Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

RILIS

Delapan Desa di Kepri Jadi Pilot Projek Perpustakaan Nasional

Sabtu | 31 Agustus 2019 | 12:12

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Delapan desa di Bintan dan Karimun dipilih oleh Perpustakaan Nasional menjadi pilot project perpustakaan di perdesaan. Empat desa di antaranya masuk di wilayah Kabupaten Karimun masing-masing Desa Tebias, Desa Lebuh, Desa Gemuruh dan Desa Pongkar.

Sementara empat desa lainnya berada di Kabupaten Bintan masing-masing Desa Sebong Pereh, Desa Mantang Baru, Desa Toapaya, Desa Kuala Sempang.

Hal itu diungkapkan Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri Amir Husin dalam rapat dengan Tim Sinergi Kepri tentang revitalisasi pengembangan perpustakaan umum di Kantor Kepala Perpustakaan Provinsi Kepri Jumat, 30 Agustus 2019.

Menurut Amir Husin, melalui pilot project perpustakaan ini, diharapkan bisa mengembangkan perpustakaan-perpustakaan desa lain di Kepri, khususnya dalam program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui tranformasi layanan berbasis inklusi sosial di provinsi Kepri.

Hal yang sama juga disebutkan Ketua Tim Sinergi Provinsi Kepri Yetriani yang menyebutkan setiap perpustakaan desa yang ditunjuk sebagai pilot project oleh Perpustakaan Nasional mendapatkan bantuan masing-masing berupa empat unit komputer serta seribu buku melalui APBN.

“Harapannya dari perpustakaan desa yang dijadikan pilot projet ini agar terwujudnya visi mendorong perekonomian masyarakat dan menigkatkan skill warga pedesaan. Harapan kita ke depan perpustakaan di kabupaten dan kota bisa menjadi penerima manfaat dari program ini,” sejut Yetriani yang juga menjabat Kabid pengembangan perpustakaan di Dinas Perpustakaan Provinsi Kepri ini.

Menurutnya, Tim Sinergi Kepri akan berupaya mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih memperhatikan pengembangan perpustakaan-perpustakaan di desa sesuai dengan amanat terbentuknya tim sinergi.

“Tim Sinergi Kepri ini dibentuk berdasarkan SK Gubernur Kepri tentang program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui tranformasi layanan berbasis inklusi sosial,” sebutnya.

Kata Yetriani, ada beberapa program yang dibuat Tim Sinergi, di antaranya pelibatan masyarakat sehingga perpustakaan menjadi pusat belajar dan kegiatan masyarakat seperti pelatihan marketing online pelaku batik, kerajinan makanan olahan dan petani.

Selain itu membuat pelatihan komputer dan internet termasuk pelatihan desain grafis untuk pelaku usaha rumahan agar lebih maksimal mempromosikan produk yang dihasilkannya.

“Tim Sinergi Kepri ini juga akan melakukan pendampingan dalam pelaksanaan program perpustakaan di kabupaten kota dan pedesaan serta kelurahan,” terangnya.

Tujuan terbentuknya Tim Sinergi Provinsi Kepri ini, untuk menjadi motor penggerak keberlanjutan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan berkontribusi untuk keberhasilan di daerah masing-masing.

“Tim Sinergi Provinsi Kepri ini adalah salah satu komponen ekosistem pendukung tranformasi layanan perpustakaan yang kepengurusannya terdiri dari berbagai pemangku kepentingan di provinsi, kepengurusannya terdiri dari 11 orang dari satu, Penanggungjawab ditambah ketua, wakil ketua dan sekretaris serta tujuh orang anggota,” jelasnya. (r/ramadhani)

Editor :