Alasannya…

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – Dua bayi kembar perempuan ditemukan meninggal dunia, Ahad, 15 Juli 2018 sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Ratna, Gang Werkudara, Denpasar Timur.

Bayi yang berbalut kain dan kantong plastik itu ditemukan warga sudah tidak bernyawa.

Saat ini polisi telah mengamankan seorang perempuan inisial D di Jimbaran yang diduga pelaku pembuangan bayi kembar tersebut.

Namun sampai saat ini polisi belum bisa memeriksa yang bersangkutan.

Saat dikonfirmasi Selasa, 17 Juli 2018 Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Nyoman Karang Adiputra membenarkan kejadian tersebut.

Diduga pelaku pembuangan kedua orok itu berhasil diamankan tadi malam. Namun pihaknya belum memeriksa siapa pun.

“Kami belum periksa siapa pun. Kalau saksi-saksi sudah kita interogasi, tapi yang bersangkutan belum. Jadi kita belum bisa pastikan motif apa yang menyertainya,” kata Karang Adiputra.

Ditanya mengenai motif membuang orok itu karena malu punya anak di luar nikah, kata Kapolsek dirinya belum bisa memastikan, karena pihaknya sendiri belum memeriksa diduga pelaku tersebut.

“Itu hanya perkiraan orang-orang saja. Semua berpersepsi. Tapi kita belum sampai ke situ. Yang perempuan itu masih di Trijata, belum mau ngomong. Ya udah kita coba supaya ada perawatan medis duluan,” kata Kapolsek.

Sementara pasangan lelaki yang juga diduga sebagai pelaku, timnya masih berusaha melakukan pengejaran dan kontak lintas instansi.

“Belum, ini kita upayakan sebar informasi sampai ke NTT, melalui jaringan kita. Dan sampai saat ini belum ada informasi,” ungkap dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bakal “mengurung” juara dunia U-20 Lalu Muhammad Zohri setibanya di Tanah Air mengingat pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tinggal satu bulan.

“Biasanya setelah berprestasi atlet dibawa ke sana, ke sini. Semuanya sudah pada tahu-kan? Terus dampaknya seperti apa. Makanya kami benar-benar memproteksi Zohri,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Setelah menjadi juara dunia lari 100 meter U-20, atlet asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat itu menjadi pantauan banyak pihak baik yang sebelumnya mengikuti perjalanannya maupun baru mengenal saat atlet berusia 18 tahun itu meraih prestasi tertinggi di usianya.

Zohri langsung banyak mendapat apresiasi. Pro dan kontra juga terus muncul ke permukaan. Kondisi tersebut dinilai oleh PB PASI akan berdampak pada kondisi atlet sendiri. Untuk itu PB PASI akan terus berusaha membawa Zohri sesuai dengan program yang telah ada.

“Kejuaraan dunia di Finlandia adalah try out terakhir bagi Zohri. Setelah ini tinggal latihan di sini (Stadion Madya). Makanya kami ingin dia fokus. Waktu sudah tidak lama lagi,” kata Tigor dengan tegas.

Lalu Muhammad Zohri sesuai dengan rencana bakal turun di dua nomor pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September yaitu 100 meter dan estafet 4×100 putra. Tugas berat bakal dipikul oleh pemuda berusia 18 tahun ini.

Saat ini Zohri masih ditunggu kedatangannya di Tanah Air setelah menyandang predikat sebagai juara dunia lari 100 meter U-20. Zohri dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Selasa, 17 Juli 2018. Penyambutan khusus juga akan dilakukan.

Meski demikian, PB PASI meminta kepada pihak Kemenpora untuk melakukan penyambutan secara singkat dan sederhana.

“Zohri datangnya malam hari setelah menjalani penerbangan dan transit sekitar 20 jam. Pasti dalam kondisi letih. Dia butuh banyak istirahat karena program latihan akan langsung berjalan,” kata Tigor Tanjung usai rapat. (***)

Sumber:republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Peristiwa penanganan pada Susanto dengan cara setengah badannya dikubur dengan maksud untuk menetralisir listrik viral di media sosial dengan bumbu isu ‘bangkit dari bubur’. Susanto kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Korban masih hidup dan dapat tertolong. Sekarang masih dirawat,” ujar Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono ketika dimintai konfirmasi, Kamis, 12 Juli 2018.

Susanto kini dia masih berada di RS Rubini Mempawah untuk menjalani perawatan. Didi mengatakan Susanto tersengat listrik usai mengelas kanopi di bengkel. Pada awalnya Susanto tak sadarkan diri.

“Pada saat kejadian korban sedang melakukan pemasangan atau pengelasan kanopi di depan Bengkel Mobil ‘Aneka Jaya’ karena jarak kanopi yang dibuat terlalu dekat dengan kabel bidar utama/ kabel TM (jaringan listrik) sehingga menyebabkan korban kesetrum,” ujar Didi.

Warga menolong Susanto dan mengubur sebagian badannya ke dalam lumpur. Tujuan warga yang menolong, untuk menghilangkan induksi listrik di dalam tubuh Susanto. Warga meyakini cara itu bisa berhasil.

“Adapun pertolongan pertama yang dilakukan warga sekitar setelah kejadian tersebut yaitu dengan mengubur bagian tubuh korban dengan menggunakan lumpur mulai dari leher sampai ke kaki guna menghilangkan induksi aliran listrik dalam tubuh korban kata Didi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Simalungun – Setelah menetapkan hari penutupan pencarian yakni Selasa, 3 Juli 2018 dan akan membangun monumen tragedi KM Sinar Bangun, beberapa keluarga korban memberikan tanggapannya.

Lasma (53), seorang ayah yang kehilangan putrinya bernama Siti Arbiah (23) mengaku telah ikhlas menerima penghentian pencarian 164 korban hilang.

Ia mengatakan tidak tega melihat tubuh anaknya dalam keadaan tidak utuh.

Ia hanya berharap anaknya dapat diterima di sisi Tuhan.

“Saya setuju ini dihentikan. Karena kalau dapat pun tubuh anak saya sudah hancur,” ujarnya sembari menangis sembari menunjukkan foto putrinya bersama pacarnya, Alfaro Siahaan pada acara pertemuan antara keluarga korban dengan tim pencarian di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kabupaten Simalungun, Ahad, 1 Juli 2018.

Ia mengungkapkan dari tiga anaknya, Siti Arbiah merupakan anak kesayangannya. Apalagi, rencananya Desember ini akan melangsungkan pernikahan.

“Saya terakhir ngobrol itu pas lebaran. Apapun dia minta saya kasih. Karena memang sayang sekali saya sama dia,” ujar warga Siantar ini.

Hal berbeda disampaikan Sri Santika (25), korban selamat yang masih dirundung kesedihan karena kehilangan suaminya, Muhamad Irfan (22).

Sri menilai jika ditambahkan waktu pencarian suaminya dapat ditemukan.

“Sebenarnya tidak setuju. Kalau ditambah harinya bisa saja mayat suami saya dan teman-teman suami saya dapat ditemukan,” ujarnya ketika hendak pulang dari pertemuan dengan tim Basarnas gabungan.

Warga Batubara ini merupakan satu dari 21 korban yang selamat.

Sri yang sedang mengandung dua bulan ini selamat atas pertolongan pelampung yang diberikan tiga orang laki-laki. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Belakangan beredar video polisi menendangi sepeda motor milik para driver ojek online (ojol).

Masyarakat menyuarakan protes di kolom komentar lantaran tindakan polisi itu dianggap tak sopan dan terkesan seenaknya.

Akun Dery Marli telah mengunggah video peristiwa itu ke Facebook, Kamis, 14 Juni 2018.

“Lokasi PTC mall Palembang, polisi yg kaya begini, polisi gak punya nurani, woi inget itu gaji lu itu dari rakyat #Viralkan,” tulisnya.

Terlihat sejumlah sepeda motor yang ambruk, bahkan masuk parit, dalam video tersebut.

Akun Andre Noval kemudian mengunggah video serupa dengan menuliskan, “Karena mangkalnya di tempat yang dilarang, di jalan ini dilarang parkir atau stop (ngetem) dan sudah ada plang peringatannya.”

Menurut M Taslim Ch Dirlantas Sumsel di jalan itu sering macet penyebabnya ya mereka ini, teguran sudah berkali-kali, ditilang juga sudah.”

Menurut pihak kepolisian, para driver ojol mangkal tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban.

Hal tersebut dinilai mengakibatkan kemacetan sehingga perlu ditindak tegas.

Maka dari itulah, para driver ojol menjadi target operasi penertiban di hari menjelang Lebaran saat itu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID- Beberapa hari yang lalu, masyarakat dihebohkan oleh peristiwa terbunuhnya seorang begal, Aric Saipulloh (18).

Ia tewas terbacok celuritnya sendiri setelah MIB (19), korban pembegalannya, berani melawan.

Kepolisian Resor Metro (Polresto) Bekasi Kota, Jawa Barat melibatkan tim ahli dari kalangan akademisi untuk memberikan pertimbangan hukum terkait kasus tersebut.

“Saat ini MIB telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Aric Saipulloh meskipun secara keterangan MIB mengaku membela diri dari serangan begal,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih, di Bekasi, Senin 28 mei 2018.

Jairus menjelaskan, status tersangka ini dilatarbelakangi perbuatan MIB yang menghilangkan nyawa.

Hal itu sesuai dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang hilangnya nyawa seseorang.

“Kami melibatkan dua tim ahli dari kalangan akademisi. Kami minta masukan apakah perbuatan MIB bisa dikatakan sebagai bela diri atau tidak,” katanya.

Menurut Jairus, konsultasi tim ahli membutuhkan waktu sepekan ke depan untuk memutuskan apakah status tersangka terhadap MIB akan dilanjutkan hingga proses pengadilan atau tidak.

“Pendapat ahli nanti bisa menggugurkan status tersangka MIB bila memang perbuatannya itu masuk dalam kriteria membela diri,” katanya.

Selain MIB, polisi juga menjatuhkan status tersangka pada Indra Yulianto, rekan Aric.

Hal itu dikarenakan polisi berhasil mengantongi bukti keterlibatannya dalam kasus pencurian motor dari korban lain.

“Kemarin Indra sudah keluar dari rumah sakit setelah menjalani pengobatan luka bacokan celurit yang dilakukan MIB saat terlibat duel dengan Aric,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden itu terjadi pada hari Rabu, 23 Mei 2018 dini hari.

Semuanya bermula saat MIB dan AR sedang nongkrong di Alun-alun Kota Bekasi sekitar pukul 23.00 WIB.

Kemudian, keduanya bergeser nongkrong di Taman Kota Bekasi.

Sekitar pukul 01.00 WIB, MIB dan AR menuju Jembatan Summarecon untuk foto-foto.

“Saat berfoto-foto, keduanya didatangi Aric dan Indra, mereka dipaksa memberikan handphone-nya,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Indarto di Mapolres Metro Bekasi.

“Namun keduanya menolak, Aric pun mengeluarkan celurit dan berhasil ditangkis MIB,” ucap Indarto lagi.

MIB akhirnya berhasil merebut celurit dari tangan Aric. Setelah itu, ia membalas serangan ke tubuh Aric.

Akibatnya, Aric mengalami lima luka bacokan dan bersimbah darah. Indra berusaha membantunya.

Dia justru terkena satu kali bacokan celurit.

Setelah insiden tersebut, keduanya langsung dilarikan ke RS Anna Medika.

“Jadi awalnya itu kita dapat laporan terkait kejadian perampasan hape dengan celurit di flyover Summarecon,” ucapnya.

“Tidak lama laporan itu, pihak RS Anna Media nelpon pihak kepolisian kalau ada korban pembacokan. Setelah ditelusuri ternyata korban pembacokan itu merupakan pelaku yang ingin merampas hape di Summarecon,” kata Indarto.

“Indra, korban yang luka parah sempat memberikan keterangan palsu soal kejadian. Setelah kami telusuri dan melihat laporan perampasan di flyover Summarecon ternyata berkaitan,” ujarnya.

Indarto menambahkan, Aric ternyata memang sudah berkali-kali melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pria yang diamankan di Masjid Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Daan Mogot, Jakarta Barat, dan membawa senjata tajam (sajam) rupanya seorang tukang potong ayam. Ia tertidur di masjid lantaran sudah kemalaman untuk pulang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pria tersebut pernah tinggal di wilayah Jakarta Selatan. Namun ia pindah ke wilayah Waleri, Jawa Tengah.

“Karena yang bersangkutan habis masa berlaku SIM-nya, maka dia ke Jakarta mengurus KTP di Jakarta Selatan, ternyata kemarin menginap di masjid Satpas di sana,” ujar Argo saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 17 Mei 2018.

Karena pria yang diketahui berinisial Hajd Sutrisno (57 tahun) membawa sajam, ia dikenakan Undang-Undang Darurat dan terancam hukuman penjara hingga 10 tahun. Sementara ketika ditanya apa motif dia membawa sajam, alasannya untuk menjaga diri saja.

“Dia tukang potong ayam, pada saat ditangkap dia buang senjatanya, bukan dilempar ke petugas tapi dibuang,” jelas Argo.

Ia tidak menjelaskan apa alasan HS membuang sajamnya itu, karena masih dalam pemeriksaan.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Hajd Sutrisno (57 tahun) dibekuk petugas Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya pada Rabu, 16 mei 2018 lantaran dicurigai membawa senjata tajam (sajam). Dan benar saja setelah diperiksa ia membawa pisau, langsung diamankan. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seringkali jika kita memarkir mobil di bawah pepohonan kotoran burung atau getah pohon menempel pada kaca mobil. Tak jarang pemilik kendaraan cuek tidak langsung membersihkannya.

Ternyata kotoran tersebut memberikan efek yang cukup buruk untuk kaca mobil kita karena memiliki derajat keasaman (pH) yang tinggi.

“Kalau kena kotoran burung atau getah pohon jangan lama-lama dibiarkan, kalau dia cuma debu itu nggak apa tapi kalau kena kotoran burung atau getah pohon kalau kita parkir di bawah pohon tuh kan ada kejatuhan bunga-bunganya. Nah bunga-bunga itu ada getahnya itu kalau bisa segera langsung cuci karena itu pH-nya tinggi,” ungkap Technical Service Executive Coordinator ADM, Anjar Rosjadi di Technical Training Centre PT Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta.

Tingkat asam atau pH yang tinggi tersebut menyebabkan kaca mobil terkikis bahkan jika terkena bodi mobil bisa membuat bodi terkelupas.

Pada kaca dapat menghalangi penglihatan terutama malam hari karena cahaya akan membias dan berwarna seperti pelangi.

“Itu jahat tuh nggak cuma ke kaca ke bodi atau painting kalau sampe nyerap bisa ngelupas membekas dan susah dihilangin,” kata Andjar.

Ia menambahkan perawatan khusus untuk kaca sebenarnya tidak ada, jika kotoran di kaca hanya sebatas debu sebaiknya setiap satu minggu sekali dibersihkan. Jika malas membersihkan dan pergi ke salon mobil, pastikan cairan yang digunakan salon mobil tersebut tidak mengandung asam yang tinggi.

“Kalau kaca sebenarnya nggak ada perawatan khusus cuma kalau salon kaca itu mending dipastiin aja yang dipakai itu asamnya kuat karena gampang sekali sapu bersih emang pH-nya tinggi gampang emang bersihinnya, tapi efek pH tinggi itu bisa ngikis permukaan kaca bisa bikin pelangi atau bias,” jelasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung menobatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Bapak Pembangunan Pendidikan Teknologi Informasi Indonesia. SBY datang menerima piagam penghargaan tersebut di Unikom, Sabtu sore, 24 Maret 2018.

Rektor sekaligus pendiri Unikom, Eddy Soeryanto Soegoto mengatakan, penghargaan itu hasil wujud kepedulian SBY terhadap dunia pendidikan.

“SBY pemimpin yang sangat santun, sangat cerdas, sangat perhatian kepada rakyatnya khususnya kepada dunia pendidikan,” kata Eddy pada pidatonya.

SBY, menurut Eddy, membuktikannya selama memimpin. Tingkat pendidikan meningkat cepat dan tingkat pertumbuhan ekonomi 6-7 persen.

“Di dunia pendidikan, SBY bisa memotivasi mahasiswa untuk berkompetisi. Pada kontes robot nasional Unikom juara,” ujar Eddy.

Penghargaan diberikan setelah SBY selesai sebagai Presiden dua periode. Alasannya, kata Eddy, karena dia dan SBY dulu sama-sama sibuk.

“Ide penghargaannya ini cepat, dan beliau mau datang ke sini,” kata Eddy kepada Tempo seusai acara.

Pada akhir pekan ini SBY berkeliling tempat di Bandung antara lain untuk bertemu kader, pengusaha, dan ke lokasi wisata.

SBY mengaku senang dan bangga berada di Unikom yang disebutnya salah satu universitas terbaik di Indonesia.

“Tidak banyak universitas yang mendapat prestasi seperti ini,” katanya.

Unikom menurut SBY menjadi contoh sebagai tempat kelahiran putra-putri bangsa yang menguasai teknologi informasi.

Menurut SBY, pada 30 tahun terakhir ini Indonesia memasuki gelombang awal terbangunnya masyarakat informasi. SBY yang merujuk pada sebuah buku Alvin Toffler, Kejutan Masa Depan (Future Shock) menyebutkan, gelombang pertama itu masyarakat agraris, kedua industrial, dan ketiga masyarakat informasi.

“Awal abad ke-21 hidup dalam revolusi gelombang keempat dengan datangnya teknologi digital,” kata SBY. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pengakuan mengejutkan disampaikan oleh wanita cantik ini soal rumah tangganya.
Meski sudah menikah, dia mengaku tidak pernah berhubungan intim dengan suaminya.

Belakangan dia membeberkan alasan tak pernah melakukan aktivitas ranjang tersebut.
Hal itu dikatakannya setelah bercerai dari pria tersebut.

Pengakuannya itu menepis tuduhan padanya, bahwa dia menikah dengan pria tua tersebut semata-mata demi uang, Ternyata tudingan itu salah.

Bahkan, banyak yang tidak tahu kelakuan sebenarnya sehingga wanita ini mengumpulkan uang sebanyak mungkin.

Mantan bintang film porno, Kesarin Chaichalermpol atau yang biasa dikenal Nong Natt (33), mengaku tidak pernah berhubungan intim dengan suaminya.

Ia pun mengungkap alasan sebenarnya tentang perceraiannya dengan bule kaya raya dari Inggris, Harold Jennings (72).

Aktris yang kini juga bekerja sebagai model di Thailand itu, mengaku bercerai karena ia seorang penyuka sesama jenis.

TribunSolo.com melansir dari Mynewshub, ia bahkan tak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Harold selama menikah.
Sebelumnya, ia sempat berbohong, tak melakukan hubungan suami istri dengan Harold.

Lantaran mantan suaminya tersebut mengidap penyakit jantung, Selama menikah, keduanya juga hidup terpisah.

Mereka bertemu hanya dalam hitungan jari.

“Kami hidup terpisah setelah menikah. Pernikahan hanya janji di atas kertas. Kami bahkan hanya bertemu sekali atau dua kali dalam setahun,” katanya.

Kini, Nong Natt mengaku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita 24 tahun asal Vietnam.

Ia tidak menyebutkan dengan jelas identitas wanita dekatnya.

Keduanya sepakat menjalin hubungan spesial meski terpaut jarak yang cukup jauh.

Nong Natt mengaku harus mengumpulkan banyak uang agar bisa terbang ke Vietnam setiap bulannya, demi menemui kekasihnya.

Diberitakan sebelumnya, Nong Nat memutuskan untuk menceraikan suaminya, Harold Jennings, Suaminya diketahui berusia jauh lebih tua dari dirinya, yakni 72 tahun.

Dilansir TribunSolo.com dari Mynewshub, Harold merupakan jutawan yang berasal dari Amerika Serikat, Pekerjaannya adalah seorang arsitek.

Nong yang memiliki nama panggung Natt Chanapa itu menceraikan Harold yang menikahinya pada tahun lalu.

Sebelumnya, Nong mengaku sudah pisah ranjang selama beberapa bulan terakhir dengan suaminya.

Perceraiannya dengan Harold juga harus melewati jalan panjang.

Lantaran, Harold sempat tak menyetujui keduanya bercerai.

Perceraian keduanya pun resmi diketok palu oleh pengadilan.

Di sisi lain, Nong juga ingin menepis kabar bahwa dirinya seorang perempuan materialis, Ia sempat disebut-sebut menikahi Harold karena harta.

“Saya tidak perlu dukungan dari Harold. Saya bukan wanita materialis, bukan pula karena terpaksa,” katanya seperti dikutip dari Mynewshub.

“Namun kami masih berteman dan akan saling membantu jika dirasa perlu,” tambahnya.

Nong pun juga menjelaskan bahwa ia masih menyayangi Harold layaknya anak kepada orangtuanya.

Menepis dirinya seorang wanita materialis, Nong kemudian memilih menekuni dunia model.

Dengan mempromosikan produk tersebut, ia tetap bisa mendapat penghasilan.

Dikabarkan sebelumnya, Nong langsung berhenti dari dunia film dewasa usai menikah dengan Harold. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pegawai negeri sipil (PNS) pria bisa mengajukan cuti selama satu bulan untuk mendampingi istri saat menjalani proses melahirkan. Hal itu diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017.

Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan menjelaskan alasan dari adanya cuti tersebut ialah untuk memperjelas aturan yang sebelumnya sudah ada, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Dalam aturan lama itu tidak sebutkan kepastian mengenai perizinan cuti kelahiran, sehingga apabila dalam keadaan mendesak PNS pria sulit mendapatkan cutinya.

“Dulu itu atasan langsung atau pejabat pembina kepegawaian di daerah itu ‘maju-mundur’, ada yang bahkan misalnya PNS pria cuti karena alasan penting (tapi) itu mendapat hukuman disiplin,” kata Ridwan kepada detikFinance, Jakarta, Selasa 13 Maret 2018.

Oleh sebab itu, kata Ridwan, dalam aturan yang baru ini penjelasan mengenai cuti PNS pria untuk mendampingi pasangannya disebutkan secara tertulis.

Dengan begitu, PNS pria bisa mendapatkan dasar hukum tanpa takut mendapatkan hukuman bila cuti terlalu lama.

“Sekarang ini kalau situasinya menghendaki si suaminya harus stay di sampingi isterinya, itu harus diberi izin cuti alasan penting karena mendampingi isterinya melahirkan atau caesar. Jadi lebih humanis,” jelasnya.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan bahwa jangka waktu cuti satu bulan ini merupakan hal yang situasional. Artinya, pengajuan cuti selama satu bulan ini dapat diajukan dengan kondisi tertentu.

“Sangat situasional. Bahkan kita tahu misalnya, ada kendala medis apa, atau bagaimana. Jadi itu sangat situasional, kita hanya memberi bahwa hak dasarnya PNS pria antara lain cuti (kelahiran) itu. Jadi memang sangat situasional, tergantung dari persetujuan atasan.

Tapi prinsipnya aturan ini memperbolehkan suami itu mengajukan cuti satu bulan karena isterinya melahirkan atau caesar,” tuturnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tessa Kaunang datang ke Polda Metro Jaya, Sabtu, 3 Februari 2018 siang.

Didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, Ia melaporkan pencemaran nama baik yang dilakukan mantan suaminya, Sandy Tumiwa.

Untuk diketahui, Tessa Kaunang dan Sandy Tumiwa kembali menjadi sorotan.

Tessa disebut-sebut sering membawa pulang seorang pria ke rumahnya.

Sandi dikabarkan menggerebek rumah Tessa yang dihuni bersama anak-anaknya.

“Jadi hari ini kami mendampingi Tessa untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Sandy Tumiwa. Jadi kemarin Sandy ini membuat statement yang tidak sesuai fakta mengenai klien kami,” ucap Sunan

Tessa sendiri mengungkapkan langkah yang diambilnya ini telah melalui pertimbangan matang, mengingat selama ini dirinya merasa terganggu oleh perbuatan mantan suaminya tersebut.

Tessa berharap dirinya dibebaskan dari tuduhan yang menimpa dirinya, serta nama baiknya dipulihkan.

“Saya berpikir kalau tidak beri statement, orang persepsi beda. Nanti dikatakan saya nerima saja mengalah atau kejadian yang disangkakan benar terjadi,” ucap Tessa.

Tessa juga mengungkapkan sebelum peristiwa ini, dirinya dan mantan suaminya tidak ada masalah.

Terkait permintaan hak anak yang digugat suaminya, ia berharap Sandy menghargai hasil keputusan saat perceraian mereka empat tahun lalu, dimana hak asuk diserahkan kepadanya.

Atas pelaporan Tessa ini, Sandy bisa terancam masuk bui lagi. (***)

sumber: tribunnews.com

Jika harus didinginkan simpan cokelat dalam wadah kedap udara

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Rata-rata orang menyimpan cokelat di dalam lemari es. Suhu rendah ini membuat cokelat tidak cepat meleleh.

Namun, menurut ahli panganan manis, cara itu dipandang sebagai kesalahan besar. Ahli cokelat, Luke Owen Smith mengatakan makanan manisseharusnya tidak pernah disimpan di lemari es meskipun saat cuaca hangat.

Luke, yang memiliki toko daring bernama Chocolate Bar, mengatakan temperatur lebih rendah mengacaukan selera. Mendinginkan cokelat di lemari es akan membuat cokelat tidak melepaskan rasa.

“Suhu yang sangat dingin bisa mengacaukan suhu sebanyak mungkin seperti suhu panas,” ujar Smith, seperti yang dikutip dari News.com.au, Minggu 28 Januari 2018.

Sebagai gantinya, cokelat harus disimpan dalam lemari gelap dan sejuk. Sebaiknya disimpan dengan suhu 10 sampai 20 derajat celcius. Suhu 15 derajat celcius merupakan suhu yang sempurna.

Jika suhu dalam rumah mencapai 28 derajat, cokelat sebaiknya diletakkan di lemari es. Karena mentega kakao dapat menyerap rasa dan bau, Smith merekomendasikan menyimpan cokelat dalam wadah kedap udara sebelum pendinginan untuk melindungi rasanya.

Kemudian alasan lain agar cokelat tidak disimpan di dalam lemari es adalah gula dalam cokelat akan mekar. Hal tersebut terjadi saat dingin dan kemudian udara yang lebih hangat dan menyebabkan kondensasi pada permukaan yang melarutkan beberapa gula. Ini akan mengkristal ulang meninggalkan lapisan permukaan putih bertekstur kasar pada cokelat. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Semarang – Belasan pekerja seks komersial (PSK) berlarian tunggang langgang ketika digerebek tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang beserta Tim Elang Polrestabes Semarang di Jalan Tanjung, Semarang Tengah, Kamis 25 Januari 2018 dini hari.

Ada yang lari masuk hotel, kabur menggunakan motor, dan masuk ke warung angkringan. Mereka berusaha menyelamatkan diri agar tidak terjaring razia petugas tersebut.

Namun, upaya mereka sia-sia. Belasan PSK tersebut berhasil ditangkap Satpol PP dan Tim Elang Polrestabes Kota Semarang. Salah satunya adalah ELS (20).

Dia terjaring aparat Satpol PP di warung angkringan tak jauh dari Jalan Tanjung.

ELS semula tak mengaku menjajakan diri di kawasan Jalan Tanjung. Dia beralasan hanya jajan di warung dengan sang suami, Hendra Ciptarumbi (33).

Sempat terjadi perdebatan antara aparat dan pasangan suami istri itu. Hendra membela sang istri sekaligus meyakinkan petugas bahwa dirinya suami sah ELS.

“Ini buku nikah kami. Kurang apa? Masih tidak percaya kalau dia istri saya?” ketus Hendra sembari menunjukkan dua buku nikah.

Aparat tak langsung percaya karena melihat langsung ELS beserta PSK lain kabur. Semula para PSK itu mangkal di Jalan Tanjung.

Usai memeriksa identitas, petugas beralih menyelidiki informasi dari ponsel pasangan itu.

Ditemukan sejumlah pesan berupa rincian daftar harga PSK. “Masih bantah? Kamu tega jual istrimu sendiri? Suami apa kamu ini?” seru petugas ke Hendra.

Hendra yang semula garang mendadak jadi pendiam. Matanya berkaca-kaca. Dia mengakui sang istri menjajakan diri.

Pria yang kesehariannya membuka jasa tambal ban itu beralasan terhimpit masalah ekonomi.

Salah satunya adalah cicilan motor ELS. “Saya tak mampu menafkahi. Mungkin dengan cara saya menjaga dia saat jual diri bisa menebus dosa saya sebagai suami,” ucapnya.

Tiap malam, Hendra dan ELS mangkal di Jalan Tanjung. Mereka selalu membawa buku nikah.

Fungsi lain buku nikah itu diungkapkan Hendra untuk mengelabui penjaga hotel.

Pasangan itu berasal dari Kabupaten Kudus. Mereka melaju Semarang-Kudus setiap hari.

“Kalau capek saya tidur di hotel tempat istri tidur dengan pria lain. Jadi, gantian kalau dia (laki-laki hidung belang) selesai,” beber pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara itu.

Tarif ELS sekali berhubungan badan Rp 300 ribu, belum termasuk ongkos hotel. Dalam semalam, ELS bisa mengantongi paling banyak Rp 700 ribu.

Hendra mengisahkan kenal ELS di Jalan Tanjung. Semula, dia adalah pelanggan ELS. Lama kelamaan mereka terlibat hubungan asmara kemudian menikah.

“Niatan saya menikahi ELS untuk mengentaskan dia dari pekerjaan itu. Saya tahu pekerjaan itu tak layak. Tetapi saya tak mampu, dan hanya ini jalan satu-satunya mendapat uang cukup,” ujar duda beranak satu itu.
ELS disatukan dengan para PSK yang terjaring razia gabungan Satpol PP dan Polrestabes Semarang. Mereka diboyong ke kantor Satpol PP Kota Semarang di Jalan Ronggolawe Barat, Gisikdrono, Semarang Barat.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Satpol Kota Semarang, Martin Stevanus Dacosta mengatakan, giat razia penyakit masyarakat (Pekat) kategori PSK dilakukan untuk menegakkan peraturan daerah (Perda) Kota Semarang nomor 5 tahun 2017 tentang ketertiban umum.

“Mereka kena Tipiring (tindak pidana ringan) serta wajib sidang,” jelas Martin.

Giat Pekat gabungan itu menyasar sejumlah penginapan di Jalan Imam Bonjol, Tanjung, dan Siliwangi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa sebagai otoritas sistem pembayaran, BI melarang seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk memproses transaksi pembayaran dengan mata uang virtual (virtual currency). Hal yang sama juga berlaku bagi penyelenggara technology financial (fintech) di Indonesia baik bank dan lembaga selain bank.

Ini juga berlaku bagi penyedia prinsipal, penyelenggara switching, penyelenggara kliring, penyelenggara penyelesaian akhir, penerbit, acquirer, payment gateway, penyelenggara dompet elektronik, penyelenggara transfer dana sebagaimana diatur dalam PBI 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

“Bank Indonesia sebagai otoritas di bidang Moneter, Stabilitas Sistem Keuangan dan Sistem Pembayaran senantiasa berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan, perlindungan konsumen dan mencegah praktik-praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

Bank sentral memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency?????. BI menegaskan bahwa virtual currency termasuk bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah.

“Pemilikan virtual currency sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency,” jelas dia.

Selain itu, nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble) serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, bank memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak bertransaksi dengan virtual currency. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Biasanya memisahkan pakaian dalam saat mencuci pakaian paling malas dilakukan.
Kita terbiasa mencampur semua jenis pakaian termasuk pakaian dalam.

Ternyata ada bahaya mengintai saat Anda mencuci bersamaan semua pakaian dengan pakaian dalam, seperti dilansir dari The Times of India.

Lantas mengapa kita harus memisahkan pakaian dalam dari cucian lainnya?

1.Lebih kotor

Banyak orang yang tidak menyadari jika pada pakaian dalam kita, bisa jadi ada sisa air seni dan juga kotoran yang tertinggal.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh dr. Charles Gerba, professor mikrobiologi yang berasal dari University of Arizona, Amerika Serikat, di dalam pakaian dalam yang digunakan dalam sehari kita bisa menemukan rata-rata satu gram air seni atau kotoran.

Andai kita merendamnya bersama dengan pakaian lainnya, dikhawatirkan kita bisa memindahkan 100 juta bakteri E.Coli ke pakaian lainnya.

2.Bahaya andai tercampur pakaian bayi atau anak

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna layaknya pada orang dewasa sehingga mereka cenderung lebih rentan terkena infeksi.

Andai kita asal mencampur pakaian bayi dengan pakaian dalam, dikhawatirkan berbagai bakteri dan kotoran akan hinggap pada pakaian bayi dan bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.

3.Di dalam cucian ada barang dapur

Terkadang, beberapa barang dapur layaknya serbet juga kita campurkan dalam cucian bersama dengan pakaian dalam.

Serbet ini tentu akan beresiko terpapar berbagai kotoran dan bakteri layaknya E.Coli dan staphylococcus penyebab penyakit.

Padahal, serbet ini bisa kita gunakan untuk mengelap peralatan masak atan peralatan makan.

4.Membutuhkan suhu yang berbeda

Pakar kesehatan menyebutkan jika untuk pakaian biasa, kita bisa menggunakan air dingin bersuhu 15 derajat untuk mencucinya.

Sementara itu, pakaian dalam membutuhkan suhu 40 derajat Celcius agar kita bisa membunuh berbagai bakteri yang menempel.

Karena alasan inilah ada baiknya kita memisahkan pakaian dalam dari pakaian lainnya saat mencuci. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang wanita berusia 44 tahun tega meninggalkan suami dan anak-anaknya hanya untuk menemui seorang pria.

Wanita bernama Heidi Hepworth itu memilih pergi ke Gambia, Afrika, untuk menemui kekasihnya, Salieu Jallow (32).

Heidi mengenal Jallow lewat media sosial Facebook.

Keduanya intens berkomunikasi secara online.

Suami Heidi, Andy, mengatakan bahwa Istrinya merasa tidak bahagia untuk waktu yang lama.

Dan kini Istrinya lebih memilih untuk mengikuti apa kata hatinya.

Heidi meninggalkan Andy dan enam anak serta tiga anak yang dimiliki Heidi dari pernikahan sebelumnya hanya untuk pria yang lebih muda darinya.

Wanita itu bahkan berniat akan menikah dengan Jallow setelah mengurusi perceraiannya.

Heidy mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain selain pergi meninggalkan suami dan anak-anaknya untuk sementara waktu.

Meski berat, tapi ia tidak memiliki pilihan lain.

“Meninggalkan anak-anak saya adalah hal yang sulit, tapi mereka tidak bisa ikut dengan saya, jadi tidak ada pilihan lagi,” ucapnya sepeti dikutip laman Mirror.

Dia megaku merasa tidak bahagia dalam waktu yang cukup lama.

“Saya telah menemukan seseorang untuk menghabiskan sisa hidup saya dengannya,” katanya.

Selama satu bulan di Gambia, Heidi sesekali menghubungi anaknya setiap malam.

Heidi tampak begitu menikmati berjalan-jalan di sepanjang pantai.

Dia pun berencana akan terbang kembali ke Gambia tahun depan.

sumber: tribunnews.com