Botol

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Puluhan ribu botol minuman beralkohol yang merupakan hasil tangkapan karena tidak mengantongi izin dimusnahkan di Lapangan Haji Toyib, Tanjungsengkuang, Batam, Selasa, 15 Mei 2018.

Disamping mikol, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam juga memusnahkan barang lainnya yang merupakan hasil tangkapan. Pemusnahan dipimpin langsung Kajari Batam Roch Adi Wibowo, dan dihadiri Danlanal Batam, Kapolsek Batuampar dan sejumlah pejabat dari instansi terkait.

Roch Adi Wibowo menyatakan, barang yang dimusnahkan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pengusaha pemiliki barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka Budy Hartono alias kwantek Total 18.602 pcs minuman beralkohol, Suminah 3.575 kaleng Bir, Suyadi Yeo Sihau 15.193 pcs cokelat, Herman 1.721 karung pakaian bekas dan 1.123 pcs barang rumah tangga,” ujar Adi.

Ribuan barang yang tidak mempunyai Ijin edar serta dokumen lengkap itu merupakan penindakan Polda Kepri, BPOM Batam dan Bea Cukai Batam dari berbagai kasus kepemilikan secara ilegal yang berhasil di sita sejak tahun 2017 sedangkan ribuan minuman beralkohol sitaan beberapa bulan lalu. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Direktorat Polairud Polda Kepri mengamankan 7.122 botol minuman keras (Miras) ilegal.

Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes Teddy J.S Marbun mengatakan kasus ini diungkap berawal dari tertangkapnya seorang supir berinisial SFP yang membawa muatan 125 karton minuman keras ilegal berbagai merek.

Dari hasil pengembangan, mengarah pada sebuah gudang yang ada di jembatan 6 Barelang.

“Di gudang tersebut, kita menemukan 471 karton miras. Setelah dihitung kembali ada 596 karton dan 7.122 botol miras ilegal,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, tambahnya, terdiri dari minuman keras bermerek Black Label, Countro, Bacardi, Chivas, Red Label, Martini, Carlo Rosi, dan minuman lain.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, barang-barang tersebut didatangkan dari Singapura yang diselundupkan ke Batam dengan menggunakan Speed bermesin lima,” tambahnya.

Selanjutnya, supir dan barang bukti yang ada langsung diamankan aparat kepolisian.

Akibat perbuatannya, petugas menjerat para tersangka dengan Pasal 102 huruf B dan E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 Tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 Miliar. (kmg/bayu wasono)

Tidak Menutup Kemungkinan Pengklonaan dapat Dilakukan untuk Manusia

MEDIAKEPRI.CO.ID – Jagat sains heboh tatkala domba Dolly, sebuah domba hasil kloning (pengklonaan), lahir pada 1996 di Edinburgh, Skotlandia. Menggunakan proses somatic cell nuclear transfer (SCNT), Dolly menjadi titik penting dalam perkembangan sains bertahun-tahun kemudian.

Tercatat di sejumlah belahan dunia, teknik SCNT berhasil mengklonakan lebih dari 20 spesies, termasuk sapi, babi, anjing, kelinci, dan tikus. Namun, proses serupa yang diujikan pada primata, ordo yang juga ditempati manusia (Homo sapiens), selalu gagal. Beberapa ilmuwan lantas bertanya-tanya perihal kemungkinan ada resistensi pada primata terhadap pengklonaan.

Kera hasil kloning (Istimewa)

Namun, rentetan kegagalan itu berakhir pada pengujung tahun lalu. Ilmuwan Cina berhasil mengklonakan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dengan menggunakan teknik yang sama seperti pengklonaan domba Dolly dua dekade lalu. Terdapat dua kera ekor panjang identik yang sukses diklonakan, keduanya bernama Zhong Zhong dan Hua Hua.

Sebagaimana dijelaskan, pengklonaan ini melalui sebuah proses yang disebut SCNT. Prosesnya melibatkan transfer nukleus (inti) sel, yang di dalamnya terdapat DNA ke dalam sel telur yang intinya telah terlebih dahulu dikeluarkan.

Para ilmuwan Cina kemudian mengedit gen secara in vitro (prosedur perlakuan dalam lingkungan terkendali di luar organisme), hingga menghasilkan sel somatik (semua jenis sel yang membentuk suatu organisme) dengan genotipe yang sama. Sel telur yang direkonstruksi kemudian menghasilkan embrio, yang dimasukkan ke dalam rahim monyet betina pengganti, sehingga menghasilkan sekelompok monyet pengklonaan dengan latar belakang genetik yang sama.

Hasil penelitian para ilmuwan Cina ini termaktub dalam jurnal Cell berjudul Cloning of Macaque Monkeys by Somatic Cell Nuclear Transfer yang terbit pada 20 Januari lalu. Pada Rabu, para ilmuwan Cina mengadakan jumpa pers khusus.

Direktur Fasilitas Penelitian Primata Non Manusia Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, Sun Qiang, memimpin sekelompok ilmuwan selama tiga tahun untuk mengatasi kendala dari sisi biologis dalam proses ini. Ia menceritakan langkah Liu Zen, salah seorang anggota peneliti, yang berupaya mengoptimalkan prosedur SCNT.

Liu menguji berbagai metode untuk secara cepat dan tepat mengeluarkan inti sel dari sel telur dan melakukan penggabungan sel donor nukleus dan sel telur enukleat. “Prosedur SCNT agak rumit, jadi semakin cepat Anda melakukannya, semakin sedikit kerusakan pada telur yang Anda miliki, dan Liu memiliki kemampuan untuk melakukan ini,” kata Sun seperti dikutip Xinhua, Jumat 26 Januari 2018.

Zhong Zhong dan Hua Hua yang diberi susu botol kini telah tumbuh dengan normal. Para ilmuwan berharap dapat mengklonakan lebih banyak lagi kera dalam beberapa bulan mendatang. Keberhasilan ini harus menjadi terobosan bagi penelitian medis untuk melakukan studi penyakit otak pada populasi kera.

Namun, mereka tidak menutup kemungkinan pengklonaan dapat dilakukan untuk spesies manusia. “Manusia adalah primata. Jadi (untuk) pengklonaan spesies primata, termasuk manusia, kesulitan teknisnya telah berhasil dipecahkan,” ujar Muming Poo, yang membantu mengawasi program di akademi tersebut.

Saat ini, kurangnya perawatan untuk kebanyakan penyakit otak dikaitkan dengan fakta bahwa tikus yang banyak digunakan di laboratorium, memiliki perbedaan nyata dengan manusia pada jenis genom. Obat-obatan yang keluar dari laboratorium sering kali tidak efektif atau menimbulkan efek samping.

Untuk virus Ebola, terapi berdasarkan studi model kera telah terbukti efektif dan studi virus Zika yang sedang berlangsung bisa terbukti serupa. Mereka berencana memproduksi monyet pengklonaan yang dirancang untuk meneliti penyakit otak terkait gen, seperti penyakit alzheimer, parkinson, dan autisme, yang akan memberi kami keunggulan internasional dalam penelitian otak primata.

Para ilmuwan Cina ini memastikan mereka mengikuti pedoman internasional untuk melakukan penelitian hewan yang telah ditetapkan oleh Institut Kesehatan Nasional AS. Namun, penelitian mereka tetap menghasilkan perdebatan perihal apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dilakukan dalam pengklonaan primata.

Hasil penelitian terbaru tentang pengklonaan kera yang diterbitkan pada Rabu 24 Januari 2018 di jurnal Cell ini menunjukkan hal sebaliknya. Ilmuwan Cina berhasil menggunakan modulator untuk mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu, yang menghambat perkembangan embrio.

Meski demikian, tingkat keberhasilan mereka sangat rendah dan teknik ini bekerja hanya jika nukleus dipindahkan dari sel janin, bukan dari sel dewasa seperti yang terjadi pada Dolly. Secara keseluruhan, dibutuhkan 127 sel telur untuk melahirkan dua kera hidup dan puluhan kali kegagalan janin kera.

“Ini tetap merupakan prosedur yang sangat tidak efisien dan berbahaya. Hasil penelitian ini bukanlah batu loncatan untuk menerapkan metode guna melakukan pengklonaan terhadap manusia. Ini jelas merupakan hal yang sangat bodoh untuk dicoba,” kata Robin Lovell-Badge, seorang ahli pengklonaan di Francis Crick Institute di London.

Tidak masalah

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menilai, pengklonaan dua ekor kera yang dilakukan ilmuwan Cina sebagai pertanda semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di dunia.

“Kloning kera itu ya itulah pengembangan teknologi. Ini tidak bisa dihindarkan,” ujar Nasir seusai meletakkan batu pertama di Institut Teknologi Batam (ITEBA), Batam, Kepulauan Riau, Jumat 26 Januari 2018.

Di Indonesia, menurut dia, pengklonaan pada hewan bahkan manusia bisa saja dikembangkan. Namun, semua itu, dia melanjutkan, tetap bergantung pada etika dan regulasi yang disepakati masyarakat dan Pemerintah Indonesia sendiri.

“Untuk kloning hewan saya rasa tidak menjadi masalah jika dikembangkan. Tapi, untuk kloning pada manusia? Etika dan regulasi di Indonesia belum mendukung. Karena kita memiliki etika yang harus dijaga,” kata Nasir.

Ia menjelaskan, penolakan terhadap pengklonaan manusia, khususnya di Indonesia, berdasar pada tidak menentunya asal usul pengklonaan tersebut. Karena itu, menurut Nasir, hingga saat ini masih banyak pihak yang menentang pengklonaan yang dilakukan pada manusia. “Tapi intinya, kami bergantung pada etika itu saja,” ujarnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Ribuan botol minuman keras, narkoba, pil PCC dan knalpot bising hasil razia selama tiga bulan terakhir dimusnahkan. Pemusnahan tersebut dilaksanakan dalam rangka jelang pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018.

“Selama kegiatan kepolisian yang ditingkatkan gelaran operasi penyakit masyarakat (Pekat) dalam 3 bulan terakhir, berhasil disita ganja 1.256 gram, Pil 2.264 butir, Sabu-sabu 4,38 gram, 3.500 botol miras berbagai merk, tuak 14 jerigen dan pil Pcc 5000 butir lebih, serta knalpot bising 285 buah,” Kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Adi Nugraha, Usai Apel gelar pasukan mengamankan Operasi Lilin 2017 di Mako Polres Tasikmalaya, Kamis 21 Desember 2017.

Seluruh barang bukti yang disita dimusnahkan dengan cara menggilasnya menggunakan kendaraan berat dan di bakar.

Menurutnya, tingginya peredaran minuman keras di Kota Tasikmalaya ini dikarenakan konsumsi miras di Kota Tasikmalaya cukup tinggi.

Selain itu, ketertiban umum di Kota Tasikmalaya masih banyak pengguna knalpot bising. Kesadaran berkendara dan tertip lalulintas masih minim. (***)

 

sumber: galamedianews.com

Sempat Menolak, Akhirnya Mau Penuhi Panggilan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Giliran BP Kawasan Bintan yang menjalani pemeriksaan terkait ribuan botol minuman keras (miras) tangkapan Kodim 0315/Bintan belum lama ini di Jln. DI Panjaitan KM 7, Rabu, 1 November 2017.

Penyidik Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Hari menjelaskan dalam pemeriksaan terhadap BP Kawasan Bintan berjalan lancar.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik ini dilakukan untuk mendalami pemeriksaan kepada instansi-intansi terkait di kasus miras ilegal tangkapan itu. Dari keterangan instansi ini, katanya, kasus ini dituntas hingga ke ranah pengadilan.

BACA: Dua Pegawai Bea Cukai Tanjungpinang Dikirim untuk Jalani Pemeriksaan Kasus Ribuan Miras Ilegal

Namun sebelumnya, BP Kawasan Bintan sempat menolak untuk diambil keterangan. Soalnya, mereka beralasan, bahwa penangkapan dan masuknya barang haram itu di luar kawasan dan wewenang kawasan BP Kawasan Bintan.

“ BP Kawasan menilai masuknya miras ilegal itu bukan di wilayah yang di pantau BP kawasan. Mereka mengatakan berakit itu bukan masuk ranahnya BP Kawasan,” ujar Hari usai melakukan pemeriksan di kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan. (boby)

TANJUNG PINANG

Sabtu | 28 Oktober 2017 | 12:09

Pemilik Ribuan Botol Miras Ilegal di Pinang Segera Terungkap

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang- Sempat di tolak oleh Bea Dan Cukai Tanjungpinang atas kasus miras illegal yang berhasil di tangkap oleh Kodim 0315/Bintan di gudang Jalan DI. Panjaitan KM. 7 beberapa bulan lalu, kini kasusnya terus berjalan dalam tahap penyidikan dan pemeriksaan dari berbagai pihak yang terkait.

Kasus yang sempat menjadi gunjingan di awak media karena masih misterius siapa pemilik miras tersebut, kini mulai menemui titik terang  Kasus ribuan Miras illegal itu.

Di jelaskan Setia Kurniawan selaku PPNS di ruang kerjanya di kantor Dinas koperasi Usaha Mikro, perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bintan, ” Kasus miras ini terus lanjut, pihak Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI masih melakukan penyidikan kepada terduga pemilik miras,” ungkap Setia Kurniawan Jumat, 27 Oktober 2017.

Lanjut Setia Kurniawan, untuk nama pemiliknya dirinya belum bisa menyebutkan. Karena dirinya hanya mempasilitasi penyidikan yang di lakukan pihak Dirjen Perdagangan, setelah selesai pemeriksaan akan di ungkap di publik siapa pemilik miras tersebut. Kata setia Kurniawan

Untuk keberadaan miras illegal tersebut Setia Kurniawan mengatakan, pihak Dirjen Perdagangan menitipkan di tempat yang aman kepada Kodim 0315/Bintan dan di segel dan pihak Kodim yang Menjaganya tidak boleh masuk karena di segel gemboknya. Ungkapn Setia Kurniawan. (boby)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tim Intel Kodim 0315/Bintan menggrebek gudang penyimpanan minumal beralkohol illegal dari Singapura disalah satu gudang di Jalan D.I Panjaitan, Senin (18/09/2017). Dari gudang tersebut ditemukan sebanyak 3 ribu dus atau sekitar 24 ribu botol mikol berbagai merk, seperti Chivas, Gordon, Kahlua, Draytons.

Kepala Staf Kodim 0315/Bintan Mayor (Inf.) Sugeng S mengatakan penggrebekan gudang mikol illegal ini dilakukan oleh Tim Intel setelah sebelumnya melakukan penyelidikan selama dua minggu. Dari hasil penyelidikan tersebut diketahui mikol merk terkenal yang selama ini beredar di Tanjungpinang didrop dari salah satu gudang yang berada di KM 7 Tanjungpinang.

Mayor (Inf.) Sugeng S mengatakan dari hasil penyelidikan diketahui pemilik gudang berinisial AH. Adapun mikol tersebut didatangkan dari Singapura, sebelum ke Tanjungpinang terlebih dahulu berada di Batam.

“Dari Batam minuman ini dibawa menggunakan kapal menuju Tanjung Berakit, Bintan. Dari kapal tersebut mikol dilansir menggunakan perahu kecil lalu dibawa ke darat dan selanjutnya dimuat ke dalam mobil book lalu dibawa ke gudang. Penjaga gudang kita amankan, sedangkan pemilik mikol masih kita lakukan penyelidikan,” ujar Mayor (Inf.) Sugeng S.

Lebih lanjut Mayor (Inf.) Sugeng S mengatakan akibat aktifitas penjualan mikol illegal ini negara dirugikan karena tidak ada kontribusi yang diberikan kepada negara, seperti pajak.

Selanjutnya Kodim 0315/Bintan akan berkoordinasi dengan Bea Cukai Tanjungpinang untuk menyerahkan barang bukti dan penjaga gudang. (bobi)