dan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak para pegawai di lingkungan Pemprov Kepri untuk terus memberi kinerja yang terbaik untuk masyarakat. Memberi pelayanan prima kepada masyarakat sangat penting.

“Tujuan kita memberi yang terbaik supaya masyarakat sejahtera. Karena itu tiap rupiah harus dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Nurdin saat membuka Workshop Peningkatan Kemampuan Teknis Aparatur Perencana Perangkat Daerah di Hotel Ibis Style, Batam, Rabu, 6 februari malam.

Pada acara yang juga dihadiri Sekdaprov H TS Arif Fadillah ini, seratusan pesarta dari perwakilan OPD tampak hadir. Acara ini mengusung tema Asistensi Penyusunan Dokumen Ranwal, Renja Perangkat Daerah Beserta RKA Penyelarasan Perjanjian Kinerja OPD  dan Cascading Tahun 2020.

Gubernur menekankan agar dalam perencanaan, kegiatan utama sangat penting. Nurdin mencontohkan agar jangan merencanakan kegiatan Rp 2 miliar, tapi kegiatan utamanya cuma Rp 500 juta, dan kegiatan pendampingnya sepertin studi banding dan lain lain sebesar Rp 1,5 miliar.

Nurdin menyampaikan perlu penghematan-penghematan dan perencanaan yang baik untuk tiap kegiatan. Karena itu, sistem e-planing dan lainnya sangat penting untuk dijalankan.

“Di antara jutaan masyarakat Kepri, kita yang terpilih di sini. Kalau tidak bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat, tentu mengecewakan,” kata Nurdin.

Nurdin mengajak para pegawai untuk bersama-sama mewujudkan visi misi daerah yang dikemas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Wujudkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Nurdin juga berterima kasih kepada seluruh pegawai karena kinerja yang dilakukan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Awan tahun ini, misalnya, Kepri mendapat predikat BB dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi.

“Ini semua karena kerja keras teman teman. Tapi kita tidak cepat puas. Banyak lagi yang harus kita contoh yang lebih baik. Ada yang bisa menghemat anggaran cukup besar dan dialihkan untuk pembangunan dan pelayanan dasar,” kata Nurdin. (humas kepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun dan Walikota Batam, HM Rudi meraih penghargaan dalam Golden Award Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sempena peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 8 februari malam. Keduanya dianugrahi penghargaan ini karena dianggap sangat peduli pada dunia olahraga.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Febrialin sebagai Asisten Daerah mewakili Walikota Batam, HM Rudi dari Ketua Umum PWI, Atal S. Depari. Penyerahan penghargaan ini juga disaksikan oleh beberapa menteri, Jaksa Agung HM Prasetyo, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan ribuan awak media yang hadir dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Soekarwo memberikan apresiasi atas terpilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah pesta peringatan HPN 2019. “Ini sebagai suatu kebanggan bagi saya karena di akhir masa jabatan, Jawa Timur bisa menjadi tuan rumah peringatan HPN,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku bangga atas penghargaan yang diterima. Pasalnya, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 7 gubernur yang terpilih sebagai penerima anugrah. “Terima kasih untuk semua teman-teman media di Kepri. Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi Kepri di bidang olahraga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua SIWO PWI Kepri, Ismed Safriadi mengatakan, penghargaan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergitas antara SIWO PWI Kepri dengan pemerintah daerah, khususnya Provinsi Kepri dan Kota Batam. “Kita berharap agar prestasi olahraga di Kepri bisa lebih baik lagi dan SIWO Kepri bisa turut serta berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas olahraga di Kepri,” katanya.

Usai menerima penghargaan tersebut, Nurdin dan Febrialin mengabadikan momen kebahagiaan dengan foto bersama dengan seluruh wartawan Kepri. (pwi kepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Cuaca ekstrim tak menjadi penghalang bagi rombongan Wakil Bupati Natuna dan Wakil Ketua 1 DPRD Natuna, mengunjungi Pulau Serasan, jumat, 25 januari 2019. Menggunakan KM. Bukit Raya milik PT Pelni, rombongan pejabat ini disambut hangat oleh ratusan masyarakat Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Candra, ingin menjaring aspirasi masyarakat yang berada disebelah Selatan Pulau Bunguran Besar ini.

Selain itu, dirinya juga sempat menghadiri Penutupan Open Turnamen Bola Volly Putra dan Putri, yang digelar oleh Pemerintah Desa Kampung Hilir, dalam rangka perayaan HUT MVC Mensakorsa Pemuda Desa Kampung Hilir.

Penyerahan hadiah oleh Wakil Ketua DPRD Natuna, Hadi Candra.

Acara penutupan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Natuna tersebut, digelar di Lapangan Bola Volly Desa Kampung Hilir, Kecamatan Serasan, pada Sabtu malam.

Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada Pemerintah Desa Kampung Hilir, yang telah sukses menggelar perayaan olahraga khusus Bola Volly tersebut.

Kata dia, olahraga merupakan ajang untuk melatih kedisiplinan dan sportifitas antar pemain. Selain itu, juga sebagai sarana untuk menyambung tali silahturahmi antar masyarakat di dua Kecamatan tersebut.


Penyerahan hadiah oleh Wakil Ketua DPRD Natuna, Hadi Candra.

“Saya bangga dengan Kampung Hilir, yang telah mampu membuat perayaan seperti ini. Turnamen seperti ini bisa dijadikan sarana untuk mempererat tali silahturahmi diantara kita,” ungkapnya.

Hadi Candra pun diberikan kesempatan untuk menyerahkan trofi penghargaan berupa piala, kepada perwakilan Club Bola Volly, yang berhasil menjadi juara dalam Turnamen tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, bahwa dirinya merasa sangat bangga, atas kemandirian Pemerintah dan warga di tingkat Desa di Kecamatan Serasan, karena sudah mampu menggelar acara setingkat Kabupaten.

Foto bersama dengan penari tarian persembahan

“Saya pikir ini berkat adanya Dana Desa (DD). Saya harap Dana Desa bisa meningkatkan kemandirian Desa, tidak hanya kemandirian bidang olahraga, namun juga kemandirian ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Camat Serasan Timur, Khaidir, Kepala Desa Se – Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Kapolsek Serasan, Danposal Serasan, Danramil Serasan, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi pemuda dan para tokoh perempuan Serasan dan Serasan Timur. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menggelar Rapat Kerja di Jakarta, 21-22 Januari 2019.Ini merupakan rapat kerja pertama, sejak terbentuk pengurus baru di bawah Ketua Umum Atal Sembiring Depari, hasil Kongres PWI di Surakarta, 27-30 September 2018.

Pada kesempatan ini, Atal Sembiring Depari menegaskan kembali janjinya  di depan kongres, bahwa di tengah perkembangan media massa dan media sosial Tanah Air yang diwarnai berbagai perubahan, ia akan membawa PWI lima tahun kedepan dengan visi baru. “Menjadikan PWI organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital. PWI jaman now,” katanya.

Ujud dari PWI jaman now itu, misalnya dalam pengelolaan organisasi, akan dikelola menggunakan platform IT PWI app. Dengan aplikasi yang ada, bisa melayani kebutuhan interaksi hingga informasi Pengurus Pusat , Provinsi hingga kabupaten, serta anggota PWI seluruh Indonesia. Juga masyarakat yang ingin tahu kegiatan PWI diberbagai bidang, mulai dari kegiatan pendidikan :Sekolah Jurnalisme Indonesia(SJI), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), hingga kegiatan lain di dalam dan luar negeri. Bahkan dari PWI app itu juga, kelak dapat dijadikan sarana pendidikan jarak jauh, sehingga bisa diakses semua anggota PWI, terutama yang berada di berbagai pelosok Indonesia. Adapun untuk menjangkau kaum milenial, PWI menggunakan media sosial, seperti instagram, facebook, youtube, dll. “Pokoknya semuanya cukup dari ponsel masing-masing,” ujarAtal.

Seiring dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden yang puncaknya 17 April 2019, PWI akan mengaktifkan kembali Mapilu (Masyarakat Pemantau Pemilu) PWI, untuk melakukan pemantauan pelaksanaan Pemilu dari Sabang sampai Merauke, agar terciptanya Pemilu yang bersih. Tentu dengan dukungan dan kerja bersama anggota PWI yang tersebar di 34 Provinsi.

Muncul Dua Arus : Idealistis vs Realistis

Rapat kerja yang akan berlangsung hingga hari ini, akan dipuncaki dengan seminar dengan mengangkat topik “Peranan Pers di Era Digital dalam Mendukung Pembangunan Daerah”. Menampilkan tiga pembicara: Gubernur DKI Jakarta, Ketua Dewan Pers dan Direktur Utama Bank DKI

Seluruh peserta rapat kerja, sepakat bahwa dalam menjalankan tugas, pers harus berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.  Dalam kongres PWI di Solo 2018, malah menambah satu lagi Kode Etik Perilaku. Dengan dua kode etik ini, dimaksudkan agar profesi wartawan bisa dijalankan dengan profesional dan berintegritas.

Disesalkan jika pers mengabaikan Kode Etik Jurna listik, demi mengikuti irama kendang pihak lain (polisi), sehingga kehilangan sikap kritis.Contoh terbaru, bagaimana media sosial dan media mainstream beramai-ramai  “menghakimi”  Vanessa Angel, dalam kasus prostitusi via online.

Menurut Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, saat ini ada tiga kategori ancaman terhadap pers : pemerintah, preman (dibelakangnya partai) dan pemilik modal, yang 95% berafiliasi pada partai.

Seiring denganitu, Indek Kebebasan Pers yang diumumkan oleh Dewan Pers menunjukkan bahwa intervensi pemerintah pada media menurun, sedangkan intervensi pemilik media atau pemilik modal pada news room (wartawan) meningkat.

Diksi “intervensi”, khususnya untuk pemilik media, pemilik modal  pada nesw room, wartawan memancing pro kontra. Pihak yang pro, menganut pandangan bahwa pemilik media. pemiliki modal tidak boleh mencampuri idealisme kerja redaksi dan wartawan yang otonom: berpihak kepentingan umum. Sedangkan yang kontra, melihat secara realistis bahwa usaha media harus dijalankan pemilik modal/ media, bersama wartawan/news room agar tetap hidup, apalagi di tengah kondisi pers yang sulit sekarang ini.

Margiono, yang menjabat Ketua Umum PWI dua periode, yang kini duduk sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI, mengingatkan bahwa media tidak hidup di ruang hampa, karena itu harus belajar pada kondisiriil. “Sepanjang seseorang menjadi wartawan, ya harus tunduk pada (pemilik) medianya. Kalau tidak mau tunduk, ya bikin media sendiri,”ujarnya. Seraya menambahkan, bahwa wartawan harus membela perusahaan supaya tetap hidup. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun– Setelah SKTM (surat keterangan tidak mampu) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak lagi berlaku, maka masyarakat tidak mampu yang berobat di RSUD M Sani, akan diperlakukan sebagai pasien umum.

Pihak rumah sakit dan puskesmas di Karimun juga tidak dapat memberikan solusi pasca penghapusan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, per 31 Desember 2018.

Kepala Pusat Layanan Informasi dan Promosi RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Muhammad Zulhan mengatakan pihaknya tetap menerima seluruh pasien yang berobat. Namun bagi yang menggunakan Jamkesda, akan diberitahukan baik-baik, dalam arti kata pasien mendaftar sebagai pasien umum.

“Kita belum tau seperti apa solusi dari Pemda. Tapi kita tetap melayani kalau ada yang masuk. Namun kita lebih mengedukasi pihak keluarga,” kata Zulhan.

Ditambahkan Zulhan, pihaknya juga lebih menyarankan agar masyarakat yang mungkin sanggup untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri.

“Kita hanya mengimbau agar mereka menjadi BPJS mandiri walaupun kelas III saja,” ujarnya.

Dalam satu hari ini pasien yang berobat ke RSUD Muhammas Sani Kabupaten Karimun sekitar 300 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen diantaranya menggunakan jaminan kesehatan, baik itu Jamkesda, BPJS ataupun jaminan kesehatan lainnya.

“Sejak setengah tahun yang lalu Jamkesda ini sudah disosialisasikan. Sekarang juga tidak banyak pasien yang mengeluh. Ada paling satu atau dua saja” tambah Zulhan.

Diketahui Inpres No. 8 tahun 2017 mengenai pengoptimalan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (PJKN) belum dapat terlaksana pasca penghapusan Jamkesda di Karimun. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sulteng – Dua wilayah, yakni Kelurahan Petobo, Kota Palu dan Desa Jonooge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, mengalami kerusakan cukup parah usai gempa yang disusul tsunami berkekuatan 7,4 Skala Richter, Jumat kemarin.

Selain gempa, perut bumi memuntahkan lumpur, menenggelamkam rumah, kendaraan, jalan, serta menyeret Kampung Petobo hingga dua kilometer. Hampir seluruh bangunan di wilayah tersebut rata.

Lumpur yang tiba-tiba muncul dari permukaan tanah menyapu seisi daratan.

Kini Kelurahan Petobo dan Desa Jonooge berubah menjadi lautan lumpur.

Menurut informasi, di kedua desa ini terdapat 800 KK yang belum ditemukan, sehingga prajurit TNI dari Zipur 8/SMG bersama Basarnas dipimpin Sertu Junaifi fokus melaksanakan penyirisan pencarian korban yang diduga tertimbun lumpur, Rabu 3 Oktober 2018.

Prajurit Zipur 8/SMG juga disebar di beberapa titik melaksanakan pengamanan camp pengungsian di Korem 132/Tdl terhadap pengunjung dan wartawan asing, pengamanan kunjungan Panglima TNI dan sebagain menunggu petunjuk dari Komando Atas.

Sementara itu, prajurit Divisi-3/Kostrad dikerahkan untuk mengamankan rute bantuan logistik untuk korban gempa Kabupaten Donggala dan Kota Palu di Sulawesi Tengah.

Masyarakat diduga kerap melakukan aksi penjarahan di sepanjang rute menuju Donggala-Palu.

Dua puluh truk militer yang mengangkut pasukan Kostrad dikerahkan untuk mengamankan rute tersebut.

Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto mengatakan, kehadiran pasukan TNI di rute bantuan dapat mengantarkan bantuan masyarakat agar sampai dengan selamat dan dimanfaatkan oleh saudara-saudara yang tertimpa musibah.

Sementara itu, SSY 1 Yonif PR 432/WSJ dipimpin Mayor Inf Gustiawan terus melakukan evakuasi di Perumnas Balaroa di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah yang porak poranda akibat gempa dahsyat ini.

Perumnas Balaroa menjadi titik utama petugas gabungan dalam mengevakuasi korban dikarenakan kawasan tersebut merupakan salah satu pusat dengan korban jiwa terbanyak.

“Anggota TNI terus menyisir ratusan rumah yang rata dengan tanah.

Dengan dibantu alat eskavator, kita akan terus berupaya mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan,”ujarnya.

Di lokasi lain, tepatnya di Sigi dan Jalan HM.Suharto, prajurit Yonif 431/SSP yang berkekuatan 250 orang dipimpin Mayor Inf A.A.Gede Rama, fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda.

Di samping itu juga, prajurit juga diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga yang sangat membutuhkan.

Sedangkan di Donggala, Prajurit Yonif 711/RKS dengan jumlah 325 personel disebar di beberapa tempat, diantaranya di SPBU Kartini, SPBU Pramuka, Pasar Masomba dan Pasar Inpres untuk menjaga situasi agar tidak terjadi lagi penjarahan seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Prajurit Yonif 600/MDG berkekuatan 270 personel disiagakan di Bandara Mutiara al Jufri Palu Sortie dipimpin Dansatgas Mayor Inf Ronald Wahyudi dan siap bergerak menunggu petunjuk Komando Atas, bahkan sebagian personel telah masuk kedudukan untuk mengamankan fasilitas umum seperti bank dan SPBU. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengunjungi Desa Kelong, Kec Bintan Pesisir, Selasa, 25 September 2018. Kunjungan tersebut juga dihadiri Bunda Tagana Kab Bintan Ibu Hj Deby Maryanti, Jajaran Kapolsek, Danramil serta beberapa Kepala OPD Kabupaten Bintan.

Saat kunjungan, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos terlihat bersilaturahim sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban bencana alam angin puting beliung yang telah terjadi di Desa Kelong dan Desa Air Glubi beberapa yang lalu.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih atas kepedulian seluruh unsur masyarakat dalam penanganan bencana tersebut.

” Tentunya kita sangat berterimakasih, kepada seluruh unsur yang ikut membantu dalam penanganan bencana alam angin puting beliung yang terjadi kepada saudara-saudara kita di Desa Kelong dan Desa Air Glubi,” ujarnya

Usai penyerahan bantuan, dirinya mengakui sangat prihatin atas kejadian bencana alam tersebut serta berharap hal serupa tidak terjadi lagi. Tidak hanya menyerahkan bantuan bencana alam, dirinya juga menyinggung perihal kejadian yang menimbulkan gesekan antar masyarakat di Desa Kelong kemarin.

” Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Kita berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, dan kita minta agar masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tidak tersandung kasus hukum serta membuat keresahan di masyarakat, ” ujarnya

Dirinya juga meminta agar seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersamaan yang salahsatunya adalah bijak dalam bermedia sosial.

” Sama-sama kita menjaga kondusivitas, keamanan dan kenyamanan hidup bermasyarakat. Jangan ciptakan propaganda dan penyebaran berita hoax, karena selain pilkades, pileg kita juga akan menghadapi pilpres yang akan kita lalui,” tutupnya. (***)

Sumber: Humas Bintan

OPINI

Senin | 13 Agustus 2018 | 11:36

Anak Muda dan Motor Cempreng

Oleh: Nofriadi Putra

Secara biologis masa anak muda adalah rentan waktu setelah masa anak-anak sampai pada masa sebelum dewasa. Faktor yang membedakannya dalam sebuah keluarga terletak pada sebuah tanggung jawab. Dalam hal tanggung jawab inilah kondisi-kondisi tertentu membatasi antara anak muda dengan orang dewasa.

Diawali dari lingkungan sosial yang terkecil yaitu keluarga. Anak muda diberi tanggung jawab yang besar dari anak-anak. Sedangkan, orang dewasa sudah pasti memenuhi hampir seluruh tanggung jawab dalam hal apa saja menyangkut kebutuhan dalam keluarga. Anak muda di Indonesia rata-rata masih berstatus sebagai anak sekolahan. Dalam pandangan ini dapat diambil sebuah benang merah yang bisa menyatakan bahwa anak muda bisa disebut dengan remaja.

Remaja atau anak muda dengan gayanya sendiri belum memiliki karakteristik yang utuh. Kerap sekali berubah-ubah. Remaja (anak muda) tidak mau dikatakan sebagai anak kecil dan belum dikatakan sebagai orang dewasa yang sudah mempunyai tanggung jawab secara ekonomi, sosial serta moral dalam keluarga. Sibley menjelaskan (dalam Chris Barker, 2005:425), “Anak muda tetap merupakan klasifikasi ambivalen yang diperebutkan, klasifikasi yang terikat di antara batas-batas masa anak-anak dan masa dewasa”.

Dilihat lebih jelas, makna remaja memiliki makna yang berbeda-beda dalam tiap waktu dan ruang. Tergantung kepada kondisi dan lingkungan yang ada pada remaja berada. Pada intinya, remaja belum diberi sebuah ruang yang dapat dimasuki oleh orang dewasa. Salah satu dunia orang dewasa yang belum boleh dimasuki oleh remaja itu adalah dunia seksual.

Melihat perkembangan remaja pada saat ini, kita seolah dihadapkan pada sebuah gaya dan caranya sendiri dalam ruang publik. Kebanyakan dari remaja sekarang justru memiliki perbedaan-perbedaan dalam hal gaya, musik, fesyen dan dengan motornya. Kalau bisa dibaca remaja sekarang tampil dengan gaya dan kulturnya sendiri sebagai bagian dari perkembangan sebuah teknologi dan media informasi yang terus berkembang.

Salah satu bentuk gaya remaja sekarang yang dapat dilihat adalah bagaimana gaya, penampilan dan cara berkendara dalam menggunakan motor. Kerap sekali, di jalanan sering terlihat tampilan-tampilan motor yang dipreteli dan dimodifikasi sehingga berbeda dari bentuk produk asli hasilan pabrik. Dapat dicermati dan didengar pada bunyi knalpot dengan modifikasi yang cempreng, keras dan kasar. Secara tidak langsung, kita yang menyaksikan dan mendengarkan seperti mendengarkan sebuah dentuman yang memekakkan telinga.

Selain itu, remaja dengan motor cemprengnya di jalan raya juga memberikan kecemasan terhadap para pengguna jalan raya yang lain. Penulis pikir remaja dengan motor cempreng di jalan raya bukan suatu jalan keluar bagi persoalan-persoalan yang dihadapinya di sekolah, seperti nilai buruk serta tingkah laku yang ugal-ugalan. Melainkan sebuah subkultur motor cempreng yang mengorganisasi aktif berbagai benda melalui cara-cara membawa motor, dengan ritme yang terkadang-kadang menghasilkan bunyi simbolis yang penuh gaya seolah menyampaikan pesan kelelakian, ketegarannya sebagai identitas remaja.

Remaja memiliki semangat yang sering kita anggap sebagai semangat yang berapi-api. Seringkali motor yang mereka gunakan berbeda dengan motor yang ada. Begitu juga dengan bunyi knalpot dan cara berkendara.

Remaja terlihat lebih berani dalam mengendara dengan kebutan serta dengan mengangkat ban depan sambil berdiri. Bahkan, seringkali berbeda dari mainstream berkendara yang ada atau bisa dikatakan sebagai sebuah subkultur yang akan memberi identitas pada remaja. Barker (2005: 427) menjelaskan tentang subkultur adalah “…Keragaman yang ada pada kolektivitas yang lebih luas yang secara gampang, tapi sebenarnya problematik, di tempatkan sebagai yang normal, rata-rata dan dominan. Dengan kata lain subkultur dikutuk dengan dan/atau menikmati suatu kesadaran “kelainan” atau perbedaan.”

Jadi subkultur motor cempreng dapat disimpulkan sebagai sebuah perlawanan terhadap kemapanan mengendarai motor. Subkultur di sini adalah remaja dengan motor cemprengnya, serta bentuk-bentuk motor yang banyak di modifikasi dan dipreteli dengan mengahsilkan bentuk yang baru. Terkesan remaja memberi perlawanan terhadap mainstream yang telah ada yaitu ruang dewasa yang penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, gaya anak muda dan motor cempreng adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat tidak sebagai sebuah fenomena yang hadir di telinga dan mata kita. Suara keras, dan kebut-kebutan di jalanan yang dilakukan remaja secara tidak langsung telah menggambarkan identitasnya sebagai remaja itu sendiri. Akibatnya, menimbulkan kecemasan bagi para pengguna jalan yang lain. Kecemasan atas terjadinya kecelakaan-kecelakaan jalan raya. Willis lebih menjelaskan (dalam Barker 2005: 430), “Kesolidan, kecekatan, resiko, kekutan motor itu cocok dengan sifat dunia para bikeboys yang konkrit dan aman.”

Pada hal-hal konkrit, cara berkendara dengan kebutan dan mengangkat ban depan serta suara cempreng dan kekuatan ini adalah ciri dari interaksi sosial mereka terhadap lingkungan sosial. Suara kanalpot yang kasar cocok melambangkan kesetiakawanan yang kasar terhadap sosial mereka sesama pencinta motor cempreng. Ketika mereka berkendara di jalan raya, para motorbike dengan suara cempreng seperti menjinakkan suatu teknologi yang menakutkan menunjukkan kepada kita atas teror-teror teknologi mesin (motor).

Dalam hubungannya dengan teknologi dan industri, maka para anak muda dan motor cempreng merupakan kerja kreatif, ekspresif dan simbolis kultur yang bisa dibaca sebagai bentuk-bentuk perlawanan salah satunya dalam berkendara yang mapan. Dalam hal ini adalah perlawanan terhadap institusi sosial yang telah mapan, yaitunya masa dewasa yang penuh dengan tanggung jawab secara ekonomi. Merujuk kepada asumsi bahwa masa remaja menuju masa dewasa normalnya melibatkan pemberontakan, yang merupakan tradisi kultural yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Memasuki sebuah gerbang modern dengan berbagai hasil teknologi. Remaja dengan motor cemprengnya di masyarakat membutuhkan arahan-arahan dan pertolongan serta saran profesional. Di sebabkan telah banyaknya barang-barang teknologi yang menjadi objek kultur sebagai apresiasi terhadap benda tersebut. Saran-saran profesional itu bisa saja berupa penyaluran bakat dengan memberikan ruang bagi mereka seperti sirkuit yang memadai. Lebih lanjut bisa berupa arena penyaluran bakat mereka sesuai dengan kemampuan mereka dalam berkendara. Demi tercapainya sebuah kondisi kondusif di jalan raya.

Satu hal yang sangat mencemaskan yang telah disinggung sebelumnya, dan perlu diantisipasi terhadap remaja adalah bagaimana cara mereka memasuki dunia dewasa (seksual). Untuk hal inilah dibutuhkan arahan-arahan. Bagaimanapun anak muda dan motor cemprengnya adalah sebagai bentuk apresiasi kultur dari barang teknologi (motor) yang menghindarkan mereka dari dunia seksual yang belum saatnya.

Selama masih dalam ruang dan kultur yang wajar, remaja dengan motor cempreng musti diberi arahan-arahan terhadap perbuatan yang menunjang mereka untuk mapan sesuai dengan profesi yang mereka sukai seperti menjadi seorang pembalap motor dengan segudang prestasi. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam proses menuju dunia dewasa oleh remaja. Contohnya, prilaku menyimpang seperti sek bebas dan kenakalan yang lain seperti memakai narkoba dan alkohol.

Sesuai dengan harapan orang tua. Khususnya, bagi kita yang telah mempunyai tradisi dan kultur yang telah ditanamkan sejak lama, di mana pemeo dari tradisi kita ada mengatakan “anak dipangku, kemenakan dibimbing”. Serta merta dalam pengarahan ini dilibatkan seluruh institusi dalam pengawasan lebih dekat terhadap perkembangan gejala remaja yang berusaha menjauhi masa anak-anak dan berusaha untuk mendekati dunia orang dewasa. Perihal yang penting sekali adalah pengontrolan remaja terhadap prilaku serta menghindarkan mereka (remaja) dari prilaku menyimpang dan pengaruh narkoba seta alkohol yang merusak. Sehingga remaja yang berprestasi bisa di harapkan nanti di masa depan sesuai yang diinginkan yaitu dewasa yang mapan.*

Penulis adalah pegiat dalam komunitas Ruang Sempit

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menantang akun Twitter yang dinilai memfitnah dirinya berselingkuh dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Melalui akun Twitter-nya, @grace_nat, ia mengunggah video berdurasi satu menit, Jumat, 8 Juni 2018.

“Tantangan buat @Hulk_idn . Tolong bantu RT ya bro n sis teman2 netizen. Supaya sampai ke tangan Hulk. Terima kasih,” tulis @grace_nat.

Grace menantang akun Twitter @Hulk_idn untuk merilis video panas yang pernah dibicarakan akun tersebut sebelumnya.

“Beberapa hari terakhir, akun Hulk gencar menyebarkan isu bahwa saya memiliki hubungan asmara dengan pak Ahok. Bahkan dia (akun @hulk_idn) mengklaim memiliki video panas hubungan asusila saya dan pak ahok,” kata Grace dalam video unggahannya.

Ia juga menambahkan daripada masyarakat terus berpolemik mengenai keberadaan video tersebut, lebih baik @hulk_idn merilis video tersebut.

“Saya ingin menantang hulk untuk merilis video (panas) tersebut, dalam waktu 1X24 jam, terhitung sekarang,” tambah Grace.

Pasalnya, dua akun media sosial itu dinilai melakukan fitnah terhadap dirinya.

Disebutkan di dua akun media sosial itu, Grace berselingkuh dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, perselingkuhan itu berakhir di lokasi tidur.

“Hari ini, kami melaporkan dua akun yang ada di Twitter dan juga di Instagram karena postingan-postingannya yang tidak berdasarkan kebenaran atau hoax,” ujar Grace di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Juni 2018.

Grace didampingi kuasa hukumnya, Muannas Alaidid.

Ia juga merasa difitnah, karena cuitan itu menyebutkan, ada hubungan suami-istri agar bisa kenal dengan sembilan taipan.

“Jadi kami melaporkan agar polisi mengusut karena sudah ada UU yang melindungi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Grace. (***)

sumber: tribunnews.com

Kebijakan impor beras dilakukan saat petani sedang panen raya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Para petani di sentra produksi beras Kabupaten Cirebon dan Indramayu sangat menentang kebijakan impor beras yang kembali dilakukan pemerintah. Telebih lagi, saat ini petani sedang panen raya dengan produksi yang meningkat.

“Ditengah panen raya dan produksi yang meningkat, kok malah impor? Pantas tidak?,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indnesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, saat dihubungi Republika, Kamis, 17 Mei 2018.

Tasrip mengatakan, produksi panen petani di Kabupaten Cirebon saat ini rata-rata mengalami kenaikan sekitar sepuluh persen. Yakni dari 5,5 ton per hektare pada tahun lalu menjadi 6,1 ton per hektare pada tahun ini.

Ditengah panen raya saat ini, lanjut Tasrip, harga gabah petani terus mengalami penurunan. Untuk gabah kering giling (GKG), harganya kini Rp 4.400 per kg. Padahal saat awal panen, harga GKG masih Rp 4.800 per kg.

Tasrip pun menyoroti kinerja Bulog yang dinilainya tidak berperan dalam menyerap gabah petani. Saat ini, gabah petani diserap oleh tengkulak atau pengepul. Padahal, pengepul itu nantinya rentan mempermainkan harga gabah dan beras di saat petanisudah tidak memiliki stok gabah lagi.

Tarip juga menilai ada sistem yang mesti dibenahi dalam rantai penjualan beras. Dia mengatakan, dengan harga gabah di tingkat petani yang kini mencapai Rp 4.400 per kg, maka harga beras di pasaran semestinya Rp 7.500 per kg. Namun kenyataannya, harga beras masih di kisaran Rp 10 ribu per kg.

“Ada sistem yang harus diperbaiki. Bukan dengan cara impor,” kata Tasrip menegaskan.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang. Dia pun menolak dengan tegas impor beras yang kembali dilakukan pemerintah.

“Sekarang sedang panen raya. Harga gabah petani juga turun terus,” kata Sutatang.

Sutatang menyebutkan, harga GKG di tingkat petani di Kabupaten Indramayu saat awal panen mencapai Rp 5.000 Rp 5.500 per kg. Namun saat ini, harganya turun menjadi Rp 4.800 per kg.

Secara kuantitas, lanjut Sutatang, produksi panen petani meningkat dibandingkan tahun lalu. Dia menyebutkan, saat ini produksi panen bisa mencapai di kisaran 8,2 tonper hektare.

Selain itu, secara kualitas, hasil panen kali ini juga bagus karena didukung faktor cuaca dan relatif aman dari serangan hama.

Sutatang menyatakan, impor beras yang dilakukan pemerintah sangat merugikan petani. Apalagi, petani sudah berusaha keras untuk menghasilkan produksi beras dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Aminah binti H Budi dan Darmawati binti Tarjani bernasib baik. Kedua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kalimantan Selatan ini tidak jadi dihukum pancung karena melakukan pembunuhan di Jeddah Arab Saudi. Mereka pun kembali ke Banua, Sabtu 14 Oktober 2017.

Ini setelah proses banding dan peninjauan kembali yang dilakukan oleh Penuntut Umum Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Majelis hakim Mahkamah Umum Jeddah pada 24 Agustus 2014 hanya memvonis mereka hukuman penjara dan hukuman cambuk.

Aminah yang berasal dari Kabupaten Tapin dan Darmawati dari Kabupaten Banjar telah merasakan hukuman cambuk sebanyak 300 kali dan mengakhiri hukuman penjara pada Oktober 2017. Kini mereka telah tiba di kampung halaman.

“Ya kita harus bersyukur. Akhirnya proses sidang ini memihak kepada warga Indonesia. Yang bersangkutan pun bisa dipulangkan hari ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tarnsmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, Antonius Simbolon, kemarin.

Agar kejadian ini tak terulang dan TKI terlindungi, Antonius mengimbau para pencari kerja di luar negeri agar melalui prosedur resmi. Selama ini banyak warga Kalsel yang ke Arab Saudi dengan alasan umrah kemudian bekerja di sana, termasuk Aminah dan Darmawati. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Belum lama ini, penyanyi Mytha Lestari dituding oleh netizen hamil di luar nikah. Ia pun sempat geram akan komentar tersebut.

Memang, bukan kali ini saja pelantun ‘Aku Cuma Punya Hati’ itu disebut demikian. Sebelumnya saat pertama kali ia menikah dengan Barry Maheswara Siddique, Mytha Lestari juga sudah dituding hamil di luar nikah.

“Kalau soal itu gue udah nerima banyak banget. Pertama kali gue nikah gue pakai kebaya, kain bebet gue. Tahu kan kain bebet itu pakenya dibebet bukan disleting, itu kain panjangnya 3 meter, terus harus di bebet di badan gue, badan gue kecil banget ya gimana dia nggak ngerumpul depan sini (menunjuk bagian perutnya), kebaya gue aja hampir nggak cukup karena bebetannya itu,” ucapnya dengan nada kesal usai mengisi acara ‘Brownis’ Trans TV, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin 19 maret 2018
Tudingan itu terjadi lagi saat Mytha Lestari mengumumkan kehamilannya yang tengah memasuki usia empat bulan, di Instagram. Ia juga sempat membalas komentar tersebut dan menjelaskannya.

“Terus udah gitu yang paling kesel ketika gue hamil nih mungkin insting keibuan gue kali ya. Pas lagi hamil di kehamilan pertama gue sengaja nggak mau kasih tahu pas udah masuk 6 minggu karena buat gue kalau belum sampe 12 minggu masih rawan karena sepupu-sepupu gue banyak banget yang miscarriages di umur (kandungan) segitu jadi gue banyak belajar juga tidak mengulangi kesalahan yang sama kan udah akhirnya gue memutuskan untuk kasih tahu tanggal 14 Februari kemarin, dan itu saat umur kehamilan gue sudah 14 minggu,” imbuh pelantun ‘Denganmu Cinta’ itu.

“Nah terus udah gitu udah 14 minggu semua orang ‘wah hamil duluan nih kayaknya nih’ , ‘kok udah gede aja baru nikah’ udah diem, diem, diem tiba-tiba kayak kemaren lagi foto pake hashtag #17weeks ada yang ngomong lagi ‘wah udah gede aja baru nikah, udah 17 weeks hamil duluan yah’ wah ini waktunya gue menjelaskan akhirnya gue ngejelasin dan ternyata tanpa janjian suami gue pun panas kayak gue nulis suami gue juga nulis padahal kita sama sekali nggak janjian karena gue lagi dimana dia lagi dimana,” sambungnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Seorang mahasiswa Herlangga (21), ditangkap aparat kepolisian lantaran melakukan aksi pencurian sepeda motor (curammor). Pelaku diketahui, ia telah belasan kali beraksi.

Tim Resmob Polda Sulsel, meringkus pelaku di Jalan Gunung Lompobattang Makassar, beserta barang bukti sepeda motor yang disembunyikannya, di sebuah rumah kosong di Jalan Nuri, pada Jumat 16 Maret 2018 dini hari.

Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara mengatakan, polisi terpaksa melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas, lantaran saat hendak dibawa ke tempatnya melakukan pencurian sepeda motor, Herlangga berusaha kabur.

“Pelaku berusaha melarikan diri. Meski diberi tembakan peringatan ke udara tetap tidak dihiraukan, hingga terpaksa dilumpuhkan di kedua kakinya,” ungkap AKP Edy Sabhara, pada hari Jumat 16 Maret 2018 sore.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan Tim Resmob Polda Sulsel, Herlangga diketahui melakukan aksinya di dua wilayah di Sulawesi Selatan.

“Sudah 11 kali beraksi, antaranya di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa,” Kata AKP Edy.

Edy menambahkan, dari aksinya tersebut, pelaku kerap melalukan pencurian sepeda motor di kawasan keramaian pantai losari, Kota Makassar.

“Pengakuannya itu tujuh kali melakukan curanmor di wilayah hukum Polsek Ujung Pandang, diantaranya seperti di Anjungan Pantai Loasari,” lanjutnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku beserta barang bukti sepeda motor curianya langsung dibawa ke Mapolsek Ujung Pandang, untuk diproses hukum. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Secara sederhana, tabrak lari berarti peristiwa tabrakan, yang menabrak pergi meninggalkan korbannya. Alasan penabrak meninggalkan korbannya bisa bermacam-macam, tetapi yang paling sering adalah karena takut.

Takut untuk bertanggung jawab, takut karena merasa bersalah dan yang akhir-akhir ini terjadi, si penabrak takut dikeroyok,
baik oleh korban atau oleh orang-orang lain yang bersimpati kepada korban.

Menurut Rifat Sungkar, pemerhati otomotif Indonesia, dalam membahas kasus tabrak lari kita harus melihat dulu peraturan yang mengaturnya.

Di dalam UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada Pasal 312, disebutkan

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).”

Jadi menurut Rifat, secara hukum sudah jelas tabrak lari adalah suatu tindakan yang salah dan bisa dikenakan hukuman penjara maupun denda.

“Dalam suatu kasus tabrak lari, sebenarnya ada dua pihak yang terlibat, penabrak dan yang ditabrak atau korban. Artinya kesalahan bisa terjadi pada kedua belah pihak, oleh karena itu, seperti selalu saya ingatkan, saat kita berkendara kita selalu harus berhati-hati dan bertanggung jawab supaya insiden kecelakaan yang menyebabkan tabrak lari tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Rifat juga menambahkan bahwa dalam berkendara kita juga harus menghormati pengendara-pengendara lain, karena pada dasarnya semua pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Fenomena yang akhir-akhir ini terjadi adalah terjadinya tabrak lari karena penabrak takut harus berhadapan pihak ketiga yang bersimpati kepada korban tetapi dengan melakukan perusakan dan pengeroyokan.

“Saat kita berada di jalan dan melihat ada kecelakaan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menolong korban. Bukan lalu menjadi emosi dan melakukan hal-hal yang tidak perlu terhadap penabrak. Kalau si penabrak lari, yang kita harus lakukan adalah mencatat nomor polisi kendaraan yang menabrak beserta ciri-cirinya. Setelah itu bisa kita laporkan ke polisi,” ujarnya.

Satu hal yang perlu kita hindari saat terjadinya tabrak lari adalah secara emosional turut serta beramai-ramai mengejar si penabrak, karena bisa menimbulkan korban-korban lain yang tidak perlu.

“Kan bisa saja si penabrak karena takut dan panik lalu menabrak orang dan kendaraan lain, demikian juga kita yang solider mengejar, malah juga bisa menambah korban,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang penjual bakso keliling di Kota Makassar bernama Rinto Daeng Sitaba (32) mendadak ramai diperbincangkan karena penampilannya.

Pasalnya, setiap hari dia mendorong gerobak menjajakan bakso dengan penampilan layaknya pegawai kantoran, yaitu dengan mengenakan kemeja, celana kain hingga jas, dasi dan sepatu pantofel. Warga Jalan Tanggul Patompo ini bahkan selalu terlihat rapi dan bersih saat menjajakan baksonya setiap hari.

Rinto sumringah ketika ditanya alasannya selalu berpakaian seperti pekerja kantoran saat berkeliling menjual bakso. Dia mengaku sangat senang berpenampilan seperti itu.

Apalagi, para langganannya juga ikut senang membeli bakso karena pedagangnya bersih dan rapi.

“Saya memang suka bersih dan rapi. Ini juga saya terinspirasi dengan gayanya James Bond. Itu idolaku sejak kecil hingga kini. Semua film-film James Bond yang versi dulu sampai sekarang sudah saya nonton berulang-ulang kali,” ungkapnya saat ditemui di rumah sepupunya yang juga menjadi tempat tinggalnya, Rabu 7 Maret 2018.

Rinto mengatakan sudah berpenampilan seperti ini sejak lama. Pria yang sudah berjualan bakso selama 18 tahun ini merasa tidak semangat berdagang jika tidak bersih dan rapih.

Bukan tanpa sebab.

Menurut Rinto, sejak kecil, dia dididik oleh almarhumah ibunya, Bambo Daeng Rannu, untuk selalu rapi sejak masih duduk di bangku kelas III SD.

Rinto mengenang, ibunya sebenarnya ingin dia menjadi tentara sehingga profesi itu juga menjadi cita-citanya. Namun, karena sang ibu sudah meninggal sejak dia kecil, kandas pulalah cita-citanya.

Anak kedua dari enam bersaudara ini terpaksa hidup menumpang di rumah keluarganya dan harus memutar otak untuk hidup dari hari ke hari.

“Waktu kecil, ibu selalu elus-elus kepalaku dan mengatakan kamu jadi tentara ya, Nak. Tapi cita-cita itu kandas, karena saya putus sekolah dan harus mengurus diriku sendiri. Sedangkan saudara-saudaraku yang lain terpencar menumpang di rumah keluarga yang lain. Ada sama nenek dan ada pula di keluarga yang lain,” tuturnya.

Sepeninggalan ibunya, Rinto pun putus sekolah dan tinggal bersama kakak sepupunya, Nawir Daeng Lau.

Sementara itu, ayahnya, Daeng Nuntung, yang berprofesi sebagai tukang becak, telah menikah lagi dan tinggal bersama istri keduanya.

Awalnya, sang ayahlah yang mempunyai bisnis bakso keliling yang dijalankan oleh Rinto dan enam rekannya yang lain.

Namun, karena kondisi kesehatan Daeng Lau kurang memadai, Rinto yang diminta pergi berbelanja ke pasar hingga membantu membuat bakso. “Kalau saya membuat bakso, pakai topi dan pakai celemek. Pokoknya saya jaga kebersihan dagangan saya. Sampai saya jualan keliling, saya tetap berpakai bersih dan rapi seperti ini,” katanya. (***)

sumber: kompas.com

“Kami tenangkan pikiran dulu, baru pikirkan tentang kemungkinan pergantian pelatih”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Paris – Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi sangat geram dengan tersingkirnya Les Parisiens dari Liga Champions musim ini.

Nasser hadir di stadion Parc des Princes ketika Dani Alves dan kawan-kawan dipermalukan 1-2 oleh Real Madrid, pada laga leg kedua babak 16 besar, Rabu 7 Maret 2018 dini hari WIB.

Kekalahan tersebut melengkapi hasil negatif pada leg sebelumnya di markas Madrid, Santiago Bernabeu bulan lalu. Kala itu, PSG dihajar 1-3. Nasser pun segera akan mengevaluasi kinerja pelatih PSG Unai Emery.

“Kami akan menenangkan dulu pikiran baru kemudian memikirkan tentang kemungkinan pergantian pelatih. Satu yang jelas, untuk saat ini kami sedang sangat kecewa,” kata Nasser dikutip dari ESPN, Rabu.

Triliuner asal Qatar ini tak memungkiri ada banyak hal yang membuatnya murka. Selain soal kekalahan, Nasser juga kesal dengan reaksi para pemain PSG.

Menurut Nasser, tak ada sedikitpun rasa senang yang bisa dibawa pulang.

“Kami benar-benar kesal,” kata Nasser.

Pemilik sejumlah media olahraga dan internasional ini mengatakan, PSG seharusnya bisa meraih hasil lebih. Pada babak pertama, pasukan Kota Paris bisa bermain dominan dibanding Madrid.

“Kami dominan, yang kurang hanyalah gol. Kartu merah Marco Verratti kemudian mengakhiri laga. Kami akan berkerja keras lagi, kami harus memberikan sesuatu yang berharga kepada klub dan suporter,” kata Nasser. (***)

sumber: republika.co.id