NATUNA

Jalan Keluar Krisis Air, DPRD Dukung Pembangunan Embung Sebayar

Jumat | 17 Mei 2019 | 23:10

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil  Ketua 1 DPRD Natuna, Hadi Candra, mendukung sepenuhnya langkah pemerintah untuk membangun bendungan Sebayar di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.

Menurut Hadi Candra, pemerintah harus segera mengambil langkah tegas agar persoalan air bersih di Kota Ranai tidak berkepanjangan.

”Kita sangat support, jika memang ada rencana pembangunan bendungan Sebayar. Apalagi suplai air bersih sekarang sering macet,” ujar Hadi Candra, belum lama ini.

Dikatakannya, wacana pembangunan bendungan sebayar bukan baru kali ini saja disampaikan, Bahkan DPRD Natuna sudah mengesahkan anggaran untuk pembebasan lahan tersebut.

Tim dari BBWS meninjau lokasi yang akan dibangun embung

”Karena beberapa tahun lalu kondisi keuangan devisit, maka rencana pembebasan lahan itu dibatalkan. Syukur Alhamdulillah, salah satu masyarakat bersedia menghibakan lahannya seluas 5 hektare. Semoga tahun depan rencana pembangunan bendungan Sebayar bisa dimulai,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini berpandangan, Langkah membangun embung tersebut menjadi solusi nyata, untuk mengatasi krisis air bersih di Kota Ranai dan sekitarnya.

Saat ini, sambung Hadi Candra, pihaknya berharap Pemerintah Daerah melalui dinas terkait dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pihak BWS Sumatera IV agar dapat membiayai pembangunan bendungan Sebayar.

”Menurut informasi, BWS Sumatera IV akan menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk pembangunan fisiknya. Tetapi kita tidak mengetahui apakah dana itu bertahap atau sekaligus,” pungkasnya

Wakil Bupati Natuna saat berkonsultasi dengan BBWS terkait pembangunan embung sebayar

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, juga membenarkan perkataan Hadi Chandra, menurut Ngesti lokasi untuk membangun embung di sebayar, berasal dari lahan hibah mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi.

“Insha Allah tahun ini kita gesa mereview dulu perencanaanya dan tahun depan pembangunan fisiknya. Lahan hibah dari keluarga mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi seluas 5 hektar akan segera diproses administrasinya untuk dihibahkan kepada Pemkab Natuna,” kata Ngesti.

Berdasarkan hasil survei, terang Ngesti besar debet air di Sebayar mencapai 200 liter per detik menenggelamkan 68 hektar lahan. Sementara ketinggian air mencapai 15 meter. Ketersediaan debit air di Sebayar diprediksi bisa mengakomodir kebutuhan air kota Ranai dan sekitarnya minimal 20 tahun kedepan sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk dengan sistem grafitasi bumi.(alfian)

Editor :