ATB

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi berharap PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku penyedia air bersih bisa mempertahankan pelayanan. Hal ini disampaikan Rudi saat menghadiri Hari Pelanggan Nasional 2018 ATB di Mega Mall Batam Centre, Selasa, 18 September 2018.

“ATB adalah salah satu aset yang sangat berpengaruh dalam menyediakan air di Kota Batam. Di usianya yang ke-23, bagi saya ATB sudah selalu memberikan pelayanan terbaik. Kalau mau mengganti perusahan air di Batam itu mudah, tapi apakah bisa melanjutkan? Kita berharap ATB bisa mempertahankannya,” kata Rudi.

Presiden Director PT ATB, Benny Andrianto mengatakan di usia yang ke-23, pelanggan merupakan aset terbesar perusahaan. Dalam kurun waktu tersebut, pelanggan ATB meningkat pesat dari angka 40 persen menjadi 99,6 persen penduduk Batam.

Benny mengatakan konsentrasi ATB adalah menyediakan air bersih kepada masyarakat. Sebagai kota tanpa sumber mata air, kebutuhan air Batam dipenuhi dari pengolahan air hujan.

“Dengan teknologi canggih, ATB bisa menyulap air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Batam,” ujarnya.

Menurut perkiraan, ketersediaan air di Batam hanya bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Karena itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar sadar akan krisis persedian air ini.

Tugas ATB, kata Benny, akan berakhir pada 2020 mendatang. Ia berharap pengganti ATB dapat memberikan pelayanan terbaik. Dan terus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kualitas sebagai perusahaan air. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto menyampaikan, selain Manila Water Company (MWC), perusahaan penyedia air minum asal Jepang, Yokohama Water, memastikan diri ikut tender pengelolaan air di Dam Tembesi, Batam. Total ada 23 investor yang sudah menyatakan minatnya ikut tender melayani kebutuhan air untuk masyarakat Batam.

Mereka memiliki keunggulan masing-masing, dari sekian banyak calon investor tersebut mereka harus mengikuti lelang dan nanti Tim Lelang yang akan menentukan mana yang terbaik.

“Yokohama Water pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan air di Indonesia. Latar belakang dan kinerja perusahaan air asal Jepang itu terbilang baik. Pilihan terbaik jadi syarat untuk pemenang tender. Lantaran, air yang dikelola itu diperuntukkan melayani kebutuhan masyarakat Batam,” ujar Eko.

Saat ini air memang jadi primadona, yang tidak bergerak di bidang airpun mau ikut main air. Tim panitia tender pengelolaan air sudah melakukan rapat dan membuat jadwal untuk rencana market sounding Dam Tembesi. Tim itu terdiri dari beberapa deputi di BP Batam. BP Batam cukup serius dengan rencana tender pengelolaan air di Dam Tembesi ini dan akan bekerja sama dengan beberapa konsultan.

Sebelumnya diberitakan, Manila Water Company (MWC) akan ikut berkompetisi dalam rencana tender pengelolaan air di Batam. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan. Bahkan dikatakan, MWC tertarik mengikuti dua tender sekaligus. Yakni untuk tender instalasi pengolahan air di Dam Tembesi dan konsesi air Batam setelah 2020.

Binsar tak menampik, kiprah MWC dalam pengelolaan air selama ini memang terbilang bagus. Apalagi perusahaan tersebut juga sudah melaksanakan konsep pengelolaan air bersih sekaligus air limbah. Itu sesuai dengan hal yang akan yang diterapkan di Batam setelah konsesi air dan sistem perpipaan air limbah dengan bantuan dana dari Korea Selatan untuk wilayah Batam Center selesai pada 2020 mendatang.

Adhya Tirta Batam (ATB) juga akan berpartisipasi dalam rencana tender pengelolaan air itu. Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, BP Batam memang memberi kesempatan luas kepada investor yang tertarik ikut tender pengelolaan air di Batam. Berarti ATB yang belakangan ini sering mendapat keluhan dari masyarakat sehubungan aliran airnya sering mati, harus lebih semangat lagi. Karena masih banyak investor lain yang siap melayani kebutuhan air masyarakat Batam.

“Kita akan lakukan kerjasama pemanfaatan aset, bisa dengan swasta, BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Dengan siapa saja yang menang dan siapa yang terbaik,” kata Eko. (**)

SUMBER

BATAM

Senin | 20 Agustus 2018 | 19:25

Ampuuuuuuun! Pagi dan Sore ATB Mati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Suplay air minum yang dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB), hari ini tampaknya mengalami gangguan.

Gangguan tak tanggung-tanggung. Pagi sekitar pukul 4.30 WIB air ATB sudah tak hidup. Hingga sekitar pukul 12.00 WIB baru mulai hidup kembali. Itu pun aliran air sangat kecil. Sorenya sekitar pukul 17.00 hingga pukul 19.00 belum juga menunjukkan tanda-tanda mengalir kembali.

“Satu hari dua kali mati air. Pagi dan sore. Ampun deh,” ungkap Elis, warga Buana Regency, Belian, Batam Kota, Senin, 20 Agustus 2018.

Ibu rumah tangga ini terus menggerutu, lantaran tumpukan cucian alat masak maupun tempat makan dan minum belum sempat dicuci. Ditambah lagi tumpukan pakaian kotor tampak menggunung, menambah ibu lima anak ini kian kecewa.

“Terlambat bayar satu hari saja, kita dikenai denda. Giliran mati air begini, tidak ada itikad baik dari pihak ATB,” gerutuhnya. (ulil)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Adanya keluhan gangguan suplai yang dirasakan warga Batam Centre sejak Selasa (29/8) sore, diakibatkan oleh adanya kebocoran pipa distribusi PT Adhya Tirta Batam (ATB) menuju tanki reservoar yang berada di Sukajadi. Dengan gangguan tersebut suplai air bersih ke tanki jadi tidak maksimal.

“Benar telah terjadi kebocoran pipa utama ATB menuju tanki reservoar yang berada di Sukajadi. Dengan pipa bocor tersebut suplai air ke dalam tanki reservoar jadi tidak maksimal sehingga air dalam tanki mulai menipis untuk dialirkan ke pelanggan,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Rabu (30/8).

Kebocoran pipa utama tersebut tidak di prediksi sebelumnya oleh tim distribusi ATB, sehingga tidak ada persiapan untuk stok air di dalam tanki. Dengan adanya gangguan pipa distribusi tersebut, tim terkait langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki sampai kembali normal.

“Pekerjaan dilakukan saat itu juga oleh tim teknis dan saat ini pekerjaan sudah selesai dilakukan, tinggal recovery suplai ke dalam tanki reservoar,” lanjut Enriqo

Adapun gangguan yang terjadi dari kebocoran pipa utama tersebut tidak berdampak pada semua pelanggan yang mendapat suplai air dari tanki reservoar Sukajadi. Namun hanya sebagian pelanggan yang berada di wilayah paling ujung dan berada di daerah tinggi dari suplai tanki.

“Tidak semua pelanggan yang terdampak, seperti di Mediterania tidak semuanya, hanya pelanggan yang berada di daerah terujung pipa dan berada di daerah tinggi saja,” jelas Enriqo.

Dengan kondisi yang tidak di prediksi sebelumnya ini ATB menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Tentunya ATB selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya.

Tanki reservoar yang digunakan ATB merupakan tempat penampungan air yang disiapkan untuk dialirkan ke pelanggan. Posisi tanki reservoar berada di lokasi tinggi dan dialirkan secara gravitasi ke pelanggan. (***)