Disampaikan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Selain melaksanakan kunjungan kerja ke Satuan Kodim (Komando Distrik Militer) 0720/Rembang dalam rangka memberikan paparan kesiaapan TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa) Reguler ke-103 TA. 2018 Kodim 0720/Rembang.

Komandan Korem 073/Makutarama (Kolonel Arm Erwansyah, S.I.P, M.Hum), didampingi oleh Komandan Kodim 0720/Rembang (Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S.Sos), beserta Kasi Intel Korem 073/Mkt, Kasiter Korem 073/Mkt dan rombongan lainnya termasuk Komandan Koramil 08/Sluke (Kapten Arh Sumjian), melaksanakan kunjungan ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), yang beralamat di Jalan Raya Semarang-Surabaya Km.130, Desa Leran, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang.

Dalam rangka memberikan pengarahan kepada anggota pendampingan Kualitas dan Kuantitas Batu Bara yang bertugas disana, sebagai wujud rasa kepedulian pimpinan kepada anggotanya, juga menjalin tali silaturahmi yang selama ini sudah berjalan dengan baik dengan PLTU, karena PLTU juga merupakan Obyek Vital Negara. Jumat 12 Oktober 2018.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak PLTU Rembang atau PT. PJB UBJOM (Perusahaan Terbatas Pembangkit Jawa Bali Unit Bisnis Jasa Operasi & Pemeliharaan) yang sudah menerima kami dengan baik, diharapkan hubungan yang sudah baik ini agar senantiasa selalu dan tetap dijaga, dan saya juga berharap agar PLTU Rembang turut serta dalam mendukung demi suksesnya TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang, di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang”. Kata Danrem 073/Makutarama.

Dalam menjalankan aktifitas untuk memproduksi listrik, PLTU Rembang membutuhkan kualitas Batu Bara yang baik, sehingga proses dalam Produksi dan hasil Produksinya Maksimal, PLTU Rembang mempunyai dua Turbin (Mesin) Produksi yaitu Unit 10 dan unit 20, dimana kekuatannya adalah 2 x 315 MW (Mega Watt), sedangkan hasil Produksi listriknya digunakan untuk mencukupi kebutuhan Pulau Jawa dan Bali. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Pemkab Karimun menunda kelanjutan program vaksinasi, Imunisasi Measles/Campak dan Rubella (MR) ke sekolah-sekolah. Hal ini disampaikan langsung Bupati Karimun Aunur Rafiq belum lama ini.

Penundaan dikarenakan adanya pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat di media nasional mengenai belum adanya kepastian halal dari vaksin tersebut.

“Ada surat dari Gubernur dan Menteri Nalam Negeri itu dilaksanakan. Tetapi di media Sekjen MUI menyampaikan vaksin ini ada menandung hal yang menurut agama islam tidak memiliki kehalalan,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Dengan adanya pernyataan dari MUI Pusat tersebut, Rafiq mengatakan pada saat ini Pemerintah Daerah tidak memaksakan masyarakat untuk mengimunisasi MR anak-anaknya.

Meskipun program imunisasi MR tidak dilaksanakan seperti yang diinginkan sebelumnya, namun bagi yang tetap mau memberikan anaknya vaksin MR, puskesmas-puskesmas masih memberikan layanan. Karena saat ini vaksin MR masih menjadi satu-satunya tindakan perventif yang ada.

“Tapi saya imbau pada masyarakat yang memang memahami dan mau tentang (vaksin MR) ini silahkan. Jika tidak mau karena alasan akidah maka kita tidak boleh paksakan. Dan pernyataan MUI dapat menjadi rujukan,” ucap Rafiq.

Rafiq menyebutkan Pemerintah Daerah telah melakukan rapat sementara dengan Dinas Kesehatan. Selanjutnya Pemerintah juga akan membahas hal ini dengan MUI Kabupaten Karimun. (kmg)