Biksu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pelaku pencabulan anak di bawah umur di kota batam sudah ditangkap pihak kepolisian di Jawa Barat Kamis (31/08/2017).

Informasi didapat WartaKepri.co.id Suhu pelaku mencabuli anak di bawah umur di kota batam sudah tertangkap, dan saat ini dalam perjalanan dari Jawa Barat menuju hangnadim Kota batam Kamis (31/08/2017).

Dikabarkan sebelumnya, Bejad sudah, saat ini nafsu birahi telah merusak akal sehat manusia dan tidak pandang bulu status yang disandangnya. Seperti dugaan yang dilakukan oleh seorang Suhu YCH alias Hendra terhadap korban anak dibawah umur.

Sesuai informasi dari WA Elite politik Kepri menerangankan, berawal diamankannya seorang anak prempuan bernama Sebut saja bunga ( 12 tahun) pada tanggal 27 Agustus 2017, sekitar pukul 15.00 WIB, di Vihara Purnama Mahayana, Kavling Nongsa, Jalan Blok A No.28 Kota Batam Provinsi Kepri. Anak remaja asal kabupaten Bogor Jawa Barat ini mengaku mendapat perlakukan pelecehan seksual oleh terduga YCH.

Atas pengakuan tersebut, korban pun dibawa ke tempat dokter praktek dr. Muhammad Reza Putra Jln. Baloi Center Blok D No.9 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, sekitar pukul 22.00 Wib, untuk di cek. Hasil dari pemeriksaan dokter, bahwa terdapat luka-luka robek di bagian kemaluan korban dan disarankan untuk divisum oleh dokter rumah sakit.

Berdasarkan keterangan korban, ia dibawa ke Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2017 dan diinapkan di satu kamar hotel sekitar Station Kereta Api Mangga Besar oleh Suhu YCH, selama seminggu bersama dua anak perempuan seumurannya yang berasal dari asal Jawa dan Banten.

Selama di hotel, ketiga anak perempuan tersebut disetubuhi di depan anak-anak lainnya. Selain itu, SUHU YCH itu juga mendatangi kamar hotel yang berada di seberangnya. Kemudian korban berada di Batam sudah 2 minggu dan menyampaikan bahwa : masih ada 1 orang tetangganya asal Bogor yang sekarang berada di Vihara Purnama Mahayana tersebut dan mengalami perlakuan yang sama.

Korban ke Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2017 ke hotel di Mangga Besar diantar oleh Ibu Adah dan Ibu Iin (diduga sebagai calo) dan Purbaya Selama di hotel tersebut, korban disetubuhi sebanyak 2 kali oleh SUHU YCH dengan cara diancam dan dibekap wajahnya dengan bantal.

Permasalahan ini telah dilaporkan kepada aparat kepolisian melalui Kompol Irham, Kasat Intel Polresta Barelang dan dikoordinasikan dengan Ketua Paguyuban Sunda, Dede Suparman. Setelah itu sekitar 50 orang massa warga Paguyuban Sunda Kepri bersama Gatot Subroto, Ketua RW. 05 Kelurahan Sanbau Kecamatan Nongsa mendatangi Vihara Purnama Mahayana, untuk menjemput anak-anak yang berada disana.

Para korban yang masih berada di Vihara Purnama Mahayana diantaranya:
Dewi asal Desa Kidul Baduy, asal Banten, Tri Wahyuningsih, kelahiran Banjarnegara, 12 Oktober 2002, Julianto dan Dwi Wibowo.

Para korban telah diinapkan sementara di rumah milik Dede Suparman di Kompleks Anggrek Mas III Jl. Jenderal Sudirman Blok A5 No.16, Taman Baloi, Kota Batam. Menurut keterangan Julianto, bahwa SUHU Yo Chu Hi memang sering main perempuan. Saat ini, SUHU YCH sedang bersama Lisa dan Septi dalam satu kamar hotel di Jakarta.

Sementara keterangan Dani Bagas Pramana, pekerja di Vihara Purnama Mahayana bahwa SUHU YCH adalah mantan Narapidana Kasus Pelecehan Seksual anak dibawah umur dengan Pasal 76d KUHP di Polres Tumenggung. (***)