokoh buruh Arif Minardi dan mantan Menteri Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid yang juga pernah menjadi Walikota Depok dua periode (2006-2011 dan 2011-2016), Nurmahmudi Ismail.

Salah satu kesan menarik disampaikan oleh Ustadz Hilmi Aminuddin, yakni bahwa Suripto adalah tokoh pemberani dan intel sejati. Betapa tidak, Suripto dengan berani mengantarkan bantuan senjata secara langsung kepada para pejuang Muslim Bosnia yang tengah dikepung tentara Serbia di tahun1990-an.

Mengutip Suripto, Aat juga menjelaskan, pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut dapat mengkristal berkat bimbingan, gemblengan, dan interaksi yang intensif antara Suripto dengan guru, begawan, tokoh, ustadz, dan ayahandanya sendiri.

Oleh karena itu buku tersebut dipersembahkan Suripto untuk orang-orang yang dikagumi dan dihormatinya itu sebagai kenang-kenangan dalam perjalanan hidupnya yang sudah mencapai lebih dari delapan dekade.

Dalam buku tersebut juga ada kata pengantar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Anies berkenalan dengan Suripto di tahun 1992 saat ia kuliah dan aktif di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Anies baru tahu belakangan bahwa Suripto adalah seorang intel. Keduanya sering berdiskusi selama berjam-jam, dan mereka mempunyai kesamaan dalam pemikiran, termasuk dalam melihat bagaimana Indonesia ke depan.
Kesan Anies, Suripto adalah figur pemberani yang penuh dengan pengalaman dalam pergerakan. Bila ditengok perjalanan hidupnya, Suripto sudah memimpin gerakan mahasiswa sejak awal 1960-an, jauh sebelum Anies lahir.*

MEDIAKEPRI.CO.ID – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 15 jUNI 2018.

Namun, hasil keputusan finalnya baru akan diputuskan melalui Sidang Isbat penentuan 1 Syawal yang akan digelar Kamis, 14 jUNI 2018 sore.

Kendati demikian, euforia menyambut hari raya nan fitri sudah mulai terasa. Banyaknya masyarakat yang mulai mudik menjadi satu pertanda lebaran sudah di depan mata.

Tidak afdhol rasanya, jika bulan suci Ramadhan tidak diakhiri dengan saling bermaafan. Pun saling bertukar ucapan selamat di Hari Raya Idul Fitri. Tak perlu risau jika raga belum mampu bersua. Masih ada alternatif komunikasi lain yang memungkinkan untuk saling bertukar ucapan.

Jika kalimat puitis untuk memberikan ucapan selamat sudah umum, mungkin mencoba kreasi baru dengan berpantun akan lebih mencairkan suasana.

Berikut kumpulan pantun ucapan selamat hari raya Idul Fitri yang kekinian, dan dijamin makin mempererat persaudaraan.

#1

Selendang emas tenunan bali,
Elok dipakai sambil menari,
Pantun dikirim pengganti diri ,
Sebagai tanda silaturrahmi.

#2

Tari guci rentak melayu,
Rentak langkah hitung delapan,
Bulan Syawal di ambang pintu,
Khilaf dan salah mohon dimaafkan.

#3

Burung nuri burung dara,
terbang tinggi di atas awan,
selamat idul fitri wahai saudara,
semoga iman dapat kita tingkatkan

#4

Nasi kapau jagoan minang
Enak disantap di meja makan
Iedul Fithri sudah menjelang
Khilaf dan salah mohon maafkan

#5

Jika diawali dengan bismillah
Maka harus diakhiri dengan hamdalah.
Tibalah kita di hari yang fitrah
Harap dimaafkan segala salah.

#6

Sayup sayup suara Azan
Berkumandang di pagi hari.
Tak terasa sebentar lagi lebaran
Semoga dosa telah terampuni

#7

Ketupat di atas pinggan
Beraroma kuah pedas bermerica.
Selamat saudara yang berlebaran
Semoga ukhuwah tetap terpelihara.

#8

Di istana ada Dilan
Gak terasa Udah Mau lebaran
Semoga dosa kita di ampuni Tuhan
Selamat Hari lebaran

#9

Ke Kabanjahe melewati Padang Bulan
Beli oleh-oleh mampir ke toko roti
Sebelum mengucapkan selamat hari lebaran
Segala dosa dan khilaf buanglah dari dalam hati

#10

Anak melayu mengail ikan;
Perahu berlabuh di tengah lautan.
Sambil menunggu datangnya lebaran;
Pesan maaf kami sampaikan.

#11

Kecubung batu dari Kalimantan;
Disanding elok dengan berlian.
Berhubung lusa udah lebaran;
Salah dan Khilaf mohon dimaafkan.

#12

Kembang melati sungguhlah indah;
Ditengah taman jadi hiasan.
Hari yang fitri terbayang sudah;
Kalau ada salah mohon dima’afkan.

#13

Ikan TONGKOL nyangkut di GIGI
para SANTRI makan KUACI
Hati DONGKOL buanglah PERGI
Idul FITRI hari yang SUCI

#14

Makan ketupat lauknya teri
Jangan lupa opor ayamnya
Selamat hari Raya Idul Fitri
Maaf lahir batin yaaa

Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin! (***)

sumber: bangkapos.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah I Gusti Ngurah Anom, pengusaha oleh-oleh Bali yang berawal dari tukang cuci mobil.

Cerita sukses Ngurah Anom berasal dari karirnya menjadi tukang cuci mobil yang ia katakan melalui Hotman Paris Show, tayang Rabu, 30 Mei 2018.

“Saya tinggal di pos sekuriti hotel, akhirnya saya bekerja atas inisiatif saya sendiri sebagai tukang cuci mobil. Hari pertama yang saya cuci mobilnya adalah pemilik hotel,” kata Ngurah Anom.

Pemilik hotel tersebut malah menawari kerja Ngurah Anom bekerja, tetapi Ngurah menolaknya karena ia hanya ingin meminta izin menumpang di pos sekuriti untuk ikut membersihkan halaman, kebun serta mencuci mobil pemilik hotel tersebut.

Penghasilan Ngurah Anom ketika mencuci mobil ternyata lebih besar dibanding uang saku yang diberikan kedua orangtuanya saat bersekolah dulu.

Saat bersekolah, Ngurah Anom mendapatkan Rp 100 rupiah, sedangkan penghasilan ketika mencuci mobil, ia mendapatkan Rp 2.000 hingga 5.000 per hari.

Pekerjaan sebagai tukang cuci mobil ini ia kerjakan selama 2 tahun.

Dari hasil kerjanya menjadi tukang cuci mobil, Ngurah Anom berhasil menabung dan membeli sepeda motor.

Setelah memiliki tabungan yang cukup, Ngurah Anom berhenti menjadi tukang cuci mobil dan mulai mencari pekerjaan lain.

“Udah ada tabungan, udah bisa beli motor mulailah cari pekerjaan yang jelas dan memiliki skill. Pertama kali saya bekerja di Bali itu di konveksi Sidharta,” kata Ngurah Anom.

Selama bekerja di konveksi Sidharta, Ngurah Anom ikut tinggal di konveksi tersebut bersama dengan pemiliknya.

Setelah selesai bekerja, Ngurah Anom memanfaatkan waktu untuk belajar menjahit, motong kain, dan sablon.

Atas inisiatifnya tersebut, Ngurah Anom dipercaya oleh pemilik konveksi dan lancar menjahit, memotong, dan sablon dalam waktu enam bulan.

Setelah bekerja kurang lebih empat tahun, Ngurah Anom mulai mendirikan konveksi sendiri di tahun 1994.

“Tahun 1994 mulai mendirikan konveksi sendiri, satu-satunya konveksi terbesar di Bali adalah Sidharta, tapi setelah itu perkembangan konveksi saya semakin bagus. Tahun 2001, dua konveksi terbesar di Bali yang pertama adalah Cok Konveksi (milik Ngurah Anom) dan baru konveksi Sidharta,” tambah Ngurah.

Setelah sukses dengan Cok Konveksi, Ngurah Anom baru membuka Krisna Oleh-oleh.

Saat ini Krisna Oleh-oleh telah memiliki 5 outlet di Bali, sedangkan cabang outlet keseluruhan 23 outlet dan di akhir tahun akan berkembang menjadi 29 outlet.

Sedangkan untuk 5 outlet yang ada di Bali, Ngurah Anom menyebutkan omzet per bulannya rata-rata Rp 18 miliar di hari biasa, sedangkan untuk musim liburan bisa mencapai Rp 20-25 miliar.

Sedangkan untuk margin bersih yang diterima Ngurah Anom adalah lima persen.

“Kalo di retail itu marginnya lima persen, jadi tinggal dikalikan aja Rp 25 miliar kali lima persen,” tambah Ngurah.

sumber: posbelitung.co

MEDIAKEPRI.CO.ID – Aksi menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dilakukan pejabat hampir serentak di seluruh Indonesia, Senin, 28 Mei 2018.

Di daerah, kegiatan ini dimotori oleh kepala daerah masing-masing.

Di tingkat pusat, gerakan membayar zakat ini dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Gerakan membayar zakat lewat Baznas oleh Presiden dan Wapres ini diikuti ratusan pejabat tinggi negara dan lembaga negara lainnya seperti DPR.

Saat menyerahkan zakatnya, Jokowi berpesan agar umat Islam menunaikan zakatnya sebagai bagian dari ketaatan menjalankan perintah agama.

“Sebagai umat muslim, memberikan zakat adalah menjalankan sebuah keindahan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin,” ujar Jokowi saat menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Istana Negara pada Senin, 28 Mei 2018.

“Melalui zakat kita berbagi dengan para mustahik, para penerima zakat. Berbagi rezeki, berbagi rasa persaudaraan, berbagi ibadah, berbagi kebahagiaan, terlebih di bulan suci Ramadan saat ini,” lanjut Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak para menteri untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Selain para menteri, hadir juga sekitar 300 pejabat tinggi termasuk pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga negara, serta direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Semoga zakat yang kita keluarkan menyempurnakan ibadah puasa kita dan menyempurnakan ketaatan kita, ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dan saya mengajak para muzaki, para pemberi zakat, untuk memberikan zakat melalui BAZNAS, supaya lebih aman, lebih teratur dan bisa benar-benar tepat penyalurannya kepada para mustahik,” tuturnya.

Berbeda dengan acara pada tahun-tahun sebelumnya, hari ini diundang juga publik figur dan muzaki dengan berbagai profesi, seperti dokter, pengusaha kecil hingga tukang ojek untuk menunaikan zakat bersama-sama dengan Presiden.

BAZNAS sendiri menyiapkan 30 konter di lingkungan Istana Negara untuk melayani pembayaran zakat. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun nontunai untuk memudahkan muzaki menunaikan zakatnya.

Tampak hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Masing-masing dari mereka menyalurkan zakatnya melalui konter-konter tersebut untuk kemudian diikuti para menteri dan pejabat eselon I kementerian maupun lembaga pemerintah, serta sejumlah direksi BUMN.

Menurut Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo, zakat makin berperan dan bersinergi dengan program-program pengentasan kemiskinan pemerintah. Penelitian Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS pada 2017 menunjukkan bahwa distribusi dan pendayagunaan zakat berhasil meningkatkan pendapatan mustahik fakir miskin sebanyak 27 persen per tahun. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak banyak orang yang akan mengenalnya. Apalagi bagi orang yang kurang suka dan jarang untuk membuka peristiwa lama dalam bentuk tulisan. Tapi memang dimaklum, agak sulit mengenal penulis. Tetapi seorang penulis akan dikenal melalui hasil karya tulisannya.

Ia adalah Kwee Thiam Tjing. lelaki keturunan ini adalah seorang jurnalis yang lahir di Pasuruan Jawa Timur. Dalam perjalanan karirnya, ia tercatat mempunyai kolom khusus di kolom Pewarta Soerabaia yang bernama “Tjorat-Tjaret Hari Saptoe” yang diisinya dari 12 Juli 1924 – 7 Maret 1925. Lalu, ia juga mempunyai kolom khusus dalam kolom Soeara Poeblik yang diberi nama “Pridato Hari Saptoe”.

Ia pertama kali menulis mulai 8 April 1925 hingga 11 Juni 1929, selain itu ia juga memiliki kolom khusus di kolom Matahari yang bernama “Ngelamoen Malem Minggoe”, “Oering-oeringan” dan “Gandjelan” dari tanggal 1 Oktober 1934.

Kwee Thiam Tjing meninggal di Jakarta, 28 Mei 1974 pada umur 74 tahun) adalah seorang jurnalis Indonesia. Ia menempuh pendidikannya di ELS (Europeesch Lagere School) di kota Malang dan kemudian terjun ke dunia jurnalisme.

Ia menguasai bahasa Belanda, Jawa, Madura, dan Hokkian. Bahan-bahan tulisannya mencakup segala lapisan masyarakat: kawan-lawan, lelaki-perempuan, tua-muda dan lain-lain.

Pada 1926, ia dikenai sembilan delik pers, sehingga terpaksa mendekam selama sepuluh bulan di penjara Kalisosok, Surabaya dan penjara Cipinang, Jakarta. Kejadian ini dicatat dalam artikel “Tanggal Paling Tjilaka” di Soeara Publiek, Surabaya 5 Januari 1926.

Tulisan-tulisannya banyak dimuat di berbagai penerbitan saat itu, seperti Pewarta Soerabaia, Soeara Poeblik (menjadi Hoofredactuer antra 20 Juni – 12 Juli 1929 baca Satoe peladjaran dalem pengidoepan), Sin Tit Po, Matahari Semarang[1] hingga Indonesia Raja. Kwee sendiri mengelola langsung Pembrita Djember. Ia juga menulis karya dengan nama samaran Tjamboek Berdoeri.

Pada pertengahan 1947 kota Malang berubah menjadi lautan api. Kwee melaporkan kejadian-kejadian itu dengan cermat hingga tragedi Mergosono yang mungkin telah banyak dilupakan orang.

Berbagai kejadian yang diamatinya itu, termasuk masa-masa sebelumnya yang terjadi pada masa paling kacau di Indonesia (1939-1947) ditulisnya dalam sebuah buku setebal 200 halaman dengan menggunakan kertas merang, tanpa penerbit (ternyata Perfectas Di Petjinan Malang sebagai penerbitnya) dan nama pengarang (namun Kwee Thiam Tjing sendiri memberikan pengantar di buku tersebut menggunakan nama aslinya). Isinya adalah sebuah catatan peringatan untuk anak-cucu, sebuah kenangan yang diberinya judul “Indonesia dalem Api dan Bara”.

Setelah terbitnya buku kenangan itu, Kwee lama menghilang dari dunia jurnalisme Indonesia. Baru 24 tahun kemudian ia mendadak muncul kembali dalam sebuah tulisan semacam obituari di harian “Indonesia Raya” yang dikelola Mochtar Lubis. Tulisannya muncul dalam 34 judul dengan 91 edisi penerbitan selama 1971-1973.

Pada akhir Mei 1974, Kwee meninggal dunia dan dimakamkan di pemakaman Tanah Abang I (kini Taman Prasasti) di Jakarta. Ketika pemakaman Tanah Abang I digusur, makam Kwee digali kembali dan tulang-belulangnya dikremasikan dan abunya ditabur ke Laut Jawa. (***)

sumber: www.wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebanyak 22 mahasiswa dan almnus UIN Jakarta mengisahkan pengalaman hidup mereka melalui sebuah buku antologi kisah perjalanan berjudul A Journey of Thousands Miles. Kisah itu diangkat dari perjalanan mereka selama melancong ke luar negeri.

Beragam kisah inpsiratif dituangkan dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Dapur Bukumu tahun 2017 tersebut. Mereka tak hanya berkisah tentang pengalaman, misalnya, sebagai presenter dan pemakalah seminar tetapi juga magang di kantor-kantor kedutaan besar Indonesia di luar negeri serta sebagai duta wisata dan program pertukaran mahasiswa (student exchange).

Menurut Koordinator Penulis, Gita Andini, proyek penulisan buku berawal dari banyaknya mahasiswa UIN Jakarta yang berprestasi di dunia internasional. Para mahasiswa tersebut diminta untuk menuliskan kisah inspiratif perjalanan mereka dalam beberapa tulisan essay pendek. Tujuan dari penulisan kisah perjalanan tersebut, kata Gita, tak lain sebagai motivasi bagi mahasiswa lain agar terus berprestasi di kancah internasional.

“Proyek penulisan kisah-kisah inspiratif pengalaman mahasiswa UIN Jakarta di luar negeri dalam bentuk buku tersebut tak hanya sekali ini saja melainkan akan terus kami lakukan,” jelas alumnus Jurusan Manajeman Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta itu di Gedung Rektorat UIN.

Gita sendiri merupakan salah satu penulis yang pada saat menjadi mahasiswi telah banyak melakukan perjalanan ke luar negeri. Kisah-kisah pribadi yang dituangkannya dalam buku tersebut di antaranya pernah sebagai delegasi Indonesia pada event Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina East Asia Growt Area (BIMP EAGA), delegasi pada acara World Conference on Disaster Risk Reduction yang digelar Perserikatan Bangsa- Bangsa di Jepang, sebagai pemakalah pada International Student Congress di Turki, dan sebagai delegasi Bootcamp Starup di MaGIC, Malaysia.

Berbagai prestasi internasional para mahasiswa dan alumni tersebut kemudian memperoleh penghargaan dalam Student Achievement Award (SAA) 2017 yang digelar Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta pada 20 Desember 2017 lalu. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Karima Kubu Raya punya cara unik menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam diri siswa. Saham Jumat, diselenggarakan agenda Market Day bagi seluruh siswa.

Dalam agenda ini, memungkinkan siswa bertransaksi sesama mereka.

Menawarkan produk yang dimiliki, atau membeli produk dari teman-teman sekolahnya.

Keseruan yang tercipta setiap digelarnya Market Day pun berikan kesan yang istimewa bagi siswa.

Seperti bagi Muhammad Aldi Viransyah Putra (10).

“Senang sekali rasanya setiap kali ikut Market Day. Ternyata berniaga itu menyenangkan,” ujar siswa kelas 4 SDIT Al Karima Kubu Raya ini, Sabtu 17 Maret 2018.

Setiap Jumat, ia membuat mainan suriken (replika senjata rahasia dalam cerita ninja) dari kertas origami. Satu buahnya, ia jual Rp 1.000,-

Sampai saat ini, orientasi bisnisnya pun tampaknya mulai tumbuh. Setiap kali dapatkan keuntungan, ia mendedikasikan untuk digunakan sebagai tambahan modal.

“Kalau untung, nanti duitnya jadi modal lagi. Jadi, uangnya makin banyak,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang penjual bakso keliling di Kota Makassar bernama Rinto Daeng Sitaba (32) mendadak ramai diperbincangkan karena penampilannya.

Pasalnya, setiap hari dia mendorong gerobak menjajakan bakso dengan penampilan layaknya pegawai kantoran, yaitu dengan mengenakan kemeja, celana kain hingga jas, dasi dan sepatu pantofel. Warga Jalan Tanggul Patompo ini bahkan selalu terlihat rapi dan bersih saat menjajakan baksonya setiap hari.

Rinto sumringah ketika ditanya alasannya selalu berpakaian seperti pekerja kantoran saat berkeliling menjual bakso. Dia mengaku sangat senang berpenampilan seperti itu.

Apalagi, para langganannya juga ikut senang membeli bakso karena pedagangnya bersih dan rapi.

“Saya memang suka bersih dan rapi. Ini juga saya terinspirasi dengan gayanya James Bond. Itu idolaku sejak kecil hingga kini. Semua film-film James Bond yang versi dulu sampai sekarang sudah saya nonton berulang-ulang kali,” ungkapnya saat ditemui di rumah sepupunya yang juga menjadi tempat tinggalnya, Rabu 7 Maret 2018.

Rinto mengatakan sudah berpenampilan seperti ini sejak lama. Pria yang sudah berjualan bakso selama 18 tahun ini merasa tidak semangat berdagang jika tidak bersih dan rapih.

Bukan tanpa sebab.

Menurut Rinto, sejak kecil, dia dididik oleh almarhumah ibunya, Bambo Daeng Rannu, untuk selalu rapi sejak masih duduk di bangku kelas III SD.

Rinto mengenang, ibunya sebenarnya ingin dia menjadi tentara sehingga profesi itu juga menjadi cita-citanya. Namun, karena sang ibu sudah meninggal sejak dia kecil, kandas pulalah cita-citanya.

Anak kedua dari enam bersaudara ini terpaksa hidup menumpang di rumah keluarganya dan harus memutar otak untuk hidup dari hari ke hari.

“Waktu kecil, ibu selalu elus-elus kepalaku dan mengatakan kamu jadi tentara ya, Nak. Tapi cita-cita itu kandas, karena saya putus sekolah dan harus mengurus diriku sendiri. Sedangkan saudara-saudaraku yang lain terpencar menumpang di rumah keluarga yang lain. Ada sama nenek dan ada pula di keluarga yang lain,” tuturnya.

Sepeninggalan ibunya, Rinto pun putus sekolah dan tinggal bersama kakak sepupunya, Nawir Daeng Lau.

Sementara itu, ayahnya, Daeng Nuntung, yang berprofesi sebagai tukang becak, telah menikah lagi dan tinggal bersama istri keduanya.

Awalnya, sang ayahlah yang mempunyai bisnis bakso keliling yang dijalankan oleh Rinto dan enam rekannya yang lain.

Namun, karena kondisi kesehatan Daeng Lau kurang memadai, Rinto yang diminta pergi berbelanja ke pasar hingga membantu membuat bakso. “Kalau saya membuat bakso, pakai topi dan pakai celemek. Pokoknya saya jaga kebersihan dagangan saya. Sampai saya jualan keliling, saya tetap berpakai bersih dan rapi seperti ini,” katanya. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Menderita kelumpuhan membuat Sri Lestari (44) sempat merasa stres dan terpuruk. Apalagi sebelumnya dia sehat-sehat saja. Saat itu dia butuh semangat dan dorongan dari orang-orang agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan.

Sri, pemotor difabel yang keliling Indonesia. (Istimewa)

Wanita yang akrab disapa Mbak Sri ini mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan yang dialaminya sekitar tahun 1997 silam. Ia mengaku sempat terpuruk dan stres karena merasa jadi beban bagi keluarganya yang harus merawatnya. Butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bisa lepas dari keterpurukan tersebut.

Siapa sangka, Mbak Sri warga Klaten yang lumpuh itu kini menjadi perempuan tangguh mampu touring keliling Indonesia dengan motornya. Tujuan utama touringya adalah untuk menemui teman-temanya yang senasib untuk berbagi pengalaman memberikan motivasi agar bisa bangkit dari keterpurukan.

Mereka yang lumpuh dan selama itu hanya di rumah bahkan ada yang 22 tahun hanya di rumah, setelah bertemu dan berbagi cerita dengan Mbak Sri, mereka mampu bangkit untuk berani keluar rumah untuk bisa beraktivitas bahkan bekerja.

“Dengan kehidupan saya sendiri, 10 tahun saya terpuruk, kecelakaan, lumpuh karena syaraf putus. Saya ingin berbagi pengalaman, beri semangat dengan teman-teman yang hanya di rumah, saya ingin mereka bisa aktvitas seperti saya. Saya ingin mereka mempunyai mimpi lagi untuk bisa keluar rumah,” kata Sri Letasri saat berkumpul dengan komunitas motor di acara Corsa Platinum Experience di Bilik Kayu Heritage Resto, Timoho, Yogyakarta, Sabtu 3 Maret 2018

Sri Lestari dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menggunakan roda tiga telah melakukan touring di antaranya, Prambanan-Malang, Jakarta-Bali, Jakarta-Sabang, Makassar-Manado. Kini ia sering diajak touring yang sering disebut dengan touring rohani oleh komunitas motor. Cerita haru pernah dialaminya, di mana anak motor yang tampil sangar dan gagah ternyata juga menangis saat menemui orang yang menderita lumpuh dan puluhan tahun hanya di rumah.

“Temen-temen motor itu kan keren-keren, gagah, lihat teman yang 20 tahun hanya di rumah karena lumpuh, dia itu nangis. Ini jadi pelajaran berharga agar kita tidak sombong,” katanya.

Pegiat touring, Tedy Suryadi menambahkan touring seperti yang dilakukan Sri Lestari sangat bermanfaat bagi orang untuk memberikan semangat. Ia berharap, touring seperti ini bisa menginspirasi para pecinta touring lainnya.

“Berharap konvoi bisa bersinergi dengan teman-teman difabel yang bisa memberikan efek luar biasa, jadi ada nilai, bisa menginspirasi,” kata Tedy di tempat yang sama.

Head of Brand Activity and Sport Activity PT Multi Strada Arah Sarana TBK, Ahmad Nursyamsu mengatakan mendukung misi Sri Lestari untuk memberikan motifasi pada teman-temanya agar bisa tetap beraktifitas. Pihaknya akan memberikan dukungan kebutuhan apa yang akan diperlukan untuk membantu misi yang dilakukan oleh Sri Lestari.

“Misinya itu luar biasa, mengajak temanya untuk aktifitas, untuk tidak menyerah, kita support misinya ini,” kata Ahmad Nursyamsu. (***)

sumber: detik.com