NATUNA

Intruksi Jokowi untuk 5 Pilar Percepatan Pembangunan Natuna, Baru 2 Ada Progres

Jumat | 26 Juli 2019 | 7:33

MEDIAKEPRI.CO.ID,Natuna- Masih hangat diingatan instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungannya pada Tahun 2016 lalu ke Kabupaten Natuna, ia meminta seluruh Kementerian dan Lembaga bersama-sama membangun Natuna.

Instruksi Jokowi ini dikenal dengan 5 Pilar Percepatan Pembangunan Natuna, yang terdiri dari pembangunan di sektor Pariwisata, Lingkungan Hidup, Perikanan, Industri Migas, serta Pertahanan dan Keamanan.

Pasca Kunjungan Jokowi ke Natuna, satu persatu Kementerian pun mulai mengeroyok Natuna untuk meninjau dan mengupas potensinya dan segera mewujudkan Nawacita Presiden tersebut.

Saat itu, Menko Maritim dan Sumber Daya RI masih dijabat Rizal Ramli, usai rapat terbatas dengan Presiden, dirinya menyebut pariwisata Natuna akan dikembangkan jadi Maldives dalam skala yang lebih besar.

Bahkan, Rizal Ramli juga menggembar gemborkan Natuna akan dijadikan Pasar Ikan termegah “menyaingi” Tsukiji Market Tokyo di Jepang.

Tentu perhatian dari Pemerintah Pusat ini ibarat angin segar bagi Natuna di tengah “gersangnya” daerah, karena terimbas dari UU Nomor 23 Tahun 2014. Undang-undang ini menyebutkan, pengelolaan Sumber Daya Laut sepenuhnya dikelola oleh Provinsi.

Kini, sudah menginjak 2 tahun pasca kunjungan Presiden Jokowi, sayangnya semua ekspektasi Masyarakat Natuna bak jauh panggang dari api.

Dari 5 Pilar percepatan pembangunan Natuna, baru 2 saja yang menunjukan progres yakni sektor pertahanan dan keamanan serta sektor perikanan.

Ibarat pribahasa “hangat-hangat tahi ayam”, perhatian Pemerintah Pusat terhadap Natuna pun dipertanyakan keseriusannya.

Fakta lapangan ini juga ditemukan oleh Deputi 1 Bidang Kordinasi Kedaulatan Maritim ,Kemenko Maritim, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengakui masih banyak implementasi percepatan pembangunan Natuna yang belum clear.

Hal itu ia ungkapkan dalam rapat Koordinasi dengan Pemkab Natuna pada 23 Juli 2019, di Kantor Bupati Natuna.

Yudhi pun mengatakan kunjungannya ke Natuna bukan untuk presentasi, melainkan untuk mempelajari masalah masyarakat dan meninjau program 5 pilar di natuna, untuk kemudian di laporkannya kepada Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.

“perlu disinergikan lagi dengan lebih baik, banyak kita gembar gemborkan pariwisata dan perikanan diluar, tapi blm jelas implementasinya, bisa dikatakan jalan ditempat,” Ujar Yudhi.

Lanjut Yudhi, dalam bidang perikanan salah satunya pengadaan sarana tanker BBM untuk nelayan di tengah laut dan partisipari investasi asing dari pasar seafood dunia, realisasinya masih di atas kertas.

Namun, Yudhi pun berjanji akan terus memfollow up perkembangannya, dan membawa permasalan dan masukan yang didapatinya di Natuna dalam rapat Kemenko Maritim dengan lintas Kementerian.

“kita akan follow up berkala, kita rapat terus dimonitor ,ga cuma meeting sekali trus dilepas,” Janji Yudhi. (alfian)

Editor :