Hawa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Karimun, Erwan Muharuddin jumlah kasus penderita positif penyakit HIV dan AIDS belum ada pengurangan.

“HIV/AIDS sudah masuk konsentrasi. Sehingga penularan dan penyebarannya semakin cepat serta meningkat. Ini terjadi disebabkan, jaringan perilaku seks tidak aman atau seks bebas,” kata Erwan dalam penyuluhan HIV/AIDS bagi pelajar dan pemuda yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun di Hotel 21 Karimun Jalan Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Rabu, 18 April 2018.

Untuk tahun 2017, katanya lebih jauh, ditemukan lebih dari seratus orang yang positif HIV/AIDS di Kabupaten Karimun. Dari jumlah tersebut, penderitanya lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki.

“Penderitanya memang banyak perempuan, tapi yang paling banyak meninggal dunia adalah laki-laki. Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun 67 persen dari usia 25-49 atau usia produktif. Di tahun 2018 dari Januari sampai sepanjang April, kasus HIV/AIDS mengalami penurunan,” ucapnya.

Kadispora Kabupaten Karimun, Sukari melalui Kabid Pemuda Dispora, Agusman mengatakan tujuan diadakan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta tentang HIV/AIDS. Ia berharap peserta dapat memahami dan memberikan ilmu yang didapat dari penyuluhan kepada masyarakat. Terutama sekali, ilmu yang didapat dapat menjadi benteng untuk diri sendiri.

“Sampaikan informasi tentang HIV/AIDS dan apa yang perlu dijaga ke masyarakat secara persuasif. Generasi muda mempunyai peranan penting dan tanggungjawab dalam menyelamatkan negeri,” pintanya sebelum menutup penyuluhan. (kmg/ian)

HIBURAN

Rabu | 01 November 2017 | 16:58

Ini Film yang Mengangkat Sosok Kaum Hawa Madura

MEDIAKEPRI.CO.ID, – PERSATUAN Artis Film Indonesia (Parfi) Pamekasan, Jawa Timur, akan mengangkat sosok kaum hawa Madura sebagai tokoh utama film layar lebar berjudul

“Perempuan Berselimut Angin”.

“Film layar lebar ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp4 miliar, dan segera memasuki masa praproduksi. Film ini merupakan lanjutan, setelah sebelumnya Parfi Pamekasan berhasil memproduksi film pendek berjudul ‘Mesa Sape’,” kata Ketua Parfi Pamekasan, Yoyok R Effendi kepada Antara di Pamekasan, Rabu 1 november 2017.

Ia menjelaskan, film berjudul “Perempuan Berselimut Angin”, mengangkat figur utama sosok wanita Madura yang tangguh dan teguh pendirian menghadapi berbagai macam masalah dan konflik yang menerpanya, serta mandiri dalam bersikap.

Namum, sambung dia, perilakunya tetap mengacu pada nilai-nilai religi dan budaya setempat. “Jadi tidak sekadar mengeksplorasi eksotika wanita Madura,” ujarnya.

Yoyok yang juga Ketua III Dewan Kesenian Pamekasan lebih lanjut menjelaskan, sentimen pasar industri film nasional harus bisa di-distorsi sebelum mencapai titik jenuh pada jenis-jenis film yang lagi trend, misalnya dengan karya-karya film kreatif dan unik berbasis kearifan lokal sehingga penonton punya opsi untuk penyegaran hiburan.

“Inilah fungsi film yang ideal, yakni dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan yang baik,” katanya.

Pembuatan film ini dilaksanakan di Pulau Madura dengan pertimbangan, karena ketersediaan sumber daya alam sangat potensial, khususnya destinasi wisata alam, budaya dan kuliner dengan beragam keunikan yang ada di Madura, khususnya di Pamekasan.

“Jadi, ini yang akan kami ekspose, guna menguatkan karakter penokohan dalam film tersebut agar publik penasaran dan ingin menonton film tersebut,” kata Yoyok.

Menurut dia, film tersebut nantinya juga melibatkan aktor aktris papan atas Jakarta, juga Surabaya dan Pamekasan sehingga diharapkan nantinya muncul talenta-talenta daerah yang bisa berkiprah di khasanah perfilman nasional.

“Film ini akan menjadi media promosi potensi daerah, makanya kami akan mema ksimalkan kesempatan ini guna mengeksplor dan mengekspos potensi budaya dan wisata,” katanya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Puluhan ibu di Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur antusias mengikuti kegiatan gotong royong (goro), Minggu, 17 September 2017. Kegiatan ini dilaksanakan agar pembangunan di desa cepat tercapai. Semangat kebersamaan yang masih melekat di desa ini, membuat kepala desa merasa bangga dengan masyarakat yang dipimpinnya.

M Rais, Kepala Desa Keton mengatakan, ibu ini turun goro, salah satu bentuk semangat solidaritas agar pembangunan di desa cepat terialisasi. Karena, katanya, tahun ini Keton mendapat program dari pemerintah pusat maupun daerah untuk air bersih, yakni program pamsimas.

Dijelaskannya, program pamsimas dari Kementrian PU yang menggunakan dana APBN juga dari dana desa. Proses pengerjaan pembangunannya, harus menggunakan jasa swadaya masyarakat. untuk itu, tambahnya, mereka yang turun ini satu diantrannya membantu mengumpul batu-batu buat bahan pengecoran bak air bersih nanti.

Sementara itu, katanya lebih jauh, bapaknya menggali parit, memasang pipa. Oleh karna itu, sebutnya, program yang melibatkan masyarakat ini, selaku kades menyampaikan kepada warga, agar pembangunan di desa cepat terselesaikan.

“Kita masyarakat harus bahu membahu,” katanya kepada mediakepri.co.id, Minggu 17 September 2017 via telepon seluler.

Mudah-mudah, katanya, kedepan semangat kebersaman masyarakat akan selalu tertanam di Desa Keton ini .

“Agar lebih mudah lagi untuk berbuat memajukan desa, Kalau tidak kita masyarakat, siapa lagi?,” katanya mengakhiri. (bran)