INDRA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – 17 April 2019 sudah dekat. Inilah waktunya, rakyat Indonesia diberikan kesempatan untuk menyalurkan hak politiknya, guna memilih Presiden dan Wakil Presiden serta wakil Rakyat sebagai anggota legislatif.

Semakin dekatnya waktu itu, berbagai macam cara dan upaya yang dilakukan untuk mengais suara rakyat. Mulai dari memberikan bantuan ke masyarakat hingga memberikan bantuan dan memperkenalkan diri melalui ruang media, khususnya spanduk dan baliho.

Cara umum dan lazim yang di lakukan para kontestan peserta pemilu ini tidak menarik dan menantang bagi INDR4. Calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sekupang-Belakangpadang, bekerja keras dengan konsep dan metode sendiri. Caleg dari Partai Hanura ini menawarkan konsep kerja nyata dan keadilan sosial.

Tawaran yang diberikannya ini tidak dilakukannya saat memasuki tahun politik. Bagi tokoh muda yang inspiratif ini, sepak terjang bergerak dan berbakti di masyarakat sudah berlangsung sejak lama. Semua kegiatan sosal yang dilakukan dijalankan dengan bernaung dibawah bendera organisasi Pemuda Batam.

Kesulitan dan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat menjadi kawan sejati bagi INDR4. Setiap harinya, tanpa rasa lelah membantu setiap kesulitan masyarakat secara umum, baik permasalah hukum, birokrasi administrasi kependudukan, sampai pada sengketa penyelesaian lahan masyarakat, jadi rutinitasnya.

Bagi masyarakat Batam, khususnya wilayah Sekupang dan Belakangpadang, sudah sangat merasakan segala sesuatu yang dikerjakan. Sudah banyak juga yang merasakan sentuhan dan karya nyata INDR4 dalam menjawab kebutuan mendasar untuk mendapatkan keadilan sosial secara adil dan merata. Dan semua yang dilakukan ini tanpa memandang suku, agama, ras (SARA).

Ketika ditanyakan niat jadi anggota legislatif, INDR4 dengan santun dan rendah diri mengatakan keinginannya semata-mata untuk berbuat lebih luas ke masyarakat. Karena dengan cara menjadi wakil rakyat inilah ia akan masuk ke dalam sistem pemerintahan melalui jalur partai politik. Dengan begitu, tambahnya, dapat merealisasikan visi misinya secara maksimal.

“Melalui tugas dan tanggung jawab sebagai anggota dewan nantinya, menjadikan memiliki fungsi control (pengawasan), pembuat undang-undang/kebijakan (legislasi) serta budgeting (penganggaran),” pungkasnya.

Pria dengan sosok sederhana dan tampilan apa adanya ini optimis mendapatkan kesempatan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di gedung parlemen tahun ini. Tampil yakin ini bukan tanpa alasan, untuk masyarakat Sekupang-Belakangpadang, aktivitas dan kreatifitas INDR4 sangat diakui.

“Masyarakat mengenal sosok INDRA dari sepak terjang dan karya nyatanya. Bukan dikenal masyarakat karena Caleg Baliho,” ucapnya mengakhiri. (danny)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Suasana hening di dapur redaksi mediakepri.co.id, seketika pecah. Ruangan yang semula sunyi dan senyap itu, seketika berubah jadi hidup dan ceria.

INDR4. Kedatangan dia lah yang menjadi magnet, yang mampu mengalahkan suara musik, dari komputer milik awak redaksi yang menghiasi ruangan. Sosok muda ini seakan jadi energi baru malam diakhir minggu itu.

Aura semangat yang terpancar dari calon legislatif (caleg) yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tercium kuat. Tekadnya untuk duduk di kursi panas wakil rakyat itu, disejalankan dengan kekuatan yang dibangun sejak lama.

Kedatangan caleg daerah pemilihan (dapil) Sekupang-Belakangpadang ini berjalan singkat. Pertemuan singkat itu berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Namun banyak materi menarik dan nyata yang terjadi ditengah-tengah masyarakat jadi bahan diskusi.

Tampil sederhana dengan menggunakan topi ala sastrawan, INDR4 memaparkan sejumlah persoalan. Di hadapan pimpinan redaksi mediakepri.co.id, Eddy Supriatna, ia menyampaikan materi ‘berat’. Satu per satu persoalan di masyarakat terucap. Seakan, masalah yang dihadapi masyarakat tak kunjung usai. Dan problematika ini terus menjadi warisan yang terjadi secara turun menurun.

Semua persoalan dan masalah yang terjadi dan dihadapi masyarakat itu, dapat dipenuhi dengan diawali oleh niat. Dimana niat itu harus ditanam dalam hati nurani untuk direalisasikan dan dilaksanakan. Jadi tidak hanya sebatas janji untuk memberikan angin segar agar mendapat suara.

NIat yang ditanamkan INDR4, tertuang dalam visi dan misi. Adapun yang menjadi tugas besar mendatang adalah merealisasikan visi ‘Memberikan Keadilan Sosial, Bukan Bantuan Sosial Masyarakat’.

Dari visi ini maka dilanjutkan dengan misi. Secara garis besar, ada tiga misi yang akan dicapai. Ketiga hal yang merupakan program inti yang akan direalisasikan tersebut yakni:

  1. Mengembalikan tanah masyarakat dengan membuat skema keadilan sosial
  2. Mengembalikan dan mengawasi penegakan aturan ketenagakerjaan dengan porsi lebih besar untuk tenaga kerja lokal Batam.
  3. Melakukan percepatan dan pengawasan dalam mereformasi birokrasi dalam perijinan dan adminitrasi kependudukan.

Dan saat ia menerima amanah jadi wakil rakyat untuk duduk di DPRD Batam, semua program yang telah diucapkan di hadapan masyarakat akan dilaksanakannya. Bahkan ia sudah mengikrarkan diri bahwa amanah sebagai wakil rakyat maka dirinya adalah milik masyarakat. (dani)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Perjalanan Pemuda yang satu ini, tidak mudah dan cukup melelahkan. Tanpa jera dari hulu sampai hilir, dan tak mengenal lelah, ia terus berjuang dari pagi siang untuk menyerap aspirasi yang menjadi konstituennya.

INDR4. Tercatat sebagai calon legislatif (caleg) untuk duduk di kursi DPRD Batam ini, telah mendapat restu dari berbagai kalangan. Berada di bawah bendera Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), ia membawa suatu semangat baru agar dapat memenangkan hati masyarakat luas, dan warga Sekupang dan Belakangpadang khususnya.

Begitu berat perjuangan dan perjalanan yang dilaluinya. Caleg dari daerah pemilihan (dapil) Sekupang dan Belakangpadang ini, meringankan beban itu dengan mengusung misi dan visi yang realistis. Ia membangun pola kesadaran yang mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik. Dimana, ia tidak menginginkan masyarakat jadi korban politik itu sendiri.

Dengan mengusungkan tagline dan motto perjuangan ‘Pemimpin yang Baik Itu Memberikan Keadilan Sosial, Bukan Memberikan Bantuan Sosial,’ , INDR4 berniat akan menunaikan tugas suci yang menjadi amanah dan tanggung jawabnya yang diamanahkan kepadanya sebagai anggota DPRD Batam.

Dari motto yang diusungkannya, lebih luas ia memaparkan bahwa keadilan masyarakat, seharusanya dirasakan semua kalangan masyarakat, tidak hanya sebahagian masyarakat saja. Sebagai contoh nyata yang ditemukan dari ‘blusukan’ di Belakangpadang, INDR4 menaruh keprihatinan dengan kondisi masyarakat yang belum bisa menikmati listrik 24 jam. Atas dasar itulah, INDR4 berjanji dan siap akan menghadirkan keadilan sosial itu sendiri.

“Untuk memenuhi keadilan sosial itu hanya dibutuhkan niat. Dan jika saya diberikan amanah, maka saya berjanji untuk memenuhi amanah dalam menegakkan keadilan sosial, bukan bantuan sosial,” ujar caleg muda yang agresif dan inovatif ini dengan tegas. (danny)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – 17 April 2019 sudah dekat. Dekatnya pelaksanaan pesta rakyat ini, bagi peserta demokrasi terus bergerak untuk meraih simpati massa. Berbagai cara dan upaya, bahkan dengan cara yang kurang elok tetap dilakukan. Mereka lupa, pemilih membutuhkan visi misi yang pro kepentingan umum.

Indra. Seorang sosok muda yang energik ini sangat memahami, segala sesuatu yang menjadi kebutuhan untuk kepentingan umum. Calon legislatif dari partai Hanura ini pun, memberikan tawaran program yang realistis dan tidak muluk kepada konsituennya. Ia hanya memberikan pandangan keadilan sosial adalah sesuatu yang krusial, jika dibandingkan dengan bantuan sosial.

BACA JUGA

Indra Dapat Pesan dari Pemuda Batam

Terpilih Sebagai Ketua PBFC, Indra: Dapat Raih Prestasi

Hal ini dipaparkannya dihadapan para tokoh masyarakat dan tokoh adat serta masyarakat di Kelurahan Patam Lestari, Sabtu, 12 Januari 2019 malam. Sudut pandang yang visioner ini membuahkan kekaguman bagi yang hadir. Mereka terlihat bahagia ketika menyaksikan dan mendengarkan pemaparan visi dan misi itu sendiri.

Materi berbobot ‘berat’ ini disampaikan dengan suasana santai. Sehingga, suasana pertemuan antara Indra dan warga Tiban 1 Kelurahan Patam Lestari, itu berlangsung dengan senyum dan canda tawa.

“Kami sangat bahagia bertemu dengan Pak Indra. Bahkan ada seorang warga, pak Sutomo rela mengeluarkan uang buat cetak spanduk,” ujar salah seorang warga setempat yang hadir dalam acara yang berlangsung di
samping rumah pendukung penuh Indra.

Setelah mendengarkan penjelaskan yang dipaparkan dengan gaya santai tersebut, membuka dan menjadi wacana baru warga Tiban 1 Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang tersebut. Mereka semakin simpatik terhadap Indra yang menawarkan sesuatu yang baru untuk ke depan nantinya.

“Beliau ini ramah. Visi dan misinya sudah sangat jelas keberpihakannya kepada pemuda dan warga Batam umumnya. Bahkan untuk derajat dan ekonomi kami sebagai pekerja di Batam akan diperhatikan. Terkhusus ke pemuda di Batam sudah bagus kegiatannya. Kami tambah yakin dengan Bang Indra,” tutur warga.

Pantauan wartawan, suasana pertemuan berlangsung penuh dengan kekeluargaan. Warga setempat yang datangpun membludak di lapangan. Warga merasa terkesan dengan pemaparan visi dan misi Indra yang masuk akal dan realistis itu.

Anda Sarjana? Cinta NKRI?, Ayo Gabung di Kepolisian

Umat Islam Natuna Ikuti Tabligh Akbar

Lanal Ranai Mengenang Peristiwa Heroik di Laut Aru

Bahkan, warga sudah mengenal sepak terjang caleg muda ini. Dan masyarakat yakin, dari perjuangan yang selama ini dijalankannya, akan menjadi ‘bekal’ untuknya duduk sebagai wakil rakyat dan mendapatkan kursi di Engku Putri.

“Tidak hanya membantu masyarakat yang yang kurang mampu, ia juga sudah menunjukkan karyanya dengan membangkitkan semangat dan kemampuan pemuda di Batam. Selain prestasi, Indra juga sudah membuktikan dalam menekan angka kriminalitas yang dilakukan pemuda, karena pemuda diarahkan ke arah positif,” kata warga lainnya usai mendengarkan pandangan visi dan misi caleg Hanura ini. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Ketua Umum Pemuda Batam Indra mengatakan bahwa seluruh Pemuda Batam mendukung ketua umumnya untuk terjun ke dunia politik. Meski demikian, sahabatnya di pemuda Batam sempat menitipkan sebuah pesan kepada Indra.

“Mereka cuma titipkan pesan yaitu gayanya tetap anak muda ya dan selalu blusukan untuk mebantu rakyat,” kata Imron Iskandar Sekjend Pemuda Batam di Kantor DPC Partai Hanura Rakyat (HANURA), Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis, 12 Juli 2018.

Memegang pesan dari para sahabatnya itu, Indra akhirnya memilih Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) sebagai kendaraan Politiknya di 2019 ini.

“Makanya sampai hari ini saya selalu turun kemasyarakat khususnya anak muda dan selalu mengadakan program-program yang bermanfaat untuk mereka. Tetap yang saya bawa (kesan) anak muda dengan gaya apapun yang mau menyuarakan dan mencoba melakukan sebuah hal agar Indonesia khususnya Kota Batam lebih baik lagi,” kata dia.

Sebelum benar-benar terjun menjadi caleg, Indra yang juga akrab disapa Daeng Indra meminta doa serta dukungan terlebih dahulu dari seluruh keluarganya dan seluruh Pemuda Batam. (bayu)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Indra akhirnya terpilih sebagai Ketua Pemuda Batam Futsal Club (PBFC) Kota Batam melalui Mubes Luar Biasa untuk periode 2017-2020 di Sekretariat PEMUDA BATAM, Gang Hang Jebat III M1 No.15, Bengkong Sadai Kota Batam, Jumat, 16 Februari 2018.

Indra menggantikan posisi Agus Fuadi yang mengundurkan diri dari jabatannya dan kembali menjadi Pelatih Kiper di PBFC.

Indra berharap dengan kepercayaan yang telah diberikan bisa menjadikan futsal di Kota Batam bisa lebih baik dan mencetak pemainnya berprestasi sampai ke Liga Profesional di Jakarta seperti tahun 2017 yaitu The Champions Of The Liga Batam.

“Saya memang diminta beberapa voter maupun pemain PBFC Kota Batam untuk memimpin Pemuda Batam Fc. Tentu ini sebuah kepercayaan yang besar karena saya sendiri diminta untuk menukangi futsal yang merupakan olah raga favorit saya sekrang ini,” kata Indra ke awak media ini.

Indra bersama pengurus Pemuda Batam Futsal Club menggelar rapat untuk menoreh prestasi. (bayu wasono)

Adapun terget Pemuda Batam Fc Kota Batam, Indra berharap pemain futsal kami bisa berprestasi di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tahun 2018 ini.

“Itu merupakan program jangka pendek, tentu kami persiapan ke PORPROV. Untuk jangka panjang tentu saja kompetisi, pembinaan, kemudian pelatihan, pembenahan prestasi, dan bisa saja kami mengadakan kompetisi seperti Trofeo dll. Selain itu tentunya mengembangkan sarana dan prasarana di cabang futsal di setiap kecamatan,” ujar Indra.

Ia pun berharap ke depannya futsal Batam semakin berkembang dan bisa sejajar dengan cabor sepak bola yang selama ini menjadi olah raga nomor satu di Indonesia dan bisa membantu pemerintah dan Asosiasi Futsal Daerah Kota Batam.

Sementara itu, Ketua Bidang Olahraga di Pemuda Batam, Gusti Riono mengatakan pemilihan ketua baru harus dilakukan untuk memantapkan persiapan tim PBFC Batam, terutama jelang Tournament ATB CUP Tahun 2018 ini.

“Sebenarnya saya memiliki rasa optimisme yang besar untuk meraih Juara di ATB CUP di 2018. Karena tim futsal hampir 90 persen adalah Pemuda Batam bukan dari luar Batam. Hanya mungkin tinggal mengurus kesolidan saja,” kata Gusti Riono. (bayu wasono)

OLAHRAGA

Sabtu | 09 Desember 2017 | 21:16

Daeng Indra Berharap Roda Organisasi Lufti Sesuai Aturan FFI

Ketua AFD Batam Ingin Rebut Emas di PON

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Lufti Andi Saputra secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Batam periode 2017-2021.

Lutfi menjadi calon tunggal setelah kandidat calon ketua lainnya dari Pemuda Batam FC, Daeng Indra mengundurkan diri dan memilih Lutfi jelang kongres yang digelar di Gedung Kepri Mall, Batam, Rabu, 6 Desember 2017.

Sandro, Lutfi, Prilly dan Daeng Indra (dari kiri ke kanan)

Daeng Indra yang memberikan suaranya untuk ketua terpilih adalah sebuah bentuk kepercayaan.  Dimana dengan kepemimpinan Lufti, ia berharap mampu menjalankan roda organisasi sesuai dengan aturan yang telah diatur oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Lufti, Manager Anugerah FC Kota Batam, yang juga pengusaha muda ini langsung menyusun perencanaan paska terpilih sebagai ketua AFD Batam. Untuk rencana jangka panjang, ia akan menyolidkan tim futsal Batam untuk memenuhi target emas pada PON kedepannya.

Selain itu, katanya, membenahi organisasi olahraga untuk meningkatkan pembinaan, kepelatihan, kewasitan, dan kompetisi.

“Tadi saya juga dipesankan untuk membuat liga untuk tim putra dan putri. Karena animo yang besar tapi klubnya belum masuk kategori profesional bahkan amatir. Tim yang adanya hanya untuk suka-suka. Makanya kami akan bedakan tim yang profesional, amatir dan main-man nantinya,” ujar Lutfi.

Sedangkan rencana jangka panjang, Lutfi mengaku akan menjadikan futsal sebagai olah raga yang menyenangkan. Artinya, olah raga futsal juga harus membangun karakter masyarakat selain meraih prestasi.

“Jadi bermain futsal itu harus gembira,” ujar lutfi.

Dalam kongres tersebut dihadiri oleh ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kepri, Sandro Megio Budiman dan beberapa voter juga turut hadir untuk memilih ketua baru AFD Batam.

Beberapa voter yg turut hadir itu terdiri atas klub dan asosiasi terafiliasi. Selain itu, beberapa klub futsal di kota batam menjadi peninjau Kongres tersebut. (bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presenter Indra Herlambang turut hadir dalam acar pernikahan puteri Jojowi Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution kemarin. Namun, ada momen lucu sekaligus tidak biasa yang dialaminya saat itu.

Indra sendiri, hadir sebagai host untuk salah satu program infotainment di salah satu televisi swasta.

Selain meliput jalannya pesta pernikahan, dia juga mewawancarai sejumlah artis dan publik figur yang datang.

Namun, cerita lucu didapatkannya setelah mewawancarai Menteri Susi Pudjiastuti. Indra mengakui sempat ditampar Susi usai wawancara. Namun, tamparan itu hanya sekedar candaan saja.

“Salah satu momen paling berkesan di acara akad nikah Kahiyang dan Bobby tadi pagi, adalah saat ngobrol dengan Ibu Susi Pudjiastuti.

Bukan cuma cara bicara beliau yang super asik dan penampilannya yang cantik manglingi, tapi karena setelah interview usai, saya.. ditabok! Haha.

“Ngerjain aja, lo..” canda beliau saat beranjak pergi. Nggak apa-apa deh ya.

Mending ditabok daripada ditenggelamkan,” tulisnya dalam akun instagramnya.

Indra juga sempat mengabadikan momennya bersama Menteri Susi yang sedang diwawancarai, dan dia berusaha selfie sendiri. (***)

 

sumber: life&style

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sejak mulai diusulkan pada pertengahan tahun 2015, polemik kenaikan tarif Listrik Batam memasuki babak baru, keputusan DPRD provinsi Kepri yang meyetujui kenaikan tarif sebesar 45,4 persen (hampir mencapai 50%) sontak memancing penolakan keras dari berbagai elemen masyarakat. Jika sebelum ini penolakan hanya terlihat melalui pemberitaan media cetak, portal berita dan media sosial, kali ini penolakan itu tunjukkan dalam bentuk aksi nyata.

Tentu saja penolakan itu harus dilakukan, sebab memiliki kelemahan-kelemahan mendasar, baik dari sisi rasa keadilan dan kemanusiaan, maupun dari mekanisme pengambilan keputusan di DPRD serta melabrak aturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam menaikkan tarif listrik.

Indra, sebagai founder SAHABAT INDRA, group media sosial (medsos) di Batam, yang juga kordinator Aliansi Masyarakat Perduli Listrik (AMPLI) untuk wilayah Bengkong dan Batuampar mengemukakan tiga alasan utama, kenapa menolak kenaikan tarif listrik sebesar 45,4 persen yang sudah disetujui oleh DPRD Provinsi.

Pertama, besaran persentase kenaikan tarif. Bagi masyarakat kecil, yang rata-rata masuk katagori rumah tangga 6 amper (1.300va), angka 45.4 persen sangat fantastis. Dalam perspektif masyarakat ke bawah, yang menjadi mayoritas penduduk Batam, angka ini dianggap tidak rasional, bandingkan dengan dengan kenaikan UMK di Batam yang hanya 8,25 persen. Sudah terbayang berapa pengeluaran ekstra tiap bulan akibat kenaikan ini.

“Kami menilai, besaran persentase kenaikan yang di setujui DPRD Prov Kepri, adalah bentuk penindasan atas masyarakat kecil di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit. Ironisnya, DPRD Provinsi Kepri menganggap wajar. Kami anggap DPRD Prov Kepri lebih memihak kepada PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (Bright PT PLN Batam), ketimbang rakyat yang diwakilinya,” ujar Indra.

Disebutkannya, kenaikan angka ini tidak disosialisasi dengan baik oleh DPRD Prov Kepri. Sehingga, tambahnya, banyak masyarakat tidak mengetahui, kendati DPRD Provinsi telah menyetujuinya dan mengirim surat persetujuannya ke Gubernur Provinsi Kepri untuk disahkan.

Kedua, katanya, mekanisme pengambilan keputusan di DPRD Provinsi Kepri hanya melalui Rapat Pimpinan, tidak melalui Rapat Paripurna. Mekanisme ini, tambahnya, dianggap cacat prosedur untuk memutuskan kenaikan tarif yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Sebab rapat pimpinan DPRD, katanya lebih jauh, hanyalah terdiri dari anggota pimpinan (yang hanya beberapa orang), yang hasil keputusan rapatnya hanya ditetapkan dalam keputusan pimpinan DPRD. Seyogyanya, menyangkut soal hajat hidup orang banyak, mekanisme yang digunakan adalah rapat Paripurna. Sebab, keputusan yang dihasilkan dari Rapat paripurna dapat dituangkan dalam bentuk peraturan atau keputusan DPRD sebagai lembaga, bukan hanya keputusan beberapa orang unsur pimpinan DPRD Provinsi saja.

“Namun, terlepas dari apakah itu, berdasarkan keputusan DPRD(Paripurna) maupun keputusan pimpinan (Rapim) DPRD, juga tidakboleh bertentangan dengan kepentingan umum dan ketentuan peraturan perundangundangan yang ada seperti yang tertuang dalam PP No.16/2010,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakannya, jika persetujuan kenaikan tarif listrik Batam hanya diputuskan dalam rapat Pimpinan saja, ada hal yang berusaha disembunyikan dari seluruh anggota DPRD Provinsi yang lain.

Ketiga, persetujuan DPRD Provinsi Kepri, untuk menaikkan tarif listrik Batam melabrak PP Nomor 14 Tahun 2012, tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Dimana dalam Pasal 42 ayat 2 huruf (b) menjelaskan menetapkan tarif tenaga listrik harus memperhatikan kepentingan dan kemampuan masyarakat.

“Pertanyaannya. Apakah DPRD Prov Kepri, dalam hal ini Komis II dan III, yang melakukan pembahasan teknis, sudah melakukan kajian mendalam atas kemampuan masyarakat, termasuk daya beli masyarakat?,” tanya Indra.

Dijelaskannya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, mencatat sepanjang tahun 2016 ini terdapat sebanyak 67 perusahaan yang tutup. Jumlah ini mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan tahun 2015, yang jumlahnya hanya 54 perusahaan (Batampos, Senin, 26 Desember 2016)

Tercatat selama 2016 sebanyak 24.342 mendaftarakan diri ke Disnaker sebagai pencaker. Ironisnya jumlah TKA hingga akhir 2016, terus bertambah hingga mencapai angka sekitar 280 ribu orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat di 2017 ini. (batampos, Senin, 20 Februari 2017)

Tercatat Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terdapat peningkatan keluarga miskin di Batam yang tersebar di 12 kecamatan. Sementara dari komoditas bukan makanan, penyumbang angka kemiskinan dipengaruhi perumahan dan biaya listrik. (Sindo, kamis 5 Januari 2017).

BI juga merilis bahwa Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan IV 2016 berada di posisi 5,24% (yoy), (Batamtoday, Senin, 20-02-2017)

Banyaknya jumlah pengangguran membuat sejumlah usaha rumah makan dan kosan tutup seperti banyak yang terjadi di kawasan Tanjung Uncang. Diluar itu, sejumlah tempat-tempat penjualan baju bekas juga menjamur dimana-mana. Pertanyaannya apakah masyarkat kita memang lebih suka membeli baju bekas ketimbang baju baru? Atau memang daya beli masyarakat yang menurun?

Fenomena seperti ini tidak pernah dikaji oleh Komisi II dan III DPRD Provinsi Kepri. Dalam membuat keputusan kenaikan tarif,  hanya konsen mengkaji data B’right PLN Batam.

Saat ini kondisi makro ekonomi Kepri saat ini juga sedang lagi lesu. Meskipun B’right PLN Batam menyatakan bahwa kenaikan hanya ditujukan kepada pelanggan rumah tangga, akan tetapi imbasnya bisa menyasar dunia usaha, terutama masyarakat kecil dan menengah yang juga menjadi pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Selain berdampak bagi masyarakat, kenaikan tarif listrik Batam juga akan berdampak pada semakin tingginya komponen biaya hidup untuk listrik yang tentunya juga akan memberi dampak kepada kesejahteraan tenaga kerja di Batam. (Wartakepri, 12-01-2017).

“Sebentar lagi, kita juga akan menghadapi dicabutnya biaya subsidi gas melon 3 kilogram. Selain itu, melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok,” jelasnya mengakhiri.