Indonesia

Kekuasaan RIS

HARI INI SEJARAH

Kamis | 27 Desember 2018 | 14:28

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID – Republik Indonesia Serikat, (bahasa Belanda:Verenigde Staten van Indonesia, bahasa Inggris:Republic of the United States of Indonesia) disingkat RIS, adalah suatu negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember1949

Dilangsir dari wikipedia.org, berdirinya RIS ini sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja BundarRepublik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda

Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.

Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada 17 Agustus 1950

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Republik Indonesia Serikat memiliki konstitusi yaitu Konstitusi RIS. Piagam Konstitusi RIS ditandatangani oleh para Pimpinan Negara/Daerah dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS, yaitu:

  1. Mr. Susanto Tirtoprodjo dari Negara Republik Indonesia menurut perjanjian Renville.
  2. Sultan Hamid II dari Daerah Istimewa Kalimantan Barat
  3. Ide Anak Agoeng Gde Agoeng dari Negara Indonesia Timur
  4. R. A. A. Tjakraningrat dari Negara Madura
  5. Mohammad Hanafiah dari Daerah Banjar
  6. Mohammad Jusuf Rasidi dari Bangka
  7. K.A. Mohammad Jusuf dari Belitung
  8. Muhran bin Haji Ali dari Dayak Besar
  9. Dr. R.V. Sudjito dari Jawa Tengah
  10. Raden Soedarmo dari Negara Jawa Timur
  11. Jamani dari Kalimantan Tenggara
  12. A.P. Sosronegoro dari Kalimantan Timur
  13. Mr. Djoemhana Wiriatmadja dari Negara Pasundan
  14. Radja Mohammad dari Riau
  15. Abdul Malik dari Negara Sumatera Selatan
  16. Radja Kaliamsyah Sinaga dari Negara Sumatera Timur. (***)

Duet Gubernur Kepri dan Danrem 033/WP Meriahkan Suasana Natal

perjuangan sarjana

NATUNA

Jumat | 21 Desember 2018 | 19:31

Jalan Terjal Ana Menggapai Cita di Pulau Terluar Indonesia

“Engkau sarjana muda, resah mencari kerja,  Mengandalkan ijasahmu. Empat tahun lamanya,  Bergelut dengan buku,  Tuk jaminan masa depan”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Penggalan lagu, Iwan Fals berjudul sarjana muda, sepertinya pantas untuk menggambarkan keadaan terkini. Sulitnya para sarjana maupun lulusan SLTA sederajat, mencari pekerjaan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Janji Pemerintah Daerah untuk membuka lapangan kerja, sepertinya tinggal tembang kenangan diatas mimbar kampanye, saat pemilukada yang telah lalu.

Panglima TNI Resmikan Satuan TNI Terintegrasi dan Sarpras Pertahanan

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

Menyambangi rumah salah satu sahabat mediakepri.co.id dari perkenalan di Natuna, Erwin Prasetyo namanya. Pria berperawakan besar tinggi ini, menjamu kami dikediamannya, Sabtu 15 Desember 2018 di daerah Batu Hitam, Natuna.

Disuguhi teh hangat dan singkong goreng, kami pun mulai bercerita tentang keadaan daerah, mulai dari ekonomi, politik, lapangan kerja, hingga tak sengaja “menyasar” ke kehidupan rumah tangga, Erwin.

Erwin sudah berkeluarga, panah “asmara” nya, tepat dilesatkan ke hati perempuan idaman asal Pulau Tiga bernama Ana Asmara, yang kini sah menjadi istrinya. Keluarga kecil ini dikaruniai seorang anak lelaki, kini berusia 2 tahun lebih. Meski Bekerja sebagai wiraswasta, penghasilan Erwin sudah mencukupi kebutuhan keluarga ini.

Hanura Kepri Ambil Bagian Polisikan Ketua KPU Pusat

 

Namun, sebagai orang tua, Erwin dan Ana menginginkan buah hatinya kelak, bisa menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Berangkat dari situlah, Ana sebagai istri tak mau hanya “menonton” suaminya “banting tulang” sendiri.

Berbekal gelar sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) kabupaten Natuna, Ana pun mencoba mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018.

“Kemarin sudah coba ikut tes CPNS, sayang gak lulus, ” ucap Ana, ikut menimbrung dalam obrolan kami sore itu.

pembukaan seleksi CPNS di Natuna, bak angin surga bagi para sarjana yang belum bekerja. Otomatis, Ana harus bersaing ketat dengan peserta lainnya.

BPOM Kepri Musnahkan Miliaran Rupiah Obat dan Makanan Ilegal

Bahkan, formasi dengan kualifikasi guru pendidikan agama islam yang diikuti Ana, kuotanya untuk 26 orang saja. Sedangkan, pendaftar pada formasi tersebut mencapai ratusan orang dari berbagai wilayah, hingga luar Natuna.

“Di natuna sudah biasa, lowongan untuk 2 orang saja, yang daftar bisa puluhan orang,” ujar Ana menggambarkan langka nya lowongan kerja.

Meski usahanya belum berbuah manis, perempuan kelahiran Desa Sabang Mawang, 26 tahun silam ini, juga tak pandai berdiam diri. Kini, Ana mengasah pengalamannya dengan menjadi Guru Sukarela, di salah satu SMK swasta di Natuna.

Bukan hanya itu potensi dirinya, Ana juga memiliki bakat sebagai pedagang, hal itu terbukti, jualannya berupa cumi kering dan jam tangan wanita, laris manis dijual di media sosial Facebook grup jual beli barang khusus Natuna.

” Menjadi guru itu cita-cita saya, kalau dagang, sambilan aja.” tutur Ana sembari tertawa.

Ana pun berharap, pemerintah daerah Kabupaten Natuna mampu menciptakan lapangan kerja bagi putera dan putri daerah.

” Tak banyak permintaan warga Natuna, yang penting lapangan kerja terbuka dan ekonominya sejahtera, ” kata ana, seiring berakhirnya perbincangan kami di sore itu. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perwakilan DPD dan DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia se Indonesia Hadir di kantor pusat DPP AJO Indonesia di bilangan Matraman Jakarta Timur, dalam pelaksanaan pra Rapimnas AJO Indonesia pada hari Sabtu, 15 Desember 2018.

DPD/DPC AJO Indonesia yang hadir diantaranya,  DPD AJO Indonesia Kepri, Riau,  Sumatera Selatan,  Sumatera Barat,  Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan, dan DPC AJO Indonesia Natuna, Pekanbaru, Indragiri Hulu, Rokan Hulu dan Luwu Raya.

Dewan Pembina AJO Indonesia, Septono Karyadi  mengatakan syarat utama portal online harus digitalisasi. Dan itu masuk dalam AD/ART AJO Indonesia  Disisi lain, media harus berbadan hukum, dan yang harus diingat wajib tertib administrasi.

“AJO Indonesia harus benar benar hadir sebagai organisasi yang aktivitasnya terdata, jadi sekecil apapun tercatat,” ungkapnya.

Septono menegaskan AJO Indonesia harus berbeda dengan aliansi lain. Apalagi menuju industri digital 4.0. Dan tentu pada konsep dan platform media online.

“Kita mencoba bersama sama melihat peluang agregasi digital media online.  Hal serupa sudah terjadi pada bidang lain.  Lima tahun terakhir bahkan sudah terbukti, pebisnis yang bergerak dan berbasis digital online telah masuk dalam 100 orang terkaya di Indonesia”, pungkasnya.

Kedepan, CEO perusahaan bidang teknologi ini juga menyampaikan harapan AJO Indonesia menjadi terdepan, dengan gebrakan dan inovasi digital media online.  Mengikuti era digital yang berkembang dinamis dan milenia.

Ketua Umum AJO Indonesia  Rival Ahmad Labbaika menekankan konsep AJO Indonesa muncul dari keresahan bersama yang tidak ditemukan pada organisasi terdahulu.

“Dengan AJO Indonesia saatnya kita duduk bersama setara”, sebutnya.

Menurutnya, sebagai pekerja pers perlindungan hukum tentu jadi hal mutlak dalam pelaksanaan kerja jurnalis dilapangan. Di sisi lain,  AJO Indonesia bervisi untuk hadir bukan hanya sebagai organisasi kumpulan media atau jurnalis,  lebih jauh menjangkau era digitalisasi yang terbenam dalam platform media online yang bekerja sama mencapai tujuan bukan sama sama kerja.

Ketum AJO Indonesia, mengatakan Rapimnas akan diselenggarakan pada pertengahan Februari 2019 mendatang.

“Pra Rapimnas ini menjadi pemanasan menuju Rapimnas nanti.  Makanya diharap DPD dan DPC mempersiapkan kelengkapan dan hal hal yang dibutuhkan,” tuturnya.

Dalam acara pra Rapimnas ini, DPC Natuna dinobatkan sebagai DPC yang paling banyak menyerahkan kelengkapan administrasi media online, yakni 25 media online ke DPP AJO Indonesia.

Sebagai penghargaan kepada Ketua DPC Natuna,  Roy.  S. DPD Kepri memberikan bingkisan khusus, yang diserahkan langsung oleh Ketum AJO Indonesia, Rival Ahmad Labbaika. (***)

penyair perempuan

HEADLINE

Kamis | 06 Desember 2018 | 22:22

‘Rahim’ FSIGB Lahirkan Penyair Perempuan Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) yang dilaksanakan di Tanjungpinang dan Bintan, Kepulauan Riau 29 November hingga 2 Desember 2018, melahirkan kelompok Penyair Perempuan Indonesia (PPI). Kunni Masrohanti, penyair asal Riau yang juga baru ditabalkan sebagai Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) di Riau beberapa bulan lalu, dipercaya untuk memimpin PPI tersebut. Sedangkan Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi selaku penggagas FSIGB dan kritikus sastra Indonesia dan Maman S Mahayana, dipercaya sebagai Pembina.

BACA JUGA

Ratusan Penyair dari Tiga Negara ke Bintan untuk ‘Hidupkan’ Hang Tuah

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Didampingi enam penyair perempuan lainnya yang hadir yakni, Rini Intama (Banten), Ratna Ayu Budhiarti (Jawa Barat), Ade Novi (Jawa Barat), DM Ningsih (Riau), Ummi Rissa (Jawa Barat) dan Yuanda Isha (Kepulauan Riau), Kunni membacakan teks deklarasi yang dibuatnya sendiri tersebut di hadapan puluhan penyair dari Indonesia, Malaysia dan Singapura di gedung pertunjukan Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang. Presiden Penyair Indoensia, Datuk Seri Lela Pujangga Utama, Sutardji Calzoum Bachri, juga menyaksikan sejarah baru kesusasteraan Indonesia itu.

Kunni mengatakan, PPI dideklarasikan untuk mengingat kembali peran dan kekuatan perempuan dalam perjalanan kepenyairan Indonesia seperti pengaruh dan peran perempuan dalam kerajaan Melayu antara lain Tun Fatimah, Tengku Tengah, dan Siti Kamariah seperti yang mereka fahami selama mengikuti FSIGB. Hendaknya penyair perempuan juga memberi pengaruh besar bagi Indonesia.

Kolonel Ariful Lepas Kontingen FKPPI Kepri ke Jambore Nasional

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Kekuatan Investigasi Media hingga Mundurnya Presiden

“Begitu banyak pengaruh perempuan dalam kebesaran kerajaan Melayu dengan segala lika-liku, kesadaran dan kebesaran jiwanya. Begitu juga dengan Pujangga Aisyah Sulaiman dengan karya-karyanya yang turut mewarnai kesusasteraan Indonesia di masanya. Lanntas seperti apakah pengaruh dan peran penyair perempuan bagi Indonesia,” kata dia.

Kunni melanjutkan, dengan adanya deklarasi PPI tersebut, dirinya berharap agar Penyair Perempuan Indonesia mampu memberikan inspirasi kepada perempuan lainnya untuk tetap menyusu pada tradisi dan mewariskannya pula kepada generasi selanjutnya melalui puisi.

Perempuan tambahnya, dari rahimnyalah lahir segala cinta. Dari bibirnya pula lahirlah segala aksara. Dondang, dodoi, nandung, batimang, nyanyi panjang, maratik, di dalamnya segala pesan dan harap kepada anak digantungkan saat dalam buaian.

“Ingatkah? Itulah sastra lisan yang juga puisi. Jika laut berpalung dalam, berbatu karang, maka palung puisi itu bernama perempuan. Karena itu, kami kukuhkan PPI untuk menginspirasi perempuan-perempuan lain agar kembali kepada tradisi sebagai sumber inspirasi puisi. Ide lahirnya PPI sendiri bermula dari bincang-bincang kecil bersama Datuk Rida K Liamsi dan Kang Maman S Mahayana. Alhamdulillah mereka sangat mengapresiasi,” katanya lagi.

Sementara itu, Rida K Liamsi, Pembina PPI, pengaggas FSIGB, Hari Puisi Indonesia (HPI) serta penggagas berbagai ivent besar kesusasteraan di Indonesia, berharap agar PPI bisa memberikan ruh positif bagi kesusasteraan Indonesia. ‘’Ya, dengan adanya PPI perempuan-perempuan penyair Indonesia diharapkan lebih bersemangat, lebih memberi arti dan berpengaruh serta mewarnai perkembangan kesusasteraan di Indonesia ke depannya,’’ katanya. (***)

pahlawan tanpa jasa

HARI INI SEJARAH

Minggu | 25 November 2018 | 0:03

Solo, Kota yang Mempersatukan Semangat Guru di Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID – Setiap tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru di Indonesia.

Ditetapkannya Hari Guru ini adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

BERITA TERKAIT

Anambas Butuh “Sentuhan” Guru Negeri

Agar Tercipta Pendidikan yang Berkualitas

Bupati Bintan Pastikan, 2019 Insentif Guru Paud Naik

Penetapan Hari Guru di Indonesia dimulai pada 1912. Pada tahun ini para guru sudah punya semangat dan memahami pentingnya sebuah wadah untuk tempat berkumpul. Hingga, saat itu terbentuk Persatuan Guru Hindia-Belanda (PGHB).

Pada era yang sama, bermunculan organisasi guru lainnya dengan beragam latar belakang yang berbeda seperti agama, politik, suku, dan lain sebagainya.

BACA LAINNYA

Ciptakan Spons Koral untuk Penyembuhan Luka Operasi

Pembimbing dan Siswa MTs Aqidatunnajin yang Berprestasi di OSN Lingga

Program Beasiswa untuk Pelajar di Karimun

Pada tanggal 24-25 November 1945, diselenggarakanlah Kongres Guru Indonesia di Surakarta (Solo) yang bertujuan membaurkan organisasi guru dengan latar belakang yang berbeda itu. Pada saat yang sama mereka menyatakan diri bersatu dalam wadah bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Pada kongres tersebut, mereka juga serentak menyuarakan untuk mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan, serta membela hak dan nasib buruh pada umumnya, khususnya guru.

Setelah 49 tahun berselang, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru. Peringatan Hari Guru juga diperingati bersamaan dengan perayaan ulang tahun PGRI.

Berkaitan dengan perayaan Hari Guru, akhir-akhir ini kita malah disuguhi pemberitaan yang melibatkan kekerasan yang melibatkan murid dan guru. Meski demikian, banyak pula contoh baik hubungan antara murid dan guru.

”Terpujilah wahai engkau Ibu-Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku ‘tuk pengabdianmu

Lirik tersebut merupakan lagu berjudul Hymne Guru karya Sartono. Lagu tersebut biasanya dinyanyikan pada saat peringatan Hari Guru. SELAMAT HARI GURU, PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Indonesis-belanda

HARI INI SEJARAH

Kamis | 15 November 2018 | 0:20

72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tepat hari ini, pada 72 tahun lalu, terlaksananya pertemuan Indonesia dan Belanda. Pertemuan yang disebut dengan perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Lingga’r’jati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia.

Hasil perundingan dari Linggarjati ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947.

Seperti yang dikutip di wikipedia,org, diketahui masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan ‘status quo’ di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya peristiwa 10 November. Selain itu, pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia.

BACA: Ini Sejarahnya, Kenapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

BACA: 21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, Diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe. Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Pulau Madura, akan tetapi Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

BACA: Alasan Peperangan di Surabaya Ditetapkan sebagai Hari Pahlawan

BACA: Sejarah Lahirnya Rupiah

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

Dalam perundingan ini Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook,dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan tersebut menghasilkan 17 pasal yang antara lain berisi:,
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati.

Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal 20 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda I. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun, sambil membuka turnamen-turnamen olah raga, terus memperkuat semangat keagamaan dan keindonesiaan anak-anak muda. Ketika berada di Pulau Batang Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, anak-anak langsung diuji dengan pertanyaan tentang surat-surat pendek. Juga tentang keindonesiaan.

“Ramainya budak-budak kat sini. Kalian pandai baca Surat Al Ikhlas tak. Bisa menyanyikan Indonesia Raya kan,” kata Nurdin sebelum membuka Turnamen Sepak Bola Tanjung Ambat Cup ke 6, di lapangan Sepak Bola Pulau Batang, Selasa, 16 Oktober 2018 petang.

Menguji anak-anak dengan bertanya surat-surat pendek merupakan kebiasaan Nurdin dalam setiap kunjungan ke pulau-pulau. Tentu, setelah sukses melafazkannya, Nurdin memberi hadiah.

Demikian juga dengan pertanyaan-pertanyaan wawasan kebangsaan. Anak-anak yang selalu tangkas menjawab, selalu diberi apresiasi oleh Nurdin.

Berbaur dan berbincang dengan masyarakat di sekitar lokasi turnamen, juga sering dilakukan Nurdin. Kadang di kedai-kedai tempat masyarakat berjualan, Nurdin kadang membeli jualan untuk diberikan kepada penonton yang lainnya.

“Ibu, ini telor rebus saya bayar semua. Tolong dibagikan kepada yang lain,” kata Nurdin, yang pada kesempatan awal ikut membagikan telur rebus yang dibelinya.

Nurdin sendiri dalam banyak turnamen salau memperlihatkan dukungan penuhnya. Karena itu, dia berupaya selalu memenuhi undangan pembukaan atau penutupan turnamen di berbagai pulau, di sela kesibukkannya.

“Jadikan kegiatan olah raga sepak bola ini menjadi ajang silaturkhim dan saling menjaga ukhuwah islamiyah dan wathoniyah diantara kita. Insyaallah akan semakin menyatukan hati masyarakat kepri menuju kesejahteraan dan keberkahan,” kata Nurdin.

Ketua Panitia Rudi Kartono menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur yang telah meluangkan waktunya membuka turnamen ini. Pada Turnamen kali ini diikuti oleh 64 Tim dan akan dilaksanakan dari tanggal 16 Oktober hingga 17 November 2018.

“Terimakasih Pak Gubernur, atas kehadirannya untuk membuka Turnamen Sepak Bola di kampung kami” kata Rudi.

Pada kesempatan tersebut panitia juga menyampaikan keluhan perihal kondisi lapangan yang sering banjir disaat air pasang tersebut di saat musim utara. Untuk itu Nurdin langsung memerintahkan Kadispora untuk segera mengalokasikan dana guna membuat tanggul pembatas.

“Ini lapangan rumputnya sudah bagus jadi biar aja lapangannya, kite bangun aje tanggul pembatas supaya air tak masuk ke lapangan,” kata Nurdin.

Nurdin juga berpesan kepada masyarakat Tanjung Ambat untuk tekun dalam beribadah, jauhkan narkoba dan senantiasa menjaga lingkungan sekitar, khususnya kebersihan laut.

“Jaga sholat 5 waktu, jauhi narkoba, jaga kebersihan laut kite jangan buang sampah kelaut ya bapak ibu” pesan Nurdin.

Dalam pembukaan turnamen sepak bola tersebut berjalan dengan lancar. Gubernur mengawalinya dengan menendang bola ke dalam gawang salah satu tim. Hadir pada kesempatan tersebut Kadispora Mafrizon, Kadisperindag Burhanudin, Kabiro Humas Protokol Nilwan dan Anggota DPRD Kepri Syarifah E. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kuala Lumpur – Timnas Indonesia harus mengubur impiannya tampil di Piala Dunia U-17 tahun depan. Ini setelah Garuda Muda takluk 2-3 dari Australia di perempatfinal Piala Asia U-16.

Pada laga yang dihelat di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin, 1 Oktober 2018 sore WIB, Indonesia sebenarnya mampu unggul duluan di babak pertama lewat Sutan Diego Zico.

Tapi, Australia bangkit di babak kedua dan bergantian menjebol jala Indonesia lewat gol-gol Daniel Walsh, Adam Leombruno, dan Noah Botic, sebelum Indonesia mencetak gol kedua lewat Rendy Juliansyah,

Kekalahan ini mengandaskan asa Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U-17 Peru tahun depan. Sementara, itu Australia menyusul Jepang dan Tajikistan yang lebih dulu lolos.

Jalannya pertandingan

Laga di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin, 1 Oktober 2018 sore WIB, belum genap berjalan dua menit, gawang Indonesia sudah terancam. Mendapat umpan rekannya, Luke Duzel melepaskan sepakan keras yang masih menghantam tiang gawang.

Indonesia terus ditekan Australia dan tak berkesempatan mengembangkan permainan. Mereka malah nyaris kebobolan lagi pada menit ke-10 ketika Duzel berada dalam situasi satu lawan satu di kotak penalti, Tapi Ernando bisa menepisnya.

Di menit ke-15 Indonesia mendapat peluang pertama lewat Sutan Diego Zico tapi kiper Adam Pavlesic bisa mengadang bola sepakan tersebut.

Dua menit setelahnya Indonesia malah unggul duluan lewat gol Zico. Kesalahan lini belakang Australia dalam mengamankan serangan Indonesia membuat bola jatuh di kaki Zico dan lewat kaki kirinya, si kulit bundar ditempatkan di pojok kiri gawang.

Mampu unggul lebih dulu membuat Indonesia lebih percaya diri dalam membangun serangan dan menekan pertahanan Australia.

Indonesia memperoleh beberapa kesempatan untuk bikin gol tapi ketidaktenangan para pemain membuat peluang itu gagal.

Australia malah nyaris menyamakan kedudukan ketika kesalahan Komang dalam menguasai bola membuat Jordan Bos dalam posisi bebas di kotak penalti. Tinggal berhadapan dengan kiper, sepakan Bos bisa diadang Ernando pada menit ke-37.

Di lima menit terakhir babak ini, Indonesia mendapat dua kans untuk menggandakan keunggulan. Yang pertama dari Zico pada menit ke-43 tapi sepakannya bisa dihalau barisan belakang Australia.

Yang kedua dari Andre Oktaviansyah ketika tembakan jarak dekatnya dibendung Pavlesic. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum untuk keunggulan Indonesia.

Enam menit setelah restart, gawang Indonesia kebobolan setelah sepakan bebas dari sisi kanan disambut tandukan Daniel Walsh yang menjebol jala Ernando.

Setelah kebobolan, permainan Indonesia justru menurun dan tak mampu mengimbangi Australia yang terus menekan terutama dari sisi sayap. Lemahnya koordinasi pertahanan Indonesia yang dimanfaatkan betul oleh lawan.

Itulah yang jadi penyebab gol gawang mereka bobol lagi menit ke-65 sekaligus membuat Australia berbalik unggul 2-1. Kesalahan Bagas dalam menguasai bola direbut pemain Australia dan berakhir di Adam Leombruno yang melakukan overlap sebelum melepaskan sepakan kaki kiri ke pojok kiri gawang.

Gawang Indonesia bobol lagi di menit ke-72 dan lagi-lagi rapuhnya lini belakang jadi penyebabnya. Noah Botic lolos dari jebakan offside dan menggiring bola ke kotak penalti sebelum melepaskan bola ke tiang jauh gawang Ernando.

Meski tertinggal dua gol, Indonesia tak menyerah dan terus coba mencari gol tambahan. Ada peluang di menit ke-81 lewat Bagus Kahfi tapi bola sepakannya bisa ditepis Pavlesic.

Indonesia mendapat “napas” ketika pada menit ke-88, Rendy Juliansyah menjebol jala Australia usai memaksimalkan umpan lambung Brylian.

Di masa injury time, Indonesia sempat mendapat peluang lewat sepakan Bagus di depan gawang usai mendapat umpan dari sisi kiri. Tapi, bola malah melayang di atas mistar.

Skor 3-2 bertahan hingga laga usai untuk kemenangan Australia.

Susunan pemain

Indonesia: Ernando Ari, Komang Teguh, Fadillah Nur Rahman, Yudha Febrian, Bagas Kaffa, David Maulana, Brylian Aldama, Andre Oktaviansyah, Supriadi (Rendy Juliansyah 77′), Bagus Kahfi, Sutan Zico (Muhammad Salman Alfarid 15′)

Australia: Adam Pavlesic, Daniel Walsh, Jordan Bos (Tristan Hammond 62′), Ryan Teague, Birkan Kirdar, Noah Botic, Luke Duzel, Jordan Courtney-Perkins, Adam Leombruno, Joseph Roddy (Joshua Varga 62′), Thomas Lambiris. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa pada bangsa Indonesia menyusul bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menerjang Sulawesi Tengah.

Erdogan pun mengatakan, Turki siap memberikan bantuan apapun yang diperlukan Indonesia.

“Saya berdoa untuk saudara-saudara dan saudari-saudari kami, yang meninggal dalam gempa bumi dan tsunami di Indonesia, semoga pemulihan cepat untuk yang terluka dan saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada rakyat Indonesia,” demikian disampaikan Erdogan dalam postingan di Twitter seperti dilansir Daily Sabah, Senin, 1 Oktober 2018.

“Turki siap untuk melakukan segala daya untuk membantu Indonesia menyembuhkan luka-lukanya,” imbuh Erdogan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Turki juga menyampaikan belasungkawa mendalam pada kerabat keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa dan mengharapkan pemulihan yang cepat bagi para korban yang terluka.

“Kami telah mengetahui dengan kesedihan mendalam bahwa gempa bumi dan tsunami di pulau Sulawesi di Indonesia, menyebabkan hilangnya banyak nyawa, luka-luka dan kerusakan yang luas. Turki sangat solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Indonesia dan siap untuk memberikan bantuan apapun yang mungkin diperlukan,” demikian disampaikan kementerian dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari operasi kemanusiaan, Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) telah mengirimkan sebuah tim bantuan darurat ke Indonesia menyusul gempa dan tsunami dahsyat di Palu dan Donggala. Dalam statemennya, IHH menyatakan telah mengirimkan sebuah tim yang terdiri dari lima orang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut.

Data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Ahad, 30 September 2018, menyebut sedikitnya 832 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Jumlah itu terdiri dari 821 korban tewas di Palu dan 11 korban tewas di Donggala. Jumlah korban luka berat dilaporkan mencapai 540 orang dan jumlah pengungsi mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengharap agar terangnya listrik di Sijantung bukan hanya menerangi lampu, dan menghidupkan peralatan listrik, tetapi dapat menerangi hati masyarakat.

Dengan terang lampu, dapat menambah khusuk dalam beribadah dan membaca Alquran di malam hari.

“Anak-anak dapat belajar mengaji dan belajar pelajaran sekolah dengan tenang dan nyaman,“ kata Nurdin saat Peresmian Percepatan Desa Berlistrik Menuju Rasio Elektrifikasi 100 Persen dan Peningkatan Konsumsi Listrik Perkapita di Kelurahan Sijantung Kecamatan Galang Kota Batam, Jumat, 28 September 2018.

Nurdin mengajak masyarakat bersyukur karena sudah diberikan aliran listrik 24 jam. Elektrifikasi ini merupakan salah satu program Nawacita yang digagaskan oleh Presiden Jokowi agar bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Pemerintah bersama Bright PLN Batam berkomitmen akan mewujudkan listrik bisa dirasakan 24 jam di pulau-pulau dan masyarakat hinterland,” kata Nurdin.

Dengan aliran listrik 24 jam ini, Nurdin berharap generasi penerus akan menambah pengetahuan dan wawasan sehingga meningkatnya Sumber Daya Manusia. Masuknya listrik juga meningkatkan aktivitas pemanfaatkan teknologi informasi. Karena itu Nurdin berpesan masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi pengaruh-pengaruh negatif yang akan mudah sekali masuk di masyarakat hinterland.

“Kita bentengi generasi penerus dengan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Selalu jalin kebersamaan dan kekompakkan sehingga bangsa kita tidak mudah dipecah belah dengan isu,” kata Nurdin.

Dirut Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura mengatakan, saat ini elektrifikasi di Batam kurang lebih telah mencapai 98,4 persen. Termasuk sambungan listrik ke hinterland dan merupakan tertinggi di wilayah Kepri.

Pada tahun 2018, kata Dadan, Bright PLN Batam fokus terhadap pengembangan jaringan di Rempang-Galang. Total 4 kelurahan yaitu sembulang, sijantung, rempang cate, setokok telah tersambung listrik Bright PLN Batam dengan panjang jaringan SUTM 33 Kms, SKTM 9 Kms, SUTR 2 Kms, dengan total pelanggan tersambung 569.

Pada tahun 2019, kata Dadan, Bright PLN Batam berencana akan membangun jaringan kelistrikan di 8 tempat yaitu Air Naga, Kampung Kelingking, Kampung Kalat, Kampung Monggak, Kampung Pasir Panjang, Kampung Baru, Kampung Tanjung Cakang dengan total SUTM 17 Kms dan SKTM 22 Kms.

“Bright PLN Batam akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta keandalan pasokan listrik dengan beberapa program yang memudahkan masyarakat dalam menikmati lisrtik salah satunya program sambungan baru dan naik daya gratis,” kata Dadan.

Selain dihadiri masyarakat, peresmian ini juga dihadiri Kadis ESDM Kepri Amjon, Kapolsek Galang AKP Heri Sujati dan Lurah Sijantung Danang Prilasandi.

Sekcam Galang Ute Rambe mengatakan banyak pulau-pulau di Kecamatan Galang yang belum merasakan dampak dari listrik. Karena itu dia berharap ini bisa segera direalisaikan sehingga bisa memberi peningkatan SDM bagi generasi muda. (***)

sumber: humaskepri.id

TANJUNG PINANG

Minggu | 30 September 2018 | 20:13

Tekad dan Semangat Pemprov Jadikan Kepri Gerbang Wisata Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekdaprov H. TS. Arif Fadillah mengatakan melalui penyelenggaraan Tour De Kepri Tahun 2018, Pemprov bertekad dan semangat untuk menjadikan Kepulauan Riau sebagai Gerbang Wisata Indonesia. Kepri juga siap menjadi destinasi baru unggulan Sport Tourism di Wilayah Barat Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara serta membantu pencapaian target pariwisata nasional Tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman,” kata Arif saat Flag Off Tour de Kepri Tahun 2018 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jum’at, 28 September 2018.

Arif mengatakan pelaksanaan kegiatan Tour de Kepri ini tentunya akan memberikan dampak yang sangat baik bagi Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Dampak langsungnya berupa kedatangan para wisman sebagai peserta dan dampak yang tidak langsung berupa pemberitaan yang luas ke mancanegara. Tentunya ini akan semakin memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Tidak lupa pada kesempatan ini Arif mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atau instansi yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Tour de Kepri Tahun 2018.

“Terimakasih setingi-tingginya atas kerjasama semua pihak, semoga kerjasama yang baik ini menjadi dasar kita bersama dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan event-event pariwisata di Kabupaten /Kota dan Provinsi Kepulauan Riau yang akan dilaksanakn pada tahun-tahun mendatang,” harap Arif.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar dalam laporannya mengatakan kegiatan Tour de Kepri Tahun 2018 merupakan kejuaraan balap sepeda resmi yang bekerjasama dengan Cycosport Singapore dengan peserta sebanyak kurang lebih 500 orang yang berasal dari beberapa Negara.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini, berlangsung dari tanggal 28-30 September 2018 bertempat di Kota Tanjungpinang (lokasi Dompak Tanjungpinang – Double Criterium) – Kabupaten Bintan (Track Lomba sepanjang pulau Bintan, 120 km) – Kota Batam (track lomba sepanjang Barelang – Barelang Classic).

“Selama berlangsungnya kegiatan ini, kami perkirakan akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang, Bintan dan Batam. kami berharap target kunjungan wisatawan ke Kepri dapat tercapai jika kita berkolaborasi dengan melibatkan seluruh stakeholder baik pemerintah dan swasta,” ujarnya. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PDIP membela Capres Jokowi soal sikap hormat saat lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang di pengundian nomor urut yang jadi sorotan. PDIP menegaskan tidak ada penghinaan yang dilakukan Jokowi.

Ya menurut ku itu kan Pak Jokowi menunjukkan kesungguhannya.

Karena gini loh, waktu upacara 17 Agustus di Istana aku ini bingung dan aku ikut-ikutan ngangkat tangan gini walaupun aku pakai jarit pakai gelung. Karena ku lihat semuanya juga pakai gitu,” kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Sabtu, 22 Septeember 2018.

Namun begitu, kritikan itu akan menjadi masukan buat Jokowi. “Jadi aku melihatnya ini masalah kebiasaan dan mungkin menjadi masukan juga buat Pak Jokowi untuk hormatnya pakai gitu,” ujarnya.

Menurut Eva kesalahan itu hanya kesalahan minor. Tidak seorang Jokowi saja yang melakukan hormat angkat tangan saat lagu ‘Indonesia Raya’ dikumandangkan.

“Nah waktu di Istana itu dia (Jokowi) pakai kopiah ya kemarin dia hormatnya pakai angkat tangan hormatnya, aku ikut-ikut karena semua yang ada di sebelah kanan kiriku yang di VVIP itu angkat tangan semua. Jadi bukan hanya Pak Jokowi yang menganggap bahwa penghormatan pada lagu pada saat itu seperti itu. Jadi ini menurutku kesalahan minor sih. Iya wong banyak orang yang seperti itu kok.

Eva tak ambil pusing jika soal sikap hormat diseret-seret ke isu politik. Dia menegaskan, tidak ada pelecehan dan penghinaan yang dilakukan Jokowi.

“Semua hal kan lagi digoreng, tapi menurutku isu ini tidak menghilangkan maksud bahwa kita harus menghormati, cuma menghormatinya tidak sesuai dengan tata cara. Tapi tak ada pelecehan, tidak ada hal yang sebaliknya ya, penghinaan dan seterusnya,” tuturnya.

Aturan terkait sikap ketika lagu kebangsaan berkumandang ada dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

Pada Pasal 62 dijelaskan, saat lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang, setiap orang wajib berdiri tegak dan bersikap hormat. Berikut isi pasal itu.

“Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.”

Arti dari ‘berdiri tegak dengan sikap hormat’ yang dimaksud pada Pasal 62 juga dijelaskan dengan rinci. Berikut penjelasannya.

“Yang dimaksud dengan “berdiri tegak dengan sikap hormat” pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan adalah berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Timnas Indonesia akan menghadapi Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 11 September 2018 dalam laga uji coba yang masuk dalam kalender FIFA.

Jelang pertandingan ini, gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly mengaku buta kekuatan Mauritius, negara dari Afrika. Namun yang pasti, Lilipaly menyebut tim asal Afrika punya fisik yang kuat.

“Saya tidak tahu bagaimana tim Mauritius. Tapi secara umum para pemain Afrika sangat kuat. Mereka rata-rata memiliki postur tubuh besar dan juga agresif,” ujar Lilipaly.

Untuk menghadapi Mauritius, Lilipaly optimistis Timnas Indonesia punya kesempatan mengalahkan Mauritius. Dia menyebut Skuat Garuda punya kecepatan yang bisa merepotkan lini pertahanan negara Afrika tersebut.

“Saya rasa uji coba nanti akan bagus untuk Timnas Indonesia. Kami punya banyak pemain yang memiliki kecepatan dan juga tehnik yang bagus. Kita lihat aja apa yang akan terjadi nanti,” ucap gelandang Bali United tersebut.

Sebelum bertolak menuju Cikarang, Lilipaly sempat berbagi cerita tentang perasaannya setelah kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia. Ia juga siap beradaptasi dengan beberapa pemain baru di Timnas Indonesia.

“Tentunya sangat senang bisa dipercaya kembali memperkuat Timnas Indonesia. Saya juga siap untuk beradaptasi dengan pemain lainnya yang baru mendapat panggilan,” katanya.

“Saya rasa sesuatu yang normal karena tentu pelatih ingin memberikan kesempatan bagi siapa saja pemain yang tampil bagus di Liga 1,” ujar Lilipaly menambahkan.

Mauritius Tangguh

Calon lawan Timnas Indonesia ini merupakan sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, sekitar 900 km sebelah timur Madagaskar. Selain Pulau Mauritius, negara ini juga mencakup Kepulauan Cargados Carajos, Rodrigues dan Kepulauan Agalega.

Bila dibandingkan dengan negara-negara Afrika lainnya, sepak bola Mauritius jauh dari kata istimewa. Prestasi terbaik Mauritius hanya mencapai babak pertama Piala Afrika pada tahun 1974.

Meski sepak bola mereka tak terkenal, posisi Mauritius di ranking FIFA lebih baik dari Timnas Indonesia. Mauritius berada di peringkat 155, sembilan tingkat di atas Skuat Garuda. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bambang Hartono, pria terkaya di Indonesia mendapatkan bonus Rp 250 juta dari pemerintah lantaran berhasil menyabet medali perunggu dari cabang olahraga bridge di gelaran Asian Games 2018.

Bambang Hartono kemudian diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara untuk bersilaturahmi dan penyerahan bonus, Ahad, 2 Agustus 2018.

Hal menarik terjadi, ketika Bambang Hartono, pemilik dari satu bank yang sangat populer di Indonesia, yakni Bank Central Asia atau BCA, menerima buku tabungan BRI berisi uang bonus.

Meski menyandang status sebagai bos BCA, Bambang tak segan-segan untuk memperlihatkan buku tabungan BRI Britama yang baru saja diberikan oleh Presiden.

Para wartawan pun tak ketinggalan menggoda pria yang juga dikenal sebagai pemilik perusahaan rokok Djarum itu.

Para wartawan, sambil tertawa, bertanya kepada Bambang : “Oh, kok enggak lewat BCA ya pak?”

Bambang pun tertawa, lalu menjawab, “Iya ya, iya,”.

Semua Diberikan

Jika Bambang Hartono sudah kaya raya, lantas uang bonus untuk apa?

Bambang mengaku bonus yang diterimanya itu akan ia berikan seluruhnya untuk mengelola cabang olahraga bridge.

“Uangnya saya akan kembalikan ke bridge untuk pembinaan. Seluruhnya,” ungkap dia kepada wartawan di Istana Negara.

Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas sistem pemberian bonus yang terbilang sangat cepat.

“Bagus sekali, patut diapresiasi karena atlet tidak perlu lagi ke Jakarta untuk balik lagi menerima bonus. Ini sangat efisien,” tambahnya.

Di Istana Negara, penyerahan bonus untuk atlet berprestasi diberikan secara simbolis oleh Presiden melalui buku tabungan Bank BRI Britama.

Selain menjadi salah satu pemilik Grup Djarum, Bambang juga merupakan pemegang saham mayoritas Bank BCA.

Tak heran jika dihitung kekayaan Bambang Hartono bersama Budi Hartono sebesar 32,3 miliar dollar AS.

Dengan kekayaan sendiri sebesar 16,7 miliar dollar AS, Bambang menjadi orang terkaya ke 75 dunia, versi majalah yang sama.

Bambang kini berusia 79 tahun.

Ia bertanding di cabang olahraga Bridge.

Bambang Hartono sudah lama menekuni olahraga ini.

Ia berkali-kali bergabung dalam tim bridge Indonesia untuk kejuaraan internasional. Misalnya, tahun 2015, Bambang ikut tim yang menjuarai APBF Championship 2015. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pusat Pengelola Data dan Sistem Informasi (PDSI) Badan Pengusahaan (BP) Batam gelar Business Gathering bersama 72 pemerintah daerah yang berada di bagian Indonesia Tengah dan Timur  di Grand Inna Hotel, Kuta Bali, Kamis, 30 Agustus 2018 pagi.

Ini merupakan tahun ke-3 sejak tahun 2016 BP Batam melakukan promosi dalam rangka memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak untuk datanya disimpan di Pusat Data dan Informasi BP Batam.

Acara tersebut mengangkat tema “Focus on Your Business and Leave Your Data Centre with Us”.  Digagas sebagai upaya dukungan BP Batam terhadap program pemerintah tentang Penyelenggaraan dan Sistem Elektronik.

Anggota 1, Deputi Bidang Administrasi Umum BP Batam,  Purwianto menyambut baik kegiatan business gathering ini. Ia mengatakan, Data Centre BP Batam sebagai tempat  penyimpanan dan pengolahan data, kedepan adalah pilihan tepat bagi setiap instansi maupun koorporasi.

Purwianto mengharapkan, semua  bentuk usaha yang dapat meningkatkan penerimaan bagi BP Batam harus didorong, termasuk dengan pemanfaatan data centre, agar efektif.

“Jadi, harus lebih banyak lagi melakukan komunikasi dengan para stakeholder, baik instansi maupun koorporasi dengan memberikan fasilitas dan pelayanan yang lebih baik lagi,” tegasnya

Lebih lanjut Ia menjelaskan,  Data Centre seiring dengan perkembangan teknologi global akan menjadi hal yang dibutuhkan untuk backup atau penyimpanan data.

“BP Batam berupaya menjadi solusi dalam kebutuhan digital. Kita harus memberikan informasi tentang kelebihan Data Centre BP Batam dibandingkan dengan Data Centre yang lain. Jadi, kedepan Data Centre-nya BP Batam akan lebih diminati,” ungkapnya.

Bertindak selaku narasumber dalam kegiatan ini, Dwi Anggono Bambang dari Direktorat E-Goverment, Kementerian Kominfo, yang merupakan salah satu tenant di IT Centre BP Batam.  (bpb)

SERBA SERBI

Senin | 27 Agustus 2018 | 19:13

MANTAP!! Indonesia Sabet 8 Emas dari Olahraga Pencak Silat

MEDIAKEPRI.CO.ID – Indonesia mencapai prestasi tertinggi di bidang olahraga Pencak Silat dengan menyabet delapan medali emas dalam Asian Games 2018. Abdul Malik yang menggenapi kegemilangan Indonesia dengan menyabet emas dari kelas B atau 50-55 kg putra usai mengalahkan pesilat Malaysia, Muhammaf Faizul M. Nasir. Abdul menang dengan skor telak 5-0.

Kemenangan Abdul Malik memastikan Indonesia menyapu bersih medali emas dari pencak silat sepanjang Senin, 27 Agustus 2018.

Cabang pencak silat sudah menyumbang lima medali emas Asian Games 2018, sampai sore ini. Bahkan, Indonesia masih punya kesempatan menambah beberapa medali emas lagi pada Rabu, 29 Agustus 2018.

Emas juga datang dari pesilat Adi Putra Komang Harik, membuat pencak silat mencatat rekor yang sudah bertahan sejak 56 tahun silam.

Adi Putra Komang Harik mendapat medali emas seusai menang atas pesilat Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari, di kelas 65-70 kg, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Meski diwarnai walk-out, raihan Komang Harik sangat istimewa.

Hasil tersebut membuat pencak silat menuai lima medali emas secara beruntun. Menurut catatan situs resmi Asian Games 2018, kontingan pencak silat Indonesia mengulangi pencapaian cabang bulutangkis pada Asian Games 1962 Jakarta.

Perolehan tersebut terjadi khusus untuk cabang spesifik. Tak heran jika kontingen pencak silat Indonesia menjadi bintang tersendiri pada hari ke-9 perhelatan Asian Games 2018.

Tak hanya Komang Harik yang membuat pencak silat mengulangi rekor 56 tahun lalu, sosok Mohd Al Jufferi Jamari juga memberi catatan istimewa bagi Malaysia. Raihan medali perak menjadi hasil terbaik dari Negeri Jiran tersebut di ajang pencak silat Asian Games 2018. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia masih konsisten menambah medali emas setiap harinya di ajang Asian Games 2018 ini, setidaknya satu medali emas per hari.

Seperti pada Sabtu, 25 Agustus 2018 Indonesia kembali menambah pundi-pundi emasnya, selain perak dan perunggu tentunya.

Kali ini emas kesepuluh untuk Indonesia itu didapatkan melalui cabang olahraga tenis pada nomor ganda campuran.

Atlet tenis ganda campuran Indonesia, pasangan Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi berhasil mengalahkan pasangan Thailand, Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum pada laga yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 25 Agustus 2018

Selain satu emas, hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, Indonesia meraih tambahan tiga perak dan dua perunggu.

Hal itu membuat perolehan medali Indonesia menjadi total 38 medali dengan rincian 10 emas, 12 perak, dan 16 perunggu.

Namun, tambahan 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu tersebut belum mampu mengubah posisi Indonesia ke posisi yang lebih baik di klasemen sementara Asian Games 2018.

Indonesia yang berada di posisi kelima masih terpaut empat emas dengan Iran yang berada tepat satu strip di atasnya, di urutan keempat.

Sebaliknya, posisi Indonesia justru terancam digeser Korea Utara yang kini juga mengoleksi 10 emas.

Korea Utara hanya kalah dari Indonesia pada perolehan medali perak dan perunggu.

Berikut 10 besar klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018 hingga Sabtu, 25 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB:

Negara                    Emas     Perak     Perunggu     Total

1. China                      71           49                29              149

2. Jepang                    34           31                43              108

3. Korea Selatan       24            26                33               83

4. Iran                         14            11                  9               34

5. Indonesia               10            12               16                38

6. Korea Utara           10              5                  6               21

7. Thailand                  8              8                 24               40

8. Taiwan                     6             11               12                29

9. India                         6              5                17                28

10. Uzbekistan            5            10                  7                22

sumber: tribunnews.com