RAUN WAK

RAUN WAK

Sabtu | 06 April 2019 | 11:42

Pesona Tak Terbatas Desa Serantas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kepulauan Natuna memang tak pernah ada habisnya, menyuguhkan keindahan alam yang masih alami dan mempesona mata di seluruh penjurunya.

Sebut saja salah satunya, Desa Serantas, Kecamatan Pulau tiga, memang nama desa ini belum se-familiar destinasi wisata lain di kepulauan Natuna.

Namun, pesona alam di desa yang terletak di belakang pulau Sabang Mawang ini, “tak terbatas” untuk dinikmati pesona Alamnya.

Untuk mengakses Desa Serantas, hanya ada satu moda transportasi yakni menggunakan pompong(kapal kayu-red), dari pelabuhan Selat Lampa.

Kurang lebih dari pelabuhan Selat Lampa ke Desa Serantas akan memakan waktu satu setengah jam.

Istimewa

Perjalanan jauh tersebutpun akan terbayar, setelah menginjakan kaki di Desa Serantas, pesona Alam sekitar menyambut hangat menampilkan ciptaan Tuhan yang luar biasa indah.

Birunya air laut yang belum tercemari limbah, dan hiasan warna warni terumbu karang, seakan memanggil diri kita untuk segera menyelaminya.

Laut dan terumbu karang, bukan satu-satunya daya tarik Desa Serantas. Di sini juga terdapat Goa yang diberi nama masyarakat setempat dengan nama “Lubong Antu” alias goa hantu. Dan masih ada lagi beberapa peninggalan sejarah Jepang yang masih tersisa di Desa Serantas.

Hasbullah, masyarakat desa Serantas mengatakan saat ini desa serantas belum diketahui banyak orang. Namun, jika sudah berkunjung ke desa serantas, mereka akan memuji keindahan alamnya.

“Sekarang ini memang sangat jarang dibicarakan tentang keindahan alam didesa serantas ini, tapi kalau wisata sudah berkunjung kedesa ini, kita yakin mereka akan memuji keindahan alamnya,”ucap Hasbullah.

Lanjutnya, lihat saja keindahan lautnya masih murni dan bersih belum terkotori, terumbu karang pun masih sangat cantik.

Dikatakan Hasbullah, secapatnya tim dari TV Swasta akan berkunjung kedesa serantas untuk pengambilan gambar di Pulau Genting dan Gua Hantu.

Masyarakat Desa Serantas berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mempromosikan wisata yang ada di desa tersebut. Dengan banyak yang berkunjung, maka akan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal, sehingga akan menambah pendapatan Desa.

“Kita berharap adanya perhatian dari pemerintah dan untuk masyarakat setempat mari bersama-sama kita jaga keindahan desa kita ini, semoga kedepan desa kita ini banyak dikenal dan dikunjungi banyak wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing,”harapnya. (alfian)

rumah bagonjong

RAUN WAK

Rabu | 30 Januari 2019 | 18:21

Melancong ke Rumah Bagonjong di Negeri Sembilan, Malaysia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malaysia – Negeri Sembilan merupakan negara bagian Malaysia dengan ibukota Seremban. Negeri Sembilan memiliki talian sejarah dengan Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia. Budaya dan kesenian, serta kekerabatan dalam kehidupan sosial masyarakatnya memiliki kesamaan dengan budaya Minangkabau.

Salah satu ciri khas yang langsung terlihat saat berkunjung ke Negeri Sembilan adalah bentuk bangunan kantor pemerintah dan instansi swasta, memiliki gonjong pada atapnya. Seperti bentuk bangunan yang ada di Sumatera Barat.

Wisatawan yang hendak ke Negeri Sembilan bisa menggunakan KTM Komuter dari Stasiun Bandar Tasik Selatan yang berada bersebelahan dengan terminal bus Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Wisatawan boleh berjalan kaki menyeberang ke stasiun KTM Komuter melintasi jembatan penyeberangan dan menuruni tangga. Untuk sampai ke stasiun Seremban, wisatawan dapat membeli tiket KTM Komuter seharga sekitar RM8.

Menurut sejarah yang tertulis di Muzium Negeri di Kota Seremban, orang Minangkabau dari Kerajaan Pagaruyung datang ke Negeri Sembilan pada awal abad 14 Masehi. Masuk melalui Melaka terus ke Renbau, salah satu kota di Negeri Sembilan.

Gapura menuju kawasan Kuala Pilah, Negeri Sembilan

Orang Minangkabau dikenal bertamadun, sehingga dapat mengambil hati penduduk setempat atau disebut Orang Asli. Seiring perjalanan waktu, kemudian berlakulah perkawinan antara orang Minangkabau dengan penduduk asli dan keturunan mereka dinamakan suku Biduanda, sebagai pewaris asal Negeri Sembilan.

Pemerintahan kerajaan di Negeri Sembilan dimulai saat Raja Melewar dating dari Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau pada tahun 1773. Kehadirannya dijemput oleh pembesar negeri untuk menjalankan pemerintahan di Negeri Sembilan.

Bentuk bangunan Muzium Negeri memiliki kesamaan dengan Rumah Bagonjong Minangkabau di Sumatera Barat. Museum ini terdiri dari tiga bahagian, yakni Istana Ampang Tinggi, Teratak Perpatih yang mempamerkan artifak dan info sejarah dan Rumah Negeri Sembilan, yang memiliki informasi mengenai bangunan dan budaya masyarakat Negeri Sembilan pada masa silam.

Muzium Negeri berlokasi di Jalan Sungai Ujong, Seremban. Wisatawan boleh berkunjung pada hari Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu pukul 10.00 hingga pukul 18.00 dan Kamis pukul 8.15 hingga pukul 13.00, sedangkan Jumat pukul 10.00 hingga pukul 12.15, kemudian buka kembali pukul 14.45 hingga pukul 18.00.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke museum ini bisa menggunakan taksi online dari terminal bus Seremban dengan tarif sekitar RM9 dan waktu tempuh sekitar 10 menit. Di komplek museum ini wisatwan tidak hanya dapat mengetahui sejarah, melainkan juga dapat berbelanja oleh-oleh berupa cokelat dengan cita rasa spesial, yang tersedia di toko oleh-oleh di depan museum.

Setelah mengetahui sejarah di Muzeum Negeri, wisatwan boleh melanjutkan perjalanan ke Muzium Diraja Seri Menanti, yang terletak di Kompleks Istana Sri Menanti, Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia.

Untuk sampai ke lokasi, wisatawan boleh menggunakan bus umum dari terminal Seremban atau bisa juga menggunakan taksi online. Waktu tempuh sekitar setengah jam, melintasi kawasan perbukitan yang sejuk dan kawasan lapangan golf.

Wisma Negeri di Seremban, desain banguan atap bagojong.

Bentuk bangunan Muzium Diraja Seri Menanti unik dan klasik. Dibangun sejak tahun 1902, jauh sebelum Malayasia merdeka. Ketika wisatawan masuk ke dalam akan merasakan suasana seperti berada pada zaman dahulu. Karena semua interiot istana ini dtata seperti pada zamannya. Bangunan istana ini terbagi empat, yaitu Balai Rong Seri merupakan tempat tahta raja, Balai Raja Muda, Bilik Beradu dan Ruang Santapan. Pada setiap sisi ruangan wisatawan dapat melihat berbagai lukisan berkaitan dengan kerajaan.

Bagi wisatawan yang ingin stay di Seremban, banyak pilihan hotel dan penginapan dengan harga mulai dari RM80 per malam. Selain melihat suasana Kota Seremban dengan atatp bangunan seperti rumah adat di Sumatera Barat, wisatawan juga boleh menikmati suasana kota dengan aneka kuliner khas Negeri Sembilan.

Di kota ini juga terdapat Masjid Negeri Sembilan, yang dibangun sejak 1966. Masjid ini berada di Jalan Dato’ Hamzah, Negeri Sembilan.

Bangunannya memiliki sembilan tiang, sembilan anjung tambahan, dan sembilan ruang yang mencerminkan sembilan daerah pentadbiran dimiliki Negeri Sembilan. Bangunan masjid ini bernuansa rumah adat Minangkabau, memiliki tiga tingkat dengan pemandangan indah Taman Tasik Seremban.

Taman Tasik Seremban berada tidak jauh dari Masjid Negeri Sembilan, yakni di Jalan Taman Bunga. Taman ini merupakan salah satu tasik paling tua di Malaysia. Dihiasi pohon-pohon hijau dan beragam bunga tumbuh mekar.

Di taman ini juga terdapat dua buah tasik indah dan wakaf untuk pengunjung bersantai sambil menikmati pemandangan. Bagi wisatawan yang ingin aktivitas olahraga, tersedia trek jogging dan taman permainan. Juga dilengkapi panggung terapung untuk aktivitas wisata .

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai, boleh berkunjung ke Port Dickson. Merupakan kawasan wisata pantai sepanjang 18 kilometer dengan keindahan pasir putih.

Rumah tradisional Negeri Sembilan di Muzium Negeri, Seremban.

Kawasan ini merupakan salah satu tempat rekreasi paling populer di pantai barat Semenanjung Malaysia. Karena jarak Port Dickson bisa ditempuh sekitar 90 menit perjalanan dari Kuala Lumpur, sehingga pantai ini ramai dikunjungi.

Pantai Port Dickson cocok untuk berbagai aktivitas olahraga air dan aktivitas pantai.

Selain wisata pantai, Negeri Sembilan juga memiliki wisata pegunungan, yaitu wisata trekking Gunung Datuk.

Gunung ini cukup mudah didaki namun menantang, di etape terakhir harus menggunakan tali dan tangga, karena structural medan berbatuan.

Wisata trekking Gunung Datuk ramai dikunjungi wisatawan pada ujung minggu dan masa liburan. (apshek)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dua buah Bus bernomor Polisi AB dan K nampak baru tiba  di pelataran parkir obyek destinasi Desa Wisata Penglipuran,  Kubu, Kecamatan  Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Rombongan wisatawan lokal ini berbondong-bondong turun untuk bergegas mengunjungi Desa Wisata Penglipuran.

Desa Wisata Penglipuran merupakan obyek wisata di Bali yang mulai dikenal oleh masyarakata dunia karena masih menjaga tradisi dan kearifan lokal kebudayaan mereka. Desa Wisata Penglipuran begitu unik karena rumah-rumah didesa ini hampir sama.

Melihat Keindahan Kota Georgetown, Pulau Pinang dari Ketinggian

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Selain itu juga Desa Wisata Penglipuran juga ramah lingkungan karena penduduk rata-rata memilih berjalan kaki untuk berkunjung ke tetangga satu ke tetangga lainnya. Seluruh rumah-rumah warga disana memiliki pintu gerbang yang disebu Angkul-Angkul. Bila berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran wisatawan akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian. Kebisingan suara dan polusi udara tidak akan kita temui disini.

Mengunjungi Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli dapat ditempuh jalur darat selama kurang lebih 50 menit. Suasana asri dan sejuk menyapa pengunjung yang baru tiba disana. Desa Wisata Penglipuran sangat cocok dijadikan pilihan lokasi pengambilan foto Prawedding.

Pintu Gerbang Pura Penataran Desa Wisata Penglipuran  disana banyak dijadikan titik foto pengambilan gambar pra wedding. Terbukti pada saat berkunjung kesana, Senin, 31 Desember 2018, rombongan wisatawan  asal negeri Tingkok bersama pasangannya mengambil foto pra wedding pwenikahan mereka disana. Harga tiket masuk ke Desa Wisatawan Penglipuran begitu terjangkau. Wisatawan dikenakan Rp 15.000 per orang.

Desa Wisata Penglipuran

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran tanpa membawa buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. Karena di Desa Penglipuran belum ada Pusat Oleh-Oleh modern yang dikelola. Maka untuk memanjakan wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung, warga disana secara swadaya membuka lapak oleh-oleh disetiap rumahnya.

Ada yang menjual kain endek, baju adat madya ke Pura, kain pantai, tas seni terbuat dari rotan, topi khas bali, lukisan alam Bali, dan gantungan kunci. Warga di Desa Wisata Penglipuran pun menjual minuman herbal bernama Loloh cemcem. Minuman herbal ini terbuat dari bahan daun loloh cencem yang bermanfaat untuk penderita batuk dan influenza.

Warga masyarakat di Desa Wisata Penglipuran sangat bersahabat, murah senyum dan ramah ke wisatawan. Saat musim hujan di Bulan Desember 2018, saat cuaca tidak bersahabat dan turun hujat lebat, warga menawarkan rumah mereka untuk dijadikan tempat berteduh. Di Dalam rumah warga terdapat gamelan khas Bali yang bisa dimainkan oleh wisatawan.

Desa Wisata Penglipuran

Disekitar Desa Wisata Penglipuran terdapat kumpulan Hutan Bambu yang  bisa diabadikan salah satu titik berswafoto. Hiasan penjor (red : sarana upacara dalam ajaran Agama Hindu) masih terpasang dengan indah disepanjang rumah-rumah warga Desa Wisata Penglipuran. Bila belum pernah berkunjung kesini, aplikasi google maps dari ponsel Android dapat menuntun wisatawan untuk sampai ke lokasi dengan tepat.

Pakaian Adat Bali dapat disewa wisatawan untuk mengabadikan keindahan pemandangan di Desa Wisata Penglipuran. Jadi, tak ada salahnya apabila liburan di Bali untuk mampir berwisata desa yang pada tahun 2016 mendapat penghargaan The Travellers Choice Destinations dari TripAdvsior. (dhani/rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pulau Pinang merupakan negara bagian Malaysia dengan batas wilayahnya mulai dari kawasan semenanjung Prai hingga Pulau Pinang. Kedua wilayah ini dihubungkan oleh jembatan melintasi laut, yakni Pinang Bridge.

Jembatan ini terdiri dari dua, yaitu Pinang Bridge pertama dengan panjang sekitar 13, 5 kilometer dan kedua memiliki panjang 23,5 kilometer. Kedua jembatan ini dimulai dari wilayah Prai di daratan semenanjung hingga Bayan Lepas di Pulau Pinang. Jembatan pertama mulai dilintasi sejak 1985 dan menjadi salah satu ikon Malaysia.

Berwisata ke Pulau Pinang dari Kuala Lumpur boleh menggunakan pesawat, bisa juga menggunakan bus dari Terminal Berpaduan Selatan (TBS). Perjalanan melintasi jalan highway Labuh Raya Utara dengn waktu tempuh sekitar 5 jam. Banyak pilihan bus antar kota melayani jalur ini dengan harga tiket bus sekitar RM36.

The Top Komtar Gedung tertinggi di Pulau Pinang, Malaysia.

Pelancong boleh memilih tujuan pemberhentian bus di Pinang Sentral di wliayah Buterworth, kemudian melanjutkan perjalanan menaiki bus Pinang Rapid menuju Georgetown, ibukota negara bagian Pulau Pinang atau menyeberang menggunakan ferry.

Jika tujuannya ingin menikmati destinasi wisata di kawasan Bukit Bendera, pelancong boleh memilih pemberhentian bus di terminal bus Balik Pulau, atau terminal Sungai Nibong.

Pulau Pinang memiliki banyak bangunan kuno bernuansa Eropa. Seperti bangunan tua di Kota Georgetown, yang dulunya sebagai salah satu kota persinggahan perdagangan di Asia. Kota ini mulai dibuka sejak 1786 oleh British East India Company sebagai kawasan penting bagi perdagangan India-China pada zaman dahulu.

Banyak destinasi wisata menarik di Kota Georgetown, mulai dari street art di bangunan tua, hingga melihat keindahan kota dari puncak tower Komtar (Komplek Tun Abdul Razak) dengan ketinggian 249 meter.

Uji nyali berjalan di lantai kaca Rainbow Sky Deck The Top Komtar.

Untuk naik ke The Window of TheTop di lantai 68, pelancong dikenakan tiket tanda masuk dengan harga RM68. Pelancong akan ditemani guide menuju lantai paling atas gedung tertinggi di Pulau Pinang ini, untuk melihat pemandangan 360 derajat landscape kota Georgetown.

Bagi pelancong yang ingin tantangan, boleh melangkahkan kaki ke Raibow Skywalk. Di area ini pelancong akan berjalan di atas lantai kaca, seolah-olah melayang di udara. Untuk menikmati suasana dari ketinggian, The Top juga dilengkapi fasilitas kafe terbuka. Pelancong bsa menikmati aneka menu lezat sambil memandang bangunan menjulang di kawasan Georgetown.

Selain itu, wisatawan juga boleh singgah di lantai 65 gedung ini, mengunjungi Observatory Deck dan Tech Dome, yang buka mulai pukul 10.00 hingga pukul 18.00. Di tempat ini pengunjung dapat menyaksikan pameran ilmiah dan teknologi.

Destinasi lain yang boleh dikunjungi saat berada di Georgetown, yakni Kuil Arulmigu Balathandayuthapani. Kuil Hindu Tamil ini berada di Jalan Kebun Bunga dan ramai dikunjungi saat hari besar Agama Hindu, seperti Hari Thaipusam yang jatuh antara Januari dan Februari setiap tahunnya.

Perayaan Thaipusam di Georgetown Februari 2018.

Bagi pelancong yang ingin mencari penginapan dekat kawasan ramai kulinernya, sambil melihat suasana malam di Georgetown boleh memilih kawasan Chulia Sreet. Harga kamar hotel dan penginapan mulai dari RM100 per malam.

Di kawasan ini juga terdapat banguan masjid tertua, yaitu Masjid Kapitan Keling. Masjid ini dibangun pada akhir abad 18. Bangunan masjid memiliki arsitektur yang antik. Nama Kapiten Keling adalah sebutan untuk Caudeer Mohudeen, ketua kaum India Muslim pada zaman dahulu.

Masih banyak lagi destinasi menarik di Georgetown yang boleh dikunjungi pelancong, di antaranya Soffeok House di Jalan Air Item, Logan Memorial, Pinang Urban Adventure, Kek Lok Si Temple dan destinasi lainya.

Dari Georgetown pelancong boleh meneruskan traveling ke Penang Hill atau disebut juga Bukit Bendera. Kawasan ini memiliki ketinggian 700 mdpl, merupakan daratan paling tinggi di Pulau Pinang.

Salah satu klenteng tua di Georgetown, Pulau Pinang, Malaysia.

Untuk mencapai tempat ini, pelancong boleh menaiki fenicular train dari railway lower station di Jalan Air Item menuju railway upper station di kawasan Penang Hill dengan harga tiket RM15 atau tiket PP seharga RM30 untuk dewasa.

Di Penang Hill wisatawan dapat melihat kota Georgetown dari atas bukit. Di sini juga terdapat The Owl Museum, untuk memlihat lukisan, patung, dan pernak-pernik yang berhubungan dengan burung hantu, Untuk memanjakan selera pelancong, tempat ini dilengkapi food court dan kafe. Juga dilengkapi fasilitas tempat ibadah, seperti masjid dan kuil. Sarana rekreasi yang disediakan bagi pelancong, yakni mobil buggy untuk berkeliling Penang Hill.

Bagi wisatawan yang ingin bermain pantai, boleh menikmati suasana Pantai Batu Ferringhi, yang disebut juga sebagai Pantai Senggigi-nya Pulau Pinang.

Menuju ke tempat ini dari Georgetown, wisatawan bisa naik bus dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Di pantai ini tersedia fasilitas rekreasi, seperti banana boat, jetski dan parasailing. Juga tersedia penginapan dan berbagai stand food court. (apshek)

Melaka wisata sejarah

RAUN WAK

Rabu | 26 Desember 2018 | 20:15

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

MEDIAKEPRI.CO.ID – Melancong ke Malaysia, tidak lengkap bila belum mengunjungi Melaka. Kota tua dengan beragam kekayaan warisan budaya. Negeri ini merupakan pusat peradaban Melayu dan menjadi pusat Kesultanan Melaka pada zaman dahulu.

Melaka terletak di pesisir pantai barat semenanjung Malaysia. Merupakan destinasi menarik dikunjungi wisatawan saat melancong ke jiran ini. Dari Kuala Lumpur bisa ditempuh menggunakan transportasi bus sekitar 1,5 jam perjalanan, dengan harga tiket sekitar RM15. Jika wisatawan dari Johor Bahru waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan dengan harga tiket bus sekitar RM22.

Negeri Pahlawan Hang Tuah ini memiliki banyak peninggalan bangunan bersejarah. Juga memiliki destinasi wisata modern yang ramai dikunjungi turis di ujung pekan dan saat liburan akhir tahun.

Wisatawan menikmati wisata Melaka River Cruise

Sebagai kota bersejarah, Badan dunia UNESCO telah menobatkan Melaka sebagai Kota Warisan Budaya Dunia atau Melaka World Heritage sejak 2008 lalu. Dengan banyak keunikannya, Melaka ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan bangunan peninggalan sejarah.

Satu di antaranya, yakni bangunan bersejarah The Stadthuys. Bangunan ini dulunya merupakan rumah kediaman gubernur Belanda saat bercokol di Malaysia hingga saat ini masih kokoh berdiri. Bangunan kuno berwaran merah ini merupakan salah satu ikon Melaka.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Melaka, dari terminal bus Malaka Sentral bisa menggunakan taksi online dengan tujuan Stadthuys dengan tarif sekitar RM9. Selama 15 menit perjalanan, wisatawan akan berada di kawasan Red Square atau kawasan zona merah. Disebut zona merah, karena hampir semua banguan di disekitar Stadthuys berwarna merah.

Sebelum memasuki kawasan ini, wisatawan akan menjumpai pertokoan dengan arsitektur banguan tua. Toko ini juga berwarna merah dan menyediakan beragam cinderamata menarik. Bagi wisatawan yang suka berburu barang cinderamata boleh mampir ke tempat ini.


Menara Taming Sari di Dataran Pahlawan, Bandar Hilir, Melaka.

Untuk menikmati suasana di kawasan Red Square, wisatawan dianjurkan berjalan kaki di sepanjang pendestrian yang disediakan atau naik becak hias yang ditawarkan untuk turis. Di sepanjang pinggir sungai atau Melaka River terdapat kafe-kafe dengan aneka menu menarik. Kawasan ini ramai dkunjungi turis mulai sore hingga malam.

Jika wisatawan ingin menikmati keindahan sungai di malam hari, bisa mengikuti paket wisata Melaka River Cruise. Pihak hotel biasanya menawarkan paket wisata ini atau wisatawan juga bisa langsung ke lokasi. Turis akan dibawa menelusuri alur sungai, yang dulunya merupakan jalur niaga kapal yang singgah ke Melaka.

Tidak jauh dari Red Square, wisatawan dapat mengunjungi Maritime Museum. Bangunannya berbentuk kapal kayu memiliki tingi 34 meter, panjang 36 meter dan lebar 8 meter. Di tempat ini wisatawan dapat mengetahui seputar sejarah Melaka sebagai kota perdagangan di Asia. Juga terdapat koleksi benda bersejarah dan diodrama menggambarkan kesibukan pelabuhan Melaka tempo dulu. Tiket masuk museum ini RM10 per orang untuk warga Malaysia dan RM15 per orang untuk turis.

Dari Museum Maritime, perjalanan bisa dilanjutkan ke Menara Taming Sari, yang bersebelahan dengan Dataran Pahlawan, Bandar Hilir, Melaka. Menara ini memiliki tinggi 110 meter, dengan kapasitas 60 orang. Dibuka untuk umum mulai pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam dengan harga tiket RM20 untuk dewasa dan anak-anak RM10. Wisatawan dapat melihat keindahan Kota Malaka dari ketinggian dengan menaiki Menara Taming Sari.

Becak hias melayani wisatawan keliling kawasan Red Square

Wisatawan yang ingin stay beberapa hari di Melaka, tersedia banyak pilihan hotel dan penginapan dengan harga mulai dari RM60 per malam. Jika ingin menikmati suasana malam di Dataran Pahlawan, wistawan boleh menginap di hotel yang berada di sekitar kawasan ini dengan harga berpatutan.

Masih banyak destinasi wisata lainnya, di antaranya A Famosa. Bangunan bersejarah ini merupakan benteng peninggalan Portugis. Bangunan bersejarah lainnya, yakni Masjid Kampung Hulu yang dibangun sejak tahun 1728, merupakan masjid tertua di Malaysia.

Tempat menarik lainnya bisa dikunjungi wisatawan, yakni Jonker Walk di kawasan China Town, Malaka. Di tempat ini banyak terdapat shop house yang menjual barang antik, kerajinan tangan dan souvenir. Pada ujung minggu, tempat ini ramai dikunjungi turis, karena adanya night market.

Destinasi lainnya adalah Portugese Square yang dikenal sebagai mini Lisbon. Bangunan tua St John’s Fort yang dibangun abad 18, serta Melaka Mini Zoo, hingga gurun pasir Melaka.

Bagi pelancong yang ingin menikmati wisata belanja di berbagai pusat perbelanjaan, sekaligus menikmati aneka kuliner khas Melaka dengan harga berpatutan. Salah satu tempat kuliner yang ramai dikunjungi dan halal, yakni kedai Pak Putra Tandoor & Naan. Berlokasi di Jalan Laksamana 4, Melaka. Buka mulai pukul lima sore hingga tengah malam. Di tempat ini disediakan aneka menu lezat, salah satunya menu chicken tandoon dengan harga RM7 per porsi.

Tempat kuliner lain yang bisa dikunjungi adalah Kedai 468 Baba Low di Jalan Tengkera, Melaka. Menu terkenal di kedai ini yakni nyona laksa, ditawarkan dengan harga sekitar RM5. Juga tersedia menu nasi lemak dengan harga RM4, juga minuman es kopi dan es limau dengan harga sekitar RM2 per gelas.

Aneka menu di Kedai Jonker 88 juga tak kalah menarik dicoba. Tersedia menu assam laksa dan sago gula Melaka. Menu assam laksa di tempat ini disukai penggemar makanan pedas, di samping lapisan kremes pada tahu yang melengkapi menu assem laksa terasa gurih.

Bibik House Durian Cendol berada di Jalan Hang Jebat, Melaka. Menu favorite di tempat ini yakni es cendol bibik dengan penyajian menarik dan berbeda dengan tempat lain. Kacang merah di bagian bawah mangkok ditutup es serut menggunung, lalu disiram santan dan gula merah. Sedangakn cendolnya disajikan terpisah. Setelah esnya mencair, barulah cendolnya dimasukan dan diaduk, lalu siap dinikmati. Peminat es sendol bibik sangat ramai, pengunjung harus beratur atau antre untuk membelinya. (apshek)

destinasi wisata

RAUN WAK

Jumat | 21 Desember 2018 | 22:14

Jelang Malam di Destinasi Pilihan Wisatawan, Bukit Bintang

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kuala Lumpur merupakan ibukota negara tetangga Malaysia. Kota yang terletak di tengah semenanjung ini, merupakan salah satu kota tujuan wisatawan mancanegara, begitu juga turis asal Indonesia.

Jalan-jalan ke Kuala Lumpur, banyak destinasi yang bisa dikunjungi. Mulai dari menara kembar Petronas atau KLCC, dataran Merdeka, hingga wisata belanja di kawasan Bukit Bintang.

Dari Batam melancong ke Kuala Lumpur cukup ringan biayanya dengan konsep backpacker. Selain dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, juga bisa dari Pelabuhan Internasional Harbour Bay dan Sekupang. Harga tiket ferry sekitar Rp380 ribu (pp) termasuk tax pelabuhan.
Perjalanan menuju Pelabuhan Stulanglaut Johor Bahru, Malaysia ditempuh selama 1,5 jam.

Suasana di pelabuhan tak jauh beda dengan pelabuhan ferry di Batam. Selain bahasa Melayu, orang Malaysia juga menggunakan Bahasa Iinggris dan Bahasa China.

Blue River di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur

Usai cek imigrasi, perjalan dapat dilanjutkan menggunakan taksi menuju terminal Bus Larkin. Boleh menggunakan taksi konvensional atau taksi online melalui aplikasi smartphone dengan tarif sekitar RM13 dan lama perjalanan sekitar 15 menit.

Johor Bahru merupakan Negara bagian di selatan semenanjung. Di negeri ini banyak perantauan dari Indonesia yang bekerja sebagai TKI. Mereka datang saat Johor Bahru membuka kawasan perkebunan karet dan sawit, sejak puluhan tahun silam.

Selain melancong, Warga Batam juga sering berbelanja di Johor, yakni Skudai untuk belanja spare part kendaraan atau belanja busana dan produk lainya yang dinilai harganya lebih murah dibading di Indonesia.

Dari Terminal Larkin banyak pilihan bus ke Kuala Lumpur, salah satunya Caseway Link, dengan harga tiket sekitar RM35. Perjalanan sekitar empat jam melintasi jalan tol atau warga Malaysia menyebutnya highway.
Sepanjang jalan tol yang dilewati, terdapat perkebunan sawit di kiri-kalan jalan. Jalan tol dari Johor Bahru membentang hingga ke utara sampai negera bagian Kedah atau perbatasan dengan Thailand.

Suasana malam di China Town Kuala Lumpur

Setiap bus dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur biasanya akan berhenti satu kali di rest area. Memberi kesempatan penumpang ke kamar kecil dan berbelanja makanan ringan atau minuman. Tapi tidak boleh makan dalam bus, hanya di kedai setempat. Menariknya, pelancong tidak perlu khawatir harga jajanan dan minuman di rest area lebih mahal daripada di kedai kawasan niaga lainnya. Di Malaysia harga makanan atau minuman di semua tempat sama, tidak boleh dinaikkan seenaknya oleh pedagang. Petugas Kerajaan selalu memantau dan apabila ketahun pedagang akan dikenakan sanksi.

Setelah empat jam perjalanan, sampailah di Terminal Berpaduan Selatan (TBS). Terminal bus antar kota ini merupakan terminal utama memiliki koneksi dengan stasiun kereta api, bus reguler dan taksi, serta dilengkapi area parkir yang luas bagi kendaraan pengantar.

Terminal ini sangat nyaman bagi penumpang. Dilengkapi fasilitas AC, eskalator, pusat kuliner. Pengunjung tidak boleh merokok selama berada di gedung terminal, karena ruangannya bebas asap rokok. Bus masuk terminal ini hanya untuk menjemput penumpang sesuai jam keberangkatan. Sedangkan bus yang menunggu jam keberangkatan berada di area parrkir di luar gedung terminal.

Penumpang yang turun dari bus, disediakan eskalator menuju ruang tunggu dan jemputan yang berada di lantai dua.

Bagi pelancong ingin ke Bukit Bintang dan KLCC boleh melanjutkan perjalan menggunakan kereta atau MRT tujuan KL Sentral dengan harga tiket sekitar RM4.

Perjalanan bisa ditempuh sekitar 15 menit. Dari sini pelancong dengan mudah nisa bepergian ke berbagai tempat yang diinginkan. Jika ingin wisata belanja dan hiburan boleh stay di Bukit Bintang. Tersedia banyak hotel di kawasan ini dengan harga bervariasi, mulai dari RM 120 per malam. Jika ingin penginapan dengan harga lebih terjangkau boleh bergeser ke kawasan Chow Kit atau sering disebut coket.
Di kawasan niaga ini penginapan ditawarkan dengan harga mulai dari RM60 per malam.

Gardung Sultan Abdul Samad bergaya Maroko di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur

Kawasan Bukit Bintang merupakan destinasi paling ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, seperti turis dari China, Thailand, Vietnam, Philipina dan turis dari Eropa, serta negara Asia lainnya. Terdapat pusat perniagaan mewah yang menawarkan berbagai produk branded dengan harga berpatutan.

Bagi pelancong yang ingin berbelanja barang berkualitas harga murah bisa berkunjung ke pusat perbelanjaan Sungai Wang, masih dikawasan yang sama.

Saat ujung pekan, kawasan Bukit Bintang sangat ramai, berbagai menu kuliner dengan sajian menarik tersedia di benyak restoran di tempat ini. Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri kawasan niaga ini untuk melihat suasana malam penuh gemerlap. Keramaian makin tarasa menjelang tengah malam hingga dini hari. Juga terdapat banyak pilihan tempat hiburan yang bisa dinikmati wisatawan untuk bersenang-senang.

Tidak jauh dari Bukit Bintang terdapat kawasan Dataran Merdeka. Kawasan ini merupakan destinasi yang wajib dikunjungi pelancong saat ke Kuala Lumpur. Di tempat ini terdapat bangunan tua dengan ornament khas kerajaan Melayu. Pada malam hari sungai yang terdapat di sisi Dataran Merdeka akan berwarna biru atau disebut juga blue river dan diselimuti kabut. Sungai ini didesain menyerupai suasana di Korea Selatan, dilengkapi jembatan untuk pengunjung melintasi sungai.

Destinasi wisata lain yang boleh dikunjungi wisatawan selama di Kuala Lumpur, yakni KL Tower, Aquaria KLCC, I City Kuala Lumpur, Sentral Market, Batu Caves, KL Butterfly Park Genting Higland dan Berjaya Time Square , serta Islamic Arts Museum. Juga tempat menarik lainnya, yakni China Town Petaling Street. (apshek)