KUANSING

Ribuan Masyarakat Padati Tepian Muko Lobue Saksikan Atraksi Budaya Parahu Baganduang

Minggu | 09 Juni 2019 | 23:14

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Ribuan Masyarakat padati tepian Muko Lobuah, Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menyaksikan atraksi budaya parahu baganduang, Sabtu, 8 Juni 2019.

Ketua Panitia, Raja Muhammad Deprian mengatakan Atraksi ini diikuti 18 buah perahu baganduan. Peserta yang mengikuti atraksi ini merupakan perwakilan dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Kuantan Mudik.

Dijelaskannya, atraksi budaya perahu baganduang yang merupakan simbol adat masyarakat Kuantan. Kegiatan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang. Konon, tambahnya, tradisi berlayar dengan perahu baganduang telah ada semenjak masa kerajaan-kerajaan dahulu.

Perahu ini, katanya, biasanya dipakai oleh raja sebagai sarana transportasi. Namun, tambahnya, lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk menjopuik limau oleh calon menantu ke rumah calon mertua dalam tradisi menyambut hari raya Idul fitri.

Ribuan masyarakat menyaksikan aktrasi budaya parahu baganduang

Dalam tradisi masyarakat Kuantan, katanya lebih jauh, memang terdapat kebiasaan ritual mandi balimau. Trasdisi ini sebagai simbol perbersihan diri pada pagi hari menjelang Idul Fitri. Nah, kebiasaan menggunakan perahu tersebut dirawat dan dipelihara masyarakat lubuk jambi dan kini diwujudkan melalui Tradisi Perahu Baganduang.

Tradisi perahu baganduang yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Lubuk Jambi sampai saat ini masih dilestarikan sebagai bentuk kearifan lokal. Karena tradisi itu sendiri mengandung nilai-nilai budaya, etika, moral dan simbol-simbol adat yang sangat penting di jelaskan dari generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi ini merupakan salah satu produk budaya yang merupakan kearifan lokal yang memperkaya khasanah budaya nasional.
Perahu baganduang dengan berbagai simbol-simbol adat yang penuh makna, seperti kubah, tanduk kerbau, ani-ani, labu-labu, cerano dan payung, serta dimeriahkan dengan marowagh atau bendera adat.

Perahu baganduang ini digunakan oleh masyarakat adat dahulunya untuk manjopuik limau, manjalang mamak atau pemangku adat, mengangkut hasil panen, upacara-upacara adat lainnya.

“Perahu Baganduang dari Lubuk Jambi Kuantan Singingi telah ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda tahun 2017,” ungkapnya.

Selain ribuan masyarakat yang mengikuti, acara ini dihadiri Bupati Kuansing Mursini. Camat Kuantan Mudik dan para kepala dinas di lingkungan Pemerintahan Kuansing.

Bupati Kuansing menyampaikan ucapan terimakasih dan kebahagiannya yang telah bertemu dengan masyarakat Lubuk Jambi, khususnya dan umumnya dengan masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik.

Lebih lanjut Mursini menyampaikan aktrasi parahu baganduang ini merupakan ajang silaturrahmi pimpinan daerah dengan masyarakat,

Bupati juga mengajak masyarakat untuk selalu melestarikan budaya parahu baganduang. Dimana, atraksi ini merupakan agenda Pemda Kuansing untuk meningkatkan kepariwisataan di Kuansing. Melalui kegiatan ini, katanya, adanya pengaruh positif di bidang ekonomi di Kuansing. (depriandi)

Editor :