HARI INI SEJARAH

Perjanjian Schengen, Puluhan Negara di Uni Eropa, Warganya Bebas Keluar Masuk

Jumat | 14 Juni 2019 | 1:13

MEDIAKEPRI.CO.ID – Perjanjian Schengen merupakan perjanjian yang dibuat oleh sejumlah negara Uni Eropa untuk menghapuskan pengawasan perbatasan antar negara.

Perjanjian Schengen merupakan sebuah perjanjian yang bertujuan untuk menghilangkan batasan internal wilayah antar negara yang berada di Uni Eropa.

Nama perjanjian ini diambil dari lokasi tempat dilakukan penandatanganannya yakni Schengen, suatu desa di Luksemburg

Pada perjanjian ini disepakati aturan yang disetujui bersama yakni mengenai kebijakan izin masuk jangka pendek (termasuk di dalamnya Visa Schengen), penyelarasan kontrol perbatasan eksternal, dan kerjasama polisi lintas batas.

Perjanjian Schengen pun juga menyediakan kerja sama dalam hal pasukan kepolisian dan juga permasalahan hukum dan aturan untuk batasan eksternal wilayahnya.

Pada mulanya perjanjian ini diresmikan pada 4 Juni 1985 oleh Belgia, Prancis, dan Republik Federal Jerman, Luksemburg dan juga Belanda. Perjanjian tersebut tergabung dalam kerangka aturan yang disetujui oleh Uni Eropa pada tahun 1997.

Saat ini, Perjanjian Schengen telah ditanda-tangani oleh 22 negara yang merupakan anggota Uni Eropa dan 4 negara non Uni Eropa. Untuk Inggris Raya, meskipun bukan termasuk area yang menerapkan Perjanjian Schengen namun Inggris ikut berpartisipasi dalam Sistem Informasi Schengen yang mana turut menyediakan data anggota masyarakatnya untuk keperluan terkait hukum dan juga data kepolisian dengan perjanjian yang telah dikaji terlebih dahulu.

Perjanjian Schengen mencakup dua macam perjanjian berbeda yang disahkan pada tahun 1985 dan 1990. Diantaranya, peraturan tersebut menghapus aturan perbatasan dan membuat proses transit melalui Benua Eropa menjadi lebih mudah. Isi kedua perjanjian tersebut adalah sebagai berikut [1]

Pada tahun 1985, perjanjian Schengen disetujui oleh Negara Unit Ekonomi Benelux , Prancis, dan Jerman. Semua negara anggota yang telah menandatangani perjanjian ini menyetujui untuk menghapuskan pemeriksaan di wilayah perbatasan yang mana mereka saling berbagi wilayah kekuasaan didaerah tersebut.

Bagi pengendara kendaraan bermotor dapat langsung melewati daerah perbatasan tersebut apabila memiliki green card visa pada kaca depan mobilnya. Namun para petugas tetap berjaga di wilayah perbatasan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Perjanjian ini disebut juga dengan perjanjian Schengen I

Pada 1990, terjadi pembaharuan peraturan yang lebih berkembang. Perjanjian menghasilkan peraturan mengenai penghapusan sistem pemeriksaan yang lengkap di area perbatasan selama jangka waktu tertentu. Peraturan ini disebut juga dengan perjanjian Schengen II
Perjanjian Schengen pun kelak menjadi kerangka kerja dari Uni Eropa melalui Perjanjian Amsterdam pada tahun 1995. (wikipedia.org)

Editor :