Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

KUANSING

Lahan Parkir Masyarakat di Pacu Jalur ‘Disulap’ Jadi Areal PKL, Polisi: Akan Panggil Pengelola

Sabtu | 24 Agustus 2019 | 16:16

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Masyarakat yang ingin meramaikan perhelatan Festival Pacu Jalur (FPJ) bingung untuk memarkirkan kendaraannya. Soalnya, lahan yang disiapkan untuk parkir disulap jadi arena dan lapak pedagang kaki lima (PKL).

Kondisi kesemrautan para pedagang ini menjadi pusat perhatian Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuansing. Karena situasi ini diduga tidak terkontrol dengan baik oleh panitia pelaksana perhelatan FPJ tahun 2019, sehingga mengganggu pengguna jalan lalu lintas.

Pantauan mediakepri.co.id, Jumat, 23 Agustus 2019 sekitar pukul 16.30 WIB di sekitar Kota Teluk Kuantan, banyak PKL yang berjualan pakaian, sepatu, tas dan dompet, kaos kaki, aksesoris rumah tangga, dan sol sepatu di badan jalan. 

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Kuansing, AKP Yohanes Basri, mengatakan, akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola terkait lapak yang tidak pada tempatnya.

“Besok pengelola mau saya panggil terkait lapak yang tidak pada tempatnya,” ucap Kasat lantas, AKP Yohanes Basri

Diakuinya, ada beberapa ruas jalan yang dibolehkan untuk dijadikan tempat jualan. Namun ada beberapa lokasi yang dijadikan lapak yang berdiri yang tidak sesuai Peraturan Bupati (Perbup)

Yohanes Basri yang kerap dipanggil pak Ibas ini menambahkan, sebaiknya sebelum dilakukan pengkaplingan lapak bagi pedagang tersebut harus dipikirkan dengan matang. Karena, katanya, efek dari itu sebagian masyarakat merasa bingung tentang kemana parkir dan melintas.

“Dari awal sudah saya ingatkan. Bahwa itu jalan umum, namun tidak diindahkan. Nanti pengelola lapak tersebut akan kita panggil,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Emerson saat dikomfirmasi mengatakan mengenai masalah pengelolaan lapak pasar sudah berkoordinasi dengan dinas pasar. Bahkan, tambahnya, ia minta untuk menidak dan tertibkan dengan cepat, kepada lapak yang mengganggu penguna jalan.

“Mengenai lapak pasar yang berada diareal badan jalan kita akan segara lakukan tidakkan penertiban, memang sebagian jalan ada yang bisa dipergunakan untuk berjualan, tapi tidak untuk jalan jalan utama,” kata Emerson (depriandi)

Editor :