Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

HEADLINE

Raung Mesin Tambang Emas di Desa Bukik Pedusunan, Warga: Istirahat Kami Terganggu

Minggu | 19 Mei 2019 | 0:24

MEDIAKEPRI.CO,ID, Teluk Kuantan – Bagi masyarakat di Arena Dayung, Desa Kukik Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Singingi (Kuansing) tentu berbahagia karena telah diberikan kekayaan alam, dalam bentuk tanah yang mengandung biji emas di wilayahnya.

Awalnya, kekayaan alam ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi penopang perekonomian keluarganya. Perlahan, secara manual masyarakat mengayak biji emas yang terbentang di wilayah mereka tersebut.

Setelah kandungan biji emas ini menjadi rahasia umum, ada sebahagian orang yang ingin mendapat lebih biji emas yang ada. Lalu, mereka tidak ragu mengunakan mesin, menyaring biji emas itu. Tanpa mereka sadari bahwa aktivitas mereka itu telah membuat masalah baru di masyarakat.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi pertambangan emas itu bukan menaruh rasa cemburu atas penghasilan bagi penambang. Akan tetapi, kegiatan penambang yang tidak mengenal waktu itu telah mengganggu dan mengusik istirahat masyarakat.

Kj (35), satu diantara warga yang tinggal di sekitar lokasi penambangan. Kepada mediakepri.co.id dia mengaku sangat merasa terganggu dengan kegiatan penambangan emas ini. Karena aktivitas operasional pertambangan emas ini tidak mengenal waktu.

“Selain mereka bekerja pagi sampai sore, pada malam hari pun mereka juga bekerja,” katanya.

Lebih jauh disebutkannya, suara keras yang memekakkan telingan dari mesin dompeng yang digunakan itu sangat mengganggu keheningan dan ketenangan masyarakat. Sehingga, istirahat masyarakat sangat terganggu.

Kapolsek Kuantan Mudik, AKP Afrizal mengaku sudah sering mengambil tindakan terhadap pertambangan emas ini. Namun, katanya, kegiatan ini seakan tidak mau mati.

“Kamipun sudah sering merazia. Sudah banyak yang ditindak mulai dari dibakar, ditenggelamkan. Tetapi, tidak berapa lama, aktivitasnya meraja Lela lagi,” katanya.

Disebutkannya, untuk menindak pertambangan emas ini ia berharap bantuan dan dukungan masyarakat dalam memberantasnya. Laporkan terus, tambahnya, bila masyarakat melihat aktivitasnya.

“Kami akan selalu perangi,” ungkapnya. (depriandi)

Editor :