HEADLINE

Didenda 100 Juta Rupiah, WNA Terdakwa Ilegal Fishing Ngaku Ga Punya Duit

Rabu | 17 Juli 2019 | 0:31

MEDIAKEPRI.CO.ID,Natuna- Sidang tuntutan kasus perkara pencurian ikan di Wilayah ZEE Indonesia (Laut Natuna Utara) di Gelar di Pengadilan Negeri Natuna, Selasa 16 Juli 2019.

Empat Terdakwa pelaku Illegal Fishing yang disidangkan yakni, Bui mintan (29), Phan van trung (27), Chien Van nghiek (46) dan lhe van Thai (52).

Dalam dakwaan nya, ke empat Terdakwa melanggar pasal, 85 yunto 9 UUD 1945,tentang perubahan UUD 1945 dan pasal 27ayat2, tentang zona ZEE . Mereka ditangkap karena tidak memiliki izin tangkap dan Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI).

Jaksa Penuntut Umum, Imanuel, meminta kepada Majelis Hakim, agar empat Terdakwa di tuntut membayar denda sebesar 100 Juta Rupiah.

Namun, pada pembacaan amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Empat terdakwa secara terpisah memohon kepada Hakim, agar denda tersebut di kurangi, atau di ringan kan menjadi sebesar 50 juta Rupiah.

Para Terdakwa Melalui juru bahasa nya, merasa terbebani dan tidak mampu membayar denda sebesar 100 juta Rupiah. mereka mengaku tidak punya uang, lantaran Pihak pengusaha tidak ber
tanggung jawab atas diri mereka.

Pengadilan Negeri Natuna juga telah menyita barang bukti berupa, 4 unit kapal, 4 buah zps, 1 set tangkap ikan, 1 unit tangkap troll. 1 Bendera Vietnam di kembalikan ke Negara Vietnam.

Perlu diketahui, berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional atau UNCLOS, Hukuman Negara pantai yang dijatuhkan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan perikanan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), tidak boleh mencakup pengurungan badan, dan hanya diperbolehkan dikenakan pidana denda.

Sayangnya, Hukum Laut tersebut belum membuat jera bagi para pelaku Illegal fishing. (alfian)

Editor :