Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

KARIMUN

Mantan Bendahara UPTD Disdik Moro Diduga Minta Rp1,5 Juta untuk Pengurusan Dokumen Kematian Rofina Nainggolan

Sabtu | 20 Juli 2019 | 12:46

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Parmasalahan terkait almahrumah Rofina Nainggolan, oknum Guru SD 007 Kebat yang terlilit hutang diduga karena kelalain Dinas pendidikan Kabupaten Karimun dalam pengurusan surat kematian semakin terkuak.

Dari pengakuan Anuar (47), suami almahrumah Rofina Nainggolan, dirinya pernah didatangi Julianti, yang saat itu menjabat selaku Bendahara UPTD Moro, untuk membantu pengurusan dokumen kematian dan dana pensiun istrinya.

BERITA TERKAIT:

Diduga Kelalaian Disdik, Oknum Guru yang Telah Meninggal Terhutang Rp51 Juta

” Waktu itu, ibu Julianti datang menemuai saya. Katanya dia akan bantu pengurusan dokumen kematian istri saya biar dana pensiunnya bisa keluar. Untuk pengurusan, dia minta uang satu setengah juta (Rp.1.500.000).Karna dia orang dinas, saya percaya. Tapi sampai sekarang, tak ada. Malah yang ngurus itu anak dan adik ipar saya di tahun 2016.” kata Anuar, Sabtu 20 Juli 2019.

Anuar kerap menanyakan kelanjutan kepengurusan dokumen kematian istrinya kepada Julianti, namun dirinya selalu berdalih. “Setelah uang itu saya berikan, saya selalu tanyakan ke dia, kapan selesainya, tapi dia selalu bilang masih pengurusan di dinas pendidikan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, keluarga Almahrumah Rofina Nainggolan, Guru SD 007  Keban yang meninggal dunia pada Juni 2014 silam, terlilit hutang sebesar 51 juta rupiah pada Badan Keuangan dan pengelola Aset Daerah Pemda Karimun.

Hutang tersebut timbul akibat pihak dinas pendidikan terlambat menyampaikan dokumen kematian oknum pegawai negeri tersebut, sehingga sejak Juni 2014 sampai Desember 2016, intansi terkait masih melakukan pembayaran gaji normalnya Guru yang masih hidup.

Hutang tersebut diketahui oleh pihak ahli waris almahrumah setelah mendapat surat terhutang dari Kuangan Pemda Karimun yang nantinya akan dipotong dari pencairan dana pensiun.

Selain terhutang di pemda, Almahrumah Rofina Nainggolan juga masih tercatat sebagai kreditur di Bank Riau Kepri Sehingga, gaji oknum guru SD inipun masih dipotong sampai Desember 2016, yang semestinya hutang tersebut dapat lunas dari pembayaran asuransi kematian.

Anuar berharap, ada kebijakan dari pemda maupun Bupati karimun terkait permasalahan yang ditimpanya itu. Bahkan, dirinya yang diwakili adik iparnya sudah menyampaikan hal ini kepada kepala daerah.

“Rabu 16 Juni 2019 lalu, adik ipar saya dan keponakan saya sudah menyampaikan hal ini kepada bapak Bupati. Katanya Bupati sudah intruksikan pihak dinas untuk selesaikan permasalahan ini, dan, hutang yang dicatatkan tidak dibebankan kepada kami. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya. (yan)

Editor :