dan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sulteng – Dua wilayah, yakni Kelurahan Petobo, Kota Palu dan Desa Jonooge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, mengalami kerusakan cukup parah usai gempa yang disusul tsunami berkekuatan 7,4 Skala Richter, Jumat kemarin.

Selain gempa, perut bumi memuntahkan lumpur, menenggelamkam rumah, kendaraan, jalan, serta menyeret Kampung Petobo hingga dua kilometer. Hampir seluruh bangunan di wilayah tersebut rata.

Lumpur yang tiba-tiba muncul dari permukaan tanah menyapu seisi daratan.

Kini Kelurahan Petobo dan Desa Jonooge berubah menjadi lautan lumpur.

Menurut informasi, di kedua desa ini terdapat 800 KK yang belum ditemukan, sehingga prajurit TNI dari Zipur 8/SMG bersama Basarnas dipimpin Sertu Junaifi fokus melaksanakan penyirisan pencarian korban yang diduga tertimbun lumpur, Rabu 3 Oktober 2018.

Prajurit Zipur 8/SMG juga disebar di beberapa titik melaksanakan pengamanan camp pengungsian di Korem 132/Tdl terhadap pengunjung dan wartawan asing, pengamanan kunjungan Panglima TNI dan sebagain menunggu petunjuk dari Komando Atas.

Sementara itu, prajurit Divisi-3/Kostrad dikerahkan untuk mengamankan rute bantuan logistik untuk korban gempa Kabupaten Donggala dan Kota Palu di Sulawesi Tengah.

Masyarakat diduga kerap melakukan aksi penjarahan di sepanjang rute menuju Donggala-Palu.

Dua puluh truk militer yang mengangkut pasukan Kostrad dikerahkan untuk mengamankan rute tersebut.

Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto mengatakan, kehadiran pasukan TNI di rute bantuan dapat mengantarkan bantuan masyarakat agar sampai dengan selamat dan dimanfaatkan oleh saudara-saudara yang tertimpa musibah.

Sementara itu, SSY 1 Yonif PR 432/WSJ dipimpin Mayor Inf Gustiawan terus melakukan evakuasi di Perumnas Balaroa di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah yang porak poranda akibat gempa dahsyat ini.

Perumnas Balaroa menjadi titik utama petugas gabungan dalam mengevakuasi korban dikarenakan kawasan tersebut merupakan salah satu pusat dengan korban jiwa terbanyak.

“Anggota TNI terus menyisir ratusan rumah yang rata dengan tanah.

Dengan dibantu alat eskavator, kita akan terus berupaya mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan,”ujarnya.

Di lokasi lain, tepatnya di Sigi dan Jalan HM.Suharto, prajurit Yonif 431/SSP yang berkekuatan 250 orang dipimpin Mayor Inf A.A.Gede Rama, fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda.

Di samping itu juga, prajurit juga diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga yang sangat membutuhkan.

Sedangkan di Donggala, Prajurit Yonif 711/RKS dengan jumlah 325 personel disebar di beberapa tempat, diantaranya di SPBU Kartini, SPBU Pramuka, Pasar Masomba dan Pasar Inpres untuk menjaga situasi agar tidak terjadi lagi penjarahan seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Prajurit Yonif 600/MDG berkekuatan 270 personel disiagakan di Bandara Mutiara al Jufri Palu Sortie dipimpin Dansatgas Mayor Inf Ronald Wahyudi dan siap bergerak menunggu petunjuk Komando Atas, bahkan sebagian personel telah masuk kedudukan untuk mengamankan fasilitas umum seperti bank dan SPBU. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengunjungi Desa Kelong, Kec Bintan Pesisir, Selasa, 25 September 2018. Kunjungan tersebut juga dihadiri Bunda Tagana Kab Bintan Ibu Hj Deby Maryanti, Jajaran Kapolsek, Danramil serta beberapa Kepala OPD Kabupaten Bintan.

Saat kunjungan, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos terlihat bersilaturahim sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban bencana alam angin puting beliung yang telah terjadi di Desa Kelong dan Desa Air Glubi beberapa yang lalu.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih atas kepedulian seluruh unsur masyarakat dalam penanganan bencana tersebut.

” Tentunya kita sangat berterimakasih, kepada seluruh unsur yang ikut membantu dalam penanganan bencana alam angin puting beliung yang terjadi kepada saudara-saudara kita di Desa Kelong dan Desa Air Glubi,” ujarnya

Usai penyerahan bantuan, dirinya mengakui sangat prihatin atas kejadian bencana alam tersebut serta berharap hal serupa tidak terjadi lagi. Tidak hanya menyerahkan bantuan bencana alam, dirinya juga menyinggung perihal kejadian yang menimbulkan gesekan antar masyarakat di Desa Kelong kemarin.

” Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Kita berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, dan kita minta agar masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tidak tersandung kasus hukum serta membuat keresahan di masyarakat, ” ujarnya

Dirinya juga meminta agar seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersamaan yang salahsatunya adalah bijak dalam bermedia sosial.

” Sama-sama kita menjaga kondusivitas, keamanan dan kenyamanan hidup bermasyarakat. Jangan ciptakan propaganda dan penyebaran berita hoax, karena selain pilkades, pileg kita juga akan menghadapi pilpres yang akan kita lalui,” tutupnya. (***)

Sumber: Humas Bintan

OPINI

Senin | 13 Agustus 2018 | 11:36

Anak Muda dan Motor Cempreng

Oleh: Nofriadi Putra

Secara biologis masa anak muda adalah rentan waktu setelah masa anak-anak sampai pada masa sebelum dewasa. Faktor yang membedakannya dalam sebuah keluarga terletak pada sebuah tanggung jawab. Dalam hal tanggung jawab inilah kondisi-kondisi tertentu membatasi antara anak muda dengan orang dewasa.

Diawali dari lingkungan sosial yang terkecil yaitu keluarga. Anak muda diberi tanggung jawab yang besar dari anak-anak. Sedangkan, orang dewasa sudah pasti memenuhi hampir seluruh tanggung jawab dalam hal apa saja menyangkut kebutuhan dalam keluarga. Anak muda di Indonesia rata-rata masih berstatus sebagai anak sekolahan. Dalam pandangan ini dapat diambil sebuah benang merah yang bisa menyatakan bahwa anak muda bisa disebut dengan remaja.

Remaja atau anak muda dengan gayanya sendiri belum memiliki karakteristik yang utuh. Kerap sekali berubah-ubah. Remaja (anak muda) tidak mau dikatakan sebagai anak kecil dan belum dikatakan sebagai orang dewasa yang sudah mempunyai tanggung jawab secara ekonomi, sosial serta moral dalam keluarga. Sibley menjelaskan (dalam Chris Barker, 2005:425), “Anak muda tetap merupakan klasifikasi ambivalen yang diperebutkan, klasifikasi yang terikat di antara batas-batas masa anak-anak dan masa dewasa”.

Dilihat lebih jelas, makna remaja memiliki makna yang berbeda-beda dalam tiap waktu dan ruang. Tergantung kepada kondisi dan lingkungan yang ada pada remaja berada. Pada intinya, remaja belum diberi sebuah ruang yang dapat dimasuki oleh orang dewasa. Salah satu dunia orang dewasa yang belum boleh dimasuki oleh remaja itu adalah dunia seksual.

Melihat perkembangan remaja pada saat ini, kita seolah dihadapkan pada sebuah gaya dan caranya sendiri dalam ruang publik. Kebanyakan dari remaja sekarang justru memiliki perbedaan-perbedaan dalam hal gaya, musik, fesyen dan dengan motornya. Kalau bisa dibaca remaja sekarang tampil dengan gaya dan kulturnya sendiri sebagai bagian dari perkembangan sebuah teknologi dan media informasi yang terus berkembang.

Salah satu bentuk gaya remaja sekarang yang dapat dilihat adalah bagaimana gaya, penampilan dan cara berkendara dalam menggunakan motor. Kerap sekali, di jalanan sering terlihat tampilan-tampilan motor yang dipreteli dan dimodifikasi sehingga berbeda dari bentuk produk asli hasilan pabrik. Dapat dicermati dan didengar pada bunyi knalpot dengan modifikasi yang cempreng, keras dan kasar. Secara tidak langsung, kita yang menyaksikan dan mendengarkan seperti mendengarkan sebuah dentuman yang memekakkan telinga.

Selain itu, remaja dengan motor cemprengnya di jalan raya juga memberikan kecemasan terhadap para pengguna jalan raya yang lain. Penulis pikir remaja dengan motor cempreng di jalan raya bukan suatu jalan keluar bagi persoalan-persoalan yang dihadapinya di sekolah, seperti nilai buruk serta tingkah laku yang ugal-ugalan. Melainkan sebuah subkultur motor cempreng yang mengorganisasi aktif berbagai benda melalui cara-cara membawa motor, dengan ritme yang terkadang-kadang menghasilkan bunyi simbolis yang penuh gaya seolah menyampaikan pesan kelelakian, ketegarannya sebagai identitas remaja.

Remaja memiliki semangat yang sering kita anggap sebagai semangat yang berapi-api. Seringkali motor yang mereka gunakan berbeda dengan motor yang ada. Begitu juga dengan bunyi knalpot dan cara berkendara.

Remaja terlihat lebih berani dalam mengendara dengan kebutan serta dengan mengangkat ban depan sambil berdiri. Bahkan, seringkali berbeda dari mainstream berkendara yang ada atau bisa dikatakan sebagai sebuah subkultur yang akan memberi identitas pada remaja. Barker (2005: 427) menjelaskan tentang subkultur adalah “…Keragaman yang ada pada kolektivitas yang lebih luas yang secara gampang, tapi sebenarnya problematik, di tempatkan sebagai yang normal, rata-rata dan dominan. Dengan kata lain subkultur dikutuk dengan dan/atau menikmati suatu kesadaran “kelainan” atau perbedaan.”

Jadi subkultur motor cempreng dapat disimpulkan sebagai sebuah perlawanan terhadap kemapanan mengendarai motor. Subkultur di sini adalah remaja dengan motor cemprengnya, serta bentuk-bentuk motor yang banyak di modifikasi dan dipreteli dengan mengahsilkan bentuk yang baru. Terkesan remaja memberi perlawanan terhadap mainstream yang telah ada yaitu ruang dewasa yang penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, gaya anak muda dan motor cempreng adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat tidak sebagai sebuah fenomena yang hadir di telinga dan mata kita. Suara keras, dan kebut-kebutan di jalanan yang dilakukan remaja secara tidak langsung telah menggambarkan identitasnya sebagai remaja itu sendiri. Akibatnya, menimbulkan kecemasan bagi para pengguna jalan yang lain. Kecemasan atas terjadinya kecelakaan-kecelakaan jalan raya. Willis lebih menjelaskan (dalam Barker 2005: 430), “Kesolidan, kecekatan, resiko, kekutan motor itu cocok dengan sifat dunia para bikeboys yang konkrit dan aman.”

Pada hal-hal konkrit, cara berkendara dengan kebutan dan mengangkat ban depan serta suara cempreng dan kekuatan ini adalah ciri dari interaksi sosial mereka terhadap lingkungan sosial. Suara kanalpot yang kasar cocok melambangkan kesetiakawanan yang kasar terhadap sosial mereka sesama pencinta motor cempreng. Ketika mereka berkendara di jalan raya, para motorbike dengan suara cempreng seperti menjinakkan suatu teknologi yang menakutkan menunjukkan kepada kita atas teror-teror teknologi mesin (motor).

Dalam hubungannya dengan teknologi dan industri, maka para anak muda dan motor cempreng merupakan kerja kreatif, ekspresif dan simbolis kultur yang bisa dibaca sebagai bentuk-bentuk perlawanan salah satunya dalam berkendara yang mapan. Dalam hal ini adalah perlawanan terhadap institusi sosial yang telah mapan, yaitunya masa dewasa yang penuh dengan tanggung jawab secara ekonomi. Merujuk kepada asumsi bahwa masa remaja menuju masa dewasa normalnya melibatkan pemberontakan, yang merupakan tradisi kultural yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Memasuki sebuah gerbang modern dengan berbagai hasil teknologi. Remaja dengan motor cemprengnya di masyarakat membutuhkan arahan-arahan dan pertolongan serta saran profesional. Di sebabkan telah banyaknya barang-barang teknologi yang menjadi objek kultur sebagai apresiasi terhadap benda tersebut. Saran-saran profesional itu bisa saja berupa penyaluran bakat dengan memberikan ruang bagi mereka seperti sirkuit yang memadai. Lebih lanjut bisa berupa arena penyaluran bakat mereka sesuai dengan kemampuan mereka dalam berkendara. Demi tercapainya sebuah kondisi kondusif di jalan raya.

Satu hal yang sangat mencemaskan yang telah disinggung sebelumnya, dan perlu diantisipasi terhadap remaja adalah bagaimana cara mereka memasuki dunia dewasa (seksual). Untuk hal inilah dibutuhkan arahan-arahan. Bagaimanapun anak muda dan motor cemprengnya adalah sebagai bentuk apresiasi kultur dari barang teknologi (motor) yang menghindarkan mereka dari dunia seksual yang belum saatnya.

Selama masih dalam ruang dan kultur yang wajar, remaja dengan motor cempreng musti diberi arahan-arahan terhadap perbuatan yang menunjang mereka untuk mapan sesuai dengan profesi yang mereka sukai seperti menjadi seorang pembalap motor dengan segudang prestasi. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam proses menuju dunia dewasa oleh remaja. Contohnya, prilaku menyimpang seperti sek bebas dan kenakalan yang lain seperti memakai narkoba dan alkohol.

Sesuai dengan harapan orang tua. Khususnya, bagi kita yang telah mempunyai tradisi dan kultur yang telah ditanamkan sejak lama, di mana pemeo dari tradisi kita ada mengatakan “anak dipangku, kemenakan dibimbing”. Serta merta dalam pengarahan ini dilibatkan seluruh institusi dalam pengawasan lebih dekat terhadap perkembangan gejala remaja yang berusaha menjauhi masa anak-anak dan berusaha untuk mendekati dunia orang dewasa. Perihal yang penting sekali adalah pengontrolan remaja terhadap prilaku serta menghindarkan mereka (remaja) dari prilaku menyimpang dan pengaruh narkoba seta alkohol yang merusak. Sehingga remaja yang berprestasi bisa di harapkan nanti di masa depan sesuai yang diinginkan yaitu dewasa yang mapan.*

Penulis adalah pegiat dalam komunitas Ruang Sempit

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menantang akun Twitter yang dinilai memfitnah dirinya berselingkuh dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Melalui akun Twitter-nya, @grace_nat, ia mengunggah video berdurasi satu menit, Jumat, 8 Juni 2018.

“Tantangan buat @Hulk_idn . Tolong bantu RT ya bro n sis teman2 netizen. Supaya sampai ke tangan Hulk. Terima kasih,” tulis @grace_nat.

Grace menantang akun Twitter @Hulk_idn untuk merilis video panas yang pernah dibicarakan akun tersebut sebelumnya.

“Beberapa hari terakhir, akun Hulk gencar menyebarkan isu bahwa saya memiliki hubungan asmara dengan pak Ahok. Bahkan dia (akun @hulk_idn) mengklaim memiliki video panas hubungan asusila saya dan pak ahok,” kata Grace dalam video unggahannya.

Ia juga menambahkan daripada masyarakat terus berpolemik mengenai keberadaan video tersebut, lebih baik @hulk_idn merilis video tersebut.

“Saya ingin menantang hulk untuk merilis video (panas) tersebut, dalam waktu 1X24 jam, terhitung sekarang,” tambah Grace.

Pasalnya, dua akun media sosial itu dinilai melakukan fitnah terhadap dirinya.

Disebutkan di dua akun media sosial itu, Grace berselingkuh dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, perselingkuhan itu berakhir di lokasi tidur.

“Hari ini, kami melaporkan dua akun yang ada di Twitter dan juga di Instagram karena postingan-postingannya yang tidak berdasarkan kebenaran atau hoax,” ujar Grace di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Juni 2018.

Grace didampingi kuasa hukumnya, Muannas Alaidid.

Ia juga merasa difitnah, karena cuitan itu menyebutkan, ada hubungan suami-istri agar bisa kenal dengan sembilan taipan.

“Jadi kami melaporkan agar polisi mengusut karena sudah ada UU yang melindungi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Grace. (***)

sumber: tribunnews.com

Kebijakan impor beras dilakukan saat petani sedang panen raya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Para petani di sentra produksi beras Kabupaten Cirebon dan Indramayu sangat menentang kebijakan impor beras yang kembali dilakukan pemerintah. Telebih lagi, saat ini petani sedang panen raya dengan produksi yang meningkat.

“Ditengah panen raya dan produksi yang meningkat, kok malah impor? Pantas tidak?,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indnesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, saat dihubungi Republika, Kamis, 17 Mei 2018.

Tasrip mengatakan, produksi panen petani di Kabupaten Cirebon saat ini rata-rata mengalami kenaikan sekitar sepuluh persen. Yakni dari 5,5 ton per hektare pada tahun lalu menjadi 6,1 ton per hektare pada tahun ini.

Ditengah panen raya saat ini, lanjut Tasrip, harga gabah petani terus mengalami penurunan. Untuk gabah kering giling (GKG), harganya kini Rp 4.400 per kg. Padahal saat awal panen, harga GKG masih Rp 4.800 per kg.

Tasrip pun menyoroti kinerja Bulog yang dinilainya tidak berperan dalam menyerap gabah petani. Saat ini, gabah petani diserap oleh tengkulak atau pengepul. Padahal, pengepul itu nantinya rentan mempermainkan harga gabah dan beras di saat petanisudah tidak memiliki stok gabah lagi.

Tarip juga menilai ada sistem yang mesti dibenahi dalam rantai penjualan beras. Dia mengatakan, dengan harga gabah di tingkat petani yang kini mencapai Rp 4.400 per kg, maka harga beras di pasaran semestinya Rp 7.500 per kg. Namun kenyataannya, harga beras masih di kisaran Rp 10 ribu per kg.

“Ada sistem yang harus diperbaiki. Bukan dengan cara impor,” kata Tasrip menegaskan.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang. Dia pun menolak dengan tegas impor beras yang kembali dilakukan pemerintah.

“Sekarang sedang panen raya. Harga gabah petani juga turun terus,” kata Sutatang.

Sutatang menyebutkan, harga GKG di tingkat petani di Kabupaten Indramayu saat awal panen mencapai Rp 5.000 Rp 5.500 per kg. Namun saat ini, harganya turun menjadi Rp 4.800 per kg.

Secara kuantitas, lanjut Sutatang, produksi panen petani meningkat dibandingkan tahun lalu. Dia menyebutkan, saat ini produksi panen bisa mencapai di kisaran 8,2 tonper hektare.

Selain itu, secara kualitas, hasil panen kali ini juga bagus karena didukung faktor cuaca dan relatif aman dari serangan hama.

Sutatang menyatakan, impor beras yang dilakukan pemerintah sangat merugikan petani. Apalagi, petani sudah berusaha keras untuk menghasilkan produksi beras dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Aminah binti H Budi dan Darmawati binti Tarjani bernasib baik. Kedua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kalimantan Selatan ini tidak jadi dihukum pancung karena melakukan pembunuhan di Jeddah Arab Saudi. Mereka pun kembali ke Banua, Sabtu 14 Oktober 2017.

Ini setelah proses banding dan peninjauan kembali yang dilakukan oleh Penuntut Umum Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Majelis hakim Mahkamah Umum Jeddah pada 24 Agustus 2014 hanya memvonis mereka hukuman penjara dan hukuman cambuk.

Aminah yang berasal dari Kabupaten Tapin dan Darmawati dari Kabupaten Banjar telah merasakan hukuman cambuk sebanyak 300 kali dan mengakhiri hukuman penjara pada Oktober 2017. Kini mereka telah tiba di kampung halaman.

“Ya kita harus bersyukur. Akhirnya proses sidang ini memihak kepada warga Indonesia. Yang bersangkutan pun bisa dipulangkan hari ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tarnsmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, Antonius Simbolon, kemarin.

Agar kejadian ini tak terulang dan TKI terlindungi, Antonius mengimbau para pencari kerja di luar negeri agar melalui prosedur resmi. Selama ini banyak warga Kalsel yang ke Arab Saudi dengan alasan umrah kemudian bekerja di sana, termasuk Aminah dan Darmawati. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Belum lama ini, penyanyi Mytha Lestari dituding oleh netizen hamil di luar nikah. Ia pun sempat geram akan komentar tersebut.

Memang, bukan kali ini saja pelantun ‘Aku Cuma Punya Hati’ itu disebut demikian. Sebelumnya saat pertama kali ia menikah dengan Barry Maheswara Siddique, Mytha Lestari juga sudah dituding hamil di luar nikah.

“Kalau soal itu gue udah nerima banyak banget. Pertama kali gue nikah gue pakai kebaya, kain bebet gue. Tahu kan kain bebet itu pakenya dibebet bukan disleting, itu kain panjangnya 3 meter, terus harus di bebet di badan gue, badan gue kecil banget ya gimana dia nggak ngerumpul depan sini (menunjuk bagian perutnya), kebaya gue aja hampir nggak cukup karena bebetannya itu,” ucapnya dengan nada kesal usai mengisi acara ‘Brownis’ Trans TV, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin 19 maret 2018
Tudingan itu terjadi lagi saat Mytha Lestari mengumumkan kehamilannya yang tengah memasuki usia empat bulan, di Instagram. Ia juga sempat membalas komentar tersebut dan menjelaskannya.

“Terus udah gitu yang paling kesel ketika gue hamil nih mungkin insting keibuan gue kali ya. Pas lagi hamil di kehamilan pertama gue sengaja nggak mau kasih tahu pas udah masuk 6 minggu karena buat gue kalau belum sampe 12 minggu masih rawan karena sepupu-sepupu gue banyak banget yang miscarriages di umur (kandungan) segitu jadi gue banyak belajar juga tidak mengulangi kesalahan yang sama kan udah akhirnya gue memutuskan untuk kasih tahu tanggal 14 Februari kemarin, dan itu saat umur kehamilan gue sudah 14 minggu,” imbuh pelantun ‘Denganmu Cinta’ itu.

“Nah terus udah gitu udah 14 minggu semua orang ‘wah hamil duluan nih kayaknya nih’ , ‘kok udah gede aja baru nikah’ udah diem, diem, diem tiba-tiba kayak kemaren lagi foto pake hashtag #17weeks ada yang ngomong lagi ‘wah udah gede aja baru nikah, udah 17 weeks hamil duluan yah’ wah ini waktunya gue menjelaskan akhirnya gue ngejelasin dan ternyata tanpa janjian suami gue pun panas kayak gue nulis suami gue juga nulis padahal kita sama sekali nggak janjian karena gue lagi dimana dia lagi dimana,” sambungnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makassar – Seorang mahasiswa Herlangga (21), ditangkap aparat kepolisian lantaran melakukan aksi pencurian sepeda motor (curammor). Pelaku diketahui, ia telah belasan kali beraksi.

Tim Resmob Polda Sulsel, meringkus pelaku di Jalan Gunung Lompobattang Makassar, beserta barang bukti sepeda motor yang disembunyikannya, di sebuah rumah kosong di Jalan Nuri, pada Jumat 16 Maret 2018 dini hari.

Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara mengatakan, polisi terpaksa melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas, lantaran saat hendak dibawa ke tempatnya melakukan pencurian sepeda motor, Herlangga berusaha kabur.

“Pelaku berusaha melarikan diri. Meski diberi tembakan peringatan ke udara tetap tidak dihiraukan, hingga terpaksa dilumpuhkan di kedua kakinya,” ungkap AKP Edy Sabhara, pada hari Jumat 16 Maret 2018 sore.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan Tim Resmob Polda Sulsel, Herlangga diketahui melakukan aksinya di dua wilayah di Sulawesi Selatan.

“Sudah 11 kali beraksi, antaranya di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa,” Kata AKP Edy.

Edy menambahkan, dari aksinya tersebut, pelaku kerap melalukan pencurian sepeda motor di kawasan keramaian pantai losari, Kota Makassar.

“Pengakuannya itu tujuh kali melakukan curanmor di wilayah hukum Polsek Ujung Pandang, diantaranya seperti di Anjungan Pantai Loasari,” lanjutnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku beserta barang bukti sepeda motor curianya langsung dibawa ke Mapolsek Ujung Pandang, untuk diproses hukum. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Secara sederhana, tabrak lari berarti peristiwa tabrakan, yang menabrak pergi meninggalkan korbannya. Alasan penabrak meninggalkan korbannya bisa bermacam-macam, tetapi yang paling sering adalah karena takut.

Takut untuk bertanggung jawab, takut karena merasa bersalah dan yang akhir-akhir ini terjadi, si penabrak takut dikeroyok,
baik oleh korban atau oleh orang-orang lain yang bersimpati kepada korban.

Menurut Rifat Sungkar, pemerhati otomotif Indonesia, dalam membahas kasus tabrak lari kita harus melihat dulu peraturan yang mengaturnya.

Di dalam UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada Pasal 312, disebutkan

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).”

Jadi menurut Rifat, secara hukum sudah jelas tabrak lari adalah suatu tindakan yang salah dan bisa dikenakan hukuman penjara maupun denda.

“Dalam suatu kasus tabrak lari, sebenarnya ada dua pihak yang terlibat, penabrak dan yang ditabrak atau korban. Artinya kesalahan bisa terjadi pada kedua belah pihak, oleh karena itu, seperti selalu saya ingatkan, saat kita berkendara kita selalu harus berhati-hati dan bertanggung jawab supaya insiden kecelakaan yang menyebabkan tabrak lari tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Rifat juga menambahkan bahwa dalam berkendara kita juga harus menghormati pengendara-pengendara lain, karena pada dasarnya semua pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Fenomena yang akhir-akhir ini terjadi adalah terjadinya tabrak lari karena penabrak takut harus berhadapan pihak ketiga yang bersimpati kepada korban tetapi dengan melakukan perusakan dan pengeroyokan.

“Saat kita berada di jalan dan melihat ada kecelakaan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menolong korban. Bukan lalu menjadi emosi dan melakukan hal-hal yang tidak perlu terhadap penabrak. Kalau si penabrak lari, yang kita harus lakukan adalah mencatat nomor polisi kendaraan yang menabrak beserta ciri-cirinya. Setelah itu bisa kita laporkan ke polisi,” ujarnya.

Satu hal yang perlu kita hindari saat terjadinya tabrak lari adalah secara emosional turut serta beramai-ramai mengejar si penabrak, karena bisa menimbulkan korban-korban lain yang tidak perlu.

“Kan bisa saja si penabrak karena takut dan panik lalu menabrak orang dan kendaraan lain, demikian juga kita yang solider mengejar, malah juga bisa menambah korban,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang penjual bakso keliling di Kota Makassar bernama Rinto Daeng Sitaba (32) mendadak ramai diperbincangkan karena penampilannya.

Pasalnya, setiap hari dia mendorong gerobak menjajakan bakso dengan penampilan layaknya pegawai kantoran, yaitu dengan mengenakan kemeja, celana kain hingga jas, dasi dan sepatu pantofel. Warga Jalan Tanggul Patompo ini bahkan selalu terlihat rapi dan bersih saat menjajakan baksonya setiap hari.

Rinto sumringah ketika ditanya alasannya selalu berpakaian seperti pekerja kantoran saat berkeliling menjual bakso. Dia mengaku sangat senang berpenampilan seperti itu.

Apalagi, para langganannya juga ikut senang membeli bakso karena pedagangnya bersih dan rapi.

“Saya memang suka bersih dan rapi. Ini juga saya terinspirasi dengan gayanya James Bond. Itu idolaku sejak kecil hingga kini. Semua film-film James Bond yang versi dulu sampai sekarang sudah saya nonton berulang-ulang kali,” ungkapnya saat ditemui di rumah sepupunya yang juga menjadi tempat tinggalnya, Rabu 7 Maret 2018.

Rinto mengatakan sudah berpenampilan seperti ini sejak lama. Pria yang sudah berjualan bakso selama 18 tahun ini merasa tidak semangat berdagang jika tidak bersih dan rapih.

Bukan tanpa sebab.

Menurut Rinto, sejak kecil, dia dididik oleh almarhumah ibunya, Bambo Daeng Rannu, untuk selalu rapi sejak masih duduk di bangku kelas III SD.

Rinto mengenang, ibunya sebenarnya ingin dia menjadi tentara sehingga profesi itu juga menjadi cita-citanya. Namun, karena sang ibu sudah meninggal sejak dia kecil, kandas pulalah cita-citanya.

Anak kedua dari enam bersaudara ini terpaksa hidup menumpang di rumah keluarganya dan harus memutar otak untuk hidup dari hari ke hari.

“Waktu kecil, ibu selalu elus-elus kepalaku dan mengatakan kamu jadi tentara ya, Nak. Tapi cita-cita itu kandas, karena saya putus sekolah dan harus mengurus diriku sendiri. Sedangkan saudara-saudaraku yang lain terpencar menumpang di rumah keluarga yang lain. Ada sama nenek dan ada pula di keluarga yang lain,” tuturnya.

Sepeninggalan ibunya, Rinto pun putus sekolah dan tinggal bersama kakak sepupunya, Nawir Daeng Lau.

Sementara itu, ayahnya, Daeng Nuntung, yang berprofesi sebagai tukang becak, telah menikah lagi dan tinggal bersama istri keduanya.

Awalnya, sang ayahlah yang mempunyai bisnis bakso keliling yang dijalankan oleh Rinto dan enam rekannya yang lain.

Namun, karena kondisi kesehatan Daeng Lau kurang memadai, Rinto yang diminta pergi berbelanja ke pasar hingga membantu membuat bakso. “Kalau saya membuat bakso, pakai topi dan pakai celemek. Pokoknya saya jaga kebersihan dagangan saya. Sampai saya jualan keliling, saya tetap berpakai bersih dan rapi seperti ini,” katanya. (***)

sumber: kompas.com

“Kami tenangkan pikiran dulu, baru pikirkan tentang kemungkinan pergantian pelatih”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Paris – Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi sangat geram dengan tersingkirnya Les Parisiens dari Liga Champions musim ini.

Nasser hadir di stadion Parc des Princes ketika Dani Alves dan kawan-kawan dipermalukan 1-2 oleh Real Madrid, pada laga leg kedua babak 16 besar, Rabu 7 Maret 2018 dini hari WIB.

Kekalahan tersebut melengkapi hasil negatif pada leg sebelumnya di markas Madrid, Santiago Bernabeu bulan lalu. Kala itu, PSG dihajar 1-3. Nasser pun segera akan mengevaluasi kinerja pelatih PSG Unai Emery.

“Kami akan menenangkan dulu pikiran baru kemudian memikirkan tentang kemungkinan pergantian pelatih. Satu yang jelas, untuk saat ini kami sedang sangat kecewa,” kata Nasser dikutip dari ESPN, Rabu.

Triliuner asal Qatar ini tak memungkiri ada banyak hal yang membuatnya murka. Selain soal kekalahan, Nasser juga kesal dengan reaksi para pemain PSG.

Menurut Nasser, tak ada sedikitpun rasa senang yang bisa dibawa pulang.

“Kami benar-benar kesal,” kata Nasser.

Pemilik sejumlah media olahraga dan internasional ini mengatakan, PSG seharusnya bisa meraih hasil lebih. Pada babak pertama, pasukan Kota Paris bisa bermain dominan dibanding Madrid.

“Kami dominan, yang kurang hanyalah gol. Kartu merah Marco Verratti kemudian mengakhiri laga. Kami akan berkerja keras lagi, kami harus memberikan sesuatu yang berharga kepada klub dan suporter,” kata Nasser. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Bagian (Kabag) Humas Rumah Sakit Syekh Yusuf, Muhammad Taslim mencurigai telur yang di dalam tubuh Akmal (14) sengaja dimasukkan sendiri. Sebab, secara logika medis tak mungkin telur itu bisa berada di saluran pencernaan.

“Sejauh ini kecurigaan kita seperti itu. Tapi kan kita nggak lihat langsung. Tapi kecurigaan kita ada sengaja dimasukkan. Tapi kita tidak lihat,” kata Taslim saat dihubungi, Senin 19 Februari 2018.

“Kalau secara ilmiah tidak mungkin ada telur di dalam tubuh manusia. Itu tidak mungkin, apalagi itu di salur pencernaan,” imbuhnya.

Diketahui, Akmal, bocah asal Gowa, Sulsel, mengeluarkan telur dari tubuhnya sejak 2015. Terakhir malam kemarin 18 Februari 2018 ia diberitakan kembali mengeluarkan dua butir telur.

BACA: Akmal, Remaja Ini Kembali Bertelur di Rumah Sakit

Setelah melalui pemeriksaan, kata Taslim, kondisi tubuh Akmal dalam keadaan normal. Asal muasal telur itu bisa berada di dalam tubuhnya tidak bisa dijelaskan.

“Nggak ada. Semuanya normal,” sebutnya.

Belum ada observasi lebih lanjut soal dua telur baru yang dikeluarkan oleh Akmal. Namun, Taslim mengatakan telur-telur yang pernah dikeluarkan pada 2015 dinyatakan sebagai telur ayam biasa.

“Dua tahun lalu kita minta ada pemeriksaan itu telurnya. Tapi saya tidak tahu hasil terakhir. Tapi setahu saya terakhir dicek bahwa itu hanya telur ayam. Kalau yang saat ini saya belum konfirmasi lagi,” ucap Taslim.

Hingga kini Akmal masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Syech Yusuf Sungguminasa dan rencananya akan menjalani isolasi selama tujuh hari guna mengungkap penyebab keberadaan telur di dalam tubuhnya.

Tak Pernah

Sementara itu, ayah Akmal, Rusli, menegaskan, anaknya tidak pernah menelan telur secara bulat-bulat.

“Tidak pernah dia makan telur bulat-bulat, telur utuh, buat apa?” ujar Rusli saat dikonfirmasi.

Rusli juga membantah adanya isu santet terhadap anaknya. Dia sampai saat ini tidak tahu penyebab anaknya mengeluarkan telur dari tubuhnya.

“Saya ini imam di kampung saya, tidak ada santet. Saya hanya percaya pada Maha Kuasa,” ucapnya.

Rusli berharap hasil penelitian medis kedokteran bisa menjawab apa yang diidap anaknya. Dia mengatakan, sudah ada telur yang dipegang dokter untuk diteliti.

“Sudah ada yang diteliti dokter tapi belum ada hasilnya,” ucap Rusli. (***)

sumber: hariansib.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Marc Marquez dan Dani Pedrosa kembali datang ke Indonesia untuk meluncurkan motor baru tim Repsol Honda. Kunjungan keduanya kali ini sangat singkat.

Tim Repsol Honda untuk keempat kalinya meluncurkan motor balapnya di Indonesia. Acara ini berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 20 februari 2018 siang WIB.

Seperti yang sudah-sudah, Marquez dan Pedrosa turut hadir dalam acara ini. Keduanya menginjakkan kaki di Indonesia pada Senin 19 Februari 2018 malam WIB, setelah terbang dari Thailand.

Sebelum secara resmi meluncurkan motor balap musim 2018, keduanya tampil di acara launching produk baru pabrikan asal Jepang tersebut. Marquez dan Pedrosa mulai memperlihatkan batang hidungnya di area acara pukul 10.35 WIB.

Sebelum memulai acara peluncuran motor MotoGP 2018, Marquez dan Pedrosa lebih dulu menjalani sesi wawancara dengan beberapa media termasuk detikSport pada pukul 12.00 WIB.

Sesi tanya jawab antara Marquez-Pedrosa dengan wartawan berlangsung sekitar lima menit. Selanjutnya, kedua pebalap keluar ruangan untuk makan siang sebelum memulai acara utama, yakni peluncuran motor MotoGP 2018.

Marquez dan Pedrosa tak berlama-lama di Indonesia. Selepas acara nanti, kedua pebalap ini akan meinggalkan Indonesia pada malam harinya menuju Spanyol. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Seorang warga negara asing yang diduga sebagai warga Malaysia inisial SL (65) ditemukan tewas membusuk di dalam kontrakannya di Gang Nuri, Batu Lipai RT 06 RW 02, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Senin 19 Februari .

Diperikaran korban sudah meninggal sejak sepekan lalu. Selain dalam keadaan tidak berpakaian, jasad laki-laki paruh baya yang akrab dipanggil suhu ini sudah membiru dan menyebarkan aroma busuk.

“Sudah satu minggu tidak pernah keliatan lagi, tadi siang tercium bau busuk dari dalam rumah dan banyak lalat,” kata salah seorang tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, menurut Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Karimun, IPTU Brasta Pratama Putra membenarkan, bahwa jasad pria yang biasa dipanggil suhu tersebut diperkirakan meninggal satu minggu yang lalu.

“Kita lakukan olah TKP dan identifikasi awal terhadap korban, atas laporan dari masyarakat.

Diperkirakan sudah meninggal sekitar satu minggu, karena saat di temukan kondisi tubuh korban membiru dan mulai membusuk,” kata Brasta, saat diwawancara di lokasi kejadian.

Ditanya apakah ada tanda-kekerasan dirinya memgatakan, belum bisa memberikan keterangan terkait itu. Menunggu hasil dari tim dokter di RSUD Muhammad Sani Karimun.

“Soal itu kita tunggu hasil otopsi dari dokter RSUD, sekarang jenazahnya kita bawa ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut”, jelasnya. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Aparat kepolisian membuka kemungkinan untuk memeriksa Ratu Dangdut Elvy Sukaesih terkait dengan kasus narkotika yang diduga melibatkan anak dan mantunya.

Diketahui, kedua anak Elvy yang terjerat kasus itu adalah Dhawiya Zaida dan Syehan serta isterinya, Chauri Gita. Tak hanya itu, ada pula pacar Dhawiya yakni Muhammad.

Polisi memutuskan tidak menahan kakak Dhawiya, Ali Zaenal Abidin yang sempat diamankan saat penggerebekan dilakukan. Meskipun Ali positif narkotika tetapi dirinya tidak ikut menikmati sabu bersama dengan Dhawiya kala itu.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin mengatakan, pemeriksaan terhadap Elvy dapat dilakukan untuk menambah keterangan.

Hal itu dapat dilakukan juga mengingat lokasi penangkapan terhadap Dhawiya, Syehan dan Chauri yang sedang menikmati sabu di rumah Elvy.

“Semua akan kami minta keterangan. Untuk Elvy memang belum (diperiksa) tetapi kalau keterangan (dari para tersangka) sudah cukup, kami menilai cukup keterangannya,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 17 Februari 2018.

Calvin mengatakan, Elvy tidak berada di rumah saat pihaknya melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap Dhawiya, Ali, Syehan dan Chauri serta Muhammad.

Dhawiya, Syehan dan Chauri, Calvin menjelaskan, tinggal di dalam satu rumah yang sama dengan Elvy. Rumah milik Elvy tersebut diketahui memiliki bangunan yang besar.

“Mereka satu rumah, ibunya itu rumahnya besar di dalamnya keluarganya semua. Di dalam rumahnya yang bersangkutan (Elvy) saat penangkapan tidak ada di situ. Tidak ada di rumah,” tuturnya.

Pengembangan Penyidikan

Saat ini, kata Calvin, pihaknya masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap keempat tersangka tersebut. Dia juga akan menggali keterangan dari Ali meskipun dirinya tidak ditetapkan sebagai tersangka.

“Sejauh ini A bukan sempat datang, kami bawa ke sini, tes urine memang positif tetapi A ini tidak bersama-sama saat penangkapan. Kita masih punya waktu untuk pengembangan,” jelasnya.

Penangkapan terhadap keempat tersangka itu dilakukan pada Jumat 16 Februari 2018 sekitar pukul 00.30 WIB. Awalnya polisi lebih dulu menangkap Muhammad yang berada di depan halaman garasi rumah Elvy. Dari tangan Muhammad ditemukan sabu seberat 0,38 gram.

Setelah itu polisi melakukan penggeledahan ke kamar Dhawiya. Di kamar tersebut didapati Dhawiya bersama Syehan dan Chauri sedang menikmati sabu sebanyak 0,49 gram secara bersama-sama.

Usai menangkap Dhawiya, polisi juga mengamankan Ali yang berada di ruangan yang berbeda. Namun Ali tidak ditemukan memiliki sabu. Maka itu polisi membebaskan Ali usai diperiksa di Polda Metro Jaya.

Dhawiya, Muhammad, Seyhan dan Chauri dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magetan – Tak diketahui sebabnya, Wahyudi (35), warga Dusun Babar, Desa Bulugung, Kecamatan Plaosan, Magetan, mengamuk di rumahnya. Dia membacok 4 tetangga, satu di antaranya tewas. Diduga ia stres.

“Saat diinterogasi, jawabannya ngelantur,” kata Kapolsek Plaosan AKP Sukono via pesan Whatsapp, Sabtu 17 Februari 2018

Wahyudi juga tersenyum saat ditanya polisi terkait aksi brutalnya. Dia tak merasa bersalah. Tatapan matanya kosong.

“Diduga stres. Kami bawa ke RSJ dr Soeroto Ngawi,” jelas Sukono. Sebelum dibawa ke RSJ, Wahyudi diamankan di Mapolsek Plaosan.

Wahyudi mengamuk usai mencari rumput, Jumat 16 Februari 2018 sekitar pukul 16.30 WIB. Para tetangga berusaha menenangkan, 4 di antaranya malah jadi sasaran pembacokan. Warga menghubungi polisi. Wahyudi diamankan tanpa perlawanan.

Korban tewas atas nama Sutopo (70). Sedangkan korban luka adalah Waginem (53), Painem (50), dan Sutris (40).

Jari tengah tangan kiri Waginem putus dan Painem luka di kepala. Sementara Sutris luka memar pada pelipis mata sebelah kiri akibat tendangan pelaku. Ketiganya dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan.

sumber: detik.com