KARIMUN

Sebut Pernyataannya Bohong, Billy Siap Terima Tantangan Ricardo tuk Buktikan Kebenaran

Rabu | 07 Agustus 2019 | 17:21

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Perseteruan Billy pengusahan Hotel di Karimun dengan mantan karyawannya, Ricardo terus berlanjut. Kali ini beredar video pengakuan Ricardo terkait konfrensi pers yang digelar Billy.

Dalam isi video itu, Ricardo mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Billy saat konfrensi pers merupakan suatu kebohongan.

Ricardo pun menantang Billy yang merupakan mantan bosnya itu untuk membuktikan semua kebenaran dengan Sumpah “Pocong” atau sumpah di Kelenteng.

Menanggapi hal tersebut, Billy mengaku siap menerima tantangan mantan pekerjanya itu untuk membuktikan kebenaran atas dugaan pengeroyokan, penganiayaan, hingga perampasan yang menyeret namanya.

“Terkait tantangan sumpah pocong itu, saya tak ngerti apa yang dinamakan sumpah pocong, tiba-tiba dia ngajak saya sumpah pocong di Kelenteng, gimana ceritanya ini,” ujar Billy heran.

“Namun kalau memang itu yang dia mau, saya siap terima tantangan dia, tapi apakah sah di mata hukum,” kata Billy, Rabu 7 Agustus 2019.

Billy pun meminta permasalahan ini untuk menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk membuktikan kebenaran dan menguak fakta sebenarnya atas kasus ini.

“Sebenarnya saya juga gak tau tujuannya apa, jadi saya minta kepada Ricardo jangan mengungkit-ungkit yang berkaitan dengan agama atau yang lain, dalam arti jangan disangkut pautkan dengan suku, ras, dan agama,” katanya.

Kasus antara Billy dan Ricardo mantan karyawannya itu mencuat setelah Ricardo melaporkan mantan bosnya itu bersama dua orang lainnya yakni Michael dan Ayong atas dugaan pengeroyokan, penganiayaan, hingga perampasan yang dialaminya.

Laporan yang dilayangkan Ricardo itupun dibantah Billy bersama Ayong dan Miekel yang juga namanya ikut dilaporkan dengan menggelar konfrensi pers.

“Terkait penyitaan barang-barang Ricardo kami juga tak mengerti barang apa yang sudah kami sita dari dia. Sekali lagi saya sampaikan, kami tidak ada menyita barang-barang dia. Sebenarnya ada apa dibalik ini, jangan sampai Ricardo ini dijadikan alat politik oleh orang lain,” ujarnya. (yan)

Editor :