Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Kejam!! Kepergok Mencuri Onderdil Bengkel, Anak Yatim Piatu Dihukum Siram Oli Bekas ke Kepala Netter: “Monggo Ditindak Lanjuti”

Senin | 30 April 2018 | 11:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Beberapa foto yang memperlihatkan seorang bocah laki-laki menyiram kepalanya dengan oli bekas ramai di media sosial. Dari foto itu, disebutkan bahwa bocah tersebut kepergok mencuri onderdil dari sebuah bengkel dan dihukum menyiram kepalanya dengan oli bekas .

Foto-foto ini dibagikan oleh Rohmat Tri Anto di grup Facebook Info Cegatan Jogja hari ini pada sekitar 3 jam lalu. Kiriman tersebut berasal dari akun Mas Hadi Urc.

Selain foto-foto, Masy Hadi Urc menuliskan beberapa paragraf kalimat tentang kejadian tersebut.

Nak, maafkan kami. Kami baru tahu ketika kejadian telah berselang hari. Saya menangis melihatmu pasrah mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, membahayakan kedua matamu, masuk ke telingamu, bahkan sangat mungkin terjilat dan terminum olehmu. Kamu nampak sangat tidak berdaya melakukan penolakan dan nalar ke anak-anak anmu belum cukup untuk melakukan alasan perlawanan dan pembelaan diri.

Kamu terlihat pasrah dan bahkan sambil tersenyum saat dipaksa mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, saya sangat mengerti perasaanmu saat itu. Kamu merasa bersalah karena memang telah mengambil onderdil bekas di bengkel itu. Dan sama sekali tidak ada yang peduli padamu karena statusmu yang yatim piatu. Tidak ada orang dewasa di sekitar kejadian itu yang bisa berpikir sedikit waras, mencegah dan membelamu atas ketidak adilan itu.

sehebat apa dan sekuat apa penggagas hukuman dengan persekusi ini sehingga tidak ada orang yang bisa mencegahnya.

Heran sekali, di Sleman Yogyakarta kok masih ada warga yang mental arogannya berlebihan. Kegoblogan saja tidak cukup untuk seseorang bisa melakukan hal seperti itu. Dibutuhkan arogansi dan sok kuasa, bahkan watak yang cenderung dzolim untuk bisa menghukum anak anak dengan hukuman seperti itu.

Seorang anak kecil apalagi seorang anak kecil yang yatim piatu yang mencuri, menurut saya harus dirunut dan ditelusuri lebih dalam oleh orang yang mendapatinya ketika anak yatim piatu seusia itu melakukan pencurian.
Salah,? Iya salah,
haram?, iya haram.
Tapi ingatlah pada satu peristiwa ketika Khalifah Umar sedang mbolang menemukan Seorang Ibu dengan anak anaknya yang masih kecil-kecil sedang menguliti bangkai binatang untuk mereka makan.

Khalifah menegur : “Wahai Saudari, akankah kamu beri makan anak-anakmu dengan bangkai yang mulai membusuk itu. Tahukah kamu bahwa bangkai itu haram untuk dimakan…? ”

Jawab Ibu itu :

” Yang Mulia Khalifah, sudah pasti bangkai ini haram bagi khalifah, tetapi insya Allah tidak haram untukku dan untuk anak-anak kami. Kami miskin dan lemah, Tidak ada lagi yang bisa kami makan selain ini.”

Postingan di grup Info Cegatan Jogja sudah mendapat respon sebanyak 2.200 dan banyak komentar dari netizen.

Salah satu di antaranya, “Sungguh sangat terlalu hukuman nya…tdk berperikeanakan…msh bnyak hukuman yg bs mendidik…Apa isi otak para penghukumnya?” kata akun Windhu Nugroho.

Sedangkan akun Sikhi Sikhi mengatakan, “Monggo ditindak lanjuti..Meski memberikan hukuman namun tidak pantas memberikan hukuman seperti itu. Kasih hukuman yang sekiranya mendidik, suruh nyabuti rumput atau menyapu di bengkel tsbt… bukan malah memberikan hukuman yg tidak manusiawi…”
(***)

sumber: detik.com

Editor :