26

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang mengamankan sebanyak 27 orang TKI yang baru pulang dari Malaysia tanpa melalui prosedur di Perairan Kawal, Bintan, Sabtu, 16 September 2017. Mereka, sebanyak 27 TKI illegal tersebut yang terdiri dari 23 pria, 3 wanita dan seorang anak berusia 4 tahun rencananya akan menuju Batu Besar, Nongsa, Batam.

Diamankan 27 TKI Illegal tersebut berdasarkan laporan yang diterima Intel Lantamal IV Tanjungpinang mengenai adanya spedboat yang akan membawa TKI illegal dari Malaysia dengan tujuan Batam. Saat dilakukan pengintaian oleh Tim WFQR, ditemukan speedboat kayu dengan mesin double 115 PK yang sedang sandar di kelong ikan milik nelayan karena kehabisan minyak.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan 27 orang penumpang yang mengaku dari Malaysia tanpa memiliki identitas.

Turut diamankan dua orang yang diduga sebagai ABK spedboat yang membawa TKI illegal. Sedangkan kapten spedboat atau tekong tidak berada ditempat. Dari keterangan ABK diketahui tekong naik ke darat membeli minyak.

Dari keterangan para TKI illegal yang diamankan, mereka pulang ke Indonesia melalui Batam karena sudah tidak memiliki identitas selama berada di Malaysia. Untuk sampai ke Batam, para TKI mengaku membayar dengan jumlah bervariasi.

Seperti yang dikatakan Dora wanita asal Flores, NTT yang pulang bersama anaknya yang berumur 4 tahun. Dora mengaku membayar 600 ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 1,8 juta kepada tekong untuk sampai ke Batam. Wanita yang mengaku di Malaysia sudah 3 tahun ikut suaminya.

Mahdi, pemuda asal Lombok ini mengaku membayar 1300 ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 3,9 juta kepada pengurus yang berada di Malaysia.

Saat ini ke 27 TKI illegal beserta dua orang ABK spedboat diamankan di Lantamal IV Tanjungpinang untuk penyelidikan lebih lanjut. (bob/wok)