Gudang

TANJUNG PINANG

Senin | 17 September 2018 | 8:52

SERBUU!! Ramayana Cuci Gudang, Berikan Diskon hingga 70 Persen Loh!

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Hari gini masih ada yang berani memberikan diskon up to 70 persen? Datang saja ke Ramayana Department Store Tanjungpinang dan nikmati diskon gila-gilaan tersebut. Buruan bro…

Diskon akhir pekan, itulah program dari Ramayana untuk segala jenis kebutuhan. Dari pakaian hingga kebutuhan rumah dapur.

“Program besar-besaran ini dalam rangka cuci gudang. Agar masyarakat bisa mendapatkan segala kebutuhan di Ramayana dengan harga spesial,” tutur marketing Ramayana Department Store, Rosa kepada suarasiber, Sabtu, 15 September 2018.

Rosa optimis program ini mendapatkan antusias masyarakat Tanjungpinang – Bintan.

Ia menyebutnya apa yang tengah dilakukan Ramayana merupakan salah satu bentuk misi sosial.

“Masyarakat bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan anggaran terbatas. Semoga bisa membantu masyarakat,” imbuhnya.

Lantas, apa saja yang didiskon? Untuk ibu-ibu rumah tangga, ada minyak goreng 2 liter yang dijual Rp22 ribuan. Mi instan, cairan pembersih piring, deterjen, sabun mandi, shampo, tisu wajah, susu bayi juga murah banget. Mama Lemon Cair Extra Clean Pouch 800 ml misalnya, dari Rp15.800 menjadi Rp10.450. Murahnya…

Bagi yang tengah mencari aksesoris, sepatu, sandal, sepatu anak, kemeja, celana jins, baju anak dan tas, Ramayana memberlakukan diskon yang sangat menarik. Sebagai contoh, sepatu Homyped didiskon 50 persen + 30 persen, baju anak merek Hipofant bahkan didiskon hingga 75 persen.

Masih mencari diskonan lain? Catat ya, ada tshirt anak Rp50 ribu dapat dua potong, perlengkapan bayi, setelan bayi Rp100 ribu dapat tiga potong. Atau ibu-ibu juga butuh pakaian? Jins wanita merek Diesel hanya Rp100 ribu. Sementara celana kulot dan legging pun tak kalah murah habis.

Masih belum habis diskonnya, karena celana dalam pria berbagai merek dipotong harganya 40 persen, sepatu anak Rp60 ribu, tak sekolah Rp59 ribu, tas laptop merek Diesel, Palazzo dan JJ diskonnya 75 persen.

“Mari belanja ke Ramayana,” ajak Rosa. Anda pasti tertarik juga, kan? (***)

sumber:suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Untuk memadamkan kebakaran di gudang bahan kimia milik PT Sari Sarana Kimiatama (SSK), tim PMK mengaku mengalami kesulitan.

“Kesulitannya kebetulan sumber air, objeknya juga gudang bahan-bahan kimia. Kalau air terputus, api akan menjalar,” terang Kasi Ops Dinas PMK Sidoarjo, Sri Wulyono kepada detikcom, Kamis, 28 Juni 2018.

Dari pantauan detikcom, proses pemadaman memang telah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB namun api di gudang bahan kimia tersebut juga tak kunjung padam.

Terbukti saat pasokan air yang digunakan untuk memadamkan tinggal sedikit, api sempat membesar lagi.

Untuk itu Dinas PMK Sidoarjo baru saja menambah mobil sebanyak 2 buah sebab mereka harus memastikan pasokan air terus ada. Total ada 11 mobil PMK yang saat ini dikerahkan.

“Ayo minggir, ini airnya jangan sampe putus,” teriak salah satu petugas PMK kepada warga yang mengerumuni tempat kejadian.

4 Mobil PMK standby untuk memadamkan api, sedangkan 5 mobil lainnya berkeliling untuk mencari pasokan air seperti sungai atau sumber air lain.

“Beberapa unit digerakkan, ada 5-6 untuk mencari air. Yang lainnya estafet untuk melakukan pemadaman,” papar Sri. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat menggerebek gudang penyimpanan makanan kedaluwarsa di Tambora. Label makanan tersebut rencananya akan diubah sebelum diedarkan.

Gudang di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, itu digerebek pada Senin 19 Maret 2018 pagi tadi. Ada satu orang yang ditangkap.

“Kami mengamankan satu orang dengan inisial AA sebagai kepala gudang,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Jalan Letjen S. Parman, Senin 19 Maret 2018.

Edi mengatakan gudang itu menyimpan sekitar 60 jenis makanan, termasuk makanan anak bermerek. Saat digerebek, terlihat pelaku melabeli makanan itu agar tidak terlihat kedaluwarsa.

“Saat digerebek, pegawai sedang melabel makanan agar terlihat tidak kedaluwarsa,” ujarnya.

Mereka mengubah label dengan alat agar terlihat seperti barang baru. Setelah itu, barang tersebut langsung dipasarkan ke beberapa daerah.

“Menemukan alat untuk membuat tulisan ‘digital expired’, cairan M3, dan kain untuk menghapus tulisan ‘expired’, alat sablon dan puluhan ribu piece produk makanan berbagai macam merek yang sudah kedaluwarsa,” ucap Edi.

Polisi masih mengembangkan kasus ini, termasuk mencari pemilik gudang. “Kita masih mendalami kasus ini,” kata Edi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pasuruan – SDN Trajeng II, Kota Pasuruan kebingungan mencari solusi pemindahan keranda dan peralatan mengurus jenazah milik warga yang ada di lingkungan sekolah. Pasalnya keranda tersebut sudah lama berada di sekolah.

Selain itu, pihak sekolah juga tak berani menentukan sikap karena masalah kepemilikan lahan sekolah. Lahan sekolah tersebut ternyata tak memiliki sertifikat.

“Kami sudah datangi kantor kelurahan menyampaikan niat agar bagaimana caranya keranda itu dipindah.

Pihak kelurahan katanya akan bermusyawarah dengan warga di RW 2 karena keranda tersebut milik lingkungan RW 2,” kata Kasek SDN Trajeng II Kusmardiyanto di kantornya, Jalan Sulawesi 8, Kota Pasuruan, Selasa 20 Februari 2018.

Kusmardiyanto mengaku sangat berharap pada kebijaksanaan warga. Di satu sisi keberadaan keranda tersebut membuat pihak sekolah dan siswa kurang nyaman, namun di sini lain, pihak sekolah juga tak berani menolak.

“Sebenarnya kami ingin hibahkan lahan sekolah yang dipakai gudang itu kepada warga. Nanti biar pintunya diarahkan ke utara atau ke perkampungan, yang penting bukan di dalam sekolah. Namun setelah kami telusuri, lahan sekolah ini ternyata masih belum jelas, belum ada sertifikatnya, jadi kami tak berani mengusulkan itu (menghibahkan lahan),” terangnya.

Jumari, salah seorang guru menimpali, bahwa lahan sekolah tersebut belum jelas apakah milik warga atau pemerintah. Yang pasti, kata dia, sebelum sekolah berdiri pada 1977, lahan tersebut berupa tanah lapang.

“Menurut cerita-cerita orang ini lahan lapang yang dulunya jadi tempat tong-tong BBM (Bahan Bakar Minyak). Kami nggak tahu milik pribadi atau pemerintah,” terang Jumari.

Terlepas dari belum jelasnya status lahan, pihak sekolah berharap ada solusi terkait masalah tersebut. Pihak dinas diharapkan turun tangan untuk membantu.

“Penyelesaian secara musyawarah lah semua pihak. Yang pasti kami ingin keranda itu pindah,” imbuh Kusmardiyanto. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Direktorat Polairud Polda Kepri mengamankan 7.122 botol minuman keras (Miras) ilegal.

Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes Teddy J.S Marbun mengatakan kasus ini diungkap berawal dari tertangkapnya seorang supir berinisial SFP yang membawa muatan 125 karton minuman keras ilegal berbagai merek.

Dari hasil pengembangan, mengarah pada sebuah gudang yang ada di jembatan 6 Barelang.

“Di gudang tersebut, kita menemukan 471 karton miras. Setelah dihitung kembali ada 596 karton dan 7.122 botol miras ilegal,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, tambahnya, terdiri dari minuman keras bermerek Black Label, Countro, Bacardi, Chivas, Red Label, Martini, Carlo Rosi, dan minuman lain.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, barang-barang tersebut didatangkan dari Singapura yang diselundupkan ke Batam dengan menggunakan Speed bermesin lima,” tambahnya.

Selanjutnya, supir dan barang bukti yang ada langsung diamankan aparat kepolisian.

Akibat perbuatannya, petugas menjerat para tersangka dengan Pasal 102 huruf B dan E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 Tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 Miliar. (kmg/bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 3.066 unit telepon seluler dari berbagai jenis dan merek diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kepri dari gudang di kawasan Sekupang, Selasa, 30 Januari 2018.

Dari 3.066 ponsel yang diamankan tersebut, terdiri dari berbagai merek yang tengah digandrungi masyarakat saat ini. Seperti OPPO, Samsung, Sony hingga Xiaomi.

“Kita amankan ribuan ponsel diduga tidak sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam perundang-undangan,” kata Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya penangkapan tersebut, Rabu, 31 Januari 2018.

Berdasarkan data yang dihimpun, para tersangka yang terlibat dalam aksi ini diancam sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 Jo pasal 32 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Dalam pasal ini disebutkan perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia, wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (bayu wasono/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri melakukan penggerebekan gudang di Kompleks MCP Jalan Kerapu Batu Ampar, Batam, Rabu, 31 Januari 2018.

Dari penggerebekan ini Sebanyak 16.930 makan dan minuman yang masuk dalam kategori ilegal. Dari jumlah tersebut, diketahui ada 19 jenis merek yang diketahui tidak memiliki logo maupun izin edar di Indonesia. Bahkan beberapa diantaranya tidak memasang logo halal.

Alex Sander, Kepala Balai POM di Batam mengatakan diketahui adanya barang-barang ilegal tersebut setelah adanya informasi dari masyarakat yang kerap melihat adanya transaksi hingga pendistribusian produk pangan yang tidak memiliki kelengkapan resmi.

Setelah dilakukan investigasi, diketahui barang-barang tersebut berasal dari China, Thailand, Singapura dan Malaysia.

“Untuk jenisnya, ada beras, kecap, susu bubuk berenergi, bihun, tepung hingga asinan sayur,” kata Alex.

Selain mengamankan barang bukti yang ada, tambahnya, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap tiga orang yang diketahui sebagai pengawas, pekerja dan penjaga gudang.

“Dari yang kita lihat, ada dugaan barang-barang tersebut dilakukan pengemasan ulang yang kemudian dijual ke masyarakat tanpa kemasan maupun izin dai BPOM. Tindakan ini sengaja dilakukan olehnya, guna menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi,” terangnya lagi.

Akibat perbuatan tersangka, BPOM di Batam menjerat para tersangka dengan Pasal 142 Undang-undang nomor 18 tahun 2012, tentang pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun , atau denda Rp4 miliar.

Sementara itu, Rina salah seorang pengawas gudang saat dikonfirmasi terkait barang ilegal tersebut mengak tidak tahu menahu dari mana barang tersebut.

“Saya nggak tahu apa-apa. Ngak tahu apa-apa saya Pak,” jelasnya sambil berlalu pergi menghindari awak media. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menemukan barang dan produk yang tidak ada standar nasional Indonesia (SNI). Bahkan produk ini tersimpan rapi di gudang.

Hal ini diketahui dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi 1 DPRD Kota Batam bersama di gudang penyimpanan barang Tanpa SNI di kawasan Tanjung Uncang, Rabu, 24 Januari 2018 siang.

Budi Mardianto, Ketua Komisi 1 DPRD Batam mengatakan kedatangannya ke gudang yang menyimpan produk tanpa SNI ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari informasi yang masuk, katanya, diketahui barang tanpa SNI itu sudah lama di stok di gudang tersebut.

“Barangnya tanpa SNI. Banyak barangnya,” sebut Budi kepada wartawan disela-sela kegiatan sidak tersebut.

Sejauh ini, rombongan masih menanyakan kepada penjaga gudang terkait kepemilikan barang dan gudang ini. Namun mereka mengaku tidak tahu siapa pemilik gudang.

Barang yang tersimpan di gudang yang belum diketahui pemiliknya tersebut ada seperti dispenser untuk penyulingan air dengan merk Velaqua. Kemudian ada beberapa barang lainya. (bayu wasono)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada 271 orang yang mengungsi akibat kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Kampung Gudang, RT 05 RW 01, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor Budi Hendrawan mengatakan, jumlah pengungsi tersebut terdiri dari 134 laki-laki dan 137 perempuan dari 76 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran.

“Untuk data sementara terada 271 jiwa yang mengungsi. Tapi data itu masih bisa bertambah karena terus dilakukan pendataan,” katanya, saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin, 25 Desember 2017.

Budi menambahkan, ratusan pengungsi tersebut ditampung sementara di gedung SDN Empang 2, Kota Bogor. Pihaknya pun terus mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan dan matras ke pengungsi.

“Kita sudah salurkan terpal, matras, tikar, selimut dan makanan cepat saji. Tapi karena dapur umum belum bisa digunakan jadi kita membeli makanan di warung-warung terdekat. Kalau untuk balita kita akan siapkan susu tapi tergantung orangtuanya,” tambah Budi.

Pihaknya pun menetapkan status tanggap darurat bencana terhitung mulai hari ini sampai sepekan ke depan.

“Estimasi kami tanggap darurat bencana ini sampai satu minggu ke depan,” pungkas Budi.

Seperti diketahui, puluhan rumah yang berada di Kampung Gudang, RT 05 RW 01, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ludes dilalap api. Polisi menduga kebakaran karena striakaan salah satu warga yang masih menyala ditinggal pemiliknya.

Petugas pemadam kebakaran dibantu Polisi, TNI dan warga sekitar oun kesulitan untuk memadamkan api lantaran akses jalan menuju lokasi yang sempit sehingga tidak dapat dilalui mobil pemadam. Api baru berhasil dipadamkan petugas sekitar dua jam kemudian. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – PULUHAN korban tewas ditemukan dalam kebakaran gudang petasan di kompleks Pergudangan 99 Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Saat ditemukan, puluhan korban dalam kondisi bertumpuk.

“Korban tewas di dalam bertumpuk di beberapa titik,” kata petugas pemadam kebakaran Daddy, Kamis 26 oktober 2017 seperti dirilis merdeka.com.

Menurutnya, korban tewas karena terjebak tidak bisa keluar lokasi. “Pintu dikunci tidak ada akses,” katanya.

Sebelumnya, Pabrik petasan di Kompleks Pergudangan 99 Jl Raya Raya Salembaran Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, meledak pagi tadi.

Puluhan orang terluka dan sejumlah orang dikabarkan meninggal dunia.

Dari hasil identifikasi sementara, korban luka sebanyak 31 di orang sebagian dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

Belum diketahui pasti, korban luka tersebut apakah pekerja pabrik atau warga sekitar tempat kejadian. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tim Intel Kodim 0315/Bintan menggrebek gudang penyimpanan minumal beralkohol illegal dari Singapura disalah satu gudang di Jalan D.I Panjaitan, Senin (18/09/2017). Dari gudang tersebut ditemukan sebanyak 3 ribu dus atau sekitar 24 ribu botol mikol berbagai merk, seperti Chivas, Gordon, Kahlua, Draytons.

Kepala Staf Kodim 0315/Bintan Mayor (Inf.) Sugeng S mengatakan penggrebekan gudang mikol illegal ini dilakukan oleh Tim Intel setelah sebelumnya melakukan penyelidikan selama dua minggu. Dari hasil penyelidikan tersebut diketahui mikol merk terkenal yang selama ini beredar di Tanjungpinang didrop dari salah satu gudang yang berada di KM 7 Tanjungpinang.

Mayor (Inf.) Sugeng S mengatakan dari hasil penyelidikan diketahui pemilik gudang berinisial AH. Adapun mikol tersebut didatangkan dari Singapura, sebelum ke Tanjungpinang terlebih dahulu berada di Batam.

“Dari Batam minuman ini dibawa menggunakan kapal menuju Tanjung Berakit, Bintan. Dari kapal tersebut mikol dilansir menggunakan perahu kecil lalu dibawa ke darat dan selanjutnya dimuat ke dalam mobil book lalu dibawa ke gudang. Penjaga gudang kita amankan, sedangkan pemilik mikol masih kita lakukan penyelidikan,” ujar Mayor (Inf.) Sugeng S.

Lebih lanjut Mayor (Inf.) Sugeng S mengatakan akibat aktifitas penjualan mikol illegal ini negara dirugikan karena tidak ada kontribusi yang diberikan kepada negara, seperti pajak.

Selanjutnya Kodim 0315/Bintan akan berkoordinasi dengan Bea Cukai Tanjungpinang untuk menyerahkan barang bukti dan penjaga gudang. (bobi)