SELULER

MEDIAKEPRI.CO.ID, Paris – Oppo resmi merilis ponsel flagship Find X dengan harga menyentuh angka Rp 16 juta. Lantas apa komentar vendor asal China ini?

Pertanyaan tersebut coba disodorkan ke PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto. Dia menjawab bahwa itu semua lantaran sederet inovasi baru yang dihadirkan di Find X.

Oppo coba menghadirkan layar penuh berteknologi curved OLED dengan aspek screen-to-body mencapai 93,8%. Ukuran tersebut paling tinggi yang ada di pasaran saat ini.

Demi menyuguhkan layar yang begitu lapang, Oppo pun putar otak untuk menempatkan kamera depan. Maka didapatlah ide untuk menempatkan modul kamera di dalam bodi.

Modul kamera ini dibuat dengan menyatukan kamera depan dan belakang berikut sensor untuk face regocnition dalam satu tempat. Begitu digunakan, baik untuk mengambil foto atau membuka ponsel dengan pemindai wajah, modul kamera tersebut akan muncul di bagian atas ponsel.

“Mekanisme kamera ini belum pernah dibuat oleh vendor lain,” kata Aryo saat ditemui usai acara peluncuran Oppo Find X di Paris, Prancis, Selasa malam, 19 Juni 2018.

Belum lagi spek dapur pacu yang tergolong tinggi turut pula disematkan di dalam Find X. Ada Snapdragon 845 yang dipadukan dengan RAM 8 GB. Lalu memori internalnya mencapai 256 GB dan ada sistem pengisian cepat saat baterai diisi ulang.

“Find X menggunakan hardware yang tertinggi saat ini,” pungkas Aryo.

Untuk diketahui di pasar Eropa, Oppo melepas Find X seharga 999 euro atau sekitar Rp 16,3 juta. Kendati di Benua Biru dipatok cukup tinggi, harga jualnya di wilayah lain belum tentu sama, bahkan di suatu negara bisa lebih rendah.

Indonesia menjadi salah satunya. Ketika F7 dipasarkan, harga ponsel ini dilepas dengan harga lebih rendah ketimbang negara tetangga. Semoga saja hal yang sama diterapkan Oppo saat Find X mendarat di Tanah Air.(***)

sumber: detik.com

SELULER

Senin | 21 Mei 2018 | 9:01

Tampilan Menawan Oppo R15 Nebula

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Oppo baru saja merilis varian warna baru R15 di China. Mengusung gradasi warna biru ke ungu, membuat tampilan ponsel ini cukup menawan.

Ponsel ini buah kolaborsi perancang ternama Karim Rashid dan tim desain Oppo.

Bagian belakang ponsel ini masih berlapis kaca.

Ketika terkena cahaya, degradasi warna mampu membuat ponsel ini menawan.

Secara spesifikasi tidak ada perbedaan dengan R15 yang sudah dirilis sebelumnya.

Dapur pacunya masih Helio P60.

Layarnya menggunakan teknologi Super-V berukuran 6,28 inci dengan resolusi 2280 x 1080 pixel dan aspek rasio 19:9.

Oppo menyematkan RAM 6 GB dan memori internal 128 GB.

Terdapat tanda tangan Karim Rashid di bagian belakang bodi.

Kamera ganda di bagian belakangnya berukuran 16 MP dan 5 MP.

Baterai ponsel ini berkapasitas 3.450 mAh.

Menjalankan ColorOS 5.0 berbasis Android 8.1 Oreo.

Oppo R15 Nebula Special Edition dibanderol 3.199 yuan atau Rp 7 juta dengan bonus earphone JBL. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Xiaomi Mi7 yang tak lain adalah smartphone flagship yang tak lama lagi dirilis dipastikan mengusung poni atau notch pada sisi atas layarnya.

Informasi ini diperkuat dengan beredarnya foto live yang menampilkan wujud smartphone yang diduga kuat adalah Xiaomi Mi7. Desain ponsel tersebut tampak mirip dengan bocoran desain Mi MIX 2S beberapa waktu lalu.

Xiaomi Mi7 mengusung layar sentuh berukuran 5,65 inci dengan resolusi full HD+ 2160 x 1080 piksel yang menggunakan teknologi panel AMOLED (Active Matrix Organic Light Emiting Diode) dengan kerapatan mencapai 401 piksel per inci. Tak disebutkan adanya lapisan antigores seperti Gorilla Glass pada ponsel ini. Mi7 menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo dengan balutan antarmuka MIUI 9.

Smartphone ini mendukung konektivitas sensor sidik jari, 4G LTE, USB Type-C, Bluetooth, 3G HSPA, WiFi, GPS, dan NFC (Near Field Communications). Smartphone ini juga didukung sensor sidik jari pada sisi depan ponsel yang menyatu dengan tombol Home.

Ponsel canggih Xiaomi Mi7 ini dibekali dengan memori internal berkapasitas 64GB atau 128GB, tanpa kehadiran slot microSD untuk ekspansi memori eksternal.

Performa Xiaomi Mi7 ini cukuo menarik dengan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 845 generasi terbaru yang mengusung octa-core Kryo 385 64-bit yang terdiri dari quad-core 2,8GHz dan quad-core berkecepatan 1,8GHz dan diperkuat dengan memori RAM 6GB atau 8GB, serta diperkuat grafis dari Adreno 630. Ponsel ini dilengkapi sensor sidik jari pada sisi belakang.

Sisi kamera, Xiaomi membekali ponsel flagship Mi7 ini dengan dua buah kamera belakang berkekuatan 12 megapiksel + 12 megapiksel dengan sensor Sony IMX363 yang didukung oleh enam elemen lensa dengan aperture f/1.7, 4-axis OIS, phase-detection autofokus, dan diperkuat oleh fitur dual-tone LED flash. Dual kamera pada Mi7 ini dapat digunakan untuk optical zoom dan portrait mode.

Kamera depan Xiaomi Mi7 ini juga cukup mumpuni dengan berkekuatan 8 megapiksel yang didukung kemampuan autofokus untuk mengakomodasi foto selfie dan video call. Smartphone ini didukung baterai berkapasitas 3350mAh yang didukung fast charging untuk mencukupi kebutuhan dayanya. (***)

sumber: sidomi.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cerita menarik datang dari sebuah kasus kriminal di Amerika. Alkisah, ada dua detektif yang ingin melakukan investigasi terhadap sebuah kasus kematian yang tak wajar dari seorang pria.

Si korban diketahui bernama Linus Phillip, ditembak mati oleh seorang anggota kepolisian di luar sebuah toko serba ada di Largo, Florida. Detektif pun diterjunkan untuk mengumpulkan informasi tentang penyebab kematian Phillip.

Kedua detektif yang ditunjuk kemudian mendatangi rumah duka pada bulan Maret lalu dan mencoba membuka ponsel Phillip menggunakan sidik jarinya.

Apa yang dilakukan kedua detektif adalah legal di AS. Namun yang menarik adalah mereka tidak bisa membuka ponsel si korban kendati sudah diberi akses pada jenazahnya.

Profesor ilmu komputer dari Michigan University bernama Anil Jain menambahkan, makin lama seseorang meninggal, maka akan makin sulit membuka ponsel yang terkunci dengan sidik jari yang bersangkutan.

“Ini karena pada sebagian besar ponsel pintar, identifikasi dengan sidik jari bekerja melalui konduksi listrik, dari tubuh manusia ke perangkatnya,” terang Jain seperti dilaporkan Livescience.

Seperti kita tahu, tubuh manusia memang mengandung listrik dalam frekuensi rendah. Jain menjelaskan, listrik yang mengalir dalam tubuh manusia inilah yang ‘dimanfaatkan’ untuk membuka scanner, semisal pada ponsel.

“Saat menyentuh scanner, ada sensor yang bertugas untuk mengenali pola pada ‘tonjolan’ sidik jari dengan bantuan listrik dalam tubuh. Tetapi jika seseorang meninggal, aliran listrik itu juga berhenti dan scanner tak lagi bisa mengenali pola yang ada,” papar pria yang juga menulis buku “Handbook of Fingerprint Recognition” ini.

Namun tak ada peneliti yang dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk seseorang kehilangan konduksi listrik dalam tubuhnya. “Kalaupun ada yang mau tahu, kita butuh banyak sekali jenazah dan harus mencoba unlock ponsel mereka dengan sidik jari tiap jam atau mungkin lebih, selama berturut-turut. Bisa dikatakan ini juga eksperimen yang sulit,” tambah Jain.

Tak usah khawatir, teknologi identifikasi yang digunakan oleh ponsel pun berkembang. Sejumlah produk ponsel yang beredar di pasaran saat ini ada yang menggunakan sistem identifikasi wajah. Ponsel-ponsel masa depan juga bisa saja menggunakan sensor optik atau mata untuk membuka perangkat ini.

“Tetapi jika orangnya belum lama meninggal mungkin masih ada kesempatan untuk membuka ponsel dengan sidik jarinya. Hanya saja kita tidak tahu persis berapa lama konduksi itu akan hilang pada orang yang sudah meninggal,” kiranya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menetapkan mekanisme blokir bertahap pada program register kartu prabayar. Kesempatan registrasi kartu seluler prabayar ditutup pada 28 Februari dengan 305 juta nomor terdaftar.

Tahap pertama yakni periode 1 Maret hingga 31 Maret 2018, sebanyak 100.888.385 nomor terblokir. Sepanjang Maret pemerintah menerapkan blokir tahap pertama dengan penghentian akses telepon dan SMS masuk bagi nomor seluler terblokir karena tidak melakukan registrasi.

Pada tahap kedua, blokir telepon dan SMS keluar berlaku mulai 1 April hingga 30 April. Setelah itu, yakni mulai 1 Mei konsumen yang belum melakukan registrasi tak lagi bisa mengakses pelayanan telepon dan SMS juga data.

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi mengatakan operator terkait langsung melakukan pemblokiran bagi nomor pelanggan prabayar yang belum mendaftarkan nomornya.

Rincinya, sepanjang Maret 2018, PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel memblokir 43,13 juta nomor atau detailnya 43.313.972 nomor.

Kemudian, PT Indosat Ooredoo, Tbk memblokir 17,53 juta atau 17.531.243 nomor seluler prabayar. Disusul PT Hutchison Tri Indonesia dengan 26,66 juta nomor atau 26.661.849 nomor seluler.

Lalu, PT XL Axiata, Tbk dengan jumlah 11,23 juta nomor terblokir atau detailnya 11.232.147 nomor. Terakhir, PT Smartfren yang telah memblokir 2,14 juta nomor atau 2.149.174 nomor. Sementara itu, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia tak melakukan pemblokiran.

“Jumlah pemblokiran kartu prabayar karena tidak melakukan registrasi ulang yakni 100,88 juta nomor,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, 6 April 2018 malam.

Di sisi lain, untuk jumlah nomor terdaftar, pihaknya mulai melakukan pencocokan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan operator. Setelah nomor terkumpul di kesempatan daftar pertama yakni hingga 28 Februari, pihaknya mengecek kesamaan pencatatan data.

Pasalnya, pada registrasi nomor prabayar ini, pemerintah menggunakan data kependudukan berupa nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK). Dengan dua sistem pencatatan yang melibatkan pemerintah dan operator ini memerlukan pencocokan untuk mendapatkan data yang valid.

Dari hasil rekonsiliasi hingga 4 April, tercatat 343,48 juta nomor atau tepatnya 343.483.096 nomor terdaftar. Ketut menuturkan nomor hasil pencocokan ini valid dari sisi data kependudukan dan status nomor seluler masih aktif.

Kendati demikian, pihaknya enggan menyebutkan berapa nomor yang terdaftar sebelum rekonsiliasi. Adapun, beberapa alasan mengapa data di Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil cenderung lebih banyak yakni karena masa aktif habis.

Selain itu, pemilik nomor juga kerap mendaftarkan berulang karena khawatir tak terdaftar sehingga sistem pencatatan merekam data yang sama.

“Data pelanggan hasil rekonsiliasi data yang berhasil registrasi per 4 April 2018: 343.483.096. Berhasil registrasi artinya datanya tervalidasi.”

Dia memperkirakan pelanggan seluler prabayar akan menggunakan kesempatan akhir blokir kartu ini. Konsumen, katanya, cenderung menggunakan kesempatan akhir karena hanya bergantung pada pelayanan data sehingga pemblokiran akses telepon dan SMS belum cukup menggerakkan konsumen mendaftarkan nomornya.

Pihaknya pun melakukan sosialisasi agar konsumen tak terpengaruh kabar penyalahgunaan data. Menurutnya, blokir total yang dimulai 1 Mei akan lebih ampuh mendorong konsumen mendaftarkan nomornya.

“Banyak pelanggan yang hanya ingin pakai data saja, sehingga dimanfaatkan waktu akhir blokir yang 30 April,” kata Ketut.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Missed call misterius dari nomor internasional bukan hanya dialami sejumlah warga di Indonesia, tapi juga di dunia. Fenomena yang sudah beberapa kali terjadi ini dinamakan Wangiri.

Seperti dilansir Global News, sejumlah warga Kanada pada Februari 2018 melaporkan missed call dari nomor misterius. Nomor telepon itu memakai kode dari negara Albania, Makedonia, hingga Seychelles.

Seorang warga Kanada bernama Ebun Adewole menerima missed call misterius itu pada pukul 02.00 dan sempat mengira itu berasal dari kerabat di luar negeri. Sejak saat itu, dia kerap mendapat missed call serupa dari macam-macam negara.

Calgary Better Business Bureau (BBB) menyebut fenomena itu adalah penipuan bernama Wangiri. Wangiri adalah kata dalam bahasa Jepang, yang berarti ‘sekali dering dan tutup’.

Seperti dilansir abc.net.au, sejumlah warga Australia ternyata mengeluhkan hal yang sama pada Februari 2018, panggilan telepon misterius dari nomor internasional yang berujung missed call. Saat itu, warga Australia melapor dapat missed call dari nomor Papua Nugini, Kongo, Slovenia, hingga Belgia.

“Ini adalah penipuan telepon premium. Mereka menelepon Anda, membiarkan telepon berdering 1 kali dan mematikannya. Mereka melakukan itu berulang kali agar Anda menelepon balik,” kata Komisi Kompetisi Usaha dan Konsumen Australia Delia Rickard seperti dilansir dari ABC.

Jika ‘korban’ menelepon balik, tagihan telepon akan membengkak. Tagihan itu sebagian besar akan masuk ke kantong penipu yang menelepon tersebut.

Seorang bocah berusia 10 tahun di Brisbane, Australia, pernah jadi korban. Bocah bernama Leo Carrington itu dibombardir missed call dari kode telepon Pulau Ascension yang ada di Afrika.

Orang tuanya yang curiga lalu menelepon balik nomor tersebut. Telepon kemudian diangkat oleh seorang perempuan yang tidak berbahasa Inggris dan tidak menjawab teleponnya.

Regulator di Kongo sendiri sudah pernah mengeluarkan peringatan terkait Wangiri. Seperti dilansir africanews, Badan Komunikasi Elektronik dan Perwakilan Pos (ARPCE) di Republik Kongo telah mencatat peningkatan penipuan yang melibatkan panggilan tidak terjawab di negara tersebut pada Februari 2018.

“Selama beberapa bulan terakhir, bentuk penipuan telepon telah merajalela di Kongo adalah Wangiri, juga dikenal sebagai penipuan panggilan tidak terjawab,” demikian keterangan dari ARPCE.

ARPCE menyebut para penipu biasanya mendapat nomor telepon korban dari informasi yang diberikan korban saat melakukan sign up untuk aplikasi atau kontes secara online.

Penipuan dengan modus ini pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Yang terbaru, sejumlah warga mendapat missed call dari nomor Kongo hingga Madagaskar sejak kemarin sampai hari ini. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Belum lama ini Samsung diam-diam meluncurka varian baru dari smartphone Galaxy J2 Pro yang dibekali dengan RAM 2GB dan memori internal 32GB di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Sidomi News, ponsel Samsung Galaxy J2 Pro varian RAM 2GB ini sudah tersedia di pasar dengan harga Rp 2.099.000.

Smartphone kelas entry-level dan menengah Samsung Galaxy J2 Pro ini dibekali dengan layar sentuh berukuran 5 inci dengan resolusi qHD 960 x 540 piksel berteknologi panel Super AMOLED (Active Matrix Organic Light Emiting Diode) dengan kerapatan mencapai 220 piksel per inci.

Samsung Galaxy J2 Pro menggunakan sistem operasi Android 7.1.1 Nougat terbaru yang dibalut dengan antarmuka Samsung TouchWiz UI.

Vendor asal Korea Selatan ini membekali smartphone Galaxy J2 Pro dengan memori internal sebesar 32GB yang didukung oleh slot microSD yang memungkinkan pengguna untuk melakukan ekspansi memori hingga 32GB. Konektivitas Galaxy J2 Pro cukup lengkap dengan dukungan dual SIM, 4G LTE, 3G HSPA, WiFi, Bluetooth, dan GPS.

Sektor kamera, Samsung Galaxy J2 Pro ini cenderung standar di kelasnya yang dibekali dengan kamera belakang dengan resolusi 8 megapiksel autofokus lengkap dengan LED flash.

Samsung Galaxy J2 Pro juga dilengkapi kamera depan 5 megapiksel didukung LED flash untuk foto selfie. Smartphone inidibekali dengan baterai berkapasitas 2600mAh untuk mencukupi kebutuhan dayanya.

Kinerja yang ditawarkan Samsung Galaxy J2 Pro ini sedikit lebih bertenaga dibandingkan pendahulunya dengan mengandalkan dukungan chipset Qualcomm Snapdragon 425 yang mengusung prosesor quad-core ARM Cortex-A53 berkecepatan 1,4GHz yang didukung dengan memori RAM sebesar 2GB dan dipadukan dengan pengolah grafis dari Adreno 308.

Kinerja yang dihasilkan smartphone ini bisa dikatakan cukup standar di kelasnya. (***)

sumber: sidomi.com