China

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penumpang pesawat Air China harus mengalami ketakutan saat pesawat mereka jatuh ke 10.000 kaki.

Pesawat anjlok karena seorang kopilot menghisap rokok elektrik.

Pesawat ini anjlok pada Selasa, 10 Juli 2018.

Hal dramatis pun terjadi saat kadar oksigen di kabin menurun.

Namun, pesawat ini mampu naik kembali dan melanjutkan penerbangan.

Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Ahad, 15 Juli 2018, penurunan kadar oksigen dikaitkan dengan ulah kopilot yang nge-vape di pesawat.

Padahal, peraturan penerbangan China melarang penumpang menggunakan e-rokok pada penerbangan sejak 2006.

Hal ini bisa mengakibatkan asap menyebar ke kabin penumpang.

Untuk ‘mengatasi’ hal ini, kopilot mencoba menyalakan kipas angin agar asap rokok tak sampai kabin.

Sebuah foto yang diunggah seorang netizen ke situs mikroblog Weibo memperlihatkan masker-masker oksigen yang bergelantungan di dalam kabin penumpang pesawat Boeing milik maskapai Air China yang terbang dari Hongkong menuju Dalian, Selasa, 10 Juli 2018 malam.

Namun ia justru mematikan unit pendingin udara.

Saat awak kabin lain menyadari, maka mereka segera menyalakan AC.

Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan, penyelidikan atas insiden itu sedang berlangsung dan sedang menganalisa perekam data penerbangan pesawat.

Sebelumnya warganet di China mencurigai pilot menyalakan rokok saat penerbangan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Panji Ahmad Maulana tumbang di perempat final turnamen bulu tangkis China Masters 2018, dan menyebabkan Indonesia tidak lagi memiliki wakil tunggal putra di turnamen level Super 100 tersebut.

Laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat, Panji yang merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia tersisa di China Masters 2018, harus terhenti di perempat final usai bermain luar biasa dalam tiga gim selama 74 menit menghadapi wakil Cina Sun Feixiang yang berkesudahan 15-21, 21-18, 16-21.

Bermain di Lingshui, Hainan, Cina, Jumat, 14 April 2018 waktu setempat, Panji terus tertinggal dan tak mampu mengembangkan permainannya. Terus berada di bawah tekanan Sun, wakil Indonesia akhirnya harus merelakan gim pertama menjadi milik pemain tuan rumah.

Di gim kedua, Panji berusaha mengubah peruntungan di gim pertama. Hasilnya, dia berhasil mengungguli perolehan poin Sun 5-2, 6-3 dan 8-4.

Namun, wakil Cina mampu mengejar dan membalikan keadaan 9-8, namun Panji mampu menempel ketat perolehan poin Sun.

Saat kembali tertinggal 11-12, Panji mampu membalikan keadaan menjadi 15-12 walau kembali dibalas wakil China dan dibalikan 16-15.

Ketika keadaan kembali imbang 17-17, Panji berhasil melesat dengan dulangan tiga poin. Sun membalas dengan satu angka, namun Panji berhasil memastikan kemenangan di gim kedua dan memaksakan pertandingan ditentukan oleh gim penentu.

Walau secara luar biasa memperoleh kemenangan di gim kedua, momentum Panji nampaknya habis di gim pamungkas. Setelah bermain ketat dan mengalami hasil imbang 3-3, Sun langsung melesat dengan mengumpulkan tujuh angka dan meninggalkan poin Panji menjadikan kedudukan 10-3.

Panji yang terus berada dalam tekanan Sun, hanya bisa memperkecil kedudukan dari keadaan tertinggal 12-20, menjadi 16-20, namun hal itu tak bisa mencegah wakil tuan rumah melaju ke fase empat besar.

Kekalahan Panji atas Sun ini, membuat Indonesia kehilangan asa untuk bisa meraih gelar di nomor tunggal putra dalam turnamen berhadiah total 75 ribu dolar AS ini.

Lima wakil Merah Putih lainnya yakni Andre Marteen, Ihsan Maulana Mustofa, Vicky Angga Saputra, Firman Abdul Kholik dan Chico Aura Dwi Wardoyo, lebih dulu tersingkir di fase sebelum perempat final.

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Seoul – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ikut menyayangkan dan mengecam kekerasan yang dilakukan aparat kemanan Republik Rakyat China (RRC) terhadap dua wartawan Republik Korea yang sedang bertugas meliput kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Beijing.

Kedua pewarta foto Korea Selatan itu dipukul hingga jatuh dan terluka di arena pameran perdagangan yang dihadiri Moon Jae-in sebelum Presiden Moon bertemu Presiden Xi Jinping.

Salah seorang korban kekerasan dipulangkan hari ini, sementara seorang lagi akan kembali besok.

Berita pemukulan itu menjadi berita utama di berbagai stasiun televisi Korea.

Foto yang memperlihatkan salah seorang korban, Lee Chungwoo, terjatuh, menghiasi halaman muka koran-koran Korea Selatan.

“Kejadian ini patut kita sesalkan. Semua pihak, termasuk aparat keamanan China mestinya bisa menghormati wartawan yang sedang menjalankan tugas.

Apalagi mereka merupakan rombongan resmi pemerintah,” ujar Sekjen PWI Hendry Ch.

Bangun dalam pertemuan dengan Presiden Asosiasi Wartawan Korea (AWK) Jung Kyusung di Hotel Presiden, Seoul, Jumat pagi 15 Desember 2017.

Presiden AWK Jung Kyungsung mengucapkan terima kasih atas simpati yang diperlihatkan PWI.

“Kami akan memberikan bantuan maksimal kepada kedua korban,” katanya.

Hendry dan sejumlah pimpinan PWI dari berbagai provinsi sedang berada di Korea Selatan dalam rangka kunjungan persahabatan kerjasama PWI dan AWK.

Kabar mengenai kekerasan yang dialami wartawan Korea Selatan itu telah disampaikan Wakil Presiden AWK Choi Woosuk dalam jamuan makan malam menyambut delegasi PWI, Kamis malam 14 Desember 2017.

Menurutnya, masyarakat pers Korea Selatan menganggap kejadian ini sebagai tindakan yang tidak bersahabat dari China.

Selain kekerasaan yang dilakukan aparat keamanan ini, ada beberapa kejadian lagi yang tidak mengenakan selama kunjungan Moon Jaein ke China.

Misalnya, tidak ada penjemputan di bandara yang memadai saat Moonjaein tiba.

Juga, Moon Jaein dibiarkan makan pagi dan makan siang tanpa didampingi pejabat tinggi China.

“Bagaimanapun ini adalah kunjungan resmi kenegaraan. Tapi sambutan yang seperti ini kurang memperlihatkan sikap persahabatan,” ujar Choi Woosuk.

Sementara Ketua bidang Luar Negeri PWI yang juga dosen kawasan Asia Timur di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, menilai aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan China terhadap dua wartawan Korea bisa memperburuk hubungan kedua negara.

Hubungan Korea dan China bergerak ke arah yang tidak harmonis setelah Korea Selatan mengizinkan Amerika Serikat menempatkan sistem pertahanan Terminal High Altitute Area Defense (THAAD) yang disebutkan untuk mencegah serangan Republik Rakyat Demokratik Korea.

Adapun China menilai kehadiran THAAD berpotensi mengancam keamanan negara itu.

Sebagai bentuk protes, China menutup puluhan toko Lotte dan melarang grup wisata Korea Selatan mengunjungi China juga melarang konser K-Pop di negeri panda.

“Harus ada peredaan ketegangan di antara China dan Korea. Kedua negara dan masyarakat perlu mengembalikan suasana persahabatan seperti sebelumnya,” demikian Teguh Santosa.

Anggota delegasi lainnya dalam kunjungan PWI ini adalah Ketua PWI DIY, Sihono, Ketua PWI Sumut Hermansyah,  Ketua PWI Jambi Saman,  Ketua PWI Solo, Anas,  Ketua PWI Sulbar Naskha Naban,  Ketua PWI Kalbar Gusti Yusri, Sekum PWI Kepri Saibansyah, Sekum PWI Sulsel Anwar Sanusi. (***)

KRIMINALITAS

Minggu | 08 Oktober 2017 | 19:13

ALAMAK!!! 20 Kilogram Sabu Dibungkus dalam Teh China

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap jaringan peredaran 20,419 kg sabu di sejumlah tempat dan waktu berbeda. Sabu tersebut dikemas dalam bungkus teh China bermerek ‘Guanyinwang’.

“Jadi di sini telah berhasil kami sita adalah total seluruhnya 20,419 kg narkoba jenis sabu. Narkoba jenis sabu tersebut terbungkus dalam bungkus yang disebut teh dengan mereknya ‘Guanyinwang’,” kata Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya dikutip di detik.com, Minggu, 8 Oktober 2017.

Suwondo menyebut pengungkapan pengedaran sabu tersebut dilakukan secara bertahap. Awalnya ditemukan 3,3 kg dari tersangka RZ, kemudian dikembangkan sehingga ditemukan total 5 tersangka.

“Ternyata barang sudah dipindahkan. Kita tahu ada beberapa orang yang terlibat. Lalu kita lakukan pengejaran dan penangkapan sampai ke Pangandaran, Jawa Barat,” ujar Suwondo.

Kelima orang tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 UU RI Nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka diancam hukuman seumur hidup.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia diyakini tidak akan gentar menghadapi tekanan Republik Rakyat China (RRC) terkait penamaan wilayah laut Indonesia di perairan utara Natuna.

Pekan lalu, tepatnya tanggal 25 Agustus 2017, Kementerian Luar Negeri RRC di Beijing mengirimkan sepucuk surat ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta. Secara umum di dalam surat itu China meminta Indonesia membatalkan penamaan Laut Natuna Utara yang diumumkan pada pertengahan Juli lalu.

Menurut China, manuver Indonesia bisa memperumit sengketa di perairan itu, selain menimbulkan dampak yang tidak baik bagi prospek perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, dalam keterangan kepada media mengatakan, wajar saja China mengajukan protes karena kehilangan privilege atau keistimewaan yang mereka dapat selama ini dari penggunaan nama Laut China Selatan.

Istilah Laut China Selatan yang selama ini digunakan hingga ke wilayah perairan utara Indonesia telah menguntungkan China dalam banyak hal. Tanpa disadari, lahir semacam anggapan yang meluas di tengah masyarakat internasional bahwa RRC memiliki pengaruh dan mendominasi, bahkan berdaulat atas semua wilayah perairan di kawasan ini.

“Padahal, wilayah perairan China hanya sampai pada batas-batas laut teritorinya yang diakui hukum internasional. Di sisi lain Indonesia juga memiliki wilayah laut teritori sendiri, dan karenanya punya hak untuk memberikan nama pada wilayah laut Indonesia,” ujar Teguh Santosa.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa penggunaan nama Laut Natuna Utara diperlukan untuk kepastian hukum internasional, dan untuk jangka panjang dibutuhkan demi menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

“Saya sudah pernah sampaikan, keputusan Indonesia ini adalah ekspresi dari komitmen kuat Indonesia membina keamanan dan stabilitas kawasan. Wajar apabila RRC protes. Tapi ini protes yang lucu,” kata dia sambil menegaskan bahwa penggunaan nama Laut Natuna Utara itu adalah penegasan akan kedaulatan negara dan di saat bersamaan memperlihatkan betapa Indonesia menghormati kedaulatan bangsa lain.

Pengajar studi konflik dan kawasan Asia Timur itu  mengatakan, dirinya yakin Presiden Joko Widodo dan Kemenko Kemaritiman sejak zaman Rizal Ramli hingga Luhut B. Panjaitan telah mengkaji dengan sangat serius perubahan nama tersebut.

“Bagi Pak Jokowi, kemaritiman adalah isu sentral dan materi utama pembangunan nasional. Penamaan Laut Natuna Utara membangkitkan semangat dan menumbuhkan kepercayaan bahwa pemerintah memiliki strategi yang solid untuk menjaga kedaulatan dan di saat mengembangkan semua potensi kemaritiman. Saya yakin Pak Jokowi tidak akan gentar menghadapi tekanan China untuk urusan ini,” demikian Teguh Santosa. (***)