Diskusi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Belum lama ini Wakil Ketua II DPRD Natuna, Daeng Amhar, mengunjungi SD 003 Pengadah Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna.

Kedatangan Daeng Amhar untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan pihak Sekolah. Tidak hanya sebatas diskusi, Amhar juga menyusuri setiap sudut bangunan sekolah, meliha- lihat langsung  kondisi sarana dan prasarana yang ada di SDN 003 Pengadah.

Ia menyarankan pihak sekolah untuk membuat usulan kepada dinas terkait, untuk di perjuangkan melalui apa yang menjadi wewenangnya di DPRD Natuna.

Apa lagi menurutnya Sekolah adalah tempat tumpuan harapan bagi anak- anak untuk mengenyam pendidikan supaya menjadi generasi penerus di daerah kedepan nya.

Daeng Amhar meninjau gedung sekolah

“Jika ada usulan, silahkan sampaikan kepada  Dinas terkait, Nanti akan saya bantu perjuangkan melalui DPRD Natuna. Sebab sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama. Anak-anak didik harus mendapatkan sarana belajar yang nyaman dan layak,”terangnya.

Daeng Amhar juga menyempatkan diri melihat jalan menuju SD 003 Pengadah yang masih butuh perbaikan.

“Nanti akan kami usulkan kepada Pemkab Natuna supaya jalan menuju ke sekolah menjadi bagus dan anak-anak ke sekolah merasa lebih nyaman dan aman, ” Tutur Amhar.

Gedung SDN 003 Pengadah

Sementara itu, Kepala sekolah SDN 003 Pengadah, Supirman, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Wakil Ketua DPRD Natuna di sekolahnya.

Ia pun berharap, usai kedatangan anggota DPRD akan membawa dampak yang baik bagi peningkatan mutu pendidikan dan sarana prasarana di SDN 003 Pengadah. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, sedang gencar melakukan blusukan ke sekolah-sekolah, hal ini dilakukannya untuk menjalin tali silahturahmi sekaligus berdiskusi tentang permasalahan di sekolah.

Sebelumnya Ngesti telah mengunjungi SMAN 1 Bunguran Tengah beberapa waktu lalu, kini ia mengunjungi SMAN 1 Bunguran Selatan pada Senin 21 Januari 2019.

Seperti biasa, Wabup Ngesti memimpin Upacara setelah itu dilanjutkan memberikan sambutannya di depan para Murid dan Guru.

Suasana upacara di SMAN 1Bunguran Selatan

” Generasi muda adalah penerus pembangunan dan perjuangan bangsa. Untuk itu nasibnya menjadi tugas bersama untuk menyelamatkannya dari berbagai pengaruh negatif kemajuan pembangunan, ” kata Ngesti memulai sambutannya.

Lanjutnya, Untuk mampu menghadapi tantangan zaman dan persaingan global, kewajiban para generasi muda adalah membekali diri dengan keinginan untuk terus belajar, tidak hanya sampai pada tingkat SLTA, melainkan harus melanjutkan ditingkat perguruan tinggi dengan disiplin ilmu dan bekal pengetahuan yang lebih baik.

Menurut Ngesti, usia remaja saat ini sangat rentan dengan prilaku kenakalan remaja dimana salah satu penyebabnya adalah informasi global yang didapat dari internet, pengawasan yang kurang memadai serta pembekalan norma agama yang masih harus ditingkatkan.


Suasana upacara di SMAN 1Bunguran Selatan

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah telahpun bersinergi dengan pihak kepolisian untuk dapat terus mensosialisasikan berbagai prilaku kenakalan remaja yang harus dibendung.

” Hal ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat kenakalan remaja merupakan salah satu cerminan rusaknya mental dan terkikisnya moral generasi muda, ” tuturnya.

Ngesti juga menjelaskan, Walaupun pengelolaan dan pembinaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat sudah menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi, namun Pemerintah Kabupaten tidak akan tinggal diam jika terdapat permasalahan dalam proses belajar mengajar maupun proses pembenahan fasilitas dan sarana pendukung aktifitas sekolah.

Ngesti menjadi pembina Upacara di SMAN1 bunguran selatan

Selain itu, Ngesti juga menambahkan bahwa sesuai Surat Edaran Bupati Natuna mengenai Kebersihan Lingkungan, pada intinya pemerintah daerah berharap adanya dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan kesadaran terhadap upaya pelestarian lingkungan sekitar.

Diantaranya dengan cara membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah plastik untuk selanjutnya dapat didaur ulang. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Berbagai acara menarik akan digelar di Jakarta hari ini yang dapat menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan, mulai dari diskusi sumpah pemuda, donor darah, pekan kreasi dan budaya, bazaar multiproduk hingga konser musik.

1. Omongan Budayo Vol 14: “Sumpah Pemuda Masa Kini: Ajak Presiden Datathon 1K Budaya Tradisi Nusantara”

Melalui aksi dan kegiatan ini, Sobat Budaya juga berupaya menyampaikan pesan #AjakPresidenDataBudaya.

Selain dilakukan di sosial media, kegiatan juga digelar di Auditorium JNE Pusat, Jalan Tomang Raya No. 11, Jakarta Barat, pukul 14.00 – 19.00 WIB.

2. Donor Darah 1000 Orang, Setetes Darah untuk Bangsa

Donor darah berhadiah utama satu unit motor digelar di Lt. GF Hall B & Drop Off, Mangga Dua Square, Jakarta.

3. Pekan Kreasi dan Budaya Bintaro 2017

Acara ini diadakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, akan ada pentas musik dan tari nusantara, juga bazaar multiproduk di sepanjang jalan Mawar raya Bintaro, Jakarta Selatan, pukul 07.00 – 23.00 WIB.

4. Simply Pop Up Market : Urban Culture Festival

Bazaar multiproduk dengan berbagai acara diskusi dan talkshow di Grand Indonesia, West Mall, Level 5, Jakarta.

5. IDN Soundscape Angkatan 2000an

Menampilkan berbagai artis mulai dari Kahitna hingga Slank di Eco Park Ancol, Jakarta. (***)

 

sumber: Antaranews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, M Nizar menyambut baik kedatangan tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau dalam melakukan kunjungan kerja untuk melakukan diskusi dan silatulrahmi ke Kabupaten Lingga, Rabu, 20 September 2017 siang.

M Nizar yang ikut hadir dalam diskusi dan silahturahmi ini menyampaikan rasa terima kasih nya kepada BPKP Provinsi Kepri yang datang ke Lingga. Dia mengharapkan silahturahmi ini dapat memberikan suatu pembelajaran yang didalamnya menyangkut tentang tata kelola pemerintahan yang baik.

“Saya ucapkan terimakasih. Saya minta seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa agar mengikuti diskusi ini dengan cermat. Jika ada yang perlu ditanyakan mengenai penyusunan anggaran dan yang lainnya, tanyakan saja,” ungkap Nizar.

Adapun kunjungan itu dilakukan BPKP Kepri ini sebagai bentuk silaturahmi sekaligus menggelar Forum diskusi bersama dengan seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa se-Kabupaten Lingga di Aula Junjungan Negri Kantor Bupati Lingga.

Kepala BPKP Provinsi Kepri, Panijo AK. MM. CA mengatakan maksud dan tujuan kunjungan mereka tidak lain ialah untuk lebih mempererat komunikasi dan kerjasama dengan Pemkab Lingga.

“Kita disini cuma silaturahmi sekaligus berdiskusi sama rekan-rekan OPD dan kades di Lingga nanti,” kata Panijo

Sebagai badan pengawas, dikatakan Panijo, BPKP sangat mendukung keinginan Lingga yang menginginkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih bebas dari praktik KKN.

“Kami mendukung. Cuma ada beberapa yang perlu saya sampaikan diantaranya adalah peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menuju opini Wajar Tanpa Pengecuajalian (WTP). perlu diperhatikan,” kata Panijo

Ia menjelaskan fungsi BPKP sebagai (quality assurance) guna memastikan secara memadai bahwa kegiatan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku guna mencapai tujuan organisasi.

Untuk itu diharapkan APIP Kabupaten Lingga pun dapat mengawal serta mendampingi pemerintah daerahnya.

Kemudian saat ini ia juga melihat masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, terutamanya terhadap laporan keuangan yang saat ini beropini Wajar Dalam Pengecualian (WDP).

“Saya sarankan beberapa hal untuk menuju Kabupaten Lingga yang lebih baik diantaranya yakni adalah peningkatan kualitas laporan keuangan yang saat ini masih beropini WDP. Dalam hal ini, BPKP melihat ada beberapa permasalahan yakni masalah aset dan juga terkait dengan pengelolaan keuangan desa,” sebut Panijo

Ia menambahkan untuk mencapai opini WTP atas laporan keuangan Pemkab Lingga, maka koordinasi antar OPD dengan pengelolaan aset tetap perlu ditingkatkan karena nilai aset tetap merupakan dominasi dari seluruh laporan keuangan.

Oleh karena itu, Panijo menegaskan persoalan Laporan Keuangan bukan semata tanggung jawab dari BPKAD saja, tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.

“Jika aset ini belum beres, mustahil bisa mendapat opini WTP. Dan aset ini tersebar diseluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga ini”, tegasnya. (bran/kmg)