Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

RAUN WAK

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Rabu | 26 Desember 2018 | 20:15
Melaka wisata sejarah

MEDIAKEPRI.CO.ID – Melancong ke Malaysia, tidak lengkap bila belum mengunjungi Melaka. Kota tua dengan beragam kekayaan warisan budaya. Negeri ini merupakan pusat peradaban Melayu dan menjadi pusat Kesultanan Melaka pada zaman dahulu.

Melaka terletak di pesisir pantai barat semenanjung Malaysia. Merupakan destinasi menarik dikunjungi wisatawan saat melancong ke jiran ini. Dari Kuala Lumpur bisa ditempuh menggunakan transportasi bus sekitar 1,5 jam perjalanan, dengan harga tiket sekitar RM15. Jika wisatawan dari Johor Bahru waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan dengan harga tiket bus sekitar RM22.

Negeri Pahlawan Hang Tuah ini memiliki banyak peninggalan bangunan bersejarah. Juga memiliki destinasi wisata modern yang ramai dikunjungi turis di ujung pekan dan saat liburan akhir tahun.

Wisatawan menikmati wisata Melaka River Cruise

Sebagai kota bersejarah, Badan dunia UNESCO telah menobatkan Melaka sebagai Kota Warisan Budaya Dunia atau Melaka World Heritage sejak 2008 lalu. Dengan banyak keunikannya, Melaka ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan bangunan peninggalan sejarah.

Satu di antaranya, yakni bangunan bersejarah The Stadthuys. Bangunan ini dulunya merupakan rumah kediaman gubernur Belanda saat bercokol di Malaysia hingga saat ini masih kokoh berdiri. Bangunan kuno berwaran merah ini merupakan salah satu ikon Melaka.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Melaka, dari terminal bus Malaka Sentral bisa menggunakan taksi online dengan tujuan Stadthuys dengan tarif sekitar RM9. Selama 15 menit perjalanan, wisatawan akan berada di kawasan Red Square atau kawasan zona merah. Disebut zona merah, karena hampir semua banguan di disekitar Stadthuys berwarna merah.

Sebelum memasuki kawasan ini, wisatawan akan menjumpai pertokoan dengan arsitektur banguan tua. Toko ini juga berwarna merah dan menyediakan beragam cinderamata menarik. Bagi wisatawan yang suka berburu barang cinderamata boleh mampir ke tempat ini.


Menara Taming Sari di Dataran Pahlawan, Bandar Hilir, Melaka.

Untuk menikmati suasana di kawasan Red Square, wisatawan dianjurkan berjalan kaki di sepanjang pendestrian yang disediakan atau naik becak hias yang ditawarkan untuk turis. Di sepanjang pinggir sungai atau Melaka River terdapat kafe-kafe dengan aneka menu menarik. Kawasan ini ramai dkunjungi turis mulai sore hingga malam.

Jika wisatawan ingin menikmati keindahan sungai di malam hari, bisa mengikuti paket wisata Melaka River Cruise. Pihak hotel biasanya menawarkan paket wisata ini atau wisatawan juga bisa langsung ke lokasi. Turis akan dibawa menelusuri alur sungai, yang dulunya merupakan jalur niaga kapal yang singgah ke Melaka.

Tidak jauh dari Red Square, wisatawan dapat mengunjungi Maritime Museum. Bangunannya berbentuk kapal kayu memiliki tingi 34 meter, panjang 36 meter dan lebar 8 meter. Di tempat ini wisatawan dapat mengetahui seputar sejarah Melaka sebagai kota perdagangan di Asia. Juga terdapat koleksi benda bersejarah dan diodrama menggambarkan kesibukan pelabuhan Melaka tempo dulu. Tiket masuk museum ini RM10 per orang untuk warga Malaysia dan RM15 per orang untuk turis.

Dari Museum Maritime, perjalanan bisa dilanjutkan ke Menara Taming Sari, yang bersebelahan dengan Dataran Pahlawan, Bandar Hilir, Melaka. Menara ini memiliki tinggi 110 meter, dengan kapasitas 60 orang. Dibuka untuk umum mulai pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam dengan harga tiket RM20 untuk dewasa dan anak-anak RM10. Wisatawan dapat melihat keindahan Kota Malaka dari ketinggian dengan menaiki Menara Taming Sari.

Becak hias melayani wisatawan keliling kawasan Red Square

Wisatawan yang ingin stay beberapa hari di Melaka, tersedia banyak pilihan hotel dan penginapan dengan harga mulai dari RM60 per malam. Jika ingin menikmati suasana malam di Dataran Pahlawan, wistawan boleh menginap di hotel yang berada di sekitar kawasan ini dengan harga berpatutan.

Masih banyak destinasi wisata lainnya, di antaranya A Famosa. Bangunan bersejarah ini merupakan benteng peninggalan Portugis. Bangunan bersejarah lainnya, yakni Masjid Kampung Hulu yang dibangun sejak tahun 1728, merupakan masjid tertua di Malaysia.

Tempat menarik lainnya bisa dikunjungi wisatawan, yakni Jonker Walk di kawasan China Town, Malaka. Di tempat ini banyak terdapat shop house yang menjual barang antik, kerajinan tangan dan souvenir. Pada ujung minggu, tempat ini ramai dikunjungi turis, karena adanya night market.

Destinasi lainnya adalah Portugese Square yang dikenal sebagai mini Lisbon. Bangunan tua St John’s Fort yang dibangun abad 18, serta Melaka Mini Zoo, hingga gurun pasir Melaka.

Bagi pelancong yang ingin menikmati wisata belanja di berbagai pusat perbelanjaan, sekaligus menikmati aneka kuliner khas Melaka dengan harga berpatutan. Salah satu tempat kuliner yang ramai dikunjungi dan halal, yakni kedai Pak Putra Tandoor & Naan. Berlokasi di Jalan Laksamana 4, Melaka. Buka mulai pukul lima sore hingga tengah malam. Di tempat ini disediakan aneka menu lezat, salah satunya menu chicken tandoon dengan harga RM7 per porsi.

Tempat kuliner lain yang bisa dikunjungi adalah Kedai 468 Baba Low di Jalan Tengkera, Melaka. Menu terkenal di kedai ini yakni nyona laksa, ditawarkan dengan harga sekitar RM5. Juga tersedia menu nasi lemak dengan harga RM4, juga minuman es kopi dan es limau dengan harga sekitar RM2 per gelas.

Aneka menu di Kedai Jonker 88 juga tak kalah menarik dicoba. Tersedia menu assam laksa dan sago gula Melaka. Menu assam laksa di tempat ini disukai penggemar makanan pedas, di samping lapisan kremes pada tahu yang melengkapi menu assem laksa terasa gurih.

Bibik House Durian Cendol berada di Jalan Hang Jebat, Melaka. Menu favorite di tempat ini yakni es cendol bibik dengan penyajian menarik dan berbeda dengan tempat lain. Kacang merah di bagian bawah mangkok ditutup es serut menggunung, lalu disiram santan dan gula merah. Sedangakn cendolnya disajikan terpisah. Setelah esnya mencair, barulah cendolnya dimasukan dan diaduk, lalu siap dinikmati. Peminat es sendol bibik sangat ramai, pengunjung harus beratur atau antre untuk membelinya. (apshek)

Editor :