Diamankan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Muhammad Sofian warga negara Malaysia ditangkap Satresnarkoba Polres Karimun di pelabuhan tikus Desa Pongkar, Jumat, 21 September 2018.

Ia ditangkap karena menjadi kurir narkoba, dari tangan pelaku awalnya polisi menemukan dua paket sabu ukuran sedang. Setelah barang bawaan pelaku digeledah ditemukan sabu yang dikemas dalam 3 kantong bubuk teh.

“Awalnya petugas hanya mendapat dua paket kecil, Tapi setelah dilakukan penggeledahan pada barang bawaan pelaku, didapat tiga paket besar dari dalam tas. Setelah ditimbang beratnya 3.073 gram,” kata Hengky saat press rilis, Jumat, 21 September 2018.

Hengky menjelaskan penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat. Dari pengakuan pelaku barang tersebut dibawa melalui jalur laut.

“Saat ditangkap pelaku ini sedang berada di salah satu rumah warga sambil menanti seseorang,” jelas Hengky.

Ditambahkan Hengky, sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Kabupaten Karimun” Menurut pengakuannya akan diedarkan di sini (Karimun),” ucap Kapolres.

Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolres Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditangkap KPK bersama sembilan orang lainnya. KPK mengamankan duit ratusan juta rupiah dari operasi tangkap tangan (OTT).

“Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi commitment fee sebelumnya,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya, Selasa, 3 Juli 2018.

Duit ini diduga fee terkait transaksi penyelenggara negara di tingkat provinsi dan kabupaten Aceh.

Dari informasi yang dihimpun, Gubernur Aceh Irwandi ditangkap bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Ada delapan orang lainnya, termasuk non-PNS, yang ikut ditangkap.

“Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri atas dua kepala daerah dan sejumlah pihak non-PNS,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Polres Magelang menangkap seorang dukun bayi yang juga dikenal sebagai dukun pijat di Magelang. Perempuan 70 tahun tersebut diduga melakukan praktik aborsi ilegal di rumahnya selama puluhan tahun. Polisi menemukan 20 kantong janin yang dikubur di belakang rumah.

Yamini (70), warga Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, diamankan polisi. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan orang yang melakukan aborsi bayi atau dukun bayi.

Pemeriksaan barang bukti (Istimewa)

“Kemudian kami melakukan penyelidikan dan ternyata memang betul, kemudian kita melakukan penangkapan terhadap tersangka dan barang bukti yang ada,” jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, Selasa, 19 Juni 2018.

Selain menangkap Yamini, Polres Magelang juga mengamankan pasangan suami istri siri yang meminta tolong jasa aborsi.

Yamini mengaku telah melakukan praktik aborsi ilegal tersebut sejak sekitar 25 tahun terakhir. Pasiennya warga Magelang dan sekitar. “Praktik aborsi yang dilakukan dengan cara pijat tradisional,” ungkapnya.

Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jawa Tengah dan petugas Inafis Polres Magelang melakukan pembongkaran halaman belakang rumah tersangka yang diakui sebagai tempat mengubur janin para bayi hasil aborsi.

“Dari hasil penggalian kuburan yang dilakukan di halaman belakang rumah tersangka, didapatkan sekitar 20 kantong jenazah janin. Tapi kita belum bisa memastikan berapa jumlah bayi yang dikuburkan,” jelas Hari Purnomo.

Hari menyebutkan, dari hasil pengakuan tersangka, ada sebanyak 8 bayi yang telah diaborsi. Meski demikian, dari hasil penelitian dan pencarian hingga Selasa malam, ada sebanyak 20 kantong yang ditemukan.

“Yang jelas, diduga jumlah bayi yang diaborsi lebih dari delapan karena setiap satu kantong plastik berisi satu orok,” ungkap Hari.

Dalam setiap kantong plastik, lanjut Hari, orok yang ditemukan sudah dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sudah berupa tulang belulang mulai batok kepala, tulang tangan, tulang kaki, ada yang sudah hancur, ada pula yang masih utuh.

Sementara, Dokter Subud Dokpol Dikkes Polda Jateng, AKBP Ratna Relawati, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah keseluruhan hasil aborsi yang dilakukan Yamini. Dari 20 kantong yang ditemukan, delapan di antaranya telah diteliti dan dirangkai tulang belulangnya.

“Ada yang sudah hancur dan tulangnya rapuh. Diperkirakan usia kandungan bervariasi saat diaborsi, mulai dari umur tiga bulan, enam bulan, hingga sembilan bulan,” terang Ratna.

Atas perbuatannya itu, Yamini terancam dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Sedangkan ibu korban aborsi dijerat Pasal 80 ayat 4 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 3 miliar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pria yang diamankan di Masjid Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Daan Mogot, Jakarta Barat, dan membawa senjata tajam (sajam) rupanya seorang tukang potong ayam. Ia tertidur di masjid lantaran sudah kemalaman untuk pulang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pria tersebut pernah tinggal di wilayah Jakarta Selatan. Namun ia pindah ke wilayah Waleri, Jawa Tengah.

“Karena yang bersangkutan habis masa berlaku SIM-nya, maka dia ke Jakarta mengurus KTP di Jakarta Selatan, ternyata kemarin menginap di masjid Satpas di sana,” ujar Argo saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 17 Mei 2018.

Karena pria yang diketahui berinisial Hajd Sutrisno (57 tahun) membawa sajam, ia dikenakan Undang-Undang Darurat dan terancam hukuman penjara hingga 10 tahun. Sementara ketika ditanya apa motif dia membawa sajam, alasannya untuk menjaga diri saja.

“Dia tukang potong ayam, pada saat ditangkap dia buang senjatanya, bukan dilempar ke petugas tapi dibuang,” jelas Argo.

Ia tidak menjelaskan apa alasan HS membuang sajamnya itu, karena masih dalam pemeriksaan.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Hajd Sutrisno (57 tahun) dibekuk petugas Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya pada Rabu, 16 mei 2018 lantaran dicurigai membawa senjata tajam (sajam). Dan benar saja setelah diperiksa ia membawa pisau, langsung diamankan. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purworejo – Satreskrim Polres Purworejo membekuk 5 kawanan sindikat spesialis pembobol uang nasabah di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Mereka melakukan operasi dengan cara ganjal tusuk gigi.

“Kami telah berhasil menangkap 5 orang tersangka terkait dengan tindakan pencurian uang nasabah bank dengan modus ganjal ATM dengan tusuk gigi,” ungkap Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi, Kamis, 3 Mei 2018.

Mereka ditangkap di sebuah hotel di Yogyakarta, masing-masing beinisial AS (39) asal Bandar Lampung, Lampung, TH (35) warga Kota Tangerang, H (35) dari Bandung, RS (29) warga Tanggamus, Lampung dan SG (26) asal Kabupaten Cimahi, Jawa Barat.

Penangkapan para pelaku dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan dari salah satu korban yang merasa kehilangan uang di ATM sebanyak 55 juta rupiah. Sebelumnya korban curiga dengan beberapa orang yang berusaha menolongnya di bilik ATM ketika kartu ATM tidak bisa dimasukkan ke dalam lubangnya.

Sebelum beraksi, para tersangka memiliki peran sesuai dengan tugas masing-masing. Setelah berhasil mengelabui korban, mereka segera menguras isi ATM milik korban. “Ada yang mengganjal lubang dan menukar kartu ATM korban, ada yang berpura-pura menolong sambil mengintai nomor PIN, ada yang mengawasi situasi, dan ada yang jadi driver,” lanjutnya.

Salah satu tersangka, TH, menjelaskan mesin ATM yang diincar adalah yang sepi dari pengawasan security. Sedangkan para korban rata-rata adalah kaum perempuan. “Yang kami incar cewek atau ibu-ibu, kalau bapak-bapak jarang,” tuturnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 20.524.000, potongan tusuk gigi, 6 kartu ATM , 5 buah HP, dan 2 unit mobil milik tersangka. Hingga kini polisi masih menyelidiki adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dalam sepekan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengamankan sebanyak 12,242 kilogram narkoba jenis sabu yang masuk melalui pintu masuk Batam.

“Ada tiga kasus yang berhasil kita ungkap dalam sepekan kemarin, dengan total barang bukti sabu-sabu seberat 12,242 kilogram dan 6 orang tersangka,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjend Pol Richard Nainggolan di Markas BNNP Kepri, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, 24 April 2018.

Keenam tersangka yang berhasil diamankan pihak BNNP Kepri yakni : Rz (29) diamankan di Pelabuhan Rakyat Batuampar, lalu dilekukan pengembangan, polisi berhasil meringkuk pengedar lainnya di Hotel Pelita, dan satunya lagi di hotel kawasan Nagoya, Rabu, 18 April 2018.

“Barang bukti dari ketiga tersangka ini, sabu-sabu seberat 1,590 kilogram,” jelasnya.

Pengungkapan lainnya dilakukan, Jumat, 20 April 2018 di Pelantar Pak Iskandar, Pulau Temoyong, Batam, Kepulauan Riau, dengan tersangka BS (42) dan HM (36).

“Mereka membawa dan mengedarkan sabu-sabu sebanyak 4,912 kilogram,” sebut Richard.

Keesokan harinya, BNNP kembali berhasil mengamankan satu orang lagi bandar sabu-sabu di depan Puskesmas Lubukbaja, Batam, dengan barang bukti 5,740 kilogram.

“Para tersangka ini termasuk sindikat narkoba jaringan internasional, karena semua barang bukti yang kita dapat dikemas dalam bungkus teh cina, dan diduga pemasuknya sama,” paparnya.

Lebih jauh disebutkannya, tersangka yang ditangkap ini hanya merupakan orang suruhan atau kurir. Mereka mendapat tugas untuk memasokkan barang haram ini dari Malaysia ke Batam.

“Bayaran mereka bervariasi antara Rp5 juta sampai Rp20 juta. Upah ini mereka terima untuk sekali bawa,” katanya.

Atas gencarnya penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Batam ini, Richard meminta kepada seluruh aparat keamanan terkait yang bertugas di pintu-pintu gerbang kedatangan internasional, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pendatang yang dicurigai.

“Narkoba ini musih bangsa, dan mesin perusak bangsa, untuk itu, kami apresiasi kesigapan rekan-rekan yang bertugas di pelabuhan maupun bandara atas kerja kerasnya, dan bersama kita tingkatkan pengawasan,” imbaunya. (bayu wasono)

sumber: batampro.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Tiga orang tenaga kerja asing (TKA) diamankan di Komplek Perkantoran PT Saipem, Selasa 27 Maret 2018.

Ketiga TKA ini diamankan oleh tim Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun atas dugaan pelanggaran izin keimigrasian.

Adapun ketiga TKA yang diamankan yakni dua diantaranya warga negara India yakni berisial VN dan SKT, sementara satu orang yaitu berinisal GDC warga negara Australia.

“Ketiga TKA diamankan karena hanya memiliki izin tinggal di Batam. Mereka bertiga ini bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Batam, VN sebagai Mechanical Advisor, SKT sebagai Quality Control Advisor dan GDC sebagai Safety Manager,” kata PLH Kepala Seksi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Kristian, Rabu, 28 Maret 2018 pagi.

Kepala Seksi Informasi Sarana Komunikasi Keimigrasian (Insarkomkim) Ryawantri Nurfatimah mengatakan ketiga TKA ini diduga melakukan pelanggaran izin keimigrasian. Diketahui ketiga TKA tersebut berada di PT Saipem untuk melakukan meeting.

“Keterangan dari ketiga TKA ini, mereka mewakili perusahaan di Batam untuk melakukan pertemuan ke PT Saipem,” katanya menjelaskan.

Ketiga TKA ini diduga melanggar pasal 75 ayat 1 serta pasal 122 huruf a Undang-undang No 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian yaitu, setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya. (riandi/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Siak – Polres Siak mengamankan dua orang status duda dan janda, Selamat Raharjo (50) dan Siti Wakdiyah (51). Keduanya ditangkap terkait mencetak dan mengedarkan uang palsu.

“Keduanya kita tangkap atas laporan masyarakat yang menerima uang palsu. Dari laporan itu dilakukan penyelidikan di lapangan dan akhirnya keduanya tertangkap,” kata Kapolres Siak, AKBP Barliansyah mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Jumat 23 Maret 2018.

Peredaran uang palsu ini awalnya dilaporkan Ariel, seorang pedagang ikan Koto Gasib, Siak pada 20 Maret 2018. Saat itu tersangka Siti membeli ikan sebanyak 7 kg. Pembayarannya dilakukan dengan uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak empat lembar.

“Korban menyadari dibayar dengan uang palsu, ketika uang tersebut diberikan kepada anaknya. Dari sana kasus uang palsu ini dilaporkan,” kata Barliansyah.

Pihak kepolisian lantas melakukan penyelidikan di lapangan pada Rabu (21/3). Pihak Polsek Koto Gasib melacak keberadaan pelaku yang akhirnya diketahui di Tualang.

“Dari informasi itu tim kita menangkap pelaku Siti di rumahnya. Dia kita tangkap saat akan pergi berjualan,” kata Barliansyah.

Di rumah tersangka Siti, ditemukan barang bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu. Dari pemeriksaan awal, Siti lantas mengaku jika uang palsu itu didapat dari Selamet Raharjo.

Polisi mengejar Selamat dan ditangkap di rumah kontraknya di Siak. Di rumah kontrakan buruh bangunan itu, ditemukan barang bukti printer sebagai alat pencetak uang palsu.

“Selanjutnya kedua tersangka ini diamankan bersama barang bukti uang palsu dan printer. Saat ini masih dilakukan pengembangan,” tutup Barliansyah. (***)

sumber: hariansib.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cilacap – Seorang pria berinisial DZ alias Dede ditangkap polisi di Cilacap. Dia mengaku sebagai anggota marinir yang merupakan kesatuan elit TNI AL.

Dia mengaku menjadi anggota marinir untuk memikat dan mengelabui cewek. Bahkan sudah tinggal serumah layaknya seorang suami istri di wilayah Kecamatan Sampang, Cilacap.

Pelaku tersebut diamankan oleh tim gabungan dari Polsek Sampang bekerja sama dengan Koramil Maos dan Lanal Cilacap. Saat diperiksa, dia tidak bisa menunjukkan bukti sebagai anggota marinir.

Selama 2 bulan, Dede yang mengaku warga Lampung itu tinggal di Desa Sampang, Kecamatan Sampang, Cilacap.Dia juga sempat mengelabui seorang wanita warga desa setempat dan dijanjikan akan dinikahi.

Pelaku sendiri (25) diamankan pada Rabu 14 maret 2018 lalu setelah mendapatkan laporan warga. Aparat kemudian memeriksanya dan diketahui dia bukan anggota marinir atau gadungan.

Awal kecurigaan dari masyarakat bermula ketika Marinir gadungan itu datang ke wilayah Sampang, namun Saat dimintai identitas oleh pihak RT ternyata selalu berkelit dengan berbagai alasan. Namun kalau ditanya mengaku sebagai anggota Marinir.

Selama 2 bulan tinggal di Desa Sampang itu tidak mencerminkan seorang anggota militer. Dia juga sempat berhubungan suami istri tanpa sebuah ikatan pernikahan.

“Kepala Dusun Sampang kemudian berkoordinasi dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Sampang, untuk selanjutnya berkoordinasi dengan intel Lanal Cilacap,” kata Kapolsek Sampang, AKP Suwoyo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa 20 Maret 2018

Setelah memperoleh data akurat tim gabungan kemudian mengamankan Marinir Gadungan tersebut dengan beberapa barang bukti diantaranya kaos marinir, tas ransel doreng, celana dan berbagai atribut militer. Kini marinir gadungan diamankan di Polsek Sampang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Dua Kapal bermuatan barang ilegal tanpa dilingkapi dokumen yang sah dari Malaysia berhasil diamankan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau Di perairan Karimun, Kepulauan Riau Sabtu, 17 Maret 2018.

Menurut Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau, Kedua kapal ini diketahui akan menyelundupkan barang ilegal ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri, Refly Feller Silalahi mengatakan, “Kedua kapal itu yakni KM BT 1 GT 33 dan KM Saudara diamankan karena membawa barang impor tanpa dilingkapi dokumen yang sah”.

“KM BT 1 GT 33 diamankan Satgas Patroli Bea dan Cukai Kepri menggunakan Kapal Patroli BC30001, sedangkan KM Saudara diamankan Satgas Patroli Bea dan Cukai Kepri menggunakan Kapal Patroli BC30004,” kata Refly dalam keterangan pers, Minggu, 18 Maret 2018.

Untuk kapal KM BT 1 GT 33, murni bermuatan ballpress, sedangkan di kapal KM Saudara masih ada sebagian yang belum siap diperiksa karena jumlah barangnya terbilang lebih banyak.

“Mulai dari charger atau electric cigarette component dan barang lainnya yang pemeriksaan belum dapat dilakukan secara mendalam,” ungkap Refly.

Selain barang muatan dan kedua kapal, petugas juga mengamankan delapan anak buah kapal, termasuk nahkodanya. (kmg/ria)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penumpang Malindo Air rute Kuala Lumpur-Dhaka, Mahmud Didar, diamankan petugas karena berbuat onar di dalam pesawat. Didar juga sempat telanjang.

Perihal aksi Didar ini terungkap dalam berita acara yang dituliskan petugas penerbangan pada Sabtu 3 Maret 2018 mengenai kejadian ini. Disebutkan, Didar menelanjangi diri sendiri tak lama setelah pesawat mengudara. Dia juga menonton video porno.

Petugas sempat memperingatkannya dan Didar menuruti. Dia memakai baju lagi. Namun keonaran belum berhenti.

Didar juga dilaporkan membuat keonaran lain yang benar-benar mengganggu orang lain. Saat pergi ke toilet, dia mendadak memeluk seorang pramugari. Mendapat laporan hal ini, kopilot langsung turun tangan mengamankan penumpang tersebut.

Kronologi kejadian ini juga diungkap media Malaysia, The Malaysian Insight, dalam laporan berjudul ‘Malindo ties up man mid-flight over indecent exposure’. The Malaysian Insight mengutip pernyataan penumpang yang melihat langsung kejadian ini.

Didar diketahui sebagai warga negara Bangladesh yang menempuh pendidikan di Malaysia. Didar ditangkap petugas keamanan bandara Dhaka sesaat setelah mendarat.

Malindo Air merupakan maskapai yang berafiliasi dengan Lion Air. Pihak Lion Air pun sudah meminta konfirmasi tentang kejadian tersebut kepada Malindo Air. Manajemen Lion sudah mendapatkan laporan kejadian itu tapi belum bisa berbicara detail.

“Kami mengkonfirmasi bahwa kami telah menerima laporan tersebut. Awak di kapal telah mengikuti prosedur operasi standar untuk menahan gangguan lebih lanjut ke penumpang.

Penumpang yang mengganggu tersebut langsung diamankan oleh tim keamanan bandara Dhaka pada saat kedatangan,” kata laporan pihak Malindo Air seperti disampaikan pejabat Humas Lion Air Ramaditya Handoko saat dimintai konfirmasi detikcom. (***)

sumber: detik.com

NARKOBA

Jumat | 02 Maret 2018 | 11:02

Artis Cantik Ini Diamankan BNN Terkait Narkoba

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Satu lagi artis yang terjaring karena narkoba. Kali ini menimpa pedangdut seksi Cupi Cupita.

Cupi diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN). Belum diketahui narkoba apa yang digunakan.

“Lagi lagi penyanyi artis cupi cupita dan sahabatnya telah dibawa dan diperiksa kesatuan narkoba BNN,” tulis pesan singkat yang didapat detikHOT, Jumat 2 Maret 2018.

Hari ini rencananya BNN akan menggelar konferensi pers terkait Cupi Cupita. “Hari ini di kantor pusat BNN Cawang pkl 15.00 wib akan digelar preskon perihal tersebut. Ttd Deputi BNN,” katanya lagi dalam pesan tersebut.

Ini sudah kesekian kali artis terjerat narkoba. Sebelumnya ada Rizal Djibran, Fachri Albar, dan Roro Fitri yang bermasalah karena kasus tersebut. (***)

sumber: detik.com

KRIMINALITAS

Selasa | 27 Februari 2018 | 12:56

Premium Dijual Sebagai Pertamax, Pengawas SPBU dan Sopir Diamankan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Polisi mengungkap penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dua orang dijadikan tersangka. Terungkap keduanya sudah tiga tahun terakhir melakukan tindak pidana tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, kedua tersangka memalsukan BBM subsidi kemudian menjualnya sebagai BBM non subsidi. Kedua tersangka itu berinisial EP (39), warga Nganjuk sebagai sopir truk Pertamina dan IH (33) warga Surabaya sebagai pengawas SPBU.

“Jadi keduanya ini memalsukan penjualan BBM Subsidi dijual dengan harga non subsidi. BBM premium dimasukkan dalam tangki tanam yang seharusnya untuk pertamax serta bio solar dimasukkan ke dexlite,” kata Barung di SPBU Tegalsari, Selasa 27 Februari 2018.

Modusnya, BBM yang seharusnya diorder SPBU di luar Surabaya selalu dibelokkan ke SPBU Tegalsari. “Proses pendistribusian sehari ada 1,8 ton yang seharusnya masuk ke daerah lain dikencingkan disini. Caranya memasukkan BBM subsidi ke tangki BBM non subsidi yang sebelumnya sudah ada isinya, jadi dioplos,” ungkapnya.

Dari keterangan kedua tersangka, aksi tersebut sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

“Mengakunya sudah tiga tahun terakhir dengan keuntungan masing masing tersangka antara Rp 7 juta hingga Rp 18 juta/bulan,” tambahnya.

Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya nozzle atau selang untuk memasukkan BBM dari truk ke tangki serta rekaman aksi keduanya dan bukti transaksi pembelian dan pengiriman.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain termasuk dari pemilik SPBU maupun dari corporate Pertamina. Untuk saat ini yang kami amankan perorangan dan tidak menutup kemungkinan dari sisi perusahaannya,” pungkas Barung. (***)

sumber: detik.com

HIBURAN

Kamis | 15 Februari 2018 | 10:23

Duh, Artis Kaya Raya Ini Diamankan Polisi Dugaan Narkotika

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Satu lagi artis yang menambah deretan selebriti pengguna narkotika ditangkap aparat kepolisian. Setelah Fachri Albar, kini artis Roro Fitria ditangkap polisi atas dugaan narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan membenarkan adanya penangkapan artis bernama lengkap Raden Roro Fitria Nur Utami itu.

“Iya betul,” jawab Suwondo saat dimintai konfirmasi oleh detikcom, Kamis 15 Februari 2018.

Roro ditangkap tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, tepat di hari valentine 14 Februari 2018 kemarin. Roro ditangkap di rumahnya di Patio Residence, Jakarta Selatan.

“Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan,” ujar Suwondo.

Roro Fitria dikenal sebagai disk jockey (DJ), sekaligus model seksi. Dia kerap memamerkan kemewahannya, salah satunya koleksi mobil sport-nya.

Dengan ditangkapnya Roro Fitria, menambah panjang deretan artis yang diciduk polisi gara-gara narkoba.

Sebelumnya, polisi menangkap artis Jennifer Dunn dan kemarin, polisi juga menangkap aktor Fachri Albar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Direktorat Polairud Polda Kepri mengamankan 7.122 botol minuman keras (Miras) ilegal.

Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes Teddy J.S Marbun mengatakan kasus ini diungkap berawal dari tertangkapnya seorang supir berinisial SFP yang membawa muatan 125 karton minuman keras ilegal berbagai merek.

Dari hasil pengembangan, mengarah pada sebuah gudang yang ada di jembatan 6 Barelang.

“Di gudang tersebut, kita menemukan 471 karton miras. Setelah dihitung kembali ada 596 karton dan 7.122 botol miras ilegal,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, tambahnya, terdiri dari minuman keras bermerek Black Label, Countro, Bacardi, Chivas, Red Label, Martini, Carlo Rosi, dan minuman lain.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, barang-barang tersebut didatangkan dari Singapura yang diselundupkan ke Batam dengan menggunakan Speed bermesin lima,” tambahnya.

Selanjutnya, supir dan barang bukti yang ada langsung diamankan aparat kepolisian.

Akibat perbuatannya, petugas menjerat para tersangka dengan Pasal 102 huruf B dan E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 Tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 Miliar. (kmg/bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – KRI Lepu-861 di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmabar melakukan penangkapan terhadap kapal motor bernama lambung KM Zaki Jaya yang berlayar tanpa dokumen resmi di sekitar perairan Selat Riau pada Minggu 28 Januari 2018.

Sebagaimana dilansir dari lamaan Koarmabar.tnial.mil.id, diketahui penangkapan tersebut berawal saat KRI Lepu-861 tengah melaksanakan patroli laut di perairan kepulauan Riau.

Dalam operasi tersebut, intelijen mengabarkan adanya dugaan kapal yang sedang melaksanakan pelayaran di sekitar perairan Batu Besar Selat Riau membawa muatan ilegal.

Mendapati informasi tersebut, KRI Lepu-861 pun langsung bergerak cepat menuju sasaran. Dan pada koordinat 01º 06’ 50” LU – 104º 10’ 50” BT, terlihat kapal yang mencurigakan pada baringan 190 haluan utara dengan kecepatan 5 knots.

Kemudian langsung dilakukan deteksi lanjutan dengan menggunakan teropong, dan diketahui kontak tersebut tidak menyalakan lampu navigasi sebagaimana mestinya.

Pada kesempatan tersebut, Komandan KRI Lepu – 861 Mayor Laut Rakhmad Widiyanto, S.E., segera memerintahkan prajuritnya untuk melaksanakan Peran Tempur Bahaya Umum dan dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan secara detail, nahkoda tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah. Dan didapati kapal bermuatan HSD atau solar sekitar 20 Ton tanpa dilengkapi dokumen.

Berdasarkan pelanggaran tersebut maka KM Zaki Jaya dikawal menuju Lanal Batam guna dilaksanakan proses hukum lebih lanjut. (kmg)

KRIMINALITAS

Selasa | 14 November 2017 | 10:28

Ngaku ISIS dan Ingin Bertemu Polisi, Pria Asal Banyumas Diamankan

MEDIAKEPRI.CO.ID, – SEORANG pria mengaku ISIS, Basulfi Tarsiwan diamankan anggota Polres Metro Gambir, Jakarta Pusat, Senin 13 november 2017 malam. Basufi diketahui mendatangi pos penjagaan dan berniat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saat ini dilakukan pendalaman di Polsek Gambir,” kata Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Asep Guntur di Jakarta, dikutip dari merdeka.com, Selasa 14 november 2017.

Pria asal Banyumas itu, berlalu lalang di depan Istana Kepresidenan kemudian mendatangi pos penjagaan berniat untuk menemui Jokowi.

Petugas jaga mencurigai Basulfi lantaran niat bertemu Presiden Jokowi tidak sesuai prosedur sehingga mengamankan pria tersebut.

Saat akan diamankan, Basulfi melakukan perlawanan dengan menyerang petugas dan menyebut ISIS.

Asep menuturkan polisi masih menyelidiki motif dan latar belakang Basulfi yang berusaha memasuki kompleks Istana Kepresidenan. (***)

sumber: galamedianews.com