RAGAM

Dipersulit Saat Hendak ke IGD Pakai Ambulans Dinkes DKI, Pria Ini Geram: Keburu Wafat Mama Saya

Kamis | 28 Juni 2018 | 10:04

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang warga Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan pelayanan ambulans Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Haldi dalam akun Twitter pribadinya @Hal_ddi menceritakan ia menelepon ambulans Pemda DKI melalui 112, karena ibunya sakit akan dirujuk ke IGD.

Namun petugas meminta fotokopi KTP serta fotokopi KK pasien.

Petugas wanita dikatakan tak mau tau, semua yang memakai ambulans 112 harus memberikan fotokopi KTP dan KK.

Yang bersangkutan kecewa dan geram karena saat itu ia sudah memegang surat-surat tersebut namun tidak sempat jika harus memfotokopinya.

Operator bahkan menolak memotret KK dan KTP atau memfotokopinya di rumah sakit.

Haldi menyebut jika petugas tersebut menjawabnya kasar dan dinilai tidak sopan.

Ia merasa dipersulit, padahal kondisi ibunya sedang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Karena kesal, Haldi akhirnya menggunakan jasa taksi online untuk mengantarkan ibunya ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Ia mengunggah postingan tersebut pada Selasa, 26 Juni 2018 malam, dan menjadi viral di media sosial.

Warganet bahkan membantunya untuk melaporkan hal tersebut pada Dinas terkait dan pemerintah.

“Saya baru hari ini mau minta bantuan ambulans Pemda DKI telepon lewat 112.

Diangkat, lalu diminta fotokopi KTP pasien dan fotokopi KK. Saya pegang aslinya saat ini. Mau masuk IGD, tapi ke tempat fotokopi dulu? Keburu mati mama saya,” kata Halddi ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu, 27 Juni 2018

Keluhan Haldi akhirnya direspon oleh Dinkes DKI Jakarta melalui telepon.

Pihak Dinas Kesehatan bersedia menemui Haldi di rumah sakit untuk membicarakan hal tersebut.

Haldi mengutarakan hasil pertemuan tersebut melalui Twitternya, ia menyebutkan bahwa terjadi salah paham antara ia dengan operator.

Prosedur memberikan data KTP dan KK memang sudah ketentuan dari lama, hanya saja bisa dikirim fotonya melalui Whatsapp.

Namun hal itu tidak diinfokan operator tersebut kepadanya, sehingga ia terlanjur kalap dan marah.

Dinas Kesehatan Pemrov DKI dikatakan akan mengevaluasi kinerja operator tersebut.

sumber: kompas.com

Editor :