ATB

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Untuk memenuhi ketersedian air bersih hingga ke wilayah ujung instalasi , seperti daerah Tanjung Uncang , ATB akan berinvestasi miliaran rupiah di luar perjanjian konsesi dengan cara meningkatkan kapasitas produksi IPA Mukakuning.

“IPA Mukakuning kapasitasnya akan ditingkatkan, hal ini untuk mengatasi sementara permasalahan suplai air di Batu Aji, Tanjung Ucang dan sekitarnya. Jangka panjangnya tetap menunggu waduk Tembesi untuk dioperasikan,” jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Senin 25 Maret 2019.

Peningkatan kapasitas produksi IPA Mukakuning diharapkan bisa berjalan pada bulan Agustus 2019 mendatang. Terlebih saat ini suplai air di wilayah Batu Aji dan Tanjung Uncang sudah mengalami devisit.

Keberadaan waduk Tembesi jadi sebuah pilihan yang harus diambil. Meningkatnya jumlah sambungan pelanggan rumah tangga maupun industri, mempengaruhi suplai air yang dialirkan.

Bentuk upaya dan dedikasi yang ATB lakukan, sebagai bagian dari tanggung jawab memberikan pelayanan ke pelanggan. Meski secara kontrak, ATB akan segera berakhir pada 2020 nanti.

“Kami tentu punya rasa tanggung jawab, walau akan berakhir kami tetap memberikan pelayanan air bersih ke pelanggan. Lebih dari itu, untuk solusi agar air bersih di Batam bisa terpenuhi, waduk Tembesi segera jadi prioritas untuk diaktifkan,” tutur Maria.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Manajemen dan Redaksi WartaKepri.co.id (group mediakepri.co.id) kaget menerima surat dari PT ATB Batam. Dari surat yang diterima, penyuplai air bersih di Batam tersebut menolak permohonan untuk pembangunan masjid.

Dalam hal ini, WartaKepri.co.id memastikan tidak pernah melakukan pengajuan permohonan bantuan untuk pembangunan masjid/tempat ibadah Pondok Pesantren Baitul Quran Batam ke Pihak PT ATB Batam.

Pernyataan ini perlu disampaikan terkait Surat Balasan dari Pihak ATB Batam, tanggal 18 Februari 2019, no.L/0126/ATB/Corsec-PRM/II/2019 dan diterima WartaKepri.co.id, pada Senin (25/2/2019) yang menjelaskan perihal pemberitahuan, bahwa PT Adhya Tirta Batam belum dapat berpartisipasi.

Menanggapi datangnya surat tersebut, Manajemen dan Redaksi kaget sekaligus khawatir, ada pihak pihak tertentu dengan mengatasnamakan WartaKepri meminta sejumlah bantuan dana, selain kepihak PT ATB bisa juga mengajukan ke pihak pihak lain

” Sekali lagi kami pastikan ke seluruh staff dan redaksi kami tidak ada melakukan pemintaan dana ke instansi instansi, termasuk ke pihak PT ATB Batam. Sekaligus, dengan berita ini meminta kepihak pihak yang mengatasnamakan kami meminta sumbangan, untuk menelpon atau menghubungi pihak kami untuk memastikan dari sebuah surat yang kami terbitkan,” jelas Dedy Suwadha, Pimpinan Umum WartaKepri.co.id, Senin (25/2/2019).

Sementara itu, penjelasan dari pihak PT ATB ketika WartaKepri menyampaikan surat ini menjelaskan akan memeriksa kebenaran surat.

” Akan tanyakan ke teman teman bagian proposal, takutnya salah alamat,” jelas pihak ATB.

Pihak manajemen WartaKepri sekali lagi jika ada pihak pihak pemerintahan atau pihak swasta merasa atau pernah menerima hal bantuan dana mengatasnamakan WartaKepri.co.id, untuk dapat mengkonfirmasi ke redaksi kami email [email protected] dan WartaKepri pastikan itu penipuan.

Selanjutnya, Manajeman WartaKepri hingga saat berita diterbitkan tidak pernah berkomunikasi atau mengenal pihak Pondok Pesantren Baitul Quran Batam.

Dan, jika memang pihak Pondok Pesantren Baitul Quran Batam berniat meminta bantuan kami untuk pembangunan Pondok Pesantren, kami dari Kepri Media Group akan membantu sesuai dengan kemampuan kami. Demi majunya pendidikan Islam di Kota Batam. (redaksi wartakepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Selama 23 tahun, PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengalami kerugian dengan nilai sangat besar, saat pipa outlet Sukajadi mengalami kerusakan. Akibatnya, 30 ribu pelanggan di sekitarnya mengalami gangguan penyaluran air.

Hal ini disampaikan Wahyu Widyanto, Manager Distribusi ATB, selaku pemandu perjalanan water tour trip media gathering 2019 dari kantor ATB Sukajadi menuju Dam Duriangkang, Sabtu, 23 Februari 2019 sekitar pukul 11.48 WIB.

BERITA TERKAIT

ATB Berbagi Cerita Bersama Media

ATB Dapat Apresiasi dari Direktorat Pajak Kepri

Selain itu, ATB juga tak hanya memberikan pelayanan air kepada pelanggan. Namun mendukung penuh terhadap pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan, berupa perbaikan drainase maupun jalan. Hingga terjadi kerusakan pipa ATB dan menyebabkan kerusakan pipa serta terganggunya penyaluran air ke perahan Legenda dan sekitarnya.

“Itulah salah satu bentuk dukungan ATB terhadap pembangunan,” ungkap Wahyu.

DPRD Kepri Apresiasi Pembatalan Pemadaman Bergilir

Pemandangan yang tak bisa dielakkan lagi, ketika melewati Dam Duriangkang menuju WTP Piayu, tampak sejumlah keramba ikan yang ada di Dam Duriangkang. Selain itu ecenggondog tumbuh subur. Kindisi ini sangat menggangu kebersihan air.

“Kita masuk ke wilayah dam Duriangkang, wajib ijin sama sekuriti,” tandasnya. (ali)

media atb

HEADLINE

Sabtu | 23 Februari 2019 | 11:30

ATB Berbagi Cerita Bersama Media

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- PT Adhya Tirta Batam (ATB) menggelar media gathering 2019, Sabtu, 23 Februari 2019. Kegiatan rutin setiap tahun ini, bertujuan untuk membagi informasi kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik maupun media online.

Head of Corporate Sectetary PT ATB, Maria Y. Jacobus mengatakan, media gathering kali ini sangat berbeda, lantaran dihadiri hampir seluruh direksi maupun management PT ATB. Selain itu dihadiri Ketua PWI Kepri, Chandra Ibrahim, dan Ketua AJI Kota Batam, Muhammad Zuhri.

Maria mengatakan, media mempunyai peran penting dalam meningkatkan kinerja ATB dalam hal memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Sekaligus menangkal berita-berita hoaks ataupun fakta.

“Kami ingin membagikan informasi yang sesungguhnya. Tidak ingin menutup-nutupi informasisi,” kata Maria pada media gathering 2019, Sabtu,23 Februari 2019.

Maria mengatakan, para peserta media gathering juga akan diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba menulis karya jurnalistik dengan Tema’ ATB Melayani Kini dan Nanti’. Lomba tersebut dibagi dalam dua kategori yakni, Feature dan Berita.

“Kita siapkan hadiah lombah untuk kedua kategori itu mencapai puluhan juta,” tandasnya.

Ketua PWI Kepri, Chandra Ibrahim dalam sambutannya memuji tagline yang dimiliki oleh PT ATB saat ini yakni, Tak Terganti. Menurutnya, tagline tersebut sangat luar biasa.

“Kalau ATB sudah bagi, kenapa harus digantikan,” kata Chandra.

Sementara Ketua AJI Kota Batam, M. Zuhri mengatakan, bila bicara ATB adalah kebersamaan yang sudah lama. Sehingga sudah tak asing lagi hubungan antara pers dengan ATB.

Menurut Zuhri, Pers saat ini sedang di uji. Baik dari integritas maupun kapabilitas sebagai seorang wartawan. Apa lagi munculnya berita-berita hoax. Tentu tugas medialah yg memberikan informasi yang akurat dan kredibel.

Begitu juga pihak ATB tentu menjaga integritas, kapabilitas. Ketika ATB dipimpin oleh pak Beny selaku Presiden Direktur, semakin di percaya oleh banyak orang.

“Media gathering sebagai ajang silaturahmi tentu menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat terutama terkait pelayanan,” ungkap Zuhri.

Presiden Direktur PT ATB, Benny Andrianto mengatakan,, media gathering yang dilakukan oleh pihak PT ATB sudah berjalan 10 tahun.

“Tiap tahun dilakukan media gathering. Tapi saya ingin adakan media gathering dalam setahun dilakukan dua kali, karena konsesi kami tinggal setahun lagi,” ungkap Benny.

Dalam kesempatan tersebut, Benny memaparkan secara gamblang terkait konsesi maupun kondisi air terutama di dam Tembesi.

“ATB ini pemain profesional. Kita siap kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja untuk bersaing. Kelola air itu tidak gampang. Apalagi dengan kondisi Dam Tembesi yang hingga saat ini belum bisa beroperasi,” ungkap Benny. (ali)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebagai perusahaan pelayanan publik di bidang air bersih, ATB berkontribusi besar membayar pajak bagi negara. Ketaatan wajib pajak, ATB diberi apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kakanwil DJP) Kepri. 

Apresiasi diterima langsung oleh Finance Director ATB Asriel Hay, dari Kakanwil DJP Kepri Slamet Sutantyo, didampingi Kepala KPP Pratama Batam Selatan Bambang Sutrisno.

“ATB berhasil menjaga tingkat kesehatan perusahaan secara konsisten melalui pembayaran pajak. Menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, ATB membayar pajak sesuai dengan ketentuan,” jelas Asriel Hay, Finance Director ATB, Kamis, 21 Februari 2019.

Asriel Hay menambahkan, ATB jadi salah satu perusahaan besar yang konsisten dan taat melakukan pembayaran pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita (ATB red) juga diminta sebagai salah satu perusahaan untuk memberikan testimoni sebagai pembayar pajak terbesar,” ucap Asriel.

Secara berkelanjutan ATB membayar pajak sesuai dengan ketentuan, banyak perusahan lain yang sukses namun pembayaran pajak yang kecil. ATB sebagai perusahaan yang profesional, diiringi dengan pembayaran pajak yang besar.

“ATB tentunya bangga menerima penghargaan yang diberikan kantor pajak, penghargaan yang diterima ini merupakan kontribusi ATB secara rutin membayar pajak ke pemerintah,” tambah Asriel

Penghargaan yang diterima ATB, menunjukkan bahwa perusahaan air terbaik di Indonesia ini menjadi perusahaan yang telah diakui oleh DJP Pajak sebagai perusahaan yang taat dan tertib dalam melakukan pembayaran pajak.

“Ini sebagai tanda kepatuhan ATB dalam melakukan aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh perpajakan, kita sangat bersyukur atas penghargaan ini,” ujar Asriel

Sebagai wajib pajak terbesar, ATB masuk sebagai top 15 dibawah naungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya. Sejak tahun 2019 ATB sebagai perusahaan pembayar pajak terbesar berada di wilayah KPP Pratama Batam Selatan 

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus menambahkan, ATB masuk sebagai wajib pajak terbesar di KPP Pratama Batam Selatan. Kontribusi penyumbang pajak bagi pemerintah cukup beragam.

ATB taat memberikan pajak seperti pajak ke pemerintah pusat, daerah hingga regulator. Pembayaran pajak untuk pemerintah pusata berupa berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain Pph 21, pajak daerah melalui pajak air permukaan, hingga kontribusi untuk regulator seperti sewa aset.

“ATB berharap kedepan akan selalu mempertahankan sebagai badan wajib pajak yang taat,” harap Maria. (*) 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi berharap PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku penyedia air bersih bisa mempertahankan pelayanan. Hal ini disampaikan Rudi saat menghadiri Hari Pelanggan Nasional 2018 ATB di Mega Mall Batam Centre, Selasa, 18 September 2018.

“ATB adalah salah satu aset yang sangat berpengaruh dalam menyediakan air di Kota Batam. Di usianya yang ke-23, bagi saya ATB sudah selalu memberikan pelayanan terbaik. Kalau mau mengganti perusahan air di Batam itu mudah, tapi apakah bisa melanjutkan? Kita berharap ATB bisa mempertahankannya,” kata Rudi.

Presiden Director PT ATB, Benny Andrianto mengatakan di usia yang ke-23, pelanggan merupakan aset terbesar perusahaan. Dalam kurun waktu tersebut, pelanggan ATB meningkat pesat dari angka 40 persen menjadi 99,6 persen penduduk Batam.

Benny mengatakan konsentrasi ATB adalah menyediakan air bersih kepada masyarakat. Sebagai kota tanpa sumber mata air, kebutuhan air Batam dipenuhi dari pengolahan air hujan.

“Dengan teknologi canggih, ATB bisa menyulap air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Batam,” ujarnya.

Menurut perkiraan, ketersediaan air di Batam hanya bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Karena itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar sadar akan krisis persedian air ini.

Tugas ATB, kata Benny, akan berakhir pada 2020 mendatang. Ia berharap pengganti ATB dapat memberikan pelayanan terbaik. Dan terus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kualitas sebagai perusahaan air. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto menyampaikan, selain Manila Water Company (MWC), perusahaan penyedia air minum asal Jepang, Yokohama Water, memastikan diri ikut tender pengelolaan air di Dam Tembesi, Batam. Total ada 23 investor yang sudah menyatakan minatnya ikut tender melayani kebutuhan air untuk masyarakat Batam.

Mereka memiliki keunggulan masing-masing, dari sekian banyak calon investor tersebut mereka harus mengikuti lelang dan nanti Tim Lelang yang akan menentukan mana yang terbaik.

“Yokohama Water pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan air di Indonesia. Latar belakang dan kinerja perusahaan air asal Jepang itu terbilang baik. Pilihan terbaik jadi syarat untuk pemenang tender. Lantaran, air yang dikelola itu diperuntukkan melayani kebutuhan masyarakat Batam,” ujar Eko.

Saat ini air memang jadi primadona, yang tidak bergerak di bidang airpun mau ikut main air. Tim panitia tender pengelolaan air sudah melakukan rapat dan membuat jadwal untuk rencana market sounding Dam Tembesi. Tim itu terdiri dari beberapa deputi di BP Batam. BP Batam cukup serius dengan rencana tender pengelolaan air di Dam Tembesi ini dan akan bekerja sama dengan beberapa konsultan.

Sebelumnya diberitakan, Manila Water Company (MWC) akan ikut berkompetisi dalam rencana tender pengelolaan air di Batam. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan. Bahkan dikatakan, MWC tertarik mengikuti dua tender sekaligus. Yakni untuk tender instalasi pengolahan air di Dam Tembesi dan konsesi air Batam setelah 2020.

Binsar tak menampik, kiprah MWC dalam pengelolaan air selama ini memang terbilang bagus. Apalagi perusahaan tersebut juga sudah melaksanakan konsep pengelolaan air bersih sekaligus air limbah. Itu sesuai dengan hal yang akan yang diterapkan di Batam setelah konsesi air dan sistem perpipaan air limbah dengan bantuan dana dari Korea Selatan untuk wilayah Batam Center selesai pada 2020 mendatang.

Adhya Tirta Batam (ATB) juga akan berpartisipasi dalam rencana tender pengelolaan air itu. Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, BP Batam memang memberi kesempatan luas kepada investor yang tertarik ikut tender pengelolaan air di Batam. Berarti ATB yang belakangan ini sering mendapat keluhan dari masyarakat sehubungan aliran airnya sering mati, harus lebih semangat lagi. Karena masih banyak investor lain yang siap melayani kebutuhan air masyarakat Batam.

“Kita akan lakukan kerjasama pemanfaatan aset, bisa dengan swasta, BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Dengan siapa saja yang menang dan siapa yang terbaik,” kata Eko. (**)

SUMBER

BATAM

Senin | 20 Agustus 2018 | 19:25

Ampuuuuuuun! Pagi dan Sore ATB Mati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Suplay air minum yang dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB), hari ini tampaknya mengalami gangguan.

Gangguan tak tanggung-tanggung. Pagi sekitar pukul 4.30 WIB air ATB sudah tak hidup. Hingga sekitar pukul 12.00 WIB baru mulai hidup kembali. Itu pun aliran air sangat kecil. Sorenya sekitar pukul 17.00 hingga pukul 19.00 belum juga menunjukkan tanda-tanda mengalir kembali.

“Satu hari dua kali mati air. Pagi dan sore. Ampun deh,” ungkap Elis, warga Buana Regency, Belian, Batam Kota, Senin, 20 Agustus 2018.

Ibu rumah tangga ini terus menggerutu, lantaran tumpukan cucian alat masak maupun tempat makan dan minum belum sempat dicuci. Ditambah lagi tumpukan pakaian kotor tampak menggunung, menambah ibu lima anak ini kian kecewa.

“Terlambat bayar satu hari saja, kita dikenai denda. Giliran mati air begini, tidak ada itikad baik dari pihak ATB,” gerutuhnya. (ulil)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Adanya keluhan gangguan suplai yang dirasakan warga Batam Centre sejak Selasa (29/8) sore, diakibatkan oleh adanya kebocoran pipa distribusi PT Adhya Tirta Batam (ATB) menuju tanki reservoar yang berada di Sukajadi. Dengan gangguan tersebut suplai air bersih ke tanki jadi tidak maksimal.

“Benar telah terjadi kebocoran pipa utama ATB menuju tanki reservoar yang berada di Sukajadi. Dengan pipa bocor tersebut suplai air ke dalam tanki reservoar jadi tidak maksimal sehingga air dalam tanki mulai menipis untuk dialirkan ke pelanggan,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Rabu (30/8).

Kebocoran pipa utama tersebut tidak di prediksi sebelumnya oleh tim distribusi ATB, sehingga tidak ada persiapan untuk stok air di dalam tanki. Dengan adanya gangguan pipa distribusi tersebut, tim terkait langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki sampai kembali normal.

“Pekerjaan dilakukan saat itu juga oleh tim teknis dan saat ini pekerjaan sudah selesai dilakukan, tinggal recovery suplai ke dalam tanki reservoar,” lanjut Enriqo

Adapun gangguan yang terjadi dari kebocoran pipa utama tersebut tidak berdampak pada semua pelanggan yang mendapat suplai air dari tanki reservoar Sukajadi. Namun hanya sebagian pelanggan yang berada di wilayah paling ujung dan berada di daerah tinggi dari suplai tanki.

“Tidak semua pelanggan yang terdampak, seperti di Mediterania tidak semuanya, hanya pelanggan yang berada di daerah terujung pipa dan berada di daerah tinggi saja,” jelas Enriqo.

Dengan kondisi yang tidak di prediksi sebelumnya ini ATB menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Tentunya ATB selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya.

Tanki reservoar yang digunakan ATB merupakan tempat penampungan air yang disiapkan untuk dialirkan ke pelanggan. Posisi tanki reservoar berada di lokasi tinggi dan dialirkan secara gravitasi ke pelanggan. (***)