ALAMAK…

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lampung – Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung Dwi Hafsah Handayani mengungkapkan temuan mengejutkan terkait sebuah SMP di Lampung.

Hafsah mengatakan ada kejadian di mana satu SMP di Lampung ada 12 siswinya yang hamil.

Siswi tersebut terdiri dari kelas VII, VIII, IX.

“Sekolah bilang bersih. Tapi, cek di guru BK ternyata ada muridnya yang hamil,” katanya dikutip dari TribunLampung.co.id.

Selain itu, Hafsah menyampaikan, dirinya pernah melakukan survei ke apotek di sekitar kampus dan daerah kos-kosan.

Dari survei tersebut diketahui, ada sekitar 100 kondom terjual dalam satu bulan sehingga hal tersebut telah memprihatinkan.

Dia juga menerangkan, sekolah pada dasarnya memegang peranan penting dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi (kespro) kepada siswanya dan untuk mencegah pergaulan bebas.

Menurutnya, fokusnya bukan hanya pada kejadian tindakan asusila, tetapi upaya pencegahan.

Dia menyatakan, pihaknya telah menyelenggarakan program konseling kespro.

Programnya bukan hanya memberikan buku, tetapi juga mengajari guru cara mentransfer isi buku tersebut kepada siswanya.

Program ini telah berjalan sejak Agustus lalu di Bandar Lampung, yaitu di SMPN 13, SMPN 22, dan SMPN 25.

Sementara itu, di luar sekolah, pihaknya bekerja sama dengan pelayanan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM).

Caranya adalah dengan memberikan edukasi terhadap komunitas yang juga berfokus dalam masalah tersebut.

Kejadian siswi hamil sebelumnya pernah terjadi di sebuah SMK di Makassar.

Yang lebih mencengangkan, siswi tersebut melahirkan di toilet sekolah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, Kamis, 18 Januari 2018.

Warga Kabupaten Gowa tersebut ternyata melahirkan bayi bukan karena hubungan gelap, tetapi karena pemerkosaan.

Sementara pria berinisial B yang merupakan pelaku pemerkosaan telah ditangkap pada Sabtu, 20 januari 2018 saat makan coto di jalan Gagak Makassar. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mangupura – Penyembelihan ikan lumba-lumba, satwa yang dilindungi, kembali terjadi di Bumi Lahar, Karangasem, Bali.

Kasus ini diketahui berawal dari postingan foto di akun facebook Tut Toni warga Darmawinangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu.

Dari akun tersebut, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Polair Polda Bali, dan Polsek Kubu mencari alamat pengunggah postingan.

Akhirnya petugas menemukan rumah warga yang menyembelih ikan lumba-lumba.

Kapolsek Kubu, AKP I Made Suadyana mengakui kasus itu, Kamis 15 Maret 2018

Menurutnya, pembunuhan ikan lumba-lumba terjadi sekitar perairan Kubu, Selasa 13 Maret 2018 pukul 11.00 Wita.

Terlapor I Nyoman Gomboh (52) dan I Wayan Mudiyana (44).

Menurut keterangan saksi, kata Suadnyana, Gomboh berprofesi sebagai nelayan mendapat ikan lumba-lumba dari laut.

Ikan didapat dari memancing yang terlilit siripnya.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Gomboh warga asli Tianyar membawa ikan ke pinggir pantai.

“Terlapor membawa ikan lumba-lumba di perahunya dalam keadaan mati. Dan menurut terlapor bahwa ikan tersebut didapat di pancing yang terlilit siripnya,” kata Suadnyana, mantan Kasatlantas Polres Karangasem.

Sesampai di pinggir pantai, ikan dibawa I Gede Sudi Adnyana (34) warga Desa Tianyar ke rumah Gomboh.

Selanjutnya Sudi Adnyana pulang. Setelah itu, ikan dipotong-potong, disembelih, dan digoreng untuk diambil minyaknya oleh Nyoman Gomboh.

“Yang memotong ikan lumba-lumba I Wayan Mudiyana. Pada saat pemotongan, saksi (Ketut Toni) mengambil foto ikan dengan kamera handphone. Selanjutnya di-upload di akun Facebook dan Instagram. Petugas sudah melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Kasus ini sudah ditangani Badan KSDA dan Polair Polda Bali.

Barang bukti berupa parang, minyak dari lumba-lumba, alas untuk menyembelih, dan daging lumba-lumba yang sudah digoreng telah diamankan petugas Balai KSDA serta Polair Polda Bali.

Satwa Liar Dilindungi

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai KSDA Bali, I Ketut Catur Marbawa mengatakan, ikan lumba-lumba merupakan satu di antara satwa liar yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan PP Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Satwa.

Ketut Catur mengatakan, pelaku yang membantai ikan lumba-lumba dan memosting pada media sosial “facebook” telah tertangkap oleh tim gabungan Balai KSDA Bali, Polair, dan Polsek Kubu.

“Saat ini kasusnya sedang diproses dan kami kawal guna proses hukumnya berjalan sebagaimana mestinya. Semalam 14 Maret 2018, kedua pelaku yakni Tut Tony dan Wayan Mudiana sudah ditangkap oleh aparat Polsek Kubu, Kabupaten Karangasem,” ujar Ketut Catur di Denpasar, Kamis 15 Maret 2018.

Terkait perkembangan kasus pembantaian ikan yang dilindungi itu, ia menjelaskan, pihaknya mendatangi Polsek Kubu, Karangasem untuk memastikan tempat pelaku yang juga nelayan saat menangkap ikan lumba-lumba itu (TKP kejadian).

Untuk sementara ini sambil menunggu hasil koordinasi lebih lanjut, penanganan awal kasus ini masih ditangani Polsek Kubu.

“Balai KSDA Bali berupaya terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar proses hukum terhadap kasus ini berjalan sebagaimana mestinya,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

NARKOBA

Kamis | 08 Maret 2018 | 16:15

ALAMAK!! Anak Ketua BNN Ini Ditangkap Terkait Sabu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Maros – Arjab Ajib Mattotorang (31) ditangkap terkait kasus sabu. Hal itu membuat orang tuanya, Harmil Mattotorang kaget. Harmil merupakan Wakil Bupati Maros yang juga Ketua BNN Kabupaten Maros.

“Kami serahkan saja kepada polisi, apakah dia bisa direhab atau tidak. Karena polisi jauh lebih tahu apakah dia membutuhkan rehab atau tidak. Kami akan mengikuti aturan hukum yang ada,” kata wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu 7 Maret 2018.

Hermil yang juga sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten ( BNK) Maros sekaligus Ketua Partai Nasdem Maros ini mengaku mengetahui kasus anaknya dari media. Saat hendak berangkat, ia sempat bertemu dengan anaknya di rumah. Dalam keseharian, anaknya itu diakui tidak sering keluar rumah.

“Kemarin saya ingin berangkat ke Jakarta, dia ada di rumah. Begitupun dalam kesehariannya. Tiba waktu makan malam, kami selalu makan malam bersama,” terangnya.

Arjab Ajib Mattotorang ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Sulsel diduga terkait Narkoba. Ia diamankan bersama tiga orang lainnya, dengan Barang Bukti 10 gram sabu-sabu.

“Iya sudah A1 itu. Ditangkap sekitar pukul 04.30 Wita dini hari. Diamankan oleh Direktorat Narkoba Polda Sulsel,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Dicky Sondani kepada detikcom, Rabu 7 Maret 2018

Dicky mengatakan, Penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi penyalahgunaan Narkoba jenis sabu di jalan Cemara, Kecamatan Turikale, Maros, Sulsel. Rumah itu merupakan rumah milik mertua Ajib yang sudah tidak ditinggali.

“Anggota subdit II Dit res narkoba melakukan penyelidikan dan penangkapan di alamat tersebut di rumah kosong dan menemukan 4 pelaku. Saat di lakukan penggeledahan badan, ditemukan 1 sacset di kantong celana salah satu pelaku dan menemukan 1 buah alat bong,” lanjutnya.

Tiga orang rekan Ajib ini masing-masing, Ajib, Yusri, Haeril dan Haerul. Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Ditresnarkoba Polda Sulsel. “Keempatnya masih menjalani pemeriksaan,” pungkas Dicky.

Diketahui, Ajib merupakan salah seorang ASN yang bertugas di Badan Keuangan Pemkab Maros. Sementara salah seorang rekannya, Yusri juga merupakan ASN yang bertugas di Satpol PP Maros. (***)

sumber: detik.com

INTERNASIONAL

Jumat | 23 Februari 2018 | 13:32

ALAMAK!! Gara-gara Hobi, Pria Ini Dicerai Istri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ankara – Memiliki hobi saat sudah berumah tangga boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai melupakan urusan penting lainnya yang malah berujung perceraian. Seperti yang terjadi pada pasangan suami dan istri asal Turki berikut ini.

Seorang istri bernama Yağmur menggugat cerai suaminya, Burak Z. Alasannya, sang suami lebih banyak menghabiskan waktu dengan sepeda kesayangan. Hampir setiap hari, suaminya membersihkan dan membetulkan sepeda.

Yagmur pun menilai suaminya itu telah terpengaruh negatif oleh obsesi terhadap sepeda. Tak tahan dengan tingkah laku suami, Yagmur memutuskan untuk bercerai.

“Suami saya selalu menghabiskan waktu dengan sepedanya, dia memiliki ikatan yang berbeda dengan sepeda.

Ini bukan keterikatan biasa. Dia benar-benar mencintai sepeda,” kata Yagmur, dilansir dari media Turki, Daily Sabah, Jumat 23 Februari 2018.

Dalam gugatannya, Yagmur juga meminta uang kompensasi sebesar 400.000 Lira atau sekitar Rp 1,4 Miliar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pemuda bernama Rizki melaporkan model Anggita Sari yang tidak lain adalah mantan kekasihnya sendiri ke Polres Jakarta Selatan karena dianggap mencemarkan nama baik dengan menyebutnya sebagai kucing.

Dalam dunia hiburan, kucing menjadi memiliki arti lain yaitu gigolo pria.

Kejadian bermula saat Rizki membuka akun instagram pribadinya.

Di situ terdapat sebuah unggahan dari Aggita sari melalui instastory mengatakan ‘kucing’ yang di tag ke dalam akun pribadinya.

“Melalui instastories isinya itu dia mengatain saya kucing, lalu saya tanyakan maksud arti kucing saya,” ujarnya sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Warta Kota, Jumat, (2 Februari 2018.

Rizki menilai ada maksud yang lain yang disebutkan Anggita.

Saat itu dia mencoba menekan dengan menanyakan maksud kalimat yang disebut.

Saat itulah Anggita menjelaskan kepada Rizki bahwa penyebutan kucing hanya merupakan guyonan.

“Setelah saya browsing di internet, ternyata sebutan kucing itu seperti PSK laki-laki atau gigolo.”

“Jelas saya tidak terima dikatain begitu.”

“Di satu sisi saya juga tidak terima disebut kucing (dalam artian binatang) kalau memang mengarahnya arah kucingtersebut. Karena saya ini manusia,” ungkapnya.

Menurutnya, semenjak Anggita keluar dari penjara terkait kasus narkoba dan prostitusi, keduanya menjalani komunikasi.

Selama itu keduanya saling sharing permasalahan dengan memiliki tujuan yang sama untuk memperbaiki diri.

Kondisi ini terus berjalan seiring waktu. Bahkan keduanya sempat memiliki hubungan spesial yang berjalan selama empat bulan.

“Dia berjanji akan berubah menjadi lebih baik. Akan meninggalkan masa lalunya yang buruk,” ungkapnya.

Saat hubungan berjalan dengan baik, Rizki tak menyangka Anggita justru melecehkannya dengan menyebut dirinya ‘kucing’.

Tak terima dengan sebutan itu, Rizki pun melaporkan Anggita ke Mapolres dengan nomor LP/49/K/I/2018/PMJ/Restro Jaksel. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Keluarga Almarhumah Supariyah (67) meminta pertanggungjawaban Rumah Sakit Siti Khodijah di Taman, Sidoarjo karena dituduh telah lalai. Dengan kematian ibunda tercintanya, keluarga berharap pihak RS Siti Khodijah bertanggung jawab atas dugaan keteledoran yang dilakukan petugas rumah sakit.

“Pada saat ibu kami meninggal, kami langsung lapor ke polisi,” jelas Faisal Rizal (44), anak Supariyah kepada detikcom, Senin 29 januari 2018.

Faisal mengatakan, tak lama setelah ibunya meninggal yang menurutnya akibat kelalaian pihak rumah sakit, dia langsung mendatangi Polsek Taman. Namun oleh Polsek Taman, Faizal diarahkan agar melapor ke Polda Jatim.

Faisal lantas menuju Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Di sana, laporan Faisal diterima. Namun Faisal tak mendapatkan bukti Laporan Polisi (LP) dengan alasan laporan itu tak boleh dibawa.

“Dan saya tak sempat mempermasalahkan hal itu karena saat itu berbarengan dengan pemakaman ibu. Saya langsung pulang,” tandas Faisal.

Berdasarkan cerita Faisal, Supariyah meninggal pada Kamis 21 Desember 2017. Sebelum meninggal, perempuan 67 tahun itu mengeluhkan sakit kepala yang oleh keluarga Supariyah kemudian dibawa ke RS Khodijah, Taman, Sidoarjo pukul 05.30 WIB. Supariyah yang ditangani di ruang IGD mendapat suntikan kemudian dipersilakan pulang.

Namun sesampainya di rumah Supariyah mengeluarkan keringat dingin hingga muntah. Keluarga membawanya kembali ke RS Khodijah Taman dan diputuskan harus rawat inap dengan penanganan oleh dr Hamdan, ahli saraf dan dr Zakaria, ahli penyakit dalam. Supariyah kemudian disuntik dan diinfus. Mulai dari pukul 17.00 hingga pukul 21.00 WIB, tidak ada satupun dokter yang memeriksa

Esok pagi, Faisal menanyakan ke petugas piket mengenai jadwal kedatangan dokter. Akhirnya pada pukul 12.30 WIB, dr Zakaria datang. Dari pemeriksaan saat itu, kondisi kesehatan sang ibunda dikatakan normal, hanya terdapat masalah gangguan syaraf.

Meski dinyatakan ada gangguan syaraf, namun dr Hamdan tidak kunjung memeriksa Supariyah. Keluarga menduga Supariyah diterlantarkan, padahal kondisinya kritis. Supariyah hanya diperiksa oleh suster yang bertugas. Bahkan pada Kamis 21 Desember 2017, sekitar Pukul 21.00 WIB, sang suster yang piket melakukan penyuntikan tanpa melakukan pengecekan terhadap pasien.

Ternyata saat disuntik, Supariyah sudah dalam keadaan meninggal. Keluarga mengetahui itu setelah memeriksa nadi di pergelangan tangan kanan dan kiri. Keluarga kemudian marah-marah kepada petugas piket dan dokter Hamdan yang kemudian videonya viral.

Advocate Corporate Lawyer Rumah Sakit Muhammadiyah Aisiyah se Jawa Timur, Masbuhin, yang mewakili RS Khodijah membantah RS Khodijah telah lalai menangani pasien. Masbuhin menyebut bahwa RS Khodijah sudah bertindak sesuai Standart Operation Prosedure (SOP), diagnosa yang benar, serta menjalankan prinsip-prinsip kedokteran yang benar dan etika kedokteran.

Masbuhin mengataka bahwa Supariyah menderita penyakit stroke infark atau stroke sumbatan dan meninggal karena cardiac arrest (serangan jantung). Mengenai isi video yang viral, Masbuhin berkomentar bahwa itu tidak benar.
(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Polres Rokan Hilir (Rihil) di Riau melumpuhkan Sapudin (22) dengan tembakan di kakinya. Uniknya, maling ini saat beraksi dalam keadaan telanjang.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Kamis 25 januari 2018.

Guntur menjelaskan aksi maling tanpa busana ini terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil. Rumah masyarakat di sana umumnya berbentuk pangggung karena berada di tepian pantai.

Masyarakat belakangan ini, resah dengan adanya maling yang mengambil barang-barang mereka. Dalam aksi pencurian ke rumah warga, maling ini biasanya masuk lewat kolong rumah dengan cara membongkar lantai papan.

“Atas laporan warga yang resah, akhirnya pihak kepolisian setempat melakukan penyelidikan di lapangan. Anggota sengaja mengintai pelaku yang beraksi tengah malam,” kata Guntur.

Pada Selasa 23 Januari 2018 pukul 01.00 WIB, anggota Polsek setempat sengaja mengintai pelaku. Anggota bersembunyi di bawah kolong rumah warga yang gelap.

Rupanya, maling yang dinantikan itu muncul sekitar pukul 02.00 WIB. Anggota kepolisian yang sudah menunggu, melihat ada bayangan masuk di bawah kolong warga.

“Anggota terus memantau aksi maling tersebut. Saat akan membongkar lantai rumah, anggota lantas mengeluarkan senternya untuk menangkap pelaku,” kata Guntur.

Mengetahui aksinya dibuntuti, maling itu lari. Ketika berada di bawah kolong rumah, maling ini hanya mengenakan kain sarung yang menutup bagian wajahnya dan hanya kelihatan matanya saja.

Maling ini lari dari kolong rumah saat dikejar anggota. Tiga kali dilakukan tembakan peringatan, namun tetap kabur.

“Pelaku hanya menggunakan penutup wajah dengan kain sarung, tanpa mengenakan pakaian. Dia bugil saat melakukan aksinya. Karena berusaha melarikan diri, akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya,” kata Guntur.

Ketika tertangkap, kata Guntur, dari tangan maling ini ditemukan tas wanita berisakan uang sekitar Rp 2 juta. Pelaku atas nama Sapudin alias Padil ini rupanya sudah berhasil mencuri di rumah warga lainnya sebelum tertangkap.

“Hasil pemeriksaan, pelaku ini merupakan residivis dalam kasus yang sama,” tutup Guntur.

Lalu apa motif Sapudin telanjang dalam melakukan aksinya? Polisi masih menelusuri maksud trik malingnya itu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pengacara Farhat Abbas memenuhi janjinya melaporkan artis Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya, pada Selasa 16 Januari 2018.

Melalui, surat laporan bernomor LP/272/I/208/PMJ/Dit.Reskrimsus, Farhat melaporkan artis seksi tersebut atas dugaan pencemaran nama baik.

Berdasarkan foto yang diterima JawaPos.com dari Farhat Abbas, Nikita mencemarkan namanya saat membawakan acara Pagi Pagi Happy di salah satu televisi swasta, sekitar tanggal 10 dan 15 Januari 2018 lalu.

Terlapor adalah host di acara Pagi Pagi Happy pukul 08.30-10.00 WIB di TransTV mengatakan

pelapor kan memang begitu jadi tersangka saja menggantung nggak kelar-kelar. Kan coba deh pak polisi diselesaikan dulu kasus pelapor baru yang lain.

“Orang ini ya kayaknya tv juga sudah agak jijay mau make dia cari cari masalah aja”, “sepatunya sudah dijual-jualin kayaknya soalnya waktu kemarin diundang ke sini sudah ngga pakai sepatu duri-duri karena dia sudah tidak punya uang, orang barangnya kw kalau barangnya dijual ke aku, aku ngga mau karena bau busuk”.

Pelapor merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya,” demikian tertulis dalam surat laporan yang diterima, Selasa 16 januari 2018.

Atas laporan tersebut, Nikita dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 UU N0.19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar. (***)

sumber: fajar.co.id

HIBURAN

Selasa | 02 Januari 2018 | 13:53

ALAMAK!! Jennifer Dunn Ditangkap lagi karna Kasus Narkoba

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Artis Jennifer Dunn (Jedun) kembali ditangkap atas kasus narkoba. Tercatat sudah tiga kali Jedun ditangkap polisi terkait kasus yang sama.

Pertama, artis yang disebut-sebut sebagai pelakor itu ditangkap pada 2005 lalu. Jedun ditangkap karena kedapatan memiliki ganja. Saat ditangkap, usianya masih 15 tahun.

Kemudian pada Oktober 2009, Jedun kembali tersandung kasus yang sama. Dia kembali ditangkap polisi karena memiliki tujuh butir ekstasi di rumahnya.

Dia kemudian divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 2010 atas kepemilikan narkoba dan mendekam di Rutan Pondok Bambu.

Kini ia kembali ditangkap oleh polisi. Wanita yang kerap dicap pelakor itu disebut Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya ditangkap terkait narkoba.

“Ya benar ada penangkapan artis. Inisial JD. Rencananya saya rilis jam 3 nanti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa 2 januari 2018. Jam 3 yang dimaksud adalah jam 15.00 WIB nanti. (***)

sumber: detiknews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Penyanyi dangdut Dewi Perssik (Depe) baru saja merayakan ulang tahun ke-32, Sabtu 16 Desember 2017. Sayangnya, Depe justru mendapat hal tidak mengenakkan dari sang suami, Angga Wijaya di momen ulang tahunnya tersebut.

Angga yang ikut Depe bekerja justru menggoda penari latar sang istri di acara tersebut. Angga meminta nomor telepon, dan memegang-megang sang penari tersebut.

“Minta nomor telepon, kemudian apa namanya, orang dua ini kayak nggak sinkron. Aku sempat agak kesal, karena aku lihat dua hari ini aku tampil nih pasti mataku lihat dia ada di mana?” kata Depe ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa 19 Desember 2017.

Padahal, mantan istri Saipul Jamil itu sudah berpesan kepada Angga setiap kali ikut dirinya bekerja sang suami harus terus menatap matanya. Tujuannya supaya dirinya tenang saat mengisi acara dan tak mencari-cari sang suami dimana.

“Jadi kemarin tuh aku lihatin dia tuh ngobrol, ngobrol mulu sama cewek itu, apa sih yang diobrolin cuma aku sempat ngomong di mobil, ‘A, memang cewek dancer itu ngapain sih? Kok giniin HP, memang minta nomor telepon atau gimana?’ Terus dia bilang, ‘Iya, si cewek itu minta nomor telpon Aa untuk kerjaan’, Ooh ya sudah,” ungkapnya.

Ternyata keesokan harinya sang suami dan perempuan itu tetap berduaan.

Bahkan, lebih berani dengan saling pegang. Akhirnya Dewi saat istirahat menghampiri Angga dan perempuan itu untuk menegurnya.

“Kata aku terus besoknya yang kedua pas hari itu Aa, itu di pegang-pegang gitu diam saja, dipegang-pegang gini diam saja, aku tuh pas hari itu main sketsa di salah satu station aku rasanya langsung blank awas kamu ya. Terus aku samperin, ‘Aa ngapain sih cewek itu minta nomor lagi atau Aa yang minta nomor telpon ke dia gitu?’ Terus aku tanya ceweknya kamu pegang-pegang,” jelas Depe.

“Ternyata cewek itu bilang kalau Aa minta nomor HP ke aku, makin kesal dong.

Terus aku keluar kata-kata gitu ngapain dia dekat-dekat laki orang. Terus habis itu langsung ada surprise. Aku kaget, sudah malu, sudah merah banget mata aku, eh nggak tahunya dia surprise ngerjain aku,” tandasnya. (***)

sumber: suara.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui adanya kesalahan dari pihaknya terkait beredarnya buku IPS terbitan Yudishtira yang memuat Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel.

“Pertama memang ada kesalahan dan kekhilafan di pihak Kemendikbud,” kata Muhadjir di Gedung A, Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa 19 Desember 2017.

Dia memaparkan, di Kemendikbud terdapat buku sekolah elektronik (BSE) yang dimulai pada 2008/2009. Buku tersebut, adalah buku resmi untuk menjadi bahan bacaan yang telah dibeli Kemendikbud kemudian diunggah.

“Siapapun boleh mengunduh untuk bahan pelajaran termasuk percetakan yang akan menjual, boleh tidak perlu membayar ke Kemendikbud,” terangnya.

Muhadjir kembali memastikan, kesalahan awal terjadi di Kemendikbud. Lantaran, kata dia, ada buku yang telah diungguh di BSE memuat Ibu Kota Istrael adalah Yerusalem.

“Nah, buku yang terbit bersumber dari Dikbud itu tidak harus ditarik karena cukup diralat dan kami sudah menarik yang ada di web kita dan sudah kita munculkan lagi dan sudah kita revisi yang kesalahan itu,” jelasnya.

Tapi, kata dia, memang ada buku yang juga salah tapi tak bersumber dari Kemendikbud. Buku itupun, kata dia, bukan buku resmi yang disarankan menjadi bahan pelajaran di sekolah.

“Dan seharusnya jenis buku ini ditarik,” tandasnya.

sumber: metrotv.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Belasan lelaki, sopir pangkalan memarahi seorang wanita yang tercatat sebagai driver Go Car di Kepri Mall, Selasa, 12 Desember 2017.

Kejadian yang menjadi totonan warga itu, juga membuat takut para pengunjung Kepri Mall yang mayoritas wisatawan dari Singapura.

Awal mula kejadian ketika Fe, driver Go Car terima pesanan. Wanita ini langsung meluncur dan mengambil penumpang yang sudah menunggu.

Begitu penumpang itu masuk, dan mobil digas pelan oleh Fe, tiba-tiba segerombolan orang tak dikenal menghampiri mobilnya dan membuka pintu mobil di sebelah sopir.

Fe pun terkejut dengan yang dihadapinya, ia hanya terdiam ketika penumpangnya disuruh turun dengan paksa. Kata-kata makian dan kotor keluar dari mulut belasan lelaki seperti preman itu.

Fe sampai keringat dingin dibentak-bentak para lelaki bringas itu. Beruntung ia sempat menghubungi teman-temannya melalui saluran WA.

Akhirnya, teman-teman Fe sesama driver online datang ke lokasi. Keadaan semakin panas. Bentrok kedua kubu seakan tak bisa dihindari. Makian, hujatan, kata-kata kotor, semau tercurah saat itu. Pengunjung Kepri Mall pun menjadi penonton.(kmg)

Berita ini sudah terbit di batamclick.com dengan judul “Penumpang Dipaksa Turun, Sopir Online Wanita ini Keringat Dingin Dimaki di Kepri Mall”

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Viral di media sosial video dua remaja lelaki dan perempuan melakukan perbuatan yang tidak senonoh di sebuah taman permainan yang tidak diketahui lokasinya.

Dikutip dari fanspage Gila Viral (Malaysia), video berdurasi kurang dari semenit itu menunjukkan remaja perempuan ketahuan merangsang pasangannya dengan berbaring di ujung perosotan.

Video kedua pula menunjukkan remaja lelaki telah menindih pasangannya dan melakukan perbuatan seperti sedang bersenggama.

Kejadian itu sempat direkam oleh orang yang kemudian menggunggah video itu di media sosial, hingga mengundang berbagai reaksi netizen.

Tindakan perekam itu tidak disenangi oleh netizen yang mensifatkan individu itu lebih mementingkan merekam dan memviralkan video itu di media sosial, daripada menegur pasangan remaja tersebut.

Selain itu, netizen juga tidak menampik bahwa kejadian seperti ini terjadi karena anak-anak muda kini terlalu diberi kebebasan menggunakan gadget tanpa dipantau oleh ibu bapak.

Alhasil berbagai problem ataupun gejala sosial yang tidak diinginkan terjadi.

“Kasihan si ibu yang melahirkan anak. Masa kecil dulu lucu, sekarang sudah besar lihatlah perilakunya. Tak ada rasa malu dengan yang di Atas,” kata Muhammad Syahir.

“Mau jadi apa? Yang merekam video ini, harusnya pergi menegur atau berbuat apa yang selayaknya. Seperti binatang berjimak di tempat umum.

Tak ada rasa malu. Serius sedih lihat generasi kita sekarang. Seperti binatang dik, binatang,” kata Puteri Bonda. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Belum lama ini sebuah video yang memperlihatkan momen mesra Vidi Aldiano beredar di media sosial.
Video itu memperlihatkan Vidi Aldiano tengah kepergok sedang bersama seorang wanita.

Dilansir oleh Grid.ID dari akun Instagram @lambe_turah memosting cuplikan video dirinya sedang bersama seorang wanita yang diyakini Sheila Dara Aisha, kekasihnya.

“Bang lagi cari kutu yach?

Becanda loh bang ojo baper

Sumpah bang minceu gak rekam

Tapi cuma posting

Laen kali kalo lagi cari kutu dirumah aja yess bang

Jangan di tempat umum, nanti ada yang rekam lagi,” tulis akun Instagram @lambe_turah, Rabu 22 november 2017.

“Ya ampun, gak nyangka kirain kalem nih si Vidi.. Gak taunya napsuan,” tulis akun @witamayta.

“Astaga Vidi gak sesuai tampang lo kayaknya kalem eh rupanya grangas jugakk, but setiap lakik kan emang punya nafsu yes? Cuman salah di penempatannya aja kali,” timpal akun @stshela11.

“Nah satu lagi yang keliatan alim tapi (isi sendiri). Nafsu banget keliatannya,” ujar akun @ari110194.

“Waduhh nemplok teyus,” timpal akun @raaprasetya.

“Di tempat umum aja gini apalagi kalau di rumah lebih dari ini lah,” tulis akun @aya_jethromom.

“Yassaalaaamm ga percaya gw.. Diem diem menghanyutkan,” timpal akun @ririe_ayrie.

“Vidi kayaknya kalem tapi ya ampun walau itu pacaran tapi jangan di depan umum kaleeeeeeeeeeeeee,” ujar akun @ervitanitasya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Puluhan Warga Bengkong Kolam mempertanyakan laporan penipuan yang mereka buat sekitar tiga bulan lalu di Unit Harda Satreskrim Polresta Barelang, Selasa 21 november 2017 siang.

Laporan ini terkait penggelapan uang koperasi yang di lakukan oleh Awisman, pengurus koperasi yang di tunjuk warga sekitar.

Uang yang di simpan di Koperasi Bhinika Jaya tersebut adalah uang pembayaran WTO oleh warga Bengkong Kolam dan pembentukan koperasi ini atas permintan BP Batam.

Sahit warga Bengkong Kolam yang di temui di Polresta Barelang mengatakan, awalnya mereka membuat Koperasi untuk pembayaran WTO ke BP Batam.
Untuk meringankan makanya mereka membentuk Koperasi yang berbadan hukum. Nantinya koperasi ini yang membayarkan uang WTO ke BP Batam.

Warga Kapling Bengkong Kolam Sudah membayar sejak 2009 lalu. Kita mencicil tiap bulan sesuai WTO kita masing-masing,” sebut Sahit.
Kemudian setelah enam tahun, BP Batam mengatakan koperasi yang mengelola uang warga tidak sepenuhnya memberikan uang warga kepada BP Batam.

“Di sana ada sekitar 500 warga. Kami mencicil tiap bulan. Setidaknya uang yang sudah terkumpul itu sebanyak Rp 4,3 Milyar,” sambungnya.

Namun sayang, uang yang dibayarkan oleh pihak koperasi hanya sebanyak Rp 1,6 miliar saja. Maka dari itu pihak warga melaporkan polisi.

“Kami kesini untuk mempertanyakan kejelasan kasus. Sudah hampir tiga bulan kami membuat laporan belum ada tindakan polisi. Orangnya gak pernah di tangkap. Sekarang kepala koperasi itu masih berkeliaran,” sambungnya.

Hal yang sama juga di katakan Hendri.

Menurutnya, dirinya membayar uang sekitar Rp 8 juta dan satu meter rumah di hargai Rp 80 ribu.

“Nah uang saya ternyata tidak disetor bahkan selain uang WTO ini kita juga membayar uang ukur juga,” katanya. (***)

 

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Jodoh merupakan rahasia Tuhan. Tidak ada orang yang bisa menebaknya. Kadang, orang berusaha mendapatkan jodoh yang diinginkannya. Namun, apabila Tuhan berhendak lain, maka sudah tentu orang tersebut tidak akan mendapatkannya. Termasuk mencari jodoh melalui internet.

Boleh-boleh saja mencari jodoh lewat internet. Tetapi cermati dulu latar belakang calon jodoh itu. Jangan-jangan dia saudara kita sendiri. Begitulah yang dialami oleh perempuan 24 tahun dan pria miliarder 68 tahun ini.

Kisah ini bermula saat sang miliarder mencari-cari profil para perempuan cantik di internet. Hati sang miliarder langsung tertambat pada seorang perempuan muda berusia 24 tahun. Miliarder yang enggan disebut namanya itu mengaku, ada perasaan aneh dalam dirinya. Hal itu sesaat setelah melihat foto perempuan tersebut.

“Rasanya seperti déjà vu, tapi aku tidak bisa tahu mengapa wajahnya begitu familiar,” ujarnya kepada Florida Sun Post.

Mereka pun memutuskan untuk pacaran. Setelah berpacaran selama beberapa bulan, sang miliarder akhirnya melamar perempuan.
Karena sudah kadung memikat hatinya itu. Menurutnya, pernikahan mereka adalah hari terbaik dalam hidupnya.

Tiga bulan kemudian, perempuan yang sudah menjadi istri itu menemukan foto masa kecil ayahnya dalam album foto suaminya.
Sontak, ia langsung shock ketika tahu fakta bahwa ayahnya anak tertua dari suaminya tersebut.

Setelah diselidiki lebih jauh, terungkap bahwa miliarder itu telah bercerai dengan istri pertamanya. Semua anak-anaknya dibawa oleh sang istri ke tempat yang ia tak tahu. Miliarder itu berusaha mencari istri dan anak-anaknya. Tetapi tidak pernah menemukan informasi apapun. Ia juga sempat menikah lagi dan punya anak, Tetapi akhirnya bercerai.

Saat bercerai, ia dan mantan istri keduanya itu masih berkomunikasi dengan baik. Saat sang miliarder menang lotre.
Dia kemudian membeli rumah indah di Golden Beach Miami.

Tetapi, kehidupannya di rumah besar mewah terasa hampa tanpa kehadiran orang yang ia cintai. Ia pun kemudian mencari jodoh lewat internet. Sang miliarder kemudian menemukan gadis yang ia rasa cocok. Meski ternyata gadis itu adalah cucunya sendiri.

Akan tetapi, setelah mengetahui fakta tersebut, keduanya memutuskan untuk tetap bersama sebagai pasangan suami-istri.
Bukan kakek dan cucu.

“Jika kami tidak tahu fakta ini, pasti kami akan terus hidup bahagia bersama. Aku sudah dua kali bercerai, aku tidak ingin bercerai untuk ketiga kalinya,” ujarnya.

Di sisi lain, sebelum bertemu dengan kakek miliarder itu, kehidupan perempuan 24 tahun itu terbilang tak terlalu baik.

Ia sempat diusir oleh ayahnya karena hamil di luar nikah. Ia pun pindah ke Jacksonville dan menjadi penari eksotis.
Hingga akhirnya ia menemukan pria mapan yang mampu mengubah hidupnya.

Ia mendaftar ke agen kencan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Terutama untuk membiayai kehidupan anaknya.
Ia berkata, “Setiap pasangan pasti berbeda dan spesial dengan cara mereka masing-masing. Menurutku ikatanku dengan suamiku sangat kuat hingga sesuatu seperti ini tidak cukup untuk memisahkan cinta kami.” (***)

sumber: intisari-online

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – Beberapa pemain Bali United geram dengan keputusan Komdis PSSI yang dinilai terlambat menjatuhkan sanksi untuk Mitra Kukar.

Mitra Kukar disanksi komdis PSSI karena memainkan pemain mereka yang terkena akumulasi kartu merah, Mohamed Sissoko pada laga melawan Bhayangkara FC, Jumat 3 november 2017 lalu.

Berdasarkan surat PSSI no 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November 2017, komdis PSSI memutuskan pertandingan ini berakhir untuk kemenangan Bhayangkara FC dengan skor 3-0 atas Mitra Kukar.

Surat yang ditanda-tangani Ketua Komdis PSSI, Asep Edwi Firdaus ini juga memutuskan Mitra Kukar dikenakan sanksi denda sebesar 100 juta Rupiah karena melanggar Pasal 55 Kode Disiplin PSSI.

Tim pelatih Bali United menganggap ada konspirasi yang dilakukan PSSI untuk memberatkan Bali United meraih gelar Juara Liga 1.

“Apa ada konspirasi dibalik itu?,” tanya Eko Purdjianto, asisten pelatih Bali United.

Sementara itu, pelatih Bali United hanya pasrah dan fokus menyelesaikan Liga 1 bersama Bali United.

“Ya sudah kita fokus saja dilaga terakhir. Kalau sudah seperti ini, ya sudah kita serahkan saja ke Tuhan,” ucap Widodo.

Dari pemain Bali United, bek kelahiran Makasar, Abdulrahman juga merasa kecewa.

Bahkan dia juga mempertanyakan, mengapa disaat peluang Bali United untuk merengkuh juara pertama kalinya seperti ini kok malah mendapatkan cobaan berat sekali.

“Tidak ada gunanya sama sekali kami pemain berjuang mati-matian tapi tiba-tiba ada keputusan seperti ini. Ini tidak adil.” ucap Abdurahman.

Pemain Timnas senior Indonesia dengan tegas akan menolak panggilan PSSI jika keputusan tetap seperti ini.

“Saya tidak mau main untuk PSSI kalau keputusan mereka seperti ini,” ancam Irfan Bachdim dihadapan pelatih kepala Widodo C Putro. (***)