Akbar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam rangka memeriahkan pergantian Tahun Baru Islam 1440 H / 2018 M, Santriwan dan Santriwati Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Kabupaten Natuna, menghadiri acara Tabliq Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al-Jamik Kelurahan Ranai Kota, Ahad, 16 September 2018.

Menurut Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto sekaligus sebagai Ketua Panitia acara Tabliq Akbar menyampaikan, Tabliq Akbar tersebut, pertama kali diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Guru (BMG-TPQ) Kabupaten Natuna.

Acara ini bertujuan agar anak -anak lebih mengenal apa itu tahun Islam. Sebab kata Dedi, tidak sedikit orang islam sendiri yang tidak tau kapan itu datangnya tahun baru islam. Inilah pentingnya kita selalu memperingati sejarah tahun baru islam, papar Dedi.

Sambung dedi, bahwa makmur suatu negeri sebab banyaknya masyarakatnya yang bersyukur, Menegakkan Sholat dan Membaca Al-quran.

“Jadi dua miliar, atau dua triliun pun uang yang digelontorkan oleh pemerintah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, belum tentu dapat merubah nasib bangsa ini. Namun, kalau doa- doa anak-anak Sholeh dan Sholeha Insya’Allah akan dapat menembus langit dan bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita semua menjaga anak-anak, antarkalah mereka dalam menuntut ilmu seperti menulis dan membaca Al-quran di TPQ terdekat di sekitar kita,”pesan Dedi.

Acara tersebut juga disisi oleh Ustad H. Tirta Yasa, S. Ag. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Husaen, Ketua DPRD Natuna Yusri Pandi, Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto, S. Pd.I, Wakil Ketua H. Sholat, S. Ag, Ketua BMG Kecamatan Bunguran Selatan, Agustri, Kepala serta Ustad dan Ustadzah TPQ Se- Natuna dan Ribuan Santri TPQ.

Pantauan media ini dilapangan lokasi acara berlangsung di Masjid Al-jami’ Ranai, sangat disayangkan sebab dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna ataupun perwakilan tidak nampak hadir pada acara tersebut, meskipun pihak panitia dari BMG menyebut sudah mengundang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ahmad Husaen, dalam sambutanya mengatakan, pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas acara yang dimotori oleh BMG-TPQ Kabupaten Natuna.

Anak- anak santri TPQ ini, kata Ahmad Husen, adalah aset kita, aset orang tua yang harus kita jaga dan pelihara bersama.

“Inilah generasi penerus kita kedepan, yang akan meneruskan menjadi imam, yang akan jadi pengurus islam kedepan, bahkan yang menggantikan para pejabat yang ada saat ini,”ujar Ahmad Husaen.

Ustad H. Tirta Yasa, pada ceramahnya juga menyampaikan, untuk orang tua Santri yang hadir, akan ditanya dikubur apabila anak Adam sudah meninggal, tidak Malaikat menanyakan Eselon berapa? Apa jabatan, berapa Mobil dan berapa banyak hartamu, itu tidak ditanya sedikitpun oleh malaikat, selain amal ibadah yang engkau kerjakan di dunia. “terang Tirta.

Oleh sebab itu, marilah kita upaya kan anak – anak kita untuk menjadi anak-anak yang Sholeh dan solehah. Rajin sholat, pandai baca Al-Qur’an.

Kepada ibu dan bapak orang tua santri jangan sampai kita kalau untuk les bahasan Inggris, Komputer dan lainya kita berani bayar iuran Rp. 100 ribu. Terapi giliran bayar iyuran Mengaji di TPQ Rp. 20 Ribu, Bapak dan Ibu berat.

Bahkan nunggu 5 bulan, lansung suruh anak kita berhenti dari TPQ. Ilmu yang dipelajari anak di TPQ inilah nantinya yang akan membantu anak anak kita serta tuanya kelak dari ancaman api neraka.

Sebab selain amal ibadah kita, do’a anak Sholeh dan Sholehahlah yang diharapkan orang tua kalau sudah meninggal dunia aku,”terang ustad Titayasa. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, keberagaman jangan sampai menjadi penghalang bagi Kepulauan Riau untuk maju. Keberagaman harus dijadikan kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa.

“Dengan keberagaman yang ada di Kepri, kita jadikan modal untuk membuat negeri ini semakin maju,” kata Nurdin saat menghadiri Silaturahmi Akbar Paguyuban Warga Pacitan di Lapangan PT Jeni Putra Mangsang Sei Beduk Batam, Sabtu, 15 September 2018 malam.

Tampak hadir pada silaturahmi itu anggota DPR RI H Nyat Kadir, Bupati Pacitan Indartato dan istrinya Luki Tri Baskorowati, Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo dan istrinya Ny Nonok Sumbogo, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Ketua Paguyuban Warga Pacitan Alib Munirman dan masyarakat Batam asal Pacitan.

Nurdin berterima kasih dengan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Pacitan di Batam. Kata Nurdin, Bupati jangan khawatir, semua warga Batam dan Kepri dalam keadaan baik, guyub dan kondusif.

“InsyaAllah kami akan selalu menjaga itu. Suatu kehormatan bagi saya dapat mengayomi warga Batam asal Pacitan,” kata Nurdin.

Nurdin mengajak awal tahun baru Islam ini, agar masyarakat menjadikannya sebagai landasan dalam memacu semuanya untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi. Kebersamaan harus dipererat, meskipun berbeda beda suku dan agama.

Bupati Pacitan, Indartato mengatakan dia bangga dan terimakasih pada Gubernur Nurdin Basirun yang mengayomi dan sudi hadir di acara warga Batam asal Pacitan. Dia tak menyangka kalau perhatian dari Gubernur begitu besar pada warga asal Pacitan.

“Meskipun Kabupaten Pacitan tidak memberikan bantuan dan sumbangan dalam acara ini, kami bahagia tetap diundang dan dihargai. Terimakasih Pak Nurdin,” kata Bupati.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun dan Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budho Revianto mengajak masyarakat menyambut tahun baru Islam dengan terus memperbaiki diri menjadi semakin baik. Bersama-sama mewujudkan prestasi untuk kebanggaan negeri. Juga membuat negeri ini semakin nyaman dan damai.

“Perbaikan dalam diri tersebut dituangkan dalam torehan prestasi apapun peran yang kita dapatkan,” ujar Nurdin dalam acara Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin, 10 September 2018 malam.

Tabligh Akbar dengan penceramah Syeikh Al Jaber dipadati masyarakat Kepri.

Selain Gubernur dan Kapolda, hadir juga Kajati Kepri Asri Agung Putra, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno, Wakil Gubernur H Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Penasihat TP PKK Kepri Hj Noor Lizah Nurdin, Danlanud RHF Kolonel Pnb M Dadan Gunawan, Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Wali Kota Tanjungpinang Terpilih H Syahrul beserta tamu undangan lainnya.

Nurdin menyebutkan, bahwa semua elemen memiliki peran dalam pembangunan. Untuk itu, selain meningkatkan prestasi di bidangnya masing-masing, menjaga persatuan juga wajib bagi seluruh masyarakat dalam lingkup NKRI.

“TNI-Polri bersama masyarakat kuat dan tak terkalahkan, ini harus terus kita pertahankan,” kata Nurdin.

Hal ini sejalan dengan tema yang diambil yakni “Hijrah sebagai momentum prestasi, persatuan dan persaudaraan dalam mewujudkan Indonesia damai”. Nurdin yakin kebersamaan yang terus dipupuk saat ini menjadi kunci suksesnya bangsa, menjaga dan mengharumkan namanya.

Kepada Seluruh masyarakat yang hadir Nurdin menghimbau untuk dapat menyerap dengan sungguh-sungguh ceramah yang disampaikan.

“Semoga dari ceramah yang didapat menjadikan tambahan bekal untuk menjalankan kehidupan kita ke depan lebih baik lagi,” tutup Nurdin.

Sementara Itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan bahwa perayaan tahun baru Islam ini layaknya dijadikan patokan untuk berkomitmen dalam memperbaiki diri. Apalagi di tengah dinamika lingkungan persatuan harus terus dijaga dengan baik demi persatuan NKRI.

“Mari kita bersama mewujudkan Indonesia yang damai,” kata Andap.

Dalam kesempatan ini Irjen Andap juga mengenalkan dirinya secara pribadi yang mana sejak satu bulan yang lalu dirinya diberi amanah untuk menjabat sebagai Kapolda Kepri yang baru.

“Saya mohon dukungan dan kerjasama semua pihak dalam menjalankan tugas di Kepri,” kata Andap.

Dalam ceramahnya, Syeikh Ali membahas tentang kedamaian NKRI. Hal tersebut merupakan nikmat aman yang diberikan Allah SWT. Nikmat aman tersebut harus terus dijaga dan dipertahankan agar Allah senantiasa meridhoi.

“Peringatan tahun baru Islam diharapkan menjadikan refleksi bagi kita untuk dapat menjadi lebih baik lagi, Terutama dalam menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI, itu merupakan tugas bersama seluruh masyarakat, ayo kita jaga nikmat yang Allah berikan itu,” kata Syeikh Ali.

Begitupun dengan kehidupan sehari-hari, Syeik Ali mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk terus memperbaiki diri terutama hal-hal yang kecil.

“Dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, perlahan kita perbaiki agar kedepan semakin baik,” lanjut Syeikh Ali. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pada Sabtu, 11 Agustus 2018 jalan Raja Haji Fisabilillah akan ditutup karena jalur tersebut digunakan sebagai pusat acara Malam Tabligh Akbar Gebyar Muharram 1440 H Tahun 2018 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Pusat acara Tabligh Akbar Kemilau Muharram 1440 H di Jalan Raja Haji Fisabilillah atau depan Palm Spring-Batamcentre.

Penutupan jalur akan mulai dilakukan pukul 16.00 Wib hingga pukul 24.00 Wib. Bagi masyarakat Kota Batam yang akan menyaksikan Ustadz Abdul Somad dan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, Pemko Batam telah menyiapkan tiga kantong parkir.

Kantong parkir utama tanah kosong Oxley, depan dan belakang ruko Edukits dan di depan dan belakang KFC Gelael sampai ke Rumah Makan B3 Palm Spring. Bagi masyarakat dari arah Batam Centre yang ingin ke lokasi acara dapat berputar arah dari u turn depan Palm Pring dengan lokasi parkir di Oxley. Sedangkan warga dari Batam Centre yang akan ke Sekupang dan ke Simpang Kabil harus berputar lewat Sei Panas menuju Simpang Jam.

“Bagi masyarakat Batam dari arah Sekupang dan Batu Aji untuk menuju ke lokasi acara tetap masuk melewati Simpang Jam dan menurunkan penumpang di depan Dataran Madani atau jalan Raja Haji Fisabilillah. Kemudian untuk menuju ke lokasi parkir bisa melewati jalan belakang Edukits nanti tembusnya di rumah makan Lamun Ombak,” jelas Kabag Humas Pemko Batam, Yudi Admaji, Jumat 10, Agustus 2018.

Demi terciptanya situasi yang aman dan suksesnya penyelenggaraan acara tersebut, Pemko Batam juga telah menyiapkan tim pengamanan sebanyak 1.150 personil. Tim pengaman terdiri dari personil Polresta Barelang, anggota Kodim 0316 Batam, Batalyon Infantri 134/Raider, Marinir/Satria Bhumi Yudha, Angkatan Laut, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Pagar Nusa, GP Ansor, tim pengamanan UAS dan dari FPI Kota Batam.

“Malam itu juga akan dilakukan pengumpulan donasi untuk korban gempa di Lombok,” ucapnya.

Untuk meramaikan acara tersebut Walikota Batam, Muhammad Rudi mengundang seluruh masyarakat Kota Batam untuk dapat bersama-sama hadir menyaksikan ceramah Ustad Abdul Somad dan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf. Masyarakat yang hadir diharapkan mengenakan pakaian putih-putih. Di lokasi acara panitia juga menyediakan area bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah Shalat Mahgrib.

“Mari bersama-sama kita meramaikan peringatan Muharram 1440 Hijriah ini dengan menyaksikan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad dan Habib Syech akan bershalawat diiringi grup hadrohnya. Semoga acara ini berlangsung dengan lancar dan aman dari mulai terselenggaranya acara hingga selesai,” ajak mantan Camat Bengkong ini.(***)

sumber: mediacentre.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun memanfaatkan waktu sepanjang Rabu, 8 Agustus 2018 ini untuk mengkonsolidasi segala sektor pembangunan di Kepri. Setelah bersafari akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid Raya Nur Illahi Dompak, Tanjungpinang, Nurdin menemui dua menteri di Jakarta pada Rabu siang.

Di Jakarta, Nurdin menemui Menteri Pendayahunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur untuk membahas kelembagaan Badan Pengusahaan Karimun dan Bintan. Setelah itu, Nurdin menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membahas Rencana Induk Pelabuhan Tanjungsauh, Batam.

Bersama Asman, Gubernur Nurdin sepaham bahwa penempatan orang pada suatu organisasi harus profesional. Mereka mendapatkan posisi harus karena kompetensi, bukan kedekatan kepada seseorang.

“Kita tidak boleh mengintervensi untuk mendudukkan seseorang. Mereka harus berorientasi pada hasil akhir untuk membuat Kepri semakin baik,” kata Nurdin saat Pembahasan Kelembagaan BP Karimun dan BP Bintan di Ruang Rapat Majapahit Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Rapat itu dipimpin langsung Asman Abnur. Struktur organisasi di BP Bintan dan BP Batam dibahas secara rinci. Struktur Organisasi di BP Bintan lebih banyak menampung personil dibanding Karimun. Untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan meliputi dua wilayah di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Di Bintan dengan luas lahan 60.868 hektare dan di Tanjungpinang dengan luas lahan 2.633 hektare.

Asman menegaskan, semua ini dibentuk pada prinsipnya untuk memangkas birokrasi. Pada pemilihan orang untuk organisasi, kata Asman, harus secara profesional melalui melanisme seleksi.

Sementara Gubernur Nurdin mengatakan di era ini semua harus bergerak cepat. Mekanisme pertimbangan yang tak penting untuk penempatan seseorang sudah bukan zamannya lagi.

Dalam rapat itu disebutkan bahwa pengisian posisi kepala, wakil kepala dan aggo/direktur Badan Pengusahaan dilakukan secara terbuka dan kompetetip. Tata caranya ditetapkan oleh Ketua Dewak Kawasan Karimun/Bintan.

Nurdin menyebutkan, untuk mengisi kelembagaan di BP Karimun dan Bintan, akan dilakukan fit dan profer test secara profesional.

Dengan Menhub Budi Karya Sumadi, Nurdin mengatakan Kepri harus memiliki pelabuhan besar untuk semakin menjayakan poros maritim. Pertemuan itu langsung membahas rencana induk pengembangan Tanjungsauh sebagai pelabuhan peti kemas.

Usai bertemu dua Menteri, Nurdin lamgsung kembali ke Batam. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi Undang-Undang Pemilu terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung menilai ditolaknya gugatan yang berkaitan dengan wacana majunya kembali Jusuf Kalla (JK) menjadi calon wakil presiden sebagai keputusan yang harus dihormati.

“Kita semua mengetahui bahwa keputusan MK itu final dan mengikat jadi kalau tidak ada represpektif itu ya mestinya harus kita ikutin keputusan MK itu,” ujar Akbar Tandjung, di komplek Parleman Senayan, Jakarta Barat, Ahad, 1 Juli 2018.

Akbar Tandjung menilai diajukannya uji materi tersebut lantaran adanya perbedaan penafsiran antara orang-orang yang berada di lingkungan JK.

“Hingga kemudian mereka minta Pak JK diuji materi oleh MK,” ujar Akbar Tandjung.

Namun, Akbar Tandjung sekali lagi menegaskan jika putusan yang telah dilakukan terhadap uji materi UU Pemilu terkait masa jabatan presiden atau wakil presiden sudah final dan harus diterima.

“Karena negara kita ini kan negara hukum bukan negara kekuasaan kalau menurut saya kalau memang betul-betul sudah final dan mengikat ya mestinya harus kita patuhi,” ujar Akbar Tandjung.

Karenanya Akbar Tandjung meminta masyarakat untuk ikut bersama-sama menunggu siapa saja capres dan cawapres yang akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Ya kita tunggu aja dalam hari hari kedepan ini,” ujar Akbar Tandjung.

Sebelumnya MK menolak gugatan uji materi UU Pemilu terkait masa jabatan presiden atau wakil presiden.

Pemohon dinilai tidak punya kedudukan hukum terkait gugatan.

“Menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima,” ujar Hakim Konstitusi Anwar Usman membacakan putusan di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Juni 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Senin, 21 Mei 2018 pukul 01.25 WIB.

Letusan ini menyemburkan asap setinggi 700 meter.

Terkait letusan freatik ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi hanya sampai di Pasar Bubar kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Selain itu, kondisi morfologi puncak Gunung Merapi saat ini rawan terjadi longsor sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki.

Saat ini hujan masih terjadi di seputar Gunung Merapi, sehingga masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.

BPPTKG melalui akun Twitternya menjelaskan, letusan yang terjadi pada pukul 01.25 itu menyemburkan asap setinggi 700 meter dari atas puncak.

“Telah terjadi letusan freatik kecil atau hembusan pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 01.25 WIB selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 m teramati dari Pos Babadan. Amplitudo seismik terukur 20 mm. #statusnormal,” demikian twit BPPTKG.

Meskipun demikian, status Gunung Merapi masih dinyatakan normal, sehingga masyarakat diminta tidak panik dan beraktivitas seperti biasa.

Letusan ini menyebabkan hujan abu di wilayah Cawang Bebeng atau di bagian barat Gunung Merapi.

Sebelumnya, letusan freatik terjadi pada Jumat, 11 Mei 2018 lalu pukul 07.40 WIB.

Saat itu, ketinggian kolom abunya mencapai 5.500 meter dari atas puncak.

Sebelum erupsi tersebut terjadi, BPPTKG tidak mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan.

Berikut ini beberapa informasi tentang letusan freatik Gunung Merapi yang dirilis BPPTKG.

02:53

Telah telah terjadi letusan freatik kecil atau hembusan pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 01.25 WIB selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 m teramati dari Pos Babadan. Amplitudo seismik terukur 20 mm.
#statusnormal

02:59

Rekomendasi: Masyarakat untuk tidak panik dan beraktivitas seperti biasa serta mengantisipasi hujan abu di sekitar Merapi.
#statusnormal.

03:18

Laporan dari warga #merapi hujan abu di wilayah Cawang Bebeng (barat Merapi).

 

Letusan freatik kali ini lebih kecil daripada yang terjadi 11 Mei 2018 kemarin. Warga #merapi dimohon tetap tenang.
#statusnormal (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sri Warsini (27) terkesiap saat wajahnya tak sengaja memandang ke arah puncak Merapi, Jumat, 11 Mei 2018.

Sesaat ia tak mampu bergerak menyaksikan asap pekat bergulung-gulung cepat membubung ke angkasa. Rumput di pondongan tangannya nyaris jatuh saking ia gemetar.

“Jlegurrrrr….langsung bergulung-gulung asap membubung di puncak. Sangat menakutkan Mas,” kata Warsini di rumahnya, dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Warsini dan adiknya, Tri Wartini (26), saat itu tengah menyabit rumput di lereng barat bukit Kukusan. Mereka berangkat naik gunung sekitar pukul 06.30.

Jarak tempat ia dan adiknya “mugut” atau mencari rumput untuk pakan ternak sekitar satu kilometer saja dari puncak Merapi. Letusan freatik Merapi terjadi pukul 07.43

Dari tempat ia berdiri, Warsini bisa sangat jelas menyaksikan puncak Gunung Merapi yang pagi itu cuaca di sekitarnya sangat cerah. Tidak ada kabut menghalangi.

“Setelah agak sadar karena saya ini “kamitenggengen” (terpaku), rumput dan sabit saya lempar. Saya lari turun, teriak-teriak panik dan nangis” kata Warsini yang sore itu masih tampak syok dan kelelahan.

Bukit Kukusan adalah bagian punggungan bukit yang puncak sebelah timurnya disebut Gunung Kendil. Bentang bukit tinggi itu terlihat jelas dari gardu pandang Klangon.

Di lokasi itu hanya ada Warsini dan adiknya. Tiga pencari rumput lain warga Kalitengah Lor, yaitu Mbah Ratno, Bejo dan Rami, ada di lereng berbeda, dan lebih dulu datang sehingga kemungkinan sudah turun.

Perjalanan turun Warsini dan adiknya dari puncak bukit bukan masa-masa yang mudah. Mereka panik dan ketakutan, harus cepat turun, namun yang ada hanya jalan setapak selebar dua telapak kaki.

Sebelah kanan lereng berujung jurang sangat dalam, hulu Kali Gendol. Warsini yang gemetaran jatuh bangun sampai lima kali. Ia juga sempat terguling-guling di turunan curam.

“Saya hanya bisa bertakbir, Allahu Akbar! Allahu Akbar, kata saya, dan kami berusaha secepat mungkin turun. Gumpalan tebal itu seolah mengejar kami,” ungkap Warsini diamini adiknya.

Tri Wartini yang lebih muda, jauh lebih gesit ketimbang kakaknya. Beberapa kali ia jauh meninggalkan kakaknya.

Terpaksa balik lagi naik, dan menolong kakaknya yang ternyata jatuh bangun.

Tanpa menghiraukan semak, rumput berdaun tajam di sepanjang perjalanan turun, kakak adik ini akhirnya sampai di dekat tower air di kawasan Klangon.

Di lokasi itu terparkir dua sepeda motor mereka. Jarak dari lahan merumput ke parkiran motor sekitar satu kilometer. Dari situ ke rumah mereka juga sekitar satu kilometer.

Tenaga mereka nyaris habis. Ternyata mereka sudah dijemput suami Warsini yang menyusul dari rumah. Selain mereka sudah tidak ada seorangpun lainnya.

Setelah istrahat sebentar, Warsini memancal motornya ke sekolah anaknya di Srunen. Rupanya murid-murid SD Srunen sudah diungsikan ke Jambon, jauh di bawah dari dusun mereka.

Warsini pulang sebentar, tapi penduduk dusun sebagian sudah mengungsi.

Situasi pagi itu sangat mencekam, panik, dan tangis terdengar bersahut-sahutan.

Ia lalu pergi menyusul anaknya bersama suaminya. Sesudah situasi kembali tenang, mereka pulang ke rumah di Dusun Kalitengah Lor.

Sampai sore, rumput dan sabit serta kain gendong mereka masih tertinggal di puncak bukit Kukusan.

“Biar saja lah, nanti kalau sudah kuat ke sana,” lanjut ibu satu putri ini.

Menurut Warsini dan Wartini, pagi sebelum berangkat merumput, mereka sebenarnya merasakan ada keganjilan di puncak gunung.

“Ada suara ngosrong (seperti tiupan angin kencang). Jelas sekali suaranya, dan pepohonan di puncak sana tak bergerak,” kata Warsini.

Pengakuan ini dikuatkan pendengaran dan penglihatan yang sama oleh ayahnya, Wardi (57).

“Saya juga mendengar suara kemrongsong, seperti dari tubuh gunung,” aku Wardi.

Tanda lain, asap yang keluar dari kawah Merapi juga terlihat lebih tebal dari biasanya.

“Tebal dan pekat cokelat,” tambah Warsini. Keganjilan itu malah jadi bahan candaan mereka saat akan berangkat.

“Adik saya sempat nanya, nanti kalau njebluk piye, saya bilang, ya lari,” lanjutnya.

Candaan itu ternyata jadi kenyataan.

Keduanya mengalami peristiwa yang sangat menyeramkan tak jauh dari puncak Merapi.

Bahkan nyaris merenggut nyawa mereka.

Warsini mengaku saat lari turun tak pernah lagi menengok ke belakang.

Ia benar-benar ketakutan jika gulungan asap dari Merapi memburu dan melibas mereka.

“Takut kaya kejadian 2010,” timpal Wartini, sang adik.

Saat berbincang-bincang dengan Tribunjogja.com di dekat kandang ternak keluarga Wardi, mereka masih menyuguhkan wedang teh dan krupuk beras di tengah suasana yang panik setelah erupsi.

Keluarga itu memiliki empat ekor sapi perah dan simetal (pedaging). Warsini dan Wartini jadi tulang punggung keluarga tiap pagi, yaitu mencari rumput ke lereng Merapi.

Suami-suami mereka ikut buruh padat karya atau kadang mencari pasir di Kali Gendol.

“Biasanya selesai merumput sekitar pukul 8,” kata Warsini.

Sebelum tugas mereka tunai, ternyata pagi tadi mereka dipaksa lari lintang pukang mencari selamat saat Merapi “batuk” memuntahkan material vulkanik.

Pada 2010, keluarga itu kehilangan semua harta benda. Rumah mereka di Kalitengah Lor ludes tersapu awan panas.

Mereka akhirnya kembali membangun rumah di atas puing-puing, di Kalitengah Lor. Tawaran pindah ke hunian tetap di lokasi baru, ditolak sebagian besar warga.

Waktu itu mereka menolak karena takut kehilangan tanah temoat tumpuan hidup mereka jika pindah ke permukiman relokasi.

Peristiwa 2010 masih meninggalkan memori kuat yang membuat trauma. “Tadi gak ada sirine bunyi atau pengumunan mengungsi,” kata Wardi.

Pengungsian dilakukan mandiri, inisiatif masing-masing warga dengan sarana seadanya. Khusus untuk murid SD Srunen, dievakuasi menggunakan truk pengangkut pasir.

Menurut Tini, warga Kalitengah Lor yang membuka warung di Klangon, sempat terjadi beberapa kecelakaan kecil saat proses pengungsian.

“Tabrakan dan jatuh dari motor karena berebut jalan. Semua panik, dan ada yabg naik ada yang turun. Situasi ruwet pokoknya,” kata Tini.

Saat Tribunjogja.com tiba di Klangon tengah siang hari, sejumlah warga terlihat turun dari perbukitan membawa rumput. Situasi bergerak normal. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Pemkab Karimun mengusulkan formasi-formasi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) yang dibutuhkan. Namun hingga saat ini masih dalam proses menunggu keputusan dari Kemenpan RB.

Hal ini dikatakan Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai pelaksanaan Tabliq Akbar beberapa waktu lalu, bahwa kebutuhan akan pegawai negeri di Karimun mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Umumnya yang dibutuhkan adalah tenaga kesehatan dan tenaga pendidik untuk di tempatkan di pulau-pulau.

“Kita baru mengajukan formasi CPNS. Sekarang menunggu keputusan Menpan mengenai kuota yang diberikan, Kita membutuhkan dokter, perawat, bidan, apoteker, guru, sarjana akuntansi dan lain sebagainya.

Untuk jumlah saya tidak pasti, Tapi kebutuhan sekitar 500 hingga 1000 dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah kita juga,” kata Rafiq belum lama ini.

Rafiq menjelaskan, apabila kuota disetujui oleh Kementerian, maka formasi-formasi tersebut dapat diisi oleh tenaga honorer yang saat ini telah bertugas di jajaran Pemkab Karimun.

“Untuk pengangkatan dengan catatan bisa dari tenaga honorer yang telah memenuhi verifikasi,” katanya.

Sementara Sekda Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah menyebutkan tidak adanya penerimaan CPNS di Karimun sudah sejak tahun 2009.

“Sudah cukup lama tidak ada untuk Karimun. Memang kemarin ada tenaga guru dan kesehatan yang diangkat, tapi itu dari pusat,” katanya.

Firman juga berharap, Kementerian dapat memberikan kuota CPNS secepatnya kepada Kabupaten Karimun. Karena menurutnya kebutuhan akan PNS di Karimun cukup banyak.

“Juga ada yang pensiun dan butuh pengganti,” tambahnya. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sempena dua tahun kepemimpinan Awenizar di Kabupaten Lingga yang di peringatan, Minggu, 18 Februari 2018, mahasiswa dan generasi muda Lingga tidak mau ketinggalan memberikan masukan dan juga kontribusi untuk daerah.

Hal ini terlihat dalam dialog akbar refleksi dua tahun kepemimpinan Awenizar bersama mahasiswa dan generasi muda yang berlangsung di Tanjungpinang , Jumat, 23 Februari 2018.

Dalam dialog kali ini berbagai hal di sampaikan, baik dari Bupati Lingga  dan jajarannya maupun mahasiswa. Salah satu hal yang di bahas mengenai asrama mahasiswa Lingga  yang langsung mendapat respon dari orang  nomor satu di Kabupaten  Lingga ini.

Bupati Lingga, Alias Wello

” Untuk asrama mahasiswa itu sudah kita pikirkan, Insya Allah akan terealisasi nanti. kita sama-sama akan mencari lahan untuk pembangunanya. Kalau seandainya APBD kita cukup akan terealisasi di bangun dalam bentuk permanen,” katanya Alias Wello di hadapan pemuda Lingga yang sebagain besar berasal dari kalangan Mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Kepri.

Selain masalah tadi, banyak juga  dari kalangan mahasiswa ini yang mempertanyakan isu pengunduran diri bupati Lingga yang menjadi isu hangat akhir-akhir ini setelah mencuat di media masa.

Awe sapaan akrab Bupati Lingga pada forum ini sedikit bercerita, curhat tentang membangun Lingga yang memang di rasanya sangat luar Biase, butuh komitmen yang tinggi serta tidak semudah membalik telapak tangan.

” Kita bangun Lingga ini bukan dari nol, tapi dari mines anggaran. Karna pada tahun pertama pemerintahan kita mengalami depisit yang cukup banyak seratus lebih milyar. Tapi Alhamdullilah pelan-pelan bisa kita selesaikan ,” ceritanya, sekaligus mengajak generasi muda dan rekan-rekan mahasiswa untuk memberikan kontribusi kepada daerah.

Wakil Bupati Lingga, Nizar

Pada akhir pertemuan dialog Akbar bersama mahasiswa yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lingga M Nizar, Plt Sekda Lingga Junaidi Adjam,Hanafi ekra anggota DPRD dari Dapil Lingga Bintan, wakil rektor satu universitas maritim raja Ali haji Agus Sutikno, ketua KNPI Lingga Safaruddin ,Awenizar dan segenap jajarannya sekali lagi mengulangi peryatanya saat malam peringatan dua tahun pemerintahan beberapa waktu lalu di Daik, bahwa pemerintahanya bukanlah anti keritik.

”  Tolong di keritik, tolong beri masukan, kami tidak anti keritik” ungkapnya lagi mengulangi. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sudah merupakan sebuah kebiasaan bagi banyak orang di belahan dunia, termasuk Indonesia menyambut tahun baru atau pergantian tahun. Cara yang biasa dan umum yakni dengan mengadakan malam hiburan, pesta kembang api dan acara bakar-bakar bersama keluarga.

Cara yang biasa ini, diubah menjadi hal yang berbeda di Kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri. Forum Ukhuwah Ormas Islam Belakangpadang punya cara terendiri. Mereka menggelar tablig akbar.

Acara yang bertajuk ‘Tabligh Akbar dan Muhasabah: Refleksi Taqwa Meraih Masa Mulia’ itu diadakan oleh Forum Ukhuwah Ormas Islam Belakangpadang. Acara yang diadakan di Masjid At-Taqwa ramai dihadiri oleh masyarakat.

Forum Ukhuwah Ormas Islam itu sendiri merupakan bentukan dari ormas-ormas Islam yang ada di Belakangpadang membentuk sebuah forum.

Chyntia, panitia kegiatan mengatakan bahwa Ketua MUI Belakangpadang Bapak H. Suli Abas S. Pd. I, mengumpulkan ormas-ormas Islam yang ada di Belakang Padang. Kemudian, membentuk Forum Ukhuwah Ormas Islam Kecamatan Belakang Padang, Lalu terbentuklah acara tabligh akbar.

“Biasanya pergantian tahunkan diadakan acara hiburan, lalu dibuatlah acara Tabligh Kabar dan Muhasabah, yang berharap agar ditahun depan kita menjadi orang yang lebih baik lagi” ujar wanita muda itu dengan semangat.

Acara tersebutpun dihadiri oleh Sekretaris Camat, Kapolsek, dan Lurah-lurah. Dan yang menjadi penceramah adalah Zainal mutakin, lc. (iskandar)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, SE, MM, membuka kegiatan bakti sosial (baksos) berupa khitanan massal dan Tabligh Akbar di Sei. Serai, Kampung Haji, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kamis, 21 September 2017.

Turut mendampingi Danlantamal IV pada acara pembukaan baksos tersebut Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd.

Menurut Danlantamal IV, kegiatan yang dilaksananakan dalam rangka Peringatan HUT TNI ke-72 yang juga sejalan dengan peringatan 1 Muharam 1439 H ini pada hakekatnya merupakan wujud nyata dari kepedulian TNI terhadap kondisi kehidupan sosial masyarakat yang baik dengan dilandasi kebersamaan dan kekeluargaan.

Lebih lanjut Laksma R. Eko Suyatno mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi yang membutuhkan. “Saya mengucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan bekerja keras dan berpartisipasi aktif membantu kesuksesan acara ini,” ujar jenderal TNI-AL bintang satu ini.

Terselenggaranya baksos khitanan massal dan Tabligh Akbar ini merupakan kerja sama Lantamal IV dengan Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Midiato S, Korem 033/WP, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Yayasan Zahratul’ain dan Fatayat NU.

Tercatat sebanyak 50 anak yang mengikuti khitanan massal, semuanya berasal dari Kampung Haji Kel. Sei Jang. Sementar itu Tabligh Akbar yang juga diselenggarakan di lokasi yang sama diisi dengan marawis dari ibu-ibu Yayasan Zahratul’ain, pembacaan Ayat Suci Alquran dan tausiah yang disampaikan Ustadzah Hj. Siti Aminah Ismail dari Jakarta.

Hadir pada kegiatan tersebut Plh. Kabiro Kesra Provinsi Kepri Sofyan mewakili Gubernur Kepri, Kolonel Laut (K) dr. Bambang mewakili Karumkital Dr. Midiato S, Kapten Arh. Farkoni mewakili Danrem 033 WP, Kapten Inf. Alfiano mewakili Danramil 01 Kota Tanjungpinang, dan Lettu Kes. dr. Nurchitijah mewakili Danlanud RHF. Sementara pejabat dari Lantamal IV antara lain Kakuwil, Kadisminpers, Kadispotmar, Kadiskes dan Paban Spers Lantamal IV. (dispen Lantamal IV/karmila)