Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

RAUN WAK

Jelang Malam di Destinasi Pilihan Wisatawan, Bukit Bintang

Jumat | 21 Desember 2018 | 22:14
destinasi wisata

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kuala Lumpur merupakan ibukota negara tetangga Malaysia. Kota yang terletak di tengah semenanjung ini, merupakan salah satu kota tujuan wisatawan mancanegara, begitu juga turis asal Indonesia.

Jalan-jalan ke Kuala Lumpur, banyak destinasi yang bisa dikunjungi. Mulai dari menara kembar Petronas atau KLCC, dataran Merdeka, hingga wisata belanja di kawasan Bukit Bintang.

Dari Batam melancong ke Kuala Lumpur cukup ringan biayanya dengan konsep backpacker. Selain dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, juga bisa dari Pelabuhan Internasional Harbour Bay dan Sekupang. Harga tiket ferry sekitar Rp380 ribu (pp) termasuk tax pelabuhan.
Perjalanan menuju Pelabuhan Stulanglaut Johor Bahru, Malaysia ditempuh selama 1,5 jam.

Suasana di pelabuhan tak jauh beda dengan pelabuhan ferry di Batam. Selain bahasa Melayu, orang Malaysia juga menggunakan Bahasa Iinggris dan Bahasa China.

Blue River di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur

Usai cek imigrasi, perjalan dapat dilanjutkan menggunakan taksi menuju terminal Bus Larkin. Boleh menggunakan taksi konvensional atau taksi online melalui aplikasi smartphone dengan tarif sekitar RM13 dan lama perjalanan sekitar 15 menit.

Johor Bahru merupakan Negara bagian di selatan semenanjung. Di negeri ini banyak perantauan dari Indonesia yang bekerja sebagai TKI. Mereka datang saat Johor Bahru membuka kawasan perkebunan karet dan sawit, sejak puluhan tahun silam.

Selain melancong, Warga Batam juga sering berbelanja di Johor, yakni Skudai untuk belanja spare part kendaraan atau belanja busana dan produk lainya yang dinilai harganya lebih murah dibading di Indonesia.

Dari Terminal Larkin banyak pilihan bus ke Kuala Lumpur, salah satunya Caseway Link, dengan harga tiket sekitar RM35. Perjalanan sekitar empat jam melintasi jalan tol atau warga Malaysia menyebutnya highway.
Sepanjang jalan tol yang dilewati, terdapat perkebunan sawit di kiri-kalan jalan. Jalan tol dari Johor Bahru membentang hingga ke utara sampai negera bagian Kedah atau perbatasan dengan Thailand.

Suasana malam di China Town Kuala Lumpur

Setiap bus dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur biasanya akan berhenti satu kali di rest area. Memberi kesempatan penumpang ke kamar kecil dan berbelanja makanan ringan atau minuman. Tapi tidak boleh makan dalam bus, hanya di kedai setempat. Menariknya, pelancong tidak perlu khawatir harga jajanan dan minuman di rest area lebih mahal daripada di kedai kawasan niaga lainnya. Di Malaysia harga makanan atau minuman di semua tempat sama, tidak boleh dinaikkan seenaknya oleh pedagang. Petugas Kerajaan selalu memantau dan apabila ketahun pedagang akan dikenakan sanksi.

Setelah empat jam perjalanan, sampailah di Terminal Berpaduan Selatan (TBS). Terminal bus antar kota ini merupakan terminal utama memiliki koneksi dengan stasiun kereta api, bus reguler dan taksi, serta dilengkapi area parkir yang luas bagi kendaraan pengantar.

Terminal ini sangat nyaman bagi penumpang. Dilengkapi fasilitas AC, eskalator, pusat kuliner. Pengunjung tidak boleh merokok selama berada di gedung terminal, karena ruangannya bebas asap rokok. Bus masuk terminal ini hanya untuk menjemput penumpang sesuai jam keberangkatan. Sedangkan bus yang menunggu jam keberangkatan berada di area parrkir di luar gedung terminal.

Penumpang yang turun dari bus, disediakan eskalator menuju ruang tunggu dan jemputan yang berada di lantai dua.

Bagi pelancong ingin ke Bukit Bintang dan KLCC boleh melanjutkan perjalan menggunakan kereta atau MRT tujuan KL Sentral dengan harga tiket sekitar RM4.

Perjalanan bisa ditempuh sekitar 15 menit. Dari sini pelancong dengan mudah nisa bepergian ke berbagai tempat yang diinginkan. Jika ingin wisata belanja dan hiburan boleh stay di Bukit Bintang. Tersedia banyak hotel di kawasan ini dengan harga bervariasi, mulai dari RM 120 per malam. Jika ingin penginapan dengan harga lebih terjangkau boleh bergeser ke kawasan Chow Kit atau sering disebut coket.
Di kawasan niaga ini penginapan ditawarkan dengan harga mulai dari RM60 per malam.

Gardung Sultan Abdul Samad bergaya Maroko di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur

Kawasan Bukit Bintang merupakan destinasi paling ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, seperti turis dari China, Thailand, Vietnam, Philipina dan turis dari Eropa, serta negara Asia lainnya. Terdapat pusat perniagaan mewah yang menawarkan berbagai produk branded dengan harga berpatutan.

Bagi pelancong yang ingin berbelanja barang berkualitas harga murah bisa berkunjung ke pusat perbelanjaan Sungai Wang, masih dikawasan yang sama.

Saat ujung pekan, kawasan Bukit Bintang sangat ramai, berbagai menu kuliner dengan sajian menarik tersedia di benyak restoran di tempat ini. Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri kawasan niaga ini untuk melihat suasana malam penuh gemerlap. Keramaian makin tarasa menjelang tengah malam hingga dini hari. Juga terdapat banyak pilihan tempat hiburan yang bisa dinikmati wisatawan untuk bersenang-senang.

Tidak jauh dari Bukit Bintang terdapat kawasan Dataran Merdeka. Kawasan ini merupakan destinasi yang wajib dikunjungi pelancong saat ke Kuala Lumpur. Di tempat ini terdapat bangunan tua dengan ornament khas kerajaan Melayu. Pada malam hari sungai yang terdapat di sisi Dataran Merdeka akan berwarna biru atau disebut juga blue river dan diselimuti kabut. Sungai ini didesain menyerupai suasana di Korea Selatan, dilengkapi jembatan untuk pengunjung melintasi sungai.

Destinasi wisata lain yang boleh dikunjungi wisatawan selama di Kuala Lumpur, yakni KL Tower, Aquaria KLCC, I City Kuala Lumpur, Sentral Market, Batu Caves, KL Butterfly Park Genting Higland dan Berjaya Time Square , serta Islamic Arts Museum. Juga tempat menarik lainnya, yakni China Town Petaling Street. (apshek)

Editor :