Global

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 100 pebatik Batam ikuti uji kompetensi untuk mendapat sertifikat profesi. Uji kompetensi sudah dilakukan pekan lalu, dan hasilnya akan diperoleh satu bulan setelahnya.

“Ini kegiatan yang pertama di Batam. Pelaksananya Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam,” kata Kepala Disperindag Batam, Zarefriadi di Batam Centre, Senin, 17 SEptember 2018.

Tugas Disperindag adalah seleksi pebatik yang akan ikut menjadi peserta sertifikasi. Selain itu Disperindag juga yang menyediakan peralatan untuk ujian sertifikasi pebatik ini.

Pebatik atau orang yang bisa membatik di Batam ada lebih kurang 150-an orang. Mereka adalah masyarakat yang pernah dilatih dan orang yang punya pengalaman membatik.

Maka itu dilakukan seleksi karena keterbatasan kuota sertifikasi. Seleksi yang dilakukan mulai dari administrasi, wawancara, hingga praktik.

Zarefriadi mengatakan ada tiga kategori untuk uji kompetensi pebatik di Batam. Yaitu batik canting atau tulis, batik cap, dan pembuatan pola batik.

“Peserta untuk kategori batik cap 50 orang, canting 27 orang, dan membuat pola 23 orang. Tiap peserta hanya boleh ikut satu kategori,” paparnya.

Tim penguji berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik Indonesia, Semarang. Ada 10 orang asesor dengan latar belakang keahlian berbeda.

Harapannya dengan sertifikasi ini bisa menambah nilai produk yang dihasilkan pebatik Batam. Sehingga produk batik Batam bisa bersaing di pasar global. Karena sertifikat ini menjadi salah satu persyaratan untuk pemasaran di luar negeri. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah mengatakan persaingan antar negara, persaingan global sekarang ini semakin sengit.

Kompetisi antar negara sekarang ini semakin menjadi-jadi. Dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antar individu antar negara, tantangan antar SDM-SDM antar negara.

“Kedepan semuanya akan berkompetisi,bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, adu kecepatan. Itulah tantangan ke depan yang kita hadapi,” Ujar Arif saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Kemah Besar Pramuka Tahun 2018 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bintan di Tembeling Tanjung-Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Jum’at, 31 Agustus 2018.

Oleh sebab itu, Arif pada kesempatan ini mengajak kita semua anggota Pramuka untuk menyadari bahwa tantangan-tantangan tersebut telah berada di depan mata. Bagaimana kita beradu cepat dengan negara lain, kalau tidak maka kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dengan negara lain, kalau tidak kita juga akan ditinggal. Bagaimana kita beradu kreativitas, kalau tidak kita kreatif maka kita akan ditinggal.

“Dengan banyaknya tantangan saat ini, maka kita butuh sebuah fondasi yang sangat kuat sehingga kita akan bisa memenangkan kompetisi itu. Saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, para anggota Pramuka mampu menatap masa depan, memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi, karena basic karakter itu sudah ada,” ucap Arif.

Lebih lanjut Arif mengatakan, kegiatan kepramukaan berupa kemah ini harus terus dilakukan karena memberikan kesempatan berlatih yang menantang dan menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan untuk Pramuka. Selain itu juga merupakan kesempatan emas kepada peserta Pramuka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui daya tarik alam dan keajaiban yang tersimpan didalamnya. Hal ini sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka, pada Dasa Dharma yang kedua berbunyi cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

“Dengan berkemah kita bisa lebih banyak mempelajari alam dan sesama kita,” lanjut Arif.

Kepada Kwartir Cabang Bintan Arif selaku Ketua Kwartir Daerah Provinsi Kepri mengucapkan terimakasih karena selalu aktif menggelar kegiatan kepramukaan khususnya di Wilayah kabupaten Bintan.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi yang lain, karena saat ini Kwartir Bintan merupakan kwartir terbaik di Kepri yang telah menerima penghargaan sebagai Pramuka tergiat,” tutup Arif.

Sementara itu Bupati Bintan Apri Sujadi dalam sambutannya mengatakan kegiatan Kemah Besar ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Pramuka yang ke-57 tahun 2018, yang didalamnya kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mengasah kemampuan kepramukaan. Dengan demikian diharapkan Pramuka penggalang mampu terus memacu prestasi dan teknik kepramukaannya dengan tetap berdasarkan semangat kebersamaan.

“Adik adik berada pada jalur yang tepat karena di pramuka kita dilatih disiplin, betindak cepat, menjadi manusia mandiri serta manuasia yang berkarakter sehingga nantinya SDM yang dihasilkan oleh pramuka adalah SDM yang berkualitas. Kalau SDM baik, ketakwaan baik InsyaAllah masa depan bangsa juga akan menjadi lebih baik,” Ucapnya.

Kegiatan kemah Besar ini sendiri diikuti oleh 1085 orang yang terdiri dari Pramuka Penggalang, Penegak dan Pendamping dan berlangsung dari 30 Agustus hingga 20 September 2018. Pada kesempatan ini juga Kwartir Cabang Bintan memberikan bantuan kepada korban bencana di NTB senilai Rp 26.330.00, yang diserahkan oleh Bupati Bintan Apri Sujadi kepada Ketua Kwarda Kepri Arif Fadillah.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa dari Pramuka. Dalam waktu dekat Kwarda juga akan turun menggalang dana dari masyarakat untuk saudara kita di Lombok yang terkena bencana. Selanjutnya bantuan ini akan kami salurkan ke rekening bantuan yang tersedia,” ujar Arif.(***)

sumber: humaskepri.id

Ragam kuliner tradisional memiliki daya tarik sangat tinggi.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata kuliner yang unggul di tingkat global. Pemerintah pun tancap gas mengejar potensi tersebut bisa terwujud.

Kuliner, khususnya kuliner tradisional, masuk dalam kelompok besar wisata budaya (culture) dengan porsi 60 persen karena daya tariknya sangat tinggi.

Untuk mengembangkan wisata ini, Kemenpar telah membentuk Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara. Sekaligus target 270 juta pergerakan wisatawan Nusantara pada tahun ini.

“Angka itu ditargetkan akan meningkat menjadi 20 juta wisawatan mancanegara dan 275 juta wisatawan Nusantara tahun 2019 mendatang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, sebagai upaya mencapai target kunjungan 17 juta wisman pada tahun ini Kemenpar bersama pelaku industri pariwisata telah meluncurkan program ViWI (Visit Wonderful Indonesia). Yaitu terdiri dari ‘Hot Deals: More for Less’, merupakan paket bundling tiket internasional dengan transportasi domestik.

Lanjut dengan 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia yang digelar dalam satu tahun penuh di seluruh Tanah Air. Serta Digital Destination yaitu produk berbasis pengalaman yang dibuat untuk melayani pasar yang aktif di media sosial.

Peluncuran Program ViWI 2018 yang melibatkan 18 stakeholders pariwisata, termasuk yang berkecimpung di wisata kuliner, dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisman khususnya yang menjadi fokus pasar.

Antara lain targetnya turis Cina, India, dan Eropa. Gencar mempromosikan dan menawarkan paket-paket wisata yang menarik dan banyak digemari, di antaranya paket wisata kuliner dan belanja, kata Menpar Arief Yahya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Presiden Joko Widodo meminta para pemuda Indonesia untuk siap berkompetisi dan menghadapi tantangan yang ada. Persaingan global saat ini juga menuntut kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari para pemuda.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akmil, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 September 2017.

“Persaingan global saat ini semakin sengit. Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Oleh sebab itu, ke depan semua akan berkompetisi. Semua akan bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain menghadapi tantangan di bidang sumber daya manusia, bangsa Indonesia juga disebutnya menghadapi tantangan dari penyalahgunaan narkotika yang belakangan kembali merebak. Hal itu ditambah lagi dengan tantangan keterbukaan di mana kabar-kabar bohong yang begitu mudah menyebar di media sosial perlu disikapi dengan serius.

“Jangan lupa, di media sosial sekarang ini bertebaran yang negatif, fitnah, saling mencela, hoaks, dan kabar bohong. Itu juga menjadi tantangan kita ke depan,” ucap Presiden.

Namun, bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau tidak ya kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain. Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Ma’arif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” ia menegaskan.

Selain itu, untuk menghadapi persaingan, bangsa Indonesia juga harus bersatu dan menjalin persaudaraan dengan baik. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.

“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya,” ia melanjutkan.

Terakhir, Kepala Negara berpesan agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. Sebab, ke depannya perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga.

“Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai. Terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, dan praktikkan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, dan negara kesatuan yang kita cintai,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat KH Zainul Arifin Junaidi.

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden