PANORAMA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Traveler harap waspada jika mau liburan ke wilayah pantai selatan Pulau Jawa sampai ke NTT. Menurut BMKG, sedang ada gelombang tinggi!

Baru-baru ini, heboh di sosial media video traveler yang kemping di pantai di kawasan Gunungkidul, DI Yogyakarta terhempas ombak yang kencang. Sampai-sampai tendanya rusak, untungnya tidak ada korban jiwa.

Menurut Kepala Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo, wilayah di bagian selatan Indonesia dari Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Pulau Jawa sampai NTT sedang dilanda gelombang tinggi. Gelombangnya bisa mencapai 3-5 meter.

“Kalau kita lihat prediksi gelombang di pantai selatan Jawa memang ada potensi gelombang tinggi. Tidak hanya di selatan Jawa saja, hampir memanjang dari Aceh, Sumatera Barat sampai ke NTT,” katanya kepada detikTravel, Kamis, 19 jULI 2018.

“Beberapa laporan dari BMKG di tiap daerah, sudah terjadi kecelakaan,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan, BMKG di tiap daerah sudah memberikan peringatan kepada masyarakat. Lantas, dari mana gelombang tinggi itu terjadi?

“Adanya hembusan angin yang tidak terlalu kuat tapi konsisten arah dan kecepatannya sehingga menimbulkan gelombang yang tingi. Nelayan dengan perahu kecil, kami imbau untuk tidak berlayar dulu,” paparnya.

“Gelombang tinggi yang menempa sampai pesisir pantai ini kita prediksikan sampai 4 hari ke depan,” tutup Mulyono. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Hokkaido – Berlibur ke Hokkaido, Jepang tapi nggak usah keluar uang lagi, bisa kok. Ada resor dengan semua biaya all in.

Kalau bepergian ke luar negeri tentu salah satu hal terpenting yang harus kita siapkan adalah uang. Apalagi kalau tujuannya liburan. Pastinya kita tidak ingin terlantar saat sedang menikmati liburan.

Tapi ada caranya untuk liburan tanpa harus membawa uang banyak saat pergi ke Hokkaido, Jepang. Dengan menginap di Club Med Tomamu Hokkaido, kita hanya tinggal duduk manis karena harga per malamnya sudah termasuk semua paket liburan, penginapan, makan, dan transportasi yang ditawarkan.

Pergi ke Hokkaido pun tidak hanya musim salju saja. Saat musim panas pun kita bisa menikmati berbagai aktivitas.

Club Med Tomamu misalnya, menawarkan kegiatan seperti bersepeda, barbeque, piknik ala orang Prancis dengan pemandangan gunung, melihat lautan awan, hingga mengunjungi salah satu kolam renang indoor terbesar di Jepang.

“Iya betul bisa dibilang nggak usah bawa uang karena memang kita sudah inclusive. Makan pun kapan saja tersedia, nggak perlu repot cari makan di luar dan yang terpenting nggak dikenakan biaya,” jelas Marketing & Sales Support Executive Club Med Indonesia, Melly Dentinarahmi di Tomamu.

detikTravel pun sempat merasakannya saat diundang Club Med Tomamu dan Japan Airlines dalam Worldwide Event Club Med Tomamu Summer Season Opening, bersama pula dengan dua d’Traveler yang beruntung memenangkan kompetisi Libur Lebaran ke Hokkaido gratis, yaitu Martha Simandjuntak dan Wahyu Pradana Wahyono.

Kami hanya tinggal duduk manis saja dan juga diajak melakukan banyak kegiatan seru. Kala lapar di sore hari, tak perlu bingung di mana mencari makan, hanya tinggal datang ke restoran saja, makanan dan minuman pun telah tersedia.

Berlibur di Hokkaido ini juga rasanya masih mirip dengan liburan di Tanah Air. Sebabnya, banyak juga lho orang Indonesia yang bekerja di Club Med Tomamu. Di Tomamu saja ada sekitar 41 orang Indonesia yang bekerja.

Jadi jangan heran kalau tiba-tiba ada yang menyapa traveler dengan bahasa Indonesia seperti ‘Apa Kabar?’, ‘Terima kasih’, hingga ‘Selamat makan’. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gede Bage Kota Bandung baru dilakukan peletakan batu pertama. Direncanakan pada 2019, masjid Al Jabbar ini sudah bisa digunakan oleh 93.000 jemaah.

Masjid ini akan menjadi salah satu masjid unik di Jawa Barat karena berada di atas Danau Retensi. Nantinya, masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga menjadi tempat edukasi karena di dalamnya akan dibangun museum sejarah nabi dan sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan Jawa Barat.

Dibangun di atas lahan seluas 21 hektar. Dari luas tersebut, 10 hektare lahan diantaranya memiliki kedalaman 3 meter sebagai danau penampung air yang telah disetujui BBWS dan pemerintah pusat. Sisanya, seluas 11 hektare untuk masjid dan segala kelengkapannya.

Ukuran masjidnya 99×99, yang menyimbolkan jumlah Asmaul Husna. Akan ada empat menara yang dibangun, tiga diantaranya bertinggi 33 meter. Angka 33 menggambarkan rangkaian wirid tasbih 33, hamdalah 33, dan takbir 33. Jadi 33 dikali 3 menara itu 99. Itu jumlah asmaul husna.

Dalam sebuah hadits, “Barangsiapa yang membangun masjid di dunia, maka akan dibangunkan semisalnya di akhirat,” ( HR. Bukhari Muslim)

Semoga semua pihak yang turut dalam pembangunan Masjid Al Jabbar ini, mulai yang memberi ide, yang menganggarkan, yang menjadi kontraktor, yang menyediakan pasir, serta siapapun yang terlibat, masuk kategori membangun masjid, sehingga dibangunkan oleh Allah SWT sebuah rumah di surga kelak, aamiin(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Waduk pluit terus dipercantik, pengerukan waduk Pluit di sisi barat masih dilakukan untuk pengembangan potensi wisata air.

Pengerukan dilakukan sedalam 10 meter, namun saat ini sisi barat waduk baru dikeruk sedalam 3 meter.

Dengan dikeruk, warga dapat memanfaatkan secara maksimal wisata air di Waduk Pluit dengan menggunakan perahu.

Wisata air, melengkapi berbagai fasilitas yang sudah dimiliki di Taman Waduk Pluit, seperti lapangan olahraga dan tempat pertunjukan.

Debit air di waduk juga terus dijaga dengan level, selalu minus 180 cm di bawah permukaan laut karena selain bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata, Waduk Pluit juga menjadi pintu terakhir dari penampungan air apabila Jakarta banjir. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Adanya tragedi bom di Surabaya dua hari terakhir. Kondisi itu tak berdampak signifikan pada kunjungan ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Jumlah wisatawan yang berkunjung di candi Buddha terbesar di dunia tersebut hari ini terbilang besar. Jumlahnya mencapai angka lebih dari 6 ribu wisatawan.

“Kunjungan wisatawan masih normal seperti biasa, tidak terpengaruh dengan adanya kejadian bom di Surabaya,” jelas General Manager Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), I Gusti Putu Ngurah Sedana, di Kantor TWCB, Senin 14 mei 2018.

“Berdasarkan data yang ada, per pukul 13.00 WIB tadi, jumlah kunjungan sudah mencapai 6000 orang dengan 314 diantaranya adalah wisatawan mancanegara. Jumlah itu masih terus bertambah sampai nanti sore,” ungkap Putu.

Meski tidak terdampak, ada peningkatan pengamanan di Candi Borobudur. Sedikitnya ada 150 orang personel keamanan yang dikerahkan untuk mengamankan Candi Borobudur.

“Jumlah tersebut kita sebar di berbagai titik di Candi Borobudur. Pengamanan yang dilakukan terbuka maupun tertutup dengan kerjasama instansi samping, seperti polisi dan TNI,” jelasnya.

Selain menambah jumlah personel keamanan, pihak TWCB juga mengintensifkan patroli keamanan. Jika sebelumnya patroli dilakukan setiap beberapa jam sekali, untuk saat ini lebih digiatkan setiap setengah jam sekali.

“Memang ada beberapa titik yang menjadi kewaspadaan bersama, terutama di pagar dekat kandang gajah. Beberapa hari yang lalu kita mendapati pengunjung melompati pagar lewat titik tersebut dan langsung kita proses. Kita mengantisipasi hal serupa dengan menempatkan petugas di sana,” terangnya.

“Kita minta para pedagang juga ikut mencermati, jika ada orang atau pengunjung yang mencurigakan agar segera melapor ke pihak keamanan. Termasuk kalau ada pengunjung yang membawa barang mencurigakan, pihak keamanan akan langsung mengawasi,” tandasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru jadi destinasi populer untuk menikmati alam. Salah satu spot terbaiknya adalah Bukit Teletubbies yang selalu bikin rindu.

Kalau masih ingat serial TV anak-anak Teletubbies, nah kurang lebih seperti itulah bukit-bukit kecil dengan hamparan rumput yang hijau. Bisa untuk lari-larian seperti di kartun Teletubbies.

Wisatawan juga sering menyebut dengan Padang Savana yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini wajib dikunjungi.

Bak petualang sejati, naik turun jalanan yang terjal bukanlah rintangan. Kendaraan jeep yang kami pakai meluncur menuju Bukit Teletubbies. Setelah berpacu melintasi lautan pasir yang tak ada duanya ini, tibalah di padang rumput serta bukit-bukit cantik yang memanjakan mata.

Waktu paling tepat untuk mengunjungi bukit ini adalah pagi hari agar udara masih terasa sejuk. Selain itu, sebaiknya berkunjunglah saat peralihan musim hujan ke kemarau, di mana rumput-rumput sedang tumbuh subur.

Karena apabila musim kemarau rumputnya mengering. Tempat ini juga aman dijadikan untuk berlibur bersama keluarga.

Untuk menuju lokasi ini tentunya dapat menggunakan jeep yang dapat disewa di kawasan wisata Bromo dengan harga yang variatif. Selain jeep bisa juga dengan sepeda motor.

Jangan lupa membawa air minum yang cukup dan membawa masker saat melintasi lautan pasir. Selamat bertualang! (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Festival Bau Nyale di Lombok selalu jadi daya tarik. Punya acara berburu cacing yang khas, musik dan permainan tradisional, begini serunya acara adat Lombok.

Festival Bau Nyale adalah Festival Tahunan yang di adakan tiap tahun di Pantai Kuta Mandalika, Lombok. Puncaknya festival Bau Nyale ini di adakan biasanya di bulan Januari sampai Februari. Adapun festival tahunan ini adalah Surfing contest,presean, music Jazz, dan puncak Bau Nyale.

Kita bisa menikmati dibukit merese sambil menikmati sunset ditemani es kelapa muda. Tentu saja acara ini banyak turis mancanegara yang suka surfing. Surfing contest biasanya di selenggarakan di Pantai Seger.

Saya sendiri paling favorit nonton Presean sambil menikmati kacang. Yang bikin ketagihan adalah seni bela diri tersebut dengan menggunak stick yang terbuat dari rotan. Acara ini sendiri hampir setiap sore pukul 14.00 WITA sampai maghrib.

Petarungan ini di dilakukan antar kecamatan area Lombok. Bagi setiap anggota badan yang berdarah atau pun banyak bekas pukulan stick rotan maka dianggap kalah.

Uniknya dari bela diri ini juga hadir musik khas Presean. Alat traditional yang berjumlahkan enam orang seperti layaknya musik khas bali dan tarian khas presean antara kedua pemain dan wasit.

Music Jazz biasanya di selenggarakan malam hari H-1 sebelum puncaknya bau nyale. Penonton dipersilakan untuk ikut menari bahkan ikutan nyawer, agar acara semakin meriah.

Puncak dari Bau Nyale sendiri adalah diselenggarakan dini hari. Seluruh masyarakat dilombok pun ikut meramaikan acara inti tersebut.

Pada dini hari masyarakat berbondong-bondong mencari cacing yang berwarna merah kehijauan di Pantai Mandalika. Selanjutnya adalh pemilihan Putri Mandalika yang dikhususkan bagi gadis suku sasak. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Carstensz adalah puncak tertinggi Indonesia di Papua, satu dari Seven Summit dunia. Inilah Maximus Tipagau, putra asli Papua yang akan membawa kamu ke sana.

Carstensz Pyramid atau yang biasa disebut Puncak Carstensz berada pada ketinggian 4.884 mdpl. Lokasinya berada di rangkaian Pegunungan Tengah, Papua. Carstensz pun masuk dalam daftar 7 puncak tertinggi di 7 benua alias Seven Summit.

Puncak Carstensz Pyramid (Istimewa)

Namun menuju ke Puncak Carstensz bukanlah barang mudah. Puncak yang sering dihujani salju ini adanya di lokasi yang sulit terjamah, butuh 7 hari jalan kaki dari Desa Ugimba di Kabupaten Intan Jaya menembus hutan rimba yang tidak dihuni manusia.

Untuk menuju ke Puncak Carstensz, hanya ada beberapa operator pendakian saja. Salah satu operator pendakiannya ternyata ada yang dibuat oleh putra Papua asli yaitu Adventure Carstensz, oleh Maximus Tipagau.

Perjalanan pendakian ke Puncak Carstensz (Istimewa)

“Saya mendirikan Adventure Carstensz di tahun 2004. Awalnya, saya suka foto-foto di sekitar Puncak Carstensz dan banyak teman saya yang suka dan memotivasi untuk membuat operator pendakian ke sana. Ah, benar juga,” kata Maximus memulai perbincangan kepada detikTravel di salah satu restoran di Jakarta Pusat, Kamis 10 November 2016

Di tahun yang sama, Maximus masih bekerja di PT Freeport. Kemudian dia mengumpulkan modal untuk membuat operator pendakian yang akhirnya diberi nama Adventure Carstensz.

Maximus membuka memorinya, mengingat masa kecilnya. Siapa sangka, umur 6 tahun dia sudah mendaki sampai ke kaki Puncak Carstensz bersama bapaknya.

“Saya dulu cuma pakai koteka sampai ke kaki Puncak Carstensz bersama bapak saya untuk berburu. Sekarang mana berani kalau cuma pakai koteka,” ucapnya sembari tertawa.

Motivasi untuk mendirikan Adventure Carstensz rupanya juga berasal dari dirinya sendiri. Karena dia pikir, pariwisata adalah salah satu cara untuk menyejahterakan masyarakat di Desa Ugimba dan sekitarnya.

“Pariwisata itu mendatangkan uang. Saya bisa memperkerjakan orang-orang Ugimba menjadi porter. Mereka juga bisa berjualan suvenir, menjadi pemandu dan lain-lain. Pendaki yang datang membawa uang dan uangnya itu akan langsung dirasakan oleh kami sendiri,” paparnya.

Porter sebagai pengangkut barang pendaki (Istimewa)

Selain modal untuk mendirikan Adventure Carstensz, Maximus turut mengajak orang-orang Ugimba untuk sadar wisata. Status dirinya sebagai anak panglima perang Suku Moni yang mendiami Desa Ugimba memudahkan jalannya. Orang-orang setempat diberi pelatihan untuk melayani pendaki dan wisatawan.

Hingga kini, Adventure Carstensz sudah membawa sekitar 200 pendaki per tahun ke Puncak Carstensz. Hampir 80 persen pendaki berasal dari luar negeri seperti dari AS, Australia, Inggris, Belanda, Prancis hingga China.

“Biayanya USD 10.000 untuk pendaki mancanegara dan Rp 50 juta untuk pendaki dalam negeri. Khusus dalam negeri saya kasih harga murah, walau harga segitu tetap saja dinilai mahal. Tapi mau bagaimana lagi, masa orang Indonesia sendiri tidak bisa menikmati Carstensz,” urainya.

Harga pendakian tersebut belum termasuk tiket pesawat ke Timika. Harganya sudah termasuk biaya porter Rp 7 juta per hari, makanan selama pendakian, pemandu dan lain-lain. Bagi yang berminat, silakan kunjungi langsung website Adventure Carstensz.

Apa yang Maximus lakukan, patut diacungi jempol. Dengan keringat dan isi dompet pribadi, dia membangun pariwisata di Desa Ugimba. Dia juga yang memudahkan jalan pendaki untuk menuju Puncak Carstensz. Baginya, lebih baik dia sendiri yang turun tangan daripada harus terus menunggu bantuan pemerintah.

Kalau bukan orang Papua sendiri, maka siapa lagi yang memajukan pariwisata Papua. Tidak terasa, dari pedalaman rimba Papua, Maximus kini bekerja di Istana Kepresidenan untuk membantu Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden untuk masalah Papua. Meski begitu, promosi pariwisata Papua tidak dia tinggalkan.

“Belum ada perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata. Puncak Carstensz itu salah satu Seven Summit dunia, ada salju tropis di sana. Ini keajaiban dunia, maka jangan sampai disia-siakan. Aneh kan, kalau Kementerian Pariwisata tidak melirik Puncak Carstensz,” tutup Maximus yang juga baru menerbitkan buku ‘Maximus & Gladiator Papua’. (***)

sumber: detik.com

Gagasan itu berangkat dari rasa keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Babel.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berbenah dalam memajukan industri pariwisata guna mewujudkan wilayah itu sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru” Indonesia. Untuk mempercepat hal itu, diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Babel ikut mendukung gerakan percepatan mewujudkan wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru di Indonesia. Dukungan itu, misalnya, dengan menyambut baik rencana lima investor asing yang siap berinvestasi di Pulau Belitung senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,5 triliun.

“Saya bersyukur Pak Gubernur Erzaldi Rosman Djohan adalah sosok yang punya visi baik tentang pariwisata sehingga dengan adanya investasi itu Babel sebagai Maldives Island (Maldives) atau Maladewa-nya Indonesia bisa segera terwujud,” kata Ketua Kadin Babel, Thomas Jusman dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis 1 Maret 2018.

Selain dikenal keindahan alamnya, menurut Thomas, Babel juga populer karena keharmonisan kehidupan masyarakatnya, terutama antarumat beragama. Nyaris tidak ada sekat-sekat dalam kehidupan masyarakat antargolongan maupun antarumat beragama. Thomas bercerita, selain keindahan pantainya, para pengunjung juga bisa merasakan wisata religi dan wisata sejarah di wilayah itu.

Untuk wisata religi, misalnya, setidaknya ada tujuh lokasi yang bisa dikunjungi wisatawan yang antara lain Goa Maria Pelindung Segala Bangka, Belinyu, Keuskupan Yong Fo dan Goa Maria, Puri Tri Agung, Kelenteng Kwan Tie Miaw dan Masjid Kayu. Sedangkan untuk wisata sejarah, pengunjung bisa melihat-lihat tempat pengasingan para pendiri bangsa seperti pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta di Bukit Menumbing, Muntok, Bangka.

Selain itu, Thomas bersama teman-temannya berencana membangun wisata religi ikonik seluas sekitar lima hektare di daerah Sungailiat. Gagasan itu berangkat dari rasa keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Babel. Konsepnya kelak 70 persen untuk publik dan 30 persen untuk religinya.

Bangunannya pun diupayakan tetap tidak merusak lingkungan dengan kata lain mempertahankan keaslian alamnya. “Sebagai wujud cinta pada Tuhan adalah mencintai lingkungan dan alamnya. Juga mencintai sesama umat manusia. Kami menamainya ‘Taman Bintang Samudera’. Proyeknya sekitar Rp 200 miliar,” kata Thomas.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi pada Senin 26 Februari 2018 lalu menerima kunjungan lima investor asing yang berencana berinvestasi di Pulau Belitung. Erzaldi menyambut baik rencana kelima pengusaha yang terdiri atas Greaves dari Kanada, Ameenulahu Bin Abu Hameed dari Malaysia, Nazarisham Bin Muhamed Isa dari Singapura, Sinpraseuth Robert dari Australia dan Subramani dari India. Kehadiran mereka juga ditemani oleh Edi Kodri, salah seorang tokoh masyarakat dan pengusaha asal Belitung

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat saban tahun. Pada 2017, misalnya, mencapai 367.084 atau naik sekitar 21,72 persen dibandingkan 2016 yang mencapai 359.901. Pemprov Babel juga optimistis target wisatawan asing sekitar 500 ribu orang akan tercapai pada 2019. Selama ini, jumlah turis asing yang berkunjung ke Babel mencapai 6.000 hingga 7.000 orang per tahun. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Badung – Misteri 2 pesawat Boeing 737 misterius di Bali mulai terkuak. Rupanya mau jadi tempat hiburan malam dan restoran. Tapi bagaimana pesawat-pesawat itu dibawa ke sana?

“Banyak turis-turis asing yang tanya ke saya, bagaimana bisa ada pesawat di pinggir jalan dekat Pantai Pandawa dan di sini?” kata mandor proyek kedua pesawat, Hendrikus Nou kepada detikcom di Jl By Pass Ngurah Rai, Kedonganan, Badung, Bali, Sabtu 24 Februari 2018

Pesawat misterius pertama adalah 737-400 di Kedonganan yang segera menjadi restoran dan hiburan keluarga. Pesawat misterius kedua adalah 737-200 yang terparkir di dekat tebing di Jl Raya Nusa Dua Selatan, Kutuh, Badung, Bali, atau dekat Pantai Pandawa.

“Nah itu kan waktu beli dan mau dibawa ke Bali dipotong-potong dulu, lalu dibawa menggunakan truk tronton ke sini, kemudian dirakit kembali,” ujar Hendrikus menjawab misteri selama ini.

Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya dan dekat destinasi wisata populer itu memang sengaja dipilih. Terbukti, dengan teronggoknya dua burung besi ini selama 4 tahun di Kedonganan dan 3 tahun di Kutuh, karena pengurusan izin, telah mencuri perhatian wisatawan mancanegara dan domestik.

“Kita pilih lokasi di perbukitan dekat Pantai Pandawa dan di sini memang idenya seperti itu. Parkir pesawat di tempat tidak biasa, ide kreatifnya seperti itu,” ucap pria yang ramah senyum itu.

Hendrikus juga menjelaskan pesawat yang berada di Kedonganan akan menjadi restoran dengan menu special di kuliner Eropa yang lengkap dengan fasilitas simulasi pesawat. Sementara pesawat di Kutuh akan menjadi bar atau diskotek namun izinnya masih dalam proses.

“Untuk restoran nanti spesialis di makanan khas Eropa, lalu ada fasilitas flight simulator. Jadi kaca-kaca kokpit akan diganti layar simulasi. Pendingin udara juga akan dipasang untuk kenyamanan pengunjung,” ungkap Hendrikus. (***)

sumber: detik.com

PANORAMA

Jumat | 23 Februari 2018 | 16:53

Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

MEDIAKEPRI.CO.ID – Weekend di Semarang jangan lewatkan destinasi ini. Lawang Sewu namanya, gedung bersejarah sejak zaman Belanda yang punya beragam cerita.

Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah yang terletak di bundaran Tugu Muda. Dulunya, Lawang sewu digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Kota Semarang tidak bisa dilepaskan dari bangunan bernama Lawang Sewu. Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah yang terletak di bundaran Tugu Muda. Dulunya, Lawang sewu digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang, biasanya tidak akan melewatkan bangunan ini. Dinamakan Lawang Sewu karena bangunan ini memiliki pintu yang sangat banyak meskipun jumlahnya tidak sampai seribu. Selain itu, bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar sehingga masyarakat menganggapnya seperti pintu (lawang).

Bangunan dua lantai ini dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Sudah cukup tua ya.

Kini, Lawang Sewu telah dikonservasi dan direvitalisasi oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Lawang Sewu dulu juga menjadi saksi sejarah saat para pahlawan bertempur mengusir tentara Jepang yang berkuasa. Karena itu, di Lawang Sewu, bisa ditemukan ruang penjara berdiri dan jongkok.

Ruang Penjara Berdiri dulunya merupakan tempat menampung para tahanan yang di masukkan dalam kondisi berdesak-desakkan dan tragis. Sedangkan penjara jongkok merupakan ruang tahanan yang sangat sempit, dengan tinggi hanya 1,5 m.

Di bagian tengah Lawang Sewu terdapat sebuah lapangan yang cukup besar dengan pepohonan di sisi dan tengahnya. Saat saya berkunjung kesana, di dalam taman di bagian tengah Lawang Sewu, terdapat beberapa orang seniman yang memamerkan kebolehannya bermusik sehingga pengunjung pun terhibur dengan musik yang diperdengarkan.

Pengunjung Lawang Sewu tidak hanya di siang hari, namun malam hari juga banyak peminatnya. Karena itu, Lawang Sewu dibuka setiap hari dari pukul 07.00 pagi hingga 21.00 malam. Jadi, kita punya banyak pilihan waktu jika berkunjung ke tempat ini. Harga tiketnya pun murah, Rp 10.000 rupiah untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Jadi tunggu apa lagi, ayo kita berwisata sejarah ke Lawang Sewu. (***)

sumber: detik.com

PANORAMA

Kamis | 24 Agustus 2017 | 14:41

Arab Saudi garap Laut Merah jadi Destinasi Wisata mewah

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kerajaan Arab Saudi akan mengubah 50 pulau dan beberapa kawasan di Laut Merah menjadi resor wisata mewah.

Rencana yang diumumkan di Riyadh, hari Selasa (01/08), tersebut merupakan bagian dari upaya Saudi menambah penerimaan negara dari luar minyak dan gas di tengah lesunya harga energi.

Wisata mewah ini mencakup area sepanjang 180 kilometer di pantai Saudi bagian barat, mulai dari Umm Lajj hingga Al-Wajh. Pendanaan proyek ini awalnya akan disediakan oleh Dana Investasi Publik (Public Investment Fund) sebelum pemerintah membuka pintu bagi para investor internasional, kata kantor berita resmi Saudi, SPA.

Konstruksi akan dimulai pada kuartal ketiga 2019 dengan memperluas bandara domestik dan membangun sejumlah hotel mewah, yang diharapkan selesai pada kuartal ketiga 2022.

Pemerintah Saudi berharap makin banyak wisatawan domestik yang memilih berlibur di dalam negeri dengan menyediakan pusat-pusat rekreasi baru yang selesai dibangun sebelum 2020.

Tidak diketahui secara pasti jumlah wisatawan Saudi yang berlibur ke luar negeri, namun diperkirakan banyak di antaranya yang memilih Eropa atau kawasan Amerika Utara. Mereka antara lain dikenal banyak mengeluarkan uang ketika berada di negara-negara tersebut.

Menggenjot penerimaan dari sektor pariwisata adalah bagian dari Visi 2030 -yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman- yang memiliki tujuan utama mengurangi ketergantungan dari penerimaan minyak dan gas.(***)