Dunia

Christopher Columbus

HARI INI SEJARAH

Senin | 19 November 2018 | 0:06

Columbus, Penjelajah Dunia Pertama Injak Kaki di Puerto Rico

MEDIAKEPRI.CO.ID – Untuk pertama kali, setelah dilihat sehari sebelumnya, Christopher Columbus mendarat di pulau, 19 November 1493. Dia menamai pulau tersebut San Juan Bautista (kini Puerto Rico).

BACA: Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

Disadur dari wikipedia.org, Christopher Columbus yang lahir 30 Oktober 1451 – meninggal 20 Mei 1506 pada umur 54 tahun adalah seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia. Ia menyeberangi Samudera Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492.

BACA: Tarian Flores Sambut Aunur Rafiq di Tanjungbatu

Perjalanan tersebut didanai oleh Ratu Isabella dari Kastilia Spanyol setelah ratu tersebut berhasil menaklukkan Andalusia. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.

Sebelum kedatangan Colombus, Puerto Rico didiami oleh suku Taino di awal abad ke 7 masehi. Suku para penjelajah laut ini berkerabat dekat dengan suku Arawak di Amerika Selatan. Ketika Christopher Columbus tiba di sana tahun 1493 diperkirakan ada sekitar 50 ribu orang suku Taino. Colombus kemudian memberinya nama Pulau San Juan Bautista sebagai bentuk penghormatan kepada St. John the Babtist.

Permukiman Spanyol pertama dibangun di Cappara pada tanggal 8 Agustus 1508 menyusul beberapa tahun kemudian Spanyol mencaplok keseluruhan pulau. Perkembangan kota turut diwarnai dengan kedatangan para budak Afrika dan diikuti dengan semakin ramainya para pedagang. Hingga ke pertengahan abad ke 17 Spanyol berhasil mempertahankan Puerto Rico dari upaya pencaplokan oleh Belanda, Inggris, dan Perancis.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

Gerakan kemerdekaan sempat mencuat di Puerto Rico pada tahun 1868 namun kemudian menghilang seiring dengan dibentuknya pemerintahan Spanyol di Puerto Rico dan menjadikannya sebagai provinsi seberang lautan dan dikepalai oleh seorang gubernur.

Mendekati pengujung abad ke 19, dalam upaya memperkuat kendalinya terhadap kekuatan maritim di Karibia, pemerintah Amerika Serikat menawarkan dana 160 juta dolar kepada Spanyol untuk membeli Puerto Rico dan Kuba. Tawaran yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Spanyol.

BACA : Kata Bijak 9 Tokoh di Dunia, Ke-9 Penuh Inspirasi dan Bangun Motivasi

Tahun 1898 pemerintah Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Spanyol dipicu oleh pertikaian berkepanjangan di Kuba serta tragedi tenggelamnya kapal perang Amerika di lepas pantai Havana. Dan pada tanggal 25 Juli 1898 selama perang antara kedua negara, Amerika berhasil menginvasi Puerto Rico dan berujung kepada kekalahan perang Spanyol dan berakibat pada penyerahan kekuasaan Spanyol atas Puerto Rico, Kuba, Filipina, dan Guam kepada Amerika Serikat sebagaimana diatur dalam pernjanjian Paris.

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

Sejak itu, hingga awal abad ke 20 Puerto Rico berada di bawah kekuasaan militer Amerika, seorang gubernur ditunjuk untuk mengepalai pulau ini langsung oleh presiden. Pemerintahan setempat juga diberikan kekuasaan untuk mengontrol Puerto Rico namun pemerintah pusat Amerika tetap memiliki kewenangan hak veto. Sejak tahun 1917 warga Puerto Rico mendapatkan hak sebagai warga negara Amerika secara kolektif dan dengan sendirinya beberapa ribu warga pulau ini ditarik ke dalam dinas ketentaraan Amerika semasa perang dunia pertama.

BACA: Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

Meski warga Puerto Rico merupakan warga negara Amerika mereka tidak dapat ikut serta dalam pemilihan presiden karena kongres Amerika masih mempersyaratkan berbagai aspek bagi Puerto Rico untuk hal tersebut, sebuah perdebatan yang masih terus berlanjut hingga hari ini. (***)

LINGGA

Kamis | 25 Oktober 2018 | 11:30

Kiprah Pemuda Senayang yang Terjun ke Dunia Politik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Masalah organisasi sudah tidak diragukan. Karena ia memiliki segudang pengalaman dibidang organisasi. Tercatat mulai aktif di organisasi  KNPI Lingga PK Kecamatan Senayang,  dilanjutkan menjadi pengurus DPD KNPI Lingga periode lalu. Dengan sepak terjangnya ini, pantas pemuda ini disematkan tokoh yang bermentalkan  leadership.

Dia adalah Agusriawan. Putra terbaik kelahiran Kecamatan Senayang, 2 Agustus 1972 lalu ini mengawali jejak  karir sebagai panitia pemilu Kecamatan (PPK) tahun 2004. Hingga menjadi ketua Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten  Lingga  di tahun 2005. Selama jadi penyelenggara pemilihan umum, ia mengantarkan  pesta demokrasi pemilahan perdana presiden, yang saat itu  secara langsung dipilih oleh rakyat, dan pimpinan kepala Daerah perdana yakni H.Daria.

 Iwan sapaan akrab pemuda, pria yang dianugrahi dua buah hati ini, terus  eksis melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai penyelenggara pemilihan hingga tahun 2018. dan  mengantarkan Bupati Lingga  H.Alias Wello sekarang.

Selama menjalankan tiga periode menjabat Ketua KPU Lingga, banyak sumbangan pemikiran yang diberikan beliau  terhadap Kabupaten Lingga dan memiliki segudang prestasi diantaranya, mendapatkan penghargaan terbaik dari  Komisi Informasi Publik ( KIP) dalam keterbukaan informasi publik se Kepulauan Riau (Kepri),  pengolahan data pemilih untuk pemilu  terbaik  se Provinsi Kepri.

” Berbekal dari pengalaman organisasi yang dimiliki, ingin berbuat lebih banyak memberikan kontribusi untuk daerah terkhusus Kecamatan Senayang, ” ujarnya kepada mediakepri.co.id, Selasa 9 Oktober 2018.

Lebih jauh katanya, saat ini banyak yang belum bisa dirasakan masyarakat Senayang, terutama dalam perspektif pembangunan.

Diketahui, Iwan akan mencalonkan menjadi anggota DPRD DAPIL 2 Kecamatan Senayang pada tahun 2019 mendatang

Selain itu, sebagai putra berdarah Melayu, kontribusi di bidang budaya telah ditunjukkannya, saat ini dirinya menjadi pengurus di Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga bidang organisasi. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kuala Lumpur – Timnas Indonesia harus mengubur impiannya tampil di Piala Dunia U-17 tahun depan. Ini setelah Garuda Muda takluk 2-3 dari Australia di perempatfinal Piala Asia U-16.

Pada laga yang dihelat di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin, 1 Oktober 2018 sore WIB, Indonesia sebenarnya mampu unggul duluan di babak pertama lewat Sutan Diego Zico.

Tapi, Australia bangkit di babak kedua dan bergantian menjebol jala Indonesia lewat gol-gol Daniel Walsh, Adam Leombruno, dan Noah Botic, sebelum Indonesia mencetak gol kedua lewat Rendy Juliansyah,

Kekalahan ini mengandaskan asa Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U-17 Peru tahun depan. Sementara, itu Australia menyusul Jepang dan Tajikistan yang lebih dulu lolos.

Jalannya pertandingan

Laga di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin, 1 Oktober 2018 sore WIB, belum genap berjalan dua menit, gawang Indonesia sudah terancam. Mendapat umpan rekannya, Luke Duzel melepaskan sepakan keras yang masih menghantam tiang gawang.

Indonesia terus ditekan Australia dan tak berkesempatan mengembangkan permainan. Mereka malah nyaris kebobolan lagi pada menit ke-10 ketika Duzel berada dalam situasi satu lawan satu di kotak penalti, Tapi Ernando bisa menepisnya.

Di menit ke-15 Indonesia mendapat peluang pertama lewat Sutan Diego Zico tapi kiper Adam Pavlesic bisa mengadang bola sepakan tersebut.

Dua menit setelahnya Indonesia malah unggul duluan lewat gol Zico. Kesalahan lini belakang Australia dalam mengamankan serangan Indonesia membuat bola jatuh di kaki Zico dan lewat kaki kirinya, si kulit bundar ditempatkan di pojok kiri gawang.

Mampu unggul lebih dulu membuat Indonesia lebih percaya diri dalam membangun serangan dan menekan pertahanan Australia.

Indonesia memperoleh beberapa kesempatan untuk bikin gol tapi ketidaktenangan para pemain membuat peluang itu gagal.

Australia malah nyaris menyamakan kedudukan ketika kesalahan Komang dalam menguasai bola membuat Jordan Bos dalam posisi bebas di kotak penalti. Tinggal berhadapan dengan kiper, sepakan Bos bisa diadang Ernando pada menit ke-37.

Di lima menit terakhir babak ini, Indonesia mendapat dua kans untuk menggandakan keunggulan. Yang pertama dari Zico pada menit ke-43 tapi sepakannya bisa dihalau barisan belakang Australia.

Yang kedua dari Andre Oktaviansyah ketika tembakan jarak dekatnya dibendung Pavlesic. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum untuk keunggulan Indonesia.

Enam menit setelah restart, gawang Indonesia kebobolan setelah sepakan bebas dari sisi kanan disambut tandukan Daniel Walsh yang menjebol jala Ernando.

Setelah kebobolan, permainan Indonesia justru menurun dan tak mampu mengimbangi Australia yang terus menekan terutama dari sisi sayap. Lemahnya koordinasi pertahanan Indonesia yang dimanfaatkan betul oleh lawan.

Itulah yang jadi penyebab gol gawang mereka bobol lagi menit ke-65 sekaligus membuat Australia berbalik unggul 2-1. Kesalahan Bagas dalam menguasai bola direbut pemain Australia dan berakhir di Adam Leombruno yang melakukan overlap sebelum melepaskan sepakan kaki kiri ke pojok kiri gawang.

Gawang Indonesia bobol lagi di menit ke-72 dan lagi-lagi rapuhnya lini belakang jadi penyebabnya. Noah Botic lolos dari jebakan offside dan menggiring bola ke kotak penalti sebelum melepaskan bola ke tiang jauh gawang Ernando.

Meski tertinggal dua gol, Indonesia tak menyerah dan terus coba mencari gol tambahan. Ada peluang di menit ke-81 lewat Bagus Kahfi tapi bola sepakannya bisa ditepis Pavlesic.

Indonesia mendapat “napas” ketika pada menit ke-88, Rendy Juliansyah menjebol jala Australia usai memaksimalkan umpan lambung Brylian.

Di masa injury time, Indonesia sempat mendapat peluang lewat sepakan Bagus di depan gawang usai mendapat umpan dari sisi kiri. Tapi, bola malah melayang di atas mistar.

Skor 3-2 bertahan hingga laga usai untuk kemenangan Australia.

Susunan pemain

Indonesia: Ernando Ari, Komang Teguh, Fadillah Nur Rahman, Yudha Febrian, Bagas Kaffa, David Maulana, Brylian Aldama, Andre Oktaviansyah, Supriadi (Rendy Juliansyah 77′), Bagus Kahfi, Sutan Zico (Muhammad Salman Alfarid 15′)

Australia: Adam Pavlesic, Daniel Walsh, Jordan Bos (Tristan Hammond 62′), Ryan Teague, Birkan Kirdar, Noah Botic, Luke Duzel, Jordan Courtney-Perkins, Adam Leombruno, Joseph Roddy (Joshua Varga 62′), Thomas Lambiris. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Korban meninggal dunia di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), akibat gempa serta tsunami mencapai 832 orang. Data terbaru itu didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“(Sebanyak) 832 orang meninggal dunia,” ucap Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Ahad, 30 September 2018.

Sutopo menyebut jumlah itu terdiri dari 821 orang di Palu dan 11 orang di Donggala. Dia menyebut, meskipun jalur komunikasi masih terputus di Donggala, tetapi ada laporan yang didapat sehingga diketahui informasi mengenai korban meninggal dunia di Donggala itu.

“Korban meninggal dunia disebabkan oleh 2 hal yaitu tertimpa bangunan kemudian juga diterjang tsunami,” ucap Sutopo.

Dia mengatakan para korban meninggal dunia itu segera dimakamkan secara layak. Sutopo mengaku informasi paling teranyar sejauh ini didapat dari Palu, sedangkan 3 wilayah lain yang terdampak yaitu Donggala, Sigi, dan Parigi, terkendala jalur komunikasi yang putus.

“Yang bisa kita akses komunikasi hanya di Kota Palu, (sedangkan) untuk Donggala, Sigi, dan Parigi belum ada laporan tertulis (mengenai kondisi serta jumlah korban jiwa atau luka),’ sebut Sutopo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak semua mahasiswa yang telah menyadang gelar sarjana untuk mulai merealisasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan. Salah satunya untuk membangkitkan Kepri sebagai poros maritim dunia.

“Adik-adiklah yang menjadi generasi baru melanjutkan pembangunan Kepri agar segera tercapai tujuannya, menjadi poros maritim dunia, sumbangkan pemikiran dan ilmu yang telah kalian dapatkan,” ujar Nurdin dalam sambutannya saat menghadiri Wisuda XI dan Dies Natalis ke XI Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Sabtu, 15 September 2018.

Untuk itu, Nurdin mengajak semua hadirin yang hadir agar dapat memanjatkan doa agar UU tentang daerah kepulauan dapat segera terwujud. Karena ini menjadi perwujudan daerah dan kekuatan hukum yang sah dan baik ke depannya.

“Ini jalur ekonomi dunia dan menjadi leader ekonomi, dengan banyak hal untuk menjadi leader yaitu perubahan regulasi dan undang undang yang mengatur kemaritiman Indonesia,” lanjut Nurdin.

Apalagi kata Nurdin, sumber daya dunia ada semua di Indonesia. Artinya ini merupakan potensi yang besar bagi dunia, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat negeri ini. Fakta ini haruslah dapat dimanfaatkan.

“Kalian inilah yang bisa menjawab tantangan dan pertanyaan ke depan nantinya, menjadikan negeri ini dengan kemakmuran,” tambah Nurdin lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga mengajak para mahasiswa dan mahasiswi untuk menjadi contoh bagi masyarakat sebagai pemberani kebenaran tentang jangan buang sampah sembarangan dan kelola sampah baik dan benar.

Sementara itu, Deputi Bidang Maritim Kementerian Kooordinator Kemaritiman Agung Subandono mengatakan Indonesia merupakan Negara maritim dengan 17.000 pulau yang mana sudah hampir 14.000 telah memiliki nama dan ini yang harus terus dikembangkan. Karna aset Negara harus terakomodir untuk dibangkitkan dalam mewujudkan kekuatan di poros maritim tersebut.

“Dengan perbatasan 10 Negara hanya 2 Negara yang bekerja sama tentang undang undang bersama, sedangkan 8 negara sisanya masih dengan konsentrasi dan untuk kerjasama,” kata Agung.

Rektor UMRAH Syafsir akhlus menyampaikan laporan Dies Natalis XI dan Wisuda Sarjana XI dengan mengangkat tema “Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0 dengan Cerdas, Jujur dan Mulia”.

“Tahun ini Umrah menerima mahasiswa baru sebanyak 1.357 orang, sehingga keseluruhan mahasiswa UMRAH sebanyak 7.383 orang “, kata Syafsir.

Pada 19 Program studi sendiri, sudah terakreditasi B sebanyak 15 Program studi. Pada wisuda kali ini mahasiswa yang mendapat IPK tertinggi ialah Irwanto dari Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan MoU antara Umrah dengan Pemerintah Provinsi Kepri kemudian MoU antara Umrah dengan Universitas Terbuka.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Asisten Pekonomian Syamsul Bahrum, Pj Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Kopinda berserta para tamu undangan lainnya. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam memanggil ahli Online Single Submission (OSS) dari pusat untuk melatih pegawai pemerintah dan dunia usaha terkait aturan baru ini.

Narasumber yang dihadirkan yaitu Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Benediktus Dwi Hari Prasetyo.

“Pesertanya dari 25 kawasan industri, melibatkan notaris juga. Ada sekitar 250 orang pesertanya,” kata Kepala DPM PTSP Batam, Gustian Riau di Hotel Harmoni One Batam Centre.

Pelatihan ini bertujuan agar OSS bisa segera diimplementasikan di Batam. Karena sistem baru ini diharapkan bisa berdampak baik pada dunia usaha.

“Banyak yang masih kebingungan, terutama bagaimana melakukan OSS ini. Maka segera kita lakukan pelatihan supaya pelaku usaha tidak kebingungan. Narasumber yang dihadirkan betul-betul yang lagsung menangani OSS ini. Karena itu kami suruh peserta bawa laptop, langsung praktik. Supaya tidak gamang, bertanya-tanya apa itu OSS,” kata dia.

Pertemuan ini juga akan ditindaklanjuti dengan pembahasan khusus mengenai Batam. Karena hampir semua daerah memiliki kondisi yang berbeda, jumlah izin pun berbeda-beda.

“Perizinan di daerah punya peraturan, SOP (standar operasional prosedur), SPM (standar pelayanan minimum) sendiri. Semua daerah rata-rata memiliki itu. Dan variasinya cukup banyak. Karena itu perlu dibuat bagaimana caranya agar bisa mengintegrasikan sistem yang ada, yang dibuat oleh OSS itu dengan perizinan di daerah,” kata Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Tahap pertama, kata Amsakar, pelayanan perizinan di pusat seperti SIUP dan TDP yang sudah standar, dilaksanakan terlebih dulu. Setelah itu, pada tataran izin teknis lainnya untuk sementara waktu akan dilaksanakan di daerah.

“Tapi pada prinsipnya, mau OSS atau tidak OSS, pelayanan kita di Batam sudah berjalan pada relnya. Dan kita siap melaksanakan OSS itu,” kata dia.

Amsakar mengatakan sistem OSS ini juga sudah dibuat fleksibel terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Ketiadaan RDTR di daerah, tidak menghambat pelaksanaan OSS. Karena sistem pada aplikasinya sudah dibuat sedemikian rupa agar bisa mengakomodir keduanya. (***)

sumber: mediacentre.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik telah bergeser dari Barat ke Asia Timur, dan ini membuat negara-negara terus bangkit. Momen inilah yang kemudian mendorong Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Dr. Ir. Sugeng Santoso, MT, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Maritim ketika rapat bersama wakil Gubernur Kepri H. Isdianto di Ruang Rapat Utama lantai 4 kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang mengatakan bahwa semua potensi yang menjadi mimpi Indonesia ke depan ada di Kepulauan Riau.

“Ini luar biasa, Kepri punya potensi di bidang maritim, pariwisata, industri dan ekonomi kreatif. Keempat keunggulan ini adalah apa yang saat ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah pusat, karena kita sebagai negara maritim,” kata Sugeng dalam rapat koordinasi penguatan perencanaan dan pengembangan potensi ekonomi maritim, Kemenko Maritim dengan Pemerintah Provinsi Kepri, Rabu, 1 Agustus 2018.

Sugeng juga mengatakan jika visi Pemerintah Provinsi Kepri sangat cocok sebagai Provinsi yang wilayah lautnya lebih dominan dibanding daratan. Adapun visi Kepri adalah ‘Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai bunda tanah Melayu yang sejahtera, berakhlak mulia, ramah lingkungan dan unggul dibidang maritim’.

“Saya baca visi unggul dibidang maritim ini sangat tepat sekali. Apalagi Kepri punya Bintan, Anambas dan lainnya yang keindahan lautnya luar biasa. Dan bahkan disebut-sebut sebagai Maldives nya Indoneaia,” ujar Sugeng.

Sementara, Wakil Gubernulur Kepri H. Isdianto berharap rapat koordinasi ini berjalan dengan baik. Serta meminta agar apa pun yang sudah menjadi program Pemerintah Pusat untuk di Kepulauan Riau ini segera dilaksanakan, jangan ditunda-tunda lagi.

Dengan kondisi keuangan yang sedang devisit saat ini, seperti halnya yang dialami juga oleh daerah lain. Isdianto mengaku juga Daerah memang membutuhkan campur tangan pusat untuk membangun daerah.

“Semoga rapat ini membuahkan hasil yang positif, dan apa-apa yang sudah diprogramkan Kemenko Maritim untuk di Kepri ini agar segera terealisasi. Jika Pemerintah pusat menyediakan pancing, maka kami akan menyiapkan umpannya. Dan segala potensi di Kepri ini bisa tergali guna mensejahterakan masyarakat,” ujar Isdianto. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Polisi mengamankan dua orang penjaga rumah di Bojonegoro, Jawa Timur lantaran menguras harta majikannya yang telah meninggal dunia.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan dua pelaku pencurian itu dilakukan dari hasil rekaman CCTV. Kedua pelaku berinisial SN (39) dan AG (27) warga Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan korbannya adalah almarhum Andi Tjandra, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro.

Kronologi pencurian saat itu, rumah korban dalam keadaan sepi. Hanya ada AG yang kebetulan bertugas sebagai penjaga rumah milik almarhum Andi Tjandra sehari-harinya.

“Pas korban meninggal dunia, dan dimakamkan di daerah Surabaya, pada saat itulah rumah dalam keadaan sepi. Selanjutnya pelaku meminta bantuan tetangganya SN untuk melakukan aksinya,” terang Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Senin, 30 Juli 2018.

Kedua pelaku masuk kamar korban yang terkunci melalui jendela. Selanjutnya menguras barang-barang berharga seperti HP, soundsystem, helm senilai Rp5 juta, tas senilai Rp30 juta, hingga emas batangan milik korban.

“Banyak barang-barang yang diambil, termasuk uang tunai sekitar Rp50 juta yang saat ini sudah habis digunakan foya-foya oleh kedua pelaku. Barang yang diambil oleh pelaku diangkut menggunakan mobil bak terbuka,” terangnya.

Kapolres menyebut, barang yang dicuri kedua pelaku diperkirakan mencapai Rp300 juta rupiah. Dia juga menyebutkan, jika pelaku AG sebenarnya orang yang dipercaya untuk menjaga rumah, namun saat rumah sepi AG malah melakukan aksi pencurian dengan rekannya SN.

“AG sudah tiga tahun menjadi penjaga rumah korban. Sementara aksi pencurian ini dilaporkan oleh istri korban,” paparnya.

Kapolres menambahkan, kedua tersangka mencoba menghilangkan jejak usai melakukan pencurian. AG dan SN mengganti kunci kamar yang sudah dirusak dengan kunci pintu baru.

“Dari tidak bisa dibukanya pintu kamar itulah korban istri almarhum Andi Tjandra curiga. Kemudian melapor ke Polres Bojonegoro, dan dilakukan penangkapan,” tandasnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ini keduanya mendekam dibalik jeruji besi tahanan Mapolres Bojonegoro. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purwakarta – Petugas Polres Purwakarta, Jawa Barat membongkar sebuah makam di TPU Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

Makam ini merupakan kuburan Siti Munasiro, seorang pembantu asal Kebumen yang diduga menjadi korban penganiayaan majikannya di Perumahan Gandasari Purwakarta.

Siti Munasiroh (27) merupakan warga Kampung Dukuh Waluh Kulon RT 01/03 Desa Waluyorejo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa tengah, yang meninggal dunia pada 18 Juli 2018. Sebelum meninggal, Siti sempat dibawa ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta oleh majikannya.

Kanit Reskrim Polres Purwakarta Iptu Budi Suheri mengungkapkan, pembongkaran makam korban dilakukan karena adanya kejanggalan dalan kematian Siti Munasiroh.

Polisi juga mendapat laporan dari masyarakat melalui aplikasi WhatsApp yang mengonfirmasikan bahwa pembantu di rumah milik Jaya Berlina, Perum Gandasari Blok 5 RT 26/7 Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao telah meninggal dunia secara tidak wajar dan dimakamkan malam hari dengan tergesa gesa.

Polisi telah melakukan penyelidikan di rumah Jaya Berlina, tapi berdasarkan keterangan majikan, Siti Munasiroh adalah anak angkatnya yang meninggal dunia karena menderita asma dan TBC. Setelah mencari identitas korban di rumah Berlina, polisi menemukan nomor handphone keluarga kampung halaman.

“Berbekal nomor tersebut akhirnya korban diketahui sebagai pembantu rumah tangga asal Kebumen yang hilang kontak selama 11 tahun. Selama itu korban bekerja di tempat majikanya tersebut,” ungkap Budi.

Sementara dengan adanya keterangan serta persetujuan dari keluarganya, makam korban dibongkar untuk dilakukan autopsi, sehingga penyebab kematian korban dapat diketahui secara pasti. (***)

sumber: sindonews.com

ANEKA

Sabtu | 21 Juli 2018 | 18:47

Ini 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Los Cabos – Tingkat keamanan di suatu kota jadi rujukan penting bagi traveler. Namun, ada baiknya traveler berpikir dua kali sebelum datang ke 10 kota paling berbahaya ini.

Berkaca dari kondisi keamanan di negaranya, pihak Dewan Masyarakat untuk Keamanan Publik dan Kriminal (The Citizen Council for Public Security and Criminal Justice) yang berbasis di Meksiko merilis daftar terbaru perihal kota yang dianggap paling berbahaya di dunia.

Menggunakan data kriminalitas dari 50 kota dunia tahun 2017, pihak Dewan Masyarakat untuk Keamanan Publik dan Kriminal Meksiko menghitung jumlah pembunuhan di suatu kota dibandingkan per 100.000 penghuni.

Dilihat detikTravel di situs resminya, Sabtu, 21 Juli 2018, Kota Los Cabos di Meksiko disebut sebagai yang paling berbahaya. Menurut data, pada tahun 2017 lalu telah terjadi total 365 pembunuhan.

Jumlahnya pun meningkat tajam dari 61 kasus pembunuhan di tahun 2016. Apabila diumpamakan, setiap hari minimal ada 1 orang yang tewas terbunuh di Los Cabos.

Sedangkan peringkat kedua kota paling berbahaya di dunia adalah Caracas di Venezuela, disusul oleh Acapulco di Meksiko.

Selain tiga besar di atas, berikut daftar 10 kota paling berbahaya di dunia:

1. Los Cabos, Meksiko
2. Caracas, Venezuela
3. Acapulco, Meksiko
4. Natal, Brasil
5. Tijuana, Meksiko
6. La Paz, Meksiko
7. Fotaleza, Brasil
8. Victoria, Meksiko
9. Guayana, Venezuela
10. Belem, Brasil (***)

sumber: detik.com

SEPAK BOLA

Minggu | 15 Juli 2018 | 10:06

Inggris Menyudahi Piala Dunia 2018 dengan Finis Keempat

MEDIAKEPRI.CO.ID, St.Petersburg – Inggris menyudahi Piala Dunia 2018 dengan finis keempat. Fabian Delph percaya kekalahan Inggris dari Kroasia di semifinal akan jadi penyesalan seumur hidup.

The Three Lions dipaksa merelakan medali perunggu jatuh ke tangan Belgia setelah takluk 0-2 di playoff perebutan tempat ketiga, Sabtu, 14 Juli 2018. Dengan demikian, di turnamen ini Inggris kalah tiga kali di mana dua di antaranya dari Belgia, sedangkan satu lagi kala ditundukkan Kroasia 1-2.

Dengan begini, Inggris menyamai pencapaiannya di Piala Dunia 1990. Hasil terbaik Tiga Singa di Piala Dunia sejak merebut titel juara dunia pada 1966.

Tidak bisa dipungkiri peluang Inggris melaju sampai final terbuka lebar. Mengingat, Inggris berada di half yang lebih mudah dibandingkan half Belgia, yang berjumpa tim-tim tangguh seperti Brasil dan Prancis.

“Aku kecewa, sejauh ini memang merupakan sebuah turnamen yang hebat bagi kami secara pribadi dan tim dan kami bisa pulang dengan kebanggaan. Tapi kupikir kami akan menyesal di saat-saat sunyi,” ucap gelandang Inggris itu kepada ITV.

“Pertandingan semifinal, kupikir kami punya sebuah peluang besar maju ke final dan kami gagal. Tidak hanya di dalam waktu dekat, kupikir untuk sepanjang sisa hidup kami, kami akan menyesal memikirkan kami punya peluang nyata saat itu,” sambung Delph.

“Menyudahi turnamen dengan sebuah kekalahan (hari ini) tidak akan membuat kami senang,” imbuh Delph.

Delph berpendapat Belgia yang dihadapi Inggris kali ini lebih kuat daripada Kroasia. “Kuyakin demikian,” kata pemain Manchester City ini.

“Mereka (Belgia) tampak lebih bagus daripada Kroasia. Tapi ini kan fase gugur, hanya butuh satu penampilan dan beberapa hal buruk yang terjadi dan terus terang Kroasia tampil bagus dan ulet di sebagian besar pertandingan dan mereka mampu merebut kemenangan. Jadi aku mengharapkan yang terbaik untuk mereka. (***)

sumber: detik.com

SERBA SERBI

Jumat | 13 Juli 2018 | 13:54

Mohamad Zohri, Si Anak Yatim Piatu Juara Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok- Pria bernama lengkap Lalu Mohamad Zohri (18) berhasil mengharumkan Merah Putih di kanca dunia pada kejuaraan dunia junior atlet lari 100 meter di Finlandia mendapatkan Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 detik merupakan seorang anak yatim piatu.

Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Lalu Ahmad Yani (Alm) dan Saeriah (almh) ini, memiliki bakat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) 2 Pemenang Barat. Saat itu, Lalu Muhamad Zohri alias Badok, berangkat sekolah tanpa mengenakan alas kaki.

Pria kelahiran Karang Pasor, 1 Juli 2000 ini menekuki keinginan menjadi seorang atlet lari saat duduk di bangku Kelas 3 SMPN 1 Pemenang. Pada hal sebelumnya Zohri selalu diajak oleh ibu guru olahraganya, Rosida untuk mengikuti latihan. Karena Ibu Rosida melihat potensi yang dimiliki Zohri. Namun ajakan sang guru olahraganya itu ditolak Zohri.

Setelah menekuni atlet, sejumlah prestasi telah ia raih. Tahun 2017 Zohri berhasil memborong 7 medali emas pada Kejurnas. Lalu Tahun 2018 di Kejuaraan atletik junior Asia 100 Meter di Jepang kembali mendapatkan medali Emas dengan catatan waktu 10.27 Detik. Kemudian Kejuaraan Dunia junior 100 meter di Finlandia, kembali meraih Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 Detik.

BACA: Rebut Medali Emas Bergengsi, Atlet Muda Ini Bakal Diberi Rumah

Sebelum menjadi viral, Zohri sehari-hari tinggal di rumah reot peninggalan almahrum orangtuanya. Dinding rumah terbuat dari bambu, dan beratapkan genteng. Dari kondisi rumah, terlihat sangat memprihatinkan. (bayu/ti)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Maros – Sepintas, perempuan yang dikenal dukun, Daeng Manno tidak tampak seperti paranormal. Tapi siapa nyana, wanita berjilbab itu dikenal memiliki kekuatan khusus dari dunia lain yang bisa mengantar orang duduk di legislatif.

“Dia datang sampaikan niatnya ke saya dan nanti saya akan berikan segelas air putih untuk diminum dan dibawa pulang,” kata Daeng Manno saat berbincang dengan detikcom di Makassar, Sulsel, Kamis, 12 Juli 2018.

Daeng Manno menceritakan ritual yang dijalankannya saat menerima pelanggan. Dikatakannya, para tamu yang datang kepadanya tidak perlu melakukan ritual khusus.

“Ada yang biasanya minta dibawakan ayam atau kambing. Saya tidak minta apa-apa. Mereka biasanya datang bawa oleh-oleh saja seperti makanan dan lainnya,” terangnya.

Air putih itu adalah air putih yang tidak dimasak. Hal ini dikarenakan api yang memasak air itu akan mengambil berkah yang terkandung di dalamnya.

“Jadi saya kasi air kemasan. Itu kan tidak dimasak. Air putih ini saya berikan doa agar urusan yang diminta mereka lancar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Daeng Manno mengaku punya ‘bala bantuan’ yang ada di sekitarnya. Bala bantuan ini yang nantinya membantu segala urusan para caleg itu seperti saat bertemu orang dan membentengi saat adanya serangan magis dari lawan politik.

Daeng Manno tidak manampik, bahwa setelah air putih pemberiannya diberikan. Para tamunya kerap memberikan amplop sebagai tanda terima kasih.

“Tidak usah saya sebutkan isinya. Itu terserah mereka. Yang penting mereka ingat saya,” pungkas Daeng. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – RC, seorang nenek berusia 55 tahun tewas di kamar tidur rumahnya di BTN Zarindah Permai, Lingkungan Borong Raukang, Kelurahan Samata, Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Juli 2018 malam.

Korban tewas karena sesak napas seusai melakukan hubungan intim dengan MA (39), seorang driver ojek online.

Informasi yang dihimpun, awalnya korban meminta MA untuk datang ke rumahnya.

Ketika MA tiba, korban permisi mandi sedangkan MA menungguinya di dalam kamar.

Selesai mandi, korban dan MA melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Namun tiba-tiba korban merasa sesak napas dan tidak enak badan.

MA pun panik kemudian memanggil cucu korban untuk meminta pertolongan.

MA sempat menggosokkan bawang ke hidung korban, namun tidak lama berselang korban menghembuskan napasnya yang terakhir.

Atas kejadian tersebut keluarga korban kemudian menghubungi Kepala Lingkungan Borong Raukang, Taufik.

MA lalu diamankan oleh kepala lingkungan yang kemudian melaporkannya ke Polsek Somba Opu.

Menerima laporan itu, pihak SPKT Polsek Somba Opu bersama Panit 1 Reskrim Somba Opu Ipda Paulus Malelak, Panit 1 IK Somba Opu Ipda Kusman Jaya, Piket ResIntel Somba Opu mendatangi lokasi dan selanjutnya melakukan olah TKP, serta mengamankan MA ke Mapolsek Somba Opu.

Korban ssendiri kemudian diboyong ke RS Bhayangkara Makassar. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang TKW Indonesia asal Bali dikabarkan meninggal dunia di Turki.

Wanita bernama Kadek Pariani (33) asal Dusun Alassari, Tejakula, Buleleng, Bali bekerja menjadi terapis di sebuah Spa di Turki.

Pariani bekerja ke Turki sejak 2 Juni 2017 lalu.

Ia dikabarkan meninggal oleh sepupunya yang juga seorang TKW pada Ahad, 26 Juni 2018.

Sebelum meninggal Pariani dirawat di sebuah rumah sakit di Turki dan mengalami koma selama 12 hari.

Dilansir Tribun Video dari Tribun Bali, menurut keterangan keluarga dokter yang menangani mengatakan almarhum telah koma selama dua pekan dan mereka tidak bisa mengubah keadaan.

Pihak keluarga membuat surat pernyataan mengizinkan untuk mencabut selang oksigen dan membuka alat-alat medis yang dipasangkan di tubuh Pariani.

Belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita oleh wanita ini hingga ia meninggal dunia.

Ibu Pariani, Made Srigati (51) mengatakan jika ia mengalami firasat buruk tentang anaknya.

Foto almarhum semasa hidup yang tertempel di dinding terjatuh saat malam hari, dan ia juga bermimpi buruk tentang anaknya.

Ia mengaku saat berkomunikasi lewat telepon, anaknya tak pernah mengeluh sakit.

Bahkan Pariani sempat mengatakan jika ia ingin menikah dengan seorang pria asal Turki.

Rencananya almarhum akan membawa kekasihnya itu ke kampung halaman untuk meminta restu menikah pada Desember 2018 nanti.

Keluarga merasa sangat terpukul mendengar kabar kematian Pariani.

Saat ini keluarga masih berharap agar pemerintah dapat membantu untuk memulangkan jenazah almarhum ke Bali. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kairo – Seorang ibu dan dua putrinya dibunuh secara keji di salah satu apartemen di Kairo, Mesir. Saat kejadian, sang ayah sedang berada di kedai kopi untuk menonton pertandingan Piala Dunia antara Mesir melawan Rusia.

Dilansir Al Arabiya, Sabtu, 23 Juni 2018, ibu berusia 38 tahun itu dicekik sampai mati menggunakan jilbabnya. Sementara salah satu putrinya dibunuh dengan cara dicekik menggunakan kabel telepon dan putri satunya lagi menggunakan sarung bantal.

Saat sang ayah pulang, dia begitu terkejut menemukan anggota keluarganya telah tewas terbunuh. Uang mereka senilai Rp 267 juta juga dicuri oleh si pembunuh.

Berdasarkan laporan CCTV dari toko yang berada di dekat apartemen terlihat seorang pria dan wanita yang tak dikenal masuk ke wilayah TKP saat kejadian. Sementara itu, suami dan ayah yang diketahui bernama Salah Mursi Abu Al-Abbas meninggalkan rumah pada pukul 18.00 waaktu setempat.

Dia pergi ke kedai kopi untuk nonton Piala Dunia bersama teman-temannya hingga larut malam. Saat itu, saudara ipar memanggilnya untuk memberi tahu bahwa saudara perempuannya tidak bisa dihubungi. Salah segera pulang dan menemukan anggota keluarganya telah tewass.

Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Ada dugaan pelaku masih terhubung dengan keluarga Salah dan mengetahui tentang uang tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Moskow – Seorang wasit yang bertugas di Piala Dunia 2018, Mark Geiger, diterpa isu miring. Wasit Amerika Serikat itu dituduh meminta kaus Cristiano Ronaldo di tengah pertandingan.

Tuduhan itu datang setelah Geiger memimpin laga Portugal vs Maroko di Stadion Luzhniki, Moskow, Rabu 20 Juni 2018, yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Portugal.

Maroko merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan Geiger pada pertandingan tersebut. Gelandang Maroko, Nordin Amrabat, bahkan menuding sang pengadil melakukan hal yang tak lazim, yaitu meminta kaus Ronaldo.

“Saya tak tahu ia dulunya siapa, tapi ia sangat terkesan dengan Cristiano Ronaldo dan saya dengar dari (bek Portugal) Pepe bahwa dia bertanya ke Ronaldo di babak pertama apakah dia bisa memiliki kausnya,” kata Amrabat.

“Apa yang sedang kita bicarakan? Di Piala Dunia? Ini bukan sirkus,” ujarnya.

FIFA menindaklanjuti tuduhan tersebut dengan menanyai Geiger, yang langsung membantah keras. FIFA juga menyesalkan munculnya tuduhan itu.

“Mr. Geiger membantah klaim-klaim itu dan dengan tegas menyatakan bahwa permintaan itu tak pernah dibuat,” tulis FIFA dalam pernyataannya.

“FIFA dengan tegas mengecam tuduhan yang diduga dilontarkan oleh seorang anggota tim Maroko. Wasit-wasit FIFA di bawah instruksi yang jelas terkait perilaku mereka dan hubungan dengan tim-tim di Piala Dunia di Rusia dan bisa dikonfirmasi bahwa Mr. Geiger telah bertindak baik dan profesional sebagai salah satu ofisial pertandingan yang ditunjuk.”

“FIFA ingin mengingatkan tim-tim akan tugas mereka untuk menghormati semua prinsip Fair Play. (***)

sumber: detik.com