KULINER

KULINER

Sabtu | 28 Juli 2018 | 20:04

Resep dan Cara Mengolah Gulai Nangka Khas Padang

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bagaimana Cara membuat sayur nangka khas Padang? Apa saja Resep & Bumbunya?- Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan sayur nangka khas masakan Padang, kalau orang padang bilang Gulai Cubadak. Jika anda pernah makan di Warung Padang sayur nangka yang dimasak Gulai ini pasti nggak pernah ketinggalan.

Karena memang tanpa gulai nangka ini santapan anda pasti kurang lengkap.

Ada yang unik dari gulai nangka ini, yaitu bentuk irisan-nya dibiarkan besar besar tidak seperti gudek Jogya yang irisan-nya kecil kecil dan lembut. Coba anda bayangkan bagaimana jika sayur nangka Padang ini diiris lembut pasti akan terlihat aneh dan bahkan akan mengurangi nafsu makan kita, itulah Indonesia tiap daerah memiliki kekhas-an masing masing.

Lalu bagaiman cara membuat gulai Cubadak atau sayur nangka khas Padang ini? dan apa saja bumbu bumbunya? tenag dibawah ini sudah saya tulis semua, anda tinggal baca dan siapkan bahan bahan-nya..

Bahan-bahan:

1/4 buah nangka muda potong sedang sebesar ibu jari
200 gr daging tetelan
550 ml santan

Bumbu Yang dihaluskan :

8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
2 butir kemiri
1 sdt ketumbar
10 buah cabe merah keriting (jika ingin pedas bisa ditambah)
1 lembar daun kunyit
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang sereh digeprek
secukupnya garam

Cara Membuat:

Mula mula tumis bumbu yang di haluskan tadi sampai benar kering dan matang. Lalu Masukkan daun kunyit, jeruk, sereh daun salam, Aduk2 sampai harum.
Kemudianmasukkan daging tetelan dan Masaklah sampai berubah warna lalu Masukkan nangka dan Aduk aduk sampai nangka mulai layu.

Tuangkan santan dan Tambahkan garam, Silahkan Cicipi rasanya. Masaklah dengan api sedang sampai nangka matang dan empuk. Santan mengental dan berminyak, Jika terlalu kental bisa ditambah kan air panas.

Begitulah sahabat semua, resep dan cara membuat Gulai Cubadak atau gulai nangka khas masakan padang yang lezat itu. (***)

sumber: resepcaramasakan.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Setelah tren makanan hitam, kini hadir tren makanan biru yang tak kalah cantik dan menarik. Bukan hanya teh saja tetapi juga saus salad biru.

Semakin cerah dan cantiknya warna dari makanan, maka semakin banyak orang yang mengunggah ke media sosial. Semenjak hadirnya media sosial seperti Instagram, tren makanan unik dan cantik terus hadir.

Hal inilah yang mendorong perusahaan makanan Kenko di Jepang, untuk menciptakan produk makanan terbaru mereka yang berwarna biru.

Dilansir SoraNews24 Selasa, 17 Juli 2018, produk ‘Ocean Blue’ merupakan salad dressing atau saud salad, berwarna biru cerah sehingga restoran bisa menciptakan salad yang cantik, menarik, dan penuh warna sekaligus Instagrammable untuk pelanggan.

Meski berwarna biru cerah, Kenko memastikan bahwa bahan yang mereka gunakan semuanya aman untuk kesehatan. Untuk warna biru, dressing salad ini menggunakan Spirulina, tanaman ganggang yang dikemas dengan protein, antikoksidan, dan vitamin.

Selain itu salad dressing ini mengandung kolagen, yang membantu menjaga kesehatan kulit, persendian, dan mengurangi kadar minyak dari kulit serta rendah lemak.

Menurut perusahaan Kenko, salad dressing ini termasuk makanan sehat karena bisa digunakan dalam beberapa makanan. Seperti salad, mie, saus, hingga untuk pelengkap di hidangan manis. Rasanya diambil dari buah anggur, yang memberikan rasa segar di setiap makanan.

Sayangnya produk Ocean Blue tidak dijual secara bebas di toko atau supermarket. Kenko hanya menyediakan produk ini untuk restoran dan kafe saja. Kisaran harga perbotolnya dimulai dari 502 Yen (Rp. 65.300,-).

Ini bukan pertama kalinya Jepang mengeluarkan makanan biru. Sebelumnya sebuah restoran di Kyoto, memeriahkan perayaan piala dunia dengan menghadirkan daging yakiniku berwarna biru lengkap dengan minumannya. (***)

sumber: detik.com

KULINER

Rabu | 18 Juli 2018 | 22:50

Cara Membuat Rendang Ayam kampung yang Lezat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ayam kampung juga enak dibuat rendang. Masak perlahan hingga bumbu mengental dan daging ayam empuk. Bisa dibuat setengah basah atau kering.

Bahan:

1 kg ayam kampung, potong 8-12 bagian
500 ml santan kental
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk purut
1 lembar daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
3 sdm air asam dari 50 gr asam Jawa

Haluskan:

5 butir kemiri
50 gr cabe merah keriting
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
2 cm jahe
2 cm kunyit
1 sdt ketumbar
1/2 butir pala
1/2 sdt jinten
2 sdt garam

Cara membuat:

Cuci potongan ayam hingga bersih lalu tiriskan.
Rebus bumbu halus, lengkuas, serai, daun jeruk, daun kunyit, air asam dan santan sampai mendidih.
Masukkan potongan ayam kampung, aduk-aduk sesekali agar santan tidak pecah.
Masak dengan api kecil hingga daging ayam empuk dan santan agak kering.
Angkat, sajikan hangat.
Untuk 6 porsi
Waktu : 90 menit

(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Masak ayam memang selalu menggugah selera. Sumber protein dengan harga relatif terjangkau ini mudah diolah menjadi beragam hidangan lezat dan nikmat. Apalagi jika bumbunya pas dilidah, kenikmatannya pun tak tertandingi.

Seperti membuat olahan Ayam Bakar Kalasan. Selain lezat, cara membuatnya juga mudah sehingga cocok disantap sebagai menu makan siang. Berikut resep Ayam Bakar Kalasan

Bahan-bahan:

1/2 ekor ayam
1/2 buah jeruk nipis
2 lembar daun salam, sobek
3 lembar daun jeruk, sobek
1 sdt merica bubuk
4 sdm kecap manis
1/2 buah jeruk limau
200 ml air atau air kelapa
Garam secukupnya

Bumbu halus:

5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
4 butir kemiri
1/2 sdm gula merah
3 cm jah

Cara membuat:

Bumbui ayam dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan selama 15 menit lalu cuci bersih. Tumis bumbu halus sampai matang lalu bumbui garam, merica bubuk, kecap manis. Masukkan ayam sambil diaduk.

Tambahkan daun jeruk dan daun salam. Beri air secukupnya. Ungkep ayam hingga air menyusut dengan api kecil dan tutup wajan. Jika air telah menyusut, perasi ayam dengan air jeruk limau.

Olesi teflon dengan sedikit margarin. Panggang dengan teflon atau oven dengan suhu 200 celcius selama 15 menit sambil diolesi bumbu yang tersisa. Panggang kedua sisinya. Angkat. Ayam bakar kalasan siap disajikan. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ke Bangka, jangan lupa cicip mie yang satu ini. Memiliki nama ‘Mie Koba’ mienya disajikan dengan siraman kuah ikan tenggiri yang gurih dan enak. Kayak apa ya rasanya?

Nama Koba diambil dari salah satu nama Kabupaten di Bangka Tengah. Berbeda dengan mie dari daerah lain, mie khas Bangka ini diolah dengan paduan kuah ikan tenggiri yang sangat khas.

Tekstur mienya lembut dan direbus sebentar sebelum dicampur dengan racikan bumbu yang lainnya. Kuah ikan tenggirinya juga dibuat dengan campuran rempah yakni bawang putih, jahe, cengkeh, pala dan ketumbar. Agar tak amis, pilihan ikan tenggirinya harus yang segar.

Mie yang sudah di rebus kemudian dicampurkan dengan beberapa racikan bumbu. Mulai dari bawang putih, bawang bombah, potongan ikan, saus tiram, merica bubuk hingga kecap manis.

Seporsi mie Koba terdiri dari mie, telur dan tauge. Kemudian disiram dengan kuah ikan tenggiri berwarna kecokelatan makin enak ditaburi seledri dan bawang goreng plus tambahan telur rebus. Sluurp!

Untuk menambah rasa segar dan mengurangi aroma ikannya, Anda juga bisa menambahkannya perasan jeruk kunci. Ini merupakan jeruk khas Bangka yang memberikan aroma segar.

Mie Koba bisa ditemui di beberapa daerah di Kota Bangka. Akan tetapi salah satu penjual mie yang terkenal di Bangka adalah Warung ‘Mie Koba’ Iskandar yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah Cabang Pangkalpinang. Konon kelezatan Mie Koba di sini sudah ada sejak tahun 80-an. Harga seporsi Mie Koba dibandrol dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 15.000. Bagaimana tertarik untuk mencicipnya? (***)

sumber: detik.com

KULINER

Minggu | 08 Juli 2018 | 11:09

Nikmati Croissant Geprek yang Renyah, Gurih dan Pedas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Croissant tak cuma rasa keju dan cokelat. Bakery ini hadirkan croissant geprek dan diberi topping 3 jenis keju dan cabe rawit. Kayak apa rasanya?

Tren makanan pedas makin tinggi peminat. Setelah kepopuleran seblak, kini saatnya makanan serba geprek yang unjuk gigi.

Istimewa

Mulai dari ayam, tahu tempe hingga iga geprek. Semua bahan tersebut sengaja dipipihkan dengan cara ‘digeprek’. Hingga bentuknya menjadi hancur dan sedikit pipih.

Hingga ia mulai mencoba membuat resep yang pas. Saat percobaan kedua, ia berhasil membuat beberapa kreasi croissant geprek yang kini sudah dijadikan menu tetap di ISCAKETORY.

Lebih lanjut, William mengungkap alasan dibalik penggabungan sajian Indonesia dan Prancis ini. “Saya pilihlah geprek, karena geprek itu sangat Indonesia sekali. Gurih, garing, dan pedas. Semua orang suka. Saya pikir ini bisa dikawinkan dengan produk saya, crioissant. Jadi saya bikinlah si geprek croissant itu,” ungkapnya.

Awalnya, croissant dipukul dengan bagian bawah gelas ukur hingga hancur. Kemudian diberi topping cream cheese plus heavy cream, tumisan jamur Taiwan, jamur shitake, dan jamur portobello Selain tiga jenis jamur, ada tiga jenis cabe yang digunakan untuk pembuatan croissant geprek ini. Mulai dari cabe rawit, habanero rosa, dan chili flake jelapeno. Serta keju cheddar hingga mozarella.

Tersedia lima pilihan croissant geprek. Ada Big Bang Croissant, Bae Bang Croissant, A Bang Croissant, Parisien Bang Croissant, dan Indo Bang Croissant. Hanya varian Indo Bang yang menggunakan sambal terasi. Sama seperti ayam geprekyang punya banyak level, kelimanya juga tersedia dalam tiga pilihan level kepedasan.

Di sini pengunjung juga bisa ‘menggeprek’ croissantnya sendiri, lho. Jadi kalau ingin mencoba croissant geprek yang gurih pedas nonjok, datang saja ke ISCAKETORY. Cukup sediakan uang sebesar Rp 50.000, Anda bisa mencicip seporsi croissant geprek. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Wisata kuliner Jogja, jangan berburu nasi Gudeg atau sate khlatak saja. Ada kuliner unik di Jogja yang bisa kita icip-icip lho! Es Kribo dan Aly Nyet namanya.

Seperti yang saya temukan, seusai pulang dari Candi Prambanan dimana hari begitu panas, dan membuat saya mencari minuman dingin yang menyegarkan.

Saya yang menginap di hotel di dekat Bandara Adisucipto, sepulang dari Candi Prambanan dalam rangka sebuah event lari, kembali ke hotel. Sesampai di hotel dan menaruh tas di dalam kamar, saya kemudian melihat ada sebuah tempat makan di sebelah hotel.

Tempat makan ini berada di area galeri seniman Jogja, Sapto Hoedojo. Setelah duduk, pelayan lebih menyarankan saya untuk memesan makanan di kasir. Entah kenapa. Sampai di kasir, saya bertanya, es dan makanan apa yang unik.

Petugas yang ada di kasir pun menyarankan saya untuk memesan es kribo. Saya pun panasaran dengan es kribo ini. Untuk makanan, saya ditawari Alay Nyet. Ya sebenarnya ini ayam penyet tapi dibikin unik.

Setelah menunggu, pesanan saya pun sampai di meja. Yang pertama datang adalah es kribo. Okei, sebenarnya apa sih es kribo ini?

Setelah saya mulai meminumnya, es kribo ini adalah es buah atau yang biasa disebut dengan sop buah, tapi ditambahkan es krim. Wah lain daripada yang lain. Manisnya es krim ditambahkan dengan segarnya sop buah, mampu membuat saya menghilangkan dahaga dan terasa segar di tengah cuaca panas.

Es buahnya sendiri ada buah naga, semangka, pepaya dan melon. Standard es buah sebenarnya. Tapi yang bikin spesial adalah es krimnya yang menambah kesegaran dan enak es kribo ini.

Nah ini ketika makanan disajikan, saya kaget. Kalau biasanya makanan disajikan di piring, dan penyetnya di tempat cobek atau ulekan, kali ini disajikan di ulekan atau cobek batu. Berbeda memang.

Ayamnya juga saya lihat digoreng tepung. Dan disajikan di atas sambal penyet. Selain daging ayam, beragam sayur lalapan juga disediakan. Nasinya juga disajikan berbentuk kerucut. Mantap bener! Sambal memang pedas. Ayam tepungnya juga terasa bumbunya. Memang membuat lidah bergoyang dan menari karena pedasnya mantap.

Tak terasa, saya menghabiskan seporsi besar alay nyet ini. Sembari makan, menyeruput es kribo memang sensasinya mantap benar. Soal harga, murah kok. Es Kribo Rp 25 ribu dan Alay Nyet Rp 35 ribu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Soto babat, nasi goreng babat, dan babat gongso adalah beberapa jenis olahan babat sapi yang banyak digemari. Tapi mungkin tak banyak yang tahu bahwa ada proses panjang untuk membuat bahan makanan yang sebelumnya dianggap menjijikkan tersebut menjadi sajian yang menggoyang lidah.

Mengolah jeroan sapi, termasuk babat, memang gampang-gampang susah. Harus diperhatikan benar proses pembersihannya agar babat sapi lebih menarik dipandang mata dan baunya tidak menyengat.

Tantangan lainnya adalah bagaimana mengempukkan babat yang teksturnya cenderung alot dan membuat bumbu lebih meresap ke dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengolah babat sapi.

Pemilihan jenis babat.

Babat yang bermotif seperti sarang lebah konon bisa lebih mudah menyerap bumbu karena polanya seperti spons. Sementara yang bisa cepat empuk adalah babat omasum yang berlapis-lapis seperti lembaran buku dan permukaannya mirip handuk.

Membersihkan babat.

Babat yang belum dibersihkan biasanya berwarna hijau kusam, abu-abu, atau hitam. Untuk itu anda perlu membuang isi perutnya dan membilasnya sampai benar-benar bersih. Rebus babat dalam air mendidih, kemudian sikat/kerik babat sampai bersih di air mengalir. Buang pula lapisan bagian dalamnya.

Rendam babat yang sudah dikerik di dalam air kapur sirih sambil diremas-remas sampai baunya hilang, kemudian bilas lagi dengan air. Bila baunya masih tajam, bisa direndam lagi dalam air jeruk nipis, lalu bilas.

Agar tidak terlalu repot, carilah babat yang warnanya lebih cerah karena biasanya sudah dibersihkan dari isi perutnya. Babat yang berwarna putih bersih kemungkinan direndam dalam klorin untuk membunuh kuman. Karena itu, perlu pembilasan beberapa kali supaya bau klorinnya hilang.

Agar babat empuk dan tidak bau. Rebus babat dalam air mendidih bersama daun salam, lengkuas, serai, jahe, atau daun jeruk hingga empuk.

Rempah daun tersebut juga berfungsi mengurangi aroma tidak sedap dari babat. Jenis babat, seperti dijelaskan sebelumnya, bisa turut mempengaruhi lama perebusan dan tingkat keempukan. Bila ingin menyingkat waktu, babat bisa direbus di dalam panci bertekanan selama ± 30 menit.

Buang air rebusan babat, jangan gunakan untuk memasak karena baunya tidak sedap. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Membuat sajian berkuah kadang terasa sulit. Terlebih jika memasak makanan berbahan daging ayam, semur misalnya.

Seringkali semur berbau amis saat disantap, mungkin ada yang salah dengan teknik memasaknya.

Sisca Soewitomo, pakar kuliner Indonesia mengatakan, saat membuat semur agar terasa lezat dan tidak berbau amis, kuncinya adalah dalam teknik memasaknya.

“Tekniknya harus benar. Misalnya semur ayam agar tidak bau amis. Saat memasaknya ayam ditumis dulu sampai air yang ada di dalam daging bisa kering,” jelas Sisca

Setelah daging ditumis sampai airnya mengering, bumbu semur bisa dimasukkan ke dalam dan tinggal diolah seperti biasa.

“Setelah dimasukkan bumbu akan meresap ke daging dan mencampur sempurna,” tambahnya.

Yang sering kita lakukan adalah ayam yang masih basah atau masih mentah langsung dicemplungkan ke dalam air dan juga bumbu-bumbu semurnya. Justru ini adalah cara yang kurang tepat karena bisa membuat semur menjadi amis setelah matang.

“Jangan ayam dicemplungin ke bumbu dan air. Nanti airnya akan jadi pencuci dan rasa semurnya akan amis,” pungkas dia. (***)

sumber: lifestyle

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bakwan goreng yang Anda buat tidak kriuk renyah saat dimakan? Atau lembek tengahnya? Beberapa hal bisa jadi penyebabnya.

Bikin gorengan memang gampang. Sayuran, seafood, tempe dan tahu bisa jadi pilihan. Meski hanya mencampur dengan adonan tepung nyatanya banyak yang mengalami kegagalan.

Gorengan pinggirannya gosong, bagian tengahnya lembek atau sama sekali tidak kering. Beberapa hal yang terlihat sepele ini bisa jadi penyebabnya.

1.Pelit minyak

Kesalahan ini paling sering terjadi. Alih-alih berhemat hasil gorengan tidak rata dan tidak kering. Hanya kering satu sisinya saja, bagian tengahnya lembek.Karena minyak kurang.

Minyak panas berfungsi untuk mengeringkan dan mematangkan bahan makanan yang digoreng. Mengoreng atau deep frying harus memakai minyak banyak. Minimal 1 liter untuk porsi sedang. Pastikan bahan makanan yang digoreng benar-benar terendam minyak seluruhnya bukan hanya satu sisi saja.

2. Ukuran wajan tak sesuai

Wajan yang terlalu kecil dengan jumlah gorengan banyak akan membuat gorengan lebih lama kering dan matang. Yang paling sering terjadi gorengan matang tak merata.

Ini karena ruang untuk minyak panas kurang luas. Tidak harus pakai wajan, Anda
bisa memakai panci untuk menggoreng. Tuangkan saja minyak dalam panci. Panci yang cekung akan membuat minyak cepat panas dan merata mematangkan gorengan.

3. Api terlalu besar

Menggoreng memang harus memakai minyak panas tetapi jika terlalu besar apinya maka minyak jadi terlalu panas. Bahan yang digoreng akan cepat gosong sementara bagian dalamnya masih lembek.

Selalu gunakan api sedang dan tak perlu membalik-balik gorengan. Jika terendam minyak dengan baik dan suhu minyak stabil, gorengan akan matang merata hingga ke bagian dalamnya.

4. Adonan terlalu banyak mengandung air

Adonan tepung terigu diperlukan untuk mengikat bahan makanan yang digoreng agar menjadi renyah. Tetapi jika adonan terlalu banyak air maka gorengan akan lebih lama kering.

Perlu waktu lama untuk menguapkan air dalam adonan. Perlu diingat juga jika memakai sayuran, sayuran juga mengandung air. Karenanya perlu waktu lama menguapkan air dalam sayuran dan adonan agar jadi kering dan renyah. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hari ini Pilkada serentak digelar di Indonesia. Dengan bermodal jari bertinta, Anda bisa makan enak dengan diskon spesial di beberapa tempat makan di Bogor.

Jari bertinta ungu jadi syarat untuk bisa mendapatkan diskon makan, mudah ya? Kalau hari ini sudah menyalurkan hak pilih, saatnya memanjakan perut. Buat foodies di Bogor, coba sambangi 5 tempat makan ini.

1. J.Co

Bisa memanfaatkan jari bertinta buat ngopi seru bareng teman di J.Co. Hanya dengan menunjukkan bukti telah menggunakan hak suara, Anda bisa mendapatkan dua gelas J.Coffee seharga Rp 50.000 saja.

Promo ini berlaku hanya tanggal 27 Juni 2018 di semua cabang outlet di area yang menyelenggarakan Pilkada. Salah satunya Bogor.

2. Bebek Dower

Makan siang di resto Bebek Dower usai nyoblos bisa jadi pilihan tepat. Selain bisa makan bebek gurih enak, Anda juga bisa dapat promonya.

Beli satu Taro Cincau Ice Blended bisa langsung dapat satu gratis. Promo ini khusus di 27 Juni 2018 di cabang Cibinong City Mall dan Transmart Yasmin Bogor.

3. Chicken Day

Mau dapat minuman dingin gratis? Datang ke Chicken Day. Promo pilkada yang diberikan adalah bisa dapat satu minuman gratis hanya dengan menunjukkan jari bertinta.

4. Coffee Toffee

Bersantai di Coffee Toffee usai nyoblos bisa dapat banyak bonus nih. Cukup beli makanan, Anda otomatis bisa mendapat segelas kopi gratis.

Syaratnya mudah, tunjukkan kartu member serta jari bertinta saat melakukan pembayaran. Oiya tak hanya di Bogor, promo ini berlaku juga di cabang Jakarta, Depok, Surabaya dan Malang.

5. Roppan

Dua gelas minuman dibanderol hanya Rp 30.000 saja di Roppan. Pilihan minumannya juga banyak, mulai Hot Cinnamon Coffee, Iced White Coffee, Java Tea, Iced Cinnamon Coffee, Iced Coffee Jelly dan Black Coffee.

Syaratnya tentu saja hanya dengan menunjukkan jari bertinta. Di Bogor, Roppan ada di Metmall Cileungsi Bogor. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Beragam jenis es campur dikenal di berbagai daerah. Di Desa Bakung, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon ada es tapai yang legit wangi.

Es tapai Cirebon memiliki aroma yang khas. Warnanya hijau muda, tampak segar. Tapai khas Cirebon ini dibungkus daun jambu. tapai ketan ini merupakan hasil fermentasi dari ketan putih.

Di bulan ramadan ini, pedagang Es tapai mudah ditemukan di Cirebon, salah satunya di Jalan KS Tubun, Kota Cirebon. Salah seorang pedagang es tapai Cirebon Suratman mengatakan sekitar tahun 1982 penjual es tapai Cirebon mulai ramai.

Pria yang akrab disapa Maman ini mengaku sudah puluhan tahun berjualan es tapai. Resep membuat es tapai diakuinya didapat dari ayahnya.

“Turun temurun. Ayah saya, namanya Murani, dulu itu berjualan es tapai juga. Rumahnya kan di Kabupaten Cirebon, tapi jualannya sampai ke Kota Cirebon. Saya meneruskannya,” kata Maman saat ditemui di Jalan KS Tubun Kota Cirebon, Sabtu, 2 Juni 2018.

Maman mengatakan es tapai Cirebon asal Bakung memilili rasa asam, manis, dan legit. Rasa manis tapai, menurutnya bukan berasal dari pemanis buatan. Karena proses fermentasi beras ketan menjadi lembek mengeluarkan gula yang legit.

“Manisnya itu, manis dari hasil fermentasi ketan dan ragi. Waktu fermentasinya sekitar dua sampai tiga hari,” kata Maman.

Es tapai ini berupa tapai ketan diberi air dan es batu saja. Lebih lanjut, Maman mengatakan penikmat es tapai Cirebon selalu membludak saat bulan ramadan. Maman hanya membandrol Rp 2.000 untuk per gelas es tapai bakung.

“Kalau puasa cepat habisnya, jualan mulai dari jam 15.00 WIB sampai 17.00 WIB juga habis. Kalau puasa kan banyak yang beli, buat menu berbuka puasa jadi cepat habisnya,” kata Maman. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bulan puasa Ramadhan 2018 masih berlangsung.

Hari ini, Selasa, 29 mei 2018 memasuki hari ke 13 bulan puasa Ramadhan 1439 H

Momen buka puasa biasanya yang paling ditunggu.

Sebab di bulan puasa Ramadhan ini yang berpuasa wajib menahan haus dan lapar seharian, jadi ketika waktu berbuka tentu akan menjadi saat yang dinantikan.

Islam menganjurkan kita untuk berbuka dengan yang manis, namun setelahnya untuk menu makan malam kita bebas menyantap makanan apa saja yang tidak manis.

Di antaranya adalah kari daging ala Chef Rudy Choirudin ini.

Chef yang kerap tampil di acara masak di televisi ini membagikan resepnya itu di Instagramnya, @resepku_rudychoirudin.

Ini dia resep dan cara membuatnya:

Bahan 1:
750 g has luar dan 250 g tetelan sapi rebus dg 11/2 adt garam, 1/2 sdt Desaku kunyit bubuk, 1 sdt Desaku ketumbar bubuk dan 1500 ml air, rebushg hg butut empuk tiriskan

Bahan 2:
2 batang daun bawang potong 1 cm
2 sdm bawang goreng

Bahan 3: (haluskan)
8 buah bawang merah
4 siung bawang putih
4 butir kemiri

Bahan 4:
6 sdm minyak goreng
50 ml air
500 ml santan encer
1 saset Desaku bubuk kari Nusantara
1 sdt garam
1 sdt gula
250 ml santan kental

Cara membuat:

– Tumis bumbu halus bahan 6 dg minyak goreng hg harum dan matang (minyak bening kembali)
– Masukan air masak hg redius dan tanak
– Masukan garam, gula dan has luar dan tetelan yg sudah di rebus, masak hg meresap dg bumbunya
– Masukan santan encer dan Desaku Bubuk Kari Nusantara aduk berlahan hingga larut dan mengembang
– Kecilkan api masukan daun bawang masak hg semua matang
– Masukan santan kental aduk aduk hg mendidih, matikan api
– sajikan panas panas taburi bawang goreng.

Nah, itu dia resep dan cara membuatnya.

Kuliner ini, selain cocok untuk menu makan malam setelah buka puasa, juga bisa dihidangkan di hari spesial lainnya seperti Idul Fitri 1439 H nanti. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketika berpuasa tubuh lebih gampang haus dibandingkan lapar. Rasa haus bisa timbul dari jenis minuman yang kita minum ketika sahur.

Tubuh manusia terdiri dari 60-70% kandungan air, sehingga ketika berpuasa tubuh akan kekurangan pasokan cairan. Karene itu perlu lebih cermat memilih minuman ketika sahur.

Agar tak gampang haus, sebaiknya hindari minuman-minuman di bawah ini.

1. Kopi

Bagi penggemar kopi, mungkin banyak yang menikmati kopinya ketika sahur. Padahal kopi justru membuat Anda merasa lebih cepat haus. Ini karena kandungan kafein menyebabkan hilangnya cairan air, sehingga meningkatkan rasa haus di tenggorokan. Selain itu kopi juga membuat Anda lebih sering buang air kecil.

2. Teh

Teh manis hangat memang jadi minuman yang selalu ada ketika sahur maupun berbuka puasa. Padahal teh juga mengandung kafein, apalagi ditambah dengan kandungan gula yang turut menyerap pasokan air dalam tubuh dan membuat Anda merasa lebih haus dan lapar ketika berpuasa.

3. Minuman bersoda

Ketika sahur selalu hindari minuman bersoda. Karena mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering dapat menyebabkan masalah pencernaan, serta menimbulkan rasa kenyang yang tidak enak. Tentunya hal ini membuat perut Anda kembung, dan menurunnya kesehatan sistem pencernaan.

4. Jangan terlalu banyak minum

Meski mengonsumsi banyak air putih sangat dianjurkan ketika berpuasa, untuk menghindari tubuh dari dehidrasi. Namun, mengonsumsi terlalu banyak air putih ketika sahur juga tidak baik. Hal ini justru memicu asam lambung, menyebabkan kembung, hingga gangguan pencernaan.

5. Jus buah

Jus buah memang menyehatkan juga menyegarkan. Namun mengonsumsi jus buah ketika sahur, akan memancing rasa haus lebih hebat. Ini karena kebanyakan jus buah dibuat dengan tambahan gula serta susu kental manis. Terutama jus buah kemasan yang memiliki kadar gula tinggi. Lebih baik menyantap buah dalam bentuk utuh, seperti pisang, strawberry, atau kurma yang dapat memberi merasa kenyang lebih lama. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Hari pertama berpuasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri kunjungi Bazar Ramadhan kawasan Plaza Botania II, Kamis, 17 Mei 2018 sore.

Kunjungan yang merupakan rutinitas lembaga ini untuk memastikan produk yang diperjualbelikan merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi. Mereka memantau dan memastikan semua jenis makanan yang dijual di stand bazar tersebut tidak mengandung bahan berbahaya.

Sebanyak 120 stand yang ada di Bazar Ramadhan Kepri Media Group (mediakepri.co.id, WartaKepri.co.id, BatamClick.com, Lendoot.com, Keprinews.co.id) bersama Fanindo ini disinggahi. Sedikitnya ada 25 jenis makanan yang diambil sebagai sample uji pemeriksaan tim BPOM Kepri.

“Sample yang diambil itu langsung kita cek disini,” ujar Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Kepri, Ahmad Rafqi.

Kata Ahmad, makanan yang diambil untuk diuji tersebut merupakan jenis makanan yang mengandung penyalahgunaan barang-barang berbahaya seperti borak, formalin dan zat pewarna.

“Barang berbahaya itu yang kita cek disini apakah ada atau tidak. Proses pengecekannya kita lakukan kurang lebih selama 30 menit,” ungkapnya.

Dari 25 sample jenis makanan yang diuji itu, sambung Ahmad, semuanya dinyatakan aman. Tidak ada terdeteksi barang-barang berhaya di dalam makanan yang dijual di stand Bazar Ramadhan Botania II.

Ahmad juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan Ceklik agar terhindar dari produk makanan yang berbahaya. Yakni dengan cek kemasan, label, ijin edarnya dan cek juga kadaluarsanya.

“Pokoknya tetap lakukan Ceklik,” tegas dia. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Memasak ayam untuk buka dan sahur bisa memakan waktu lama. Ada baiknya Anda siapkan bacem ayam yang enak dengan cara praktis ini.

Bacem ayam ini merupakan sajian ayam khas Jawa. Dimasak dengan bumbu yang manis gurih. Bisa digoreng atau dibakar dan dinikmati dengan sambal dan lalapan segar. Berikut ini beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan.

1. Ayam
Bisa dipakai jenis ayam negeri, ayam kampung atau ayam jantan. Potong menjadi 4 bagian atau 8 bagian lebih sesuai selera. Cuci bersih ayam lalu tiriskan.

2. Bumbu
Untuk membumbui 2 ekor ayam, siapkan bahan bumbunya. Berupa 10 butir bawang merah, 7 siung bawang putih, 1 sdt ketumbar sangrai, 1/2 sdt merica butiran, 30 g gula merah, sisir halus, 2 lembar daun salam, 2 cm lengkuas, memarkan, dan 2 sdt garam.

Bahan lain yang perlu Anda siapkan adalah air kelapa untuk merebus ayam. Jumlah air kelapa bisa disesuaikan dengan jumlah ayam. Untuk 2 ekor ayam, gunakan 1.5 liter air kelapa. Air kelapa akan memberi rasa legit sedikit asam pada ayam.

3. Masak
Taruh potongan ayam dalam panci. Masukkan bumbu halus dan air kalapa. Jika ingin warna ayam lebih cokelat, gunakan gula aren yang agak gelap warnanya. Masak hingga ayam lunak dan air perebusnya tinggal sedikit. Angkat ayam dan dinginkan.

4. Simpan
Taruh potongan ayam dalam wadah bertutup lalu simpan dalam lemari es. Jika akan sisimpan selama lebih dari seminggu, simpan dalam freezer.

5. Digoreng atau dibakar
Bacem ayam sudah matang sehingga proses menggoreng dan membakar hanya untuk membuat bagian luarnya garing dan lebih enak. Gunakan minyak panas dan banyak untuk menggoreng bacem ayam. Cukup goreng sebentar, karena ayam ini mengandung gula sehingga cepat gosong. Jika akan dibakar, panggang di atas bara api arang hingga sedikit kering dan harum aromanya. Sajikan dengan nasi hangat, sambal, lalapan segar atau tumis sayuran. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ikan asap yang gurih dengan aroma asap enak dibumbui cabe. Rasa pedas sedikit asam dalam bumbunya bikin sajian ini enak dinikmati dengan nasi.

Bahan:

300 g daging ikan tuna/tongkol asap
5 sdm minyak sayur
2 lembar daun jeruk purut
1 cm lengkuas, memarkan
1 batang serai, memarkan
150 ml air
2 buah jeruk limau, ambil airnya
Haluskan :
100 g cabe merah besar
10 buah cabe rawit merah
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt terasi
1 sdt gula pasir
1 sdt garam

Cara membuat:

Lepaskan daging ikan dari tulangnya.
Suwir atau potong kasar.
Kukus sebenatr hingga daging ikan agak lunak. Angkat dan dinginkan.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga wangi dan matang.
Tambahkan daun jeruk, daun salam dan serai, aduk hingga layu.
Masukkan potongan ikan asap, aduk hngga rata.
Tambahkan sedikit air dan air jeruk limau.
Didihkan hingga agak kering.
Angkat dan dinginkan.

Tips:

Ikan asap banyak dijual di pasar tradisional. Dalam bentuk ikan utuh atau potongan daging. Jika suka, bisa memakai ikan cakalang asap khas Menado.

Ikan asap umumnya agak keras dan kering dagingnya. Karena itu kukus dulu sebentar agar aromanya keluar dan tekturnya agak empuk.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ayam kampung juga enak dibuat rendang. Masak perlahan hingga bumbu mengental dan daging ayam empuk. Bisa dibuat setengah basah atau kering.

Bahan:

1 kg ayam kampung, potong 8-12 bagian
500 ml santan kental
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk purut
1 lembar daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
3 sdm air asam dari 50 gr asam Jawa
Haluskan:
5 butir kemiri
50 gr cabe merah keriting
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
2 cm jahe
2 cm kunyit
1 sdt ketumbar
1/2 butir pala
1/2 sdt jinten
2 sdt garam

Cara membuat:

Cuci potongan ayam hingga bersih lalu tiriskan.
Rebus bumbu halus, lengkuas, serai, daun jeruk, daun kunyit, air asam dan santan sampai mendidih.
Masukkan potongan ayam kampung, aduk-aduk sesekali agar santan tidak pecah.
Masak dengan api kecil hingga daging ayam empuk dan santan agak kering.
Angkat, sajikan hangat.
Untuk 6 porsi
Waktu : 90 menit. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Lauk yang pedas manis ini paling pas dimakan dengan nasi hangat. Kikil sapi yang lembut sedikit kenyal dibumbui kecap dan cabai. Rasanya pedas manis enak!

Bahan:

500 g kikil sapi yang sudah bersih dan empuk
4 sdm minyak
7 butir bawang merah, iris tipis
5 siung bawang putih, iris tipis
3 buah cabe merah, iris serong tipis
3 buah cabe hijau, iris serong tipis
10 buah cabe rawit merah, buang tangkainya
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas, memarkan
5 sendok kecap manis ABC
3 sdm air asam Jawa
100 ml air
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:

Potong-potong kikil sapi ukuran 2×2 cm.
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu.
Tambahkan irisan cabe merah dan hijau serta cabe rawit, aduk hingga layu.
Masukkan daun salam dan lengkuas.
Masukkan potongan kikil, aduk rata
Tambakan kecap manis ABC, air asam Jawa dan air, didihkan.
Bumbui dengan merica dan garam lalu masak hingga air hampir habis.
Aduk rata lalu angkat.
Untuk 6 porsi

Tips:

Pilih kikil yang sudah dibersihkan. Jika belum empuk bisa direbus kembali hingga kikil benar-benar empuk.
Untuk menghilangkan aroma kurang enak, masukkan potongan jahe dalam rebusan kikil.
Di pasaran banyak dijual kikil yang direbus dengan pemutih. Ada baiknya beli kikil dan rebus sendiri hingga empuk. (***)

sumber: detik.com

Ragam kuliner tradisional memiliki daya tarik sangat tinggi.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata kuliner yang unggul di tingkat global. Pemerintah pun tancap gas mengejar potensi tersebut bisa terwujud.

Kuliner, khususnya kuliner tradisional, masuk dalam kelompok besar wisata budaya (culture) dengan porsi 60 persen karena daya tariknya sangat tinggi.

Untuk mengembangkan wisata ini, Kemenpar telah membentuk Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara. Sekaligus target 270 juta pergerakan wisatawan Nusantara pada tahun ini.

“Angka itu ditargetkan akan meningkat menjadi 20 juta wisawatan mancanegara dan 275 juta wisatawan Nusantara tahun 2019 mendatang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, sebagai upaya mencapai target kunjungan 17 juta wisman pada tahun ini Kemenpar bersama pelaku industri pariwisata telah meluncurkan program ViWI (Visit Wonderful Indonesia). Yaitu terdiri dari ‘Hot Deals: More for Less’, merupakan paket bundling tiket internasional dengan transportasi domestik.

Lanjut dengan 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia yang digelar dalam satu tahun penuh di seluruh Tanah Air. Serta Digital Destination yaitu produk berbasis pengalaman yang dibuat untuk melayani pasar yang aktif di media sosial.

Peluncuran Program ViWI 2018 yang melibatkan 18 stakeholders pariwisata, termasuk yang berkecimpung di wisata kuliner, dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisman khususnya yang menjadi fokus pasar.

Antara lain targetnya turis Cina, India, dan Eropa. Gencar mempromosikan dan menawarkan paket-paket wisata yang menarik dan banyak digemari, di antaranya paket wisata kuliner dan belanja, kata Menpar Arief Yahya. (***)

sumber: republika.co.id

KULINER

Sabtu | 31 Maret 2018 | 9:25

Versi Sehat Mengolah Ayam Kecap dengan Cara Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Banyak keluarga di Indonesia yang hobi menyantap makanan berbahan dasar kecap manis, mungkin Anda salah satunya. Apalagi olahan ayam kecap. Bisa dikatakan ayam kecap merupakan menu favorit semua orang, khususnya anak-anak yang selalu hadir di meja makan minimal sekali dalam satu minggu.

Sudah tahu belum, sekarang ada versi lebih sehat untuk memasak ayam kecap, tapi cita rasanya tetap enak dan lezat?

Salah satunya dengan memperhatikan bahan dasar yang akan digunakan untuk mengolah ayam kecap. Dengan memperhatikan bahan-bahan yang digunakan untuk memasak, Anda dan keluarga bisa tetap mengonsumsi makanan favorit dan kesehatan tetap terjaga.

Agar aman dikonsumsi untuk menu pendamping nasi sehari-hari, Anda bisa memasak ayam kecap dengan bahan-bahan yang rendah kadar gulanya. Di samping itu, pastikan juga Anda memilih ayam yang masih segar. Jika ingin lebih enak, pilihlah ayam kampung yang masih muda. Potong ayam dengan berat 0,7-1 kg agar dagingnya tidak alot dan tidak berbau tajam.

Untuk diketahui, ciri khas ayam kampung asli yaitu berat badan tidak sama, bentuk badan, paha, dan sayap memanjang, tulang dada menonjol, pori-pori kecil, lemak sedikit, serta warna kakinya kuning atau kehitaman.

Kedua, beralihlah menggunakan kecap Bango Light yang mempunyai banyak manfaat, khususnya bagi Anda yang ingin memulai menjalani gaya hidup lebih sehat.

Perlu Anda ketahui, Bango Light dibuat dari bahan alami daun stevia dan kedelai hitam Malika berkualitas. Perpaduan ini menghasilkan rasa kecap yang manis dan gurih sempurna dengan kadar gula yang lebih rendah*.

Kecap manis Bango Light merupakan inovasi terbaru yang dihadirkan Bango dengan komposisi bahan alami berkualitas dan persen lebih rendah gula. Bango Light juga mendukung para ibu di rumah untuk menjaga kesehatan keluarga mereka sehingga tidak akan kehilangan momen berharga bersama keluarga.

Awal sehat yang nikmat bisa dimulai dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Misalnya, mengolah ayam kecap dengan versi lebih sehat, tapi tetap lezat rasanya.

Bango Light Baru, untuk kebersamaan lebih lama bersama keluarga. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Botok adalah salah satu hidangan tradisional dari Jawa, yang rasanya lezat serta bergizi tinggi. Cara memasak dengan dikukus membuat hidangan ini rendah kolesterol jahat. Apalagi pembungkus botok yang terdiri dari daun pisang, memberikan manfaat berupa aroma wangi dan kandungan antioksidan yang menyerap pada makanan.

Ada berbagai jenis bahan pembuat botok yang dapat Anda coba, salah satunya adalah daun beluntas. Daun ini memiliki aroma sedap, dan bermanfaat mengurangi bau badan yang kurang enak.

Berikut ini cara membuat botok beluntas
Bahan:

50 gram daun beluntas (satu genggam). Cuci bersih dan potong kecil

Beberapa lembar daun pisang untuk membungkus

½ butir kelapa setengah tua, parut

Bumbu dihaluskan:

3 butir bawang merah

3 butir bawang putih

3 butir cabai rawit

Sedikit kencur (1 ujung jari)

Garam dan gula secukupnya

Kaldu bubuk jika ingin.

Daun kemangi secukupnya

Cara membuat:

Bumbu halus dicampurkan dengan kelapa parut dan daun beluntas yang telah dipotong kecil. Aduk rata. Masukkan kaldu bubuk, dan ratakan lagi.

Tambahkan potongan daun kemangi,

Siapkan daun pisang, ambil dua sendok campuran kelapa dan daun beluntas. Letakkan di daun dan bungkus rapi. Sematkan dengan tusuk gigi. Lakukan pada semua adonan botok.

Siapkan kukusan, beri air, nyalakan api kompor.

Masukkan bungkusan botok ke kukusan dan tutup rapat sekira 10-15 menit hingga matang dan daun pisang berubah warna.

Matikan api. Angkat botok.

Botok beluntas siap dihidangkan. Selamat mencoba. (***)

sumber: sidomi.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Buah salak menjadi komoditas yang melimpah dan bisa dengan mudah ditemui di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Hal itu lantaran sebagian besar warga di wilayah tersebut adalah petani salak, khususnya salak pondoh.

Banyaknya buah berkulit keras itu terkadang membuat harga jual di pasaran menurun drastis, terutama saat musim panen. Yakni pada kisaran Rp1.500 hingga Rp5000 per kilogram.

Kondisi tersebut yang kemudian membuat warga Dusun Nganggrung, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang untuk berinovasi demi meningkatkan harga jual salak. Mereka kemudian meluncurkan destinasi kampung wisata olahan salak (Pawon Salak).

“Harga jual salak pondoh di tingkat petani selalu murah. Hal itu yang kemudian membuat para petani terpuruk. Dibutuhkan upaya lebih agar nilai jual salak bisa meningkat,” ujar Penggerak Pawon Salak, Nurudin Hidayat, kepada detikcom, Senin, 26 Maret 2018.

Nurudin menuturkan, sebenarnya, warga Dusun Nganggrung sudah sejak lama memiliki kemampuan untuk mengolah buah salak menjadi produk makanan lain. Namun demikian, produk-produk olahan makanan tersebut belum terjual hingga luar daerah.

“Setelah adanya pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magelang, warga kemudian memiliki pandangan tentang pengolahan salak yang lebih baik dan memiliki nilai jual tinggi. Produktivitas warga pun ikut meningkat seiring bertambahnya wawasan mereka,” ungkap Nurudin yang juga kepala Dusun Nganggrung.

Ada beragam produk olahan yang dihasilkan oleh warga dari buah salak. Seperti jenang, dawet salak, gudeg salak, gethuk, geplak, bakpia, dodol, asinan, minuman sari salak, dan lainnya. Sampai saat ini, rata-rata warga bisa mengolah minimal 50-60 kilogram salak untuk dijadikan produk makanan, setiap harinya.

Berbekal kemauan masyarakat dan potensi salak yang melimpah tersebut, kemudian dibentuk desa wisata Pawon Salak. Destinasi wisata baru ini tidak hanya menawarkan beragam olahan buah salak, namun juga paket wisata homestay.

“Paket wisata homestay ini meliputi banyak kegiatan, antara lain tour petik buah salak, cara pembuatan aneka makanan berbahan baku salak, hingga outbond,” urai Nurudin.

Bedanya Pawon Salak dan desa wisata lain salah satunya adalah lokasi. Pawon Salak yang ada di Dusun Nganggrung, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung berada di lereng Gunung Merapi, atau berjarak sekitar 15 kilometer dari puncak gunung.

Hal ini yang membuat Pawon Salak memiliki hawa sejuk dan dingin. Selain itu, pemandangan hamparan perkebunan salak pondoh di antara sabodam penahan lahar dingin Gunung Merapi di sepanjang alur Sungai Bebeng juga menambah eksotis lokasi ini.

“Meski belum dikenal, namun dengan adanya Pawon Salak ini, diharapkan bisa turut membantu meningkatkan perekonomian para petani salak,” kata Nurudin. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bosan menikmati keripik pisang yang gurih polos saja? Coba tambahkan sedikit bahan lain dan bikin keripik pisang jadi camilan asyik.

Keripik pisang seperti keripik singkong, jadi makanan camilan favorit. Ini karena rasanya gurih enak dan juga harganya yang tak terlalu mahal. Di pasaran banyak versi keripik pisang, ada yang gurih dan ada juga yang manis. Bahkan keripik pisang dari Lampung dibuat dengan paduan cokelat, matcha, tiramisu hingga keju.

Kalau ingin tetap menikmati keripik pisang dengan rasa aslinya, coba siasati dengan cara sederhana ini. Siapkan keripik pisang rasa tawar atau asin secukupnya. Selanjutnya siapkan mayonnaise botolan, saus cabe botolan dan keju mozarella yang diserut kasar.

Taruh keripik pisang dalam wadah sedang hingga setengah bagian. Semprotkan mayonnaise, keju mozzarella dan saus cabe dan taburi dengan keju mozzarella. Kemudian lapisi lagi dengan kerupik pisang dan beri mayonnaise, saus cabe dan keju mozzarella.

Panggang dalam oven panas 180 C selama 5-10 menit. Atau semprot dengan blow troch hingga keju meleleh. Keripik pisang dengan lelehan keju dengan rasa pedas gurih siap dinikmati. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Ribuan wisatawan menyerbu Kampung Durian di Dusun Sembawur, Desa Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Mereka menikmati banyak durian unik dalam ‘Festival Durian Banyuwangi’.

Pantauan detikTravel, Minggu 18 Maret 2018 kemarin, banyak kendaraan dari luar Banyuwangi yang hendak menuju Songgon. Arus lalu-lintas macet. Meski harus berjalan kaki setibanya di Kampung Durian, pengunjung tetap terus berdatangan. Semua mengaku ingin mencicipi aneka durian, mulai durian merah, durian oranye, durian pelangi, termasuk durian lokal Banyuwangi yang rasanya memang khas.

“Penasaran sama durian pelangi. Pengen buktikan sendiri warna duriannya. Memang lebih mahal, tapi puas bisa menghilangkan penasaran,” kata Bayu Aji pengunjung dari Jember.

Bayu yang datang bersama keluarganya ini, sengaja datang karena menyukai durian Banyuwangi.

“Durian Banyuwangi lebih enak. Selain itu, konsep festivalnya yang di tengah kebun durian ini unik,” jelasnya.

Festival durian tersebut mendatangkan ribuan durian dari kebun yang ada di wilayah Kecamatan Songgon.

Songgon merupakan salah satu daerah penghasil durian. Di kecamatan ini terdapat 465 hektare lahan yang ditanami durian dengan puluhan ribu pohon. Khusus di Kampung Durian, terdapat sekitar 4.000 pohon durian.

“Biar orang tahu, Banyuwangi kini punya sentra durian, Kampung Durian. Tidak sekadar menghasilkan durian, namun di kampung ini pengunjung juga bisa menikmati durian di tempatnya,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Kampung durian bila ditempuh dari pusat kota Banyuwangi cukup 30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Para pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 500 meter. Di sepanjang jalan itulah, kebun durian terbentang luas. Para petani durian di sana menyediakan gubuk kayu di samping jalan tersebut. Durian disajikan langsung dari pohonnya.

“Konsep Kampung Durian ini menarik, karena wisatawan diajak ke kebunnya langsung. Mereka bebas memilih jenis durian yang mereka inginkan,” kata Anas.

Selain itu, suasana Kampung Durian yang sejuk, dengan nuansa pedesaan, wisatawan bisa menikmati durian di bawah pohon sambil menghirup udara yang segar.

Kampung Durian menyuguhkan banyak varian durian. Seperti durian kuning, pelangi, oranye, merah, bahkan ada durian bakar dan lainnya. Festival durian di Banyuwangi ini cukup istimewa.

“Bila biasanya festival durian digelar di pusat kota, duriannya yang diusung ke lokasi, namun di Banyuwangi beda. Festival duriannya justru digelar di tengah perkebunan durian,” tambah Anas. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Wisata Banyuwangi kini kian populer. Punya wisata kuliner enak sampai ekstrem, rasanya sayang untuk dilewatkan.

Tak bisa dipungkiri, Banyuwangi punya daya tarik luar biasa sehingga banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke sana. Kabupaten terluas di Jawa Timur ini punya Gunung Ijen dengan pesona blue firenya yang hanya ada dua di dunia, yaitu di Kawah Ijen dan Islandia.

Namun, tak hanya soal keindahan alam nan memukau, Banyuwangi punya banyak ragam kuliner yang layak untuk dicoba. Seperti ketika saya traveling ke Banyuwangi minggu lalu, saya menjadwalkan untuk wisata kuliner selama berada di sana.

Inilah beberapa kuliner yang saya nikmati selama pelesir di Banyuwangi:

1. Sego Tempong

Sego dalam Bahasa Jawa berarti nasi. Sedangkan Tempong berarti ditampar. Lho, kok? Jadi, sego tempong itu adalah nasi yang dicampur dengan lauk pauk dan diberi sambal pedas, yang kalau kita makan membuat kita seperti ditampar saking pedasnya.

Saya menikmati sego tempong di Rumah Makan Mbok Wah dengan lauk kepiting goreng. Kepitingnya digoreng garing, rasanya gurih dan kriuk crunchy seperti kerupuk.

Ciri khas nasi tempong yaitu dihidangkan dengan sayur mayur yang direbus dan sambal pedas yang dibuat menggunakan tomat ranti atau dikenal dengan sebutan tomat Banyuwangi.

Konon, sego tempong merupakan makanan yang dibawa petani saat ke sawah. Kini, makanan ini menjadi kuliner khas Banyuwangi yang banyak dicari wisatawan. Harga sego tempong tergantung lauk utama yang kita pilih.

2. Rujak Soto

Rujak yang dimaksud di sini bukanlah rujak buah, melainkan rujak sayuran seperti pecel. Bisa dibayangkan bagaimana rujak sayur dan soto berpadu dalam satu mangkuk? Rasanya unik! Rujak soto bisa dinikmati dengan nasi putih atau lontong. Saya memilih memadukannya dengan lontong. Cukup mengeyangkan lho, traveler.

Untuk sotonya, ada pilihan soto daging, soto babat atau campuran daging dan babat. Harganya berkisar antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000.

Rujak soto sangat populer di Banyuwangi. Hampir setiap rumah makan menawarkan menu ini, bahkan pedagang kaki lima pun banyak yang menjual rujak soto.

3. Pecel Pitik

Pecel pitik merupakan makanan khas Suku Osing di Banyuwangi. Bahan utamanya adalah suwiran daging ayam kampung muda yang sebelumnya dipanggang di perapian. Bumbunya terdiri dari campuran cabai merah, cabai rawit, terasi, daun jeruk, kemiri, gula dan kacang goreng, kemudian digiling halus dan dicampur parutan kelapa muda. Daging ayam yang telah disuwir-suwir diaduk rata dengan bumbu. Sensasi rasanya luar biasa. Harus dicoba kalau sedang ke Banyuwangi.

Biasanya menu ini disajikan hanya pada acara khusus, misalnya selamatan desa. Namun kini pecel pitik sudah tersedia di beberapa rumah makan di Banyuwangi. Saya menikmatinya di sebuah rumah makan di Desa Wisata Osing. Harga Pecel Pitik plus nasi putih sangat bervariasi di beberapa rumah makan, mulai Rp. 20.000 – Rp 30.000.

4. Botok Tawon

Botok adalah makanan khas Jawa yang awalnya terbuat dari ampas parutan kelapa yang dibumbui dan dibungkus daun pisang, kemudian dikukus hingga matang. Kini bahan utama botok lebih beraneka, salah satunya menggunakan sarang tawon.

Banyak yang belum tahu gurihnya cita rasa botok tawon ini. Banyak juga yang tidak berani mencoba karena kuliner ini berbahan baku utama sarang dan larva tawon madu. Namun, tidak semua sarang tawon bisa dijadikan botok. Umumnya sarang dari jenis tawon gula adalah pilihan terbaik karena kandungan lilinnya lebih sedikit, sehingga lebih enak dimakan.

Botok tawon diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung royal jelly. Rasa botok tawon seperti pepes jamur, gurih dan sedikit manis karena ada kandungan madunya.

Saya menikmati botok tawon di Rumah Makan Bu Misnah, di Jalan Raya Rogojampi Genteng, Banyuwangi. Rumah makan ini buka pukul 06.00 – 17.00 WIB.
Harga per bungkusnya Rp. 6.000 saja.

Menikmati botok tawon sebaiknya dengan nasi karena jika hanya makan botoknya akan terasa panas di perut.

Kalau traveler sedang ke Banyuwangi, jangan hanya eksplore wisata alamnya ya, tapi juga harus mencoba wisata kulinernya yang beraneka ragam. (***)

sumber: detik.com

Festival jengkol digelar di BTC, Bekasi.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bekasi – Festival kuliner makanan khas Indonesia, jengkol akan digelar meriah pada Jumat 23 Maret 2018 mendatang. Acara tahunan ini akan diselenggarakan di Bekasi Trade Center Mal (BTC), Kota Bekasi.

“Iya, akan digelar dua minggu kedepan selama tiga hari dari 23 Maret 2018 sampai 25 Maret 2018 Banyak sekali acaranya, yang utamanya adalah pemilihan Raja Ratu Jengkol,” ujar Ketua Panitia, Umi Kamilah melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Rabu 6 Maret 2018.

Umi mengatakan, para pecinta dan pemburu jengkol sangat pas untuk hadir dalam festival yang akan menghabiskan berkilo-kilo jengkol ini, lebih kurang sekitar 150 kilogram jengkol akan disediakan panitia. Aneka masakan jengkol pun akan menghiasi festival ini.

“Nanti akan ada steak jengkol, burger jengkol, jengkol fantasia, jengkol crispy, jengkol rawon, jengkol semur, jengkol rendang, krupuk jengkol, sumpia jengkol, cireng jengkol, bakso jengkol, liwet jengkol, nasi bakar jengkol, jengkol pepes, dan masih banyak lagi menu-menu jengkol unik lainnya,” ujar Mila.

Selain bazaar kuliner jengkol, yang utama adalah lomba Masak & Pemilihan Raja Ratu Jengkol Bekasi. Selain itu pula, akan ada bazaar multiproduk, seminar kesehatan, seminar wirausaha, demo masak olahan jengkol bersama Babeh Cook dan tentunya panggung hiburan.

“Untuk jadi Ratu Raja jengkol pendaftarannya bisa berkelompok. Raja Ratuh Jengkol dipilih berdasarkan kriteria masakan jengkol apa yang dibuat dan pasti rasanya juga diuji,” ujar Mila. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kudus – Peziarah makam Sunan Muria di Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, barangkali sudah pasti tahu tentang buah Parijoto. Buah ini dipercaya sebagai buah peninggalan Sunan Muria.

Kini buah Parijoto telah diolah jadi aneka makanan dan minuman. Di tangan pemuda bernama Triyanto, warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, buah Parijoto menjadi lebih bernilai dan bervariasi. Buah bernama latin Medinilla Speciosa itu diolahnya menjadi sirup, permen, keripik, selai, hingga roti.

Kepada Detikcom, Triyanto mengatakan ide pembuatan berdasarkan atas kesadarannya memanfaatkan peluang yang ada. Di wilayahnya tinggal, buah Parijoto sangat melimpah. Dengan lokasinya di lereng pegunungan Muria berketinggian antara 800-1200 mdpl.

Ada 3 desa di Kudus yang mempunyai lahan buah Parijoto. Di Colo ada 9 petani dengan luasan lahan sekitar 4 hektare (Ha), Desa Japan ada 5 petani dengan luas lahan sekitar 1 Ha, dan Rahtawu dengan 5 petani di luasan lahan sekitar 2 Ha.

“Sangat melimpah buahnya. Maka saya berinisiatif untuk mengolah sumber alam itu untuk aneka makanan dan minuman dari bahan parijoto,” kata Triyanto, Rabu 7 maret 2018

Dia berhasil mengolah buah parijoto mulai 2015 lalu. Yang pertama dibuatnya adalah sirup. Tujuannya memudahkan konsumen, terutama peziarah, membawanya sebagai buah tangan. Bahkan, mereka akan lebih tertarik dalam mengonsumsinya.

Selain juga, lanjut pria kelahiran 1984 ini, dengan beragamnya olahan dari buah parijoto, sama saja memberi semangat petani Parijoto untuk tetap menanamnya. Sebab mereka akan bersemangat merawat dan memperluas lahan tanaman Parijoto.

Tidak hanya itu, adanya pengolahan buah Parijoto, juga menambah lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Dia mencontohkan, untuk tenaga pemasaran sendiri mencapai sekitar 75 reseller.

“Untuk sirupnya, dibuat dari bahan alami buah Parijoto. Tanpa bahan pengawet. Serta bisa bertahan lebih dari 6 bulan,” terangnya.

Triyanto mengatakan proses pembuatannya tak rumit. Dimulai dengan pemilihan buah yakni memisahkan buah dengan tangkainya.

Kemudian, buah dicuci sampai bersih, kemudian buah digiling. Proses selanjutnya, buah diperas dan diambil sarinya. Serta masuk ke proses pengolahan, berlanjut pada proses pengolahan.

Untuk pemasarannya, saat ini selain didistribusikan ke sejumlah gerai oleh-oleh, juga dia aktif mengikuti pameran produk makanan dan minuman di sejumlah kota.

“Juga dipasarkan lewat media sosial Instagram,” ungkapnya.

Sekilas tentang mitos yang berkembang, buah yang dipercaya merupakan peninggalan zaman Sunan Muria mempunyai beragam khasiat. Yakni mendatangkan keturunan serta melancarkan proses kehamilan dan kelahiran. Konon ibu hamil yang memakan buah parijoto, si anak akan rupawan.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh – Warung kopi Solong di Aceh populer di kalangan wisatawan. Kamu penggemar kopi mesti mampir ke sini kalau liburan ke Aceh.

Sensasi ngopi di Aceh memang beda! Di Nusantara banyak daerah penghasil kopi namun nikmat dan cita rasanya beda-beda! Di Aceh terkenal dengan kopi Gayonya, kopi yang berasal dari daratan tinggi pegunungan Gayo.

Selain itu ada juga kopi yang di tanam di kawasan Aceh lainnya seperti di Kawasan Aceh Jaya, Aceh Barat maupun di Kawasan Pidie.

Cerita kopi traveler yang berkunjung ke Aceh pastinya akan membawa buah tangan atau oleh-oleh kopi yang di sediakan di gerai souvenir di beberapa lokasi di Aceh.

Di Banda Aceh banyak warung kopi yang selalu ramai di kunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan lokal dan mancanegara.

Ada satu warung yang sudah fenomenal dan menjadi salah satu destinasi ngopi di Banda Aceh yang lokasinya di kawasan Kecamatan Ulee Kareng, namanya warung kopi Solong.

Bersama rekan kerja setelah beraktivitas kami menyempatkan merasakan nikmatnya kopi khas Aceh yang di sajikan dengan gula aren sebagai pemanisnya! Sangat berasa nikmat.

Kopi yang disajikan di warung ini diolah sendiri oleh pemiliknya dan diseduh dan melalui saring sehingga saat kita mencicipi biji kopinya tidak muncul lagi di gelas, bisa dikatakan kopi saring!

Namun jika kamu yang suka kopi espresso, di sini juga tersedia untuk bisa dicoba! Yang pasti cita rasanya juga pasti beda dengan kopi seduh seperti biasanya. (***)

sumber: detik.com